Sumber : Dialog antara saya ( Edy Prayitno ) dengan Pendeta Yohanes .
Tempat : Milis Debat_islam-kristen
waktu : Tanggal 1 s/d 4 Juni 2009

YOHANES :
Sdr Edy , Yesus Kristus adalah Firman Allah dengan jelas ditulis di dalam
Alkitab, seperti tertulis dalam Yoh1:1 , kecuali Alkitab dibatalkan..

Edy Prayitno :
Ayat yohanes mulai ayat 1 dst adalah persepsi penulisnya terhadap Yesus.
pengakuan Yesus sebagai Firman ( pasal 1 ayat 1 ) itu juga tidak secara jelas menunjuk Yesus.
meskipun di ayat selanjutnya 14 ditekankan lagi ……tetapi ayat2 ini bukan perkataan yesus melainkan persepsi penulisnya saja . ( ingat Firman = harus langsung ucapan Allah bisa lewat perantara para Nabi ) dan firman tidak boleh dimasukin unsur penilaian pribadi penulisnya …
karena penulisan seperti itu justru bisa membuat salah tafsir atau ditafsirkan macam2 oleh pembacanya . ( sehingga muncul ……penelitian jika Injil tidak 100% ucapan Yesus , seperti yg sdh dibahas oleh rekan2 yg lain beberapa hari yg lalu )
Penulisan Injil itu jauh setelah Yesus meninggal.
Harusnya ucapan2 Yesus saja ….yg mestinya dijadikan patokan ini adalah Firman Allah .
karena Yesus dan juga para nabilah yg dipakai penyambung lidah Allah kepada umatnya.
Bukan catatan pinggir penulisnya dimasukkan juga sebagai ayat2 kitab suci.

Dan cara penyusunan kitab suci Alkitab ini diperparah dengan masuknya ..juga surat2 pribadi Paulus dalam deretan kitab suci …sejajar dengan Torat , Zabur , dan Injil .
kalau mau kompromi …….tulisan penulisnya harusnya tdk boleh berlawanan dengan ucapan asli Yesus , tetapi lihat pak….( satu contoh saja ) .tulisan penulis pada kitab Yoh 1… ini jjustru lebih banyak kontroversi dengan perkataan Yesus sendiri.

Coba bandingkan Yoh1:1 ……….dengan Yoh 8:28
akan kita temui ketidak sinkronan… ..yg satu bilang …inilah Yesus sebagai Firman.
sementara di Yoh , ..Yesus sendiri yg berkata : Aku hanya penyampai apa2 yg diajarkan Bapa ……..* jadi Yesus bukan Firman yg otomatis berjalan dan berkata2 dengan kemauan sendiri.

pak jooo..anda tetap saja menjadikan Yesus = firman .berdasarkan kitab Yoh1:1 , …walaupun dengan teori nylimet muter2 tetap saja pemahaman akan hal ini nol besar.
coba anda katakan apakah Yesus itu benar2 Firman ? atau hanya penyampai pesan ? seperti sering saya utarakan sebelumnya .
coba perhatikan ayat dibawah ini :

Yoh 8:28 Maka kata Yesus: “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku.

Coba disimak dg baik :
1…” Aku tidak berbuat apa2 dari diri KU “
2…” Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepadaku “

Lihat pak jo…..Yesus bukan firman yg berdiri secara mandiri dan sendiri …tetapi Yesus mengatakan jika Dia tidak bisa berbuat apa2 tanpa ……….siapa ?
kedua ……..Kalau Yesus Firman tersendiri …..Kenapa Yesus berkata …Bapa yg mengajarkan semua perkataan Yesus ?

coba pak jo……..tidak perlu pakai teori nylimet ……hanya untuk memahami ayat yg sdh jelas itu ?

Bagaimana pak…..

YOHANES :

He he he, ‘ngutip firman dibilang menyampaikan firman!

Cari deh ayat yang bilang, “Allah berkata kepada ‘Isa, ‘Katakanlah
kepada orang Yahudi bla bla bla bla”. Ada engga? Kalo di Qur’an sih
buanyak….

EDY PRAYITNO :
pak jo….
Alkitab yg anda sampaikan dulu ….itu tidak kuat menunjang argumen sampeyan.
kecuali kata kiasan yg anda tafsirkan seperti itu .
coba anda komentari ayat yoh 8 : 28 itu saja ….coba ?
jgn hanya menjawab pendek……kata Alkitab ?

YOHANES :
Sudah pernah dibahas oleh rekan laen di sini koq, tetapi Anda masih
bolak-balik itu-itu juga.

Perkataan saya tentu tunduk kepada kehendak saya, bukan pada
kehendak si gondrong “penjiplak” itu. Demikian pula perkataan saya
tentu saja tidak dapat berbuat apa-apa tanpa komando dari saya.

* Lalu Yesus menjawab mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu,
Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau
Ia tidak melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan
Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak. (Yohanes 5:19, TBR)

* Aku tidak dapat berbuat apa pun dari diri-Ku sendiri; Aku
menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku
adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan
kehendak Dia yang mengutus Aku. (Yohanes 5:30, TBR)

* Sebab Aku telah turun dari surga bukan untuk melakukan
kehendak-Ku melainkan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.
(Yohanes 6:38, TBR)

EDY PRAYITNO :

he he he ..pak jo…..jawaban sampeyan kok ngambang gak jelas gitu.
perkataan saya …perkataan pak jo…memang murni polah akal sampeyan dan polah akal saya.
tetapi pemahaman ini tdk bisa dipaksakan seperti ucapan Yesus sebagai penyampai Firman.

sampeyan mengatakan …..tidak boleh ada unsur lain ( pihak ke 1 , 2, dst …) Ok
coba anda pahami lagi ayat2 alkitab yg sudah anda cuplik tadi ( Karena justru dari ayat2 tsb malah melemahkan pendapat anda ) . Ok saya ambil satu saja sebagai contoh dari ayat yg anda cuplik :

Lalu Yesus menjawab mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu,
Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau
Ia tidak melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan
Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak. (Yohanes 5:19, TBR)
coba lihat ayat diatas , apakah hanya terdiri dari satu pribadi ?
karena disitu justru muncul 2 sosok pribadi. yaitu ” anak dan Bapak “
Kalau Yesus juga Bapa …..maka Yesus tdk perlu mengatakan …..
” Anak meniru juga pekerjaan Bapaknya “
karena anak lebih rendah ….maka Yesus hanya penyampai pesan.
jadi berhentilah sampeyan memaksakan kehendak jika Yesus ……Firman …..dan Allah itu
menyatu satu pribadi saja yaitu Allah.

bagaimana pak…?

YOHANES :

Wah, emangnya paham saya musti ‘made in’ kalian?

Selama Anda ‘ngotot menyatakan bahwa anak Ali adalah Badu, selama
itu pula topik ini kagak bakal habis-habisnya.

* Maka kata Yesus, “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia,
barulah kamu tahu bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat
apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal,
sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku. (Yohanes 8:28, TBR)

EIPEN (Dia [dulu] berkata) OUN (oleh karena itu/maka) AUTOIS
(kepada mereka) HO IÊSOUS (Yesus) HOTAN (jika) HUPSÔSÊTE (jika
kalian [dulu] [barangkali] meninggikan) TON HUION (Anak) TOU
ANTHRÔPOU (Manusia) TOTE (ketika itu) GNÔSESTHE (kalian akan
mengetahui) HOTI (bahwa) EGÔ (Aku) EIMI (Aku adalah) KAI (dan) AP
(dari) EMAUTOU (diri-Ku) POIÔ (Aku berbuat) OUDEN (tidak) ALLA
(melainkan) KATHÔS (seperti) EDIDAXEN (Dia [dulu] mengajarkan) ME
(-Ku) HO PATÊR (Bapa) MOU (-Ku) TAUTA (inilah) LALÔ (Aku berbicara)

“Aku”-nya Yesus Kristus adalah firman Allah, bukan Badu, anak si
Ali. Firman Allah tidak dapat berbuat apa-apa tanpa kehendak Allah,
itulah maksud ayat tadi. Tentang perkataan Yesus Kristus, “Akulah
Dia”, ‘EGÔ EIMI’, silakan simak artikel tentang “Yesus Kristus
adalah YHVH Perjanjian Lama” sebanyak 4 artikel berseri di milis
ini karena Yohanes 8:28 pun ada di sana.

Firman Allah tidak berbuat apa-apa dari diri-Nya sendiri, tetapi
Firman Allah berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan oleh
Allah kepada Firman-Nya.

EDY PRAYITNO :

Pak yoo..
Paham ” Hakekat Satu Allah ” itu kan made in kalian sendiri pak.
Paham anda ini tdk sejalan dengan firman .
itulah saya katakan jika paham sampeyan itu lemah dasarnya dalam
Alkitab.

saat saya ambil satu ayat saja misalnya : Yoh 8:28 saja …..pak jo
juga belum mau menanggapi.
intinya saya mau menyamakan persepsi ” Hakekat satu Allah ini “
…tetapi dibuka satu ayat saja ..
paham anda ini sudah ” GUGUR ” ….

apalagi ditambah ayat Yoh 5:19.
Anda juga tidak mau komentar soal ayat ini ….

Jadi dimana ” Paham Satu Allah ” ini anda dapatkan pak ???

tolong di beri pencerahan…..

YOHANES :

Sama saja toh, Anda malah mengalihkan bahwa Anak dan Bapa itu
terlepas dari hakekat “satu” Allah, dan menjadikannya “dua”
hakekat. Anak yang dimaksud di sana adalah Firman Allah. Anda
mengubah konteks Badu sebagai anak Ali, dan Badu mengerjakan apa
yang dikerjakan Ali. He he he, Firman Allah dengan Allah itu bukan
seperti Badu dan Ali.

EDY PRAYITNO :

Anda kok mulai gusar pak Jo…?

YOHANES :

He he he, siapa yang gusar?

Yesus Kristus adalah firman Allah dan memiliki hakekat Allah, sulit
barangkali dipahami oleh Anda yang sudah dijejali doktrin bahwa
Yesus Kristus hanyalah seorang nabi.

Saya tidak memaksa Anda untuk menerima pernyataan itu. Pernyataan
itu ditulis di Alkitab, kecuali Anda memaksa saya agar menolak
Alkitab.

Selama Anda ‘ngotot menyatakan bahwa anak Ali (Bapa) adalah Badu
(Yesus), selama itu pula topik ini kagak bakal habis-habisnya
karena jelas Ali itu bukan Badu. Alkitab itu bukan hanya sepotong
ayat Yohanes 8:28 yang dicomot begitu saja terlepas dari
konteksnya. Silakan kaji injil Yohanes, apakah Yesus Kristus itu
Firman Allah atau bukan?

Bagaimana pendapat Anda akan ayat ini?

* Aku dan Bapa adalah satu. (Yohanes 10:30, TBR)

Atau masih dalam hubungannya dengan Yohanes pasal 8, tapi bukan
ayat 28 melainkan tiga puluh ayat sesudahnya.

* Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya
sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” (Yohanes 8:58, TBR)

Perhatikan saja reaksi orang Yahudi di ayat berikutnya, barangkali
Anda termasuk salah seorang dari mereka.

EDY PRAYITNO :

> Pak jooo..
> wah kebetulan kalau sampeyan punya …..
> maaf saya belum pernah baca ….
> coba postingkan lagi …..yg penting2 aja…
> kalau baca semua bukunya ….
> entar saya bisa pusing pak….
>
> silahkan pak….

YOHANES :

Ayat-ayat ini sudah sering dibahas koq.
* Pada mulanya ada Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan
Firman itu adalah Allah. (Yohanes 1:1, TBR)

EN (di dalam) ARKHÊ (awal) ÊN (Dia adalah) HO LOGOS (Firman itu)
KAI (dan) HO LOGOS (Firman itu) ÊN (Dia adalah) PROS (ke arah) TON
THEON (Allah) KAI (dan) THEOS (Allah) ÊN (Dia adalah) HO LOGOS
(Firman itu)

BERÊ’SYÎT HÂYÂH HADÂVÂR VEHADÂVÂR HÂYÂH ‘ET-HÂ’ELOHÎM VEHÛ’ HADÂVÂR
HÂYÂH ‘ELOHÎM: (HABESÔRÂH HAQEDÔSYÂH ‘AL-PÎ YÔKHÂNÂN [Injil
Yohanes] 1:1, HABRIT HAKHADASYA).

Note: THEOS ÊN HO LOGOS diterjemahkan menjadi “Firman itu adalah
Allah”. Bahasa Yunani tidak mengenal struktur subyek mendahului
predikat disusul dengan obyek. Subyek dalam frasa ‘THEOS ÊN HO
LOGOS’ adalah ‘HO LOGOS’ dengan kata sandang nominatif ‘HO’.
‘THEOS’ diletakkan di depan karena penekanan terletak pada ‘THEOS’
bukan pada ‘LOGOS’. Frasa ‘THEOS ÊN HO LOGOS’ dapat saja menjadi
‘ÊN HO LOGOS THEOS’ atau ‘HO LOGOS ÊN THEOS’ sesuai dengan
penekanan pada kata tertentu. Contoh lain:

“Allah itu Roh” dalam Yohanes 4:24 ditulis ‘PNEUMA HO THEOS’ dengan
‘HO THEOS’ sebagai subyek atau “Allah adalah kasih”, ‘HO THEOS
AGAPÊ ESTIN’ dengan ‘to be’ “adalah” pada akhir frasa.

* Firman itu telah menjadi manusia, dan tinggal di antara kita, dan
kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan
kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh anugerah dan kebenaran.
(Yohanes 1:14, TBR)

KAI (dan) HO LOGOS (Firman itu) SARX (daging) EGENETO (Dia menjadi)
KAI (dan) ESKÊNÔSEN (Dia [dulu] berkemah/diam) EN (di dalam) HÊMIN
(kita) KAI (dan) ETHEASAMETHA (kita [dulu][sendiri] melihat) TÊN
DOXAN (kemuliaan) AUTOU (-Nya) DOXAN (kemuliaan) HÔS (seperti)
MONOGENOUS (satu-satunya/tunggal) PARA (dari) PATROS (Bapa) PLÊRÊS
(penuh) KHARITOS (anugerah) KAI (dan) ALÊTHEIAS (kebenaran)

VEHADÂVÂR LÂBASY BÂSAR VAYISYKON BETÔKHÊNÛ VE’ET-KEVÔDÔ RÂ’ÎNÛ
KIKHVÔD BÊN YÂKHÎD LE’ÂVÎV MÂLÊ’ KHESED VE’EMET: (HABESÔRÂH
HAQEDÔSYÂH ‘AL-PÎ YÔKHÂNÂN [Injil Yohanes] 1:14, HABRIT
HAKHADASYA).

EDY PRAYITNO :

Ayat yohanes mulai ayat 1 dst adalah persepsi penulisnya terhadap Yesus.
pengakuan Yesus sebagai Firman ( pasal 1 ayat 1 ) itu juga tidak secara jelas menunjuk Yesus.
meskipun di ayat selanjutnya 14 ditekankan lagi ……tetapi ayat2 ini bukan perkataan yesus melainkan persepsi penulisnya saja . ( ingat Firman = harus langsung ucapan Allah bisa lewat perantara para Nabi ) dan firman tidak boleh dimasukin unsur penilaian pribadi penulisnya …
karena penulisan seperti itu justru bisa membuat salah tafsir atau ditafsirkan macam2 oleh pembacanya . ( sehingga muncul ……penelitian jika Injil tidak 100% ucapan Yesus , seperti yg sdh dibahas oleh rekan2 yg lain beberapa hari yg lalu )

Ingat pak…..
Penulisan Injil itu jauh setelah Yesus meninggal.
Harusnya ucapan2 Yesus saja ….yg mestinya dijadikan patokan ini adalah Firman Allah .
karena Yesus dan juga para nabilah yg dipakai penyambung lidah Allah kepada umatnya.
Bukan catatan pinggir penulisnya dimasukkan juga sebagai ayat2 kitab suci.

Dan cara penyusunan kitab suci Alkitab ini diperparah dengan masuknya ..juga surat2 pribadi Paulus dalam deretan kitab suci …sejajar dengan Torat , Zabur , dan Injil .

kalau mau kompromi …….tulisan penulisnya harusnya tdk boleh berlawanan dengan ucapan asli Yesus , tetapi lihat pak….( satu contoh saja ) .tulisan penulis pada kitab Yoh 1… ini jjustru lebih banyak kontroversi dengan perkataan Yesus sendiri.

Coba bandingkan Yoh1:1 ……….dengan Yoh 8:28
akan kita temui ketidak sinkronan…..yg satu bilang …inilah Yesus sebagai Firman.
sementara di Yoh , ..Yesus sendiri yg berkata : Aku hanya penyampai apa2 yg diajarkan Bapa ……..* jadi Yesus bukan Firman yg otomatis berjalan dan berkata2 dengan kemauan sendiri.

…..Bagaimana pak…?

YOHANES :
Saya sudah menyangka bahwa Anda pasti akan menyatakan demikian.
Kalo saya kutip perkataan Yesus Kristus, ‘ntar diminta perkataan
yang ditulis dalam bahasa asli Aramaik. Kalo dikutip yang diminta,
‘ntar dibilang pula, itu bukan perkataan Yesus Kristus, tetapi
karangan penulis Injil.

Tidak mutlak firman Allah harus langsung keluar dari mulut Allah,
itu adalah kehendak kalian. Perkataan dan tulisan para murid Yesus
Kristus adalah perkataan Yesus Kristus sendiri, ini merupakan
delegasi wewenang.

Kelihatannya Anda memutarbalikkan Yohanes 8:28, tidak ditulis di
sana bahwa Yesus Kristus adalah “penyampai” firman seperti halnya
para nabi. Apakah Yesus Kristus pernah berkata, “Wahai umat Israel,
dengarkanlah firman Allah yang disampaikan kepada-Ku, sebagai
berikut: bla bla bla bla”?

Perkataan saya tunduk kepada kehendak saya, bukan pada kehendak
orang lain. Itulah makna “KATHÔS EDIDAXEN ME HO PATÊR MOU TAUTA
LALÔ”, “seperti — Dia [dulu] mengajarkan — kepada-Ku –
Bapa-Ku — itulah — Aku berbicara.”

Dalam pola pikir Ibrani, Allah berfirman berarti Allah mengutus
firman-Nya. Firman Allah adalah “utusan” Allah seperti halnya
malaikat, nabi, Qur’an, bahkan hujan. Simak saja kata “mengutus”
dalam bahasa Arab yang ditulis dalam Al~Qur’an.

EDY PRAYITNO :
Pengertian ” Firman Allah ” itu apa ?
apakah Firman Allah itu bisa dimasuki oleh pemikiran sembarang manusia ?
Apa ada manusia yg sanggup memikul tanggung jawab …..hasil pikirnya adalah murni sebagai ” Firman Allah ? Jika dia tidak mendapat wahyu Allah atau Malaikat Nya ?

Allah menunjuk Nabi itu ada alasannya .
Seorang Nabi dianggap mampu oleh ALlah untuk menerima wahyu dan disampaikan sebagai ” Firman Allah ” Karena seorang nabi adalah manusia2 pilihan …..semua sifatnya ..dan suci .
Hanya para nabi yg diberi kuasa menerima firman ini langsung dari ALlah ( terkadang pesan juga diampaikan oleh Malaikat Nya ).

Pertanyaannya sekarang …apakah ada mandat seperti penulis dikitab Yoh di Ijinkan ALlah ?
jika sampeyan mengatakan Yesus sdh memberi mandat / delegasi / wewenang pada penulisnya ?????………Kapan ? Bukankah Yesus sdh tidak di dunia saat Alkitab ditulis.

Soal Yoh 8 : 28 ..itu memang saya tafsir secara umum saja ….tapi intinya juga sama seperti itu ..coba disimak lagi :
8:28 Maka kata Yesus: “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku.

lihat pak joo…disana dikatakan Yesus berbicara Hal-hal ( Firman ) yg diajarkan Bapa ..
intinya setelah Yesus diberi Pelajaran via privat oleh ALlah …..kemudian Yesus menyampaikan pada para murid dan org2 disekitarnya.

masa pengertian gamblang gini ….masih anda puter2 lagi pak jooo ………
mana ada perkataan Yesus jika yg dikatakan itu kehendak Yesus ? anda menafsir dengan kaca mata buram pak jo..lihat ayat diatas ….bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri
Yesus dengan jelas mengatakan ( semua perkataaNya bukan dari Diri Yesus ).

Bagaimana pak jo……

YOHANES :
Di situlah perbedaan persepsi antara Anda dan saya.
Anda menganggap bahwa firman Allah itu seperti perkataan manusia,
padahal firman Allah bukan hanya sekedar “perkataan”. Dalam
teologia Kristen ada dua istilah Yunani tentang firman yaitu
‘LOGOS’ (Ibrani: “DÂVÂR”) dan ‘RHÊMA’ (Ibrani: “‘ÂMÂR”), kalo mau
dibahas dua kata ini, wah, cukup panjang. Di salah satu milis saya
pernah menulis artikel berseri tentang studi kata ‘LOGOS, dan
mencapai seri ke-182, belum termasuk studi kata ‘RHÊMA’.

Tulisan ini pernah dimuat di situs Sarapan Pagi:
Sekilas tentang LOGOS dan RHÊMA:

http://www.sarapanpagi.org/logos-dan-rhema-vt170.html

Tentang RHÊMA:

http://www.sarapanpagi.org/rhema-vt171.html#p354

Tentang LOGOS:

http://www.sarapanpagi.org/logos-studi-kata-dari-perjanjian-baru-yunani-vt169.html#351

Secara singkat saja:
‘RHÊMA’ adalah perkataan yang diucapkan dengan suara menggunakan
mulut, sedangkan ‘LOGOS’ merupakan ekspresi dari pikiran. Dalam
suatu surat dinas, ‘RHÊMA’ merupakan perihal atau subject,
sedangkan ‘LOGOS’ adalah isi surat. Kelihatannya Anda — dan
sebagian Muslim lainnya — menganggap bahwa firman Allah adalah
‘RHÊMA’, tidak demikian halnya dengan konsep Kristen tentang firman
Allah.

Ayat di bawah ini — jika Anda mengkaji dengan teliti — akan
dijumpai perbedaan mendasar antara firman yang ‘RHÊMA’ dan yang
‘LOGOS’:

* Siapa saja yang menolak Aku, dan tidak menerima “perkataan”
(‘RHÊMA’)-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu “firman” (‘LOGOS’) yang
telah Kukatakan, itulah yang akan menghakiminya pada akhir zaman.
(Yohanes 12:48, TBR)

HO ATHETÔN EME KAI MÊ LAMBANÔN ‘TA RHÊMATA’ MOU EKHEI TON KRINONTA
AUTON ‘HO LOGOS’ ON ELALÊSA EKEINOS KRINEI AUTON EN TÊ ESKHATÊ
HÊMERA (Stephanus Textus Receptus)

VEKHÎ YIM’AS BÎ ‘ÎSY VELO’ YIQAKH “‘AMÂRAY” YÊSY SYOFÊT
‘ASYER-YISYPETENÛ “HADÂVÂR” ‘ASYER DIBARTÎ HÛ’ YISYPETENÛ BAYÔM
HÂ’AKHARÔN (HABRIT HAKHADASYA)

Bahwa Yesus Kristus memberikan delegasi wewenang kepada para murid
sudah ditulis dengan jelas, “… ajarlah mereka melakukan segala
sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.”, dan ayat ini:

* Siapa saja yang mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan siapa
saja yang menolak kamu, ia menolak Aku; dan siapa saja yang menolak
Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku. (Lukas 10:16, TBR)

Pengen tanya, apakah Allah mengajarkan sesuatu kepada Yesus secara
lisan seperti di era Perjanjian Lama, misalnya Musa harus bertemu
dengan-Nya dulu kemudian diberikan perintah-perintah untuk
disampaikan kepada bangsa Israel? Tidak ada, karena Yesus Kristus
adalah Firman Allah itu sendiri, bukan firman yang disampaikan
lewat para nabi.

Tentang istilah “Aku tidak dapat berbuat apa-apa …” bandingkan
apakah perkataan Anda dapat keluar begitu saja tanpa adanya Anda?

EDY PRAYITNO :

kita diskusi secara umum saja ( jadi gak perlu pakai kalimat muluk-2 , pakai bahasa Ibrani segala macam …itu khusus Mahasiswa anda saja ..didalam ruangan ) .kalau dimilis biar enak dicerna secara ringan dan gamblang oleh para milister yg lain ..pakai tafsir bahasa Indonesia saja …mudah gampang dimengerti …sambil santai , ringan , sambil leyeh-leyeh minum kopi ….santai …meskipun yg kita bahas topiknya berat.
Soal Logos dan Rema itu saya anggap soal ilmu bolak balik kata dan kalimat plus tafsir …plus retorik njlimet …plus filsafat muter-muter…..akhirnya pembaca pusing kayak gasing …..( he he he maaf bukannya anti tulisan ilmiah sih ya… )

soal ayat yoh 12:48 …kenapa tidak dimunculkan juga lanjutannya ….
12:48 Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman.
12:49 Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan.

pak joooo……
lihat ayat 49 …jelas …gamblang …terang benderang …..gak perlu ditafsir dg bahasa macam2 …anak kecilpun ngerti ….jadi mohon kalimat mudah ini jangan dijadikan sulit .
~ Sebab Yesus berkata bukan dari diri Yesus sendiri….( cukup jelas )
~ Bapa yang mengutus Yesus ……….( sangat jelas )
~ Allah yg memerintah Yesus …..tentang apa-apa yg harus dikatakan ……….( sangat jelas )

Coba sampeyan gabungkan ayat 49 ini denga teori jlimet sampeyan ? sama tidak ?

Apalagi anda tambahi ayat lagi :
Siapa saja yang mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan siapa
saja yang menolak kamu, ia menolak Aku; dan siapa saja yang menolak
Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku. (Lukas 10:16, TBR)
apakah ayat ini anda jadikan pembenaran ….penulis Alkitab nambahin …ayat2 sendiri diperbolehkan ? …….padahal ayat terakhir ….Yesus dg tegas mengatakan ……Yesus Hanya Utusan …”

…gimana pak jo…..?

YOHANES :

Ayat 48 itu memang berhubungan dengan 49, silakan simak tentang
“hakim” di situ.

Yang menjadi “hakim” pada akhir zaman adalah Yesus Kristus, sang
‘LOGOS’ itu. Kalo engga salah, ada hadist yang menulis bahwa ‘Isa
akan menjadi Hakim pada akhir zaman, namun banyak orang Muslim
menolak hadist itu. ‘LOGOS’ tidak dapat berbuat apa-apa tanpa
‘THEOS’ (Allah).

Sudah ditulis sebelumnya bahwa Allah berfirman itu berarti Allah
mengutus firman-Nya. Repotnya, manusia tidak dapat mengutus
perkataannya menjadi burung, tetapi LOGOS dapat menjadi manusia.

* demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan
kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa
yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan
kepadanya. (Yesaya 55:11, TB-LAI)

Silakan simak ayat di atas bahwa firman Allah akan melakukan apa
yang dikehendaki oleh Allah, bahwa firman Allah itu “disuruh” oleh
Allah.

Dapatkah Anda tunjukkan dalam Alkitab, “Kapan Allah mengutus Yesus?
Kapan Dia menyuruh Yesus berkata-kata seperti yang diajarkan-Nya?”

Dan seperti yang sudah saya duga, Anda pasti mengatakan bahwa
penulis Alkitab menambah-nambahin, saya pun dapat menulis yang
serupa bahwa Al~Qur’an pun ditambah-tambah oleh penerus Muhammad.

EDY PRAYITNO:

Kata ρημα – rhêma berarti : kata yang diucapkan (melalui mulut), sebagian diterjemahkan dengan “firman” di dalam Alkitab bahasa Indonesia padahal barangkali lebih tepat diterjemahkan dengan “perkataan”

Kata λογος – LOGOS Genitif λογου – LOGOU, nomina maskulin berasal dari kata λεγω –LEGÔ, berkata dengan cerdas. Kata λογος – LOGOS bermakna inteligensi; perkataan sebagai pernyataan kecerdasan; pidato, percakapan, ceramah; perkataan, firman, sabda; bahkan bermakna “sesuatu”.

* Siapa saja yang menolak Aku, dan tidak menerima “perkataan”
(‘RHÊMA’)-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu “firman” (‘LOGOS’) yang
telah Kukatakan, itulah yang akan menghakiminya pada akhir zaman.
(Yohanes 12:48, TBR)

perkataan Yesus… jelas bukan Firman… Karena yg berFirman adalah Allah… yg berhak menyandang Logos hanya Allah… sedangkan Yesus hanya Rhema,krn tidak berfirman… makanya di ayat tersebut disebut Rhema, krn yg berkata adalah Yesus… coba anda jelaskan dengan uraian saya ini…

YOHANES :

Yesus Kristus adalah sang ‘LOGOS’. “Aku” dalam perkataan Yesus
Kristus merujuk kepada ‘LOGOS’ itu. Perkataan yang keluar dari
mulut Yesus Kristus adalah ‘RHÊMA’, tetapi di dalam ‘RHÊMA’ itu
tercantum ‘LOGOS’.

* Yesus menjawab, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, jika
seseorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan
Allah.” (Yohanes 3:3, TB-LAI)

APEKRITHÊ HO IÊSOUS KAI EIPEN AUTÔ AMÊN AMÊN LEGÔ SOI EAN MÊ TIS
GENNÊTHÊ ANÔTHEN OU DUNATAI IDEIN TÊN BASILEIAN TOU THEOU

Yesus Kristus tidak perlu berkata, “Allah berfirman kepada-Ku untuk
menyampaikan firman ini… bla bla bla”. Dia cukup berkata, “AMÊN
AMÊN LEGÔ” karena Dia adalah ‘LOGOS’ itu sendiri.

EDY PRAYITNO :

* Siapa saja yang menolak Aku, dan tidak menerima “perkataan” (‘RHÊMA’)-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu “firman” (‘LOGOS’) yang telah Kukatakan, itulah yang akan menghakiminya pada akhir zaman. (Yohanes 12:48, TBR)
kata2..”firman” (‘LOGOS’) yang telah Kukatakan…. ini mengandung arti Yesus hanya penyampai Firman,alias Nabi/Rasul… ini sejalan dengan lanjutan ayat…

12:49 Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan…

Dua ayat tersebut saling menjelaskan posisi Yesus… hanya sebagi penyampai Firman Allah… sedangkan yg diucapkan Yesus secara pribadi adalah Rhema… Firman Allah yg disampaikan oleh Yesus disebut Logos… Jelas sekali bukan…??!! Keterangan yg sangat terang benderang…!!! Gak usah dibikin rumit untuk hanya sekedar memaksakan pendapat bahwa Yesus adalah Tuhan….

Yesus Kristus tidak perlu berkata, “Allah berfirman kepada-Ku untuk menyampaikan firman ini… bla bla bla”. Karena Yesus cukup mengatakan “..Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan… bla bla bla”
Atau cukup mengatakan Yoh 8:28 Maka kata Yesus: “…. tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku.”

Kalimat Sama ….bin sejenis….dan bermakna juga sama…kenapa harus dicari kata / kalimat yg tidak ada ..atau hanya kalimat satu yg tidak ada …apakah merubah arti kalimat sebenarnya …
he he he muter2 yah..sory…gini aja saya kasih contoh pelajaran SD :

Sekarang apa bedanya :
1. Ibu guru berkata ” murid-murid harus rajin belajar “
2. Dialah ( Ibu guru ) yang memerintahkan murid-murid harus rajin belajar .
3. Ibu guru berkata kepada murid-murid bahwa harus rajin belajar.
4. Kata Ibu guru murid-murid harus rajin belajar.
5. Ibu guru mengajarkan kepadaku bahwa murid harus rajin belajar

Jadi kalau saya hilangkan no 1.2.3.4..dan saya pakai kalimat 5 apakah maknanya beda ?
” kan tidak “.

Bagaimana pak ???

YOHANES :
Tanya, siapa yang menjadi “hakim” pada akhir zaman?
Saya pun dapat memerintahkan “perkataan” saya karena kata-kata saya
tunduk kepada kehendak saya.
Anda belum dapat membedakan antara ‘RHÊMA’ yang keluar dari mulut
Yesus dengan Yesus Kristus sebagai ‘LOGOS’.
Posisi Yesus sebagai LOGOS itu berbeda dengan para nabi yang musti
ketemu dulu sama Allah atau musti ada malaikat yang menyampaikan
firman Allah kepada mereka untuk diteruskan kepada umat.
Beda jauh koq karena Anda memasukkan seseorang pada kalimat nomer
5. Badu (anak Ali) diperintahkan oleh Ali untuk berkata
bla-bla-bla, antara Badu dengan Ali berbeda dengan antara Allah dan
firman-Nya.
Oleh karena itu, sebelumnya saya sudah menyatakan bahwa selama Anda
menganggap hubungan Yesus Kristus dengan Allah adalah ibarat Badu
dengan Ali, selama itu pula Anda tidak akan memahami hakekat Yesus
Kristus sebagai ‘LOGOS’, dan selama itu pula diskusi ini kagak
bakal berakhir.
Saya ambil satu contoh:
* Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya
jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat
Kerajaan Allah.” (Yohanes 3:3, TB-LAI)
Tanya, kapan Allah memerintahkan Yesus Kristus ‘ngomong demikian?
Mustinya, “Allah berfirman kepada-Ku bahwa kalian musti lahir
kembali”, itu persis seperti yang dilakukan oleh Muhammad, karena
memang Muhammad — konon — adalah penyampai firman, bukan Firman
itu sendiri.

EDY PRAYITNO :

Soal pertanyaan anda :
Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” (Yohanes 3:3, TB-LAI)
kapan Allah memerintahkan Yesus Kristus ‘ngomong demikian?

Dalam Islam,
ini hadits… seperti Rasulullah SAW menjawab pertanyaan para sahabat tentang kedatangan hari kebangkitan… banyak hadits seperti itu…
Kalo saya tanya kapan Allah memerintah Yesus Kristus ngomong demikian, para penulis Bible pun nggak tahu,krn mereka tdk pernah ketemu Yesus secara langsung…
Satu2nya murid Yesus yg bertemu Yesus secara langsung dan menulis hanya Barnabas,yg Injilnya skrg ditolak…

Kalimat2 sebelunya,hanya permainan kata2…
apalagi perkataan Yohannes : Saya pun dapat memerintahkan “perkataan” saya karena kata-kata saya tunduk kepada kehendak saya.
Berbeda sekali dengan yg dimaksud ayat : “..Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan.. .” Krn ‘Aku’ tidak berkata atas kemauan sendiri, tetapi ada kata ‘Dia’ yg memerintah… beda sekali…!!!

Jika anda belum mengerti juga makna Rhema dan Logos dalam ayat tersebut…
~ Rhema untuk Yesus,
~ Logos untuk ‘perkataan’ yg memerintahkan Yesus …
coba perhatikan Kalimat ini…

* Siapa saja yang menolak Aku, dan tidak menerima “perkataan” (‘RHÊMA’)-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu “firman” (‘LOGOS’) yang telah Kukatakan, itulah yang akan menghakiminya pada akhir zaman. (Yohanes 12:48, TBR)

kata2..”firman” (‘LOGOS’) yang telah Kukatakan…. ini mengandung arti Yesus hanya penyampai Firman,alias Nabi/Rasul.. . ini sejalan dengan lanjutan ayat…

12:49 Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan…
Kata2 ; Logos Yg telah Kukatakan bersambung dengan kata ====> Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku
Ini mengandung makna Logos tersebut bukan dari diri-Ku, tapi dari “..Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan..”

Maka pendapat anda yg tetap kukuh mengatakan jika Yesus itulah Firman …sekaligus Allah ..terbantahkan . dan dasar dalil dalam Alkitab andapun lemah untuk mendukung pendapat sampeyan ini. Kecuali anda bermain kata-kata , muter2 , berfilsafat ria…ber balik2 kalimat ,…dan mengganti-ganti kalimat ..Rhema …menjadi Logos , dan Logos menjadi Rhema .

Dan anda pun berkubang dalam anggapan : Badu anak ALi …sekaligus bisa menjadi ALi dan bedu sama ……kecuali jika anda mengatakan Bedu dan Ali …sama – sama sehakikat ..yaitu dari sisi manusia …maka Bedu dan Ali sama-sama manusia .
tetapi sampai kiamatpun Bedu dan Ali berbeda ….karena Anak tidak bisa menjadi Bapak…demikian pula Bapak tidak bisa menjadi Anak .

Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu[383], dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya[384] yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya[385]. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.
Anisa 171

Selesai….

* * * *