Dibawah ini saya munculkan dialog antara Edan yg mempertanyakan kenabian Nabi Muhammad , ALqur’an , Kenapa Umatnya mengrim doa solawat dsb , dan dijawab oleh sdr Hins :

edan, di/pada Agustus 23, 2010

gua tanya deh ada ga dialquran karangan Mr. muhammad surat
masuk diakal ga seseorang yg ga bisa baca tulis menuliskan kitab suci?
Menurut Prof. makrus yg dulu penganut islam dibukunya dan video jg ditulis ga ada tuh jaminan dari muhamad kalo pengikutnya akan masuk surga?
gimana tuh?
bagaimana mungkin muhamad yg belum masuk surga bisa menjamin pengikunya masuk surga? dia aja blom masuk masih didoain sm pengikutnya…..

HINS ;
tinabus1@aol.com

Sdr. Edan.
===
Pertama.
Di Al-Qur’an tidak ada uraian tentang pernikahan Nabi Isa AS secara harfiah. Yang anda baca adalah salah satu thesis Prof. Dr. Barbara Thiering seorang theolog non-muslim dari University of Sidney Australia. Ia melakukan penelitian terhadap gulungan-gulungan Laut Mati (The Dead Sea Scrolls) dan menuliskan investigasinya dalam buku Jesus of the Apocalypse : the life of Jesus after the crucifixion, The book that Jesus wrote : John’s gospel, Jesus the Man. Prof. Barbara Thiering bukan seorang Islam.
===
Kedua.
Anda menanyakan: masuk diakal ga seseorang yg ga bisa baca tulis menuliskan kitab suci (maksudnya Nabi Muhammad SAW)?
Pertanyaan anda dapat memunculkan multitafsir:
1. Muhammad SAW tidak bisa baca tulis, maka Al-Qur’an tidak mungkin karya beliau… Dapat juga bermakna,
2. tidak mungkin Muhammad SAW tidak bisa baca tulis, buktinya beliau bisa menuliskan kitab suci… Atau,
3. Al-Qur’an adalah kitab yang kacau karena ditulis oleh nabi yang tidak bisa baca tulis…
Jika maksud anda yang ke-1, itu benar. Karena, Al-Qur’an bukan karangan Nabi Muhammad SAW. Al-Qur’an adalah firman Allah SWT.
Jika maksud anda yang ke-2, berarti menurut anda Muhammad SAW seorang cendikiawan. Sebenarnya ini amat diragukan. Jika anda mencoba memahami kandungan Al-Qur’an, anda bisa mengenali dari mana asal kandungan Al-Qur’an. Manusia yang sangat cendikiawan pun tidak mampu menulis yang serupa dengan Al-Qur’an.
Jika maksud anda yang ke-3, tentu Al-Qur’an bukanlah kitab yang kacau. Yang pernah membaca dan menghayatinya dengan hati yang jernih memahami ini.
Menurut kami, Al-Qur’an adalah kitab yang sempurna di dunia ini. Ini karena Al-Qur’an adalah firman Allah SWT bukan kumpulan tulisan beberapa orang yang jika terdapat kesalahan kemudian diadakan perevisian.
Kandungan isi Al-Qur’an memuat ilmu yang tiada bandingan dan susunan bahasanya sangat indah dengan nuansa diksi yang terbaik. Apresiasi ini dapat dirasakan bagi mereka yang membaca & memahaminya dalam bahasa Arab. Dalam terjemahannya pun masih terasa, namun keutamaannya dalam bahasa asli Al-Qur’an itu diturunkan. Al-Qur’an tidak pernah berubah/diubah/direvisi. Al-Qur’an tidak akan pernah usang & tidak pernah ditinggalkan umat Islam hingga akhir jaman. Al-Qur’an juga memprediksi apa yang akan terjadi sampai dunia ini berakhir.
Keutamaan Al-Qur’an disebut juga diantaranya:
1. Memberi pedoman dan petunjuk hidup lengkap beserta hukum-hukum untuk kesejahteraan dan kebahagiaan manusia seluruh bangsa di mana pun berada serta segala zaman/periode waktu.
2. Memutus rantai taqlid (atau percaya buta) yang menghilangkan kebebasan berfikir serta memperlemah kemampuan berupaya dan berkarya manusia.
3. Menyamakan manusia tanpa pembagian strata, kelas, golongan, dan lain sebagainya. Yang menentukan perbedaan manusia di mata Allah SWT adalah taqwa.
4. Melepas kehinaan pada jiwa manusia agar terhindar dari penyembahan terhadap makhluk serta menanamkan tauhid dalam jiwa.
5. Memiliki ayat-ayat yang menghormati akal pikiran sebagai dasar utama untuk memahami hukum dunia manusia.
6. Memberi gambaran umum kondisi alam semesta untuk merangsang perkembangan berbagai ilmu pengetahuan.
7. Berisi ayat-ayat yang meneduhkan sehingga pendengar ayat Al-Qur’an dapat terpengaruh jiwa dan perasaan akan kehalusannya.
Berikut salah satu ayat dalam Al-Qur’an:
Allah SWT berfirman:
Jika mereka yang kamu seru itu tidak menerima seruanmu (ajakanmu) itu maka (katakanlah olehmu): “Ketahuilah, sesungguhnya Al-Qur’an itu diturunkan dengan ilmu Allah, dan bahwasanya tidak ada Ilah selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah)?” (QS. 11:14)

Ketiga.
Anda mengatakan: ga ada tuh jaminan dari (Nabi) Muhamad kalo pengikutnya akan masuk surga?
==
Anda silakan baca pemahaman berikut. Jika seseorang masuk Islam, tidak serta merta “PASTI” masuk surga. Jika ia percaya Islam dan mengaku Islam, kemudian dia menduakan (atau mentigakan) Tuhan dengan yang lain (syirik/menyekutukan Allah SWT), tidak sholat, tidak puasa, tidak berzakat, tidak berhaji padahal mampu. Maka posisinya tidak dekat dengan surga karena ia tidak ada perbuatan ibadah.
Terlebih lagi, jika dia mengaku ber-Islam kemudian ia juga merampok membunuh, berzinah, menipu, mabuk-mabukan, berjudi dan maksiat lainnya maka Islamnya sukar/tidak dapat diterima karena bertentangan dengan Islam itu sendiri dan kemungkinan posisinya lebih mendekati ke neraka jadinya.
Dan yang utama sekali, sesungguhnya yang menentukan masuk/tidak masuk surga itu Allah SWT, karena hanyalah Allah SWT yang memiliki surga tidak juga Muhammad SAW, Isa AS dan seluruh nabi. Allah SWT sajalah yang Maha Mengetahui yang mana manusia bertakwa dan tidak bertakwa.
Jika seseorang masuk Islam, kemudian:
1. melakukan “dengan perbuatan” segala perintah Allah SWT,
2. menjauhi “dengan perbuatan” segala larangan Allah SWT,
ini jelas adalah ciri orang yang beriman dan mengerjakan amalan saleh di hadapan Allah SWT, maka Allah SWT telah menjanjikan surga baginya.
Sebagaimana firman Allah yang artinya:
[4:122]
Orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan saleh, kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.
Allah telah membuat suatu janji yang benar.
Dan siapakah yang lebih benar perkataannya dari pada Allah?
Mengenai orang yang bertakwa ini, ini tentu berlaku pula pada pengikut Yesus yang disebut dalam Al-Qur’an sebagai ahli kitab/Nasrani. Namun perlu diperhatikan, bukan asal percaya saja dan tidak ada perbuatan, juga tidak mengikuti ajaran Yesus yang sesungguhnya, tidak masuk surga, karena yang memiliki surga bukanlah Yesus, paulus dan gereja melainkan Allah SWT Tuhan seru sekalian alam.
Yesus katakan: “ikutilah aku. Ini jalan yang lurus”. Bukan: “percayailah aku, ini jalan yang lurus”.
Bilakah saatnya anda mulai mengikuti Yesus dengan perbuatan bukan sekedar percaya?
Yesus menyembah Allah SWT saja, sedang anda selain menyembah Allah, juga anda menyembah Yesus. Ini apakah bukan menyekutukan Allah SWT dengan Yesus, sedang Yesus tidak menyekutukan Allah.
Yesus beribadah dengan sujud untuk Allah SWT, sedang anda menyanyikan Yesus sebagai tuhan.
Yesus puasa, anda tidak puasa. Di injil terjemahan gereja, Yesus puasa 40 hari dan 40 malam. Tentu tiada yang kuat berpuasa 40 hari 40 malam.
Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. Mat 4:2.
Tidak ada yang sanggup ikut berpuasa seperti tulisan injil itu, maka karena itu anda tidak berpuasa seperti Yesus. Secara logis puasa 40 hari 40 malam, yang ada adalah mati kelaparan & kehausan. Renungkanlah. Siapa yang membuat anda menjadi tidak mengikuti Yesus?
Anda sebagai umat Kristen, ikutilah Yesus, itu jalan yang lurus. Lakukan seperti yang Yesus lakukan. Kenapa hanya percaya saja pada Yesus tapi yang diikuti jalan paulus mentuhankan Yesus dan tidak melakukan semua ibadah yang dilakukan Yesus? Anda mestinya mengikuti Yesus, bukan paulus.
Paulus memang menjanjikan surga buat anda, namun tahukah anda bahwa surga bukan milik paulus?
Seperti apa nabi palsu itu? Nabi yang dibunuh? Bagaimana matinya rasul paulus ini? Renungkanlah.

Keempat.
Anda mengatakan: bagaimana mungkin muhamad yg belum masuk surga bisa menjamin pengikunya masuk surga? dia aja blom masuk masih didoain sm pengikutnya…
==
Anda bertanya-tanya, mengapakah umat Islam bershalawat atas Nabi Muhammad SAW? Apa keistimewaannya?
Besar kemungkinan anda belum memahami Islam sepenuhnya. Kemungkinan Anda akan terkejut lagi dengan firman Allah SWT berikut:
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatNya bershalawat untuk Nabi.
Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”.
(Al-Qur’an, S. Al-Ahzab ayat 56)
Di atas:
– Allah SWT bershalawat atas Nabi.
– Para malaikat bershalawat atas Nabi.
– Salah satu ciri umat beriman adalah bershalawat atas Nabi juga mengucapkan salam penghormatan, sebagaimana perintah Allah SWT di atas.
Perlu diketahui, Allah SWT bershalawat untuk Nabi, bukan berarti Allah SWT ‘berdoa’ untuk Nabi.
Silakan mengikuti penjelasan. “Shalawat” merupakan bentuk jamak dari kata ‘shalat’. Shalawat merupakan bahasa (Lughat) Arab, yang memiliki beberapa arti (sinonim) yakni: “1) Do’a, 2) Rahmat dari Tuhan, 3) Memberi berkah, dan 4) Ibadah”. Seperti bahasa Indonesia, kata ‘bisa’ berarti dapat dan berarti racun ular. Jadi, bahasa memiliki banyak nuansa makna.
Shalawat oleh hamba kepada Allah SWT, maksudnya hamba itu “menunaikan ibadah” atau “berdo’a memohon kepada Allah”. Sedang Allah bershalawat atas hambaNya, maka shalawat ini artinya “Allah mencurahkan rahmatNya” – “Allah melimpahkan berkahNya”. Dan bershalawat atas Nabi SAW ialah mengakui kerasulannya serta memohon kepada Allah melahirkan keutamaan dan kemuliannya. Semoga anda bisa memahami, mengapa Allah SWT juga bershalawat atas Nabi.
Nabi Muhammad SAW dishalawatkan oleh segenap umat Islam dalam shalatnya hingga akhir jaman. Nabi Muhammad SAW terlimpahkan doa kedamaian/keselamatan dari pengikutnya segenap umat Islam di seluruh penjuru dunia. Doa-doa permintaan umat manusia itu hingga sulit terhitung lagi jumlahnya. Adakah Allah SWT tidak akan mengabulkan doa umatNya yang tulus sedang segenap umat manusia ini meminta langsung kepada Allah SWT?
Kami juga bershalawat atas Nabi Isa As yang disebut umat Kristen sebagai Yesus/Jeshua:
“Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan serta berkah kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, kepada junjungan kami Nabi Adam AS, kepada junjungan kami Nabi Nuh AS, Nabi Ibrahim AS, Nabi Musa AS dan Nabi Isa AS serta kepada orang yang diantara mereka, dari para Nabi dan semua Rasul. Semoga seluruh rahmat Allah dan salamNya melimpah kepada mereka semuanya”.
Inilah perbedaan Islam dengan umat yang mengaku pengikut Yesus namun perbuatan Yesus tidak diikuti. Paulus hanya menyuruhkan anda untuk ‘percaya’ pada Yesus sebagai tuhan namun tanpa mengikuti perbuatan Yesus. Tidak mengherankan anda tidak mendokan Yesus, karena paulus katakan Yesus PASTI di surga. Dan paulus katakan, kalian semua yang percaya Yesus adalah tuhan, kalian PASTI masuk surga. Itu akan PASTI benar, jika paulus yang punya surga, saudaraku.
Sesungguhnya, surga bukan punyaku, bukan punyamu, bukan punya paulus, bukan punya gereja, juga bukan punya Muhammad SAW dan juga bukan punya Isa AS. Surga hanyalah dimiliki Allah SWT.
Umat Nabi Muhammad SAW berbakti pada junjungannya, sehingga beliau wafatpun setiap hari beliau dikenang dan didoakan oleh umatnya di seluruh penjuru dunia. Umat Yesus tidak pernah mendoakan Yesus. Ini sesuai sekali dengan ajaran paulus. Jika dihitung bisa terlihat doa siapa yang paling sedikit di akhirat kelak dari umat Islam atau umat paulus yang mentuhankan Yesus.
Anda pun tentu tidak pernah mendoakan orang tua kalian, karena mereka semua PASTI masuk surga. Sedangkan seluruh Islam, tidak bershalawat atas Allah SWT dan Nabi saja, bahkan terhadap kenalan baru yang berpapasan di jalan pun kami saling mendoakan (bershalawat/mendoakan): ‘assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh’, artinya “Semoga kedamaian/keselamatan dilimpahkan kepadamu diiringi dengan rahmat dari Allah dan juga barakah dari Allah untukmu.”
Apakah benar bagi kalian doa menjadi tidak penting lagi karena sudah PASTI masuk surga?
Doa adalah ibadah, bahkan ibadah pun sudah tentu tidak terlalu penting lagi bagi kalian karena kalian sudah PASTI masuk surga, kata paulus. Seperti itulah yang diinginkan paulus. Dia dan teman-temannya telah berhasil untuk misinya. Paulus ajarkan, anda tidak perlu berdoa dan tidak perlu beribadah, sudah PASTI masuk surga.
Sebagai orang yang diakui Nabi dan diakui mendapat roh kudus, paulus termasuk nabi yang akhirnya mati dibunuh. Sebelum paulus mati dibunuh, dia telah membuat Nabiku Isa AS seolah-olah menjadi Nabi Palsu karena diajarkannya Yesus mati dibunuh di tiang salib. Itu tidak benar. Lalu, diubahnyalah Yesus/Isa AS menjadi tuhan. Dan semua makin jauh.
Saudaraku, bukanlah pengikut paulus, melainkan pengikut Yesus yang sesungguhnyalah yang akan masuk surga seperti umat Islam dan umat lainnya yang beriman dan bertakwa hanya pada Allah SWT. Sebagaimana firman Allah SWT berikut:
[68:34] Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) surga-surga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya.
[68:35] Maka apakah patut Kami menjadikan orang-orang Islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa (orang kafir)?
Ajaran paulus mengajarkan mentuhankan Yesus. Dan pengikutnya dapat bermegahan dengan ajaran paulus seorang yang disebut penuh roh kudus itu, karena pengikutnya semua disebutnya PASTi masuk surga.
Tapi tahukah apa ciri utama orang-orang yang berdosa (orang kafir) yang tidak bisa masuk ke surga?
Terdapat dalam firman Allah SWT berikut:
“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam”,
padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”.
Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. (Al-Qur’an, S. Al Maa-idah ayat 72)
Maka siapalah yang akan menjadi penolongmu saudaraku? Apakah Yesus/Al Masih? Apakah dapat paulus menjadi penolongmu? Adakah mereka itu gereja dan paus dapat menolongmu kelak? Tidak ada seorang pun yang dapat menjadi penolong bagimu dan bagiku. Yang dapat menjadi penolong bagi kita adalah amal dan perbuatan kita bertakwa pada hanyalah Allah SWT Tuhan kepadaNyalah semua makhluk bergantung.
Ini adalah ketetapan Allah SWT (dalam Al Maad-idah, 72). Bukan ketetapan Yesus, paulus, gereja, dan juga bukan ketetapan Nabi Muhammad SAW.
Allah berfirman:
[3:20] Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: “Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku”. Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al-Kitab dan kepada orang-orang yang ummi: “Apakah kamu (mau) masuk Islam”. Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.
Sesuai firman Allah SWT di atas, disampaikan “apakah kamu mau masuk Islam?”
Semua kembali padamu, tiada paksaan dalam Islam, kami hanya menyampaikan saja.
Jika ada yang tidak berkenan, maafkan. Tiada maksud berhujat, melainkan kita bersama mencari kebenaran.
1.
Tri, di/pada Agustus 24, 2010 pada 10:17 pm Dikatakan: r Edit Comment
Hins, penjelasan anda siip,…Shalawat ditujukan pd nabi bukan karena alasan dosa, tapi karena kecintaan kita pada beliau. Ibarat orang kaya yg dermawan, didoakan oleh orang yang disantuninya sebagai rasa terimakasih. .”Mudah2 bapak ditambah rejekinya, sehat, bahagia…dst” . Bukan berarti, orang kaya tsb didoakan karena miskin toh ?
2.
mDeboost, di/pada September 6, 2010 pada 12:24 pm Dikatakan: r Edit Comment
Topiknya sudah bergeser namun Alhamdulillah, penjelasan Hins ga pakai emosi namun manteb. kalau Yesus a.s, perbibel didoakan agar kudus (Mat 6:9) maka apa belum cukup demikian?
Btw, ada yang menyertakan terjemahan-terjemahan QS diantaranya:
QS 19 Maryam 19 : Hanya Isa anak Maryam yang langsung masuk surga karena Dia suci.
QS 3 Ali Imran 45 : Bahkan Dia (Isa) terkemuka di dunia dan akhirat.
QS 43 Az Zukhruf 61 : Isa AS itu jalan yang lurus supaya diikuti.
Qs 43 Az Zukruf 63 : Isa AS itu pembawa terang supaya ditaati.
QS 19 Maryam 34 : Isa AS mengatakan perkataan yang benar.
QS 4 An Nisa 171: Isa AS itu utusan Allah dan firmanNYA
Namun setelah diperiksa, disamping sepotong-sepotong ternyata maksudnya ga demikian. Terjemahannya kawan(-kawan) ini menyesatkan