16602897_1869426629980757_6318487194277902552_n
Assalamualaikum
Salam .

Debat pertama Islam dan Kristen Serta dengan Yahudi .

Kaum Nashrani Najran (Yaman) ke Madinah Menantang Debat dengan Nabi Muhammad .

Nabi dan para sahabat mengutamakan dialog dalam syiarnya kepada pemeluk agama yang lain saat nabi di Madinah . seperti kita ketahui di Madinah saat itu sdh ada agama Yahudi dan agama Nasrani . Pergesekan antara agama baru ( Islam ) dengan mereka pasti terjadi . dan dialog jalan yang paling baik untuk mencari kebenaran sejati .

Turunnya beberapa ayat soal Kristologi ( hal yg membahas soal kristen ) banyak kita jumpai dalam Al Qur’an . saat Nabi dialog atau minta tempo waktu menjawab maka Turun ayat kepada nabi untuk menelaskan pada mereka .

60 orang tersebut ada 14 orang dari golongan bangsawan mereka, dan diantara 14 orang itu ada 3 orang yang terkemuka. Adapun nama-nama 14 bangsawan dan pemuka mereka itu ialah :
1. Al-‘Aaqib (Abdul Masih), 2. As-Sayyid (Al-Aiham), 3. Abu Haritsah bin ‘Alqamah, 4. Aus, 5. Al-Haarits, 6. Zaid, 7. Qais, 8. Yazid, 9. Nubaih, 10. Khuwailid, 11. ‘Amr, 12. Khalid, 13. Abdullah dan, 14. Yuhannas.

Dikisahkan , bahwa kedatangan mereka ke kota Madinah itu dengan berkendaraan. Mereka lalu masuk ke masjid Nabi SAW dan masing-masing dengan memakai pakaian negeri Yaman yang indah, memakai jubah dan ridak (selendang) dari sutera, serta memakai cincin emas di tangan mereka. Kemudian mereka mengerjakan shalat di dalam masjid ( Kristen Ortodok ) .

Ketika itu ada diantara shahabat Nabi SAW yang berkata, “Kami belum pernah melihat rombongan yang seperti mereka itu”. Lalu Nabi SAW bersabda, “Biarkanlah mereka itu mengerjakan shalat cara mereka”. Dan mereka itu shalat menghadap ke arah timur. Sehabis shalat, mereka menghadap kepada Nabi SAW.

Hingga dialogpun terjadi , Nabi bisa menjawab semua pertanyaan dari mereka , ada Risalah mengatakan ayat 1 s/d 80 surat Ali Imran diturunkan berkenaan dengan kaum Nashrani Najran tersebut). Diantaranya, firman Allah SWT :
اِنَّ مَثَلَ عِيْسى عِنْدَ اللهِ كَمَثَلِ ادَمَ، خَلَقَه مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَه كُنْ فَيَكُوْنُ. َاْلحَقُّ مِنْ رَّبّكَ فَلاَ تَكُنْ مّنَ اْلمُمْتَرِيْنَ. ال عمران:59-60

Sesungguhnya perumpamaan (penciptaan) “Isa pada sisi Allah adalah seperti (penciptaan) Adam, Dia menciptakan Adam dari tanah, kemudian Dia berfirman kepadanya, “Jadilah (seorang manusia)”, maka jadilah dia. (Apa yang telah Kami ceritakan itu), itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu. [QS. Ali Imran : 59-60]

Nabi SAW ketika itu sudah memberikan keterangan kepada para utusan kaum Nashrani Najran tersebut dengan jelas, baik mengenai kepercayaan mereka yang sesat itu, maupun mengenai urusan kenabian dan kerasulan beliau.tetapi mereka masih ngotot tidak mau percaya , Nabi juga mengajak mereka untuk bertobat dan meninggalkan agama mereka hingga tidak ada titik temu , maka Nabi mengajak mereka untuk Bersumpah Bermuhaballah siapa diantara mereka yg benar . Islam apa Kristen . maka turunlah ayat soal Muhaballah yang terdapat di kitab AL Qur’an
:
فَمَنْ حَآجَّكَ فِيْهِ مِنْ بَعْدِ مَا جَآءَكَ مِنَ اْلعِلْمِ فَقُلْ تَعَالَوْا نَدْعُ اَبْنَآءَنَا وَ اَبْنَآءَكُمْ وَ نِسَآءَنَا وَ نِسَآءَكُمْ وَ اَنْفُسَنَا وَ اَنْفُسَكُمْ، ثُمَّ نَبْتَهِلْ فَنَجْعَلْ لَّعْنَتَ اللهِ عَلَى اْلكذِبِيْنَ. اِنَّ هذَا لَهُوَ اْلقَصَصُ اْلحَقُّ، وَ مَا مِنْ اِلهٍ اِلاَّ اللهُ، وَ اِنَّ اللهَ لَهُوَ اْلعَزِيْزُ اْلحَكِيْمُ. فَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنَّ اللهَ عَلِيْمٌ بِاْلمُفْسِدِيْنَ. ال عمران:61-63

Maka barangsiapa membantah kamu tentang kisah ‘Isa sesudah datang ilmu pengetahuan kepadamu, maka katakanlah (kepada mereka), “Marilah kita panggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri-istri kami dan istri-istri kamu, diri kami dan diri kamu, kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta”. Sesungguhnya ini adalah kisah yang benar, dan tak ada Tuhan selain Allah, dan sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Kemudian jika ia berpaling (dari kebenaran), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan. [QS. Ali Imran 61-63]

Mereka akhirnya berunding dan minta tempo sehari akan dilakukan Muhaballah . Kata mereka kepada Nabi SAW, “Ya Abal Qasim, biarkanlah kami berfikir lebih dulu tentang urusan kami, kemudian kami nanti akan datang lagi kepadamu dengan apa yang kami kehendaki, bahwa kami akan mengerjakan apa yang kamu kehendaki kepada kami”.

Namun setelah mereka berunding diputuskan oleh Al-‘Aaqib ( pimpinan mereka ) ,mereka tidak berani bermuhaballah dengan nabi dan memilih pulang . dan mereka dalam hatinya memuji kebenaran kata kata Rosul dan meminta seorang sahabat untuk mengajari mereka tentang kebenaran dan diangkat menjadi hakim di kaum mereka , Subahanallah .

Nabi SAW memutuskan Abu ‘Ubaidah bin Al-Jarrah supaya berangkat bersama-sama kaum Nashrani Najran ke qabilah mereka untuk menjadi hakim di sana. Nabi SAW bersabda :

“Berangkatlah kamu bersama mereka, ajari mereka soal hukum2 ALLAH ajari mereka tentang kebenaran sesuatu yang diperselisihkan oleh mereka.”

Suatu hari lagi Nabi berdebat lagi dengan kaum Nasrani dan Kaum Yahudi , Soal anggapan Nabi Ibrahim adalah milik Yahudi sebagaimana di terangkan dalam kitab Tourat , dan yang Kristen juga membantah bahwa Nabi Ibrahim adalah nabi mereka karena ada dalam Alkitab mereka dan turunlah ayat :

“Hai Ahli Kitab, mengapa kamu bantah-membantah tentang hal Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim, apakah kamu tidak berpikir ?” Beginilah kamu, kamu ini (sewajarnya) bantah membantah tentang hal yang kamu ketahui, maka kenapa kamu bantah membantah tentang hal yang tidak kamu ketahui ?. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. Ibrahim itu bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nashrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), serta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman. ” [QS. Ali Imran : 65-68]

Pesan saya dari kisah diatas :
Dialoglah yang baik memakai Ilmu , jangan asal Hujat . lakukan dialog ( debat ) untuk Syiar agama Islam . Nabi sdh mengajarkan kepada kita cara mendebat yang baik dengan dasar dan ayat yang jelas .

Mari dialog secara baik , semoga bermanfaat dan Hidayah ALLAH turun karena anda .

Wassalam
Edy Prayitno

Iklan