16508683_1866357866954300_2660913462167193253_n

Assalamualaikum
Salam

SINOPTIK DALAM KITAB INJIL
Beberapa minggu yang lalu saya pernah bahas soal Sinoptik dalam Injil yang berubah arti dan kata dari sumber pertama .

Pengulangan cerita dalam Injil sering terjadi di ke 3 kitab nya ( Matius , Markus ,Lukas ….sedang Yohanes tidak .

Pengulangan ini menurut Hipotesa Greandback adalah copy paste yang dilakukan 2 penulis Injil yaitu Matius dan Lukas yang menyalin kisah dari Injil Markus . Karena beberapa pakar juga sutuju jika Injil Markuslah yang pertama kali ada . tetapi sayangnya pengulangan ini merubah kata dan arti
Ada banyak bukti perubahan ini tetapi saya kasih contoh dua ayat saja :

Mark 9:5 Kata Petrus kepada Yesus: “Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.”
======= Bandingkan dg ayat ini ======
Matius 17:4 Kata Petrus kepada Yesus: “Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.

Markus 4:38 Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa
======== Bandingkan dg ayat ini ======
Matius 8:25 Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: “Tuhan, tolonglah, kita binasa.”

Sinoptik dari 2 ayat ini sepintas sama ceritanya , tetapi ada perubahan sangat besar yaitu :
1. Rabi ==== diganti TUHAN
2. Guru ==== diganti TUHAN

====================================

SINOPTIK DALAM KITAB AL QUR’AN
Baru baru ini seorang kristen balik mengkritik AL Qur’an , dia katakan AL Quran juga ada pengulangan cerita . Saya katakan ” iya ” tetapi tidak merubah arti dan makna ,
Beda dengan pengulangan yang terjadi pada kitab Injil yang begitu beraninya merubah ” Rabi ” menjadi ” Tuhan . dan merubah ” Guru ” menjadi Tuhan .

Beberapa pengulangan AL qur’an yang tdk sampai merubah makna dan arti bisa kita baca di ayat ayat berikut ini :

Surat ke 54 yaitu surat al Qamar.
Ayat yang diulang adalah : “Wa laqad yassarnal qur-ana li dzikri, fahal min muddakir” Dan sesungguhnya telah kami mudahkan al Qur an untuk dipelajari maka adakah yang mau mempelajarinya. Pengulangan ayat ini adalah empat kali dengan kalimat yang persis sama yaitu pada ayat 17, 22, 32 dan 40.

Juga surat ke 55 yaitu surat ar Rahman.
Ayat yang diulang adalah : “Fa biaiyi alaa-i rabbikumaa tukadzdzibaan” Maka nikmat Rabbmu yang manakah yang kamu dustakan. Pengulangan ayat ini tiga puluh satu kali dengan kalimat yang persis sama yaitu dimulai pada ayat ke 16 dan terakhir pada ayat ke 77.

Di surat ke 77 yaitu surat al Mursalaat.
Ayat yang diulang adalah : “Wailui yauma-idzin lil mukadzdzibiin” Celakalah pada hari itu bagi mereka yang mendustakan (kebenaran). Pengulangan ayat ini adalah sepuluh kali dengan kalimat yang persis sama yaitu dimulai pada ayat ke 15 dan terakhir pada ayat ke 49.

Apa hikmahnya kok ada pengulangan – pengulangan ? banyak orang pengkritik Al Qur’an mengatakan itu karangan yang diulang ulang biar kelihatan kitabnya tebal , ada yang mengatakan karena sengaja dikarang berulang – ulang dst dst …

Saudaraku ingatlah bahwa al Qur an bukan kitab biasa laksana tulisan atau kitab karangan manusia. Al Qur an adalah Kalamullah, firman Allah. Inti dari al Qur an adalah hudal linnas, petunjuk bagi manusia, untuk mendakwahi manusia kepada kebaikan. Kalau sesuatu disifati sebagai petunjuk, nasehat atau dakwah memang seharusnya diulang ulang. Bukankah manusia suka lupa dan lalai. Oleh karena itu, Allahu a’lam, pengulangan pengulangan ayat dalam al Qur an adalah adalah nikmat dan rahmat Allah bagi manusia.

Bagaimana menurut anda ?

Wassalam
Edy Prayitno.

Iklan