pengakuan-dosa-2
Kumpulan dialog antara saya ( Edy Prayitno ) dengan Simon Kefas
Topik : salah satu sakramen , ajaran Katolik “ Hal Pengampunan Dosa “
Sent: 04 Mei 2009 14:45
milis : debat_islam- kristen@yahoogro ups.com

Simon :
salam,
pertanyaan “samakah iman katolik dengan kristen non katolik?? adalah suatu pertanyaan orang bingung,karena orang ini saya jamin pasti tidak mengerti apa itu kristen, apa itu katolik.
katolik itu pasti kristen, walau yang kristen itu belum tentu katolik. karena ada banyak kelompok kelompok yang mengaku kristen, terlepas apakah mereka sungguh sungguh berakidahkan iman kristen yang satu kudus, katolik dan apostolik atau akidah ciptaan yang baru.
pertanyaan ini tak perlu dijawab dan dibahas, karena memang pertanyaan ini sama sekali tidak mengahdirkan objek permasalahan yang definitip.
salam, dari kefas simon….!! peace and love!!

Edy Prayitno
kenapa mas simon kok alergi membicarakan itu ?
bukankah mereka selalu mengatakan semua org kristen itu sama seiman …..

karena sudah sama2 ditebus .
sdh sama sama minum dan makan perjamuan kudus
semua sudah berhak mendapatkan turunnya roh kudus..
atau anda gak mau membicarakan hal itu …karena memang ada jurang pemisah yg memang anda ciptakan antara katolik dan non katolik.?
atau anda takut dicaci rekan dimilis ini yg juga anggota non katolik ?

Simon :
salam saudara edy sang muallaf yang budiman,
tidak aler mas edy, hanya saya pikir tidak pada tempatnya. di milis ini kita memperdebatekan islam dan kristen. anda mewakili islam, dan kami mewakili pengikut kristen. jadi perdebatan kita adlaah islam dan kristen.
kemudian saya melihat bahwa anda tidak pernah bisa belajar bijaksana dan arif. anda selalu memberikan kesimpulan kesimpulan yang salah atas pendapat pendapat saya.
anda memfitnah saya dengan menyimpulkan seolah olah saya pernah mengatakan bahwa gereja non katolik sebagai gereja sesat. anda melakukan metode tipu tipu dan bual serta fitnah.
anda masih tidak bisa mengerti apa itu kristen, apa itu katolik. semua orang yang mengimani yesus sebagai mana diimani oleh para rasul dan Gereja faktual historis adalah kristen. apakah dia katolik atau non katolik. katolik adalah salah sifat dari Gereja.
saudara masih harus banyak belajar lagi. ada perbedaan yang dimiliki olehGereja yang Katolik itu dan Gereja yang non katolik. tapi masalahnya anda kan belum menyebut Gereja non katolik yang mana??
apakah semua aliran islam bisa dikatkaan agama islam?? buktinya anda menguber uber kaum ahmadiah dan sejenisnya
untuk membedakan kebidatan non katolik dari Gereja yang yang orthodoks cukup tanyakan apa syahadath iman mereka. bila mereka mensyahadatkan Kredo nicea atau kredo para rasul., memakai alkitab sebagai buku sucinya, dan menerima Yesus sebagai Firman Allahyang telah menajdi manusia, dan menyembah Allah yang esa dalam Firman dan RohNya. ini semua adalah kristen mas edy.
untuk menjadi kristen, tidak mutlak harus menjadi anggota Gereja Katolik (Ingat Gereja Katolik tidak hanya Katolik Roma)
oh tidak, pernah saya takut dicaci maki. anda saja yang ketepatan dari mantan kristen kuper dan bodoh yang tidak memahami bagaimana sekarang Gereja Gereja kristen semakin menyadari Kesatuan iman mereka. anda ketinggalan kereta api mas.
jujur saja, kehadiran islam di eropah justru semakin menyadarkan umat kristen di dunia betapa IMAN kristen itu jauh lebih berharga dan bernilai untuk dipertahankan. kehadiran Islam di Eropah dan geliat kaum fundamentalis islam semakin menyadarkan orang kristen, bahwa inilah saatnya Iman kristen diuji kembali.
dialog diantara kami orang kristen sangat intensip mas yang disebut dengan dialog ekumenis. banyak kesalah fahaman telah diseleasikan. Gereja anglikan, banyak yang kembali menyatakan iman kekatolikannya. Gereja lutheran banyak yang kembali merajut tali persaudaraan dan komunikasi dengan Gereja katolik. Doa yesus jauh sangat kuat mas, “semoga m ereka semua menjadi satu”.
masalahnya kaca mata kekristenan anda adalah sempit dan bersifat kampungan mas.
jadi sekali lagi mas, kengototan anda mempolemikkan katolik dan non katolik adalah bukti kefrustasian anda untuk berdebat dan mengangkat isu isu penting antara kristen dan islam.
Edy prayitno :
sdr simon
ok lah perbedaan itu biar anda urus sendiri secara intern.
ngomong-ngomong …..penjualan kartu untuk penghapusan dosa ..masih berlaku nggak sampai sekarang ? juga pengakuan dosa pada pastur …..ambil dasar ini dari mana ?
coba anda jawab ini dulu

Simon :
salam,
saudara edy, dalam Gereja yang satu kudus, katolik dan apostolik itu ada 7 sakramen yang sejak para rasul sampai saat ini tetap dipertahankan dan dipraktekkan oleh Gereja. salah satunya adalah sakrament pengampunan dosa.
sakramen pengampunan dosa adalah tanda kerahiman Allah yang dengan murah hati mau mengampuni dosa dosa orang yang mau bertobat. Yesus memberi kuasa kepada Gereja untuk menjadi alat sarana penyaluran rahmat Allah
Matius 16:18 Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
16:19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”
Ini adalah kuasa yang diamanatkan oleh Yesus sang pemberi ampun dosa. Petrus si penerima mandat itu adalah mewakili para rasul sebagai pelayan dalam Jemaat (Gereja) Yesus.
Jemaat (Gereja) dimateraikan Yesus dengan RohNya yang Quddus. dengan kekuatan Roh ini, Gereja menyalurkan rahmat pengampunan bagi setiap jiwa jiwa yang tahu diri dan dengan hati yang tulus mau mengaku dosa dan bertobat.
20:21 Maka kata Yesus sekali lagi: “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.”
Yohannes
20:22 Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus.
20:23 Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.”
maka pengampunan Dosa yang disalurkan oleh Gereja bagi umat yang bertobat adalah Tugas dari Yesus sendiri. bukan oleh inisiatip atau kuasa pastor, uskup, dan paus. kuasa ini adalah kuasa Sang Ilahi.
saya sangat heran darimana ilmu yang saudara dapatkan tentang kartu pengampunan dosa. pengampunan dosa dilakukan secara pribadi oleh pendosa bersama imam. di sana terjadi konseling, ada teguran, ada penguatan, ada motivasi agar si pendosa sungguh sungguh dengan pertobatannya. kok pakai kartu kartuan??
ya mbok, sekali sekali jalan jalan ke pastoran katolik, atau para hari menjelang paskah biasanya ada banyak orang orang yang mengaku dosa. ya mbok dilihat, agar jangan hanya jadi penyebar isu kamu. masa sih mas mualaf ilmunya hanya sebatas ilmu isu semata.??
syarat pengakuan dosa adalah ketulusan mau untuk bertobat dan menerima kerahiman Allah. ketulusan itu tidak diukur dengan uang atau materi.
Bila ada imam yang mensyaratkan pembayaran uang untuk mendapatkan absolusi pengampunan dosa, tentu ini adalah praktik yang salah. ingat yang salah praktiknya, bukan sakramennya. hanya orang bodohlah yang mau membeli pengampunan dosa dengan uang.
laporkan saja imam itu ke uskupnya, biar disate dia di neraka hahahahaahahah! !!!!
Edy Prayitno
sakramen pengampunan dosa menurut versi katolik ini justru lebih ….aneh lagi.
simon:
tidak ada yang aneh. kecuali bagi orang orang yang asing dan tak pernah hidup dalam Gereja yang satu kudus, katolik dan apostolik. apalagi orang seperti mas muallaf yang pengetahuannya tentang kodrat gereja yang sangat minim dan dibawah standart.
Edy p.
belum selesai perdebatan panjang sejak jaman dulu soal mempermasalahkan Yesus punya kuasa atau tidak mengampuni dosa , sekarang malah pastur , punya kuasa mengampuni dosa manusia .
simon:
dalam Gereja yang satu kudus katolik dan apostolik, tidak pernah ada perdebatan soal kuasa mengampuni dosa yang dimiliki oleh yesus. bahkan seluruh Gereja Gereja non katolik yang arus utama tak pernah memperdebatekan itu.
ustad mana yang mengajarkan anda bahwa yesus bermasalah dalam mengampuni dosa? terbukti sekali bahwa saaat anda masih kristen, malas membaca kitab suci.. padahal ciri khas orang pentakosta adlah rajin baca kitab suci. anda kok aneh, sama sekali tidak merfleksikan diri sebagai seorang mantan penganut kristen pentakosta lagi.
saya kasih saja satu ayat tentang bagaimana Yesus punya kuasa mengampuni dosa, kuasa yang tidak dimiliki atau pernah diklaim oleh Muhammad, nabi dan junjungan anda.
Lukas 5
5:21 Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya: “Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?”
Matius 9
9:6 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” — lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu –: “Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!”
Markus 2
2:5 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!”
banya ayat ayat kitab suci yang menyatakan hal itu. bahkan itulah porsi terbesar kuasa yesus yang dinyatakan dalam kitab suci. kuasa mengampuni, yaitu kuasa sang Ilahi itu sendiri.
orang kristen yang mengaku dosa kepada imam, tidak menerima pengampunan dari kuasa imam itu, tetapi dari kuasa Yesus yang telah disalurkan lewat sang Imam.. dalam pengakuan dosa, seorang imam tidak bertindak atas namanya sendiri, tapi atas nama Allah.
Gereja apostolik itu tidak cukup dikenal hanya dari luar mas, harus masuk ke dalam. banyak hal hal essensial yang tidak anda fahami bila tidak lihat di dalam mas. lihat kulit saja, kok sudah langsung menyimpulkan? ??
jadi dicatat ya mas. dalam sakrament tobat, bukan kuasa imam, pastor, uskup, dan paus yang mengampuni, tapi kuasa Anak manusia yang dimaksud Yesus.
Edy prayitno :
kalau umat punya dosa harus mengakui dosa2nya ke pastor , kalau pastur punya dosa minta ampun ke mana ? Uskupkah ? kalau uskup punya dosa minta ampun ke mana ? Paus kah ?…lha kalau paus yg bikin dosa …paus nya mau minta pengampunan ke siapa ?
simon:
mas muallaf, tidak ada kata HARUS. siapa bilang begitu?? semua umat kristen yang tergerak hatinya dan mengharapkan rahmat pengampunan lewat sakrament tobat dianjurkan memanfaatkannya. mengaku dosa dilakukan hanya kepada imam tertahbis. pastor mengaku dosa kepada imam tertahbis, bisa kepada pastor yang lain, bisa kepada uskup, bisa kepada siapa saja imam tertahbis.
uskup bisa mengaku dosa kepada pastor. bahkan paus di Roma punya bapa pengakuan dosa hanya seorang pastor saja. semua sama saja, karena yang mengampuni dosa adalah Allah tritunggal sendiri.
Edy Prayitno:
pastor , uskup , paus ….manusia biasa …dia bahkan bukan nabi ,
simon:
betul, bukan hanya rocker manusia, tapi pastor, uskup, paus pun adalah manusia biasa. hanya ketepatan saja diberi tugas jabatan gerejani. jadi wajar bila ada kekurangan kekurangan dalam diri mereka bukan?
Edy Prayitno
padahal sekelas nabipun ..tidak pernah ada cerita dikitab2 lama anda yg mengatakan nabi A …..bisa mengampuni dosa umatnya . itu nabi aja gak ada .. padahal nabi2 ini merupakan orang2 pilihan Tuhan langsung.
simon:
hanya yesus Tuhan yang dapat dan terang terang dapat mengampuni dosa. Muhammad pun tidak.
Edy Prayitno:
Lha paham anda sekarang mengatakan jika pastor , uskup , dan paus punya kuasa mengampuni …..? ha ha ha emang dasarnya dari mana ?
kalau anda mengambil 2 ayat itu ( mat 16:18 dan 16: 19 ) sebagai dasar pembenaran tindakan para Romo ini ? …..kayaknya gak jelas tuh . Ayat ini gak jelas mengatakan seperti itu .
simon:
hal yang sudah jelas begitupun anda katakan tidak jelas. bagi anda surat quran yang berbahasa arab jauh lebih jelas bagi anda bukan? ngak pernah belajar bahasa arab dan ngak bisa bahasa arab aja kok bisa lebih jelas memahami bahasa arab ya? aneh sekali???
dimana dari ayat yang saya tunjukkan itu tidak jelas mas?? ayo kita diskusikan.
Edy Prayitno:
bahkan diayat yang lain Yesus bahkan mengatakan jika Petrus juga sebagai batu sandungan buat Yesus. Bahkan Petrus juga bukan murid yang taat ..karena akhirnya dia berbohong gak mau mengakui jika dia pengikut Yesus …
simon:
anda mencampur aduk konteks pembicaraan. anda tidak bisa membedakan konteks pembicaraan yesus kepada petrus yang bersifat personal, dan yang bersifat institusional.
ketika yesus memberi kuasa pengampunan dosa kepada petrus anda baca bukan ada hubungannya dengan jemaat (Gereja). ketika yesus menegur petrus, bukankah itu adalah percakapan dua person??
petrus secara personal pernah melakukan hal hal konyol katakanlah dengan istilah anda ketidak taatan. tapi sebegitu rendahkah pengetahuan anda untuk mengetahui bagaimana akhirnya keberanian dan kegagahan petrus dalam mengemban tugasnya sebagai Paus??
anda mencari cari titik noda dalam kelemahan petrus, tapi anda mengabaikan keagungan iman Petrus. kalau petrus pernah berbohong dan menyangkal mengakui pengikut yesus, tapi bertobat dan mati syuhadah, bagaimana dengan anda, yang tak pernah bertobat dan tetap berkubagn dalam kedegilan anda menolak Yesus??
dibanding dengan petrus, anda tidak ada apa apanya, maka kalau anda sebenarnya orang yang tahu diri, anda tidak layak dan pantas untuk mengkritik kelemahan dan kekurangan petrus itu.
Edy Prayitno :
Tindakan petrus berbohong ini saja sudah berdosa….terus mana ayat yg mengatakan jika petrus boleh memberi ampunan pada orang lain seperti yang dilakukan para Romo saat ini ?
simon:
sepertinya anda sangat lamban untuk menangkap penjelasan saya. kuasa pengampunan dosa tidak semata mata hanya untuk petrus sahaja. tapi semua rasul, dan para pengganti pengganti mereka yang tertahbis dengan sah secara apostolik.
petrus pernah berbohong dan berdosa adalah satu hal, petrus bersama seluruh para rasul dapat kuasa untuk menyalurkan rahmat pengampunan dosa adalah hal lain.
tradisi mengaku dosa dalam perjalanan Gereja, sudah ada sejak Gereja itu ada.
Yakobus 5
5:16 Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.
surat di atas, sama bunyinya dengan himbauan ajakan dan ajaran Gereja saat ini untuk mengaku dosa sekurang kurangnya sekali setahun. sebaik baiknya sesering mungkin.
bagi anda kristen latar belakang non katolik, tentu tidak bisa mengerti secara kontekstual ayat di atas. tradisi mengaku dosa sudah menjadi ciri khas gereja yang satu kudus katolik dan apostolik itu. tentu dalam tehnik praktiknya ada bermacam maacam, tapi kan dasar biblis dan tradisi apostoliknya cukup jelas.
Edy Prayitno :
lembaga pengampunan dosa ini merupakan sebuah proyek lembaga ( keblinger ) karena sdh berani melangkahi hak ALlah soal pengampunan dosa manusia .
seperti yg saya tahu , lembaga ini memang digerakkan oleh sebuah lembaga kusus yg bernama
Lembaga Pengampunan Dosa Apostolik, atau lebih resminya Mahkamah Agung Pengampunan Dosa Apostolik, adalah salah satu dari tiga peng adi lan Kuria Romawi. Lembaga Pengampunan Dosa Apostolik utamanya adalah “peng adi lan belas kasihan”, bertanggung- jawab untuk masalah-masalah yang berhubungan dengan pengampunan dosa di dalam Gereja Katolik Roma.
Hingga abad ke-18, Lembaga Pengampunan Dosa Apostolik juga mengurus kasus-kasus perselisihan antara imam penerima pengakuan dosa dan pendosa yang mengaku melibatkan pelanggaran- pelanggaran terhadap apa yang disebut sebagai “forum eksternal”.
Khususnya untuk dosa-dosa yang sangat kejam (misalnya pemerkosaan atau pembunuhan), atau untuk dosa-dosa serius yang dilakukan oleh para pendosa yang bertobat yang berasal dari kalangan politik dan kebudayaan papan atas, seringkali para pendosa ini dijatuhi hukuman penebusan dosa yang cukup keras. Praktek ini khususnya berlaku di Gereja pada abad pertengahan, karena semua dosa diajukan ke uskup untuk mendapatkan pengampunan dosa. Apabila sang pendosa yang bertobat merasa bahwa hukuman penebusan dosa yang diterimanya tidak seimbang dengan dosa-dosa yang dilakukannya, ia dapat mengajukan perselisihan ini pada Lembaga Pengampunan Dosa Apostolik. Kejahatan yang diduga dilakukan dianggap melawan “forum eksternal”, yakni berhubungan dengan tindakan-tindakan publik yang diharuskan bagi sang pendosa.
Apabila peng adi lan memutuskan untuk mendukung pihak pendosa, peng adi lan akan menerbitkan sebuah pernyataan resmi yang menegaskan bahwa pembayaran dosa yang pantas telah dibuat, dosa-dosa sang pendosa yang bertobat diampuni, dan masalah tersebut ditutup.
Lihat saudara simon …..ternyata upaya2 penebusan dosa ini sebelumnya memang didasari dengan uang penebusan .
APakah mereka 2 yg berkepentingan didalamnya memang sebegitu kuasakah ., kemudian atas dasar apa pengangkatan seseorang yg berfungsi seperti santo petrus ( ini menurut paham anda). bisa mengampuni dan menyatakan dosa seseorang sdh terhapus ?
Tolong di beri pencerahan soal ini .???
Simon :
saudara edy sang muallaf yang budiman.
baru kali ini saya mendengar istilah lembaga pengampuna dosa apostolik. sudilah kiranya saudara menjelaskan kepada saya
1. apa itu lembaga pengampunan dosa apostolik?
2. apa itu yang dimaksud dengan dosa apostolik?
3. apa itu mahkamah agung pengampunan dosa apostolik??
4. apa hubungan ini semua dengan sakrament tobat?
dari ustad mana, saudara edy mendapatkan informasi ini??

Edy Prayitno :
anda kan yg dari katolik…justru saya harus belajar banyak soal katolik ini pada anda …bukan malah balik bertanya soal anda sendiri .
saya tampilkan secara lengkap soal lembaga ini …..baca sendiri.saja dan jawab sendiri pertanyaan sampeyan
Lembaga Pengampunan Dosa Apostolik
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Lembaga Pengampunan Dosa Apostolik, atau lebih resminya Mahkamah Agung Pengampunan Dosa Apostolik, adalah salah satu dari tiga pengadilan Kuria Romawi. Lembaga Pengampunan Dosa Apostolik utamanya adalah “pengadilan belas kasihan”, bertanggung- jawab untuk masalah-masalah yang berhubungan dengan pengampunan dosa di dalam Gereja Katolik Roma.
Lembaga ini memiliki yurisdiksi hanya atas masalah-masalah di dalam forum internal. Ruang kerjanya masuk di dalam tiga kategori berikut ini:
• pengampunan dosa atas latæ sententiæ ekskomunikasi yang sepenuhnya adalah wewenang Tahta Suci;
• dispensasi atas kecacatan sakramen yang sepenuhnya adalah wewenang Tahta Suci; dan
• pengeluaran dan pengaturan pengampunan dosa.
• Kepala lembaga ini, yang dalam Bahasa Inggris disebut Major Penitentiary, adalah salah satu dari sedikit pejabat Vatikan yang mempertahankan posisinya selama sede vacante.[1] Apabila sang kepala lembaga adalah seorang kardinal yang memiliki hak pilih dalam konklaf, ia adalah salah satu dari hanya tiga orang di dalam konklaf yang diperbolehkan untuk berkomunikasi dengan pihak-pihak di luar konklaf supaya ia bisa terus menjalankan tugas-tugasnya.[2] Major Penitentiary adalah seorang Uskup Agung Titular dan biasanya adalah seorang kardinal. Sejak tahun 2005 kepala lembaga ini adalah James Francis Cardinal Stafford.

Tugas-tugas secara historis
Hingga abad ke-18, Lembaga Pengampunan Dosa Apostolik juga mengurus kasus-kasus perselisihan antara imam penerima pengakuan dosa dan pendosa yang mengaku melibatkan pelanggaran- pelanggaran terhadap apa yang disebut sebagai “forum eksternal”.
Khususnya untuk dosa-dosa yang sangat kejam (misalnya pemerkosaan atau pembunuhan), atau untuk dosa-dosa serius yang dilakukan oleh para pendosa yang bertobat yang berasal dari kalangan politik dan kebudayaan papan atas, seringkali para pendosa ini dijatuhi hukuman penebusan dosa yang cukup keras. Praktek ini khususnya berlaku di Gereja pada abad pertengahan, karena semua dosa diajukan ke uskup untuk mendapatkan pengampunan dosa. Apabila sang pendosa yang bertobat merasa bahwa hukuman penebusan dosa yang diterimanya tidak seimbang dengan dosa-dosa yang dilakukannya, ia dapat mengajukan perselisihan ini pada Lembaga Pengampunan Dosa Apostolik. Kejahatan yang diduga dilakukan dianggap melawan “forum eksternal”, yakni berhubungan dengan tindakan-tindakan publik yang diharuskan bagi sang pendosa.
Apabila pengadilan memutuskan untuk mendukung pihak pendosa, pengadilan akan menerbitkan sebuah pernyataan resmi yang menegaskan bahwa pembayaran dosa yang pantas telah dibuat, dosa-dosa sang pendosa yang bertobat diampuni, dan masalah tersebut ditutup.
Pernyataan-pernyata an ini dicatat oleh juru tulis yang sah, yang dibayar dengan biaya yang dibebankan oleh Lembaga Pengampunan Dosa Apostolik kepada sang pendosa untuk pencatatan keputusan mereka. Praktek ini menyebabkan lahirnya pendapat bahwa lembaga pengadilan ini, dan selanjutnya Gereja, menerima uang untuk pengampunan dosa.
Absolusi dan dispensasi
Orang-orang yang ingin menerima sebuah absolusi atau dispensasi yang sepenuhnya adalah kewenangan Tahta Suci menulis sebuah petisi kepada lembaga ini. Biasanya, petisi ini dikirimkan lewat imam pendengar pengakuan dosa mereka. Petisi tersebut harus menggunakan nama samaran ketika menjelaskan situasi yang ada untuk menghindari terbukanya identitas dari orang-orang yang terlibat, dan pihak pengadilan sendiri bekerja dengan penuh rahasia. Sang kepala lembaga mempertimbangkan sendiri masalah-masalah yang diajukan, kecuali apabila suatu masalah itu sangat penting yang apabila terjadi maka seluruh perangkat pengadilan mempertimbangkan petisi tersebut. Para naggota pengadilan hanya memberikan nasehat mengenai petisi yang diterima; Kepala lembaga memiliki suara keputusan terakhir apakah dispensasi atau absolusi mesti diberikan. Apabila kepala lembaga tidak yakin apakah dirinya memiliki kekuasaan atas suatu kasus, ia mengajukan permasalahan tersebut kepada Sri Paus.. Kecacatan atau tindakan yang dipermasalahkan harus dijaga kerahasiaannya; kalau tidak, kecacatan atau tindakan yang dipermasalahkan menjadi sebuah masalah forum eksternal dan tidak bisa diberikan absolusi atau dispensasi oleh lembaga ini.
Pengampunan Dosa
Lembaga Pengampunan Dosa Apostolik juga menerbitkan surat keputusan yang mengumumkan kesempatan-kesempat an bagi para umat untuk menerima pengampunan dosa. Contohnya, salah satu surat keputusan itu diterbitkan pada tanggal 7 Agustus 2005 dalam masa persiapan Hari Pemuda Sedunia 2005. Surat keputusan itu berbunyi:
Rahmat pengampunan dosa diberikan kepada para umat yang, dalam peristiwa Hari Pemuda Sedunia ke-20, pergi berziarah ke atau tiba di Cologne, mengambil bagian dalam berbagai sakramen yang ada, termasuk juga kepada semua umat lainnya, dimanapun mereka berada, selama mereka berdoa kepada Tuhan dalam masa acara ini, untuk membantu pemuda-pemudi Kristiani memperkuat iman mereka dan membawa mereka ke sebuah kehidupan yang kudus.
Surat keputusan ini menyediakan baik pengampunan dosa penuh maupun pengampunan dosa sebagian:
Sebuah pengampunan dosa penuh diberikan seperti biasanya (lewat Sakramen Pengakuan Dosa, Komuni Ekaristi dan doa-doa bagi ujud-ujud Sri Paus) kepada umat yang, dalam sebuah roh yang terlepas penuh dari dosa apapun, akan mengambil bagian dengan penuh perhatian dan penuh kekhusyukan dalam beberapa perayaan yang diadakan untuk Hari Pemuda Sedunia ke-20 di Cologne dan dalam acara penutupannya yang khidmat.
Pengampunan dosa sebagian akan diberikan kepada umat, dimanapun mereka berada pada saat peristiwa diatas terjadi, bila, setidaknya dengan sebuah kerendahan hati, mereka meminta Tuhan dengan doa-doa yang sungguh-sungguh untuk memperkuat kaum muda Kristiani dalam menyatakan iman, untuk memperkuat cinta dan hormat mereka kepada orang-tua mereka, dan untuk menyerahkan secara penuh diri mereka dalam membentuk keluarga baru, sesuai dengan norma-norma suci Injil dan Gereja, yang akan mereka bentuk atau sudah bentuk, atau dalam membentuk hidup mereka sendiri sesuai dengan jalan yang telah Tuhan tunjukkan pada diri mereka masing-masing.
Daftar Kepala Lembaga
Hingga Abad ke-:
• Nicola de Romanis (1216-1219)
• Tommaso da Capua (1219 — 1239 or 1243)
• William of Modena (ca. 1244-1251)
• (1251-1256 – Vacant)
• Hugh of Saint-Cher (1256-1262)
• Gui Foucault (1263-1265)
• (1265-1273 – probably Vacant)
• Pierre de Tarentaise (ca. 1273-1276)
• (1276-1279 – Vacant)
• Bentivenga de Bentivengis (1279-1289)
• Matteo di Aquasparta (1289-1302)
• Gentile Partino (1302-1305)
• Berenger Fredoli (1306-1323)
• (1323-1326 – probably Vacant)
• Raymond de Chameyrac (not a cardinal) (1326-1328)
• Alessandro Vincioli di Perugia (not a cardinal) (1328-1332)
• Gauscelin de Jean (1332-1348)
• Etienne Aubert (1348-1352)
• Egidio Albornoz (1352-1367)
• Guillaume Bragose (1367)
• (1367-1370 – data tidak ditemukan, kemungkinan kosong)
• Etienne de Poissy (1370-1373)
• Jean du Cros (1373-1378)
• Eleazario da Sabrano (1378-1379)
• Niccolo Caracciolo Moschino (1379-1389)
• Francesco Carbone Tomacelli (1389-1405)
• Antonio Caetani (1405-1409)
• Pierre Girard (1409-1415)
• Giovanni Dominici (1415-1419)
• Giordano Orsini (1419-1438)
• Antonio Correr (1438)
• Niccolo Albergati (1438-1443)
• Giuliano Cesarini (1444)
• Giovanni Berardi (1444-1449)
• Domenico Capranica (1449-1458)
• Filippo Calandrini (1459-1476)
• Giuliano della Rovere (1476-1503)
• Pedro Luis de Borja-Lanzol de Romaní (1503-1511)
• Leonardo Grosso della Rovere (1511-1520)
• Lorenzo Pucci (1520-1529)
• Antonio Pucci (1529-1544)
• Roberto Pucci (1545-1547)
• Ranuccio Farnese, O. S. Io. Hieros. (1547-1565)
• Carlo Borromeo (1565-1572)
• Giovanni Aldobrandini (1572-1573)
• Stanisław Hozjusz (1574-1579)
• Filippo Boncompagni (1579-1586)
• Ippolito Aldobrandini (1586-1592)
• Giulio Antonio Santori (1592-1602)
• Pietro Aldobrandini (1602-1605)
• Cinzio Passeri Aldobrandini (1605-1610)
• Scipione Borghese (1610-1633)
• Antonio Marcello Barberini, O.F.M..Cap. (1633-1646)
• Orazio Giustiniani, Orat. (1647-1649)
• Niccolo Albergati-Ludovisi (1650-1687)
• Leandro Colloredo, Orat. (1688-1709)
• Fabrizio Paolucci, pro-penitentiary (1709-1710); penitentiary (1710-1721)
• Bernardo Maria Conti, O.S.B.Cas. (1721-1730)
• Vincenzo Petra, pro-penitentiary (1730); penitentiary (1730-1747)
• Gioacchino Besozzi, O.Cist. (1747-1755)
• Antonio Andrea Galli, C.R.SS.S. (1755-1767)
• Giovanni Carlo Boschi (1767-1788)
• Francesco Saverio Zelada (1788-1801)
• Leonardo Antonelli (1801-1811)
• Michele di Pietro (1811-1821)
• Francesco Saverio Castiglioni (1821-1829)
• Emmanuele de Gregorio (1829-1839)
• Castruccio Castracane degli Antelminelli (1839-1852)
• Gabriele Ferretti (1852-1860)
• Antonio Maria Cagiano de Azevedo (1860-1867)
• Antonio Maria Panebianco, O.F..M.Conv. (1867-1877)
• Luigi Bilio, C.R.S.P. (1877-1884)
• Raffaele Monaco La Valletta (1884-1896)
• Isidoro Verga (1896-1899)
Abad ke-20
• Serafino Cardinal Vannutelli (November 20, 1899-August 19, 1915)
• Willem Marinus Cardinal van Rossum, CSSR (October 1, 1915-March 12, 1918)
• Oreste Cardinal Giorgi (March 12, 1918-December 30, 1924)
• Andreas Franz Cardinal Frühwirth, O.P. (January 8, 1925-July 31, 1927)
• Lorenzo Cardinal Lauri (July 31, 1927-October 8, 1941)
• Nicola Cardinal Canali (October 15, 1941–August 3, 1961)
• Arcadio Maria Cardinal Larraona Saralegui, C.M.F. (August 13, 1961-February 2, 1962)
• Fernando Cardinal Cento (February 12, 1962-April 7, 1967)
• Giuseppe Antonio Cardinal Ferretto (April 7, 1967-March 1, 1973)
• Giuseppe Cardinal Paupini (March 21, 1973-April 8, 1984)
• Luigi Cardinal Dadaglio (Pro-Major Penitentiary: April 8, 1984-May 27, 1985; Major Penitentiary: May 27, 1985-April 6, 1990)
• William Wakefield Cardinal Baum (April 6, 1990-November 11, 2001)
Abad ke-21
• Luigi de Magistris (Pro-Major Penitentiary: November 22, 2001-October 4, 2003)
• James Francis Cardinal Stafford (October 4, 2003-hari ini)
Referensi
• John Paul II. Pastor bonus, art.. 117–120. Available at [1]
• “Roman Curia.” Catholic Encyclopedia. Available at [2].
1. ^ Paus Yohanes Paulus II. Universi Dominici Gregis, art. 14. Diakses pada 2007-05-07
2. ^ Pope John Paul II. Universi Dominici Gregis, art. 44. Diakses pada 2007-05-07

Simon :
salam,
saya katolik itu benar. tapi apa yang saudara pastekan ini adalah sesuatu yang sepertinya saudara belum mengerti.
apakah menurut anda cukup bijaksana mengopi paste suatu artikel yang belum sepenuhnya anda mengerti? saya tidak mengerti wikipedia yang anda copaskan.

anda sudah terlanjur mengutipkan istilah istilah, seharusnya anda mengerti apa maksudnya. mohon anda jawab dulu pertanyaan saya mengenai lembaga pengampunan dosa apostolik itu.. agar kita tidak salah faham, dan terutama relasi antara artikel copasan anda itu dengan sakrament tobat yang kita bahas. .

wikipedia adalah satu web berisikan artikel apa saja, oleh siapa saja. siapa saja bisa menulis di sana, dan dapat diedit oleh siapa saja. mungkian keahlian anda dalam bidang serching bisa mereferensikan sumber lain tentang lembaga pengampunan dosa apostolik itu.

sekedar informasi tambahan buat anda. dalam Gereja katolik memang ada isntitusi pengadilan Gereja. pengadilan Gereja berguna untuk menyelesaikan persengketaan persengketaan dalam Gereja katolik. ini adala hal yang berbeda ketika berbicara tentang sakrament. sakrament adalah alat atau sarana penyucian diri umat kristen yang dilayankan oleh seorang imam tertahbis. seorang imam tak memerlukan lembaga pengampunan dosa apostolik yang anda comot dalam melayankan sakramen sakramen.

mas edy, sangat sangat aneh, sekali bahan bacaan yang saudara berikan kepada saya, dengan topik pembahasan kita.

Edy Prayitno :
didunia maya dengan segudang informasi ini …syah2 saja mau ambil reverensi dari mana saja .
yang aneh itu malah saudara sendiri …
topik kita membicarakan soal pengampunan dosa .
dan lembaga sebesar ini …malah anda tidak tahu.
padahal lembaga ini ..lembaga besar dalam aliran KAtolik ….
karena kiblat anda ke Roma harusnya apa saja yg dibuat disana beserta kebijaksanannya anda pahami. Saya menyakini penulis artikel itu tidak asal nulis…tetapi berdasarkan fakta dan penelitian .
apalagi juga dicantumkan juga pemimpin nya mulai tahun 1216 ~ tahun ini . apalagi juga dicantumkan referensinya . JAdi kalau sampeyan memang belum sempat tahu …yah gak usah terkaget-kaget kayak gitu apalagi membuat pernyataan jika tulisan itu bisa ditulis dan diedit siapa saja.

kenyataannya hingga saat ini …..acara sakrament pengakuan dosa itu masih berjalan
kenyataan juga justru di pusat sana ( kepausan roma ) …..dosa bisa dibeli dengan uang…
jika di gereja anda tdk menerapkan yg demikian ….yah…mungkin seperti tulisan saya terdahulu
mereka sdh malu melakukan itu lagi setelah adanya protes dari si luther…itu.

Sony :
salam,
saudara muallaf yagn budimana. dimana pernyataan adlam copasan anda itu dikatkaan bahwa di roma penagkuan dosa dapat dibeli dengan uang???
apakah kamut diak bisa mengambil waktu sejenak membaca aritkel yagn kamu kutipkan dan meamhaminya? ? aaukah anda punay masalah nalar untuk menmahami suatu tulisan? permasalahan hanya ada di dalam kepala saudara.
maaf anda tidak bisa bahasa igngeris ya? saya pikir versi bahasa igngeris web yagna nda kutip ada. cbcoba pastekan ke saya. biar saya bisa memahami kontek dadan membantu anda memahami artikel itu.

Edy Prayitno :
baiklah saya bantu tunjukkan …kemungkinan saudara bacanya terlalu cepat :
Apabila pengadilan memutuskan untuk mendukung pihak pendosa, pengadilan akan menerbitkan sebuah pernyataan resmi yang menegaskan bahwa pembayaran dosa yang pantas telah dibuat, dosa-dosa sang pendosa yang bertobat diampuni, dan masalah tersebut ditutup.
Pernyataan-pernyata an ini dicatat oleh juru tulis yang sah, yang dibayar dengan biaya yang dibebankan oleh Lembaga Pengampunan Dosa Apostolik kepada sang pendosa untuk pencatatan keputusan mereka. Praktek ini menyebabkan lahirnya pendapat bahwa lembaga pengadilan ini, dan selanjutnya Gereja, menerima uang untuk pengampunan dosa
Bagaimana simon …..ada duit dosa terhapus ….kan .

About these ads