Tulisan oleh Edy Prayitno

Riwayat Rosul Paulus ….Rasul kontroversi yang menciptakan agama kristen

RIWAYAT PAULUS.
Menurut sejarah, maka tokoh Paulus alias Saulus ini muncul
kira-kira tahun 38 M. Ada pula yang mengatakan tahun 80 M,
tetapi saya kira yang jelas ia ada hidup di zaman Yesus,
paling tidak ia seangkatan dengan murid-murid Yesus. Paulus
adalah anak didik Gamalied, seorang guru yang termasyhur,
akhli Taurat dan Falsafah. Ibu Paulus adalah orang Yunani,
dan ayahnya orang Yahudi, sehingga pelajaran agama yang
diperolehnya adalah gabungan daripada kepercayaan Yahwe dan
Helenisme. Dari percampuran darah Yahudi dan Yunani, yaitu
darah Pandai dan darah Berpikir (Kita mengetahui bukan bahwa
orang-orang Yahudi terkenal kepandaian dan penemuan-penemuan
ilmiahnya, dan Yunani kita kenal pula telah melahirkan
tokoh-tokoh falsafah yang agung-agung), maka Paulus memang
luar biasa sekali. Otaknya cerdas luar biasa, dapat kita
saksikan nanti dalam surat-surat kirimannya. Ia bahkan
dengan gemilang, sekalipun mendapatkan tantangan yang bukan
sedikit berhasil menyatukan alam pikiran orang-orang Gerika,
Alexandria, Gybelle dan Yahudi, yang kemudiannya merupakan
suatu kekuatan yang luar biasa. Terdorong oleh ibunyalah
barangkali makanya ia berkeras hati ingin mengabarkan Injil
kepada orang orang kafir (Gerika maksudnya), dan terdorong
oleh kebenciannya kepada sang ayah yang menurut penyelidikan
sejarah tidak pernah mencintai Paulus, maka ia sangat
memusuhi ayahnya, bahkan bangsa dan agama ayahnya. Kitapun
dapat membaca nanti dalam surat-surat kirimannya, betapa ia
mencuci bersih-bersih orang-orang Yahudi, bahkan sampai
kepada Tauratnya sekalipun.
PRIBADINYA
Mengenai sukubangsanya, ia Paulus sendiri memberikan jawaban
sebagai berikut:

1. Ia adalah orang Rum, dalam keterangannya kepada orang
Rum. (Kisah rasul-rasul 16:37)
2. Ia adalah orang Yahudi, dalam keterangannya kepada orang
Yahudi. (Kisah rasul-rasul 22:2)
3. Ia adalah orang Parisi, dalam keterangannya kepada orang
Parisi. (Kisah rasul-rasul 23:6)
Menurut definisi ilmu jiwa, maka bila saja seseorang
memberikan dua buah keterangan, dan kedua-duanya tidak sama,
artinya manusia itu tengah berdusta. Paulus saya kira
menyadari dustanya ini, sebab dikemudian hari ia bahkan
menekankan kepada pengikut-pengikutnya untuk berbuat
demikian seperti katanya dalam Korintus I : 9:21: yang
bunyinya, berbuatlah seperti Yahudi dihadapan orang Yahudi,
dan berbuatlah seperti Gerika dihadapan orang-orang Gerika.
Ia kemudian dengan sombongnya mengatakan: Bila dustaku ini
melimpahkan kepada kemuliaan Allah, adakah aku ini masih
akan dihukumkan pula? (Rum 3:7)
Pribadi Paulus telah kita kenal. Ia bukan saja ahli putar
balik yang baik, tetapi iapun seorang yang keras kepala. Ia
dengan bangganya pula menulis, bahwa ia tidak mau tunduk
kepada suatu hukum apapun dan begitulah katanya, bahwa
segala sesuatu halal baginya, meskipun segala sesuatunya itu
belum tentu berfaedah. Keterangan dustanya ini
berlarut-larut terus, sehingga kita dapatkan pula nanti,
pada waktu ia menerima “panggilan Ilhami,” menurut
keterangannya yang pertama, ia tidak menampak apa-apa,
menurut keterangan kedua ia melihat cahaya. (Kisah
rasul-rasul 9:4 dan 22:9). Menurut keterangannya yang
pertama pula ia sendiri saja yang mendengarkan suara itu,
menurut keterangannya yang kedua, katanya kami semuanya
mendengarkan. (Kisah rasuh-rasul 9:4 dan 21:9, menurut
keterangannya yang pertama pula ia mengatakan bahwa ia
sendiri yang jatuh, menurut keterangan yang kedua ia
mengatakan “kami semuanya rebah.” Lho, dia buta, tetapi ia
dapat melihat dengan jelas kawan-kawannya pada berjatuhan,
aneh sekali bukan? (Kisah rasul-rasul 9:4 dan 26:14).

HURA-HURA AKIBAT AJARANNYA
Ajaran-ajaran Paulus yang “luar biasa” ini, menimbulkan
kehebohan yang cukup besar pula diantara ahli-ahli agama
setempat. Didalam kisah rasul- rasul diterangkan huru-hara
itu sebagai berikut:
1. Timbulah perpecahan yang besar diantara mereka itu
tentang sunat. (Kisah rasul-rasul pasal 15)
2. Paulus berselisih dengan Barnaba (sda) dan untuk ini
Paulus mengatakan: Pada hematnya, aku sedikitpun tidak kalah
dengan rasul rasul itu, yang maha unggul itu. Biarpun aku
tidak fasih pidato, tetapi dalam pengetahuan akan kebenaran
aku mahir, seperti dalam segala- segalanya, dan dengan
segala cara yang telah aku buktikan kepadamu!. (2. Korintus
II: 5-6). Ia, Paulus kemudian menuduh Jacobus, murid Yesus
dengan tuduhan pura-pura, sedangkan Petrus, juga murid Yesus
dilawan terang-terangan dihadapan orang banyak. (Galatia 2:
11: 13)
3. Orang-orang Yahudi menolak ajaran bahwa Yesus itulah anak
Allah. (Kisah rasul-rasul pasal 17)
4. Orang-orang Epiroki dan Stoiki menolak ajaran baru itu.
(Kisah rasul-rasul pasal 17)
5. Orang-orang Yahudi di Korintus menolak ajarannya yang
ganjil itu. (Kisah rasul-rasul pasal 18)
6. Akhirnya Paulus bernazar, supaya ia disangkakan orang
berpegang pada Taurat Musa. (Kisah rasul-rasul pasal 21)
PAULUS MEMANG ORANG YANG MAHIR
Kendatipun ia dilawan, tetapi ia memang orang yang mahir
terutama dalam hal berpidato dan dalam hal bekerja dengan
“segala caranya itu.” Ia pandai memikat orang-orang Yahudi,
Parisi, Gerika dst.nya (baca Kisah rasul-rasul 22 dan 23).
Ia bahkan akhirnya dapat menyatukan golongan- golongan
Cybelle, Gerika, Saduki dan Yahudi, Rumawi dan Stoiki. Bila
ia berpidato dihadapan orang Yahudi, maka ia mengakui
dirinya orang Yahudi, taat pada Taurat Musa dan membesarkan
nama Musa. Bila ia pidato dihadapan orang-orang Gerika, maka
ia menjadi orang Gerika, berpidatolah ia soal Hero, yaitu
manusia setengah dewa, dan ia mengutuki habis-habisan Taurat
Musa. Orang-orang yang sunat adalah degil oleh sebab itu
sunat itu tidak perlu. Maka gembiralah hati orang-orang
Gerika yang memang memusuhi Yahudi dan sunat ini. Tuhan itu
mempunyai anak, yang diturunkan ke dunia ini untuk menebus
dosa-dosa kita. Orang-orang Gerika tidak heran ini, sebab
agama mereka sendiripun (Helenisme) mengenal berpuluh-puluh
Tuhan, seperti Zeus, Poseidon, Atermis, Apollo, Athena,
Palas Athena, Aphrodite dst-nya. Yesus dalam ceritera Paulus
diterima mereka sama seperti merekapun menerima ceritera
Hercules si anak Dewata-raya yang diturunkan ke Yunani untuk
membunuh naga berkepala tujuh di kepulauan Sisilia. Saking
gembiranya maka mereka lalu menganugerahkan gelar “Hermes
Honorus-Causa” kepada Paulus, dan ia kemudian dianggap
sebagai dewa- dewa yang menjelma menjadi manusia. Maka tidak
ayal lagi, orang-orang pun banyaklah berdatangan kepadanya
membawa sesajian dan sampai-sampai saputangannyapun dianggap
keramat dan jimat yang diyakini oleh orang-orang dapat
menyembuhkan segala penyakit. (Bacalah kisah rasul-rasul
pasal 14:11, 12, 18 dan pasal 28:6 serta pasal 19:12).
INFO NABI PALSU
Semasa Yesus hidup di dunia sebagai nabi Allah, maka ia
pernah memberikan suatu informasi kepada murid-muridnya,
suatu keterangan penting, yaitu bahwa akan datangnya
beberapa Kristus palsu dan Nabi palsu. Berkatalah Yesus
didalam Injil Markus 13: 5, 6, 21, yang bunyinya: Ingatlah
baik-baik jangan kamu disesatkan orang, karena banyak orang
yang datang dengan namaku, katanya: Aku ini Kristus, maka
mereka itu akan menyesatkan banyak orang, dan jikalau pada
waktu itu seorang berkata: “Tengok, inilah Kristus, atau
itulah Kristus” janganlah kamu percaya. Karena beberapa
Kristus palsu akan terbit serta mengadakan pekerjaan yang
ganjih-ganjil dan perbuatan heran yang menyesatkan manusia,
jikalau boleh, daripada orang yang terpilih pula. Dan lagi
Yesus berkata: “Hai, bagi orang yang mendatangkan kesalahan
kepada anak-anak ini, alangkah baiknya kalau batu kisaran
diikatkan dilehernya, dan dicampakkannya kedalam laut.
Tetapi akan hal ini, tak dapat tiada akan berlaku. (Bacalah
Matius 18:6-7 dan Matius 24:1-21)

PAULUSLAH NABI PALSU ITU
Didalam kitab Ulangan 18:18-22 disebutkan tentang ciri-ciri
nabi palsu itu. Berdasarkan kitab Ulangan tadi masa
tanda-tanda nabi palsu itu ada dua ialah:
1. Dengan sombong mengatakan firman yang tiada
disuruhkan oleh Allah.
2. Barang yang dikatakannya tiada akan terjadi.
Cobalah kita proyeksi Paulus dengan proyektor ini. Maka akan
kita dapati:

1. Paulus dalam hal ini telah, bahkan beberapa kali dengan
bangganya mengatakan dirinya rasul, rasul yang dipanggil
oleh Allah, bahkan Paulus itu hakekatnya Kristus. Kita baca
misalnya dalam tulisan atau pengakuannya pada:
a. I Korintus 1:1 bunyinya: dari Paulus, yang dengan
kehendak Allah dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus.
Paulus disini mengatakan bahwa dirinya ialah rasul.
b. Galatia 1:1 bunyinya: Daripada Paulus, seorang rasul
(bukannya daripada manusia, dan bukannya dengan jalan
seorang manusia, melainkan yang ditetapkan oleh Allah
serta Yesus Kristus yang telah bangkit dari antara
orang mati. Suatu kebanggaan yang tiada taranya,
namun herannya, tentang kerasulan Paulus ini tiada
seorang nabi yang terdahulu daripadanya yang pernah
memberitakannya.
c. Galatia 1:12 bunyinya: Karena bukannya aku ini sudah
menerima dia daripada manusia, dan bukannya pula ia
kupelajari, melainkan oleh wahyu daripada Yesus Kristus.
Sekali lagi ia menjelaskan bahwa dirinya telah menerima
wahyu dari Yesus.
d. Galatia 2: 20 Paulus berkata: Adapun aku ini, bukannya
aku lagi tetapi … Kristus.
(Wahai Tuhan kami, ampunilah kiranya dosa orang ini )
e. Galatia 2:2 Paulus berkata pula: Adapun aku ini naik
dengan ilham Rokh.
Kesimpulan seluruhnya ialah bahwa Paulus mendakwakan
dirinya rasul Allah, yang dipilih oleh Yesus sendiri, bahkan
denqan sombongnya ia membedakan dirinya dengan rasul-rasul
yang lain, yang bukan ditunjuk langsung oleh Kristus Yesus.

2. Barang yang dikatakan atau dibawakan atau diajarkan oleh
Paulus tidak pernah benar ataupun kejadian. Ia mengajarkan
bahwa seluruh umat manusia telah jatuh dalam dosa (Rum:
5:18) tersebab oleh seorang manusia, yang dimaksud disini
ialah Adam. Adam berdosa, memakan buah apel, yang telah
diharamkan oleh Allah kepadanya. Maka akibatnya Allah
menghukum dia, beserta anak-cucunya dan seluruh ummat
manusia, yang cantik-cantik dan molek-molek, termasuk para
pastoor dan pendeta-pendeta. Bertanyalah akal kita: Adam
tidak merampok, menodong, ataupun berzina. Ia tidak pula
menentang kekuasaan Allah, misalnya menghojat dllnya. Tetapi
dari suatu pelanggarannya yang kecil itu, seluruh ummat
manusia dikenai hukuman. Adilkah Allah itu? Dan mengapakah
kami yang tiada tahu-menahu tentang Adam ini disuruh pula
menanggung dosanya? Lebih tidak adil lagi, menurut kita,
bila Paulus kemudian mengajarkan, bahwa untuk menebus sekian
tunmpukan dosa-dosa itu Allah kemudian menyalibkan anakNya
yang tunggal. Dengan kata lain maka Yesus si putera Allah
itu disalibkan karena gara-gara sebuah apel. Berhubung Yesus
ialah juga Allah yang mutlak, maka kesimpulannya ialah Allah
disalibkan oleh Allah lantaran sebuah apel. Alangkah
memalukan, tetapi juga menggelisahkan bilamana seorang
presiden terpaksa harus digantung dimuka umum karena ada
seorang diantara rakyatnya yang mencuri. Presiden itu harus
mati, karena seorang rakyatnya yang mencuri.

Sarjana-sarjana sekarang ini, terutama di dunia barat
sendiri tidak habis-habis mengerti bagaimana prosedurnya,
bila kita mencintai Tuhan Yesus dengan bhakti yang luar
biasa, tetapi kenyataannya setiap hari pula kita memakani
dan meminumi tubuh dan darah Tuhan Yesus itu dalam missa
yang kudus. Mereka, sarjana-sarjana barat (tidak termasuk
Kreamer, Van der Plass, Rifai Burhanuddin), merasa kasihan
dan malu, mendengar Yesus putera Allah disalib, diludahi dan
dicemeti 40 kali banyaknya, masih pula dimahkotai dengan
duri. Dan Yesus (baca: Allah) disiksa begini adalah karena
Adam tanpa sengaja mengikuti bujukan Hawa isterinya untuk
memakan apel. Allah yang maha suci menerima korban darah
anakNya.

Allah yang maha suci kini ternyata lebih dan jauh lebih
kejam dari pada seekor singa. Bukankah seekor singa tidak
akan memakan anaknya? Dan bukankah kemurkaan Allah hanya
bisa dipadamkan oleh darah anaknya? Andailkan Yesus tidak
mau disalib, bukankah sampai saat ini Allah masih
meronta-ronta dalam kehangatan kemurkaannya? Maukah saudara
memakan daging anaknya sendiri dan meminum darah anak
saudara? Nah disitulah jawabnya. Insyaflah saya jadinya
bahwa bukannya kemuliaan sebenarnya yang diberikan Paulus
kepada Allahnya, tetapi suatu penghinaan yang tiada taranya
dimuka bumi ini. Paulus lebih berdosa daripada Lucifer si
malaikat korek api yang telah terkutuk itu. Bayangkanlah,
Lucifer hanya menganggap dirinya sama dengan Allah. Paulus
didalam hal ini bahkan menghina Allah. Itulah mungkin
makanya Yesus mengatakan: “Alangkah baiknya bila orang yang
mendatangkan kesalahan kepada anak-anakKu ini dibuang saja
kedalam laut dengan bandul batu dilehernya.” Seseorang yang
menyamakan dirinya dengan Presiden, mungkin dianggap gila,
dus tidak ditangkap. Tetapi percayalah, bila seseorang
berani menghina seorang presiden, hukuman apakah kira-kira
sang bakal diterimanya …
Catatan:
Dulu dari Kristen membantah kan sekarang ini biasalah ada orang dwi
kewarganegaraan makanya terus saya buat istilah ber KTP 3.Tidak
salah orang ber KTP 3 itu tapi mbok bilang kesemua orang itu yang
sama.Jangan ke Yahudi bilang aku Yahudi,ke orang Gerika aku Gerika
dsb bilang saja aku ini Tri kewarganegaraan,jadi tidak tak katain
bunglon.

Shalom,
Tawangalun

Matius24:5. 7 .sebab banyak orang akan datang dengan memakai namaKu
dan berkata:Akulah Mesias,dan mereka akan menyesatkan banyak orang.
Atas dasar ayat tsb waspadailah (nggak usah nuduh) bahwa tatkala
Paulus memasuki Damaskus ia rebah tak sadar,jare ketemu Yesus ngomong
tentang ideology Trinitas.
OK lalu kita test dulu Paulus ini : Capasitas anda sebagai Nabi /Rasul
opo bukan,kalau jawabnya saya ini nabi maka umat yesus sekarang ini
bisa langsung memvonis kamu berarti Nabi palsu soale kok mati
terbunuh(Ulangan18:20).
La kalau Paulus bilang saya bukan Nabi,maka umat yesus sekarang
tinggal memasukkan hal2 yang dia lihat waktu ketemu Yesus dalam
keadaan tak sadar tadi sebagai suatu Hadits Yesus,tapi kedudukan
hadits itu lebih rendah dari Injil,KAN DIA MELIHAT Yesus bukan pas
melek/sadar.
Saya kasih masukan kalau di Islam Hadits itu ada yang Sahih ada yang
tidak sahih tapi kalau ada yang mau ngikuti hadits tak sahih ya monggo
asal yakin hatinya.Tapi kalau ada hadits walaupun sahih tapi jelas
berlawanan Quran maka akan kalah.Injil(yang Firman Yesus langsung)
harus digunakan sumber dari segala sumber hukum .
Syarat Hadits sahih:
1.Yang melihat tindakan /ucapan Rasul tadi harus punya track record jujur.
2.Kalau dia kurang jujur harus ada 2 orang lebih yang
menyaksikan,makin banyak saksi makin sahih.
Padahal hadits yang dibawa Paulus tadi belum2 sudah benturan dengan
Hukum yang terutama dari Yesus.Hadits Paulus dengan Injil akan kalah.
Apalagi ideology Trinitas yang dibawanya yang katanya dari Yesus kok
identik dari agama lamanya (ORPHOUS),disana nama Tuhan Putra yang
disalib adalah Bagreus dan Tuhan bapanya bernama Zagreus.Tambah lagi
hadits Paulus tsb kok ditentang oleh 12 murid Yesus ini ada
apa?padahal mereka itu oleh Yesus sudah dijanjikan menduduki tahta
yang tinggi disurga (Matius 19:28) yo saya lebih percaya kedia
lah.Jadi andaikata Yesus mau memberikan ajaran trinitas dia pasti
memberitahu kpd 12 murid nya duluan,bukannya keorang yang track
recordnya pernah mbunuhi wong Kristen yang taat.Yang terjadi kok 12
murid gak tahu malah wong anyar yang hanya pinter ngomong yang katanya
dikasih tahu Yesus waktu Yesus sudah wafat dan dlm keadaan tak sadar
lagi. Taruhlah apa kata Tiwul benar bahwa Paulus memiliki
kewarganegaraan Yahudi ya,Roma ya,Tarsus ya,mbok dalam memberikan
kesaksian bilang saja saya ini punya KTP 3 jadi dia tdk saya tuduh
plinplan.La dia didepan wong Tarsus ngatain wong Yahudi itu sunat
apaan gak perlu,nanti didepan wong Yahudi ngatain wong Tarsus itu
percaya dewa dewa dsb,eh ini guyon ding.Saya tambah curiga sama Paulus
setelah turis2 yang sudah pernah tour ke Mesir pasti dibawa ketempat
Mummy Firaun yang ngemban salib.dan kebetulan puta Dewa Matahari Mesir
itu lahirnya juga 25 Desember (dipakai sebagai hari Natal) dan matinya
yo disalib.Padahal Kristen versi Paulus itu datangnya belakangan dari
Mesir kuno.Itulah yang diduga yang mbisiki (mengilhami)Paulus.
Artikel dari sahabat,
Tawangalun.

1.Kajian kristologi….Informasi ..Alkitab…Kontroversi kitab suci agama kristen

BERIKUT INI ADALAH SEBAGIAN INFORMASI YANG SELAMA INI DISEMBUNYIKAN OLEH GEREJA AGAR UMAT KRISTEN / KATHOLIK TIDAK MEMPELAJARI ALKITAB MEREKA SENDIRI SECARA MENDALAM, APALAGI SAMPAI DENGAN MEMBANDINGKAN ANTAR SATU KITAB DENGAN KITAB LAIN, SANGAT DILARANG KERAS.

————————————————————————————–

INDEKS AL-KITAB


Kitab agama ini adalah milik umat Kristiani, dikenal dengan sebutan Alkitab atau Bibel (Inggris : Bible, Jerman : Bijbel), terdiri dari dua bagian kitab, yaitu Kitab Perjanjian Lama (PL) dan Kitab Perjanjian Baru (PB). Di dalam Perjaniian Lama Tuhan pernah berfirman bahwa orang-oran Israel itu sangat durhaka dan hobi merubah-rubah kitab suci (baca: Kitab Mikha 3:1 – 12 dan Ulangan 31:27). Akibatnya, kitab suci ini menjadi bercampur-baur antara kebenaran ilahi dan kesalahan-kesalahan manusiawi yang ditulis oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Maka Alkitab tidak boleh dibaca dengan doktrin yang harus diterima apa adanya bahwa Alkitab itu pasti baik dan benar, karena Tuhan telah mengaruniakan akal budi kepada setiap manusia. Akal budi inilah yang mendatangkan karunia (Amsal 13:15). Tanpa akal budi mengakibatkan kebodohan dan kebinasaan (Amsal 1 0:21). Gunakanlah akal untuk menguji dan menyaring Alkitab antara ayat-ayat firman Tuhan dan ayat-ayat buatan manusia. Sesuai dengan perintah berikut : “Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik” (I Tesalonika 5: 2 1).

AYAT-AYAT ILLAHI :


Tuhan itu Esa (monotheisme), bukan Trinitas
1. Tauhid Nabi Musa (Ulangan 4:35, Ulangan 6:4, Ulangan 32:39).
2. Tauhid Nabi Daud (II Samuel 7:22, Mazmur 86:8).
3. Tauhid Nabi Sulaiman (I Raja-raja 8:23).
4. Tauhid Nabi Yesaya (Yesaya 43: 10-11, Yesaya 44:6,Yesaya 45:5-6, Yesaya 46:9).
5. Tauhid Yesus (Markus 12:29, Yohanes 5:30, Yohanes 17:3).

Yesus bukan Tuhan dan tidak sama dengan Tuhan
1. Yesus lebih kecil daripada Tuhan (Yohanes 10:29).
2. Tuhan lebih besar dari pada Yesus (Yohanes 14:28).
3. Yesus duduk di sebelah kanan Tuhan (Markus 16:19, Roma 8:4).
4. Yesus berdiri di sebelah kanan Tuhan (Kisah Para Rasul 7:56).
5. Allah tahu kapan datangnya kiamat, sedang Yesus tidak tahu (Matius 24:36).
6. Yesus bersyukur kepada Tuhan (Matius ll:25, Lukas 10:21).
7. Yesus berteriak memanggil Tuhan (Mati us 27:46, Markus 15:34).
8. Yesus menyerahkan nyawanya kepada Tuhan (Lukas 23:44-46, Yohanes 19:30).
9. Yesus disetir oleh Tuhan (Yohanes 5:30).

Yesus adalah utusan Tuhan (Rasul Allah)
Dalil : Markus 9:37, Yohanes 5:24, 30,7:29,33,8:16,18,26,9:4,10:36,II:42,13:20,16:5, 17:3,8,23,25.

Tidak ada dosa waris dan Penebusan dosa
Para nabi Allah tidak ada yang mengajarkan Dosa Waris dan Penebusan Dosa. Risalah Allah yang dibawa oleh semua nabi-Nya itu pada hakekatnya sama saja, yaitu Tauhid dan amal shalih. Semua nabi menekankan adanya tanggung jawab individu atas segala perbuatan setiap manusia (Yehezkiel 18:20, Ulangan 24:16, Matius 16:27, Yeremia 31:29-30, II Tawarikh 25:4).

Nubuat akan datangnya seorang nabi akhir setelah Yesus
Dalam Alkitab masih dapat ditemukan nubuat-nubuat para nabi yang memberikan sinyalemen akan datangnya seorang nabi terakhir yang menutup keberadaan para nabi sebelumnya. Keberadaan nabi terakhir yang pamungkas ini sangat penting artinya untuk kesempurnaan ajaran Tuhan kepada manusia di muka bumi.

Namun, nubuat itu disampaikan dalam bentuk sandi-sandi bahasa yang dapat dipahami dengan penafsiran yang membutuhkan pemikiran akal yang tinggi.

Ayat-ayat yang dimaksud adalah :
1. Ulangan 18:18-20, tentang nabi diluar bani Israel dengan ciri-ciri: nabi seperti musa, tidak mati terbunuh dan semua perkatannya terjadi.
2. Habakuk 3:3 jo. Ulangan 33;1-3, tentang nabi yang berhasil menegakkan syariat agama di tanah Arab.
3. Yesaya 29:12, nabi yang tidak bisa membaca.
4. Yesaya 41:1-4, nabi yang bisa perang, punya keturunan dan sudah lama ditunggu-tunggu oleh bangsa yang tertindas sebagai pembebas dan penyelamat dari penindasan kaum yang zalim.
5. Yesaya 42:1-4, nabi yang menegakkan hukum kepada bangsa-bangsa lain dan tidak pernah berteriak dengan suara nyaring.
6. Yeremia 28:9, tentang nabi yang membaw a damai.
7. Kejadian 49: 1, 10 dan Matius 21: 42-43, nabi tersebut keturunan nabi Ismail.
8. Yohanes 1: 19-25, datangnya setelah zaman Yahya dan Yesus.
9. Yohanes 16:7-1 5, nabi yang mendapat julukan “Penolong yang lain” dengan ciri-ciri: manusia biasa, memiliki gelar `penghibur’ dan ‘al-amin/orang benar jujur terpercaya’, tidak berkata-kata dari dirinya sendiri dan memuliakan nabi Isa dengan alaihisalam.
10. Dan lain-lain.

AYAT-AYAT BUATAN MANUSIA :


Ayat-ayat Porno (cabul)
1 Yehezkiel 23: 1-21, ayat-ayat jorok tentang seksual.
Diceritakan di dalamnya penyimpangan seksual yang sangat berbahaya bagi perkembangan psikologis bila dibaca oleh anak-anak di bawah umur. Ada kalimat-kalimat yang sangat cabul dengan menyebut buah dada, buah zakar, menjamah-jamah, memegang-megang, birahi, dan lainlain.

2. Yehezkiel 16: 22-38, ayat porno yang bugil-bugil.
“….Waktu engkau telanjang bugil sambil menendang nendang dengan kakimu …. (ay.22). “…dan menjual kecantikanmu menjadi kekejian dengan meregangkan kedua pahamu bagi setiap orang yang lewat, sehingga persundalanmu bertambah-tambah” (ay.25.”Engkau bersundal dengan orang Mesir, tetanggamu, si aurat besar itu…..”(ay.26). “engkau bersundal juga dengan orang Asyur, oleh karena engkau belum merasa puas ya, engkau bersun dal dengan mereka, tetapi masih belum puas” (ay.28). “Betapa besar hawa nafsumu itu, demikianlah firman Tuhan ALLAH” (ay. 30). “….engkau yang memberi hadiah 1 umpan kepada semua yang mecintai engkau sebagai bujukan, supaya mereka dari sekitarmu datang kepadamu untuk bersundal” (ay. 33). Aku akan menyingkap auratmu di hadapan mereka, sehingga mereka melihatseluruh kemaluanmu: (ay.37).

3. Ulangan 23: 1-2, Tuhan menyebut “Buah Pelir”.

4. Hosa 3: 1, nabi Hosea disuruh Tuhan untuk mencintai perempuan yang suka bersundal (pelacur) dan berzinah. Jika benar bahwa Tuhan pernah menyuruh nabi-Nya untuk mencintai pelacur, semua laki-laki akan rebutan menjadi nabi. Dan, semua wanita akan rebutan untuk menjadi pelacur, supaya dicintai oleh nabi Allah.

5. Kidung agung 4:1-7, puisi rayuan yang memuji kecantikan dengan menyebut buah dada dan susu.

6. Kejadian 38:8-9, kisah asal-usul onani (masturbasi) oleh leluhur Yesus.

7. Kidung Agung 7:6-13. Puisi Kenikmatan Cinta yang memuji kecantikan dan cinta yang memakai kata-kata seksual, yakni keindahan buah dada dan keinginan untuk memegang-megang buah dada. “Sosok tubuhmu seumpama pohon korma dan buah dada gugusannya. Aku ingin memanjat pohon korma itu dan memegang gugusan gugusannya.Kiranya buah dadamu seperti gugusan anggur.

Pelecehan Alkitab (Bibel) kepada Tuhan
1. Tuhan menyesal dan pilu hati? (Kejadian 6:5-6, Keluaran 32:14).
2. Tuhan mengah-mengah, megap-megap, dan mengerang seperti perempuan yang melahirkan? (Yesaya 42:13).
3. Roh Tuhan melayang-layang (terapung-apung) di atas permukaan air? (Kejadian 1:1-2).
4. Tuhan jorok, menyuruh makan tahi? (Yehezkiel 4:12-1 5).
5. Tuhan kelihatan alas kaki-Nya? (Keluaran 24:10).
6. Tuhan merasa jenuh/jemu/bosan? (Yeremia 15:6).
7. Tuhan petak umpet dengan Adam? ( Kejadian 3:8-10).
8. Tuhan besanan dengan manusia? (Kejadian 6:2).
9. Tuhan kalah dalam du el melawan Yakub? (Kejadian 32:28).
10. Tuhan bersiul memanggil manusia? (Zakharia 10: 8).
11. Tuhan bersuit? (Yesaya 7: 18, Yesaya 5: 26).
12. Tuhan menengking? (Yeremia 25: 30)
13. Tuhan lelah kepayahan dan kecapaian? (Keluaran 31: 17).
14. Tuhan menyuruh mencintai pelacur? (Hosea 3:1).
15. Tuhan kelihatan punggungnya-Nya? (Keluaran 3 3: 23).

Pelecahan Alkitab (Bibel) kepada Para Nabi Allah
1 . Nabi Nuh mabuk-mabukan sampai teler dan telanjang bugil (Kejadian 9: 18-27).

2. Nabi Luth menghamili kedua putri kandungnya sendiri dalam dua malam secara bergiliran (Kejadian 19:30-38). Heboh … !!! Skandal seks ayah dan anak kandung oleh nabi??

3. Nabi Daud melakukan skandal seks dengan Batsyeba, istri anak buahnya sendiri. Setelah Batsyeba mengandung suaminya dibunuh oleh Daud, kemudian Batsyeba dinikahi Daud diboyong ke istana (II Samuel l l: 2-27).

4. Ketika sudah tua, Nabi Daud tidur d engan perawan yang masih muda (I Raja-raja 1: 1-3).

5. Nabi Yakub bekerja sama dengan ibu kandungnya untuk membohongi dan menipu ayah kandungnya, supaya Israel diberkati (Kejadian 27: 1-46).

6. Yehuda (putra Nabi Yakub) menghamili menantunya sendiri (Kejadian 38: 13-19). Skandal seksa ayah dan menantu dalam kitab suci!?

7. Absalom (putra Nabi Daud) memperkosa gundik ayahnya sendiri (11 Samuel 16: 21-23). Perselingkuhan anak dengan ibu (gundik ayah) dalam Kitab Suci?!

8. Amnon (putra Daud) memperkosa saudara perempuannya (II Samuel 13: 7-14). Incest antara anak nabi dengan saudaranya sendiri ?!?

9. Ruben (putra tertua Nabi Yakub) melakukan hubungan seks dengan Bilha, gundik ayahnya (Kejadian 35:22). Gundik ayah diperkosa anaknya sendiri ?!?

10. Nabi Sulaiman (Salomo) tidak taat kepada Tuhan karena lebih mencintai 700 istri dan menyimpan 300 gundik (I Raja-raja 11:3) Mustahil ada nabi yang rakus w anita..

11. Nabi Harun membuat dan menyembah patung emas (Keluaran 32:2-4).

12. Nabi Isa (Yesus) orang bodoh, idiot, dan emosional. Pada waktu bukan musim buah ara, Yesus mengutuk pohon ara yang tidak berbuah (Markus ll: 12-14; bandingkan: Yohanes 2:4 dan Yohanes 7:8-10).

Catatan : Nama-nama pezinah tersebut ada dalam silsilah yesus (Matius 1:1-17 dan Lukas 3:23-38).

Ayat-ayat yang tidak masuk akal (irasional)
1. Anak lebih tua 2 tahun daripada ayahnya pada waktu II Tawarikh 21:5,20, Yoram berusia 32 tahun jadi raja dan memerintah Yerusalem selama 8 tahun lalu meninggal (pada usia 40 tahun). II Tawarikh 22: 1-2, Setelah Yoram meninggal, dia digantikan Ahazia, anaknya pada usia 42 tahun. Jadi, Ahazia lebih tua 2 tahun daripada ayahnya.

2. Usia 11 tahun sudah tidak punya anak
Ahas berumur 20 tahun ketika naik dan memerintah kerajaan selama 16 tahun (II Raja-raja 16:2). Sepeninggal Ahas, t ahta kerajaan diganti oleh Hizkia, anaknya (II Rajaraja 16: 20). Hizkia berusia 25 tahun waktu naik tahta menjadi raja (II Raja-raja 18: 2).
Jadi, dalam usia 11 tahun Ahaz sudah punya anak ??!!

3. Tuhan salah hitung
Kejadian 46: 8-1 5, disebutkan daftar nama-nama bani Israel yang datang ke Mesir berjumlah 34 nama. Padahal pada ayat 1 5 disebutkan “Jadi seluruhnya, laki-laki dan perempuan, berjumlah 33 jiwa”. Pakai Tuhan tidak pandai berhitung ??

Ayat-ayat yang mustahil dipraktekkan

1. Hukum Sabat
Hari Sabat (Sabtu) adalah hari Tuhan yang harus dikuduskan. Pada hari itu setiap orang dilarang bekerja, dilarang memasang api di rumah (lampu, kompor, dan lain-lain) karena Sabat adalah hari perhentian penuh. Orang yang bekerja pada hari Sabtu harus dihukum mati (Keluaran 20:8-11,31:15,35:2-3).
Ayat ini mustahil dipraktekan di jaman modem. Siapa yang sanggup mengamalkan ? Siapa yang mau dibunuh apabila melanggar huku m Sabat ?

2. Bunuh orang kafir dan musyrik!! (Ulangan 13: 6-9)
Ayat ini memeiintahkan kewajiban membunuh orang yang mengajak menyembah tuhan selain Allah. Ayat ini tidak bisa diterapkan. Buktinya umat Yahudi dan Kristen tidak pernah membunuh umat Hindu, Budha, Kong Hu Chu, dan lain-lain.

3. Dilarang memakai pakaian yang dibuat dari pada dua jenis bahan (Imamat 19: 19).
Bila ayat ini diamalkan, maka manusia akan kembali kepada jaman primitif, ketinggalan jaman, ketinggalan gaya dan tidak modernis.

4. Cungkil mata yang menyesatkan orang untuk berbuat dosa (Matius 5:29).
Secara Letterlijk maupun Figuurlijk, ayat ini mustahil dipakai. Bila diterapkan, maka banyak orang Kristen menjadi buta.

5. Potong kaki dan tangan orang yang menyesatkan ke arah dosa (Matiusl8:8-9)
Secara Letterlijk maupun Figuurlijk, ayat ini mustahi dipakai. Bila diterapkan, maka banyak orang kristen menjadi pincang dan buntung.

< B>6. Dilarang melawan penjahat (Matius 5: 39-44)
Ayat ini mustahil dipraktekkan di masyarakat manapun. Bila ajaran ini diterapkan, maka menghancurkan tatanan sosial dan keamanan masyarakat. Apa jadinya di masyarakat apabila suatu kejahatan tidak dilawan ? Tidak melawan kejahatan berarti mendukung kejahatan. Bila kejahatan tidak dilawan, berarti mendukung kejahatan.
Bila kejahatan tidak dilawan, maka kriminalitas akan meningkat dan subur berkembang.

7. Kasihilah musuhmu (Lukas 6: 27-29). Ajaran ini sangat menguntungkan penjajah.

8. Dilarang membawa perbekalan, dilarang membawa dua helai baju dan dilarang membawa kasur dalam pedalanan (Matius 10:9-10). Kenyataannya, umat Kristen sendiri tak ada yang bisa mengamalkan ayat ini.

Ayat-ayat takhayul (mistis)
Simson (Inggris: Samson) adalah utusan Tuhan yang sakti mandraguna selama rambutnya tidak dicukur. (Hakim-hakim 16:1-22).

Diceritakan dalam kitab Hakim-hakim 16:1-22 bahwa Samson adalah utusan Tuhan yang sakti mandraguna. Dia bisa mencabut kedua daun pintu gerbang kota beserta kedua tiang dan semua palangnya, Ialu semuanya diletakkan di atas kedua bahunya dan dipindahkan ke puncak gunung (ay. 3). Tapi sayangnya dia jatuh cinta kepada seorang pelacur (wanita sundal) yang bernama Delila. Mala Delila disewa oleh raja Filistin dengan bayaran 1100 uang perak untuk mencari rahasia Samson (ay. 5).

Di atas pangkuan pelacur Delila, akhimya Samson tergoda rayuan dan bujukan sehingga membuka rahasia kesaktiannya. Bahwa selama rambut kepalanya tidak dicukur, maka seluruh kekuatannya akan musnah dan dia menjadi orang lemah (ay. 17). Maka setelah nabi Samson tertidur di atas pangkuan pelacur Delila, rambutnya dicukur. Lalu musnahlah seluruh kesaktiaan dan kekuatan Samson. (ay.19). Kemudian kedua mata Samson dicungkil sehingga jadilah Samson buta mata akibat rahasia kesaktiannya dicukur (ay. 21).

Cerita ini adalah cerita takhayul (mistik) yang biasanya berkembang di masyarakat primitif.

Ayat-ayat Diskrimatif
Perbuatan riba (rente) dilarang dilakukan kepada Israel, tapi boleh dilakukan kepada non Israel (Ulangan 23: 19-20).
Ayat ini jelas buatan orang Yahudi, sebab tidak mungkin Tuhan berlaku diskiiminatif dengan melarang mengambil bunga uang kepada bangsa Yahudi, sementara mengambil bunga kepada orang selain Yahudi diperbolehkan. Dan sangat bertentangan dengan kitab Keluaran 22: 25: “Jika engkau meminjamkan uang kepada salah seorang umat-Ku, orang miskin diantaramu, maka janganlah engkau berlaku sebagai penagih hutang terhadap dia: janganlah kamu bebankan bunga kepadanya”.

Ayat-ayat Ramalan Bibel yang meleset tak terpenuhi

1. Ramalan Paulus tentang kedatangan Yesus (I Tesalonika 4: 16-17).
Dalam ayat ini Paulus meramalkan bahwa setelah kebangkitan Yesus dari kubur, dia dan seluruh pengikutnya yang masih hidup itu akan diangkat bersama-s ama dengan Yesus dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Ramalan ini tidak terpenuhi bukan Yesus yang menjemput Paulus, tapi pedang kaisar Nero yang memenggal leher Paulus di Roma tahun 64 M.
Ramalan Paulus ini tidak akan terjadi, meski dia diberi waktu 2000 tahun lagi untuk menunggu kegenapan nubuatnya.

2. Ramalan kedatangan Yesus (Matius 10:23, 16:28, Markus 9:1 dan Lukas 9:27).
Yesus menubuatkan bahwa dia dan kerajaan Allah akan datang sebelum para muridnya selesai mengunjungi kotakota Israel. Ramalan ini meleset jauh, sebab sampai saat ini Yesus belum juga turun datang kembali ke dunia. Padahal para murid Yesus sudah mati semua 2000 tahun yang Ialu.

3. Hak keturunan Abraham (Kejadian 21: 12).
Dalam ayat ini Tuhan menubuatkan bahwa yang disebut keturunan Abraham adalah berasal dari Ishak. Nubuat ini meleset jauh besar, Sebab dalam I Tawarikh 1:28-30 Ismail juga disebut sebagai anak keturunan Abraham.

4. Ramalan Tuhan Melese t (Yeremia 34:4-5)
Dalam ayat Tuhan berfirman bahwa Zedekia, raja Yehuda tidak akan mati oleh pedang, melainkan akan mati dengan damai. Nubuat ini meleset jauh, dalam kitab Yeremia 52: 10-11 diceritakan bahwa pada dalam akhir hayatnya Zedekia tewas ditangan raja Babel. Sebelum meninggal, mata Zedekia dibutakan, lalu dibelenggu dengan rantai tembaga. Kemudian ditaruh dalam rumah hukuman sampai meninggal.

5. Nubuat Tuhan tidak terjadi (Yeremia 36: 30).
Dalam kitab Yeremia 36:30 Tuhan berfirman bahwa keturunan Yoyakim tidak ada yang naik tahta kerajaan Daud. Nubuat ini tenyata meleset. Diceritakan dalam kitab II Rajaraja 24: 6 bahwa sepeninggal Yoyakim, yang naik tahta menggantikannya adalah Yoyakin, anaknya.

AYAT-AYAT KONTRADIKSI :


Kontradiksi Perjanjian Lama
1. Siapakah anak Daud yang kedua ?
a. Kileab (II Samuel 3: 2-3).
b. Daniel (I Tawarikh 3: 1)

2. Di Yerusalem, Daud mengambil beberapa gundik atau tidak ?
a. Ya! Daud mengambil beberapa gundik dan istrei (11 Samuel 5: 13-16).
b. Tidak! Daud hanya mengambil beberapa isteri saja (I Tawarikh 14: 3-7).

3. Berapa anak-anak Daud dari gundik di Yerusalem ?
a. 11 orang (Samuel 5: 13-16).
b. 13 orang (I Tawarikh 14 3-7).

4. Di Kota mana Daud mengambil tembaga ?
a. Betah dan Berotai (II Samuel 8: 8).
b. Tibhat dan dari Kun (I Tawarikh 18: 8)

5. Siapa anak Tou yang diutus untuk mengucapkan selamatkepada Daud ?
a. Yoram (II Samuel 8: 10).
b. Hadoram (1 Tawarikh 18: 9- 1 0)

6. Dari orang bangsa saja Daud mengambil perak dan emas untu k Tuhan ?
a. Aram (II Samuel 8: 11-12).
b. Edom (I Tawarikh 18: 14-16).

7. Siapakah panitera (sekretaris) Daud ?
a. Seraya (II Samuel 8: 15-17).
b. Sausa (I Tawarikh 18: 14-16).

8. Berapakah tentara berkuda tawanan Daud ?
a. 1.700 orang (II Samuel 8: 4).
b. 7.000 orang (I Tawarikh 18: 4).

9. Berapa ekor kuda kereta yang dibunuh Daud ?
a. 700 ekor (II Samuel 10: 18).
b. 7.000 ekor (I Tawarikh 19:18).

10. Yang dibunuh Daud, pasukan berkuda atau pasukan jalan kaki ?
a. 40.000 pasukan berkuda (II Samuel 10:8).
b. 40.000 pasukan berjalan kaki (I Tawarikh 19: 18).

11. Siapakah panglima musuh yang tewas di tangan Daud?
a. Sobakh (II Samuel 10: 18).
b. Sofakh (I Tawarikh 19: 18).

12. Daud memerangi Israel atas hasutan Tuhan atau atas bujukan iblis ?
a. Tuhan murka Ialu menghasut Daud (II Samuel 24: 1).
b. Setan bangkit Ialu membujuk Daud (I Tawarikh 21:1)

13. Siapakah kepala Triwira pengiring Yahudi ?
a. Isyabaal, orang Hakhmoni (II Samuel 23: 8).
b. Yasobam bin Hakhmoni (I Tawarikh 11:11).

14. Kepala Triwira Daud membunuh berapa orang ?
a. 800 orang (II Samuel 23:8).
b. 300 orang (I Tawarikh 11:11).

15. Berapakah angkatan perang Daud dari orang Israel ?
a. 800 orang (II Samuel 24: 9).
b. 1.100.000 orang (I Tawarikh 21:5).

16. Berapakah angkatan perang Daud dari orang Yehuda ?
a. 500.000 orang (11 Samuel 24:9).
b. 470.000 orang (I Tawarikh 21:5).

17. Berapakah kandang kuda milik Salomo (Sulaiman ?
a. 40.000 kandang (I Raja-raja 4:26).
b. 4.000 kandang (II Tawarikh 2:2).

18. Berapa mandor pengawas kerajaan Salomo (Sulaiman)?
a. 3.300 mandor (1 Raja-raja 5:16).
b. 3.600 mandor (II Tawarikh 2:2).

19. Berapa bat air di Bait Suci buatan Salomo ?
a. 2.000 bat air (I Raja-raja 7:26).
b. 3.000 b at air (II Tawarikh 4:5).

20. Berapakah jumlah keturunan Yakub seluruhnya ?
a. 66 jiwa (Kejadian 46:26).
b. jiwa (Keluaran 1:5).

21. Yang diharamkan, kelinci ataukah kelinci hutan ?
a. Kelinci (Imamat ll: 6).
b. Kelinci hutan (Ulangan 14: 6).

22. Yang haramkan, babi ataukah babi hutan ?
a. Babi hutan (Ulangan 14: 8, Imamat ll: 7).
b. Babi (Yesaya 66: 17).

23. Berapa lama Yoyakhim menjadi raja di Yerusalem ?
a. 3 bulan (11 Raja-raja 24: 8).
b. 3 bulan 10 hari (11 Tawarikh 36: 9).

24. Berapa lama Yesua dan Yoab yang pulang kembali ke Yerusalem dan Yehuda dari pembuangan Nebukadnezar ?
a. 2.812 orang (Ezra 2:6).
b. 2.818 orang (Nehemia 7:11).

25. Berapa anak-anak Benyamin ?
a. 10 orang (Kejadian 46:21).
b. 5 orang (Bilangan 26:38-39).
c. 3 orang (I Tawarikh 7:6).
d. 5 orang (1 Tawarikh 8:1-5).
Komentar Silsilah anak Benyamin itu, semuanya tidak sama b aik nama maupun jumlahnya.

26. Berapa cucu Benyamin (anak-anak Bela) ?
a. 5 orang (I Tawarikh 7:7).
b. 9 orang (I Tawarikh 8:3-5).
c. 2 orang (Bilangan 26:40).
Buka dan bacalah ayat yang dimaksud. Terlihat jelas bahwa semua nama dan jumlah cucu Benyamin tidak ada yang sama.

27. Tuhan salah dalam batasan usia ?
a. Tuhan membatasi umur manusia hanya 120 tahun saja “Berfirman Tuhan: “Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja” (Kejadian 6:3). “Maka berkatalah TUHAN,’Aku tidak memperkenankan manusia hidup selama-lamanya; mereka mahluk fana, yang harus mati. Mulai sekarang umur mereka tidak akan melebihi 120 tahun” (Kejadian 6:3, Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari).
b. Batasan usia dari Tuhan itu salah besar, karena banyak orang yang usianya melebihi 120 tahun. Adam hidup selama 930 tahun (Kej. 5:3-5), Set hidup selama 912 tahun ( Kej. 5:6-8), Enos hidup selama 905 tahun (Kej.9-11), Keenam hidup selama 9 1 0 tahun (Kej. 5:12-14), Mahalaleel hidup selama 895 tahun (Kej. 5:15-17), Yared hidup selama 962 tahun (Kej. 5:18-20), Henokh hidup selama 365 tahun (Kej. 5:21-23), Metusalah hidup selama 969 tahun (Kej. 5:25-27), Lamekh hidup selama 777 tahun (Kej. 5:28-32), Nuh hidup selama 950 tahun (Kej. 9:29), Sem hidup selama 600 tahun (Kej. 11: 10-11), Arpakhsad hidup selama 438 tahun (Kej. 11:12-13), Selah hidup selama 433 tahun (Kej. ll: 14-15), Eber hidup selama 464 tahun (Kej. ll:16-17). Peleg hidup selama 239 tahun (Kej. ll:18-19), Rehu hidup selama 239 tahun (Kej.11: 22-21), Serug hidup selama 230 tahun (Kej. 11: 24-25), Sara hidup selama 127 tahun (Kej. 23: 1-2), Ismael hidup selama 137 tahun (Kej. 25:17), Nahor hidup selama 148 tahun (Kej. ll: 24-25), Yakub hidup selama 147 tahun (Kej. 47: 28), Lewi hidup selama 137 tahun (Kej. 6:15), Kehat hidup selama 133 tahun (Kej. 6:19), Harun hidup selama 123 ta hun (BH 33:39), Ayub hidup selama 140 tahun (Ayub. 42: 16-17).

28. Tuhan menyesal atau tidak ?
a. Tuhan tidak punya sifat menyesal (I Samuel 15:29, Bilangan 23:19).
b. Tuhan menyesal dan pilu hati karena telah menciptakan manusia yang akhimya cenderung berbuatjahat di muka bumi (Kejadian 6:5-6). Tuhan menyesal karena telah Saul sabagai raja di Israel (I Samuel IS: 10-11, 35). Tuhan menyesal setelah mengacungkan tangan ke Yerusalem (II Samuel 24:16).Tuhan menyesal karena telah merancang malapetaka (Yeremia, 26:3, Yeremia 42:10, Keluaran 32: 14).

29. Tuhan bisa dilihat atau tidak ?
a. Tuhan tidak bisa dilihat dan didengar (Yohanes 5: 37,I Timotius 1:17, I Timotius 6:16, Keluaran 33: 20, I Yohanes 4:12).
b. Tuhan bisa dihhat dengan mata kepala (Keluaran 33:11), Kejadian 18:1, Yohanes 5:37), Keluaran 33:20; I Timotius 6:16, I Timotius 1: 17,I Yohanes 4:12, Kejadian 26:24).
c. Tuhan kelihatan kaki-Nya (Keluaran 24:9-10).
d. Tuhan keli hatan sedang duduk (Yesaya 6:1).
e. Tuhan bias dilihat dari jauh(Yeremia 31:3).

Sebenarnya masih ada ratusan lagi daftar kontradiksi dalam Perjanjian Lama. Tapi karena keterbatasan ruang muat, maka dalam indeks ini dicukupkan sampai disini daftar ayat kontradiksi dalam Perjanjian Lama. Untuk selengkapnya baca buku “Fakta Dan Data Kepalsuan Alkitab (Bibel)” yang akan segera terbit.

Kontradiksi Perjanjian Baru :


Silsilah Yesus dalam Alkitab bisa dilihat di dua kitab Injil yaitu Injil Matius 1:1-17 dan Injil Lukas 3: 23-38. sementara injil Markus dan Injil Yohanes diam seribu bahasa tak tahu menahu tentang silsilah Yesus.

1. Siapakah leluhur Yesus dari Adam sampai dengan Abraham?
a. Lukas menuliskan 21 nama dalam silsilah dari Adam sampai dengan Abraham.
b. Matius tidak menuliskan satu nama pun dalam silsilah dari Adam sampai dengan Abraham. Apakah Tuhan tidak memberikan inspirasi Yesus kepada Matius ? Apakah Tuhan pilih kasih terhadap Lukas ? Padahal Lukas termasuk dalam daftar murid Yesus di Injil Matius 10:2-4.

2. Berapa nama silsilah dari Abraham sampai dengan Daud ?
a. Lukas mencatat 15 nama dari Daud sampai dengan Yesus.
b. Matius hanya mencatat 14 nama dari Daud sampai dengan Yesus.

3. Dalam silsilah dari Abraha m sampai dengan Daud, siapakah anak Hezron?
a. Anak Hezron adalah Arni (Lukas 3: 33).
b. Anak Hezron adalah Ram (Matius 1: 3).

4. Berapa nama silsilah Daud sampai dengan Yesus ?
a. Lukas mencatat 43 nama dari Daud sampai dengan Yesus.
b. Matius hanya mencatat 28 nama dari Daud sampai dengan Yesus.

5. Siapakah kakek Yesus ?
a. Yakub (Matius 1:6).
b. Eli (Lukas 3:31).

6. Siapakah anak daud yang menurunkan Yesus ?
a. Salomo (Matius 1: 6).
b. Natan (Lukas 3:31).

7. Yesus memasuki Yerusalem naik apa ?
a. Seekor keledai (Markus ll:7; Lukas 19:35).
b. Seekor keledai betina dan seekor keledai (Matius 21:7).

8. Ketika Yesus bertemu Yalrus, apakah anak perempuan Yairus sudah mati?
a. Ya! Sudah mati! (Matius 9:18).
b. Belum mati! Masih sakit dan hampir! (Markus 5: 23).

9. Bolehkah membawa tongkat dan kasut dalam pedalanan ?
a. Ya, boleh ! (Markus 6: 7-9).
b. Tidak, tidak boleh!! (Matius 10: 9- 1 0, Lukas 9: 1-3).

10. Kesaksian Yesus tentang dirinya, benar atau salah ?
a. Tidak benar (Yohanes 5: 31).
b. Benar (Yohanes 8:14).

11. Berapa jumlah orang buta yang bertemu Yesus di Yerikho?
a. Dua orang buta (Matius 20:29-30).
b. Hanya satu orang buta saja (Markus 10:46).

12. Dimana Yesus menemui orang kerasukan setan ?
a. Di Gedara (Matius 8:28).
b. Di Gerasa (Markus 5:1-2).

13. Berapa jumlah orang kerasukan setan yang ditemui Yesus ?
a. Ada 2 orang (Matius 8:28).
b. Hanya 1 orang saja (Markus 5: 1-2).

14. Apa yang diucapkan Yudas di hadapan Yesus ?
a. Salam Rabi (Matius 26: 49).
b. Rabi (Markus 14: 45),
c. Yudas tidak mengucapkan apa-apa/diam (Lukas 22:47).

15. Ketika Yesus berjalan di atas air, bagaimana respon para muridnya ?
a. Mereka menyembah Yesus (Matius 14:33).
b. Mereka tercengang dan bingung (Markus 6:5 1-52).

16. Jam berapa Yesus disalibkan ?
a. Jam sembilan (Markus 15:25).
b. Jam 12 Yesus belum disalibkan (Yohanes 19:14).

17. Yesus membawa damai dan keselematan atau onar ?
a. Yesus menyelamatkan dunia (Matius 5:9, Yohanes 3:17, Yohanes 10:34-36).
b. Yesus membawa onar, pedang dan kekacauan keluarga (Matius 10: 34-36).

18. Apa hukumnya bersunat ?
a. Sunat itu wajib (Kejadian 17:10-14, 17:14, Kejadian 21:4). Yesus tidak membatalkan sunat, (Matius 5: 17-20, Lirkas 2:21). Yesusjuga disunat (lukas 2: 21). Dan orang yang tidak disunat, tidak dapat diselamatkan (Kisah Para Rasul IS: 1-2).
b. Kata Paulus, sunat tidak wajib, tidak berguna dan tidak penting (Galatia 5:6, I Korintus 7:18-19).
19. Bolehkah makan babi ?
a. Babi haram dimakan (Ulangan 14:8, Imamat 11:7, Yesaya 66:17).
b. Kata Paulus, semua daging binatang halal dimakan, tidak ada yang haram (I Korintus 6: 12, I Korintus 10:25, Kolose 2:16, I Timotius 4-5, Roma 14:17).

20. Selain Yesus, adakah yang naik ke sorga ?
a. Tidak ada! Hanya Yesus saja yang pemah naik ke sorga (Yohanes 3: 13).
b. Henokh dan Elia telah naik ke sorga (Kejadian 5: 24, II Raja-raja 2. 1 1).

AYAT-AYAT TUHAN YANG RAGU-RAGU :


Tuhan ragu-ragu dalam ispirasi wahyu-Nya, sehingga memakai kata dugaan “kira-kira”.

Kira-kira jam 3 malam (Matius 14:25, Markus 6:48), kira-kira jam 3 (Matius 27:46), Kira-kira jam 3 petang (Kisah Para Rasul 10: 3) . Kira-kira jam 4 (Yohanes 1:39), Kira-kira jam 5 petang (Matius 20:6), Kira-kira jam 5 (Matius 20:9), Kirakira jam 9 (Kisah Para Rasul 23:23),

Kira-kira jam 9 pagi (Matius 20:3), Kira-kira jam 12 (Lukas 23:44, Yohanes 19:14), (irakira pukul 12 (Matius 20:5, Yohanes 4: 6, Kisah Para Rasul 10:9), Kira-kira 2 jam (Kisah Para Rasul 19:34), Kira-kira 3 jam (Kisah Para Rasul 5:7).

Kira-kira 12 orang (Kisah Para Rasul 19:7), Kira kira 20 orang (I Samuel 14:14), 1 Samuel 25:13, I Raja-raja 22:6, Kisah Para Rasul 5:36), kira-kira 600 orang (1 Samuel 14: 2,1 Samuel 23:13).

Kira-kira 1000 orang (Yudas 9:49), kira-kira dua atau tiga ribu orang (Yosua 7:3), kira-kira 3000 orang (Yosua 7: 4, Yudas 16:27), kira-kira 3000 jiwa (Kisah Para Rasul 2: 41), kira-kira 4000 orang (1 Samuel 4:2, Markus 8:9), kira-kira 5000 orang (Yosua 8:12), kira-kira 5000 laki-laki (Matius 14:21, Lukas 9:14, Yohanes 6:10, Kisah Para Rasul 4: 4).

Kira-kira 10.000 orang (Yudas 3:29), kira-kira lima belas ribu orang (Yudas 8:10), kira-kira 40.000 orang (Yosua 4:13).

Kira-kira 8 hari (Lukas 9: 28), kira-kira 10 hari (1 Samuel 25: 38), Kira-kira 3 bulan (Kejadian 38: 24. Lukas 1: 56), kirakira 12 tahun (Lukas 8: 42), kira-kira 30 tahun (Lukas 3: 23), kira-kira 100 tahun (Roma 4: 19), kira-kira 450 tahun (Kisah Para Rasul 13: 20).

Kira-kira 50 kati (Yohanes 19: 39), kira-kira 200 hasta (Yohanes 21: 8), kira-kira 2000 ekor babi (Markus 5: 13), kirakira 2 mil (Yohanes 11: 18).

KESAKSIAN PARA TEOLOG KRISTEN :


1. Dr.G.C Van Niftrik dan Dr. B.J Bolland :
“Kita tidak usah malu-malu, bahwa terdapat berbagai kekhilafan di dalam Alkitab; kekhilafan-kekhilafan tentang angka-angka perhitungan; tahun dan fakta. Dan tak perlu kita pertanggungjawabkan kekhilafan-kekhilafan itu pada caranya, isi Alkitab telah disampaikan kepada kita, sehingga kita akan dapat berkata: “Dalam naskah aslinya tentu tidak terdapat kesalahan-kesalahan, tetapi kekhilafan itu barulah kemudian terjadi di dalam turunan naskah itu. Isi Alkitab juga dalam bentuknya yang asli, telah datang kepada kita dengan perantaraan manusia” (Dogmatika Masa Kini, BPK Jakarta,1967, hal 298).

2. Dr. Mr D.C Mulder:
“Jadi benarlah Daud itu pengarang Mazmur yang 73 jumlahnya ? Hal itu belum tentu. Sudah beberapa kali kita suci menjumpai gejala bahasa orang Israel suka menggolongk an karangan-karangan di bawah nama orang yang termasyhur ……. Oleh karena itu tentu tidak mustahil pengumpulan-pengumpulan mazmur-mazmur itu (atau orang-orang yang hidup lebih kemudian) memakai nama Daud, karena raja itu termasyhur sebagai pengarang mazmur-mazmur. Dengan kata lain perkataan, pemakaian nama Daud, Musa, Salomo itu merupakan tradisi kuno, yang patut diperhatikan, tetapi tradisi itu tidak mengikat” (Pembimbing ke Dalam Perjanjian Lama, BPK Jakarta, 1963 hal. 205).

3. Dr. Welter Lempp;
“Susunan semesta alam diuraikan dalam Kitab Kejadian I tidak dapat dibenarkan lagi oleh ilmu pengetahuan modern” (Tafsiran Kejadian, hal 58). “Pandangan Kejadian I dan seluruh Alkitab tentang susunan semesta alam adalah berdasarkan ilmu kosmografi bangsa Babel. Pandangan itu sudah ketinggalan jaman” (Tafsiran Kejadian, hal, 65).

4. Dr. R. Soedarmo:
“Dengan pandangan bahwa Kitab Suci hanya catatan saja dari orang, maka diakui juga bahwa di d alam Kitab Suci mungkin sekali ada kesalahan. Oleh karena itu Kitab Suci mungkin sekali ada kesalahan. Oleh karena itu Kitab Suci denganbentuk sekarang masih dapat diperbaiki” (Ikhtisar Dogamtika, BPK Jakarta, 1965 hal. 47). “Di dalam Perjanjian Baru pun ada kitab-kitab yang diragukan antara lain Surat Wahyu dan Yakobus yang disebut surat Jeram” (Ikhtisar Dogmatika, BPK Jakarta, 1965 hal. 49).

SOLUSI AKHIR


Karena Alkitab (Bibel) sudah terbukti kepalsuannya, maka seharusnya kita berpaling dari Alkitab (Bibel). Carilah kitab suci yang sudah teruji keasliannya sepanjang zaman. Ciri-ciri kitab suci tersebut adalah:

1. Keotentikannya dijamin langsung oleh Tuhan.
2. Masih ada bahasa ashnya sesuai dengan sewaktu kitab suci tersebut diturunkan kepada nabi yang menerimanya.
3. Mudah dihafal karena Tuhan memberikan kemudahan bagi umat-Nya untuk menghafalkan wahyunya.
4. Umat yang meyakininya banyak yang hafal kitab suci tersebut diluar kepala.
5. Tidak mengandung pornografi.
6. Tidak ada kontradiksi antar ayat.
7. Relevan sepanjang zaman.
=============================================
SUMBER.

Alhamdulillahirabbilalamin.


Dari hari ke hari semakin banyak Intelektual Umat Kristiani / Katholik yang tersadar dan mereka akhirnya memeluk Agama Islam karena HIDAYAH dari ALLAH SWT, karena Kepandaiannya dan Kesadaran Intelektualnya. Mereka masuk Islam bukan karena iming-iming Mie Instan, Uang, Materi ataupun Pekerjaan yg dijanjikan, tapi karena mereka adalah orang-orang yang mau berfikir. Betapa selama ini mereka telah terpedaya & tertipu. Semoga kesadaran mereka bisa membawa dirinya dan keluarganya kearah Keselamatan Dunia dan Akhirat. Amiiin….

Anda ingin melihat siapa saja yang telah mendapat Hidayah dari ALLAH SWT, klik disini : http://mualafmualaf.tripod.com/

Setelah membaca semua uraian diatas, semoga anda mendapat hidayah dari ALLAH SWT untuk mulai mempelajari isi kandungan Alquran, Al hadist dan Agama Islam. Semoga anda dapat membuktikan Keagungan ajaran Islam, dan menerimanya sebagai agama yang akan membawa diri anda dan keluarga anda kedalam keselamatan dunia dan akhirat.

Ingin mempelajari Islam lebih lanjut, silahkan klik :

- http://muslim.or.id/”
- http://www.islam.com”
- http://www.islam.org”
- http://www.myquran.com
- http://www.eramuslim.com
- http://www.ummigroup.co.id

dan banyak lagi Situs yang dapat membantu anda mengerti Islam.

Dalam mempelajari Islam, berpegang teguhlah hanya kepada Alquran dan Al hadist yang Shahih. Hindari bid’ah, karena semua bid’ah adalah sesat. Semoga amal ibadah kita diterima disisi Allah Swt, dan mendapat balasan kebaikan yang berlipat ganda di akhirat kelak. Amiiin.

6.Dialog dg teman kristen :Bagaimana Jika Yesus itu bukan Tuhan ?

Kafirun White
Sent: Tuesday, August 05, 2008 2:43 PM
To: debat_islam- kristen@yahoogro ups.com

bung saya ingin menanyakan bila pada saat Jesus datang ke dunia dan mengatakan saya Allah dan saya tahu kapan kiamat akan datang lalu apa yang akan terjadi ???

— On Tue, 8/5/08, edy prayitno <edy@srn.co.id> wrote:

From: edy prayitno <edy@srn.co.id>
Subject: RE: Bls: [debat_ islam-kristen] Tanggapan dialog hari minggu
To: debat_islam- kristen@yahoogro ups.com
Date: Tuesday, August 5, 2008, 8:39 AM

Salam dari mualaf.

permisi ……

Bgaiman jika seperti dikitab injil sampeyan ….saat semua orang mengetuk dan pintu sudah tertutup dan yesus mengatakan …enyahlah karena aku tidak mengenal engkau ….padahal sampeyan sdh bernubuat atas nama yesus ..membuat mukjisat atas nama yesus tetapi pada akhirnya yesus mengatakan ” enyahlah karena aku tidak mengenal engkau ” ..wah betapa malangnya sampeyan …..

—–Original Message—–
From: debat_islam- kristen@yahoogro ups.com [mailto:debat_ islam-kristen@ yahoogroups. com] On Behalf Of Simon Kefas
Sent: Tuesday, August 05, 2008 4:30 PM
To: debat_islam- kristen@yahoogro ups.com
Subject: RE: Bls: [debat_ islam-kristen] Tanggapan dialog hari minggu

salam saudara muallaf yang budiman,

pertanyaan anda dibawah ini sangat bagus sekali sebagai permenungan untuk kedua kelompok kita.

1. orang kristen yang dalam hidupnya telah bersusah payah hanya bernubuat atau hanya melakukan kegiatan kegiatan agamami formalitas, akhirnya harus gigit jari juga di akhir zaman, ketika kegiatan beragamanya itu ternyata tidak sungguh sungguh adalalh sebagai hasil dari kesadaran hati nuraninnya.

bila anda membaca kisah yang anda sebutkan di atas anda akan menemukan bahwa untuk jadi pengikut yesus, tidak cukup hanya sekedar melakukan hal hal lahiriah, tetapi lebih dalam ke inti iman itu yaitu rohaniah yang merasuki jiwa orang kristen.

2. orang kristen yang dengan mulut dan lahiriah telah menerima yesus, pun akhirnya akan ditolak, bayangkan muhammad dan para pengikutnya, yang jelas jelas menolak yesus sebagai firman allah yang hidup, yang menawarkan keselamatan dan perdamaian dengan Allah.

bahkan anda telah yakin untuk menolak tawaran keselamatan dari yesus. sebagai balasannya anda telah bersekutu dengan setan dibawah pimpinan muhammad untuk menyerang GerejaNya yang kudus serta seluruh ajaranNya yang diteruskan oleh Gereja.

kalau bagi orang kristen yang diperingatkan yesus, masih ada kesempatan untuk mengetuk pintu, dan masih ada kesempatan berbicara dengan yesus sang hakim yang adil, umat yang terang terangan menentang yesus, tidak akan mendapatkan kesempatan itu.

menolak yesus, artinya menolak keselamatan. menolak keselamatan artinya berada dalam hukuman abadi. umat yang menolak ini secara otomatis telah menempatkan dirinya pada hukuman abadi yang tak berkesudahan.

umat kristen yang hanya melakukan hal hal lahiriah ajaran kristus, dengan peringatan ini harus memperbaiki hidupnya, agar kelak, teguran yesus yang anda sebutkan tadi tidak benar benar terjadi.

khusus buat anda, anda telah diperkenalkan dengan yesus dan telah dibabtis atas namaNya, tetapi anda dengan kesadaran penuh meninggalkan yesus, dan bergabugn dengan muhammad, hukuman abadi bagi anda jauh lebih pasti dibanding dengan seorang pengikut islam yang sejak lahir telah islam, dan tak pernah mengenal yesus dengan baik.

ini, bukan ancaman, tapi ini adalah peringatan dari saudaramu. maka bertobatlah dan terima serta baharuilah imanmu dalam Yesus sang Juruselamat, inkarnasi firman ilahi sang Bapa.

— On Tue, 8/5/08, edy prayitno <edy@srn.co.id> wrote:

From: edy prayitno <edy@srn.co.id>
Subject: RE: Bls: [debat_ islam-kristen] Tanggapan dialog hari minggu
To: debat_islam-kristen@yahoogroups.com
Date: Tuesday, August 5, 2008, 10:46 AM

Salam dari mualaf..buat saudaraku Simon.

Wah ..terima kasih mas simon , anda cukup bijak menangapi tulisan saya ,

tetapi apakah anda juga tidak pernah berfikir sedikitpun selain mengatakan bahwa islam adalah sekutu setan karena kaum anda sering mengatakan ALlahnya orang islam adalah setan ?

Apakah anda tidak pernah menangkap sedikitpun kebenaran dalam Alqur’an selain tafsiran dan hujatan dan tuduhan keji jika Tuhannya islam adalah setan ?

Apakah semua kebenaran Alqur’an telah anda mentahkan semua ..hanya karena Alqur’an tidak mengakui jika Yesus ( Isa ) itu adalah Tuhan ?

Alqur’an setebal itu entah berapa ribu ayat yang mengagung agungkan kemulyaan ALlah sejak nabi Adam hingga nabi Muhammad anda najiskan hanya karena . tidak mau mengatakan Isa ( Yesus ) itu TUhan ?

Sedangkan dalam kitab Injil saudara saja ….tentang pengakuan Ketuhanan Yesus ini dalilnya sangat lemah ., bahkan Yesuspun tidak pernah mengaku dirinya Tuhan dan menyuruh seluruh murid dan pengikutnya menyuruh menyembah Yesus …? .soal ini sering dibahas oleh teman2 yang lain di milis ini //

sehingga dengan membabi buta mempertahankan ….ideologi dan kenyakinan yang sudah turun temmurun itu hingga menganggap Allah yang mulia dalam Islam anda olok2 sebagai Setan ?

Coba anda renungkan lagi……

From: debat_islam-kristen@yahoogroups.com on behalf of Simon Kefas [kefassimon@yahoo.com]
Sent: Tuesday, August 05, 2008 5:53 PM
To: debat_islam-kristen@yahoogroups.com
Subject: [debat_ islam-kristen] kefas dan muallaf

salam saudara muallaf,

jauh jauh sebelum muhammad datang dengan agamanya, yesus telah berkali kali memperingatkan Gerejanya agar berhati hati dengan nabi nabi palsu yang akan membawa agama baru. saya yakin anda sudah tahu akan ini.

peringatan ini pun kembali dipertegas oleh paulus, agar umat kristen jangan terkecoh dengan tokoh tokoh yang datang dan mengaku sebagai nabi. bahkan dengan tegas ditambahkannya, bahkan salah satu dari malaikat dari surga pun tak pantas untuk dipercayai bila datang dengan membawa pesan yang lain dari pesan yang telah diwarisi oleh Gereja dari para rasul dan para pengganti penggantinya.

Alquran dan alkitab berbicara tentang pesan yang berbeda, dana alquran ingin mengambil alih posisi alkitab dan menempatkan muhammad di atas segala galanya. jelas jelas iman kedua kelompok ini tidak bersumber dari satu sumber. Tak mungkin Allah menurunkan dua ajaran yang berbeda dan bertolak belakang.

soal adanya unsur unsur kecil kebenaran dalam alquran tidak cukup ampuh untuk bisa beriman pada akidah ini. kebenaran yang ada dalam quran, tidak cukup untuk bisa disandengkan dengan akidah kristen. karena jelas jelas kedua iman ini tidak beriman akan satu iman yang sama.

jadi pilihan hanya ada satu. beriman kepada Yesus Kristus Firman Allah yang hidup berinkarnasi jadi manusia untuk menawarkan keselamatan dan perdamaian dengan Allah? atau bergabung dengan Muhammad dengan akidahnya yang baru menggantikan akidah kristen yang diwarisi dari Yesus Kristus melalui para para rasul dan para pengganti penggantinya dalam Gerejanya yang satu kudus, dan apostolik.

bahkan bila Setan datang mewartakan tentang ajaran tauhid yang anda duga yang paling utama tidak serta merta harus diikuti. apakah menurut anda tidak akan memakai segala cara untuk menadpatkan pengikut? maka kalaupun ajaran setan itu benar, tidak boleh serta merta harus diikuti, karena kebenaran itu boleh saja hanya sekedar aksesoris menuju ajaran yang menyesatkan. dan itu jelas, dalam quran, ajaran kekristenan benar benar dijungkirbalikkan dengan ajaran muhammad yang baru yang dibalut dengan akessoris tauhid.

khusus buat saudara, saya membedakan gaya bahasa saya dibanding dengan teman teman muslim lainnya. karena bagaikan seorang musafir, dulunya anda sudah di jalan yang benar, tapi karena kurangnya pemahaman anda akan pengenalan jalan itu, anda mengambil jalan lain. maka, posisi anda dengan teman teman muslim yang sejak lahir sudah muslim, dengan posisi anda yang dulu kristen saya pandang berbeda.

demikian. mohon maaf bila ada kata yang tak berkenan!

Betulkan Hajar Gundik Nabi Ibrahim AS ?

06 Januari 2008
809. Betulkan Hajar Gundik Nabi Ibrahim AS ?

Melalui jalur pribadi (Japri) saya menerima email, yang isinya pendek saja seperti berikut: Ustadz, apakah benar tulisan seorang bernama Ahmad Badrudduja pada sebuah milis yang menyatakan bahwa: “Isamel adalah anak dari gundik Ibrahim” ?
Firman Allah:
– YAYHA ALDZYN AMNWA AN JAaKM FASQ BNBA FTBYNWA (S. ALHJRAT, 49:6), dibaca:
– ya-ayyuhal ladzi-na a-manu- in ja-kum fa-siqum binabain fatabayyanu-, artinya:
– Hai orang-orang beriman, jika datang kepadamu orang-orang fasiq dengan annaba’, maka lakukanlah tabayyun.

Kita asumsikan bahwa Ahmad Badrudduja itu orang fasik, maka annaba’ (informasi) yang diberitakannya kita lakukana tabayyun (klarifikasi) pada referens Al-Quran, Hadits, dan kalau perlu Bible juga. Kalau annaba’ yang beritakan Ahmad Badrudduja itu cocok dengan referens, maka dia bukanlah orang fasik, namun apabila ditolak oleh referens, maka asumsi kita benar, dia itu orang fasik.

Dalam Al-Quran dan Hadits tidak ada disebutkan bahwa Hajar atau Hagar Ibunda Ismail itu adalah gundik Nabi Ibrahim AS. Bagaimana dengan Bible ?
[KJVR-Genesis 16:3] And Sarai Abram’s wife took Hagar her maid the Egyptian, after Abram had dwelt ten years in the land of Canaan, and gave her to her husband Abram to be his wife (terjemahan LAI: Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, –yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal di tanah Kanaan–,lalu memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isterinya).
Kitab Genesis sendiri menyatakan bahwa Hagar bukanlah gundik Ibrahim, jadi pembawa annaba’ yaitu Ahmad Badrudduja adalah orang fasik.
Bagaimana dengan kedudukan Hajar sebagai maid atau hamba ? Terlepas dari Hajar sebagai hamba atau bukan, marilah kita tilik kedua belas suku Bani Israil, yaitu yang berasal dari ke-12 anak laki-laki Israil (nama lain dari Nabi Ya’qub AS). Mereka itu adalah:
Anak-anak dari Lea: Ruben, Simeon, Lewi, Yehuda, Isakhar, Zebulon (6 orang)
Anak-anak dari Rahel: Yusuf, Benyamin (2 orang)
Anak-anak dari Zilpa (budak Lea): Gad, Asyer (2 orang)
Anak-anak dari Bilha:(budak Rahel,): Dan, Naftali (2 orang)
Tidak ada dalam Bible yang membeda-bedakan ke-12 suku Bani Israil itu. Jadi tidak ada alasan untuk membedakan kedudukan Ismail dengan Ishaq meniliK kepada ibu keduanya, Hajar dan Sarah, itu andaikata asumsi bahwa Hajar itu adalah budak.

Benarkah Hajar itu seorang budak ? Marilah kita menilik pada Targum. Dapat dibaca dalam Targum oleh seorang Rabbi (pendeta Yahudi) yang termasyhur, Salomon bin Ishak (1040-1105) dari Troye (= Ilion = Pergame; sekarang Hissarlick di Turki): Hagar adalah puteri dari Firaun yang ketika melihat aneka mu’jizat dari pihak Sarah, berkata: lebih baik untuk anak perempuan saya ini menjadi pembantu dalam rumah (Ibrahim),” sehingga diangkatnya Ibrahim menjadi menantunya. Targum (Tafsir Taurat) berisi kitab-kitab sejarah dan kitab Para Nabi. Kebiasaan membacakan Kitab Suci kepada jemaat di synagoge dengan diikuti uraian secara lisan dalam bahasa Aram (bahasa pribumi) mulai berkembang pada abad-abad akhir Sebelum Masehi. Bahasa Ibrani makin kurang dikenal khalayak ramai sebagai bahasa lisan, maka mereka perlu dilengkapi dengan tafsiran teks Kitab Suci dalam bahasa yang sungguh-sungguh mereka fahami, jika mereka diharapkan untuk mengerti apa yang dibacakan kepada mereka. Rabbi yang bertugas untuk memberikan uraian lisan ini disebut methurgeman (penerjemah atau penafsir) dan uraiannya itu disebut Targum. Rabbi Salomon bin Ishak menyatakan: Hagar adalah puteri dari “Firaun”, berhubung pada waktu itu belum ada yang tahu bahwa pernah Dinasti Fir’aun dipotong selama 150 tahun oleh Dinasti Raja-Raja Hyksos. Dalam Al-Quran disebutkan Nabi Yusuf AS berhadapan dengan Malik, bukan Fir’aun:
– WQAL ALMLK ANY ARY SB’A BRRT SMAN YAKLHN SB’A ‘AJAF (S. YWSF, 12:43), dibaca:
– waqa-lal maliku inni- ara- sab’a baqara-tin sima-nin ya’kuluhunna sab’un ‘ija-fun, artinya:
– Raja berkata “Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus.”

Bandingkan dengan Bible yang tidak mengenal Penguasa Mesir Kuno selain dari Dinasti Fir’aun:
[Kejadian 41:4] Lembu-lembu yang buruk bangunnya dan kurus badannya itu memakan ketujuh ekor lembu yang indah bangunnya dan gemuk itu. Lalu terjagalah Firaun.

Bagi ummat Islam tentu tidak perlu bukti pendukung tentang Dinasti Fir’aun, Penguasa Mesir Kuno, pernah dipotong oleh Dinasti Raja-Raja Hyksos selama 150 tahun. Tetapi bagi yang non-Muslim tentu saja membutuhkan rujukan arkeologis. Hieroglyph, yaitu tulisan kuno Mesir berhasil diungkapkan cara membacanya oleh Jean Francois Cahampollion (1790 – 1832). Maka dengan dapatnya dibaca hierolyph itu, terkuaklah sejarah Mesir Kuno dengan sejelas-jelasnya, antara lain orang Hyksos (Al-Malik = Raja Gembala) dari Kan’an menaklukkan Mesir dan menumbangkan Dinasti Fir’aun. Dinasti Hyksos ini menguasai Mesir selama kurang lebih 150 tahun (1700 – 1550) sebelum Miladiyah. Dinasti Raja-Raja Hyksos, sebagai dinasti XV dan XVI mendapatkan legitimasi dalam Dokumen Hieroglyph yang tertera dalam Daftar Penguasa Mesir di Turin.

Nabi Ibrahim AS diterima dengan baik oleh Salitis, Raja pertama dari Dinasti Hyksos, berhubung bangsa Hyksos berasal dari qaum ‘Ad yang bernabikan Nabi Hud AS. Bangsa Hyksos ini merubuhkan semua kuil untuk menyembah dewa-dewa Mesir Kuno. Ini diberitakan oleh Josephus yang mengutip Manetho(*): “By main force they easily overpowered the rulers of the land, and they razed to the ground the temples of gods.” WaLlahu a’lamu bisshawab.

***
Makassar, 6 Januari 2008
————————————-
(*)
Manetho (ca. 250 B.C.) also known as Manethon of Sebennytos, was an Egyptian historian and priest from Sebennytos (ancient Egyptian: Tjebnutjer) who lived during the SECOND PERSIAN PERIOD [343-332 B.C.] (Manetho, juga dikenal sebagai Manethon dari Sebennytos, adalah seorang sejarawan Mesir dan tokoh agama dari Sebennytos (Mesir purba: Tjebnutjer) yang hidup pada zaman Periode Parsi Kedua)

oleh : sahabat
Posted by H. M. Nur Abdurrahma

http://waii-hmna.blogspot.com/2008/01/809-betulkan-hajar-gundik-nabi-ibrahim.html

1.Dialog dg teman kristen : Qurban Ishak atau Ismail ?

From: edy prayitno <edy@srn.co.id>
To: religionspiritualit y@yahoogroups. com
Sent: Tuesday, 5 August, 2008 10:05:44 AM

Dibawah ini dialog saya  ( Edy ) dengan teman Kristen ( Yulianty  ) dalam milis …yang terjadi sampai beberapa , mulai tgl 5 Agustus 2008.

Edy

Salam dari mualaf ….

salam kenal buat yanti…..kita sama2 mualaf…..tetapi anda mualaf masuk kristen ….yah..gpp. ..

anda mengatakan korban adalah Ishak diganti ismail …tahu dasarnya ?

coba sebutkan ….

Yulyanti

Yth. Mas Edy Yang Baik,

Saya sudah banyak mendengar tentang mas Edy dari suami saya saat masih ada milist “debat religius”.
Justru saya mau tanya sama mas yang katanya mantan mahasiswa kependetaan di SBY. Mengapa mas Edy yang sudah membaca dengan jelas bahwa Ishak adalah anak yang nyaris disembelih oleh Nabi Ibrahim, ternyata mas lebih percaya dongengan 3,000 tahun kemudian dengan menceritakan hal yang mirip tapi dengan korban yang berbeda. Ingat! Uang Palsu harus mirip mas.

Nama “Ishak” sangat jelas tertulis dalam QS 37:100-112. Tidak ada satu katapun nama “Ismail” dalam dongengan tersebut.

Selamat atas pilihan mas Edy dengan panutan yang baru. Seandainya Isa Almasih disemayamkan dibumi bukan bersemayam di Sorga, sayapun akan lebih memilih Muhammad karena lebih “Jos” dan versi terbaru.

Edy

Salam Mbak Yuli …

Ingat mbak ..pertama kali Ibrahim punya anak adalah dengan Hagar ( budak ) adalah Ismail , saat istrinya sara tdk bisa punya anak . …dari kisah di kitab kejadian ini ada ayat lain yg bertentangan ….yaitu ….di ayat 22 :2   Firmannya ” Ambillah anakmu yang tunggal itu “……anak yg tunggal itu ishak atau ismail ? disinilah terjadi pengaburan ayat ….Kalimat tunggal itu berarti anak yang ke dua atau anak pertama ? ….jika sdh ada ismail maka Ishak bukan anak yang tunggal ….karena yg tunggal adalah hanya satu ……yaitu tepatnya harusnya ismail ….karena saat ishak lahir , maka ismail sdh tidak tunggal lagi tetapi punya adik yaitu ishak.

sedangkan jika ayat itu dipaksakan sbg ismail ..harusnya kalimatnya bukan  ” ambilah anakmu yg tunggal …tetapi annak yang ke dua “….perhatikan dua ayat dibawah ini :

Kejadian  21
21:9 Pada waktu itu Sara melihat, bahwa anak yang dilahirkan Hagar, perempuan Mesir itu bagi Abraham, sedang main dengan Ishak, anaknya sendiri.

Kejadian  22
22:2 Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.”

sampai saat ini ayat ini masih menjadi rebutan dua keturunan Ibrahim…dan sejak awal memang YAhudi sangat membenci ras dari tanah arab ..sehingga pemalsuan ayat di kitab torat ..memang bisa saja terjadi….karena mereka tidak mau jika kaum arab ini adalah turunan dari nabi besar Ibrahim…

jika kita ikuti ayat dikitab kejadian itu ..sangat kelihatan sekali sifat serakah dari Sara ….yang ingin mengusir hambanya itu karena takut harta warisnya jatuh ketangan Hagar dan ismail…

Yuliyanti

Mas Edy,

Saya mau mas Edy tunjukkan di Alquran asal usul dongenganmu bahwa Ismail adalah anak yang nyaris disembelih.

Titik

Edy

Salam dari mualaf buat mbak Yuli.

Dalam silsilah turunan nabi Ibrahim ..disamping ditulis dikitab torat juga dikuatkan ALlah dengan ALqur’an dibawah ini :

Q 4:163. Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma’il, Ishak, Ya’qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud.

Sedangkan kisah penyembelihan itu dapat dibaca diayat dibawah ini :

Q 37:101. Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar[1283].

102. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”

108. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian

112. Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishaq seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh.

Jika anda baca …memang secara terang2an tdk disebut nama ismail ..tetapi semua orang tahu siapa anak pertama Ibrahim …..dan dalam ayat tersebut ..setelah kisah penyembelihan itu …baru lahirlah Ishak ….

Kemudia org kristen dengan dogma ideologinya mengatakan jika Yesus sebagai Domba Allah inilah yg dikorbankan seperti Ishak ? kenapa ? kalau Ismail karena tdk punya garis keturunan yg berhak ..shg tabu ismail disamakan dengan korban Yesus dikayu salib yg anda implementasikan sebagai korban penebusan dosa ? kenapa ?

benarkah Yesus sbg domba pengganti dalam kisah itu ? saat ini ?

coba anda jawab ?

Yuliyanti

Salam juga buat Mualaf Edy,

Dalam ayat mana nama Ismail yang mas dongengkan itu diwahyukan kepada sang Nabi Besar Muhammad? Nama Ishak bisa muncul kok nama Ismail jusrtu tidak ada. Ibarat uang palsu .. benang didalam kertasnya tidak ada. Diraba, Dilihat, Diterawang tetap benangnya ngak ada.

Saya tunggu.

Edy.

Salam buat mbak Yuli …

Q19:54. Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam Al Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan nabi.

Q11:39. Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua (ku) Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa.

Q3:84. Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nyalah kami menyerahkan diri.”

Bagaimana mbak yul…..

Kisah penyembelihan ..Q4 : 100~112 bisa anda baca …setelah kisah penyembelihan itu ..baru lahir adiknya …ishak….

SEKARANG SAYA YG BALIK TANYA

kisah penyembelihan ini ….kenapa anda sangkut pautkan dengan penyalipan yesus ? mana dalilnya ????

coba jawab ini dulu ?

Yuliyanti

Salam juga Mas Edy,

Saya lagi 3D (dilihat, diraba, diterawang) untuk QS 37:100-112 eh..mas malah kasih saya QS19:54 ; 19:39; 19:84. Apa ada tentang korban dalam dongenganmu yang baru?

Saya tunggu
Edy

Salam buat mbak yul….

Gini lo mbak yuli ..jgn sering2 minta diraba ah…..entar nambah sikecil baru lagi…lo.

ayat2 itu sebagai penguat saja…dari Q37:100-112 , memang dalam kisah tersebut tidak disebut nama ismail..tetapi dalam urutan keturunan Allah menyebutkan nama Ismail dulu baru ishak …jadi urutan pertama dalam kisah penyembelihan , seperti dalam kitab Kejadian22 :2   Firmannya ” Ambillah anakmu yang tunggal itu …dst , disitu jelas saya katakan tadi ..siapa anak yg tunggal itu ? ismail atau Ishak…?

Kata tunggal ..menerangkan saat itu ismail belum punya anak selain ismail jadi dikitab Kejadian mengatakan …Ambillah anakmu yang tunggal itu …dst.

jadi akan sangat kacau jika saya mengatakan ..Yuli anak tunggal ..padahal yuli anak ke-2 …gak mungkin kan ?

sedangkan kisah di Alqur’an Q37:100~112 pertama2 anak pertama yg dikorbankan …terus setelah kejadian itu …baru ishak lahir . Siapa anak sebelum ishak ? yah….pasti ismail….

tetapi kisah ini telah mendapat tekanan yg begitu kuat dari para penulis Torat dan Injil ,,….apalagi kisah ..pengorbanan anak yg tunggal ini kemudian disangkut sangkutkan dengan pengorbanan Yesus yang anda klaim sebagai anak tunggal Allah ??

sekarang yang saya tanya …..bagaimana kisah Yesus ini ,….tiba2 dihubungkan dengan penyalipan anak tunggal ALlah ?

coba ini dulu dijawab…?

Yuliyanti

Mas Edy Yang Baik,

Terimakasih atas kejujuranmu. Ismail hanyalah dongengan belakan, karena tidak tertulis dalam kisah anak yang nyaris disembelih / dikorbankan oleh Nabi Ibrahim.

Saya hanya akan menjawab setelah mas Edy bisa menjelaskan, mengapa harus ada binatang yang disembelih dalam upacara Kurban sampai saat ini. Mengapa bukan mempersembahkan buah apel atau anggur atau buah naga biar tidak ada nyawa yang melayang.

Saya tunggu.

Yanthi

Edy..

Salam dari mualaf…..buat Mbak Yuli.

Yah sudah jika anda tetap beranggapan jika kisah Ismail adalah dongeng belaka saya tidak maksa …

Dasar berqurban itu diambil pada saat hari raya Haji dengan mengingat ketaatan Nabi Ibrahim dengan ALlah tentang pengorbanan …maka dianjurkan umat muslim yg mampu untuk memperingati itu dengan berkurban …onta , sapi , kambing , dll …..

Q37:107. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar

.Q108:2  Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah

Memotong sapi atau kambing itu bukan dosa ….karena hewan ini ALlah ciptakan untuk menjadi santapan bagi manusia ….sperti hewan di air dan di udara yang bisa menjadi makanan manusia …..

begitu mbak Yuli ….

sudah dulu yah….aku mau istirahat dulu ……santai …and tidur…..

salam

edy

surabaya

Yuliyanti

Salam juga buat Mas Edy,

Nah disitulah bentuk kedongengannya. Kurban sudah dimulai dari Adam jatuh kedalam dosa. Kurban haruslah binatang yang halal yang jantan dan tidak bercacat cela. Menyembelih Onta sama dengan menyembelih babi. Haram hukumnya.

Q37:107. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar

.Q108:2  Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah


Siapakah anak yang ditebus itu? Apa arti ditebus?

Yah sudah selamat tidur ya mas… aku belum bersedia menjawab pertanyaanmu “hubungan kurban dengan Isa Almasih” sampai mas mengerti betul arti hari raya kurban bagi umat Tuhan.

Wassalam.
Yanthi
Edy

Salam buat mbak Yuli

Saya jadi bertanya2 apa yg saudari katakan sebagai ” dongeng ” ini apa anda hanya menyangkal Ishak atau ismail ..atau keseluruhan kisah ini ?

Budaya korban memang sdh ada sejak jaman adam …dilanjutkan oleh anak2nya ..kain dan habel , Korban saat itu bukan hanya binatang ternak tetapi juga hasil bumi ..sayur2an dan buah2an ..

Kain mengorbankan sayur dan buah2an ..tetapi kurban kain ini tdk diterima oleh Allah. sedangkan kurban habel yg mengorbankan hewan ..diterima oleh ALlah.

Menyembelih onta …halal hukumnya berdasar Alqur’an 22:36-37

36. Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi’ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan untua-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur.
37. Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.

sekarang bagaimana anda menerapkan kitab kejadian dibawah ini : apakah anda juga tidak memakan kepiting dan cumi2 ?

11:9. Inilah yang boleh kamu makan dari segala yang hidup di dalam air: segala yang bersirip dan bersisik di dalam air, di dalam lautan, dan di dalam sungai, itulah semuanya yang boleh kamu makan.
11:10 Tetapi
segala yang tidak bersirip atau bersisik di dalam lautan dan di dalam sungai, dari segala yang berkeriapan di dalam air dan dari segala makhluk hidup yang ada di dalam air, semuanya itu kejijikan bagimu.
11:11 Sesungguhnya haruslah semuanya itu kejijikan bagimu;
dagingnya janganlah kamu makan, dan bangkainya haruslah kamu jijikkan.
11:12 Segala yang tidak bersirip dan tidak bersisik di dalam air, adalah kejijikan bagimu.

SIAPAKAH ANAK YANG DITEBUS ITU ?

anda bertanya ini mengharapkan jawaban dari kisah kurban atau dari persepsi anda ( kristen secara umum ) , yang menganggap ini sebuah kiasan sebagaimana yesus berkurban untuk umat2nya ?

APA ARTI DITEBUS ?

jawaban ini juga sama dari diatas ….apakah anda akan mengatakan jika umat kristen lah yg sdh ditebus oleh ALlah dengan pengorbanan ” Anak domba ALlah yang tunggal ..yaitu Yesus ?

begitu dulu …..

Yuliyanti

Mas Edy,

Coba dibedakan antara Kurban dengan Persembahan.

Kurban haruslah nyawa. Sedangkan persembahan boleh apa saja yang berkenan kepada TUHAN.

Saya percaya kisah tersebut. Yang jelas jika itu Ishak maka Yesus adalah kegenapan dari upacara Kurban. Seandainya itu Ismail, maka iman saya konyol karena telah meninggalkan Muhammad sebagai wujud (penutup) dari upacara Kurban.

Membeli onta bahkan memelihara serta memegan onta halal hukumnya. Tapi haram memegang onta yang mati apalagi memakannya.

Salam
Yanthi
Edy..

Salam dari mualaf….buat .Mbak Yuli …

Anda mengatakan : Kurban dan persembahan berbeda ? coba anda terangkan perbedaannya , karena menurut saya Kurban dan persembahan itu satu paket ……apanya yg beda apalagi anda mengatakan ..jika kurban hrs nyawa sedangkan persembahan bisa apa saja ?  ….coba anda baca ayat dibawah ini :


Kej 4:3 Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan

4:4 Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,

anda mengatakan ” Jika itu Ishak maka Yesus adalah kegenapan dari upacara kurban …seandainya Ismail ..maka iman saya akan konyol “.

Apa anda gak …tambah bingung dengan kegenapan dari nubuatan yang anda klop klop kan ini …..

Jika itu Ishak ….maka YEsus bukan lagi anak yg tunggal sebagai domba Allah yang dikurbankan ….harusnya dikatakan ..Yesus anak ke dua …karena Ishak anak ke dua ? betul bukan ?

Coba anda munculkan dasar pemikiran anda ini …dasarnya anda ambil dari mana ? jika kejadian kurban …oleh nabi Ibrahim ini sbg gambaran ..korbannya Yesus dikayu salib ?

ok ….monggo.
Yuliyanti

Saya ngak perlu jawab jika mas Edy belum memberi tahu saya kenapa Islam masih melakukan upacara Kurban dan sampai kapan? Apakah di Sorga masih ada upacara Korban?

Saya bersyukur menemukan jalan yang lurus. Sehingga Upacara Korban telah membimbing saya untuk mengerti bahwa TUHAN itu adalah MAHA KUASA, MAHA PENGAMPUN dan MAHA PENYAYANG.

Salam juga..

Edy..

Salam buat mbak Yuli…

he he he jawaban  anda ..ngambang gitu…..

untuk pertanyaan anda juga ….gak jelas juga …..

Kurban kenapa dan sampai kapan ?…waduh…he he he

apakah di sorga ada upacara kurban ? waduh tambah gak mudeng …

yah sudah …mungkin dah capek…

saya akhiri saja threat ini ..mungkin besok …kita dapat berdiskusi tentang yang lain …

Dan selamat kalau ..anda sudah merasa menemukan jalan yang lurus ..

terima kasih

Wassalam

edy

surabaya

Komentar dari sahabat muslim – 1

Assalamu’alaikum…

Mencermati jurus2 yang disampaikan yanthie sparringnya Mas Edy, mengingatkan kita pada KYH (kebenaran Yang Hakiki). Perhatikan juga email dia yang pakai kata advent. Soal makanan haram tapi halal jika trpaksa, dulu sering diulang-ulang dan KYH menganggap Tuhan tidak konsisten (plinthat-plinthut). Yanti juga menganggap Tuhan tidak punya pendirian. Kutipan tulisan Yanthie  terkait hal tsb “Maaf mas .. saya tidak mau menyembah allah yang gila seperti itu. Anak saya saja punya pendirian. Sepertinya allah yang anda maksudkan hanyalah sebuah batu yang ingin menjadi tuhan.”

Saya kebetulan pernah baca attachment yang dikirim KYH untuk mas cahyo, dan seingat saya namanya memang yanthie. Yang saya ingat dari kronologis tsb. Yanthie sakti hati dengan pacarnya yang telah lama berhubungan dekat dan merencanakan menikah. Setelah sukses, ternyata sang pacar memutuskan hubungan. Nah, kemudian yanthie ini “berpendirian” bahwa siapapun yang serius inginmenikahi dia akan dia terima apapun suku dan agamanya. Akhirnya KYH datang. Menurut pengakuan KYH, awalnya KYH yg berlatar belakang kristen protestan ini masuk Islam. Ngakunya sih kemudian dia justru menemukan kebenaran itu di kristen. Entahlah, kalau melihat tradisi, kan mereka biasa masuk Islam buat nikah, kemudian menggiring istri pindah ke Kristen. Versi KYH, Yanthie ini setelah tahajud bermimpi ketemu Yesus, dari situlah dia akhirnya sperti merasa dapat roh kudus dsb. Wallahu ‘alam (rasanya saya menyimpan arsip versi KYH ini, mudah2an ketemu)

Mungkin Mas penggembira sangat ingat dengan KYH krn sering bersparring? Ki Gondrong tentunya juga sangat hafal, karena ki gondronglah waktu itu yang “bikin” KYH ingoin keluar dari milis.

Silahkan jika rekan2 lain ingin menambahkan tentang yanthie ini brgkl ada manfaat dalam mendebat dia. Paling tidak, kita tahu bahwa “jurus KYH/advent” kemungkinan adalah soal hari sabath/sabtu sbg hari ibadah, soal babi tidak haram mereka sepakat tp kristen lain menganggap halal dll.

salam,

cantrik

Mbak Yanthi,
kebetulan saya sempat ikut milis debate_religious juga. Membaca
kalimat mbak yanthi berikut

“Saya sudah banyak mendengar tentang mas Edy dari suami saya saat
masih ada milist “debat religius”. “

mengingatkan saya pada sosok aktivis advent (hari ketujuh?) di milis
tersebut yang sering menyebut-nyebut nama anda. bahkan dia kadang
menuliskan nama “Dapot dan Yanthi” dalam identitasnya.
apakah suami mbak yanthi ini yang pakai email berikut ini?

“— In debate_religious@ yahoogroups. com, Kebenaran Yang Hakiki
<kebenaranyanghakik i@…> wrote:
> Apanya yang lurus? Burungnya? Makanya kawin terus!!!” (ini arsip
email 6 february 2008)

Mbak yanthi sering diangkat sebagai topik oleh suami/KYH dalam
berbagai diskusi/threath, jadi begitu baca email mbak yanthi_advent
saya bertanya, apakah mbakyanthi ini istri KYH/dapot? mohon maaf jika
kliru (mohon klarifikasi, sekedar mengobati keingin tahuan).

salam,
Cantrik

Komentar dari sahabat muslim – 2

Nabi Ibrahim AS anak dari Nabi Ibrahim AS adalah yang di qurbankan Bukan Ishaq,Ishak 5000 Tahun setelah Ibrahim( bukan 3000 tahun)antara Ismail dan abad 21 ini bukan tiga ribu tahun tapi 9 ribu tahun lebih.mereka adalah saudara ,baca Al-Qur’an secara menyeluruh,dan belajar Tariq Islam,agar dalam membahas Sejarah Nabi Nabi tidak keluar Rell

Abadi teuku

Komentar dari sahabat muslim – 3

iya benar. yulianthie rusmie ini memang istri KYH.
saya sempat japri dengan beliau, ngajak diskusi
berdua. saya kasih pertanyaan pancingan di ujung
email begini: “katanya anda pernah ditemui yesus
selesai sholat tahajjud? darimana anda tahu itu
benar yesus? apa karena gambaran yang DIBIKIN
umat kristen sekarang?”

sampai sekarang dia belum menjawab… tanyaken
napa? :)

BTW.. salut untuk mas eddy! saran saya: fokuslah
pada pertanyaan anda yang DIHINDARI debater
kristen. jangan sampai mereka lari untuk OOT…

soal makanan laut, si yulianthi ini gak bisa jawab.
silahkan fokus di sini. great pretender tidak usah
anda tanggapi, karena akan buang energi..
soal perbedaan korban dan persembahan, silahkan
anda baca penjelasan pak HMNA di email sebelum
nya. beliau dah jelasin di situ.. ada contoh soal
tradisi persembahan dan korban di suku indian dan
viking…

salam,
Arief gunawan sulistyo

*rif
Komentar dari sahabat muslim-4

dari bro andrew tannaka
bahwa mereka sudah saling berkenalan
sedikit tmbahan dari beliau
ayahnya yanthi ini bhkan sudah berhaji
kadangkala mereka sering diskusi (debat) maslah hari sabtu
dan kenapa Muhammad mnggantiny dengan hari jum’at
soal yanthi mimpi ketemu yesus itu saat usai tahjud pun juga dicertakan bro Andrew pada saya
tapi saya sanksi..apa benar dia ketemu yesus kresten version
mungkin counterfeit kli yah :p
suruh si yanthi tunjukan wajah asli yss
http://myqam.bravehost.com/htmls/theJFaces.html

Salam

Haley
Komentar dari sahabat – 5

Sepertinya dia baru gabung….saya blm membaca banyak postingan dia, maaf akhir2 ini saya blm aktif lagi dimilis karena mesti lebih banyak belajar lagi, dan saya sdg aktif dulu disini : http://faithfreedom.myforumportal.com/forum/

mdh2an kawan2 yg lain tetep istiqomah untuk berda’wah…Insya ALLAH saya akan aktif lagi beberapa hari kedepan.

Kejamnya ALlah dalam Bible dan Nabi Elia

Mari kita membaca Alkitab II Raja-raja 2 : 23 – 24 berikut ini:

23. Elisa pergi dari sana ke Betel. Dan sedang ia mendaki, maka keluarlah anak-anak dari kota itu, lalu mencemoohkan dia serta berseru kepadanya : “Naiklah botak, naiklah botak!” 24. Lalu berpalinglah ia ke belakang, dan ketika ia melihat mereka, dikutuknyalah mereka demi nama Tuhan. Maka keluarlah dua ekor beruang dari hutan, lalu mencabik-cabik dari mereka empat puluh dua orang anak.”

Sungguh tragis sekali peristiwa tersebut. Bagaimana mungkin seorang Nabi seperti Nabi Elisa yang kebetulan kepalanya gundul alias botak, kemudian hanya diolok-olok oleh anak-anak kecil dengan kata-kata “naiklah botak, naiklah botak!” lalu dia mengutuk anak-anak tersebut.

Yang lebih ironis lagi, Nabi Elisa mengutuk mereka demi nama Tuhan. Kemudian Tuhan mengabulkan permohonan Nabi Elisa, maka keluarlah dua ekorn beruangg hutan yang ganas lalu mencabik-cabik tubuh anak-anak tadi yang jumlahnya 42 (empat puluh dua) orang anak.

Timbul pertanyaan:

Pertama : Apakah pantas seorang nabi seperti Elisa bisa menimbulkan kemarahan begitu besar hanya diolok-olok oleh anak-anak kecil?

Kedua : Apakah pantas nabi Elisa mengutuk anak-anak tadi hanya karena dia diolok-olok?

Ketiga : Apakah pantas Nabi Elisa memohon kepada Tuhannya agar anak-anak tersebut dibunuh oleh beruang hutan hanya karena olokan mereka?

Keempat : Wajarkah Tuhan mengabulkan permintaan Nabi Elisa kepadaNya dengan mengutus dua ekor beruang hutan untuk mencabik-cabik tubuh anak-anak kecil tersbeut?

Kelima : Apakah seimbang olokan anak kecil kepada Nabi Elisa ditukar dengan nyawa mereka empat puluh dua orang mati dicabik-cabik beruang hutan?

Keenam : Mengapa Nabi Elisa tidak biarkan saja anak-anak tersebut mengolok-olokkannya karena mereka masih kecil dan belum mengerti akan dosa?

Ketujuh : Mengapa nabi Elisa tidak maafkan saja mereka yang masih anak-anak itu?

Kedelapan : Apakah Tuhan tidak tahu bahwa apa yang dilakukan oleh anak-anak itu tidak pantas untuk diberi ganjaran sampai harus membunuh mereka semua?

Kesembilan : Siapa yang bedosa dalam hal ini, nabi Elisa atau anak-anak kecil tersebut?

Kesepuluh : Siapa yang kejam dan sadis dalam peristiwa tersebut, apakah nabi Elisa, anak-anak tersebut atau Tuhan itu sendiri?

Kesebelas : Contoh atau pelajaran dan hikmah apakah yang bisa kita ambil atas keteladanan Nabi Elisa dalam peristiwa tersebut?

Kedua belas: Bagaimana dengan orang tua dan keluarga dari anak-anak yang semuanya mati dimakan beruang tersebut, apakah mereka ridho atas perbuatan nabi Elisa terhadap anak-anak mereka?

Ketiga belas : Apakah keluarga dari ke 42 anak tadi tidak sedih dan merasa kehilangan anak-anak kesayangan mereka atas musibah pada kejadian tersebut?

Keempat belas : Apa hikmah yang bisa kita ambil dari peristiwa yang kejam dan sadis itu?

Kelima belas : Apakah peristiwa tersebut membimbing dan menunjukkan kita kepada jalan yang lurus, dan pendidikan serta pelajaran apa yang Tuhan berikan bagi kita manusia atas peristiwa itu?

Nah pembacalah yang akan menilai apakah rasional atau tidak kisah yang sangat memilukan tersebut. Jika jawabannya rasional, berarti itu benar-benar firman-firman Allah atau wahyu Allah, tapi kalau jawabannya tidak rasional, maka itu berarti ayat tersebut bukan yang difirmankan Tuhan atau bukan wahyu Allah.

Sekarang mari kita bandingkan Nabi Elisa di dalam Al Qur’an, apakah sama seperti yang di dalam Alkitab? Kalau di dalam Alkitab namanya Nabi Elisa, tetapi di dalam Al Qur’an namanya Ilyasa’. Perhatikan ayat Qur’an sebagai berikut :

Bagaimana dengan Nabi Ilyasa’ (Elisa) di dalam Al Qur’an??

86. dan Ismail, Alyasa’, Yunus dan Luth. Masing-masing Kami lebihkan derajatnya di atas umat (di masanya), 87. Dan Kami lebihkan (pula) derajat sebahagian dari bapak-bapak mereka, keturunan dan saudara-saudara mereka. Dan Kami telah memilih mereka (untuk menjadi nabi-nabi dan rasul-rasul) dan Kami menunjuki mereka ke jalan yang lurus.
(Qs 6 An An’am 86 – 87)

Ayat Al Qur’an tersebut menjelaskan bahwa Nabi Ilyasa’ (Elisa) adlaah salah satu nabi yang dipilih Allah untuk menjalankan perintahNya dan Allah jelaskan bahwa Ilyasa’ (Elisa) dilebihkan derajatnya bersama-sama Ismail, Yunus dan Luth. Kemudian Allah jelaskan bahwa Ilyasa’ (Elisa) bersama keluarga dan orang tua serta nabilainnya, Dia tunjuki mereka pada jalan yanglurus.

Kalau Allah telah memilih dan menjadikan Elisa seorang nabi-Nya tentuh sangat mustahil kalau Nabi Elisa melakukan perbuatan kejam dan sadis, apalagi terhadap anak-anak kecil yang belum mengerti dosa dan salah.

Kita sebagai manusia, kalau memilih seorang utusan mewakili negara, tentu kita akan pilih diantara yang terbaik karena akan mengharumkan nama bangsa dan negara bukan? Mengapa Tuhan tidak melakukannya? Nah ini merupakan salah satu bukti bahwa penulis Alkitab justru melecehkan Nabi Elisa, sementara Al Qur’an sangat memuliakan beliau sebagai orang pilihanNya.

Dalam Alkitab, Tuhan mengajarkan yang jorok-jorok?

Marilah kita baca Yehezkiel 4 : 12 – 15 di bawah ini:

“Makanlah roti itu seperti roti jelai yang bundar dan engkau harus membakarnya diatas kotoran manusia yang sudah kering di hadapan mereka.” Selanjutnya Tuhan berfirman : “Aku akan membuang orang Israel k etengah-tengah bangsa-bangsa dan demikianlah mereka akan memakan rotinya najis disana.” Maka kujawab : “Aduh, Tuhan Allah, sungguh, aku tak pernah dinajiskan dan dari masa mudaku sampai sekarang tak pernah kumakan bangkai atau sisa mangsa binatang buas; lagipula tak pernah masuk ke mulutku ini daging yang sudah basi.” Lalu firman-Nya kepadaku : “Lihat, kalau begitu Aku mengijinkan engkau memakai kotoran lembu ganti kotoran manusia dan bakarlah rotimu di atasnya.”

Menyimak bunyi ayat-ayat tersebut, dapat kita pahami bahwa Tuhan di dala Alkitab koq menajarkan manusia cara-cara yang jorok. Terhadap orang tawanan atau tahanan walaupun di dalam penjara, tidak ada seorang petugas penjara yang begitu tega menyuruh membakar roti di atas kotoran manusia atapun kotoran binatang bagi tawanannya. Tapi anehnya Tuhan di dalam Alkitab justru begitu tega menyuruh membakar roti di atas kotoran manusia dan kotoran hewan. Entahlah apa hikmah dan pelajaran yang bisa diambil pada ayat-ayat tersebut. Mestinya Tuhan harus mengajarkan dan mendidik serta menunjuki manusia ke jalan yang benar dan lurus, bukan mengajarkan yang jorok seperti itu. Coba kita bandingkan dengan Al Qur’an, bagaimana Allah Swt. mengajarkan manusia ke jalan yang benar, bersih dan bebas dari jorok.

Dalam Al Qur’an, Allah mengajarkan kebersihan :

222. Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran.” Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri[137] dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci[138]. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (Qs 2 Al Baqarah 222)

Ayat Qur’an tersebut, jelas menuntun dan menajari agar hidup bersih dan menjauhkan dari kotoran. Darah haid saja dianggap kotoran oleh Allah, apalagi kotoran manusia. Jadi Allah ajarkan manusia agar hidup harus bersih dan Dia menyukai kebersihan itu. Dalam beberapa hadits, dikatakan oleh Rasulullah saw bahwa “Kebersihan itu adalah bagian dari iman.”

Nabi Muhammad dan Al Qur’an memberi petunjuk pada jalan yang benar :

15. Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyi kan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan[408]. 16. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. (Qs Al Maidah 15 – 16)


[137]. Maksudnya menyetubuhi wanita di waktu haidh.
[138]. Ialah sesudah mandi. Adapula yang menafsirkan sesudah berhenti darah keluar.
[408]. Cahaya maksudnya: Nabi Muhammad s.a.w. dan Kitab maksudnya: Al Quran.

Pelecehan para Nabi di kitab Bible

Setian Nabi atau Rasul, pasti mereka adalah orang-orang pilihan Allah yang bertugas sebagai perantara untuk menyampaikan berita atau pesan-pesan bagi umat manusia. Sebagai orang pilihan, tentu mereka berakhlak mulia, karena mereka merupakan manusia pilihan yang akan menyampaikan firman-Nya, serta sekaligus memberikan teladan bagi uamtnya. Oleh sebab itu sangatlah mustahil jika ada para Nabi atau Rasul pilihanNya yang berakhlak tidak benar, apalagi berakhlak buruk.

Tetapi kenyataannya didalam Alkitab begitu banyak para Nabi yang akhlaknya sangat tidak pantas karena melakukan perbuatan yang sangat tercela. Sebagian besar umat Kristiani tidak mengetahui atau tidak menyadari akan hal ini. Ada juga yang baru mengetahuinya setelah diberitahu oleh orang lain. Atau ada juga yang baru mengetahuinya setelah membaca buku-buku tulisan para Kristolog atau setelah mereka mengikuti acara dialog atau diskusi maupun perdebatan.

Coba simak beberapa ayat Alkitab di bawah ini, lalu bandingkan dengan ayat di dalam Al Qur’an.

Nabi Nuh dalam Alkitab

Marilah kita membaca Kejadian 9 : 21 yan berbunyi sebagai berikut :

“Setelah ia (Nuh) minum anggur, mabuklah ia dan ia telanjang dalam kemahnya.”

Bisa kita bayangkan bagaimana seorang Nabi pilihan Allah minum anggur sampai mabuk dan telanjang. Walaupun itu ayat Alkitab atau Bible, kami sebagai umat Islam tidak yakin kalau seorang nabi sampai mabuk bahkan telanjang. Tapi itulah, percaya atau tidak, kenyataannya hal itu benar-benar tertulis jelas di dalam Alkitab.

Bandingkan dengan Al Qur’an yang menceritakan nabi-nabi berikut ini:

33. Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga ‘Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing), (Qs 3 Ali Imran 33)

Ternyata Al Qur’an sangat memuliakan nabi Nuh sebagai salah seorang pilihan Allah melebihi segala bangsa pada waktu itu. Bahkan pernah ketika nabi Nuh hampir berbuat salah, Allah langsung menegur atau mengingatkan beliau agar dia tidak berbuat kesalahan. Al Qur’an tidak pernah menceritakan peristiwa seperti di dalam Alkitab bahwa nabi Nuh mabuk dan telanjang karena meminum khamar atau minuman keras yang memabukkan, karena Nabi Nuh tidak pernah dan tidak mungkin akan melakukan hal-hal yang memalukan, apalagi menjerumuskan dia ke dalam dosa.

Nabi Abraham (Ibrahim) dalam Alkitab

Silahkan membaca Kejadian 20 : 11 – 12:

“Lalu Abraham berkata : “Aku berpikit : Takut akan Allah tidak ada di tempat ini; tentulah aku akan dibunuh karena isteriku. Lagipula ia (Sara) benar-benar saudaraku, anak ayahku, hanya bukan anak ibuku, tetapi kemudian ia menjadi isteriku.”

Konteks ayat Alkitab tersebut intinya yaitu Nabi Abraham karena takut kepada seorang raja Gerar yang bernama Abimelekh, ketika raja tersebut melihat Sara dia meminta kepada Abraham karena tidak diketahuinya kalau Sara istri Abraham. Anehnya Abraham rela memberikannya. Untung sebelum raja Abimelekh meniduri Sara, Allah menegor sang raja dalam suatu mimpi, agar jangan menjamah Sara, sebab dia telah bersuami. Keesokan harinya raja Abimelekh menemui Abraham dan sambil marah-marah kepada Abraham, dia mengembalikan Sara kepadanya. Lalu berkata Abraham kepada raja tersebut :

“Lagipula ia (Sara) benar-benar saudaraku, anak ayahku, hanya bukan anak ibuku, tetapi kemudian ia menjadi isteriku.”

Dari pengakuan Abraham tersebut, jelas bahwa Sara sebenarnya adalah adiknya sendiri, anak ayahnya dengan istri yang lain. Berarti Abraham dan Sara kakak beradik satu ayah lain ibu, lalu mereka berdua jadi suami istri. Pertanyaannya :

Pertama : Apakah mungkin seorang nabi sekaliber Abraham rela memberikan istrinya hanya kerena takut kepada seorang raja?

Kedua : Mungkinkah Abraham lebih takut kepada seorang raja daripada Allah Swt?

Ketiga : Mengapa Sara adiknya sendiri (anak ayahnya dari istri yang lain) yang menjadi istrinya?

Perhatikan ayat Alkitab sebagai berikut :

“Bila seorang laki-laki mengambil saudaraya perempuan, anak ayahnya atau anak ibunya, dan mereka bersetubuh, maka itu suatu perbuatan sumbang dan mereka harus dilenyapkan di depan orang-orang sebangsanya, orang itu telah menyingkapkan aurat saudaranya perempuan, maka ia harus menanggung kesalahannya sendiri.” (Imamat 20 : 17)

Nah berdasarkan ayat Alkitab itu sendiri bahwa Allah mengecam orang yang mengawini anak ayahnya atau anak ibunya.

Sekarang marilah kita lihat atau baca dalam Al Qur’an, apakah nabi Abraham sama seperti yang dilukiskan dalam Alkitab?

Nabi Ibrahim dalam Al Qur’an

45. Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishaq dan Ya’qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi. 46. Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat. 47. Dan sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang paling baik. (Qs 38 Shaad 45 – 47)

Subhanallah, AL Qur’an sangat memuliakan Nabi Ibrahim.alalh sendiri yang memberikan kesaksian bahwa Nabi Ibrahim adalah orang yanng berpandangan jauh, orang pilihanNya dan orang yang disucikan oleh Allah Swt. Jadi jelas sekali betapa sangat berbeda kisah nabi Ibrahim dalam Alkitab (Bible) dengan di dalam Al Qur’an. Jika Alkitab melecehkan Ibrahim, justru Al Qur’an sangat memuliakan beliau, pencari kebenaran tentu bisa menilai mana yang lebih rasional, Alkitab atau Al Qur’an.

Nabi Salomo (Sulaiman) dalam Alkitab

“Ia (Salomo) mempunyai tujuh ratus isteri dari kaum bangsawan dan tiga ratus gundik, istri-istrinya itu menarik hatinya dari pada Tuhan.” (I Raja-rajaj 11 : 3)

Ayat Alkitab (Bible) tersebut menceritakan bahwa Nabi Salomo (Sulaiman) punya 700 (tujuh ratus) istri dan 300 (tiga ratus) gundik. Berarti Nabi Salomo punya 1000 (seribu) orang. Sulit dibayangkan bagaimana seorang suami menggilir istri-istrinya yang begitu banyaknya. Jika setiap malam Salomo harus menggilir satu orang istri, berarti untuk kembali menggilir istri yang pertama digilirnya, membutuhkan 1000 hari (sekitar 3 tahun). Yang tak kalah menarik lagi, dikatakan dalam ayat tersebut bahwa nabi Salomo lebih tertarik hatinya pada istri-istrinya daripada kepada Tuhan. Tentu timbul pertanyaan sebagai berikut :

Pertama : Apakah benar bahwa seorang nabi seperti Salomo (Sulaiman) memiliki 700 orang istri dan 300 orang gundik dan dia lebih tertarik kepada wanita daripada Allah?

Kedua : “Jika semua istri-istrinya melahirkan anak, bagaimana mengingat anak-anaknya yang begitu banyak?

Ketiga : Apakah poligami yang tidak terbatas oleh nabi Salomoi boleh dicontohi oleh setiap umatnya?

Keempat : “Apakah hikmah atau suari teladan yang bisa kita ambil dari kisah nabi Salomo tersebut ?

Kelima : Bagaimana nasib anak-anak keturunan Salomo yang begitu banyaknya, sementara Salomo sendiria dalah anak haram, hasil hubungan gelap atau perselingkungan Daud dengan Batsyeba, istri anak buahnya sendiri yang bernama Uria?

Sekarang marilah kita lihat, bagaimana kisah Nabi Salomo (Sulaiman) menurut Al Qur’an, apakah sama seperti yang dikisahkan dalam Alkitab?

Nabi Sulaiman dalam Al Qur’an

a. Nabi Sulaiman bisa menundukkan tiupan angin yang sangat kencang

81. Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu. (Qs 21 Al Anbiya 81)

b. Nabi Sulaiman mengerti dan bisa berbicara bahasa burung

16. Dan Sulaiman telah mewarisi Daud[1092], dan dia berkata: “Hai Manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu kurnia yang nyata.” (Qs 27 An Naml 16)

c. Nabi Sulaiman bisa memerintahkan tentara jin, manusia dan burung

17. Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan). (Qs 27 An Naml 17)

d. Nabi Sulaiman bisa berbicara dalam bahasa semut

18. Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari”; 19. maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.” (Qs 27 An Naml 18 – 19)

e. Nabi Sulaiman sebaik-baiknya hamba

30. Dan Kami karuniakan kepada Daud, Sulaiman, dia adalah sebaik- baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya), (Qs 38 Shaad 30)

Dalam Alkitab, Nabi Lot (luth) menghamili kedua anak gadisnya sendiri

Marilah kita baca Kejadian 19 : 30 – 36 berikut ini :

“Pergilah Lot dari Zoar dan ia menetap bersama-sama dengan kedua anaknya perempuan di pegunungan, sebab ia tidak berani tinggal di Zoar, maka diamlah ia dalam suatu goa beserta kedua anaknya.”

“Kata kakaknya kepada adiknya : “Ayah kita telah tua, dan tidak ada laki-laki di negeri ini yang dapat menghampiri kita, seperti kebiasaan seluruh bumi. Marilah kita beri ayah kita minum anggur, lalu kita tidur dengan dua, supaya kitan menyambung keturunan dari ayah kita.”

“Pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lau mausklah yang lebih tua untuk tidur dengan ayahnya, dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun.”

“Keesokan harinya berkatalah kakaknya kepada adiknya : ”Tadi malam aku telah tidurh dengan ayah, baiklah malam ini juga kita beri dia minum anggur, masuklah engkau untuk tidur dengan dua, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita.”

“Demikianlah juga pada malam itu mereka memberi ayah merekma minum anggur, lalu bangunlah yang lebih muda untuk tidur dengan ayahnya, dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun.”

“Lalu mengandunglah kedua anak Lot itu dari ayah mereka.”

Dari konteks cerita dalam Alkitab tersebut, sangat sulit dibayangkan, bagaimana bejatnya Nabi Lot bersama kedua anak gadisnya. Dan bagaimana bejatnya kedua anak Nabi Lot terhadap ayah mereka sendiri. Apakah mungkin anak seorang nabi berani melakukan hal-hal yang sangat tidak terpuji pada ayah mereka sendiri? Apakah seorang seperti nabi Lot tidak mendidik anak-anaknya untuk berakhlakmulia? Kita lihat lagi bagaimana Nabi Lot dalam kisah lain di dalam Alkitab / Bible sebagai berikut :

Nabi Lot rela dua anak gadisnya diperlakukan seenaknya

Silahkan kita baca Kejadian 19 : 6 – 8 sebagai berikut :

“Lalu keluarlah Lot menemui mereka, ke depan pintu, tetapi pintu ditutupnyah di belakangnya, dan ia berkata : “Saudara-saudaraku, janganlah kiranya berbuat jahat. Kamu tahu, aku mempunyai dua orang anak perempuan yang belum pernah dijamah laki-laki, baiklah mereka kubawa keluar kepadamu, perbuatlah kepada mereka seperti yang kamu pandang baik, hanya jangan kamu apa-apakan orang-orang ini, sebab mereka memang datang untuk berlindung di dalam rumahku.”

Sungguh tragis sekali apa yang Nabi Lot lakukan terhadap kedua anak gadisnya. Hanya karena ingin membela tamunya, dan karena dia takut ancaman orang-orang di sekitarnya, dia rela kedua anak gadisnya diperlakukan semaunya oleh mereka. Padahal mestinya seorang ayah harus melinsungi dan mejaga kehormatan anak gadisnyah, tapi anehnya justru Nabi Lot tidak melakukannya.

Seorang ayah yang paling kejam di dunia, tidak akan pernah rela menyerahkan anak gadisnya begitu saja untuk diperlakukan seenaknya oleh segerombolan laki-laki, apalagi oleh seorang nabi seperti Nabi Lot.

Sekarang marilah kita lihat, dan bandingkan, bagaimana nabi Lot (Luth) dalam Al Qur’an.

Kisah Nabi Lot (Luth) dalam Al Qur’an

54. Dan (ingatlah kisah) Luth, ketika dia berkata kepada kaumnya: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah itu sedang kamu memperlihatkan(nya)?” 55. “Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) nafsu (mu), bukan (mendatangi) wanita? Sebenarnya kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu).” (Qs 27 An Naml 54 – 55)

Kalau Alkitab menceritakan bahwa Nabi Lot (Luth) berakhlak bejat, sebaliknyah justru Al Qur’an menceritakan Nabi Luth menasehati kaumnya agar tidak berbuat jahil dan tidak melalukan sodomi sesama lelaki. Bahkan dalam ayat lain nabi Luth adalah orang yang sholeh, sebagaimana ayat berikut ini :

74. dan kepada Luth, Kami telah berikan hikmah dan ilmu, dan telah Kami selamatkan dia dari (azab yang telah menimpa penduduk) kota yang mengerjakan perbuatan keji[965]. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik, 75. dan Kami masukkan dia ke dalam rahmat Kami; karena sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang saleh. (Qs 21 : 74 – 75)

Setelah kita mengetahui kisah Nabi Lot (Luth) dalam Alkitabdan AL Qur’an, sekarang marilah kita baca bagaimana kisah Nabi Daud dalam Alkitab.

Sebelumnya perlu kita ketahui bahwah Nabi Daud sebagaimana tertulis di dalam Kitab Perjanjian Baru, merupakan bapa leluhur Yesus dalamsilsilah keturunan Yesus (Mat 1 : 1 – 16). Coba kita simak bagaimana akhlak nabi Daud di dalam Alkitab sebagai berikut :

Nabi Daud menghamili wanita bersuami

Mari kita membaca Alkitab 2Samuel 11 : 2 – 5 di bawah ini :

2. Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi, perempuan itu sangat elok rupanya. 3. Lalu Daud menyuruh orang bertanya tentang perempuan itu dan orang berkata : “Itu adalah Batsyeba binti Eliam, isterei Uria orang Het itu.” 4. Sesudah itu Daud menyuruh oranb mengambil dia.perempuan itu datang kepadanya, lalu Daud tidur dengan dia. Perempuan itu baru selesai membersihkan diri dari kenajisannya. Kemudian pulanglah perempuan itu ke rumahnya. 5. Lalu mengandunglah perempuan itu dann disuruhnya orang memberitahukan kepada Daud, demikian : “Aku mengandung.”

Sulit dibayangkan betapa bejatnya akhlak Nabi Daud yang dilukiskan dalam Alkitab. Setelah istri bawahannya dia hamili, bagaimana caranya agar suami wanita yang dia hamili itu mati. Lalu dengan liciknya, dia adalakan skenario pembunuhan berencana sebagai berikut :

Daud mengadakan pembunuhan rencana

14. Paginya Daud menulis surat kepada Yoab dan mengirimkannya dengan perantaraan Uria. 15. Ditulisnya dalam surat itu, demikian : 16. Pada waktu “Tempatkanlah Uria di barisan depan dalam pertempuran yang paling hebat, kemudian kamu mengundurkan diri dari padanya supaya ia terbunuh mati.”

“Yoab mengepung kota Raba, ia menyuruh Uria pergi ke tempat yang diketahuinya ada lawan yang gagah perkasa. 17. Ketika orang-orang kota itu keluar menyerang dan berperang melawan Yoab, maka gugurlah beberapa orang dari tentara,d ari anak buah Daud, juga Uria, orang Het itu, mati.”

Sungguh luar biasa kebejatan Nabi Daud di dalam Alkitab tersebut, sudah istri bawahannya dihamili, diadakan lagi pembunuhan berencana terhadap suami wanita tersebut. Dan yang membawa surat rencana pembunuhan tersebut, yaitu Uria suami wanita yang dihamilinya. Mungkin kalau suaminya tahu isi surat itu, barangkali tidak disampaikannya.

Skenario Daud yang mengatur pembunuhan berencana tersebut benar-benar berhasil.

Setelah orang-orang kota mengepung dan menyerang pasukan anak buah Daud, Yoab menyuruh Uria (suami Batyseba, wanita yang Daud hamili) maju ke medan perang yang dia ketahui banyak lawan yang gagah perkasa sebagaimana yang diperintahkan Daud dalam suratnya kepada Yoab.

Rencana Daud berhasil! Uria, suami wanita yang Daud hamili itu gugur dalam pertempuran yang dahsyat tersebut. Maka jadila Batsyeba (istri Uria) yang telah mengandung bibit Daud menjadi istrinya.

Tak lama setelah peristiwa itu, maa lahirlah seorang anak laki-laki yang Nabi Daud namakan Salomo (Sulaiman).

Berarti Salomo (Sulaiman) adalah anak haram hasil selingkuh atau perzinahan antara Daud dan Batsyeba (istri Uria) anak buah Daud sendiri.

Rasanya sangat naif seklai seorang nabi seperti Daud melakukan maksiat yang begitu hebat, dan anak yang dilahirkan dari hasil perzinahannya itu, koq menjadi seorang Nabi juga. Na’udzubillaahimindzaalik!!

Sekarang marilah kita buka kitab suci Al Qur’an lalu kita lihat dan bandingkan bagaimana AL Qur’an berbicara tentang kisah Nabi Daud, apakah sama sepereti yang dilukiskan dalam Alkitab / Bible atau tidak.

Nabi Daud dalam Al Qur’an

26. Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat darin jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan. (Qs 39 Shaad 26)

Subhanallah, sungguh sangat menggugah ayat-ayat Al Qur’an tersebut. Al Qur’an sangat memuliakan Nabi Daud dengan menyebut beliau orang yang banyak kembali kepada Allah, dijadikan seorang khalifah, seorang pemimpin yang memberikan keputusan yang adil dan seorang Nabi yang tidak menuruti hawa nafsu. Sementara dalam Alkitab, dilukiskan Nabi Daud sebagai seorang yang sangat bejat, tidak bermoral, licik, menzinahi istri orang lain, mengumbar nafsu, mengadakan pembunuhan berencana dan lain-lain.pertanyaannya, manakah yang lebih rasional, kisah yang dilukiskan Alkitab ataukah AL Qur’an? Daud yang salah ataukah Allah yang salah menjadikan Daud sebagai utusanNya?


[793]. Ayat ini memberikan jaminan tentang kesucian dan kemurnian Al Quran selama-lamanya.

[1092]. Maksudnya Nabi Sulaiman menggantikan kenabian dan kerajaan nabi Daud a.s. serta mewarisi ilmu pengetahuannya dan kitab Zabur yang diturunkan kepadanya.

[965]. Maksudnya: homoseksual, menyamun serta mengerjakan perbuatan tersebut dengan berterang-terangan.

Yesus serba terbatas

TUHAN YANG MEWAHYUKAN HARUS BERSIFAT MAHA ATAS SEGALANYA

Mari kita simak dengan cermat ayat kitab umat Kristen yang tertulis dalam Kejadian 6 : 5 – 7 berikut ini :

“Ketika dilihat Tuhan, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, maka menyesallah Tuhan, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya. Berfirmanlah Tuhan : ”Aku akan mengapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka.”

Ayat di atas ini sebenarnya kalau umat Kristen sedikit serius dan jeli, itu sangat melecehkan terhadap kemahakuasaan Allah. Ayat tersebut sangat jelas menunjukkan kekeliruan dan ketidak mahakuasaan Allah itu sendiri.

Penulis Alkitab menceritakan rencana awal ketika Tuhan menciptakan manusia, dimana Tuhan bermaksud semua manusia hidup tanpa dosa, tanpa cela, tanpa masalah.

Tetapi setelah makhluk yang bernama manusia itu tercipta, dalam perjalanan kehidupan manusia itu sendiri, hasilnya tidak seperti yang Dia inginkan.

Ternyata manusia ciptaan-Nya itu cenderung membuahkan kejahatan semata, maka menyesalah Tuhan bahwa Dia telah menjadikan manusia di bumi ini. Saking rasa menyesal begitu berat, maka membuat hati Tuhan pilu. Maka untuk menghapus manusia dari kejahatan yang mereka buat, didatangkan-Nya air bah untuk melenyapkan semua manusia saat itu, kecuali Nabi Nuh beserta keluarganya dan orang-orang yang beriman kepadanya.

Sungguh ironis sekali jika Tuhan ditempatkan oleh penulis Alkitab sebagai perancang atau pencipta yang keliru. Tentu hal ini akan membuat setan dan kawan-kawannya bangga atas kekeliruan Tuhan. Setan-setan tentu menertawakan Tuhan bahkan meledek Dia, karena setan-setan merasa menang dalam menggoda manusia ciptaan Tuhan sehingga mereka tergelincir dalam dosa dan kejahatan. Dan dalam cerita tersebut, dilukiskan penyesalan Tuhan yang begitu mendalam hingga hati-nya sangat pilu karena kegagalan yang dibuat oleh Tuhan sendiri.

Satu hal lain yang perlu kita catat, bahwa jika nanti di akhirat kita akan dilemparkan oleh Tuhan ke dalam api neraka, manusia berhak memprotes terhadap keputusan Tuhan yang akan menghukum kita. Kenapa? Sebab terciptanya kita manusia di muka bumi ini, semuanya bukan atas kehendak kita sendiri, tetapi atas kehendak-Nya.

Dialah Allah yang telah menjadikan dan menciptakan kita, tanpa diminta oleh kita bukan? Maka jika kita manusia akan disiksa di api neraka, itu suatu keputusan Tuhan yang keliru, sebab semua kesalahan tidak boleh ditimpakan kepada kita manusia, karena yang bersalah justru Tuhan itu sendiri.

Buktinya Tuhan mengaku dengan jujur dan polos bahwa Dia keliru telah menjadikan manusia yang ternyata cenderung berbuat kejahatan di muka bumi. Bagaimana mungkin kesalahan Tuhan ditiumpakan kepada manusia!

Oleh sebab itu kalau perlu di akhirat nanti kita adakan demo secara besar-besaran menentang keputusan Tuhan, karena Dia telah melanggar Hak Asasi Manusian (HAM) bukan?

Semua ini membuktikan bahwa si penulis Alkitab tidak profesional, karena menempatkan Tuhan pada posisi yang lemah.

Justru dengan adanya ayat-ayat seperti itu, membuat para pembaca Alkitab yang serius dan kritis, akan memberikan penilaian yang salah terhadap isi Alkitab, apalagi menyangkut ketidak mahakuasaan Tuhan itu sendiri. Halinitentu merupakan pelecehan terhadap Tuhan, sekaligus membuktikan bahwa Alkitab tidak semuanya berisi wahyu atau firman Allah, tetapi banyak yang berasal dari tulisan manusia.

Tuhan Tidak Tahu??

Silahkan baca Kejadian 18 : 20 – 21

20. Sesudah itu berfirmanlah Tuhan : “Sesungguhnya banyak keluh kesah orang tentang Sodom dan Gomora dan sesungguhnya sangat berat dosanya. 21. Baiklah Aku turun untuk melihat, apakah benar-benar mereka telah berkelakuan seperti keluah kesah orang yang telah sampai kepada-Ku atau tidak; Aku hendak mengetahuinya.”

Menurut penulis Alkitab, di kala dosa dan kebejatan yang begitu besar telah terjadi di kota Sodom dan Gomorah, malaikat Tuhan melaporkan kejahatan mereka kepada Tuhan. Untuk mengetahui apakah laporan malaikat tersebut benar atau tidak, maka Tuhan harus turun ke dunia untuk mengetahuinya.

Dilukiskan oleh penulis Alkitab bahwa Tuhan perluh turun ke bumi untuk membuktikan laporan malaikat yang sampai kepada-Nya. Penulis Alkitab init idak menyadari bahwa ayat-ayat tersebut justru benar-benar sangat merendahkan kemahakuasaan Tuhan.

Kalau laporan kasus Sodom dan Gomorah saja lantas Tuhan harus turun ke dunia untuk mengetahuibnya, bagaimana dengan laporan malaikat di jaman sekarang, dimana jumlah manusia sudah begitu banyaknya (sekitar 6 milyar) dan kejahatan sangat sulith dhitung jumlahnya? Kalau semata itu harus dicek kembali satu persatu kebenarannya oleh Tuhan dengan turun ke dunia ini, kapan urusan Tuhan akan selesai? Kalau begitu diana letak kemahakuasaan Tuhan itu sendiri?

Jika ayat tersebut benar-benar wahyu Allah, berarti Allah di dalam Alkitab tersebut tidak memiliki sifat Maha atas segala sesuatu, dan Dia bersiat lemah seperti makhluk makhluk ciptaan-Nya. Tapi itulah kenyataannya dan demikianlah apa yang harus diimani oleh umat Kristiani karena mereka merasa yakinn bahwa Alkitab adalah 100% wahyu Allah yang tidak mungkin bisa salah atau keliru, walaupun bertentangan dengan hati nurani mereka.

Kenyataan bahwa Tuhan benar-benar turun ke bumi untuk mengetahui laporan malaikat kepada-Nya, tertulis jelas di dalam Alkitab dimana Abraham datang mendekat dan berdiri di hadapan Tuhan, hingga terjadilah dialog antara Tuhan dan Abraham sebagai berikut :

Abraham : “Apakah Engkau akan melenyapkan orang benar Bersama-sama dengan orang fasik? Bagaimana sekiranya ada lima puluh orang benar dalam kota itu? Apakah engkau akan melenyapkan tempat itu dan tidakkah Engkau mengampuninya karena kelima puluh orang benar di dalamnya itu? Jauhlah kiranya dari pada-Mu untuk berbuat demikian, membunuh orang benar bersama-sama dengan orang fasik, sehingga orang benar itu seolah-olah sama dengan orang fasik! Jauhlah kiranya yang demikian dari pada-Mu! Masakan Hakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil?” (Kej 18: 23 – 25)

Tuhan : “Jika Kudapati lima puluh orang benar dalam kota Sodom, Aku akan mengampuni seluruh tempat itu karena mereka.” (Kej 18 : 26)

Abraham: “Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan, walaupun aku debu dan abu, sekiranya kurang lima orang dari kelima puluh orang benar itu, apakah Engkau akan memusnahkan seluruh kota itu karena yang lima itu?” (Kej 18 : 27 – 28)

Tuhan : “Aku tidak memusnahkannya, jika Kudapati empat puluh lima disana.” (Kej 18 : 28)

Abraham :”Sekiranya empat puluh lima didapati disana?” (Kej 18: 29)

Tuhan : “Aku tidak akan berbuat demikian karena yang empat puluh lima itu.” (Kej 18 : 29)

Abraham: “Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata sekali lagi. Sekiranya tiga puluh didapati disana?” (Kej 18 : 30)

Tuhan : “Aku tidak akan berbuat demikian, jika Kudapati tiga puluh disana.” (Kej 18 : 30)

Abraham : “Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan. Sekiranya dua puluh didapati disana?” (Kej 18 : 31)

Tuhan : “Aku tidak akan memusnahkannya karena yang dua puluh itu.” (Kej 18 : 30)

Abraham : “Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata lagi sekali ini saja. Sekiranya sepuluh didapati disana?” (Kej 18 : 32)

Yang menarik dari ayat-ayat Alkitab tersebut terlihat sepertinya Abraham main-main dengan Tuhan. Dan yang lebih tidak rasional yaitu Tuhan koq dinasehati oleh Abraham. Bagaimana mungkin manusia bisa menasehati Tuhan? Mestinya Tuhanlah yang menasehati manusia, bukan sebaliknya!

Tuhan Berpikir

Bacalah Kejadian 18 : 17

“Berpikir Tuhan : “Apakah Aku akan menyembunyikan kepada Abraham apa yang hendak Kulakukan ini?”

Kalau untuk mengatakan kepada seorang saja (nabi Abraham) lantas Tuhan berpikir dulu, bagaimana di zamanh sekarang yang sudah semakin modern dan canggih, apalagi jumlah manusia telah mencapai sekitar lebih kurang 6 (enam) milyar.

Berbagai masalah, kejadian, problematika, dan kasus yang terjadi di dunia yang semakin tidak kruan ini, kalau semuanya itu harus dipikirkan oleh Tuhan, bisa dibayangkan, bagaimana sibuk dan pusingnya Tuhan dalam mengatasi manusia di dalam semesta ini.

Maaf, kalau kualitas ilmu pengetahuan Tuhan yang ada di dalam Alkitab hanya seperti itu, bisa-bisa Tuhan stress, mungkin bisa gila! Na’udzubillahi min dzaalik!

Tuhan tidak mungkin punya sifat lemah yang digambarkan oleh penulis Alkitab pada ayat-ayat tersebut.

Kalau ayat-ayat itu diyakini sebagai firman Allah, ini berarti Tuhan di dalam Alkitab tersebut tidak memppunyai sifat Maha atas segala sesuatu, bahkan Dia sama seperti makhluk ciptaannya.

Karenanya bagaimana mungkin kita manusia harus menjadikan Dia sebagai satu-satunya yang mutlak serta berbakti dan menyembah hanya kepada-Nya, dan yang menentukan keselamatan semua umat manusia, sementara Dia sendiri tidak punya sifat Maha atas segalanya?

Sekarang marilah kita lihat dan membandingkan bagaimana Tuhan (Allah) yang ada di dalam kitab suci Al Qur’an, apakah Dia bersifat Maha atas segala sesuatu atau tidak! Perhatikan ayat-ayat sebagai berikut:

12. Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu. (Qs 65 Ath Thalaq 12)

Subhanallah!! Dari satu ayat ini saja jelas sekali terlihat betapa luar biasa ilmu Allah dalam Al Qur’an. Betapa Maha Kuasanya Dia terhadap segala sesuatu. Dan betapa ilmu-Nya tidak terbatas meliputi segalanya.

59. Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)” (Qs Al An’am 59)

Subhanallaah!!! Dari ayat Al Qur’anj tersbeut, jelas sekali kita melihat suatu perbedaan yang sangat menyolok antara Alkitab (Bible) dengan Al Qur’an.

Ayat-ayat Bible tadi terlihat betapa Allah ilmu-Nya sangat terbatas, sehingga Dia harus keliru, menyesal, tidak tahu, berpikir dan lain-lain. Sementara Allah dalam Al Qur’an pada ayat-ayat tadi dijelaskan bahwa Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu dan ilmu-Nya tidak terbatas. Bahkan segala kunci yang ghaib semuanya diketahui-Nya.

Nah, Allah inilah yang pantas kita sembah, kita jadikan satu-satu tumpuan hidup, tempat kita memohon pertolonan, karena Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu dan Dia punya sifat Maha atas segalanya

Paulus rubah total ajaran Yesus

Kebudayaan Yunani sangat berpengaruh luas di masyarakat tanah Yudea kala itu, yang sekarang Palestina. Negeri dimana Yesus dilahirkan dan menyebarkan ajarannya. Masuknya kebudayaan Yunani adalah akibat dari masuknya penjajah Romawi yang menguasai tanah Yudea. Mereka masuk, menjajah, tidak hanya merampok harta rakyat dan kekayaan alam tapi juga menyebarkan ideologi mereka ke masyarakat Yahudi. Yakni Pantheisme.

Kalau kita pernah menonton film serial Hercules, disanalah gambaran tentang ajaran Pantheisme. Ajaran yang menyembah pada banyak tuhan. Ada yang disebut dengan Zeus, tuhan tertinggi, bapak semua tuhan. Ada Hera, istri Zeus, Ares tuhan perang, Aprodite tuhan kecantikan, dan masih banyak yang lain. Yang menarik disini, Zeus mengawini perempuan bumi dan melahirkan seorang anak laki-laki yang super kuat yang diberi nama Hercules. Dan dia dianggap sebagai penyelamat umat manusia.

Mengapa disebut menarik, sosok pribadi Hercules ini sangat mirip dengan Yesus yang juga dianggap sebagai penyelamat umat manusia. Memang kedatangan Yesus (Isa as) adalah untuk menyelamatkan umat manusia tapi bukan sebagai tuhan yang hidup ditengah manusia seperti halnya Hercules. Nabi Isa as hanyalah seorang manusia, utusan Allah, seorang nabi, seorang penunjuk jalan pada kebenaran yang diridhai Allah SWT.

Tapi justru ajaran yang salah ini, bahwa Yesus adalah tuhan seperti halnya Hercules adalah tuhan, justru disebar luaskan oleh Paulus. Ajaran Yesus adalah menyembah pada Tuhan yang satu, Tauhid. Sedangkan ajaran Paulus adalah bentuk turunan dari ajaran Pantheisme, Paulus mengajarkan trinitas, tiga tuhan yakni bahwa ada Tuhan Bapak, Tuhan Anak dan tuhan Roh kudus.

Berikut adalah bagaimana sesungguhnya perbedaan ajaran Paulus dan Yesus sehingga dikatakan Paulus telah merubah total wajah asli ajaran Yesus.

10 pokok beda ajaran Yesus dan Paulus :

1. Ajaran Yesus : Yesus adalah utusan Tuhan (Yesus tidak pernah meminta disembah / dituhankan).

Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” (Matius 15:24)

Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. (Yohanes 17:3), (Yohanes 11:42)

Aku (Yesus) berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya….Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia (Bapa) yang mengutus Aku. (Yohanes 13:16,20)
Kamu telah mendengar, bahwa Aku (Yesus) telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.
(Yohanes 14:28)

Ajaran Paulus : Yesus adalah Tuhan.

namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup. (1 Korintus 8:6)
Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. (Roma 10:9)

NB:
Paulus berusaha mendoktrin orang lain bahwa hanya dengan meyakini Yesus sebagai Tuhan dan percaya Yesus telah bangkit dari antara orang mati, maka ia akan diselamatkan. Dalam ajaran Paulus/Kristen, Yesus lebih dipromosikan sebagai Tuhan ketimbang dengan Tuhan Allah/Bapa. Bandingkan dengan pernyataan-pernyataan Yesus yang lebih menonjolkan Allah/Bapa sebagai Tuhan Yang Esa.

2. Ajaran Yesus : tidak membatalkan hukum Taurat justru meneruskan hukum Taurat.

“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku (Yesus) datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. (Matius 5:17)

Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. (Matius 5:18)

Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. (Matius 5:19), (Matius 5:20)

NB:

Hukum Taurat merupakan bagian dari ajaran Yesus yang wajib dilaksanakan oleh umatnya.

Ajaran Paulus : Kristen mengutuk hukum Taurat.

Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kami-pun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: “tidak ada seorangpun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat. (Galatia 2:16), (Galatia 3:24-25), (Galatia 5:4), (Roma 3:27-28) dan (Efesus 2:15).

3. Ajaran Yesus : Laki-laki harus Khitan.

Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya. (Lukas 2:21)

Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat; haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu. (Kejadian 17:10-11)

Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu. (Kejadian 17:12) , (Kejadian 17:13), (Kejadian 17:14)

Ajaran Paulus : Kristen tidak mewajibkan Khitan.

Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih. (Galatia 5:6)
Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah. (1 Korintus 7:19)

4. Ajaran Yesus : Tidak ada dosa waris.

Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. (Markus 10:14)

Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya. (Yehezkiel 18:20)

Ajaran Paulus : Setiap orang mewarisi dosa Adam

Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang (Adam), dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. (Roma 5:12)

NB:
Oleh karena dosa warisan dari Adam tersebut, menurut Paulus, disalibnya Yesus konon untuk menebus dosa-dosa manusia (Galatia 3:13).

5. Ajaran Yesus : Berpuasa, berwudlu, mengajarkan sujud serta berdoa ketika sedang sujud.

Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, (Matius 6:17)

Musa dan Harun serta anak-anaknya membasuh tangan dan kaki mereka dengan air dari dalamnya. Apabila mereka masuk ke dalam Kemah Pertemuan dan apabila mereka datang mendekat kepada mezbah itu, maka mereka membasuh kaki dan tangan–seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa. (Keluaran 40:31-32)

Maka Ia (Yesus) maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” (Matius 26:39), (Bilangan 20:6), (Kejadian 17:2-3)

Ajaran Paulus : bernyanyi di gereja.

dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati. (Efesus 5:19)

Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu. (Kolose 3:16)

NB:
Menyanyi di gereja bukanlah ajaran Yesus, tetapi ajaran Paulus (Efesus 5:19).

6. Ajaran Yesus : melarang hidup mewah di dunia.

“Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. (Matius 6:19-20).

Ajaran Paulus : Tidak ada larangan hidup mewah dalam ajaran Kristen

“Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.” (Efesus 4:28)

7. Ajaran Yesus : meninggal dunia dibungkus kain kafan.

Dan Yusuf pun mengambil mayat itu, mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih, (Matius 27:59)

Mereka mengambil mayat Yesus, mengapaninya dengan kain lenan dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat. (Yohanes 19:40)

Ajaran Paulus : meninggal dunia diberi pakaian rapi dan dibungkus peti mati.

Misalnya, meninggalnya Paus Yohanes Paulus II, penyanyi Broery Marantika, dan mantan Menko Ekuin Radius Prawiro. Ketiganya diberi pakaian rapi dan dibungkus peti mati sebelum dikubur.

8. Ajaran Yesus : tidak membatalkan hukum rajam.

Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu (Yesus) tentang hal itu?” (Yohanes 8:5)

Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya (Yesus), Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” (Yohanes 8:7).

Ajaran Paulus : Tidak ada hukum rajam dalam ajaran Kristen.

Ajaran Kristen menolak hukum rajam, karena ia adalah bagian dari hukum Taurat. Lihat kembali pernyataan Paulus dalam Galatia 2:16 (butir 2 di atas).

9. Ajaran Yesus : Menerapkah hukum Qisash

Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. (Matius 5:38)

mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki (Keluaran 21:24)

patah ganti patah, mata ganti mata, gigi ganti gigi; seperti dibuatnya orang lain bercacat, begitulah harus dibuat kepadanya. (Imamat 24:20)

Janganlah engkau merasa sayang kepadanya, sebab berlaku: nyawa ganti nyawa, mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki.” (Ulangan 19:21)

Ajaran Paulus : Membatalkan hukum Qisash, menjerumuskan dalam perbudakan.

Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu. (Matius 5:39-42)

10. Yesus tidak membuat agama baru.

Lihat kembali pernyataan Yesus dalam Matius 5:17-20 (Butir 2 di atas).

Kristen adalah agama baru yang lahir setelah usaha penyaliban Yesus.

Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen. (Kisah Para Rasul 11:26).

AlQu’an atau Bible yg sadis

Marilah kita baca Alkitab I Samuel 15 : 2 – 3 yang berbunyi sebagai berikut :

2. Beginilah firman Tuhan semesta alam : Aku akan membalas apa yang dilakukan orang Amalek kepada orang Israel, karena orang Amalek menghalangi mereka, ketika orang Israel pergidari Mesir. 3. Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai.”

Kalau kita cermati ayat tersebut, betapa kejam dan sadisnya Tuhan yang digambarkan dalam Alkitab tersbeut. Kalau benar Tuhan mengajarkan ajaran kasih, mengapa justru Tuhan menyuruh membunuh tanpa belas kasihan? Dimanakah ajaran kasih yang selama ini selalu digembar-gemborkan, sementara Tuhan sendiri yang memerintahkan untuk menumpas tanpa belas kasihan terhadap perempuan, anak-anak, dan bahkan terhadap anak yang menyusu?

Tuhan menulis sepuluh perintah Allah (Ten Comandments) di dalam Alkitab, diantaranya yaitu “jangan membunuh” (Ulangan 5 : 17), tetapi mengapa Dia sendiri yang menyuruh dan memerintahkan untuk membunuh dengan kejam dan sadis bahkan tanpa belas kasihan? Bukankah ini merupakan ayat-ayat teroris? Hanya para teroris yang melakukan seperti itu! Kalau begitu darimana asal mula ,sumber ajaran teroris tersebut?

Selanjutnya marilah kita baca Ulangan 20 : 12 – 16 sebagai berikut:

12. Tetapi apabila kota itu tidak mau berdamai dengan engkau, melainkan mengadakan pertempuran melawan engkau, maka haruslah engkau mengepungnya; 13. dan setelah Tuhan, Allahmu, menyerahkannya ke dalam tanganmu, maka haruslah engkau membunuh seluruh penduduknya yang laki-laki dengan mata pedang. 14. Hanya perempuan, anak-anak, hewan dan segala yang ada di kota itu, yakni seluruh jarahan itu, boleh kau rampas bagimu sendiri, dan jarahan yang dari musuhmu ini, yang diberikan kepadamu oleh Tuhan, Allahmu, boleh kau pergunakan. 15. Demikianlah harus kau lakukan terhadap segala kota yang sangat jauh letaknya dari tempatmu, yang tidak termasuk kota-kota bangsa-bangsa di sini. 16. Tetapi dari kota-kota bangsa-bangsa itu yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu, janganlah kau biarkan hidup apa pun yang bernafas…”

Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa Tuhan benar-benar sangat kejam dan sadis. Dan ayat-ayat ini serta ayat-ayat sebelumnya, sepertinya berbicara dalam kondisi perang. Namun demikian walaupun dalam keadaan perang, sifat Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Pengampun, tidak akan hilang begitu saja walaupun dalam kondisi perang.apakah sekejam dan sesadis itu sifat Tuhan di dalam Alkitab (Bible) terhadap hamba-hambaNya yang tidak berdaya ketika mengalami kekalahan dalam peperangan? Dan pelajaran serta hikmah apa yang bisa kita abil dari ayat-ayat tersebut? Apakah ayat-ayat tersebut mendidik manusia ke jalan yang benar? Bagaimana mungkin Tuhan memerintahkan kepada manusia untuk melakukan perbuatan keji, sadis dan biadab tanpa batas, sementara Dia sendiri melarang hambanya berbuat seperti itu? Bagaimana mungkin Tuhan akan menghukum para pelaku keji, sadis dan biadab seperti itu, padahal Dia sendiri yang menyuruh melakukannya? Kalau begitu dimana letak ajaran kasih yang selama ini dipropagandakan oleh Kristen dalam menyebarkan ajaran agamanya?

Mari kita bandingkan dengan Al Qur’an, apakah Allah dalam Al Qur’an, apakah Allah dalam Al Qur’an memerintahkan manusia untuk berbuat kejam dan sadis? Dan apakah dalam memerangi musuh-musuh Allah, lalu sifat Allah yang Maha Pengasih dan Maha Pengampun akan berobah menjadi kejam dan sadis terhadap musuh-musuh yang sudah tidak berdaya?

Kemudian bagaimana etika yang diatur oleh Allah dan RasulNya ketika dalam memperlakukan lawan-lawan yang tidak berdaya maupun terhadap para tawanan perang dan makhluk lainnya. Mari kita lihat beberapa ayat dan hadis sebagai berikut :

190. Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (1) (Qs 2 Al Baqarah 190)

4. Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir. Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka. (Qs 47 Muhammad 4)

Hadits Shahih Muslim No 1726 menyebutkan, dalam peperangan Rasulullah saw. melarang membunuh wanita dan anak-anak.

Hadits Shahih Muslim No 1728 menyebutkan larangan menebang /merusak tanaman.

Subhanallah, sungguh mulia etika yang diatur oleh Allah dan Rasul Nya ketika menghadapi musuh-musuh yang memrangi kita, baik secara perorangan maupun ketika dalam peperangan. Bayangkan saja, terhadap tanaman saja tidak boleh ditebang atau dirusak begitu saja tanpa alasan yang benar, apabila terhadap manusia. Oleh sebab itu membunuh wanita, anak-anak dan orang yang sudah tidak berdaya, itu dilarang dalam ajaran Islam.

Nah dengan demikian kita manusia bisa mengambil hikmah dan pelajaran atas apa saja yang telah diatur dan ditentukan oleh Allah dan rasul-Nya dalam Al Qur’an dan Hadist Rasulullah saw.

Jadi tuduhan selama ini yang sering dilontarkan oleh mereka yang benci terhadap Islam bahwa katanya Islam ajaran Teroris dan Kristen ajarannya Kasih, sama sekali tidak beralasan karena tidak ada satu dalil atau ayat di dalam Al Qur’an dan Hadits yang menyuruh atauh memerintahkan untuk melakukan Teroris. Justru ayat-ayat kejam dan sadis (teroris) begitu banyak kita jumpai di dalam Alkitab. Para Pendeta pun mengakui bahwa banyak ayat-ayat dalam Alkitab Perjanjian Lama dimana banyak terdapat firman-firman Allah yang kejam dan berat yang sulit diikuti oleh Umat Kristiani.


(1). Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ayat ini turun berkenaan dengan “perdamaian di Hudaibiah”, yaitu ketika Rasulullah SAW dicegat oleh kaum Quraisy untuk memasuki Baitullah. Adapun isi perdamaian tersebut antara lain agar kaum Muslimin menunaikan umrahnya pada tahun berikutnya. Ketika Rasulullah SAW beserta shahabatnya mempersiapkan diri untuk melaksanakan umrah tersebut sesuai dengan perjanjian, para shahabat khawatir kalau-kalau orang-orang Quraisy tidak menepati janjinya, bahkan memerangi dan menghalangi mereka masuk di Masjidil Haram, padahal kaum Muslimin enggan berperang pada bulan haram. Turunnya “Waqatilu fi sabilillahil ladzina (S. 2: 190) sampai (S. 2: 193)” membenarkan berperang untuk membalas serangan musuh.
(Diriwayatkan oleh al-Wahidi dari al-Kalbi, dari Abi Shaleh yang bersumber dari Ibnu Abbas.)

Yesus tidak pernah minta di sembah

1. Menyembah Yesus.

Tidak pernah sekali-kali pun dalam kitabnya Kristen, Yesus berkata, sembahlah aku. Yang ada adalah perkataan Yesus berikut ini,

4:8 Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ada tertulis: Engkau harus menyembah

Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” [Lukas]

Jelas sekali bahwa Hanya kepada Allah saja kita harus menyembah. Sudah menjadi kebiasaan orang kristen, mereka membaca apa yang tidak ada dalam teks. Teks bible terbaca bahwa kita harus menyembah Allah saja tapi umat kristen membacanya lain. Mereka telah diprogram untuk membaca ayat diatas bahwa mereka harus menyembah Yesus. Mereka telah di cuci otak sejak kecil membaca apa yang tidak ada dalam tulisan. Inilah pengingkaran terbesar umat kristen terhadap Yesus. Yesus bilang bahwa mereka harus menyembah Allah Saja, tapi umat kristen mengingkarinya dengan menyembah Yesus. Bahkan jelas jelas Yesus menentang disamakan dengan Tuhan.


2. Trinitas.

Tidak sekali-kalipun dalam bible ada kata trinitas atau ayat yang mendukung trinitas. Tidak ada satupun dalam bible yang menyatakan bahwa Allah, Yesus dan Roh Kudus adalah Tuhan yang satu. Satu-satunya ayat trinitas yang sering dipakai para penginjil adalah ayat, 1 Yahya 5:6-8. Tetapi sebenarnya para penginjil itu tahu kalau ayat itu hanya ayat palsu. Mereka tahu kalau ayat itu ayat palsu, tapi untuk mendukung keyakinannya mereka pakai juga ayat itu. Sebenarnya para penginjil itu tidak membohongi jemaatnya, tapi mereka membohongi diri mereka sendiri. Tidak ada satu pun kata trinitas dalam Bible. Ayat trinitas mereka adalah ayat palsu. Dasar keimanan kristen tentang trinitas yang paling pokok dalam iman kristen itu ternyata Palsu belaka.


3. Membenci orang tua.

Yesus berkata,

26 “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. [Lukas 14:26]

Jelas sekali perkataan Yesus diatas. Kalau ingin jadi murid Yesus maka mereka kudu membenci orang tuanya. Tetapi umat kristen telah diprogram. Mereka membaca kata membenci pada ayat diatas dengan kata mengasihi. Ini juga salah satu bentuk pengingkaran umat kristen terhadap Yesus. Benarkah Yesus pernah mengungkapkan hal itu, bahwa kalau ingin jadi muridnya harus membenci orang tuanya? Kalau memang demikian berarti ajaran yesus adalah ajaran durhaka kepada orang tua.


4. Tidak membawa damai.

Yesus berkata,

“Jangan kamu menyangka bahwa AKU datang untuk membawa damai di atas bumi; AKU datang bukan untuk membawa DAMAI melainkan PEDANG [Matius 10:34].

“Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas Bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan PERTENTANGAN” [Lukas 12:51].

Apakah Yesus datang untuk membawa damai?

Jawab Yesus: tidak! Saya tidak membawa damai diatas bumi.

Jawab Kristen: Yesus pembawa damai sejati.

Siapa yang salah? Yesus atau umat kristen? Sekali lagi Yesus diingkari oleh umat kristen.


5. Jangan menyebarkan salam.

“Jikalau seorang datang kepadamu dan ia tidak membawa ajaran ini (non kristen ), janganlah kamu menerimanya kedalam rumahmu dan jangan memberi salam kepadanya. Sebab barang siapa memberi salam kepadanya, ia mendapat bagian dalam perbuatanya yang jahat”. [IIYohanes 1 : 10-11].

Ada larangan menyebarkan salam, tapi umat kriten dalam diskusi di dunia maya paling gemar menyebarkan salam.

6. Yesus Maha Kuasa.

Itu mah propaganda pemginjil. Tapi apa kata yesus?

“Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diriKu sendiri” [Yoh 5:30].

Masak sih Maha Kuasa kok tidak dapat berbuat apa-apa?

“Pada pagi-pagi hari dalam perjalanan-Nya kembali ke kota, Yesus merasa lapar. Dekat jalan Ia melihat pohon Ara lalu pergi ke situ, tetapi Ia tidak mendapat apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja [mat 21:18:19]

Nggak kuasa menahan lapar?

7. Jangan jadi orang kaya.

Yesus berkata : Matius 19:23-24:

(23)Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seOrang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

(24)Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seOrang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”

Umat kristen berkata : Ah kaya asal kristen pasti masuk surga.

Siapa salah Yesus / umat kristen?

Apakah Nabi SAW Menikahi Aisyah yang di bawah Umur?

Apakah Nabi SAW Menikahi Aisyah yang di bawah Umur?

Katagori : Islamology
by : Aris Hardinanto – 20 Feb 2008 | 1:49 pm

Seorang teman kristen suatu kali bertanya kepada saya, “Akankah anda menikahkan saudara perempuanmu yang berumur 7 tahun dengan seorang tua berumur 50 tahun?” Saya terdiam.

Dia melanjutkan, “Jika anda tidak akan melakukannya, bagaimana bisa anda menyetujui pernikahan gadis polos berumur 7 tahun, Aisyah, dengan Nabi anda?” Saya katakan padanya, “Saya tidak punya jawaban untuk pertanyaan anda pada saat ini.” Teman saya tersenyum dan meninggalkan saya dengan guncangan dalam batin saya akan agama saya.

Kebanyakan muslim menjawab bahwa pernikahan seperti itu diterima masyarakat pada saat itu. Jika tidak, orang-orang akan merasa keberatan dengan pernikahan Nabi saw dengan Aisyah.

Bagaimanapun, penjelasan seperti ini akan mudah menipu bagi orang-orang yang naif dalam mempercayainya. Tetapi, saya tidak cukup puas dengan penjelasan seperti itu.

Nabi merupakan manusia tauladan, Semua tindakannya paling patut dicontoh sehingga kita, Muslim dapat meneladaninya. Bagaimaanpun, kebanyakan orang di Islamic Center of Toledo, termasuk saya, Tidak akan berpikir untuk menunangkan saudara perempuan kita yang berumur 7 tahun dengan seorang laki-laki berumur 50 tahun. Jika orang tua setuju dengan pernikahan seperti itu, kebanyakan orang, walaupun tidak semuanya, akan memandang rendah terhadap orang tua dan suami tua tersebut.

Tahun 1923, pencatat pernikahan di Mesir diberi intruksi untuk menolak pendaftaran dan menolak mengeluarkan surat nikah bagi calon suami berumur di bawah 18 tahun, dan calon isteri dibawah 16 tahun. Tahun 1931, Sidang dalam oraganisasi-oraganisi hukum dan syariah menetapkan untuk tidak merespon pernikahan bagi pasangan dengan umur diatas (Women in Muslim Family Law, John Esposito, 1982). Ini memperlihatkan bahwa walaupun di negara Mesir yang mayoritas Muslim pernikahan usia anak-anak adalah tidak dapat diterima.

Jadi, Saya percaya, tanpa bukti yang solidpun selain perhormatan saya terhadap Nabi, bahwa cerita pernikahan gadis brumur 7 tahun dengan Nabi berumur 50 tahun adalah mitos semata. Bagaimanapun perjalanan panjang saya dalam menyelelidiki kebenaran atas hal ini membuktikan intuisi saya benar adanya.

Nabi memang seorang yang gentleman. Dan dia tidak menikahi gadis polos berumur 7 atau 9 tahun. Umur Aisyah telah dicatat secara salah dalam literatur hadist. Lebih jauh, Saya pikir bahwa cerita yang menyebutkan hal ini sangatlah tidak bisa dipercaya.

Beberapa hadist (tradisi Nabi) yang menceritakan mengenai umur Aisyah pada saat pernikahannya dengan Nabi, hadist-hadist tersebut sangat bermasalah. Saya akan menyajikan beberapa bukti melawan khayalan yang diceritakan Hisham ibnu `Urwah dan untuk membersihkan nama Nabi dari sebutan seorang tua yang tidak bertanggung jawab yang menikahi gadis polos berumur 7 tahun.

Bukti #1: Pengujian Terhadap Sumber

Sebagian besar riwayat yang menceritakan hal ini yang tercetak di hadist yang semuanya diriwayatkan hanya oleh Hisham ibn `Urwah, yang mencatat atas otoritas dari bapaknya, yang mana seharusnya minimal 2 atau 3 orang harus mencatat hadist serupa juga. Adalah aneh bahwa tak ada seorangpun yang di Medinah, dimana Hisham ibn `Urwah tinggal, sampai usia 71 tahun baru menceritakan hal ini, disamping kenyataan adanya banyak murid-murid di Medinah termasuk yang kesohor Malik ibn Anas, tidak menceritakan hal ini.
Asal dari riwayat ini adalah dari orang-orang Iraq, di mana Hisham tinggal disana dan pindah dari Medinah ke Iraq pada usia tua.

Tehzibu’l-Tehzib, salah satu buku yang cukup terkenal yang berisi catatan para periwayat hadist, menurut Yaqub ibn Shaibah mencatat : ” Hisham sangatbisa dipercaya, riwayatnya dapat diterima, kecuali apa-apa yang dia ceritakan setelah pindah ke Iraq ” (Tehzi’bu’l-tehzi’b, Ibn Hajar Al-`asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, 15th century. Vol 11, p.50).

Dalam pernyataan lebih lanjut bahwa Malik ibn Anas menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq: ” Saya pernah diberi tahu bahwa Malik menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq” (Tehzi’b u’l-tehzi’b, IbnHajar Al- `asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, Vol.11, p. 50).

Mizanu’l-ai`tidal, buku lain yang berisi uraian riwayat hidup pada periwayat hadist Nabi saw mencatat: “Ketika masa tua, ingatan Hisham mengalami kemunduran yang mencolok” (Mizanu’l-ai`tidal, Al-Zahbi, Al-Maktabatu’l-athriyyah, Sheikhupura, Pakistan, Vol. 4, p. 301).

KESIMPULAN:
berdasarkan referensi ini, Ingatan Hisham sangatlah buruk dan
riwayatnya setelah pindah ke Iraq sangat tidak bisa dipercaya, sehingga riwayatnya mengenai umur pernikahan Aisyah adalah tidak kredibel.

KRONOLOGI: Adalah vital untuk mencatat dan mengingat tanggal penting dalam sejarah Islam:

Pra-610 M: Jahiliyah (pra-Islamic era) sebelum turun wahyu
610 M: turun wahyu pertama Abu Bakr menerima Islam
613 M: Nabi Muhammad mulai mengajar ke Masyarakat
615 M: Hijrah ke Abyssinia.
616 M: Umar bin al Khattab menerima Islam.
620 M: dikatakan Nabi meminang Aisyah
622 M: Hijrah ke Yathrib, kemudian dinamai Medina
623/624 M: dikatakan Nabi saw berumah tangga dengan Aisyah

Bukti #2: Meminang

Menurut Tabari (juga menurut Hisham ibn `Urwah, Ibn Hunbal and Ibn Sad), Aisyah dipinang pada usia 7 tahun dan mulai berumah tangga pada usia 9 tahun.

Tetapi, di bagian lain, Al-Tabari mengatakan: “Semua anak Abu Bakr (4 orang) dilahirkan pada masa jahiliyahh dari 2 isterinya ” (Tarikhu’l-umam wa’l-mamlu’k, Al-Tabari (died 922), Vol. 4,p. 50, Arabic, Dara’l-fikr, Beirut, 1979).

Jika Aisyah dipinang 620M (Aisyah umur 7 tahun) dan berumah tangga tahun 623/624 M (usia 9 tahun), ini mengindikasikan bahwa Aisyah dilahirkan pada 613 M. Sehingga berdasarkan tulisan Al- Tabari, Aisyah seharusnya dilahirkan pada 613M, Yaitu 3 tahun sesudah masa Jahiliyahh usai (610 M).

Tabari juga menyatakan bahwa Aisyah dilahirkan pada saat Jahiliyah. Jika Aisyah dilahirkan pada era Jahiliyah, seharusnya minimal Aisyah berumur 14 tahun ketika dinikah. Tetapi intinya Tabari mengalami kontradiksi dalam periwayatannya.

KESIMPULAN: Al-Tabari tak reliable mengenai umur Aisyah ketika menikah.

Bukti # 3: Umur Aisyah jika dihubungkan dengan umur Fatimah

Menurut Ibn Hajar, “Fatima dilahirkan ketika Ka`bah dibangun kembali, ketika Nabi saw berusia 35 tahun… Fatimah 5 tahun lebih tua dari Aisyah” (Al-isabah fi tamyizi’l-sahabah, Ibn Hajar al-Asqalani, Vol. 4, p. 377, Maktabatu’l-Riyadh al-haditha, al-Riyadh,1978).

Jika Statement Ibn Hajar adalah factual, berarti Aisyah dilahirkan ketika Nabi berusia 40 tahun. Jika Aisyah dinikahi Nabi pada saat usia Nabi 52 tahun, maka usia Aisyah ketika menikah adalah 12 tahun.

KESIMPULAN: Ibn Hajar, Tabari, Ibn Hisham, dan Ibn Humbal kontradiksi satu sama lain. Tetapi tampak nyata bahwa riwayat Aisyah menikah usia 7 tahun adalah mitos tak berdasar.

Bukti #4: Umur Aisyah dihitung dari umur Asma’

Menurut Abda’l-Rahman ibn abi zanna’d: “Asma lebih tua 10 tahun dibanding Aisyah (Siyar A`la’ma’l-nubala’, Al-Zahabi, Vol. 2, p. 289, Arabic, Mu’assasatu’l-risalah, Beirut, 1992).

Menurut Ibn Kathir: “Asma lebih tua 10 tahun dari adiknya [Aisyah]“
(Al-Bidayah wa’l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 371,Dar al-fikr al-`arabi, Al-jizah, 1933).

Menurut Ibn Kathir: “Asma melihat pembunuhan anaknya pada tahun 73 H, dan 5 hari kemudian Asma meninggal. Menurut iwayat lainya, dia meninggal 10 atau 20 hari kemudian, atau beberapa hari lebih dari 20 hari, atau 100 hari kemudian. Riwayat yang paling kuat adalah 100 hari kemudian. Pada waktu Asma Meninggal, dia berusia 100 tahun” (Al-Bidayah wa’l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 372, Dar al-fikr al-`arabi, Al- jizah, 1933)

Menurut Ibn Hajar Al-Asqalani: “Asma hidup sampai 100 tahun dan meninggal pada 73 or 74 H.” (Taqribu’l-tehzib, Ibn Hajar Al-Asqalani,p. 654, Arabic, Bab fi’l-nisa’, al-harfu’l-alif, Lucknow).

Menurut sebagaian besar ahli sejarah, Asma, Saudara tertua dari Aisyah berselisih usia 10 tahun. Jika Asma wafat pada usia 100 tahun dia tahun 73 H, Asma seharusnya berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah 622M).

Jika Asma berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (ketika Aisyah berumah tangga), Aisyah seharusnya berusia 17 atau 18 tahun. Jadi, Aisyah, berusia 17 atau 18 tahun ketika hijrah pada taun dimana Aisyah berumah tangga.

Berdasarkan Hajar, Ibn Katir, and Abda’l-Rahman ibn abi zanna’d, usia Aisyah ketika beliau berumah tangga dengan Rasulullah adalah 19 atau 20 tahun.

Dalam bukti # 3, Ibn Hajar memperkirakan usia Aisyah 12 tahun dan dalam bukti #4 Ibn Hajar mengkontradiksi dirinya sendiri dengan pernyataannya usia Aisyah 17 atau 18 tahun. Jadi mana usia yang benar ? 12 atau 18..?

KESIMPULAN: Ibn Hajar tidak valid dalam periwayatan usia Aisyah.

Bukti #5: Perang BADAR dan UHUD

Sebuah riwayat mengenai partisipasi Aisyah dalam perang Badr dijabarkan dalam hadist Muslim, (Kitabu’l-jihad wa’l-siyar, Bab karahiyati’l-isti`anah fi’l-ghazwi bikafir). Aisyah, ketika menceritakan salah satu moment penting dalam perjalanan selama perang Badar, mengatakan: “ketika kita mencapai Shajarah”. Dari pernyataan ini tampak jelas, Aisyah merupakan anggota perjalanan menuju Badar.

Sebuah riwayat mengenai pastisipasi Aisyah dalam Uhud tercatat dalam Bukhari (Kitabu’l-jihad wa’l-siyar, Bab Ghazwi’l-nisa’ wa qitalihinnama`a’lrijal): “Anas mencatat bahwa pada hari Uhud, Orang-orang tidak dapat berdiri dekat Rasulullah. [pada hari itu,] Saya melihat Aisyah dan Umm-i-Sulaim dari jauh, Mereka menyingsingkan sedikit pakaian-nya [untuk mencegah halangan gerak dalam perjalanan tsb].”

Lagi-lagi, hal ini menunjukkan bahwa Aisyah ikut berada dalam perang Uhud dan Badr.

Diriwayatkan oleh Bukhari (Kitabu’l-maghazi, Bab Ghazwati’l-khandaq wa hiya’l-ahza’b): “Ibn `Umar menyatakan bahwa Rasulullah tidak mengijinkan dirinya berpastisispasi dalam Uhud, pada ketika itu, Ibnu Umar berusia 14 tahun. Tetapi ketika perang Khandaq, ketika berusia 15 tahun, Nabi mengijinkan Ibnu Umar ikut dalam perang tsb.”

Berdasarkan riwayat diatas, (a) anak-anak berusia dibawah 15 tahun akan dipulangkan dan tidak diperbolehkan ikut dalam perang, dan (b) Aisyahikut dalam perang badar dan Uhud

KESIMPULAN: Aisyah ikut dalam perang Badar dan Uhud jelas mengindikasikan bahwa beliau tidak berusia 9 tahun ketika itu, tetapi minimal berusia 15 tahun. Disamping itu, wanita-wanita yang ikut menemani para pria dalam perang sudah seharusnya berfungsi untuk membantu, bukan untuk menambah beban bagi mereka. Ini merupakan bukti lain dari kontradiksi usia pernikahan Aisyah.

BUKTI #6: Surat al-Qamar (Bulan)

Menurut beberapa riwayat, Aisyah dilahirkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah. Tetapi menurut sumber lain dalam Bukhari, Aisyah tercatat mengatakan hal ini: “Saya seorang gadis muda(jariyah dalam bahasa arab)” ketika Surah Al-Qamar diturunkan(Sahih Bukhari, Kitabu’l-tafsir, Bab Qaulihi Bal al-sa`atu Maw`iduhum wa’l-sa`atu adha’ wa amarr).

Surat 54 dari Quran diturunkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah(The Bounteous Koran, M.M. Khatib, 1985), menunjukkan bahwa surat tsb diturunkan pada tahun 614 M. jika Aisyah memulai berumahtangga dengan Rasulullah pada usia 9 di tahun 623 M or 624 M, Aisyah masih bayi yang baru lahir (sibyah in Arabic) pada saat Surah Al-Qamar diturunkan. Menurut riwayat diatas, secara aktual tampak bahwa Aisyah adalah gadis muda, bukan bayi yang baru lahir
ketika pewahyuan Al-Qamar. Jariyah berarti gadis muda yang masih suka bermain (Lane’s Arabic English Lexicon).

Jadi, Aisyah, telah menjadi jariyah bukan sibyah (bayi), jadi telah berusia 6-13 tahun pada saat turunnya surah Al-Qamar, dan oleh karena itu sudah pasti berusia 14-21 tahun ketika dinikah Nabi.

KESIMPULAN: Riwayat ini juga mengkontra riwayat pernikahan Aisyah yang berusia 9 tahun.

Bukti #7: Terminologi bahasa Arab

Menurut riwayat dari Ahmad ibn Hanbal, sesudah meninggalnya isteri pertama Rasulullah, Khadijah, Khaulah datang kepada Nabi dan menasehati Nabi untuk menikah lagi, Nabi bertanya kepadanya tentang pilihan yang ada di pikiran Khaulah. Khaulah berkata: “Anda dapat menikahi seorang gadis (bikr) atau seorang wanita yang pernah menikah (thayyib)”. Ketika Nabi bertanya tentang identitas gadis tersebut (bikr), Khaulah menyebutkan nama Aisyah.

Bagi orang yang paham bahasa Arab akan segera melihat bahwa kata bikr dalam bahasa Arab tidak digunakan untuk gadis belia berusia 9 tahun.

Kata yang tepat untuk gadis belia yang masih suka bermain-main adalah, seperti dinyatakan dimuka, adalah jariyah. Bikr disisi lain, digunakan untuk seorang wanita yang belum menikah serta belum punya pertautan pengalaman dengan pernikahan, sebagaimana kita pahami dalam bahasa Inggris “virgin”. Oleh karena itu, tampak jelas bahwa gadis belia 9 tahun bukanlah “wanita” (bikr) (Musnad Ahmad ibn Hanbal, Vol. 6, p. .210,Arabic, Dar Ihya al-turath
al-`arabi, Beirut).

Kesimpulan: Arti literal dari kata, bikr (gadis), dalam hadist diatas adalah “wanita dewasa yang belum punya pengalaman sexual dalam pernikahan.” Oleh karena itu, Aisyah adalah seorang wanita dewasa pada waktu menikahnya.

Bukti #8. Text Qur’an

Seluruh muslim setuju bahwa Quran adalah buku petunjuk. Jadi, kita perlu mencari petunjuk dari Qur’an untuk membersihkan kabut kebingungan yang diciptakan oleh para periwayat pada periode klasik Islam mengenai usia Aisyah dan pernikahannya. Apakah Quran mengijinkan atau melarang pernikahan dari gadis belia berusia 7 tahun?

Tak ada ayat yang secara eksplisit mengijinkan pernikahan seperti itu. Ada sebuah ayat, yang bagaimanapun, yang menuntun muslim dalam mendidik dan memperlakukan anak yatim. Petunjuk Qur’an mengenai perlakuan anak Yatim juga valid diaplikasikan ada anak kita sendiri sendiri.

Ayat tersebut mengatakan : Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik. (Qs. 4:5) Dan
ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin.

Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. ?? (Qs. 4:6)

Dalam hal seorang anak yang ditingal orang tuanya, Seorang muslim
diperintahkan untuk (a) memberi makan mereka, (b) memberi pakaian, (c) mendidik mereka, dan (d) menguji mereka thd kedewasaan “sampai usia menikah” sebelum mempercayakan mereka dalam pengelolaan keuangan.

Disini, ayat Qur’an menyatakan tentang butuhnya bukti yang teliti terhadap tingkat kedewasaan intelektual dan fisik melalui hasil test yang objektif sebelum memasuki usia nikah dan untuk mempercayakan pengelolaan harta-harta kepada mereka.

Dalam ayat yang sangat jelas diatas, tidak ada seorangpun dari muslim yang bertanggungjawab akan melakukan pengalihan pengelolaan keuangan pada seorang gadis belia berusia 7 tahun. Jika kita tidak bisa mempercayai gadis belia berusia 7 tahun dalam pengelolaan keuangan, Gadis tersebut secara tidak memenuhi syarat secara intelektual maupun fisik untuk menikah. Ibn Hambal (Musnad Ahmad ibn Hambal, vol.6, p. 33 and 99) menyatakan bahwa Aisyah yang berusia 9 tahun lebih tertarik untuk bermain dengan mainannya daripada mengambil tugas sebagai isteri.

Oleh karena itu sangatlah sulit untuk mempercayai, bahwa Abu Bakar,seorang tokoh muslim, akan menunangkan anaknya yang masih belia berusia 7 taun dengan Nabi yang berusia 50 tahun.. Sama
sulitnya untuk membayangkan bahwa Nabi menikahi seorang gadis belia berusia 7 tahun.

Sebuah tugas penting lain dalam menjaga anak adalah mendidiknya. Marilah kita memunculkan sebuah pertanyaan,”berapa banyak di antara kita yang percaya bahwa kita dapat mendidik anak kita dengan hasil memuaskan sebelum mereka mencapai usia 7 atau 9 tahun?” Jawabannya adalah Nol besar.

Logika kita berkata, adalah tidak mungkin tugas mendidik anak kita dengan memuaskan sebelum mereka mencapai usia 7 tahun, lalu bagaimana mana mungkin kita percaya bahwa Aisyah telah dididik secara sempurna pada usia 7 tahun seperti diklaim sebagai usia pernikahannya?

Abu Bakr merupakan seorang yang jauh lebih bijaksana dari kita semua, Jadi dia akan merasa dalam hatinya bahwa Aisyah masih seorang anak-anak yang belum secara sempurna sebagaimana dinyatakan Qur’an. Abu Bakar tidak akan menikahkan Aisyah kepada seorangpun. Jika sebuah proposal pernikahan dari gadis belia dan belum terdidik secara memuaskan datang kepada Nabi, Beliau
akan menolak dengan tegas karena itu menentang hukum-hukum Quran.

KESIMPULAN: Pernikahan Aisyah pada usia 7 tahun akan menentang hukum kedewasaan yang dinyatakan Quran. Oleh karena itu, Cerita pernikahan Aisyah gadis belia berusia 7 tahun adalah mitos semata.

Bukti #9: Ijin dalam pernikahan

Seorang wanita harus ditanya dan diminta persetujuan agar pernikahan yang dia lakukan menjadi syah (Mishakat al Masabiah, translation by James Robson, Vol. I, p. 665). Secara Islami, persetujuan yang kredible dari seorang wanita merupakan syarat dasar bagi kesyahan sebuah pernikahan.

Dengan mengembangkan kondisi logis ini, persetujuan yang diberikan oleh gadis belum dewasa berusia 7 tahun tidak dapat diautorisasi sebagai validitas sebuah pernikahan.

Adalah tidak terbayangkan bahwa Abu Bakr, seorang laki-laki yang cerdas, akan berpikir dan mananggapi secara keras tentang persetujuan pernikahan gadis 7 tahun (anaknya sendiri) dengan seorang laki-laki berusia 50 tahun.

Serupa dengan ini, Nabi tidak mungkin menerima persetujuan dari seorang gadis yang menurut hadith dari Muslim, masih suka bermain-main dengan bonekanya ketika berumah tangga dengan Rasulullah.

KESIMPULAN: Rasulullah tidak menikahi gadis berusia 7 tahun karena akan tidak memenuhi syarat dasar sebuah pernikahan islami tentang klausa persetujuan dari pihak isteri. Oleh karena itu, hanya ada satu kemungkinan Nabi menikahi Aisyah seorang wanita yang dewasa secara intelektual maupun fisik.

Summary:
Tidak ada tradisi Arab untuk menikahkan anak perempuan atau laki-laki yang berusia 9 tahun, Demikian juga tidak ada pernikahan Rasulullah SAW dan Aisyah ketika berusia 9 tahun. Orang-orang arab tidak pernah keberatan dengan pernikahan seperti ini, karena ini tak pernah terjadi sebagaimana isi beberapa riwayat.

Jelas nyata, riwayat pernikahan Aisyah pada usia 9 tahun oleh Hisham ibn `Urwah tidak bisa dianggap sebagai kebenaran, dan kontradisksi dengan riwayat-riwayat lain. Lebih jauh, tidak ada alasan yang nyata untuk menerima riwayat Hisham ibn `Urwah sebagai kebenaran ketika para pakar lain, termasuk Malik ibn Anas, melihat riwayat Hisham ibn `Urwah selama di Iraq adalah tidak reliable.

Pernyataan dari Tabari, Bukhari dan Muslim menunjukkan mereka kontradiksi satu sama lain mengenai usia menikah bagi Aisyah. Lebih jauh, beberapa pakar periwayat mengalami internal kontradiksi dengan riwayat-riwayatnya sendiri. Jadi, riwayat usia Aisyah 9 tahun ketika menikah adalah tidak reliable karena adanya kontradiksi yang nyata pada catatan klasik dari pakar sejarah Islam.

Oleh karena itu, tidak ada alasan absolut untuk menerima dan mempercayai usia Aisyah 9 tahun ketika menikah sebagai sebuah kebenaran disebabkan cukup banyak latar belakang untuk menolak riwayat tsb dan lebih layak disebut sebagai mitos semata. Lebih jauh, Qur’an menolak pernikahan gadis dan lelaki yang belum dewasa sebagaimana tidak layak membebankan kepada mereka tanggung jawab-tanggung jawab.

Note: The Ancient Myth Exposed
By T.O. Shanavas , di Michigan.
© 2001 Minaret
from The Minaret Source: http://www.iiie.net/

Diterjemahkan oleh : Cahyo Prihartono

2.Dialog dgn teman kristen : Gereja yg sepi jemaat

From: edy prayitno
Subject: [debat_ islam-kristen] Pengunjung Sepi, 10 Gereja Copenhagen Akhirnya Ditutup
To: debat_islam- kristen@yahoogro ups.com
Date: Thursday, July 31, 2008, 8:15 PM

Di Denmark, jumlah pengunjung gereja semakin hari semakin sedikit pada hari Minggu. Kondisi ini yang sangat terasa khususnya di Copenhagen, lalu membuat sejumlah pengurus gereja lebih memilih untuk menutup gerejanya.
Mereka membolehkan masyarakat untuk menggunakan ruang gereja untuk kegiatan apa saja, kecuali bila dijadikan masjid.
Menurut Sekretaris Umum Dewan Gereja Denmark, keputusan untuk menutup gereja memang disebabkan oleh berkurangnya para pengunjung gereja, termasuk pada hari Minggu. Ada lebih dari 10 gereja di ibukota Denmark, Copenhagen, yang sudah ditutup karena alasan itu. Nama-nama gereja tersebut antara lain: Gethsemane, Elias, Banehj, St. Andreas, Fredens, St. Paul’s, Samuel’s, Blagards, Frederiksholms, Gereja Lutheran dan Gereja David.
Dewan Gereja Denmark mengajukan saran kepada Menteri Gereja, setelah hari paskah untuk menutup gereja-gereja itu, karena gereja juga mengalami penurunan pendapatan untuk biaya operasionalnya. Asal diketahui, seharusnya seorang anggota gereja mempunyai kewajiban untuk memberi sebagian pendapatannya untuk gereja.
Ada banyak alasan yang membuat warga Kristen Denmark mulai menyusut kunjungannya ke gereja. Antara lain, orang-orang Denmark lebih suka menggunakan gereja untuk tujuan lain yang bukan untuk kegiatan keagamaan. Salah satu dari gereja yang sudah ditutup adalah Gereja Blagards yang pada tahun 1991 pernah menjadi tempat pemukiman sementara sejumlah warga Palestina selama enam bulan. Warga Palestina itu meminta perlindungan diplomatik atau dipulangkan saja ke Palestina.
Namun demikian undang-undang Denmark tidak memuat poin apapun terkait penggunaan gereja yang sudah ditutup itu untuk kegiatan lain. Gereja Lutheran misalnya, yang pengikutnya adalah para penganut ajaran Martin Luther, tidak melarang penggunaan gereja untuk kegiatan lain. Tapi Dewan Gereja mengatakan, sejumlah orang sudah melontarkan niatnya untuk membeli gereja dan dijadikan tempat aktifitas lain. Dan Kay Polman mengaku, meskipun tidak ada undang-undang yang melarang, tapi dirinya tidak mau bila gereja dibeli dan diganti fungsinya menjadi masjid.
Belakangan, majalah Christy Dobeldeit, yang dimiliki agamawan Kristen, mengatakan adanya penolakan kuat di antara penduduk Denmark untuk mengubah gereja menjadi masjid. Di Copenhagen, melalui sebuah polling pendapat hanya 28% responden saja yang setuju dengan hal itu, selebihnya menolak. (na-str/aljzr/ eramuslim)

TIUR :
Pendapat anda itu sah2 saja krn memang setiap org punya pendapat sendiri2. Saya tdk kawatir ttg perubahan2 yg terjadi krn Kekristenan itu tdk bergantung hanya kpd umatnya saja tetapi Kekristenan itu adalah rancangan Allah sendiri sehingga umat hanya taat saja apa yg di suruh utk di lakukan . Dan spt kenyataanya bahwa Kristen itulah yg terbesar di dunia ini di bandingkan dgn agama2 manapun . Kristen juga yg dominan di saentero dunia ini , Kristen juga yg telah menjadi rahmat bagi seluruh alam ini krn umat Kristenlah yg menguasai tehnologi . Kristen juga tdk mengajarkan spy manusia boleh memusnahkan sesamanya . Jadi kesimpulanya ajaran Kristen itu di suruh spy peduli thd sesamanya . Apa lagi Yesus itulah yg akan dtg ke dunia utk menghakimi semua umat manusia di akhir zaman , jadi kita tahu dgn pasti bahwa tdk ada kebenararan di luar ajaran Yesus Kristus .

EDY PRAYITNO :
Siapa bilang ..rancangan ALlah …jika anda tidak menerima rancangan selanjutnya …
Jka sebuah rancangan rusak …tidak ada jln lain selain …dibuatkan rancangan baru….
Muhammad dan Islam adalah rancangan terakhir ALlah..
namun sayang ..anda mengingkarinya
Gereja2 memang di daerah pinggiran pulau2 terpencil berkembang pesat karena kegigihan para penginjil dan misionaris ..
terutama didaerah2 terbelakang dan miskin, mereka datang dengan dalih bakti sosial dan pendidikan ..namun sama ujung2nya penginjilan ..sehingga banyak yang tertipu dan memeluk agama kristen..
Tetapi dengan kemajuan informasi dan kebebasan mencari pembenaran tentang suatu kenyakinan ..banyak yang tersadarkan bukan karena pedang atau paksaan ekonomi …..tetapi karena kebenaran yang sejati dan bimbingan Allah semata,….TAk terkecuali para manusia2 modern dieropa dan Amerika …mereka lebih memilih hidup bebas tanpa punya agama karena …doktrin2 gereja yg mereka anggap tidak masuk akal dan mengada ada .
Gereja dan tempat ibadah di beberapa daerah pada umumnya dikuasai individu si pendeta atau yayasan ..sementara masjid dan musholla milik umat …sehingga tidak pernah ada cerita mushola atau masjid dijual karena ini milik bersama /…..
salam

TIUR :
bung mualaf,
Misi dari kristen mengenai membantu daerah yang miskin dan kaum papa adalah tujuan kalau mereka masuk kristen itu pilihan mereka. Tidak ada yang menipu dan tertipu.
Anda katakan : “Tetapi dengan kemajuan informasi dan kebebasan mencari pembenaran tentang suatu kenyakinan” mereka mencari informasi dan kebebasan pembenaran dengan kata lain bukan “KEBENARAN” tidak seperti Indonesia yang mengekang rakyatnya untuk beribadah.
Dan setelah mencari pembenaran itu mereka memilih untuk tidak beragama dan tidak menunjukan pembenaran yang lain apalagi masuk Islam ………… ….

EDY PRAYITNO :
Islam sudah terlanjur dipojokkan sebagai agama teroris dan kampungan ….
saya masih ingat tulisan si Fei….yg mewakili clan mereka….yg mengatakan apa mungkin org china yg kaya kaya itu mau nungging2 sholat kayak..si kere islamist dengan tuduhan terorisnya …dimana2 org islam kalau keluar negeri apalagi yg memakai cadar dan gamis panjang dengan brewok dan janggut ….selalu dikuntit dengan pemeriksaan dan penyelidikan ….apa mungkin para kaum modern Eropa selepas dari kristen mau masuk Islam ? …..jawabnya amat mengejutkan …meski tidak 100% ..bisa anda intip di web mualaf …ternyata banyak sekali kaum modern yg mau memeluk islam ..karena kesadaran mereka sendiri .
tetapi sampai saat ini minim sekali saya jumpai Web yang menampung ….orang2 .Islam yg mau masuk Kristen ?
Why………

TIUR :
ya ngga tahu tanyakan aja pada kaum mualaf dan berarti tanyakan pada diri anda sendiri …… ya kalau orang eropa mau masuk ke agama yang sekarang anda anut ya sudah itu sebuah pilihan ngga ada pengaruh buat yang lain kok …
Salam ….
Terima kasih..

Debat dengan teman kristen : ttg Ayat ayat Bible tidak sinkron

—– Original Message —-
From: edy prayitno <edy@srn.co.id>
To: debat_islam- kristen@yahoogro ups.com
Sent: Friday, August 1, 2008 2:02:26 PM
Subject: [debat_ islam-kristen] AYAT AYAT BIBLE TIDAK SINKRON

Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah.” (Daniel 12:4)

Umat Kristen yang awam, kebanyakan percaya bahwa semua yang tertulis di dalam Alkitab merupakan tulisan-tulisan yang diilhamkan oleh Allah.

Benarkah seluruh isi kandungan yang tertulis di dalam Alkitab itu merupakan ilham dari Allah?

benarkah keyakinan dan keimanan umat Kristen mainstream bahwa semua yang tertulis di dalam ayat-ayat Alkitab itu adalah ilham dari Allah?

Di dalam Alkitab (I Kor 4:9, 7:12, 7:40, II Kor 8:10, 11:5), Paulus dengan terus terang mengatakan bahwa bukan semua yang tersurat itu merupakan ilham Allah, melainkan sebagiannya adalah berasal dari pemikiran dan pendapat dirinya sendiri.

Ada banyak sekali pertentangan antar-ayat di dalam Alkitab yang menunjukkan bahwa Alkitab sama sekali bukan sebuah kitab wahyu yang berisi kumpulan firman Tuhan, meski di dalamnya memuat serpihan-serpihan dari firman Tuhan yang sebenarnya. Contoh-contoh berikut mewakili sejumlah besar ayat-ayat Alkitab yang saling bertentangan:

Ketika Yesus bertemu Yairus, apakah anak perempuan Yairus sudah mati ?
a. Ya, sudah mati (Matius 9: 18)
Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah
ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: “Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi
datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.”

b. Belum mati, masih sakit dan hampir mati! (Markus 5: 23)
” Dan memohon dengan sangat kepada-Nya: “Anakku perempuan sedang sakit, hampir
mati
, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan
tetap hidup.”

Mana yang lebih dulu diciptakan, siang-malam atau matahari ?
a. Hari pertama, Tuhan menciptakan cahaya, lalu memisahkan terang dan gelap. DinamaiNya terang itu siang dan gelap itu malam (Kejadian 1: 3-5)
b. Pada hari ke empat, matahari baru diciptakan (Kejadian 1: 14-19)

Mana yang lebih dulu diciptakan, pohon atau manusia ?
a. Pohon diciptakan sebelum manusia diciptakan (Kejadian 1: 11-12, 26-27)
b. Manusia diciptakan sebelum pohon diciptakan (Kejadian 2: 4-9)

Mana yang lebih dulu diciptakan, hewan atau manusia ?
a. Burung diciptakan sebelum manusia diciptakan (Kejadian 1: 24-27)
b. Manusia diciptakan sebelum hewan diciptakan. (Kejadian 2: 7, 19)

Jika manusia mempunyai keturunan, berdosa atau tidak ?
a. Tuhan menyuruh manusia untuk berketurunan (Kejadian 1: 28)
b. Tuhan menganggap wanita yang melahirkan berdosa, sehingga anak yang lahir harus disucikan (Imamat 12: 1-8)

Tuhan puas atau tidak dengan ciptaanNya ?
a. Puas (Kejadian 1: 31)
b. Kecewa (Kejadian 6: 5-6)

Tuhan dikenal sebagai The Lord/Yahweh/ Yehova pada era Musa atau sebelumnya ?
a. Jauh sebelum era Musa (Kejadian 2: 4, 4: 26, 12: 8, 22: 14-16, 26: 25)
b. Tuhan baru menyatakan diriNya kepada Musa, dan sebelumnya belum dikenal (Keluaran 6: 2-3)

Waktu Adam memakan buah larangan, seharusnya pada hari itu Adam mati atau tidak ?
a. Tuhan melarang Adam memakan buah larangan, jika dilanggar maka Adam akan mati hari itu juga (Kejadian 2: 17)
b. Adam memakan buah larangan itu, dan tetap hidup selama 930 tahun (Kejadian 5: 5)

Tuhan selalu menunjukkan keadilan atau tidak ?
a. Tuhan menerima korban persembahan dari Habel, tapi Tuhan menolak persembahan dari Kain tanpa sebab yang jelas (Kejadian 4: 4-5)
b. Tuhan selalu menunjukkan keadilan dan Dia tidak memandang semua manusia dengan sepihak (II Korintus 19: 7, Kisah Para Rasul 10: 34, Roma 2: 11)

Tuhan maha melihat atau tidak ?
a. Tuhan mencari dan bertanya lokasi seseorang (Kejadian 3: 8-10, 4: 9)
b. Tuhan dapat melihat semuanya dan tidak ada yang tersembunyi dari penglihatannya. (Amsal 15: 3, Yeremia 16: 17, 23: 24-25, Ibrani 4: 13)

Bisa sembunyikah manusia dari hadapan Tuhan ?
a. Manusia dapat pergi dari hadapan Tuhan (Kejadian 3: 8, 4: 16)
b. Setiap orang tidak dapat sembunyi dari hadapan Tuhan. Tuhan memenuhi langit dan bumi. (Yeremia 23: 23-24)

Berapa pasang hewan yang harus dibawa ke atas bahtera Nuh ?
a. Satu pasang dari segala hewan tanpa kecuali (Kejadian 6: 19-22, 7: 8-9, 7: 14-16)
b. Tujuh pasang dari segala hewan yang tidak haram dan sepasang dari segala hewan yang haram (Kejadian 7: 2-5)

Tuhan menghendaki kekacauan atau tidak ?
a. Di Babel, Tuhan mengkacaubalaukan bahasa di seluruh bumi (Kejadian 11: 9)
b. Paulus berkata bahwa Tuhan tidak menghendaki kekacauan (I Korintus 14: 33)

Siapakah anak Daud yang kedua?
a. Kileab (II Samuel 3: 2-3)
b. Daniel (I Tawarikh 3: 1)

Di Yerusalem, Daud mengambil beberapa gundik atau tidak?
a. Ya (II Samuel 5: 13-16)
b. Tidak (I Tawarikh 14: 3-7)

Berapa anak-anak Daud dari gundik di Yerusalem?
a. 11 orang yaitu Syamua, Sobab, Natan, Salomo, Yibhar, Elisua, Nefeg, Yafia, Elisama, Elyada dan Elifelet (II Samuel 5: 13-16)
b. 13 orang yaitu Syamua, Sobab, Natan, Salomo, Yibhar, Elisua, Elpelet, Nogah, Nefeg, Yafia, Elisama, Beelyada dan Elifelet (I Tawarikh 14: 3-7)

Di kota mana Daud mengambil tembaga?
a. Betah dan Berotai (II Samuel 8: 8)
b. Tibhat dan dari Kun (I Tawarikh 18: 8)

Siapa anak Tou yang diutus untuk mengucapkan selamat kepada Daud?
a. Yoram (II Samuel 8: 10)
b. Hadoram (I Tawarikh 18: 9-10)

Dari orang bangsa apa saja Daud mengambil perak dan emas
untuk Tuhan?
a. Aram (II Samuel 8: 11-12)
b. Edom (I Tawarikh 18: 11-12)

Siapakah panitera (sekretaris) Daud?
a. Seraya (II Samuel 8: 15-17)
b. Sausa (I Tawarikh 18: 14-16)

Berapakah tentara berkuda tawanan Daud?
a. 1700 orang (II Samuel 8: 4)
b. 7000 orang (I Tawarikh 18: 4)

Berapa ekor kuda kereta yang dibunuh Daud?
a. 700 ekor (II Samuel 10: 18)
b. 7000 ekor (I Tawarikh 19: 18)

Yang dibunuh Daud, pasukan berkuda atau pasukan jalan kaki?
a. 40.000 pasukan berkuda (II Samuel 10: 18)
b. 40.000 pasukan berjalan kaki (I Tawarikh 19: 18)

Siapakah panglima musuh yang tewas di tangan Daud?
a. Sobakh (11 Samuel 10: 18)
b. Sofakh (I Tawarikh 19: 18)

Daud memerangi Israel atas hasutan Tuhan atau atas bujukan ibiis ?
a. Tuhan murka lalu menghasut Daud (II Samuel 24: 1)
b. Setan bangkit lalu membujuk Daud (I Tawarikh 21: 1)

Siapakah kepala Triwira pengiring Daud?
a. Isybaal, orang Hakhmoni (II Samuel 23: 8)
b. Yasobam bin Hakhmoni (I Tawarikh 11: 11)

Kepala Triwira Daud membunuh berapa orang?
a. 800 orang (II Samuel 23: 8)
b. 300 orang (I Tawarikh 11: 11)

Berapakah angkatan perang Daud dari orang Israel?
a. 800 orang (II Samuel 24: 9)
b. 1.100.000 orang (I Tawarikh 21: 5)

Berapakah angkatan perang Daud dari orang Yehuda?
a. 500.000 orang (II Samuel 24: 9)
b. 470.000 orang (I Tawarikh 21: 5)

Berapakah kandang kuda milik Salomo (Sulaiman)?
a. 40.000 kandang (I Raja-raja 4: 26)
b. 4000 kandang (II Tawarikh 9: 25)

Berapa mandor pengawas kerajaan Salomo (Sulaiman)?
a. 3300 mandor (I Raja-raja 5: 16)
b. 3600 mandor (II Tawarikh 2: 2)

Berapa bat air di Bait Suci buatan Salomo?
a. 2000 bat air (I Raja-raja 7: 26)
b. 3000 bat air (II Tawarikh 4: 5)

Berapakah jumlah keturunan Yakub seluruhnya?
a. 66 jiwa (Kejadian 46: 26)
b. 70 jiwa (Keluaran 1: 5)

Berapa lama Yoyakhin menjadi raja di Yerusalem?
a. 3 bulan (II Raja-raja 24: 8)
b. 3 bulan 10 hari (II Tawarikh 36: 9)

Berapa anak Yesua dan Yoab yang pulang kembali ke Yerusalem dan Yehuda dari pembuangan Nebukadnezar?
a. 2812 orang (Ezra 2: 6)
b. 2818 orang (Nehemia 7: 11)

Berapa anak-anak Benyamin dan siapa nama mereka ?
a. 10 orang yaitu Bela, Bekher, Asybel, Gera, Naaman, Ehi, Rosh, Mupim, Hupim dan Ared (Kejadian 46: 21)
b. 5 orang yaitu Bela, Asybel, Ahiram, Sefufam dan Hufam (Bilangan 26: 38-39)
c. 3 orang yaitu Bela, Bekher dan Yediel (I Tawarikh 7: 6)
d. 5 orang yaitu Bela, Asybel, Ahrah, Noha, dan Adar (I Tawarikh 8: 1-5)

Berapa cucu Benyamin (anak-anak Bela) dan siapa nama mereka ?
a. 5 orang yaitu Ezbon, Uzi, Uziel, Yerimot dan Iri (I Tawarikh 7: 7)
b. 9 orang yaitu Adar, Gera, Abihud, Abisua, Naaman, Ahoah, Gera, Sefufan dan Huram (I Tawarikh 8: 3-5)
c. 2 orang yaitu Ared dan Naaman (Bilangan 26: 40)

Berapa batasan umur manusia?
a. Tuhan membatasi umur manusia hanya 120 tahun saja atau tidak lebih dari itu (Kejadian 6: 3)
b. Umur manusia bisa lebih dari 120 tahun : Adam 930 tahun (Kej. 5: 3-5), Set 912 tahun (Kej. 5: 6-8), Enos 905 tahun (Kej. 5: 9-11), Kenan 910 tahun (Kej. 5: 12-14), Mahalaleel 895 tahun (Kej. 5: 15-17), Yared 962 tahun (Kej. 5: 18-20), Henokh 365 tahun (Kej. 5: 21-23), Metusalah 969 tahun (Kej. 5: 25-27), Lamekh 777 tahun (Kej. 5: 28-32), Nuh 950 tahun (Kej. 9: 29), Sem 600 tahun (Kej. 11: 10-11), Arpakhsad 438 tahun (Kej. 11: 12-13), Selah 433 tahun (Kej. 11: 14-15), Eber 464 tahun, (Kej. 11: 16-17), Meg 239 tahun (Kej. 11: 18-19), Rehu 239 tahun (Kej. 11: 20-21), Serug 230 tahun (Kej. 11: 22-23), Nahor 148 tahun (Kej. 11: 24-25), Sara 127 tahun (Kej. 23: 1-2), Ismael 137 tahun (Kej. 25: 17), Yakub selanu 147 tahun (Kej. 47: 28), Lewi 137 tahun (Kel. 6: 15), Kehat 133 tahun (Kel. 6: 17), Amram 137 tahun (Kel. 6: 19), Harun 123 tahun (Bil. 33: 39), Ayub 140 tahun lebih (Ayub 42: 16-17)

Tuhan menyesal atau tidak?
a. Tuhan tidak punya sifat menyesal (I Samuel 15: 29,Bilangan 23: 19)
b. Tuhan menyesal (Kejadian 6: 5-6, I Samuel 15: 10-11,35, Samuel 24: 16, Yeremia 26:3, Yeremia 42:10, Keluaran 32: 14)

Tuhan bisa dilihat atau tidak?
a. Tuhan tidak bisa dilihat dan didengar (Yohanes 5: 37, I Timotius 1: 17, 6: 16, Keluaran 33: 20, I Yohanes 4: 12)
b. Tuhan bisa dilihat oleh mata(Keluaran 33: 11, 33: 20, Kejadian 18: 1, 26: 24, Yohanes 5: 37, ; I Timotius 6: 16, 1: 17, I Yohanes 4: 12 )
c. Tuhan kelihatan kaki-Nya (Keluaran 24: 9-10)
d. Tuhan kelihatan sedang duduk (Yesaya 6: 1)
e. Tuhan bisa dilihat dari jauh (Yeremia 31: 3)

Berapa nama silsilah dari Abraham sampai dengan Daud?
a. Lukas 3: 31-34 mencatat 15 nama dari Daud sampai dengan Yesus
b. Matius 1: 2-6 hanya mencatat 14 nama dari Daud sampai dengan Yesus

Dalam silsilah dari Abraham sampai dengan Daud, siapakah anak Hezron?
a. Anak Hezron adalah Arni (Lukas 3:33)
b. Anak Hezron adalah Ram (Matius 1:3)

Berapa nama silsilah dari Daud sampai dengan Yesus?
a. Lukas mencatat 43 nama dari Daud sampai dengan Yesus (Lukas 3: 23-31)
b. Matius hanya mencatat 28 nama dari Daud sampai dengan Yesus (Matius 1: 6-16)

Siapakah anak Daud yang menurunkan Yesus?
a. Salomo (Matius 1: 6)
b. Natan (Lukas 3: 31)

Yesus memasuki Yerusalem naik apa?
a. Seekor keledai (Markus 11: 7; Lukas 19: 35)
b. Seekor keledai betina dan seekor anak keledai (Matius 21: 7)

Bolehkah membawa tongkat dan kasut dalam perjalanan?
a. Ya, boleh (Markus 6: 7-9)
b. Tidak boleh (Matius 10: 9-10, Lukas 9: 1-3)

Kesaksian Yesus tentang dirinya, benar atau salah?
a. Tidak benar (Yohanes 5: 31)
b. Benar (Yohanes 8: 14)

Berapa jumlah orang buta yang bertemu Yesus di Yerikho?
a. Dua orang buta (Matius 20: 29-30)
b. Hanya satu orang buta saja (Markus 10: 46)

Dimana Yesus menemui orang kerasukan setan?
a. Di Gedara (Matius 8: 28)
b. Di Gerasa (Markus 5: 1-2)

Berapa jumlah orang kerasukan setan yang ditemui Yesus?
a. Ada 2 orang (Matius 8: 28)
b. Hanya 1 orang saja (Markus 5: 1-2)

Apa yang diucapkan Yudas di hadapan Yesus?
a. Salam Rabi (Matius 26: 49)
b. Rabi (Markus 14: 45)
c. Yudas tidak mengucapkan apa-apa/diam (Lukas 22: 47)

Ketika Yesus berjalan di atas air, bagaimana respon para muridnya?
a. Mereka menyembah Yesus (Matius 14: 33)
b. Mereka tercengang dan bingung (Markus 6: 51-52)

Jam berapa Yesus disalibkan ?
a. Jam sembilan (Markus 15: 25)
b. Jam 12 Yesus belum disalibkan (Yohanes 19: 14)

Yesus membawa damai dan keselamatan atau onar ?
a. Yesus menyelamatkan dunia (Matius 5: 9, Yohanes 3: 17, Yohanes 12: 47)
b. Yesus membawa onar, pedang dan kekacauan keluarga (Matius 10: 34-36)

Selain Yesus, adakah yang naik ke sorga?
a. Tidak ada, hanya Yesus saja yang pernah naik ke sorga (Yohanes 3: 13)
b. Henokh dan Elia telah naik ke sorga (Kejadian 5: 24, II Raja-raja 2: 11)

Tuhan menepati janji atau tidak ?
a. Tuhan berjanji akan memberikan tanah Kanaan kepada Abraham (Kejadian 17: 8)
b. Abraham meninggal pada umur 175 tahun tetapi janji Tuhan belum terpenuhi (Kejadian 25: 8, Kisah Para Rasul 7: 2-5, Ibrani 11: 13)

Lot adalah orang yang benar atau tidak ? atau apakah Perzinahan dibenarkan ?
a. Ketika Lot mabuk, kedua anaknya tidur dengannya, lalu hamil dan memiliki anak dari ayah mereka (Kejadian 19: 30-38)
b. Lot adalah orang yang benar (II Petrus 2: 7)

Siapa nama anak dari Elifaz ?
a. Teman, Omar, Zefo, Gaetam, dan Kenaz (Kejadian 36: 11)
b. Teman, Omar, Zefo, Kenaz (Kejadian 36: 15-16)
c. Teman, Omar, Zefi, Gaetam, Kenaz, Timna, and Amalek (I Tawarikh 1: 35-36)

Siapakah bapak-bapak 12 bangsa Israel ?
a. Ruben, Simeon, Lewi, Yehuda, Zebulon, Isakhar, Dan, Gad, Asyer, Naftali, Yusuf, dan Benyamin (Kejadian 49: 2-28)
b. Semuanya kecuali Dan diganti Manasye (Wahyu 7: 4-8)

Dimanakah Yakub dikuburkan ?
a. Dalam sebuah gua di Makhpela, yang dibeli dari Efron orang Het (Kejadian 50: 13)
b. Di makam daerah Sikhem, yang dibeli dari anak-anak Hemor (Kisah Para Rasul 7: 15-16)

Benar atau salahkah jika meminjamkan uang dengan minta bunga atau riba?
a. Salah (Imamat 25: 37, Mazmur 15: 5)
b. Benar (Matius 25: 27, Lukas 19: 23-27)

Dimanakah Harun menemui ajalnya ?
a. Di gunung Hor (Bilangan 33: 38)
b. Di Mosera (Ulangan 10: 6)

Kemana orang Israel pergi setelah kematian Harun ?
a. Dari gunung Hor ke Zalmona lalu ke Funon dst. (Bilangan 33: 41-42)
b. Dari Mosera ke Gudgod lalu ke Yotbata (Ulangan 10: 6-7)

Sisera dibunuh oleh Jael ketika Sisera sedang tidur atau berdiri ?
a. Tidur (Hakim-hakim 4: 21)
b. Berdiri (Hakim-hakim 5: 25-27)

Berapa jumlah anak Isai ?
a. 7 plus Daud, jadi semuanya ada 8 (I Samuel 16: 10-11, 17: 12)
b. Semuanya ada 7 (I Tawarikh 2: 13-15)

Kenalkah Saul dengan Daud ketika Daud melawan Goliat ?
a. Sangat kenal (I Samuel 16: 19-23)
b. Tidak kenal sama sekali (I Samuel 17: 55-58)

Siapakah yang membunuh Goliat ?
a. Daud (I Samuel 17: 50)
b. Elhanan (II Samuel 21: 19)

Siapa nama imam besar yang memberi Daud roti ?
a. Ahimelekh (I Samuel 21: 1-6)
b. Abyatar (Markus 2: 26)

Siapa yang membunuh Saul ?
a. Saul bunuh diri dengan merebahkan dirinya di atas pedang (I Samuel 31: 4-6)
b. Atas permintaan Saul sendiri, seorang Amalek membunuh Saul (II Samuel 1: 2-10)
c. Saul dibunuh oleh orang Filistin di Gilboa (II Samuel 21: 12)

Berapa Daud membayar barang peternakan ?
a. 50 syikal perak (II Samuel 24: 24)
b. 600 syikal emas (I Tawarikh 21: 22-25)

Kapankah Baesa meninggal ?
a. Baesa meninggal ketika masa 26 tahun pemerintahan Raja Asa (I Raja-raja 16: 6-8)
b. Baesa mendirikan sebuah negeri ketika masa 36 tahun pemerintahan Raja Asa (II Tawarikh 16: 1)

Berapa umur Ahazia ketika menjadi raja ?
a. 22 tahun (II Raja-raja 8: 25-26)
b. 42 tahun (II Tawarikh 22: 1-2)

Kemanakah Yusuf dan Maria ketika menunggu kelahiran Yesus ?
a. Lari ke Mesir menunggu sampai Herodes meninggal, karena Herodes membunuh semua bayi lelaki berusia dua tahun atau kurang (Matius 2: 13-16)
b. Menetap di Yerusalem sampai Yesus lahir lalu ke Nazaret, tidak pernah ke Mesir (Lukas 2: 22-40)

Siapakah yang melihat roh turun dari langit ?
a. Yesus (Matius 3: 16, Markus 1: 10)
b. Yohanes (Yohanes 1: 32)

Kemanakah Yesus setelah dibaptis ?
a. Langsung dibawa roh ke ke padang gurun selama 40 hari dan dicobai Iblis (Matius 4: 1-11, Markus 1: 12-13)
b. Hari ketiga setelah dibaptis, Yesus pergi ke perkawinan di Kana (Yohanes 2: 1-11)

Kemana iblis membawa Yesus ?
a. Ke bubungan bait Allah lalu ke atas gunung (Matius 4: 5-8)
b. Ke atas gunung lalu ke bubungan bait Allah (Lukas 4: 5-9)

Haruskah kita melawan terhadap musuh ?
a. Kasihilah musuhmu (Matius 5: 39, 44)
b. Yesus ingin semua musuhnya dibunuh (Lukas 19: 27)

Bolehkah para rasul mendatangi kaum selain Israel ?
a. Tidak boleh (Matius 10: 2, 5-6)
b. Petrus -salah seorang rasul, mendatangi kaum selain Israel (Kisah Para Rasul 15: 7)

Anak siapakah Zakharia ?
a. Anak Berekhya (Matius 23: 35)
b. Anak imam Yoyada (II Tawarikh 24: 20)

Siapa yang menegur wanita pembawa minyak ?
a. Para rasul (Matius 26: 8)
b. Beberapa rasul (Markus 14: 4)
c. Yudas Iskariot (Yohanes 12: 4-5)

Apa dulu yang dilakukan dalam perjamuan kudus ?
a. Roti lalu anggur (Matius 26: 26-29, Markus 14:22-25)
b. Anggur lalu roti (Lukas 22: 17-20)

Siapa yang membeli tanah ?
a. Imam-imam kepala (Matius 27: 3-7)
b. Yudas (Kisah Para Rasul 1: 16-19)

Apa yang dilakukan Yudas dengan uang peraknya ?
a. Melemparnya ke dalam bait suci lalu pergi (Matius 27: 5)
b. Untuk membeli tanah (Kisah Para rasul 1: 16-19)

Bagaimana Yudas menemui ajalnya ?
a. Gantung diri (Matius 27: 5)
b. Jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar (Kisah para Rasul 1: 18)

Berapa jarak para perempuan dari Yesus di kayu salib ?
a. Melihat dari kejauhan (Matius 27: 55, Markus 15: 40, Lukas 23: 49)
b. Cukup dekat sehingga Yesus bisa berbicara dengan ibunya (Yohanes 19: 25-26)

Siapa yang pertama kali datang ke kuburan Yesus ?
a. Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus (Matius 28: 1)
b. Keduanya dan ditambah dengan Salome (Markus 16: 1)
c. Keduanya dan ditambah dengan Yohana dan perempuan lain (Lukas 24: 10)
d. Maria Magdalena sendirian (Yohanes 20: 1)

Apa yang terjadi ketika orang-orang pertama datang ke kuburan Yesus ?
a. Terjadi gempa karena datangnya malaikat yang menggulingkan batu dan duduk di atasnya, di luar kuburan (Matius 28: 2)
b. Tidak ada gempa, ada seorang pemuda duduk di dalam kuburan (Markus 16: 5)
c. Tidak ada gempa, ada dua orang berdiri di dalam kuburan (Lukas 24: 2-4)
d. Tidak ada gempa, ada dua malaikat duduk di dalam kuburan (Yohanes 20: 12)

Bisakah Yesus disentuh ketika menampakkan diri setelah kematiannya ?
a. Maria Magdalena dan Maria yang lain memeluk kakinya (Matius 28: 9)
b. Yesus melarang Maria memegangnya karena Yesus belum pergi ke Bapa (Yohanes 20: 17)
c. Delapan hari kemudian, Yesus menyuruh Tomas menyentuhnya walau Yesus belum pergi ke Bapa (Yohanes 20: 27)

Yesus mengajar sesudah atau sebelum Yohanes ditangkap ?
a. Sesudah (Markus 1: 14)
b. Sebelum (Yohanes 6: 17-25)

Kemana Yesus dan para rasul pergi setelah memberi makan 5000 orang ?
a. Genesaret (Markus 6: 53)
b. Kapernaum (Yohanes 6 : 16-17)

Bolehkah memberitakan Injil di Asia ?
a. Roh Kudus melarang (Kisah Para Rasul 16: 6)
b. Paulus memberitakan Injil di Asia (Kisah Para Rasul 19: 8-10)

Bolehkah para malaikat menghanguskan rumput ?
a. Seluruh rumput dihanguskan para malaikat (Wahyu 8: 7)
b. Mereka diperintahkan untuk tidak merusak rumput (Wahyu 9: 4)

—–Original Message—–

—–Original Message—–
From: debat_islam- kristen@yahoogro ups.com [mailto:debat_ islam-kristen@ yahoogroups. com] On Behalf Of Kafirun White
Sent: Friday, August 01, 2008 2:24 PM

qqq anda sudah pernah baca alkitab ?? atau hanya copy paste tanpa mengerti yang anda copy paste lebih baik anda ikuti perdebatan di milis ini …….

From: edy prayitno <edy@srn.co.id>
To: debat_islam- kristen@yahoogro ups.com
Sent: Friday, August 1, 2008 2:37:11 PM

Salam dari mualaf.

Kalau hanya menyampaikan kesalahan kitab sampeyan sendiri …

itu memang tidak butuh debat….karena memang salah.

salah….yo salah..titik.

ora butuh debat.

—–Original Message—–
From: debat_islam- kristen@yahoogro ups.com [mailto:debat_ islam-kristen@ yahoogroups. com] On Behalf Of Kafirun White
Sent: Friday, August 01, 2008 2:37 PM

dan itu juga pernah menjdai kitab anda kan ……… ah menurut saya janganlah anda mengaku mualaf karena anda belum paham tentang Kristen yang sesungguhnya ….. ngga ngefek

salah yo salah titik ——->> apa ini pernyataan yang pantas dalam suatu milis perdebatan ?

—– Original Message —-
From: edy prayitno <edy@srn.co.id>
Sent: Friday, August 1, 2008 2:56:26 PM

Salam dari mualaf.

Benar itu dulu kitab saya …dan saya tetap menaruh hormat kepada kitab sampeyan dan Isa …sebagai Rosul ALlah.

dengan adanya kesalahan2 ini …benar risalah dalam Al’Quran sebagai kitab ” Revisi terhadap kesalahan Kitab2 terdahulu terlebih soal ….yg utama ” Isa sang Nabi yg telah anda jadikan Tuhan “/

Kalau anda coba kembangkan , dan memberi pembenaran dari kata ” Titik ” coba anda terangkan dengan kemampuan ilmu sampeyan ? tentang kesalahan2 di bawah itu …..

—–Original Message—–
From: debat_islam- kristen@yahoogro ups.com [mailto:debat_ islam-kristen@ yahoogroups. com] On Behalf Of Kafirun White
Sent: Friday, August 01, 2008 3:02 PM

saya tanyakan kepada anda iman Kristen ada pada alkitab atau pada Jesus ??
soal sinkron coba apakah ayat ini singkron :

4:159. Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari Kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka

3:55. (Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya”.

19:33. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”.

dengan ayat ini :

4:157. dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan ‘Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.

rom: edy prayitno <edy@srn.co.id>
Subject: RE: [debat_ islam-kristen] AYAT AYAT BIBLE TIDAK SINKRON
To: debat_islam-kristen@yahoogroups.com
Date: Friday, August 1, 2008, 8:19 AM

- Sembunyikan kutipan teks -

Salam dari mualaf.

Saya dari kecil diajari …jika Iman orang kristen itu hanya kepada YEsus bukan pada kitabnya …tetapi doktrin ini hanya ingin membutakan pengikut kristen dari kebenaran dari kitab nya sendiri….tidak perlu melihat dari kitab Al’Quran…Alhamdul illah..ayat2 Injil masih banyak yg mengatakan jika Yesus hanya penyampai pesan …bukan Tuhan….dan inilah yg berusaha mau dibutakan oleh pengikut Paulus dari kebenaran sejati…siapa Yesus itu ?

—–Original Message—–
From: debat_islam-kristen@yahoogroups.com [mailto:debat_islam-kristen@yahoogroups.com] On Behalf Of Simon Kefas
Sent: Friday, August 01, 2008 3:27 PM
To: debat_islam-kristen@yahoogroups.com
Subject: RE: [debat_ islam-kristen] AYAT AYAT BIBLE TIDAK SINKRON

salam bung muallaf,

sepertinya penyakit orang islam yang suka lempar isu sudah mengalir deras di darah anda. anda hanya pintar membantah menyerang, tapi tidak pernah tertarik dengan penjelasan dari saya.

kemudian malang benar memang keluargamu yang tidak pernah memberikan pelajaran agama kristen yang baik buat anda sehingga akhirnya anda bisa terinfeksi dengan agama muhammad yang anda sendiri tidak tahu banyak.

tuduhan anda mengatakan ayat ayat bible tidak sinkron justru menunjukkan betapa andalah yang telah dibutakan oleh racun islamisasi yang sangat ampuh itu menipu orang orang awam. kalau benar anda memaca bible, dan quran, seharusnya akal sehatmu bisa melihat justru quranlah yang tidak sinkron dengan kisah kisahnya yang sering mencamur aduk cerita yagn satu dengan cerita yang lain, yang bahkan bersumber dari zaman yang berbeda.

sayang sekali, sebagus apapun saya jelaskan, toh anda tidak akan membaca tulisan saya, sesuai dengan pengakuan anda yang sangat sibuk sekali. sibuk membaca jawaban atas serangan anda, tapi rajin untuk membantah dan menyerang. persis tipikal umat islam yang rajin menyerang tapi tidak mau tahu akan jawaban serangan itu.

orang kristen begitu dekat dengan kitabnya. tak perlu orang kristen dibutakan mengenai alkitabnya, sampai terbukanya mata orang kristen akan alkitabnnya, orang kristen bisa memahami dan mengerti alkitabnya dengan bahasa mereka sendiri. mengapa Gereja memberikan kemudahan ini? karena Gereja tidak ingin umatnya paham betul akan Firman Allah dalam bahasa mereka sendiri. sehingga bila ada yg tidak jelas dan kabur boleh ditelaah dan diteliti.

saya pikir justru sebaliknya, mayoritas atau hampir seluruh umat islam, tidak mengerti akan quran yg mereka baca dan hafal, terbukti dari seringnya juga anda tidak mengerti dan paham akan ayat ayat quran yang sering kalian kutip dalam milis ini.

anda tidak pernah ke level memahami alquran dalam kehidupan beragama umat islam sehari hari. anda hanya pada level, membaca, dan menghafal ayat ayat bahasa asing di lidah anda.

nah sekarang yang buta siapa? andakah yang tidak familiar akan arti bahasa quran anda dalam bahasa anda? atau orang kristen yagn begitu familiar akan arti bahasa alkitabnya dalam bahasa mereka sendiri selain tersedianya bahasa asingnya???

saudara mualllaf, bertobatlah, selagi masih ada waktu. akuilah anda tidak tahu banyak tentang kekeristenan walaupun anda dulu seorang kristen. anda hanya tidak mendapatkan kesempatan untuk belajar saja. atau anda hanya ketepatan jatuh pada komunitas yang tidak memahami kebutuhan anda akan pengetahuan yang dalam akan akidah kristen.

saya tidak mengajak anda untuk kembali menjadi kristen. karena itu tidak penting, kecuali oleh dorongan Roh Kudus. tapi pelajarilah Islam dengan menyeluruh, dan dengarkan hati nuranimu jangan mengandalkan sugesti sugesti dari kaum apologist islam yang banyak tipu daya itu.

Nabi Muhammad juga Bernubuat


 

 

Nabi Muhammad juga Bernubuat

“Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak difirmankan TUHAN? – Apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepada-nya.” (Ul 18:21-22)

Jadi semua perkataan nabi itu harus tejadi. Kalau perkataannya tidak terjadi maka nabi itu nabi palsu. Semua perkataan Muhammad saw benar-benar terjadi.

Ke-1.

Ramalan Rasulullah saw tentang Kemenangan Bangsa Romawi atas Bangsa Persia.

Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dalam kitab sunan miliknya dari Ibnu Abbas ra tentang firman Allah yang berbunyi :

“Aliif Laam Miim. Telah dikalahkan bangsa romawi di negeri yang dekat”. (Ar-Ruum 1-3).

Ibnu Abbas berkomentar tentang ayat ini yaitu ; mengalahkan dan dikalahkan. Kaum musyrikin sangat senang dengan kemenangan bangsa Persia atas bangsa Romawi, karena mereka sama-sama menyembah berhala. Sedangkan kaum muslimin menyukai kemenangan Romawi karena mereka adalah ahli kitab.Dan oleh orang-orang musyrik hal itu diungkapkan kepada Abu Bakar ra, yang kemudian menyampaikannya kepada Rasulullah saw. Lalu belau saw bersabda :

“Adapun mereka bangsa Romawi akan memperoleh kemenangannya”. Maka Abu Bakar ra pun balik menyampaikan hal itu kepada orang-orang musyrik dan mereka berkata : ” Kalau demikian, maka tetapkan batasan waktunya. Jika kami menang kami akan mendapatkan ini dan itu, jika kalian menang akan mendapatkan ini dan itu”. Kemudian Abu Bakar ra menetapkan batas waktu kepada mereka yakni lima tahun. Namun nyata bangsa Romawi belum mendapapat kemenangan. Kemudian Abu Bakar memberitahukan hal itu kepada Rasulullah saw dan bersabda ; “Kenapa tidak engkau katakakan sampai dibawah?” Ibnu Abbas berkata ; “Aku berpendapat bahwa apa yang dimaksud oleh beliau saw adalah di bawah sepuluh tahun”.

Tingkatan hadits :

Hadis ini shahih sebagaimana di shahih kan oleh Tirmidzi, Hakim dan Dhahabi.

Kenyataan yang diramalkan :

Telah terbukti apa yang di ramalkan Rasulullah saw yang jujur, dimana bala tentara Romawi memang telah mampu meraih kemenangan dan berhasil mengalahkan tentara Persia pada tahun kedua hijriah. Yakni sembilan tahun setelah ramalan Beliau saw. Kemenangan romawi tersebut sungguh bertolak belakang dengan kenyataan yang ada pada saat itu, dan berada diluar dugaan atau perkiraan manusia. Sebab, kondisi Romawi pada saat itu sedang dalam kondisi yang lemah akibat kekalahan terhadap pasukan Persia. Sebaliknya kondisi bangsa Persia sedang dalam puncak kejayaan. sehingga demikian terbuktilah apa yang diramalkan Al Quran dan pembawanya yang agung Rasulullah saw.

Ke-2

Berita Tentang Diselamatkannya badan Fira’un.

“Dan Kami mungkinkan Bani Israil melintasi laut. Mereka pun diikutioleh Firaun dan tentaranya. Ketika Firaun hampir tenggelam berkatalah dia, “Saya percaya bahwa tidak ada tuhan selain Tuhan yang disembah Bani Israil dan saya termasuk orang yang berserah diri’. Apakah kamu sekarang baru beriman padahal sesungguhnya kamu durhaka sejak dahulu dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. HARI INI KAMI AKAN SELAMATKAN BADANMU, supaya kamu menjadi pelajaran bagi generasi yang akan datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan kami”. (QS yunus 90-92).

Yang perlu digarisbawahi adalah ungkapan kami akan selamatkan badanmu. Bagaimana Muhammad saw akan menyampaikan ayat ini pada kaumnya? Pasti cemoohan yang akan diterima. Bangsa Arab adalah bangsa pedagang yang telah menjelajahi wilayah Syiria dan Mesir. Belum pernah sebelumnya tersiar kabar bahwa badan Fira’un yang mengaku Tuhan itu terselamatkan. Para pemuka agama Yahudi dan Nasrani juga belum pernah mengatakan bahwa badan Fira’un terselamatkan, karena memang tidak dijumpai dalam kitab mereka. Bagaimana nabi saw akan menjelaskan hal ini? Bukankah dia hanya disuruh untuk menyampaikan ayat yang diterimanya dari Allah SWT? Kalau sekiranya Al Quran itu karangan Muhammad saw, apa susahnya dia tidak usah mengeluarkan perkataan tersebut. Tapi bagaimana pahit perasaan nabi ayat itu harus disampaikan kepada umatnya.

Kenyataan dari yang diramalkan :

Namun baru tahun 1896 purbakalawan Loret, menemukan jazat tokoh tersebut dalam bentuk mumi di wadi al muluk. Kemudian 8 juli 1907 Elliot Smit membuka bungkus mumi tersebut dan badan Firaun dalam keadaan masih utuh. dan sekarang disimpan di Musim Mesir. Pada Juni 1975 ahli bedah perancis Maurice Bucaile mendapat ijin untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang mumi tersebut dan menemukan bahwa mumi tersebut adalah Firaun yang meninggal dilaut. Disekujur tubuhnya dipenuhi unsur-unsur garam. Maha Benar Allah Dengan Segala FirmanNya.

Ke-3

Berita Al Quran Tentang Berbondong-bondongnya Manusia dari Segala Penjuru untuk Menunaikan Ibadah Haji.

“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang memenuhi seruanmu dengan jalan kaki dan mengendarai onta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh”. (QS Al Hajj 27).

Kenyataan dari yang diramalkan :

Sungguh hebat ramalan al quran tersebut. Disaat nabi saw mengahadapi situasi yang genting akibat serangan bertubi-tubi dari kaum kafir Quraisy dan dalam keadaan agama Islam yang belum menentu itu Allah menyuruh nabi agar berseru supaya orang orang menunaikan ibadah haji. Mungkin saat wahyu itu di sampaikan banyak yang menyangsikan kebenarannya. Kini semua sudah meyakini, setiap tahun jutaan lautan manusia dari seluruh penjuru dunia memenuhi tanah suci Mekkah dan Medinah. Sungguh tepatlah ramalan Al Quran.

Ke-4

Ramalan Rasulullah Tentang Tempat Terbunuhnya Para Pembesar Quraisy Pada saat Perang Badar.

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahihnya, dari Anas ra yang berkata : “Tatkala Rasulullah saw tiba di Badar, Beliau memberi isyarat dengan tangannya ke tanah seraya berkata : “Ini tempat terbunuhnya si fulan”. Benar Demi Allah, tidak seorangpun bergeser dari tempat terbunuhnya dari apa yang diisyaratkan oleh beliau saw.

Tingkatan hadits :

Hadits ini shahih sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslium.

Kenyataan dari yang diramalkan :

Tepat, apa yang dikatakan oleh Rasulullah saw sungguh terbukti, yakni dua hal yang pernah diramalkan oleh beliau saw dan keduanya sesuai kandungan hadits yang mulia ini. Pertama akan terbunuhnya para pembesar Quraisy, dan kedua tempat terbunuhnya. Peristiwa perang Badar ini terjadi pada tanggal 17 Ramadhan, tahun kedua hijriah.

Ke-5

Ramalan Rasulullah saw tentang Penaklukan Khaibar oleh Ali ra.

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Kitab shahihnya, bahwa Rasulullah saw bersabda pada saat peristiwa penaklukan Khaibar :
“Esok hari aku (Nabi saw) akan memberikan bendera kepada seorang yang akan diberikan kemenangan oleh Allah swt melalui tangannya, sedang ia mencintai Allah dan Rasulnya, dan Allah dan Rasulnya mencintainya”.

Maka semua orangpun menghabiskan malam mereka seraya bertanya-tanya didalam hati, kepada siapa diantara mereka akan diberi bendera itu. Hingga memasuki pagi harinya masing-masing mereka masih mengharapkannya. Kemudian Rasulullah saw bertanya: “Kemana Ali?” lalu ada yang mengatakan kepada beliau bahwa Ali sedang sakit kedua matanya. Lantas Rasulullah saw meniup kedua mata Ali seraya berdoa untuk kesembuhannya. Sehingga sembuhlah kedua mata Ali seakan-akan tidak terjadi apa-apa sebelumnya. Lalu Rasulullah saw memberikan bendera itu kepadanya.

Tingkatan hadits :

Hadits ini shahih sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam muslim.

Kenyataan dari yang diramalkan :

Telah terbukti apa yang diucapkan Rasulullah saw, dimana penakhlukan Khaibar benar-benar terwujud melalui keperkasaan Ali ra. Tepatnya setelah sebelumnya sangat sulit dilakukan oleh Abu Bakar dan Umar ra. Dan peristiwa itu terjadi pada tahun ketujuh (VII) hijriah.

Ke-6

Ramalan Rasulullah saw tentang seorang bernama Qazman Bahwa Ia Termasuk Penghuni Neraka.

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dalam kitab shahihnya, dari Rasulullah saw yang mengatakan tentang seorang laki-laki yang mengaku beragama Islam, beliau bersabda :
“Orang ini termasuk penghuni neraka”.

Maka tatkala terjadi peperangan hebat, laki-laki itupun ikut berperang bersama rombongan pasukan muslimin, dan akhirnya ia terluka dengan hebat. Kemudian ada yang bilang ; “Wahai Rasulullah, orang yang engkau katakan termasuk penghuni neraka itu ternyata hari ini berperang dengan gagah berani, dan ia telah gugur”. Beliau saw berkomentar singkat ; “Ia tetap akan masuk neraka”. Abi Hurairah menambahkan bahwa hampir ragu orang-orang mendengarnya. Akan tetapi, selagi mereka dalam keadaan demikian, tiba-tiba ada yang berteriak ; “Laki-laki tersebut belum mati”. Akan tetapi ia menderita cukup parah dan ketika malam tiba ia kehilangan kesabaran menahan sakit karena lukanya sehingga ia menusuk dirinya sendiri (bunuh diri). Dan kejadian itu dilaporkan kepada Rasulullah saw dan spontan beliau bersabda “Allahu Akbar, aku bersaksi bahwa diriku adalah hamba Allah dan RasulNya”. Kemudian beliau saw memerintahkan kepada Bilal agar berseru kepada orang banyak : “Bahwa tidak akan masuk sorga kecuali jiwa yang muslim (berserah diri), dan bahwasannya Allah swt akan mengukuhkan agamanya meskipun melalui orang durhaka”.

Tingkatan hadits :

Hadits ini shahih sebagaimana dikeluarkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.

Kenyataan dari yang diramalkan :

Tepatlah Ramalan Rasulullah saw bahwa Qazman memang penghuni neraka karena tidak tabah menghadapi cobaan dengan bunuh diri.

Ke-7

Ramalan Rasulullah saw Bahwa Akan bertiup angin Yang Kencang.

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari didalam kitab shahihnya dari Abbad As Saa’di yang mengatakan, bahwa kami ikut ambil bagian dalam perang Tabuk bersama Rasulullah saw. Dan manakala rombongan kami tiba di lembah Al qura, maka terlihat seorang perempuan sedang berada di kebunnya. Lalu Rasulullah saw bersabda kepada sahabatnya : “Tebaklah kapasitas kebun tersebut (maksudnya buah korma yang ada di kebun tersebut). Sedang beliau saw menebaknya sebanyak sepuluh gantang (sekitar 1,8 ton). “Kemudian beliau saw berkata kepada perempuan itu : “Hitunglah berapa banyak kebunmu akan memberi hasil”. Selanjutnya kami tiba di Tabuk, beliau saw berkata lagi : “Nanti malam akan bertiup angin yang sangat kencang, maka jangan sampai ada seorangpun berdiri pada saat hal itu terjadi. Dan bagi yang memiliki onta, hendaklah ia mengikatnya kuat-kuat”. Maka kami mengikat unta-unta kami kuat-kuat, dan ternyata anginpun bertiup dengan sangat kencangnya. Tiba-tiba ada orang yang berdiri dan ia tersapu angin hingga ke gunung Thaiy. Pada waktu itu penguasa Ailah menghadiahkan kepada Rasulullah saw seekor bighal betina berwarna putih dan sehelai kain sprei untuk dipakai dan menyuratinya sebagai pemberitahuan bahwa rakyat Ailah tetap tinggal di dalam rumahnya dan bersedia membayar jizyah. Setelah itu kami kembali melewati lembah Al Qura, beliau saw menanyai perempuan pemilik kebun : “Berapa banyak yang di hasilkan oleh kebunmu?” Perempuan itu menjawab : “Sebanyak sepuluh gantang, sesuai apa yang diperkirakan Rasulullah saw”.

Tingkatan hadits :

Hadits ini shahih sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.

Kenyataan dari yang diramalkan :

Sungguh Rasulullah saw seorang yang jujur dan benar.
Ke-8
Ramalan Rasulullah saw tentang Penaklukan kota Al Hiirah.

Diriwayatkan oleh Ibnu Hiban dalam Kitab shahihnya, bahwa Rasulullah saw bersabda :
“Telah digambarkan kepadaku kota AlHiirah seperti taring-taring anjing dan kalian akan menaklukannya”.

Tingkatan hadits :

Hadits ini secara zahir shahih sebagaimana di shahihkan oleh Al Haitsami.

Kenyataan dari yang diramalkan :

Telah terbukti apa yang diberitakan oleh Rasulullah saw, dimana kaum muslimin benar-benar telah berhasil membebaskan kota Al Hiirah secara damai melalui Khalid bin Walid ra, tepatnya pada tahun kedua belas (XII) hijriah. Khalid mensyaratkan dalam perjanjian damai tersebut, bahwa penduduk Al Hiirah menyetor jizyah sebanyak sembilan puluh ribu dirham, dan ini merupakan jizyah pertama yang di tarik kaum muslimin.

Ke-9

Berita Al Quran bahwa gunung-gunung itu berjalan sebagaimana jalannya awan.

“Dan kau lihat gunung kau sangka diam, padahal ia terbang bagaikan awan”. (QS An-Naml 88).

Kenyataan dari yang di beritakan :

Lewat surat An Naml ayat 88, Al Quran memberitahukan bahwa bumi kita yang kita sangka diam, sebenarnya bergerak bagaikan awan, yang oleh saint modern dibuktikan dengan gerakan gulirnya secepat 11,18 km per detik, sambil bergerak mengitari matahari dengan kecepatan 29,79 km per detik.

Ke-10

Ramalan Rasulullah saw tentang pembebasan Bait Al Maqdis.

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab shahihnya, bahwa Rasulullah saw bersabda tentang tanda-tanda dekatnya hari kiamat, salah satunya kaum muslimin berhasil menaklukan Baitul maqdis.

Tingkatan hadits :

Hadits ini shahih sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab shahihnya.

Kenyataan dari yang diramalkan :

Telah menjadi kenyataan apa yang diramalkan oleh Rasulullah saw tersebut, dengan di bebaskannya Baitul Maqdis pada masa khalifah Umar Bin Khatab ra, tepatnya pada tahun kelima belas (XV) hijriah.

Ke-11

Ramalan Rasulullah saw tentang penaklukan Kota Al Madaain.

Diriwayatkan oleh Imam muslim Bahwa Rasulullah saw bersabda :
“Sungguh sekelompok kaum muslimin atau mukminin akan menguasai gudang-gudang harta Kisra yang terdapat di istana Putih”.

Tingkatan hadits :

Hadits ini shahih sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Kenyataan dari yang diramalkan :

Tepatlah ramalan Rasulullah dimana kaum muslimin benar-benar dapat menaklukan kota Madaain dimana terdapat padanya istana putih Kisra. Penaklukan ini terjadi pada tahun keenam belas (XVI) hijriah di bawah komando panglima Sa’ad bin Abu Waqas ra.

Ke-12

Ramalan Rasulullah tentang Penaklukan Mesir.

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab shahihnya bahwa Rasulullah saw bersabda :

“Sesungguhnya kalian akan menaklukan Mesir, yakni sebuah negeri yang dikenal sebagai negeri Qiraat. Maka apabila kalian menguasainya, berlaku baiklah kepada penduduknya. Karena mereka memiliki hak pertalian darah dan hak persaudaraan. Atau beliau mengucapkan hak pertalian atau hak kekerabatan. Lalu apabila engkau menyaksikan dua orang bercekcok pada tempat batu merah, maka keluarlah darinya”.

Abu Dzar ra berkata :

“Benar aku melihat Abdurrahman bin Syarhabil bin hasan dan saudaranya yaitu Rabi’ah bertengkar pada tempat batu merah, lantas aku pun meninggalkan negeri itu.

Tingkatan hadits :

Hadits ini shahih sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Kenyataan dari yang diramalkan :

Rasulullah saw benar. Dimana terbukti, bahwa kaum muslimin telah berhasil menaklukan Mesir pada tahun kedua puluh (XX) hijriah dengan dipimpin panglima Amru bin Ash ra. Pasukan itu mendapat restu dari khalifah Umar bin Khatab ra.

Imam Nawawi berkomentar : Bahwa didalam hadits tersebut terkandung mukjizat yang nyata dari Rasulullah saw yang diantaranya adalah : pembitahuan beliau bahwa umatnya akan menguasai Mesir.

Ke-13

Ramalan Rasulullah saw tentang Zainab, Bahwa Ia Adalah istri yang pertama menyusul kematian Beliau.

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam muslim dalam kitab shahihnya dari Aisyah ra yang berkata, bahwa Rasulullah saw bersabda :

“Yang paling cepat menyusulku diantara kalian(istri-istriku) adalah yang paling panjang ukuran tangannya”.

Aisyah ra melanjutkan : “Merekapun saling menjulurkan tangannya dan mengukur siapa diantara mereka yang paling panjang ukuran tangannya. Lalu aisyah menambahkan lagi : “Ternyata yang paling panjang ukuran tangannya adalah Zainab, karena ia bekerja dengan tangannya dan bersedekah”.

Tingkatan hadits :

Hadits ini shahih sebagaimana diriwayatkan oleh Asysyaikani.

Kenyataan dari yang diramalkan :

Demikianlah yang terjadi. yaitu sebagaimana yang diramalkan oleh junjungan kita Rasulullah saw, bahwa memang Zainablah diantara istrinya yang paling cepat menyusul kematiannya.

Ke-14

Ramalan Rasulullah saw tentang Fathimah, Bahwa ia adalah Orang pertama diantara anggota keluarganya yang menyusul kematian Beliau.

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab shahihnya, bahwa Rasulullah saw bersabda :

“Setiap tahun Jibril as mengetes Al Quran bersamaku sebanyak satu kali, dan tahun ini ia melakukannya sebanyak dua kali. Aku (nabi) merasa, bahwa hal itu merupakan isyarat sudah dekat ajalku, dan engkau Fathimah adalah orang pertama diantara keluargaku yang menyusul kepergianku”.

Tingkatan hadits :

Hadits tersebut shahih sebagaimana disepakati Imam Bukhari dan Imam Muslim.

Kenyataan dari yang diramalkan :

Tepat sekali apa yang diramalkan oleh Rasulullah saw, bahwa Fathimah adalah anggota keluarganya yang pertama menyusul kematian beliau saw. Benar Fathimah tidak hidup lama setelah wafatnya Rasulullah saw, kecuali hanya enam bulan.

Ke-15

Ramalan Rasulullah tentang Perang melawan Bangsa Turki.

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dalam kitab shahihnya, bahwa Rasulullah saw bersabda :

“Tidak akan terjadi kiamat sebelum kalian memerangi bangsa Turki, yang bermata elang, berwajah kemerah-merahan, berhidung kecil, seakan-akan muka mereka seperti perisai berlapis kulit”.

Kenyataan dari yang diramalkan :

Tepatlah kiranya apa yang disabdakan oleh Rasulullah saw. Memang, telah berkali-kali terjadi peperangan antara kaum muslimin dengan bangsa Turki. Yang pertama terjadi pada masa khalifah Umar ra, tepatnya tahun kedua puluh dua (XXII) hijriah dibawah panglima Abdurahman bin Rabi’ah ra.

Ke-16

Ramalan Rasulullah tentang lanjutnya Usia Abdulah bin Basar.

Diriwayatkan oleh Imam Al hakim dalam Mustadraknya, bahwa Rasulullah saw bersabda tentang Abdullah bin Basar ra :

“Anak ini akan hidup selama satu abad”.

Ziyad berkata : “Memang Abdullah hidup selam 100 tahun. dan di wajahnya ada kutil dan Rasulullah saw mengatakan tentang hal itu :
“ia tidak akan meninggal sebelum kutil itu hilang dari mukanya”.
Ternyata benar bahwa ia tidak meninggal dunia hingga kutil itu menghilang dari wajahnya.

Tingkatan hadits :

Hadits ini dengan sejumlah jalurnya adalah shahih, sebagaimana telah mengisyaratkan tentang hal itu Haitsami seperti yang tercantum dalam Tahrijnya.
Kenyataan dari yang diramalkan “
Benar kiranya ucapan Rasulullah saw, Abdullah bib Basyar hidup selama satu abad, ia meninggal pada tahun 88 hijriah.

Ke-17

Ramalan Rasulullah saw tentang penaklukan Yaman, syam dan Irak.

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam muslim dalam kitab shahihnya bahwa Rasulullah saw bersabda :

“Akan ditaklukan Yaman, dimana sejumlah orang akan bermigrasi kesana, dan orang akan membawa keluarga mereka juga orang yang mau mengikuti mereka. Padahal kota Madinah lebih baik bagi mereka jika mereka mengetahui.

Akan ditaklukan Syam, dimana sejumlah orang akan bermigrasi kesana, dan orang akan membawa keluarga mereka juga orang yang mau mengikuti mereka. Padahal kota Madinah lebih baik bagi mereka jika mereka mengetahui.

“Akan ditaklukan Irak, dimana sejumlah orang akan bermigrasi kesana, dan orang akan membawa keluarga mereka juga orang yang mau mengikuti mereka. Padahal kota Madinah lebih baik bagi mereka jika mereka mengetahui.

Tingkatan hadits :

Hadits ini shahih sebagaimana disepakati oleh Bukhari dan Muslim.

Kenyataan dari yang diramalkan :

Demikianlah yang terjadi sebagaimana diramalkan oleh Rasulullah saw, Yaitu setelah negeri Yaman, Syam dan irak ditaklukan oleh kaum muslimin mereka ramai-ramai berimigrasi kesana.

Ke-18

Ramalan Rasulullah saw tentang Perluasan Wilayah Kekuasaan Umatnya.

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab shahihnya bahwa Rasulullah saw bersabda :

“Sesungguhnya Allah telah menarik ujung bumi bagi ku, sehingga aku dapat melihat bagian timur dan baratnya. Dan kelak kekuasaan Umatku akan mencapai bagian bumi yang telah didekatkan kepadaku”.

Tingkatan hadits :

Hadits ini shahih diriwayatkan Imam Muslim.

Kenyataan dari yang diramalkan :

Memang terbukti apa yang diramalkan oleh Rasulullah saw bahwa kini wilayah kekuasaan Umatnya mencapai timur dan barat, yang membentang dari samodera fasifik di timur hingga samodera atlantik di barat. Yaitu dari kepulaan Filipina, sampai ketepian Maroko dan Spanyol.

Ke-19

Ramalan Rasulullah saw tentang berkobarnya api di wilayah Hijaz.

Diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim dalam kitab shahihnya bahwa Rasulullah saw bersabda :

“Tidak akan terjadi kiamat sebelum keluarnya api dari bumi Hijaz hingga sampai menerangi leher-leher onta di Bashrah”.

Tingkatan hadits :

Hadits ini shahih sebagaimana diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim.

Kenyataan dari yang diramalkan :

Terbukti apa yang diramalkan oleh Rasulullah saw pada tahun 654 H. Peristiwa itu sendiri terjadi tatkala berkobarnya api (kebakaran) yang besar di wilayah timur dari kota Madinah, yang panjang, lebar serta ketinggiannyamencapai lebih kurang empat mil. Sehingga cahayanya mencapai wilayah Taima, dan kilatannya dapat disaksikan dari Makkah. Sebagaimana mereka yang berada di Bashrah melihat leher-leher onta dibawah penerangan cahaya api itu.

Imam Nawawi bercerita :

“Bahwa pada jaman kami telah menyembur kilatan api (kebakaran) di dekat Madinah pada tahun 654 H. Itu merupakan nyala api atau kebakaran yang amat besar yang pernah terjadi di wilayah sebelah timur kota Madinah, tepatnya di dekat Al Hurah. Pengetahuan tentang munculnya api itu mutawatir dikalangan penduduk Syam, bahkan hampir seluruh negeri. Demikianlah sebagaimana menceritakan kepadaku tentang kejadian tersebutmereka yang sedang berada dikota Madinah pada saat itu”.

RAMALAN ALKITAB YANG MELESET

“Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak difirmankan TUHAN? – Apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepada-nya.” (Ul 18:21-22)
Jadi semua perkataan nabi itu harus tejadi. Kalau perkataannya tidak terjadi, maka itu bukan firman Tuhan tapi hanya perkataan nabi nabi palsu.

Ke-1
kejadian
35:10 Kata Allah kepadanya, “Engkau tidak akan disebut lagi Yakub, tetapi Israel.” Demikianlah Allah menamakan dia Israel
32:28 “Namamu tidak akan disebut lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia dan engkau menang”.
Terang sekali bahwa Alkitab meramalkan bahwa Allah tidak akan menyebut Yakub lagi tapi Israel. Tapi Ramalan alkitab tersebut ternyata meleset, Allah masih memanggil nama Yakub.
46:2 Dalam suatu penglihatan pada waktu malam, Allah berkata kepadanya, “Yakub, Yakub!” “Ya, Tuhan,” jawabnya
Ke-2
kejadian
2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”
Disini Alkitab meramalkan, bahwa pada hari Adam memakan buah terlarang, pasti akan mati. Tapi ramalan alkitab ini meleset juga. Pada hari adam memakan buah terlarang itu tidak mati. Bahkan Adam mencapai usia 930 tahun.
5:5 Jadi Adam mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu ia mati.
Ke-3
kejadian
4:12 Apabila engkau mengusahakan tanah itu, maka tanah itu tidak akan memberikan hasil sepenuhnya lagi kepadamu; engkau menjadi seorang pelarian dan pengembara di bumi.”
Tuhan telah mengutuk Kain setelah membunuh Abel bahwa ia akan menjadi “seorang pelarian dan pengembara di bumi.” Tetapi ternyata ramalan Alkitab tersebut meleset. Diayat selanjutnya dalam kitab itu disebutkan setelah berbicara dengan Tuhan itu Kain “Hidup menetap” di tanah Nod. Membangun kota, menikah dan punya anak.
4:16. Lalu Kain pergi dari hadapan TUHAN dan ia menetap di tanah Nod, di sebelah timur Eden.
4:17 Kain bersetubuh dengan isterinya dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Henokh; kemudian Kain mendirikan suatu kota dan dinamainya kota itu Henokh, menurut nama anaknya.
Mleset khan????
Ke-4
“Kepadamu (Ibrahim) dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kau diami sebagai orang asing, yakni seluruh negeri kanaan (Palestina), akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya, dan aku akan menjadi Allah Mereka”. (Kejadian 17:8, dan Kejadian 13:15 dan keluaran 32:13).
Israel ingin merebut Palestina karena menurut mereka tanah Palestina adalah tanah miliknya sesuai janji Tuhan diatas. Tapi apakah janji Tuhan tersebut terpenuhi. Ternyata janji Tuhan itu meleset, ternyata Ibrahim dan anak keturunannya tidak diberikan Tanah Kanaan untuk selama-lamanya. Bahkan sepetak tanahpun Tuhan tidak memberikannya. Adakah Tuhan Berdusta?
“Dan Allah tidak memberikan milik pusaka kepada Ibrahim , bahkan sepetak tanahpun tidak, tetapi Allah berjanji akan memberikan tanah itu kepadanya…”. (Kisah para rasul 7:5).
Ke-5
“Karena Tuhan sendiri akan turun dari sorga dengan suatu sorak dengan suara penghulu malaikat dan dengan berbunyi sangkakala Allah, maka segala yang mati di dalam kristus akan bangkit dahulu”. “Kemudian KITA YANG SEDANG HIDUP, yang telah tertinggal ini, akan diambil kedalam awan bersama-sama dengan mereka itu menghadap Tuhan didalam awang-awangan, demikianlah kelak kita senantiasa bersama-sama dengan Tuhan”. ( I telasonika 4 : 16-17 ).
Paulus tidak dibawa Yesus keawang-awangan kemudian terus ke surga, melainkan paulus dibunuh oleh kaisar Nero pada tahun 64 masehi. Mlesetkan?
Ke-6
“Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah kekota yang lain, karena aku berkata kepadamu ; “Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, anak manusia (yesus) sudah datang”. (Matius 10:23).
Yesus meramalkan kepada murid-muridnya bahwa sebelum murid-muridnya selesai mengunjungi kota-kota Israel Yesus sudah datang. Murid-murid yesus melarikan diri dan mereka menghilang dan telah binasa 2000 tahun dengan tidak ada tanda-tanda kembalinya Yesus.
Ke-7
Exodus 33:2
God promises to cast out many nations including the Canaanites and the Jebusites. But he was unable to fulfill his promise.
Ke-8
Keluaran 34:1
Kemudian TUHAN berkata kepada Musa, “Pahatlah dua keping batu seperti yang dahulu. Pada batu itu Aku akan menulis kata-kata yang sama dengan yang ada pada batu yang sudah kaupecahkan itu.
Dalam ayat ini tuhan berkata bahwa dia akan menulis di batu.
Tapi ternyata bahwa justru Musa yang disuruh menulis.
Keluaran 34:27.
Kata TUHAN kepada Musa, “Tulislah kata-kata itu, karena berdasarkan perkataan itu Aku membuat perjanjian dengan engkau dan dengan bangsa Israel.”
Ke-9
2 Kings 22:20
karena itu hukuman atas Yerusalem tidak akan Kujatuhkan selama engkau masih hidup. Engkau akan meninggal dengan damai.’” Maka kembalilah utusan-utusan itu kepada raja dan menyampaikan pesan itu.
Tuhan bejanji akan memberi Josiah kematian dengan damai, tapi dalam 2 Raja-raja 23:29-30 Yosia tewas dalam pertempuran:
Raja Yosia tewas dalam pertempuran di Megido ketika ia pergi memerangi Nekho, raja Mesir, yang sedang maju dengan pasukannya untuk membantu raja Asyur di tepi Sungai Efrat. Jenazah Raja Yosia diambil oleh para pegawainya lalu dibawa pulang dengan kereta ke Yerusalem. Di sana ia dikuburkan di pekuburan raja-raja. Lalu rakyat Yehuda memilih dan mengangkat Yoahas putranya menjadi raja menggantikan dia. Kisah lainnya mengenai Raja Yosia dicatat dalam buku Sejarah Raja-raja Yehuda.
Ke-10
The tribe of Judah will reign “until Shiloh,” but Israel’s first king (Saul) was from the tribe of Benjamin (Acts 13:21), and most of the time after this prophecy there was no king at all. Gen49:10
Ke-11
Yesaya
19:5 Air Sungai Nil akan surut dan lambat laun mengering.
19:6 Terusan-terusan akan berbau busuk waktu airnya makin habis. Gelagah dan rumput akan menjadi layu.
19:7 Seluruh persemaian di sepanjang tepi Sungai Nil akan menjadi kering lalu diterbangkan angin.
Sungai Nil tetap eksis sampai sekarang , mleset lagi khan? (^_^)
Ke-12
Yesaya
17:1. TUHAN berkata, “Damsyik tidak lagi merupakan kota, tetapi hanya tumpukan puing-puing.
17:2 Kota-kota di Siria akan ditinggalkan untuk selama-lamanya dan menjadi tempat kawanan ternak; tak seorang pun akan menghalaukan mereka.
Paulus pernah ke Damyik. Damsyik tetap bertahan sampai sekarang. Mleset lagi.
Ke-13
Yesaya
19:18. Pada waktu itu bahasa Ibrani akan dipakai dalam lima kota Mesir. Orang-orang di sana mengangkat sumpah demi nama TUHAN Yang Mahakuasa. Salah satu kota itu akan dinamakan “Kota Matahari”.
Bahasa Ibrani tidak pernah dipakai untuk bicara di Mesir.
Ke-14
Yesaya
19:23 Pada waktu itu akan ada jalan raya antara Mesir dan Asyur. Penduduk dari kedua negeri itu akan pulang pergi lewat jalan itu dan mereka akan beribadat bersama-sama.
19:24 Pada waktu itu Israel akan sama kedudukannya dengan Mesir dan Asyur, dan ketiga bangsa itu akan menjadi berkat bagi seluruh dunia.
Tidak pernah terjadi aliansi antara Israel Mesir dan Asysyiria. Bahkan Israael dan Mesir saling bermusuhan.
Ke-15
Yesaya
28:7 Juga nabi-nabi dan imam-imam mabuk karena terlalu banyak minum anggur dan arak. Mereka berjalan terhuyung-huyung dan tersandung-sandung karena pikiran mereka kacau. Nabi-nabi tak dapat lagi memahami penglihatan-penglihatan yang diberikan Allah kepada mereka. Imam-imam tak dapat lagi memutuskan perkara-perkara yang dihadapkan kepada mereka.
Tuhan telah salah memilih nabi atau utusannya. Bila utusan Tuhan dan Para Imam saja pada teler gitu bagaimana pengikutnya.
Ke-16
Yesaya
60:12 Bangsa dan kerajaan yang tak mau mengabdi kepadamu (Israel), akan binasa dan hilang lenyap.
Ramalan Alkitab tersebut ternyata meleset bukan ?
Ke-17
Yeremia
3:17 Pada waktu itu kota Yerusalem akan disebut ‘Takhta TUHAN’, dan segala bangsa akan berkumpul di kota itu untuk menyembah Aku. Mereka tidak akan lagi mengikuti kemauan hati mereka yang bebal dan jahat itu.
Segala bangsa akan berkumpul di Yerusalem untuk menyembah Tuhan ? Ramalan yang satu ini meleset juga khan?
Ke-18
Yeremia
5:30 Sesuatu yang dahsyat dan mengerikan telah terjadi di negeri ini:
5:31 nabi-nabi berdusta, imam-imam melayani menurut kemauannya sendiri dan kamu umat-Ku suka akan hal itu. Tetapi apa yang akan kamu lakukan bila tiba hari terakhir?”
Tuhan salah memilih Utusannya? Masak nabi kok berdusta?
Ke-19
Yeremia
9:11 TUHAN berkata, “Yerusalem akan Kujadikan reruntuhan tempat bersembunyi anjing hutan. Kota-kota Yehuda akan menjadi sunyi, tempat yang tidak lagi dihuni.”
Yerusalem tetap Ramai hingga saat ini, bahkan tidak ada anjing hutannya.
Ke-20
Yeremia
10:22 Dengarlah! Ada berita bahwa sebuah bangsa di utara menimbulkan kegemparan. Tentaranya akan membuat kota-kota Yehuda menjadi sepi dan tak berpenghuni. Anjing-anjing hutan akan bersembunyi di sana.”
Tepatkah ramalan Alkitab tersebut?
Ke-21
Yeremia
14:14 Tapi TUHAN menjawab, “Nabi-nabi itu membawa berita dusta atas nama-Ku; Aku tidak mengutus mereka, dan tidak juga memberi perintah atau berbicara kepada mereka. Penglihatan-penglihatan yang mereka ceritakan bukan dari Aku; mereka meramalkan hal-hal tak berguna yang mereka karang sendiri.
Nabi yang berbohong berarti nabi Palsu. Ini berarti yesaya, Daniel, Yeremia dan Yesus nabi Palsu???
Ke-22
Yehizkiel
21:28. “Hai manusia fana, meramallah! Beritahukanlah kepada orang Amon yang telah menghina Israel, bahwa Aku, TUHAN Yang Mahatinggi berkata, ‘Sebuah pedang sudah siap untuk membantai; pedang itu sudah diasah mengkilap seperti kilat, supaya siap untuk membunuh.
21:29 Penglihatan yang kamu lihat adalah palsu, dan ramalan yang kamu ucapkan juga bohong dan dusta. Kamu jahat serta durhaka, dan saat untuk hukumanmu yang terakhir sudah dekat. Pedang itu akan memenggal lehermu.
21:30 Hai orang Amon, sarungkanlah kembali pedangmu! Kamu akan Kuhakimi di tempat kamu diciptakan dan dilahirkan.
21:31 Aku akan melampiaskan ke atasmu kemarahan-Ku yang menyala-nyala. Dan kamu akan Kuserahkan kepada orang-orang yang kejam yang terlatih untuk membinasakan.
21:32 Kamu akan habis dimakan api. Darahmu akan tertumpah di negerimu sendiri, dan tak ada seorang pun yang masih ingat kepadamu. Aku TUHAN telah berbicara.’”
Yehizkiel meramalkan pada abad keenam sebelum masehi bahwa orang Amon akan binasa dan tidak diingat orang lagi. Tapi sampai sekarang orang masih mengingat Amon karena memang tertulis dalam Alkitab. Mleset lagi!!!!
Ke-23
Yehizkiel
26:14 Yang Kutinggalkan hanya sebuah batu yang tandus saja, tempat para nelayan menjemur jala mereka. Kota itu tidak akan dibangun lagi. Aku, TUHAN Yang Mahatinggi telah berbicara.”
26:15. TUHAN Yang Mahatinggi berkata kepada kota Tirus, “Penduduk daerah pantai akan gemetar ketakutan bila mendengar teriak kekalahanmu dan jeritan orang-orang yang sedang dibantai.
26:16 Melihat nasibmu, raja-raja dari bangsa-bangsa di tepi laut akan bangkit dari takhta, menanggalkan jubah kebesaran dan baju mereka yang bersulam, lalu duduk gemetaran di tanah. Mereka akan sangat ketakutan sehingga tak dapat tenang.
26:17 Kemudian mereka akan menyanyikan lagu penguburan ini bagimu: Hancurlah sudah kota yang terpuja! Segala kapalnya disapu dari samudra. Penduduknya semula berkuasa di laut membuat orang-orang pantai takut.
26:18 Kini, pada hari engkau dikalahkan, penduduk pulau-pulau gemetaran. Terkejutlah mereka semua melihat kehancuranmu yang tak terkira.”
26:19 TUHAN Yang Mahatinggi berkata, “Kujadikan engkau sunyi senyap seperti kota yang tidak berpenduduk. Aku akan menutupi engkau dengan air dari dasar samudra.
26:20 Lalu engkau Kukirim ke dunia orang mati untuk bergabung dengan orang-orang dari zaman purbakala. Kubiarkan engkau menetap di dunia orang mati itu, di tengah-tengah puing-puing abadi, bersama-sama dengan orang mati. Maka tanahmu tak akan didiami lagi, dan engkau tak akan terbilang di antara orang hidup.
26:21 Engkau Kujadikan contoh yang mengerikan, dan itulah akhir riwayatmu. Orang-orang akan mencari engkau, tetapi engkau tak akan ditemui. Aku TUHAN Yang Mahatinggi telah berbicara.”
Yehizkiel meramalkan bahwa TYRUS akan dihancurkan dan tidak akan dibangun lagi. Tapi kenyataannya TYRUS tetap ada pada jaman Yesus dan Paulus.
(Mt.15:21, Mk.7:24, 31, Acts 21:3)
Ke-24
Yehizkiel
29:10 maka Aku menjadi musuhmu, dan musuh Sungai Nilmu. Seluruh Mesir akan Kujadikan tanah yang sunyi sepi mulai dari kota Migdol di utara sampai ke kota Aswan di selatan, hingga perbatasan Sudan.
29:11 Tak ada manusia atau binatang yang akan melaluinya. Selama empat puluh tahun tak akan ada orang yang mendiaminya.
29:12 Aku akan membuat Mesir sunyi sepi sehingga di antara negeri-negeri sepi lainnya, Mesirlah yang paling sepi. Selama empat puluh tahun kota-kota di Mesir akan merupakan puing-puing yang jauh lebih parah daripada puing-puing kota mana pun juga. Bangsa Mesir akan Kujadikan pengungsi-pengungsi. Mereka akan tersebar ke segala negeri dan tinggal di tengah-tengah bangsa lain.”
29:13 TUHAN Yang Mahatinggi berkata, “Hai bangsa Mesir, sehabis empat puluh tahun itu, kamu akan Kubawa kembali dari negeri-negeri di tempat kamu telah tersebar.
Ezekiel makes another false prophecy: that Egypt would be uninhabited by humans or animals for forty years after being destroyed by Nebuchadrezzar. But there was never a time when Egypt was uninhabited. Humans and animals have lived there continuously since Ezekiel’s prophecy.
Ke-25
Yehizkiel
29:14 Kamu akan Kupulihkan dan Kusuruh tinggal di Mesir bagian selatan, tanah asalmu. Di sana kamu akan membentuk kerajaan yang lemah,
29:15 yang paling lemah di seluruh dunia. Aku akan membuat kamu sangat lemah sehingga kamu tak akan dapat memerintah bangsa-bangsa lain ataupun menyombongkan diri terhadap mereka.
Egypt “shall be the basest of the kingdoms; neither shall it exalt itself any more above the nations: for I will diminish them, that they shall no more rule over the nations.” But Egypt remained an important and often powerful nation. During the Tulunid dynasty (868-905 CE), for example, Egypt was the center of a small empire and conquered Syria.
Ke-26
Yehizkiel
34:28 Mereka tidak akan lagi dirampok oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Aku, atau diterkam oleh binatang-binatang buas. Mereka akan hidup dengan sejahtera, dan tak ada seorang pun akan membuat mereka takut lagi.
34:29 Aku akan menyuburkan ladang-ladang mereka sehingga tak ada masa kelaparan lagi di negeri itu. Mereka tidak akan dihina lagi oleh bangsa-bangsa lain.
Once again, Ezekiel prophesies God will protect the Israelites from invasion and plunder as a shepherd protects his flock. Again, we know this has not happened.
Ke-27
Namun Yesus menjawab permintaan orang Yahudi itu dengan keras dan kasar. Ia berucap, “Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.” (Matius 12:39-40).
Yesus meramalkan akan seperti Yunus tinggal dalam perut bumi tiga hari tiga malam. Tapi ramalan yesus ini ternyata meleset. Yunus HIDUP didalam perut ikan, sedang Yesus MATI dalam perut bumi. Meleset kan? Yunus berada TIGA HARI TIGA MALAM dalam perut ikan, Yesus cuma SATU HARI DAN DUA MALAM. Yesus dikubur jum’at petang, dan Minggu pagi-pagi sekali Yesus sedah tidak ada di kubur.
Ke-28
Jonah
3:4 Yunus memasuki kota itu dan sesudah berjalan sepanjang hari, ia mulai berkhotbah, katanya, “Empat puluh hari lagi, Niniwe akan hancur!”
Yunus meralkan bahwa dalam empat puluh hari, Niniwe akan hancur. tapi kenyataannya kahn tidak.
3:10 Allah melihat perbuatan mereka; Ia melihat bahwa mereka telah meninggalkan kelakuan mereka yang jahat. Maka Ia mengubah keputusan-Nya, dan tidak jadi menghukum mereka.
Ke-29
Ramalan yesus meleset! (antara Lukas 22:33-34 dengan Markus 14:68)
Lebih fatal lagi, dalam Bibel diceritakan bahwa ucapan Yesus tentang apa yang akan datang itu tidak terjadi (ramalannya meleset). Dia berkata bahwa AYAM TIDAK AKAN BERKOKOK SEBELUM PETRUS MENYANGKAL YESUS 3 KALI.
“Jawab Petrus: “Tuhan, aku bersedia masuk penjara dan mati bersama-sama dengan Engkau!” Tetapi Yesus berkata: “Aku berkata kepadamu, Petrus, hari ini ayam TIDAK AKAN berkokok, SEBELUM engkau TIGA KALI menyangkal, bahwa engkau mengenal aku.” (Lukas 22:33–34).
Kenyataannya, Petrus baru menyangkal Yesus satu kali, ayam sudah berkokok.
“Tetapi ia menyangkalnya dan berkata: “Aku tidak tahu dan tidak mengerti apa yang engkau maksud.” Lalu ia pergi ke serambi muka dan BERKOKOLAH AYAM.” (Markus 14:68).

RAMALAN ALKITAB YANG TELAH TERJADI.

“Jangan kamu menyangka bahwa aku (Yesus) datang untuk membawa damai diatas bumi. Aku datang BUKAN UNTUK MEMBAWA DAMAI,melainkan PEDANG. Sebab aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari mertuanya, dan musuh orang ialah seisi rumahnya”. (MATIUS 10 : 34-36).
“Kamu menyangka bahwa aku datang untuk membawa DAMAI DIATAS BUMI? BUKAN, kataKu kepadamu, BUKAN DAMAI MELAINKAN PERTENTANGAN”. (LUKAS 12 : 51).
“Aku datang untuk MELEMPARKAN APIKEBUMI dan betapakah aku harapkan, api itu TELAH MENYALA”. (LUKAS 12 : 49).
Ramalan Alkitab tersebut telah benar-benar terjadi. Dimana umat kristen telah menjadi umat anti perdamaian, tukang bunuh muslimin di Poso, ambon, Kosovo, Moro dll.
Dalam penyebaran Agamanya umat kristen juga telah sesuai dengan ramalan Alkitab, yakni dengan cara pemaksaan, bujuk rayu supermi dll.
“Pergilah kesemua jalan dan lintasan dan PAKSALAH orang-orang yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh” (Luk 14:23)
“Pergilah jadikanlah semua bangsa muridku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan anak dan Roh Kudus,” (Mat 28:19)
“Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan di baptis akan diselamatkan, tetapi yang tidak percaya akan DIHUKUM.” (Mrk 16-15)
Agama itulah yang menyebabkan bencana dimuka bumi dan pertentangan abadi dengan agama-agama lain. Sudah sepantasnyalah agama seperti itu dilarang di seluruh permukaan bumi, agar terjadi perdamaian abadi.

(* Penggembira )

 

Muhammad Bukan Nabi Palsu

—–Original Message—–
From: religionspirituality@yahoogroups.com [mailto:religionspirituality@yahoogroups.com] On Behalf Of Penggembira
Sent: Wednesday, July 23, 2008 4:09 PM
To: religionspirituality@yahoogroups.com
Subject: [religion&spirituality] Muhammad SAW BUKAN Nabi Palsu

Muhammad SAW BUKAN Nabi Palsu

Salah satu tuduhan umat Kristen terhadap Nabi Muhammad adalah sebagai nabi palsu. Mereka mendasarkan tuduhannya pada Mat 24:11, 24 yang berbunyi :
“Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.”

Sayang sekali bahwa mereka tidak mengikuti perintah dalam kitab mereka sendiri untuk ‘menguji segala sesuatunya’ karena hanya dengan mengujinyalah kita akan tahu apakah seseorang yang mengaku-aku nabi itu palsu atau bukan. Bahkan umat Kristen telah menetapkan untuk tidak mengakui Muhammad sebagai nabi sehingga dianggap sebagai nabi palsu tanpa mau mengujinya. Beberapa di antaranya bahkan membuat cerita-cerita bohong untuk membuktikan tuduhan mereka seperti Hugo Gratius, seorang ilmuwan dan negarawan Belanda yang membuat cerita bohong tentang Rasulullah dengan mengatakan bahwa Muhammad telah melatih burung merpati untuk memungut biji-bijian dari telinganya agar dapat menipu orang-orang di sekitarnya bahwa Roh Kudus dalam bentuk merpati telah membisikkan wahyu kepadanya ! Ketika ditanya bukti tentang hal tersebut Grotius dengan tanpa malu menyatakan tidak ada bukti mengenai hal tersebut.

Untunglah bahwa di antara umat Kristen sendiri ada beberapa ilmuwan lain
yang tidak bisa menerima begitu saja cerita-cerita absurd semacam itu tanpa menyelidikinya lebih dahulu. Salah seorang ilmuwan tersebut adalah Thomas Carlyle, salah seorang pemikir besar Inggris dalam bukunya ‘Heroes and Hero-worship’. Dalam bukunya tersebut dengan tegas ia menyatakan :
“Kebohongan-kebohongan, yang dengan penuh semangat telah dituduhkan pada Muhammad, adalah hanya menghinakan diri kita sendiri.”

Mengapa ia berkata demikian ? Ternyata ia menemukan hal yang berbeda sama sekali dengan apa yang telah dituduhkan oleh umat Kristen terhadap Muhammad. Ia bahkan berbalik mengagumi Rasulullah dan membalas tuduhan-tuduhan mereka terhadap Rasulullah. Apa katanya tentang tuduhan nabi palsu pada nabi Muhamad ?
“Nabi palsu mendirikan sebuah agama ? Mana bisa ? Seorang yang palsu bahkan tidak bisa membangun sebuah rumah terbuat dari bata ! Jika ia tidak tahu dan tidak mengikuti ilmu dan cara-cara membuat adonan semen, bata dan segala sesuatu yang berhubungan dengan itu. Bukannya rumah yang dapat ia bangun, melainkan tumpukan sampah. Ia tidak akan dapat bertahan dua belas abad (sekarang 14 abad), memiliki pengikut sebanyak 180 juta orang (sekarang lebih dari 1 milyar pengikut), ajarannya akan hancur berantakan…..imam palsu adalah palsu. “
“Ambisi ? Apa yang bisa dilakukan seluruh tanah Arab untuk orang ini ; dengan mahkota dari Heraclius Yunani, Kerajaan Persia, dan semua mahkota yang ada di dunia; – Apa yang bisa dilakukan untuk Muhammad ? Tidak ! Tidak ada ambisi tersebut padanya. Itu adalah teori dan hipotesis palsu, yang karena tidak bisa diterapkan, dan
bahkan tidak bisa ditolerir, sangat perlu kita hindari.

Mengapa Thomas Carlyle, seorang penganut Kristen yang taat, perlu membela Muhammad ? Mengapa ia memilih Muhammad, orang yang paling didustakan pada jamannnya Thomas Carlyle, sebagai nabi-pahlawannya ? Mengapa bukan Musa, Daud,
Sulaiman, atau Yesus tapi Muhammad ? Untuk menenangkan umat Anglican di mana
ia hidup, ia memberikan dalihnya :
“Karena tidak ada bahaya bagi kita semua untuk berubah menjadi penganut Muhammad, saya berniat untuk menyatakan apa-apa yang baik tentang diri Muhammad sejujur-jujurnya.”

Sungguh sulit untuk mencari seorang umat Kristen yang berani menyatakan apa-apa yang benar tentang Muhammad dan Islam pada jaman di mana kebencian dan prasangka buruk terhadap Islam dan Muhammad begitu besar. Ia mengakui dengan jujur akan ketulusan Nabi Muhammad dalam menyebarkan ajarannya, sesuatu yang tidak mungkin dilakukan oleh seorang nabi palsu. Selanjutnya ia berkata :
“Ketulusan Manusia Agung ini adalah sesuatu yang tidak bisa dia ucapkan sendiri. Tidak. Manusia Agung ini tidak pernah menyombongkan dirinya dengan ketulusannya. Ia jauh dari itu Bahkan ia mungkin tidak pernah bertanya pada dirinya apakah
ia tulus atau tidak : Saya berani mengatakan bahwa ketulusan nya tidak bergantung pada dirinya. Ia tidak bisa tidak tulus.”

“Seseorang yang benar dan jujur; benar dalam perbuatannya, benar dalam ucapan dan pikirannya. Mereka tahu bahwa ia selalu mempunyai tujuan, seorang yang hemat dalam berbicara, diam kalau tak ada yang perlu diucapkan, tapi tegas, bijak, dan tulus jika berbicara; selalu memberikan jalan keluar dalam setiap masalah. Inilah yang disebut ‘worth speaking speech’ !

Sampai sekarang saya tetap tidak mengerti mengapa Carlyle begitu berani berhadapan langsung 180 derajat dengan pendapat umum mengenai Nabi Muhammad. Puji-pujiannya yang tinggi terhadap Nabi Muhammad sulit dipahami dalam konteks bahwa ia seorang penganut Kristen yang taat. Ia seolah hendak mengaminkan pujian Allah sendiri terhadap NabiNya tersebut dalam QS 68:4 :
“Dan sungguh sebenarnya engkau memiliki kepribadian yang tinggi.”
Berdasarkan pada kriteria yang ditentukan dalam Alkitab pun Muhammad saw bukanlah seorang nabi palsu.

KRITERIA KENABIAN MENURUT ALKITAB ADALAH SBB:

1. Iman kepada Allah dan berbuat baik kepada sesama.

“Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?’. Jawab Yesus kepadanya:Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwmu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah:Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi (22:36-40)
pada akhir ayat tersebut dijelaskan bahwasannya adalah
“Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi”
Menurut Yesus sendiri kriteria kenabian adalah bahwasannya jikalau di dalam kitab nabi tsb diajarkan tentang Iman kepada Allah dan berbuat baik terhadap sesama, maka kata Yesus orang tsb adalah nabi; lalu bagaimana dengan Nabi Suci itu sendiri?. Dalam Qur’an suci lebih dari 2/3 ayat yang sangat menekankan hal itu, dan dalam Qur’an Suci kata iman selalu dikaitkan dengan ‘amal yang baik, satu contoh saja :
Tidak, barang siapa berserah diri sepenuhnya kepada Allah dan berbuat baik (kepada orang lain), ia memperoleh ganjaran dari Tuhannya, dan tak ada ketakutan akan menimpa mereka dan mereka tak akan susah.(QS 2:112)
Jadi jelaslah menurut Yesus itu sendiri bahwasannya Muhammad adalah Nabi Yang Benar

2. Muhammad saw tidak mati terbunuh.

“Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi namaku perkataan yang tidak kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama Allah yang lain, nabi itu harus mati” (ULANGAN 18 : 20).
Bila ada orang mengaku nabi padahal dia bukan nabi maka nabi itu akan mati terbunuh, atau bisa juga akan mati ajarannya. Muhammad saw jelas mengaku nabi, orang kafir tidak kurang-kurang cara untuk membunuh Muhammad saw. Toh beliau meninggal dengan wajar setelah genap menyampaikan semua ajaran Allah. Bahkan ajarannya sampai saat ini tetap eksis dan tidak mati.

3. Banyak membuat mukjizat.

“Lalu berkatalah TUHAN kepadaku: Apa yang dikatakan mereka itu baik; seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara segala saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firmanKu dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan pada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. Orang yang tidak mendengarkan segala firmanKu yang akan diucapkan nabi itu demi namaKu, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban. Tetapi seorang nabi yang terlalu berani untuk mengucapkan demi namaKu, perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama Allah lain, nabi itu harus mati.” (Ul 18:17-20)
Lebih lanjut Musa menubuatkan sebagai berikut:
“Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak difirmankan TUHAN? – Apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepada-nya.” (Ul 18:21-22)
Jadi semua perkataan nabi itu harus tejadi. Kalau perkataannya tidak terjadi maka nabi itu nabi palsu. Semua perkataan Muhammad saw benar-benar terjadi. Silahkan klik disini untuk membuktikannya.
sedikit contoh saja :
a. “Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang memenuhi seruanmu dengan jalan kaki dan mengendarai onta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh”. (QS Al Hajj 27).
Sungguh hebat ramalan al quran tersebut. Disaat nabi saw mengahadapi situasi yang genting akibat serangan bertubi-tubi dari kaum kafir Quraisy dan dalam keadaan agama Islam yang belum menentu itu Allah menyuruh nabi agar berseru supaya orang orang menunaikan ibadah haji. Mungkin saat wahyu itu di sampaikan banyak yang menyangsikan kebenarannya. Kini semua sudah meyakini, setiap tahun jutaan lautan manusia dari seluruh penjuru dunia memenuhi tanah suci Mekkah dan Medinah. Sungguh tepatlah ramalan Al Quran.
b. “Dan Kami mungkinkan Bani Israil melintasi laut. Mereka pun diikutioleh Firaun dan tentaranya. Ketika Firaun hampir tenggelam berkatalah dia, “Saya percaya bahwa tidak ada tuhan selain Tuhan yang disembah Bani Israil dan saya termasuk orang yang berserah diri’. Apakah kamu sekarang baru beriman padahal sesungguhnya kamu durhaka sejak dahulu dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. HARI INI KAMI AKAN SELAMATKAN BADANMU, supaya kamu menjadi pelajaran bagi generasi yang akan datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan kami”. (QS yunus 90-92).
Yang perlu digarisbawahi adalah ungkapan kami akan selamatkan badanmu. Bagaimana Muhammad saw akan menyampaikan ayat ini pada kaumnya? Pasti cemoohan yang akan diterima. Mana Muhammad badan firaun yang diselamatkan itu? Begitulah kira-kira ejekan kaum kafir. Bagaimana nabi saw akan menjelaskan hal ini? Bukankah dia hanya disuruh untuk menyampaikan ayat yang diterimanya dari Allah SWT? Kalau sekiranya Al Quran itu karangan Muhammad saw, apa susahnya dia tidak usah mengeluarkan perkataan tersebut. Tapi bagaimana pahit perasaan nabi ayat itu harus disampaikan kepada umatnya. Namun baru tahun 1896 purbakalawan Loret, menemukan jazat tokoh tersebut dalam bentuk mumi di wadi al muluk. Kemudian 8 juli 1907 Elliot Smit membuka bungkus mumi tersebut dan badan Firaun dalam keadaan masih utuh. dan sekarang disimpan di Musim Mesir. Pada Juni 1975 ahli bedah perancis Maurice Bucaile mendapat ijin untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang mumi tersebut dan menemukan bahwa mumi tersebut adalah Firaun yang meninggal dilaut. Disekujur tubuhnya dipenuhi unsur-unsur garam. Maha Benar Allah Dengan Segala FirmanNya.
Itulah contoh mengenai segala yang disampaikan Muhammad saw, dan segalanya itu telah terjadi adanya. Jadi untuk mengecek apakah sesuatu itu firman Tuhan atau bukan maka perkataan itu terjad atau tidak. Di Alkitab banyak perkataan yang tidak terjadi, contoh :
“Karena Tuhan sendiri akan turun dari sorga dengan suatu sorak dengan suara penghulu malaikat dan dengan berbunyi sangkakala Allah, maka segala yang mati di dalam kristus akan bangkit dahulu”. “Kemudian KITA YANG SEDANG HIDUP, yang telah tertinggal ini, akan diambil kedalam awan bersama-sama dengan mereka itu menghadap Tuhan didalam awang-awangan, demikianlah kelak kita senantiasa bersama-sama dengan Tuhan”. ( I telasonika 4 : 16-17 ). Paulus tidak dibawa Yesus keawang-awangan kemudian terus ke surga, melainkan paulus dibunuh oleh kaisar Nero pada tahun 64 masehi. Mlesetkan?

4. Menurut perjanjian lama kriteria kenabian adalah bahwasannya nabi tersebut tidak akan mati terkutuk:

“Nabi atau pemimpin itu haruslah dihukum mati, karena ia telah mengajak murtad terhadap TUHAN, ALLAHmu… (Ul 13:5)
“Apabila seseorang berbuat dosa yang sepadan dengan hukuman mati, lalu ia dihukum mati, kemudian kau gantung dia pada sebuah tiang, maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga, sebab seorang yang digantung terkutuk oleh Allah; janganlah engkau menajiskan tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu.” (Ul 21:22-23)
Nabi Suci saw meninggal secara wajar, bukan karena dibunuh terlebih lagi karena disalib.
Jadi baik menurut perjanjian baru maupun perjanjian lama Nabi Suci telah memenuhi kriteria kenabian; Oh Iya menilik ayat diatas, menurut anda, salahkah umat Yahudi yang dari dulu hingga sekarang tetap tidak beriman kepada Yesus, karena mereka yakin 100% mereka telah menyalib Yesus dus mereka beranggapan bahwasannya Yesus adalah Nabi palsu karena matinya ditiang salib.
“Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis:’Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!”(Gal 3:13)

5. Tidak dihormati didaerah asal.

“Seorang nabi dihormati dimana-mana kecuali di tempat asalnya, diantara kaum keluarganya dan di rumahnya”. (Mark 6:4)
Kita tahu bahwa Muhammad saw tidak di hormati di daerah asalnya, Mekkah. Dan memaksa beliau hijrah ke Medinah. Paman-paman beliau penentang utamanya. Tepat seperti Alkitab bilang.

__._,_.___

Yahudi bani Qoinuqa

—–Original Message—–
From: religionspirituality@yahoogroups.com [mailto:religionspirituality@yahoogroups.com] On Behalf Of Penggembira
Sent: Wednesday, July 23, 2008 12:31 PM
To: religionspirituality@yahoogroups.com
Subject: [religion&spirituality] Yahudi Bani Qoinuqa’

Yahudi Bani Qoinuqa’

Pada saat itu ummat tengah menghadapi pengepungan kaum Quraish di luar Madinah. Nabi Muhammad memandang suku Yahudi menjadi sebuah resiko keamanan. Jika bala tentara Mekkah hendak berkemah di selatan Madinah, yang merupakan wilayah dua suku paling berpengaruh, para tentara Yahudi dapat dengan mudah bergabung dengan Quraisy, yang mereka anggap sebagai sekutu. Jika Quraisy menyerang kota dari utara, yang merupakan pilihan terbaik mereka, suku Yahudi dapat menyerang Muslim dari belakang sehingga mereka benar-benar terkepung. Nabi Muhammad menyadari bahwa dia harus menghentikan pertikaian ini. Orang Yahudi yang telah beralih ke Islam memberinya informasi bahwa Bani Qoinuqa’, suku terkecil di antara mereka, adalah yang paling keras terhadap ummat. Sebelum hijrah mereka merupakan sekutu Ibnu Ubbay dan setelah perang Badar mereka memutuskan perjanjian mereka dengan Nabi Muhammad dan menghidupkan kembali persekutuan lama untuk membesarkan oposisi dan menyingkirkan Nabi. Wilayah mereka lebih dekat ke pusat “kota” Madinah. Tak seperti dua suku lainnya, mereka bukan petani melainkan pandai besi dan tukang kayu. Segera setelah Badar dan pembelotan Ka”ab ke Mekkah, Nabi Muhammad mengunjungi mereka di wilayah mereka dan mendesak mereka agar menerimanya sebagai nabi demi tradisi agama mereka yang sama. Yahudi suku Qoinuqa’ mendengarkan dakam keheningan dan menjawab bahwa mereka tak bermaksud tinggal dalam ummat: “Oh Nabi Muhammad, tampaknya engkau berpikir bahwa kami adalah orang-orangmu. Jangan menipu diri sendiri karena engkau telah berperang di Badar tanpa sedikit pun pengetahuan tentang perang dan memenangkannya; karena demi Tuhan jika kami memerangimu, akan kau lihat bahwa kami adalah laki-laki sejati!” Setelah ancaman ini, Nabi Muhammad menarik diri dan menunggu perkembangan.

Beberapa hari kemudian terjadi sebuah insiden di pasar Qoinuqa’. Salah seorang pandai besi Yahudi mengganggu seorang perempuan Muslim yang tengah berdagang di sana. Dengan diam-diam dia mengaitkan ujung rok bawah perempuan itu di bagian belakang ke bagian atas pakainnya, sehingga ketia berdiri, sebagian tubuh bagian bawah perempuan itu akan terekspos. Perasaan terpendam antara ummat Muslim dan Yahudi Qoinuqa’ agaknya sudah begitu memuncak, sehingga ketika salah seorang Anshar melompat ke arah pandai besi itu dengan teriakan kemarahan, langsung terjadi perkelahian mengerikan antara kedua kelompok, menewaskan seorang Muslim dan seorang Yahudi. Dengan demikian jumlah korban seimbang. Nabi Muhammad dipanggil, dalam kapasitasnya sebagai hakim perselisihan, untuk mengembalikan perdamaian. Namun kaum Yahudi menolak arbitrasinya, membuat barikade ke benteng mereka, dan menyeru pada sekutu Arab untuk membantu mereka. Qoinuqa’ memiliki sekitar 700 orang siap tempur. Jika sekutu Arab mereka menjawab panggilan itu sambil membawa kekuatan mereka untuk berhadapan dengan Nabi Muhammad, mereka akan sulit dikalahkan. Ibnu Ubbay sangat bersemangat untuk menolong Qoinuqa’ dan berkonsultasi dengan sekutu mereka yang lain, Ubadah bin Shamit. Namun Ubadah adalah adalah seorang Muslim yang taat dan dia menunjukkan bahwa persekutuan lamanya dengan ummat Yahudi telah dibatalkan begitu mereka menandatangani perjanjian dengan Nabi Muhammad. Ubnu Ubbay menyadari bahwa dia tak sanggup membantu karena sebagian orang Arab tetap berdiri kukuh di belakang Nabi. Qoinuqa’ berharap memimpin pemberontakan melawan Nabi Muhammad dan para sahabat Muhajirin, namun malahan, mereka terkepung oleh suku-suku Arab yang ada di Madinah. Selama dua minggu mereka menunggu Ibnu Ubbay melaksanakan janjinya, namun akhirnya mereka terpaksa menyerah tanpa syarat.

Seketika itu juga Ibnu Ubbay mendatangi Nabi Muhammad dan memohon agar Nabi memperlakukan mereka dengan baik. Ketika Nabi tidak menjawab, Ubbay menarik kerah bajunya. Nabi Muhammad menjadi sangat marah. Ibnu Ubbay tetap pada pendiriannya : bagaimana dia dapat meninggalkan sahabat ­sahabat lamanya, yang telah sering membantunya di masa lalu? dia tahu bahwa Nabi Muhammad berhak, sesuai konvensi Arab, untuk menghabisi seluruh suku, namun Nabi Muhammad membiarkan orang-orang Qainuqa’ hidup dengan catatan mereka harus meninggalkan oase. Ibnu Ubbay diminta untuk menemani mereka keluar Madinah. Begitu mereka mengerti bahwa Ibnu Ubbay tak lagi memiliki kekuatan untuk menolong mereka, Qainuqa’ siap meninggalkan tempat tinggalnya. Berikut ini ungkapan Karen Amstrong tentang hubungan Nabi dengan kaum Yahudi di Madinah:

“Sangat sulit bagi orang Barat menanggapi hubungan Nabi Muhammad dengan kaum Yahudi di Madinah, karena hal ini mengangkat terlalu banyak hal memalukan dari masa lalu kita sendiri. Namun perjuangan Nabi Muhammad menghadapi tiga suku utama Yahudi di oase amat berbeda dengan kebencian rasial dan agama yang menyerang ummat Kristen Eropa selama hampir seribu tahun. Terror irasional yang dirasakan ummat Kristen menemukan ekspresi finalnya dalam perang salib secular Hitler terhadap Yahudi. Nabi Muhammad tak memiliki fantasi dan hal menakutkan itu. Dia tak memiliki kehendak untuk menjadikan Madinah sebagai Judenrein. Perselisihannya dengan Qainuqa’ murni politis dan tak pernah diteruskan pada klan-klan kecil Yahudi di Madinah yang tetap setia pada Perjanjian dan hidup bersama kaum Muslim dalam damai”.

__._,_.___

Perbudakan

—–Original Message—–
From: religionspirituality@yahoogroups.com [mailto:religionspirituality@yahoogroups.com] On Behalf Of Penggembira
Sent: Wednesday, July 23, 2008 10:50 AM
To: religionspirituality@yahoogroups.com
Subject: [religion&spirituality] Perbudakan

Perbudakan

Dalam masalah ini, Robert Morey memandang bahwa :

  • Islam mengajarkan perbudakan hingga hari ini, ia bahkan menyebutnya sebagai Jihad Perbudakan.
  • Bahwa budak-budak yang ada pada masa Rasulullah adalah dari bangsa kulit hitam saja.
  • Bahwa perbudakan atas bangsa kulit hitam hanya di negara Islam saja.

Oleh sebab itu maka kami akan membahas masalah perbudakan ini agak panjang lebar.

Pada masa Nabi Ibrahim perkawinan dengan seseorang di luar komunitas masyarakatnya dianggap mengawini budak. Itulah sebabnya maka Siti Hajar yang merupakan hadiah dari Raja Mesir -atas prestasi Nabi Ibrahim dalam membantu raja- di sebut ‘budak’.27 Pada masa Nabi Muhammad Saw -khususnya dalam masyarakat Arab- adat seperti di atas sudah tidak ada. Perbudakan biasanya terjadi gara-gara peperangan yang mengakibatkan adanya tawanan. Tawanan inilah -Arab dan non­Arab- yang kemudian menjadi budak dan dijual di pasar Budak.

Sebagaimana yang terjadi pada diri Zaid bin Haritsah, ketika umur 10 th. ia diajak oleh ibunya untuk mengungjungi sanak saudaranya dari Bani Mu’in bin Thoi’, ketika terjadi kekacauan ia ditemukan oleh rombongan bani al-Qoin bin Jasr dan ia dijual di pasar budak, dan Hakim bin Jazam lah yang membelinya -ia keluarga dari Khadijah istri Muhammad-. Maka ketika Khadijah mengunjungi Hakim, Zaid diajak pulang,

kemudian diberikan kepada Muhammad (sebelum kenabian). Saat berada ditangan Muhammad Zaid dibebaskan dan diberi tawaran apakah kembali ke orang tua ataukah tetap berada bersama Muhammad dan Istrinya, dan ternyata Zaid ingin tetap tinggal, hingga ia diangkat anak oleh Rasulullah dan diumumkan dihadapan khalayak Quraisy, dan namanya berubah menjadi Zaid bin Muhammad.28

Dan sudah maklum dalam sejarah bahwa bangsa Arab kala itu adalah masyarakat pedagang. Secara geografis mereka berada di antara dua imperium yang selalu bertikai, daerah mereka juga menjadi arus utama perdagangan antara dua imperium tersebut. Budak yang ada pada masa nabi, adalah akibat peperangan dua imperium Persia dan Romawi timur-Kristen. Maka tidak benar jika dikatakan bahwa budak yang ada saat itu semuanya dari bangsa kulit hitam, dalam kasus Zaid di atas malah berasal dari bangsa Arab sendiri.

Membaca sejarah Islam, apalagi pada masa-masa awal, tidak sepantasnya dibaca dengan kaca mata modern. Perbudakan dengan -makna tradisional- yang pernah ada di dalam masyarakat Arab pada 14 abad yang lalu, mendapat perhatian yang serius dalam upaya penghapusannya. Itulah sebabnya maka strategi dakwah yang diterapkan oleh Rasulullah sangat cerdik dan jenius. Riwayat dari Aisyah berikut ini akan memberi gambaran bagaimana strategi pentahapan dakwah syariat Islam.

…Sesungguhnya yang mula-mula diturunkan dari Qur’an adalah surat yang termasuk detail di dalamnya memuat kabar tentang Surga dan Neraka, maka ketika manusia condong kepada Islam maka turunlah (ayat-ayat yang menerangkan) halal dan haram, kalau yang turun pertamakali ‘ jangan engkau meminum khamr (minuman keras) “maka mereka akan mengatakan kami tidak akan meninggalkan khamr selamanya, kalau yang turun ‘ janganlah engkau berzina” maka mereka akan mengatakan kami tidak akan meninggalkan zina selamanya………..(HR. Bukhari).29

Karena perbudakan saat itu sudah melembaga dalam masyarakat Arab, maka penanganannya pun tidak bisa secara serta merta, maka diterapkan pentahapan seperti dalam hadis di atas. Cara yang dipakai oleh Rasulullah sangat halus, seperti berikut:

  1. Pada tahap pertama pemerdekaan budak menjadi perbuatan yang sangat dianjurkan. Beberapa cara yang ditempuh dalam rangka memuluskan anjuran ini antara lain :

  1. Pemerdekaan budak dijadikan tebusan dari suatu kesalahan. Banyak sekali ayat al-Qur’an dan hadits-hadits yang dijadikan dasar hukum Islam menyebutkan “pemerdekaan budak” sebagai tebusan atas dosa tertentu yang dilakukan seorang muslim -seperti hubungan badan suami istri pada waktu puasa wajib-

  2. Rasulullah juga menciptakan suatu “tradisi pemerdekaan budak” bertepatan dengan kemunculan gerhana, setiap ada gerhana maka akan banyak budak yang terbebaskan, seperti hadits berikut ini:

    Dari Asma’ binti Abi Bakr radhallahu ‘anhuma, mengatakan: “Pada saat terjadi gerhana kami diperintahkan untuk memerdekakan (budak) “. (HR. Bukhari). 30

  3. Segala aturan yang berkenaan dengan budak diarahkan pada upaya pembebasan, hadits menceritakan sebagai berikut :

    Dari Ibnu ‘Umar radliyallahu ‘anhuma, mengatakan: berkata Rasulullah Saw. : “Barang siapa memerdekakan (melepaskan) hak kepemilikannya atas seorang budak (yang dirniliki beberapa orang), jika ia memiliki harta melebihi harga budak tersebut, maka nilai budak itu akan diselesaikan secara adil, para pemilik lainnya akan diberi haknya dan si budak akan dibebaskan; namun jika tidak, maka budak itu akan terbebaskan dengan sebagian harga pembebasan (yang mampu dilakukan oleh pembebas-pen) (HR. Bukhari).31

    Jika tidak memiliki harta, tapi ingin memerdekakan budak dengan melepaskan haknya, maka budak tersebut tidak boleh diperkerjakan dengan pekerjaan yang berat (lihat Bukhari, III/162).

  1. Ketika tahap awal dapat diterima oleh umat, maka tahap kedua adalah tahap menanamkan pemahaman tentang adanya kewajiban antara kedua belah pihak, dengan membawa keduanya kearah ketakwaan kepada Allah.

  1. Hal-hal di atas diperkuat dengan anjuran untuk mendidik dan mengajari budak, bahkan anjuran untuk menikahinya. Satu langkah yang tidak pernah dilakukan masyarakat Eropa-Amerika pada masa perbudakan. Jangankan mengajari, mereka bahkan melarang para budak untuk belajar membaca. Mari kita perhatikan hadits berikut ini :

    ..Dari Abu Burdah dari ayahnya mengatakan, berkata Rasulullah Saw. : “Tiga (macam orang) mereka mendapat dua pahala, seseorang dari ahli kitab yang beriman kepada Nabinya dan beriman kepada Muhammad Saw., dan hamba sahaya jika menjalankan hak-hak Allah dan hak-hak tuannya, serta seseorang yang memiliki hamba sahaya wanita yang kemudian dididiknya dengan baik serta diajarinya dengan baik kemudian dibebaskan dan dinikahi maka ia mendapatdua pahala,….’: (HR. Bukhari).32

    Anjuran ini disertai contoh oleh Rasulullah dengan menikahkan bekas budaknya yang telah dimerdekakan yaitu Zaid untuk dinikahkan dengan keluarga nabi dari kalangan terpandang yaitu Zainab binti Jakhsy. Sebelum dinikahkan Zaid telah dijadikan anak angkat oleh Rasulullah. Tidakkah ini suri tauladan yang nyata?.

  2. Seperti tergambar dalam hadits di atas, pemilik budak berkewajiban mendidik dan mengajari, dan si budak hendaknya menjalankan kewajibannya untuk memenuhl hak-hak tuannya. Dengan begitu rasa keadilan dapat terpenuhi dikedua belah pihak, hingga memudahkan langkah-langkah selanjutnya, kearah satu target yang hampir mustahil dapat dilakukan oleh orang lain.

  3. Upaya ini disertai dengan mengubah panggilan dari masing-masing pihak atas lainnya, sebagaimana hadits dari Abu Hurairah berikut ini :

    ‘Janganlah seseorang diantara kamu mengatakan: Berilah makan pemilikmu, berilah minum pemilikmu; hendaknya ia mengatakan: Tuanku Majikanku. Dan janganlah seorang di antara kamu mengatakan: budakku, budak perempuanku; hendaknya ia mengatakan: fataya (pemudaku), fataty (pemudiku), ghulamy (ketiga kata ini merujuk pada makna “anak”-pen).”(HR. Bukhari).33

  1. Pada tahap selanjutnya Rasulullah mulai menerapkan persaudaraan yang sebenarnya antara budak dan tuannya. Seperti dalam hadits berikut ini :

    Dari Abu Bakar as-Siddiq Ra. Berkata Rasulullah : “Tidak akan masuk surga seorang yang buruk karakternya”, maka seseorang bertanya: “Wahai Rasulullah bukankah engkau mengabarkan kepada kami bahwa kebanyakan umat ini adalah para budak dan anak-anak yatirn?”. Rasulullah menjawab: “Benar, maka mulyakanlah mereka seperti engkau memulyakan anak-anak kalian, dan berilah mereka makan dari apa yang kalian makan “, mereka berkata : Apa yang bermanfaat bagi kami di dunia ini wahai Rasulullah?”, Rasulullah menjawab : “Kuda yang baik yang engkau ikat dan dengannya engkau berperang di jalan Allah, dan seorang hamba yang mengurusimu tapi jika ia sholat maka dia adalah saudaramu, jika dia rnenjalankan shalat maka dia adalah saudaramu“. (HR. Imam Ahmad).

Rasulullah sampai mengulang dua kali dalam nasehatnya demi mengukuhkan adanya persaudaraan antara tuan dan budaknya. Berhasilkah Rasulullah menerapkan strateginya? Riwayat dibawah ini akan menggambarkan bagaimana Rasulullah mampu menumbuhkan persaudaraan itu dikalangan sahabatnya:

…dari Jabir bin Abdillah Ra. berkata : Umar pernah mengatakan :

Abu Bakaradalah tuan kita, dan telah memerdekakan tuan kita “. yaitu Bilal.34

Bilal yang sebelumnya adalah hamba sahaya asal Habasyah Etiopia berkulit hitam. Setelah masuk Islam bukan saja dimerdekakan tapi juga dihormati sampai Umar menyebutnya tuan. Nama Bilal yang sering mengumandangkan adzan pada masa Rasulullah kini diabadikan namanya oleh umat Islam – khususnya di Indonesia-, kita menyebut orang yang mengumandangkan adzan sebagai bilal. Siapapun yang adzan kita sebut demikian tanpa melihat dia kulit putih atau merah sekalipun.

Manusia manapun tidak ada yang rela kehilangan hak­hak azazinya sebagai manusia. Oleh sebab itu kemerdekaan adalah harapan semua orang. Islam sebagai agama yang sesuai fitrah manusia tentu saja tidak menghendaki adanya praktek perbudakan. Tidak adanya pelarangan perbudakan dalam teks al-Qur’an maupun hadits bukan berarti Islam menyetujui praktek tersebut apalagi menganju’rkan. Strategi yang dipakai oleh Rasulullah dalam merubah praktek-praktek sosial yang menyimpang selalu memakai pentahapan, termasuk dalam menghilangkan praktek perbudakan. Apalagi bahwa praktek perbudakan merupakan penyakit masyarakat yang sangat sulit dihilangkan. Kalaupun upaya Rasulullah tersebut tidak berhasil menghapus perbudakan sekaligus pada masa hidupnya, namun benih persaudaraan yang ditanamkan olehnya, akhirnya menjadl pohon dan membuahkan hasil.

Kita bisa membandingkannya dengan upaya masyarakat barat dalam masalah ini. Masyarakat barat baru dapat meninggalkan praktek tersebut pada abad ke 17-18. Namun Yang agak lucu, ketika masyarakat Eropa mulai meninggalkan praktek, tersebut karena sudah tidak lagi dianggap sebagai tulang punggung perekonomian, Amerika justru memulai praktek perbudakan tersebut, demi kepentingan ekonomi, untuk mengerjakan perkebunan kapas. Amerika yang pada tahap selanjutnya ingin menghapuskan praktek yang sudah ditinggalkan oleh masyarakat lain, berupaya menghapuskannya secara formal melalui undang-undang yang dipelopori Presiden Abraham Lincoln pada th. 1860, dengan resiko perang saudara.35 Itupun tidak bisa tuntas, sebab sikap rasisme tetap ada walaupun praktek perbudakan telah dihapuskan oleh undang-undang. Penanganan secara frontal jelas mengandung resiko besar baik pada saat pelaksanaan maupun setelahnya. Bahkan dapat menimbulkan masalah baru yaitu adanya dinding antara dua ras yang sebelumnya berinteraksi secara tidak adil, satu menguasai dan yang lain dikuasai. Dinding inilah yang dinamakan “rasisme” baik dari pihak yang pernah dikuasai maupun yang pernah menguasai. Keduanya sulit bertemu kecuali dalam film dan formalitas, namun di luar itu praktek rasisme masih ada. Tahun 1999 Amerika pernah digegerkan oleh praktek rasisme dalam angkatan udara Amerika.

Sikap rasisme akibat perbudakan dan penjajahan oleh bangsa Eropa (kulit putih) atas bangsa Afrika (kulit hitam) masih terasa kental di negara-negara Afrika. Politik apartheit yang telah menempatkan warga kulit hitam menjadi warga negara kelas dua di negaranya sendiri, masih terasa hangat bekas-bekasnya. Perjuangan pemilik negeri untuk mendapatkan hak-haknya mungkin sudah diperoleh secara formal dengan diwakili oleh Nelson Mandella di Afrika selatan, namun perlakuan atas mereka tidaklah mendapatkan hak yang sama 100% dengan penguasa sebelumnya, sebab sisa-sisa perbuatan rezim apartheit masih bercokol di beberapa negara Afrika. Ambillah contoh Namibia – menurut wartawan Jawa Pos Adang D. Bokin saat meliput negara tersebut- merupakan salah satu “potret negara baru yang bercitra modern” -meminjam kata-katanya-. Namun dibalik kemajuan ltu masih tersisa bibit konflik rasial akibat politik apartheit yang pernah diberlakukan di negara ini. Hal itu setidaknya ditandai dengan penataan pemukiman di kota Windhoek yang disekat berdasarkan warna kulit; putih, hitam, dan komunitas campuran hitam dan putih yang tidak diterima baik dikalangan putih maupun hitam.36

Sisa-sisa peninggalan perbudakan bangsa barat terhadap bangsa Afrika masih terlihat jelas di depan mata, baunya masih menyengat hidung, rintihan kepedihan mereka masih terngiang di telinga; tapi yang mengherankan kok tiba-tiba ada seorang Doktor Amerika dengan bangga menunjuk orang lain (umat Muslim khususnya bangsa Arab) sebagai umat yang hanya memperbudak bangsa kulit hitam, lebih parah lagi hal itu dialamatkan kepada ajaran Nabi Muhammad, apa ya enggak ngaca? Hingga saat ini rasanya tidak pernah ada penataan kota dengan sekat, bangsa Afrika, bangsa Arab, dan campuran keduanya!?

Cara-cara barat sangatlah berbeda dengan apa yang dilakukan dan diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw. Beliau langsung membidik pusatnya, yaitu hati nurani manusia. Mekanisme yang dipergunakan adalah persaudaraan. Maka ketika persaudaraan terwujud perbudakan hilang dengan sendirinya, bahkan tanpa efek sampingan berbentuk penyakit rasisme. Dan “persaudaraan” aman dikonsumsi oleh siapapun, apalagi “persaudaraan atas nama Allah”.

Rasulullah tidak punya budak

Tuduhan Robert Morey bahwa Rasulullah memiliki budak adalah tidak berdasar, sebab budak yang sampai ketangan Rasulullah semuanya sudah beliau bebaskan. Zaid bin Haritsah yang disebut maula Rasulillah telah dibebaskan oleh Rasulullah ketika ia masih kecil dan Muhammad Saw. belum diangkat menjadi Nabi. Kata maula seringkali diterjemahkan sebagai budak, padahal kata maula bermakna perwalian atau hak perlindungan. Mencari perlindungan dengan jalan intisab (mengikuti nasab orang lain yang memiliki kedudukan kuat) adalah hal yang biasa terjadi di masyarakat yang hidup dipadang gurun yang tandus. Kehidupan keras menghendaki seseorang mencari perlindungan kepada yang kuat. Itulah sebabnya Zaid yang sebelumnya adalah anak merdeka ketika ditemukan kabilah lain ia dijual di pasar budak, setelah Rasulullah membebaskan dan Zaid memilih tetap bersama Rasul, maka Muhammad Saw. segera mengumumkan dihadapan khalayak Makkah bahwa Zaid menjadi anak angkatnya, dan dipanggil Zaid bin Muhammad. Hak perwalian ini ketika disalahgunakan (dijual) maka dilarang oleh Rasulullah, sebab akan mengarah pada perbudakan jenis baru. Kelak dari para maula ini muncul tokoh-tokoh keilmuan dan bahkan mereka membentuk suatu dinasti pemerintahan dalam sejarah Islam.

Warna kulit dan tuduhan rasisme

Hadits-hadits yang menyebutkan perihal fisik Nabi Muhammad seperti berkulit putih sengaja dimaknai sebagai pengunggulan ras kulit putih, juga hadits Nabi yang menyebutkan ciri-ciri Nabi Isa As. Padahal keduanya berasal dari Jazirah Arab Kuno, keturunan Semit, tentunya bukan keturunan Eropa. Robert M. memahamkan kepada pembacanya seperti pandangan orang Barat yang belum bisa bersikap menerima terhadap warna kulit, maka penyebutan warna kulit secara fisik dipahami sebagai warna kulit yang berarti ras. Dengan cara pandang Dr. Robert Morey ini maka iklan alat-alat kecantikan sepem bedak atau lulur pemutih jangan jangan dimaknai sebagai upaya rasial yang membedakan antara warna kulit hitam dan putih. Bahasan tentang masalah ras berikut ini sekaligus menjawab tuduhan senada dalam bab-bab lain selain bab Hadits.

Dalam masalah ras, baik al-Qur’an maupun Hadits tidak pernah membedakan antara manusia, baik suku, bahasa, maupun warna kulit. Tinggi rendah derajat seorang muslim hanya ditentukan oleh ketakwaannya kepada Allah Swt. dan itu hanya diketahui oleh Allah saja. Sehingga seorang tokoh agama belum tentu lebih tinggi derajatnya dari seorang pengemis. Apalagi masalah ras hitam dan putih, kata-kata ini sudah hilang dalam perbendaharaan bahasa umat Islam dari negara manapun. Kata-kata tersebut hanya dipakai ketika membaca koran, atau mendengar berita tentang sikap rasial dari suatu ras yang merasa unggul terhadap ras lainnya. Sedang dalam komunikasi antar sesama muslim hal tersebut nyaris tidak pernah terdengar. Kalau saja tidak ada berita-berita baik dari koran maupun tv kata-kata tersebut mungkin sudah dihapus dari kamus.

Al-Qur’an menyatakan dengan tegas seperti berikut (artinya) :

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (QS: al-Hujurat 13).

Sedangkan Rasulullah Saw. dengan sangat tegas mengumumkan dalam pidatonya sebagai berikut :

…khutbah Rasulullah Saw. pada pertengahan hari-hari tasyriq mengatakan : “Wahai umat manusia, ingatlah bahwa sesungguhnya Tuhan kalian adalah satu, dan sesungguhnya bapak kalian adalah satu, perhatikanlah tidak ada keunggulan bagi ras Arab atas non-Arab, tidak juga bagi non-Arab atas Arab, tidak juga bagi ras (kulit) Merah atas (kulit) hitam, tidak juga bagi (kulit) hitam atas (kulit) merah kecuali berdasarkan ketakwaan. Apakah sudah saya sampaikan? Mereka menjawab: “Rasulullah telah menyampaikan“……(diriwayatkan oleh Imam Ahmad) .

Semangat persamaan hak azazi manusia bukanlah deklarasi kosong, pada awal dakwahnya, Rasulullah pun telah menunjukkan perlakuan yang sama kepada para sahabatnya baik yang Arab, atau Parsi (Salman al-Farisi), maupun Etiopia (Bilal). Persamaan hak azazi manusia dalam Islam tidak diterjemahkan sebagai kebebasan individu -yang kadang menimbulkan pelanggaran atas hak orang lain- namun dipraktekkan dalam wujud persaudaraan yang dapat menembus batas-batas negara, ras, suku bangsa, bahkan status sosial; karena mereka disatukan oleh Tauhid. Al-Qur’an menyatakan hal itu dengan sangat tegas bahwa “sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah bersaudara”. Penegasan yang sama telah dideklarasikan oleh Rasulullah dalam pidatonya tentang persamaan hak-hak asasi manusia, seperti pada hadits di atas.

Tuduhan Dr. Robert Morey bahwa Islam mengajarkan perbudakan dan rasisme, hanyalah sekedar untuk menutupi kebobrokan agama dan negaranya yang sangat rasis. Untuk kebaktian saja mereka masih membedakan gereja hitam dan putih kok menuduh orang lain rasis. Isu-isu rasial tidak pernah terdengar dari negara-negara muslim. Tapi sebaliknya justru dari negara-negara barat mayoritas Kristen yang paling paling fasih jika bicara soal ras dan demokrasi. Lihat saja perlakuan masyarakat Amerika terhadap penduduk asli Indian, perlakuan Australia terhadap penduduk asli Aborigin, politik apartheit di Afrika, yang lebih hangat adalah anti semit (Arab) yang dilakukan oleh negara-negara mayoritas Kristen, hal yang sama pernah mereka lakukan terhadap keturunan Sernit lain yaitu bangsa Yahudi.

Arab Pra Islam II

—–Original Message—–
From: religionspirituality@yahoogroups.com [mailto:religionspirituality@yahoogroups.com] On Behalf Of Penggembira
Sent: Wednesday, July 23, 2008 9:52 AM
To: religionspirituality@yahoogroups.com
Subject: [religion&spirituality] ARABIA PRA ISLAM – Ajaran Ibrahim Adalah Agama yang Lurus dan Kepasrahan… – MILLATU IBRAHIM DITANAH ARAB

II. ARABIA PRA ISLAM
Ajaran Ibrahim Adalah Agama yang Lurus dan Kepasrahan…

MILLATU IBRAHIM DITANAH ARAB

Kehidupan Kesukuan

Kebanyakan penduduk Arab pada saat itu merupakan angota suku yang hidupnya mengembara, meskipun ada juga suku-suku yang hidupnya menetap di satu tempat atau kota kecil, seperti Makkah. Mereka menjalani kehidupan dengan mengandalkan unta dan ternak yang lainnya. Karena itu, kehidupan suku-suku ini ditentukan oleh kondisi geografis. Di banyak daerah hujan sangat jarang terjadi. Setelah musim penghujan di beberapa daerah akan muncul tumbuhan selama beberapa minggu dan ke daerah itulah suku-suku pengembara bergerak, tetapi ketika tumbuhan sudah kering mereka harus ke areal di mana terdapat sumur dan tampungan air. Setiap suku membutuhkan daerah yang lebih luas daripada yang bisa mereka pergunakan dalam satu waktu. Oleh karenanya, terdapat suatu pemahaman tentang adanya hak sebuah suku terhadap satu padang rumput, dan sebuah suku yang kuat akan tetap mempertahankan haknya dengan kekuasaan. Ketika sebuah suku sudah terlalu lemah untuk mempertahankan haknya, suku tersebut dapat menarik suku lain yang kuat untuk mendukung dan melindungi, hubungan ini merupakan sesuatu yang lazim.

Selama berabad-abad, suku Badui di kawasan Hijaz dan Nejed telah hidup dalam persaingan tajam satu sama lain demi memperebutkan kebutuhan-kebutuhan pokok. Untuk membantu masyarakat menanamkan semangat komunal yang esensial bagi pertahanan hidup, orang Arab telah mengembangkan sebuah ideologi yang disebut Muru’ah, suatu konsep etik yang banyak mengandung fungsi agama. Dalam pengertian konvensional, orang Arab hanya memiliki sedikit waktu bagi agama. Mereka mempunyai sekumpulan dewa-dewa pagan dan beribadat di tempat-tempat suci ini bagi kehidupan ruhani. Mereka tak memiliki pandangan tentang kehidupan sesudah mati, tetapi percaya bahwa dahr, yang dapat diterjemahkan sebagai “waktu” dan “nasib”, sangatlah penting -sebuah sikap yang barangkali esensial dalam masyarakat yang angka kematiannya begitu tinggi.

Muru’ah sering diterjemahkan sebagai “kejantanan”, namun kata itu memiliki cakupan pengertian yang jauh lebih luas: Muru’ah bisa berarti keberanian dalam peperangan, kesabaran dan ketabahan dalam penderitaan, dan kesetiaan mutlak kepada suku.11 Nilai-nilai muru’ah menuntut seorang Arab untuk mematuhi sayyid atau pemimpinnya setiap saat, tanpa peduli keselamatan dirinya sendiri: dia harus mendedikasikan diri kepada tugas-tugas mulia melawan semua kejahatan yang dilakukan terhadap suku dan melindungi anggota-anggotanya yang lemah. Untuk menjamin kelangsungan hidup suku, sayyid membagi kekayaan dan harta miliknya dan membalas kematian satu anggotanya dengan membunuh satu anggota suku si pelaku pembunuhan. Balas dendam atau utang nyawa balas nyawa merupakan satu-satunya cara untuk menjamin sedikit keamanan sosial di wilayah yang tak mengenal kekuasaan sentral ini, di mana setiap kelompok suku merupakan hukum bagi dirinya sendiri dan tak terdapat sesuatu yang bisa dipersamakan dengan angkatan kepolisian zaman sekarang. Jika seorang pemimpin suku gagal membalas dendam, sukunya akan kehilangan martabat sehingga suku-suku lain akan merasa bebas untuk membunuh anggota sukunya tanpa dihukum. Hukum balas, dengan demikian telah menjadi bentuk keadilan yang lazim. Ini berarti bahwa tak ada satu suku pun yang dengan gampang dapat memperoleh yang derajat lebih tinggi daripada yang lain. Ini juga berarti bahwa berbagai suku dapat dengan mudah terlibat dalam lingkaran kekerasan tanpa akhir, di mana satu penuntutan balas akan menimbulkan pembalasan yang lain jika orang-orang merasa bahwa balas dendam itu dilakukan secara tidak proporsional terhadap kesalahan asalnya.

Meskipun tak diragukan lagi kebrutalannya, muru’ah tetap memiliki banyak kelebihan. Muru’ah sangat menekankan egalitarianisme dan ketidakpedulian pada materi, yang, lagi-lagi, barangkali esensial dalam wilayah yang tidak memiliki persediaan kebutuhan pokok dalam jumlah yang memadai: kedermawanan merupakan kebajikan yang penting dan mengajarkan orang-orang Arab untuk tidak mengkhawatirkan hari esok. Sifat-sifat ini, sebagaimana akan kita saksikan, penting maknanya bagi Islam. Muru’ah telah berdampak baik bagi orang­orang Arab selama berabad-abad, namun sejak abad keenam konsep itu tak lagi mampu menjawab kondisi modernitas. Selama fase terakhir periode Pra Islam, yang oleh kaum Muslim disebut periode jahiliyah (masa kebodohan), ketidak puasan dan kekosongan spiritual telah menyebar luas. Orang Arab dikepung dari semua sisi modern mulai menembus masuk ke Arab dari wilayah-wilayah yang berpenghuni; para saudagar yang bepergian ke Suriah atau Irak membawa pulang kisah-kisah mengagumkan tentang kehebatan peradaban.

Namun, tampaknya mereka ditakdirkan untuk terus hidup dalam barbarisme. Peperangan antar suku yang tak henti­hentinya terjadi membuat mereka tak mampu mengumpulkan sumber daya mereka yang hanya sedikit itu dan menjadi orang Arab bersatu. Merek adapat menentukan nasib sendiri dan mendirikan sebuah peradaban sendiri. Sebaliknya mereka justru Senantiasa terbuka untuk dieklploitasi oleh kekuatan-kekuatan besar: buktinya, wilayah yang lebih subur dan canggih di Arab Selatan yang kini dekenal sebagai Yaman (yang memiliki keuntungan dari hujan muson) telah menjadi sekadar satu provinsi dalam wilayah kekuasaan Persia. Pada saat yang sama, ide-ide baru yang menembus kawasan itu memperkenalkan individualisme yang meruntuhkan etos komunal lama.

Kondisi keagamaan masyarakat (Jahiliyah)

Jazirah Arab selatan, Arabia Felix kuno, dikenal karena kekayaannya, namun ketika Rasulullah saw lahir (570) masa kegemilangannya tidak ada. Politeisme kuno secara luar digantikan oleh pengaruh-pengaruh agama Yahudi dan Kristen. Di Arab Tengah, agama yang lebih “primitif” masih tetap eksis, disertai dengan kebiasaan membanggakan kekuatan suku yang hebat. Gua-gua dan batu dianggap suci dan memiliki kekuatan yang diberkati, barakah. Hal ini adalah kebiasaan bangsa Semit. Sebuah pusat peribadatan batu adalah Mekkah, tempat Hajar Aswad (batu hitam) di sebelah tenggara Ka’bah yang merupakan tujuan tahunan dari Haji tahunan. Hubungan dagang dan pasar­pasar didirikan selama empat bulan suci, saat itu perang dan pembunuhan dilarang, serta anggota seluruh suku dan keturunan bangsa Arab melakukan perjalanan ke tempat suci. Bangsa Arab disituasikan dalam wilayah pengaruh Byzantium dan Persia, keduanya merupakan rekan dagang masyarakat Mekkah dan ini memfasilitasi kontak seluruh koloni Kristen mungkin tidak ditemukan dalam hati orang Arab. Demikian pula, terdapat wilayah Yahudi dekat Madinah, bahkan Raja Sheba berpindah ke agama Yahudi pada sekitar tahun 500.

Orang Yahudi dan Kristen, mitra dagang yang sering berhubungan dengan orang-orang Arab, acap mencela mereka sebagai orang-orang barbar yang tidak memperoleh wahyu dari Tuhan. Orang Arab merasakan campuran rasa benci dan hormat kepada orang-orang yang memiliki pengetahuan yang tak mereka punyai ini. Yudaisme dan Kristen tidak mendapat banyak kemajuan di kawasan itu, meskipun orang Arab mengakui bahwa bentuk agama yang progresif ini sebenarnya lebih unggul daripada paganisme tradisional mereka. Ada beberapa suku Yahudi yang tidak jelas asal-usulnya di pemukiman Yatsrib (kernudian menjadi Madinah) dan Fadak, hingga ke utara Makkah, serta beberapa suku utara di perbatasan antara imperium Persia dan Byzantium yang telah beralih menganut aliran Monofisit atau Kristen Nestorian. Akan tetapi, orang Badui sangat independen, mereka bertekad untuk tidak jatuh ke bawah salah satu kekuatan adidaya seperti saudara-saudara mereka di Yaman dan sangat menyadari bahwa baik orang Persia maupun Byzantium telah menggunakan agama Yahudi dan Kristen untuk mengembangkan pola-pola imperial mereka di kawasan itu. Mereka barangkali juga menyadari bahwa baik orang Persia maupun Byzantium telah menggunakan agama Yahudi dan Kristen untuk mengembangkan pola-pola imperial mereka di kawasan itu. Mereka barangkali juga menyadari secara naluri bahwa mereka telah mengalami dislokasi cultural yang cukup parah, seiring erosi tradisi-tradisi mereka sendiri. Mereka sama sekali tak merasa menginginkan sebuah ideologi baru, apalagi yang terungkap dalam bahasa dari tradisi asing.

Oleh karena itu, kehidupan menyembah berhala itu tetap subur di kalangan mereka, sehingga pengaruh demikian ini pun sampai kepada tetangga-tetangga mereka yang beragama Kristen di Najran dan agama Yahudi di Yathrib, yang pada mulanya memberikan kelonggaran kepada mereka, kemudian turut menerimanya. Hubungan mereka dengan orang Arab yang menyembah berhala untuk mendekatkan diri kepada Tuhan itu baik-baik saja.

Paganisme Arab

Cara-cara penyembahan berhala orang-orang Arab dahulu banyak sekali macamnya. Setiap kabilah atau suku mempunyai patung sendiri sebagai pusat penyembahan. Sesembahan­sesembahan zaman jahiliah ini pun berbeda-beda pula antara sebutan shanam (patung), wathan (berhala) dan nushub. Shanam ialah dalam bentuk manusia dibuat dari logam atau kayu. Wathan demikian juga dibuat dari batu, sedang nushub. adalah batu karang tanpa suatu bentuk tertentu. Beberapa

kabilah melakukan cara-cara ibadahnya sendiri-sendiri.

Ada tiga sesembahan Arab kuno yang secara khusus disenangi oleh orang-orang Arab Hijaz, yaitu Al-Lat (yang secara sederhana berarti “Dewi”) dan Al-Uzza (Yang Perkasa), masing. masing memiliki kuil suci di Thaif dan Nakhlah, sebelah tenggara Makkah, dan Manat (Sang Penentu), yang kuil sucinya bertempat di Qudaid, di pesisir Laut Merah. Mereka sering disebut banat Allah, yang arti harfiahnya Anak Perempuan Allah, tetapi tidak merupakan sesembahan yang telah berkembang sepenuhnya, Orang Arab menggunakan istilah kekeluargaan seperti itu untuk menyatakan suatu hubungan yang abstrak: dengan demikian, banatal-dahr (harfiahnya “putri-putri nasib”) sekedar bermakna ketidak beruntungan atau pasang surut kehidupan. Istilah banat Allah mungkin sekedar merujuk kepada “wujud-wujud suci”, Sesembahan ini tidak diwakili oleh patung yang realistic di dalam kuil-kuil, tetapi oleh batu-batu besar yang berdiri tegak, seperti yang terdapat di kalangan orang Kanaan kuno. Batu itu tidak disembah oleh orang-orang Arab secara langsung, tetapi hanya menjadi sebuah focus keilahian. Seperti Makkah dengan Ka’bahnya, kuil-kuil di Thaif, Nakhlah, dan Qudaid telah menjadi lambing spiritual yang penting di dalam hati orang-orang Arab.

Mereka beranggapan batu karang itu berasal dari langit meskipun agaknya itu adalah batu kawah atau yang serupa itu. Tidak cukup dengan berhala-berhala besar itu saja buat orang­orang Arab guna menyampaikan penyembahan mereka dan memberikan korban-korban, tetapi kebanyakan mereka itu mempunyai pula patung-patung dan berhala-berhala dalam rumah masing-masing. Mereka mengelilingi patungnya itu ketika akan keluar atau sesudah kembali pulang, dan dibawanya pula dalam perjalan bila patung itu mengizinkan ia bepergian. Namun ketika mereka menyembah patung-patung berhala itu, maka tidaklah serta merta dikatakan bahwa mereka tidak meyakini adanya tuhan, semua patung itu, baik yang ada dalam Ka’bah atau yang ada disekelilingnya, begitu juga yang ada di semua penjuru negeri Arab atau kabilah-kabilah dianggap sebagal perantara antara penganutnya dengan Allah. Sebagaimana disebutkan Allah dalam Al-Quran surat Az Zumar : 3: “Tidaklah kaml menyembah mereka melainkan untuk mendekatkan diri kepada Allah.”

Kepercayaan mereka tidak sebatas pada pengakuan adanya Tuhan saja. Orang Arab juga percaya bahwa Allah adalah Tuhan yang menciptakan alam semesta. Hal ini juga tergambar dari pemberitaan Allah dalam Al-Quran surah Luqman ayat 25: “Jika engkau tanyakan kepada mereka siapa yang menciptakan langit dan bumi, niscaya mereka menjawab: Allah”. Tetapi menurut pandangan Islam kondisi seperti ini mereka masih dikatakan kafir dan musyrik. Sebab, mereka tidak menuhankan Allah SWT dalam ubudiah. Mereka tidak tunduk kepada aturan yang ditetapkan oleh Allah. Mereka membuat cara, ajaran, dan nilai sendiri dalam mendekatkan dirinya kepada Allah dengan cara membuat tuhan-tuhan dari kayu dan batu untuk menjadi perantara mereka dengan Allah. Mereka lebih patuh kepada peraturan yang mereka buat sendiri untuk menggantikan hukum yang telah diturunkan Allah. Tauhid inilah (tauhid uluhiyyah) Yang membedakan antara seorang Islam dan orang yang kafir / musyrik.

Ahnaf pengikut Ibrahim

Setelah ekonomi pasar mulai terbangun, pandangan orang Arab mulai berubah. Banyak yang masih puas dengan aliran kuno memuja berhala, tetapi berkembang kecenderungan untuk menyembah satu Tuhan ; dan kekhawatiran makin meningkat terhadap ketidakadilan peradaban baru yang berkembang di Mekkah. Sebagian orang Arab mulai mencari kebenaran, yang tidak puas dengan agama dominan bangsa Arab, yang berada dalam wilayah keyakinan yang lebih tinggi. Orang-orang ini disebut hanif, dan tampaknya percaya pada Tuhan Yang Maha Tinggi. Ini adalah upaya untuk menemukan bentuk monoteisme Yang lebih netral dan tidak ternoda kaitan imperialistik. Sejarahwan Kristen Palestina, Sozomenos, mengemukakan kepada kita bahwa pada awal abad kelima beberapa orang Arab di Suriah telah menemukan kembali apa yang mereka sebut agama asli Ibrahim, yang berkembang sebelum Tuhan menurunkan Taurat atau Injil dan, dengan demikian, bukan Yahudi atau Kristen. Tidak lama sebelum Rasulullah menerima panggilan kenabiannya sendiri, penulis biografinya yang pertama, Muhammad ibn Ishaq (w. 767), menjelaskan kepada kita bahwa empat orang tokoh Quraisy Makkah memutuskan untuk mencari hanifiyyah, agama asli Ibrahim. Sebagian sarjana Barat telah menyatakan bahwa sekte hanifiyyah yang kecil ini adalah sebuah fiksi agama yang menyimbolkan kegelisahan spiritual zaman jahiliah, tetapi pasti memiliki dasar pijakan yang faktual. Tiga di antara keempat hanif itu cukup dikenal oleh generasi pertama muslim: Ubaidillah ibn Jahsy, keponakan Rasulullah; Waraqah bin Naufal, yang akhirnya beragama Kristen; dan Zaid ibn Amr, paman Umar bin Khattab, salah seorang sahabat dekat Rasulullah dan khalifah kedua dalam pemerintahan Islam. ada sebuah kisah bahwa pada suatu hari, sebelum meninggalkan Makkah menuju Suriah dan Irak untuk mencari agama Ibrahim, Zaid berdiri di sisi Ka’bah, bersandar ke bangunan suci itu clan berkata kepada orang Quraisy yang sedang melakukan ritus mengelilinginya dalam cara yang sudah dilakukan sejak lama: “Wahai Quraisy, demi yang jiwa Zaid berada di tangannya, tak ada seorangpun dari kalian yang mengikuti agama Ibrahim kecuali aku.” Kemudian dengan sedih dia menambahkan, “Ya Tuhan, andaikan aku tahu bagaimana engkau ingin disembah, niscaya aku akan menyembahmu dengan cara itu; namun aku tidak tahu.”12

Kerinduan Zaid terhadap wahyu ilahi akhirnya terpenuhi di Gua Hira pada tahun 610 di malam ketujuh belas bulan Ramadhan, dengan kenabian Muhammad.

NOTES

Arab pra ISlam misi sang nabi

—–Original Message—–
From: religionspirituality@yahoogroups.com [mailto:religionspirituality@yahoogroups.com] On Behalf Of Penggembira
Sent: Wednesday, July 23, 2008 9:53 AM
To: religionspirituality@yahoogroups.com
Subject: [religion&spirituality] ARABIA PRA ISLAM – MISI SANG NABI

ARABIA PRA ISLAM
Ajaran Ibrahim Adalah Agama yang Lurus dan Kepasrahan…


MISI SANG NABI

Semua agama yang diturunkan Allah SWT ke muka bumi (agama samawi) menempatkan tauhid ditempat yang pertama. Karena itu setiap Rasul yang diutus Allah SWT mengemban tugas untuk menanamkan tauhid ke dalam jiwa umatnya, mengajak mereka supaya beriman kepada Allah, menyembah mengabdi, dan berbakti kepada-Nya ; melarang mereka menyekutukan Allah dalam bentuk apapun, baik zat, sifat maupun af’al -Nya.

Misi risalah semacam ini pulalah yang diemban oleh Nabi Muhammad SAW karena itu, tema sentral setiap dakwah dan seruannya adalah tauhid. Bahkan, pada awal masa kerasulannya, selama di Mekkah, beliau memfokuskan perhatian kepada pembinaan tauhid ini sehingga semua aktivitas tablighnya diarahkan kesana.

Agama Muhammad dikenal dengan nama Islam, kepasrahan eksistensial yang diharapkan untuk diberikan setiap Muslim kepada Allah: seorang muslim adalah seseorang yang menyerahkan segenap dirinya kepada Sang Pencipta. Di sini Dr. Robert Morey kurang begitu memahami sejarah dan bahasa Arab dengan mengatakan : “Kata islam adalah kata Arab yang aslinya merujuk kepada sifat kejantanan dan mendiskripsikan seorang yang gagah berani dan jantan dalam pertempuran.13 Yang dimaksud oleh Dr. Morey dengan kejantanan adalah sifat “Muru’ah”, sebagaimana telah kita bahas diatas.

Dr. Morey mengatakan bahwa “Pandangan-pandangan dan ritus-ritus keagamaan yang ditemukan dalam Islam dan Al-Quran, dapat ditelusuri kembali kepada pengaruh dari kehidupan keagamaan, adat istiadat, dan budaya jaman pra­Islam.” Pernyataan ini sama sekali tidak didasarkan sejarah. Apa tidak pernah menela’ah buku sejarah Islam dimana kaum Quraisy terkejut ketika melihat umat Muslim generasi pertama melakukan shalat: mereka tidak bisa menerima bahwa anggota suku Quraisy yang selama berabad-abad telah membanggakan independensi Badui harus tersungkur bersujud di atas tanah seperti seorang budak. Hal ini mengakibatkan kaum Muslim harus menarik diri ke lembah-lembah kecil tersembunyi di sekitar kota untuk melaksanakan shalat secara rahasia. Reaksi kaum Quraisy memperlihatkan bila Islam menentang segala penyembahan kepada berhala, batu, bulan, dan benda-benda yang lain dari agama pagan.

Ayat-ayat al Quran yang turun pada periode Mekkah banyak yang berisi masalah-masalah ketauhidan. Sebagaimana firman Allah dalam surat an-Najm : 18-23.

‘Adakah kamu perhatfkan Lat dan ‘Uzza. Dan Martat yang ketiga, yang terakhir. Adakah untuk kamu itu yang laki-laki dan untuk Dia yang perempuan ? kalau begitu ini adalah pembagian yang tak seimbang Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan nenek moyang kamu buat sendiri. Allah tidak mernberikan suatu keteranganpun untuk nya. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sarrgkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka, dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan rnereka.”

Ini adalah ayat-ayat yang paling radikal di antara semua ayat Al Quran yang mencela dewa-dewa pagan leluhur kaum Quraisy. Setelah ayat ini, Rasulullah menjadi seorang monoteis yang keras, dan syirk (secara harfiah berarti menyekutukan Allah dengan sesuatu yang lain) menjadi dosa paling besar dalam pandangan Islam.

Kepercayaan kepada satu Tuhan yang dikenalkan oleh Rasulullah menuntut perubahan kesadaran yang menyakitkan. Sepem halnya orang-orang Kristen awal, kaum Muslim generasi

pertama dituduh sebagai penganut “ateisme” yang membahayakan masyarakat. Di Makkah, di mana peradaban kota masih baru dan tentunya tampak sebagai keberhasilan yang rentan bagi kaum Quraisy yang amat bangga akan kecukupan dirinya, banyak yang merasakan ketakutan dan kegelisahan yang sama seperti dirasakan penduduk Roma yang pada awalnya menolak Kristen. Kaum Quraisy tampaknya merasa keterputusan dengan dewa-dewa leluhur mereka sebagai ancaman besar, dan tak lama kemudian nyawa Rasulullah sendiri pun terancam.

Pada tahun 622 komunitas muslim yang mengalami penganiayaan, hanya memiliki satu alternatif yaitu meninggalkan kota Makkah. Dengan permintaan beberapa muallaf dari Yastrib mereka pindah ke kota itu, tempat yang kemudian mempertemukan mereka untuk bergabung dengan Nabi. Hijrah inilah yang mengubah secara drastis nasib umat Islam. Sehingga para penerus Nabi memilih momen ini sebagai awal kalender musim sebagai pengganti tahun kelahiran nabi.

Selain ajakan untuk pasrah kepada Tuhan Yang Esa, kayakinan baru ini diperkaya dengan sebuah hukum yang bersumber kepada Rasulullah. Di kota Yastrib itu, yang kemudian dikenal sebagai madinat ar-Rasul, kota utusan Allah, atau sering disebut Madinah saja, suatu kota yang penting untuk menata kehidupan bersama antara Muhajirin : emigran, dan Anshar : penolong. Islam selain merupakan suatu keyakinan dengan pesan universal, juga mempunyai satu ruh yang ditanamkan oleh Nabi, yaitu ukhuwwah Islamiyah untuk mempersatukan menjadi sebuah komunitas dimana pertalian darah digantikan dengan persaudaraan keimanan. Semua Muslim bersaudara dan sama di hadapan Allah, apa pun latar belakang social, afiliasi kesukuan, atau tingkat ekonomi mereka. Dan dalam hal ini, seluruh saudara satu sama lain saling membantu. Tak lama kemudian, kebutuhan

akan suatu aturan umum sangat terasa guna melengkapi budaya kesukuan, mentransformasikan dan menyatukan mereka ke dalam suatu pandangan hidup yang baru. Syari’at, yaitu sesuatu yang dikembangkan secara permanen yang di dalamnya memuat ritual dan praktek peribadatan yang betul-betul mapan.

Karena Madinah berlokasi di jalan yang menghampar dari Makkah menuju Palestina, perang tidak dapat dielakkan antara dua kota itu. Akhirnya kemenangan di pihak Muslim setelah sembilan tahun tepatnya pada tahun 630.

Setelah Rasulullah mengambil alih Mekkah tanpa setetes darah pun yang tumpah. Dia menghancurkan patung-patung di seputar Ka’bah, mempersembahkan tempat itu hanya untuk Allah, Tuhan Yang Esa, dan mengubur upacara pemujaan berhala dan menggantinya dengan ibadah haji sesuai ajaran Islam dan menghubungkannya dengan cerita Hajar, dan Ismail. Kemenangan Rasulullah memberi keyakinan kepada para musuh besarnya, Seperti Abu Sufyan, bahwa agama lama sudah gagal. Setelah Rasulullah wafat pada tahun 632, hampir semua suku Arab telah bergabung dengan umat dalam konfederasi atau telah masuk Islam. Karena anggota umat tidak boleh saling menyerang, maka lingkaran mengerikan dari perang suku, dan saling balas dendam telah berakhir. Seorang diri Rasulullah telah membawa perdamaian di Arab yang terpecah-belah oleh perang.14

Walaupun demikian tidak ada seorang pun suku Quraisy yang dipaksa masuk Islam, demikian juga Rasulullah tidak pernah meminta orang Yahudi atau Kristen untuk menganut agama Allah kecuali jika mereka sendiri yang betul-betul menginginkannya, karena mereka telah memiliki kitab suci tersendiri yang juga autentik. Al-Quran tidak memandang pewahyuan sebagai pembatalan pesan-pesan dan pandangan­pandangan dari nabi terdahulu, tetapi justru menekankan kesinambungan pengalaman keagamaan umat manusia.15 Al Quran tidak mencela tradisi keagamaan lain sebagai hal yang keliru atau tidak lengkap, tetapi menunjukkan bahwa setiap nabi baru selalu meneguhkankan dan melanjutkan pandangan para pendahulunya. Al Quran mengajarkan bahwa Tuhan telah mengirim para utusan kepada setiap umat manusia di muka bumi: sebuah hadis menyebutkan adanya 124.000 nabi seperti itu, sebuah angka simbolik yang menunjukkan ketakterbatasan. Al-Quran berulang-ulang menyatakan bahwa yang disampaikannya bukanlah suatu risalah yang sama sekali baru clan bahwa kaum Muslim harus menekankan keserumpunan mereka dengan agama-agama yang lebih tua.16

Kehidupan dan jasa Rasulullah akan mempengaruhi pandangan spiritual, politik, dan etika umat Islam untuk selamanya. Mereka mengekspresikan pengalaman

“keselamatan” Islam yang tercapai dengan prestasi masyarakat dalam melaksanakan perintah Tuhan. Ini tidak hanya menyelamatkan umat Islam dari neraka politik dan sosial yang ada di Arab pra-Islam, tetapi juga memberi mereka konteks yang membuat mereka lebih mudah berserah diri sepenuh hati kepada Tuhan. Rasulullah menjadi contoh mendasar dari penyerahan diri yang sempurna kepada Tuhan, dan Muslim berusaha menyesuaikan kehidupan sosial dan spiritual mereka dengan standar tersebut.

Muhammad tidak pernah dimuliakan sebagai figur Tuhan, tetapi dianggap sebagai Manusia Sempurna dan sebagai utusan. Penyerahan dirinya kepada Tuhan sangat menyeluruh sehingga dia bisa mengubah masyarakat dan memungkinkan bangsa Arab hidup berdampingan dengan damai. Dalam etimologi, kata Islam berhubungan dengan salam (perdamaian), dan Islam memang menawarkan kesatuan dan kerukunan.

Rasulullah mencapai keberhasilan ini dengan menjadi penerima wahyu Tuhan. Lewat dirinya, Tuhan mengirim firman­firman yang membentuk al-Qur’an. Saat menghadapi krisis atau

dilema Rasulullah masuk ke dalam dirinya sendiri amat dalam dan mendengar jawaban dari Tuhan. Kehidupannya menyajikan dialog teratur antara keberadaan realitas dan kejadian-kejadian Yang diwarnai kekerasan, teka-teki, dan gangguan dari keduniaan.17

Keberhasilan Nabi Muhammad adalah sangat luar biasa. Tatkala wafat pada tahun 632, dia telah berhasil menyatukan hampir semua suku Arab menjadi sebuah komunitas baru, atau ummah. Dia telah mempersembahkan kepada orang-orang Arab sebuah spiritualitas yang lain dari tradisi mereka dan yang membukakan kunci bagi sumber kekuatan yang besar sehingga dalam waktu seratus tahun mereka telah mendirikan imperium sendiri yang luas membentang dari Himalaya hingga Pirenia, dan membangun sebuah peradaban baru, peradaban Islam.18

NOTES

13 . Robert Morey, Op. cit. ha140

14 . Karen Amstrong, Islam: A Short History Terj. Ira Puspito Rini, Ikon Teralitera, Yogyakarta, 2002, ha128-29

15 . Karen Amstrong, Sejarah Tuhan, Op. cit., hal 211

16 . Q.S. A1 Ankabut 29:46

17. Karen Amstrong, Islam: A Short History Op. cit., ha130.

18 . Karen Amstrong, Sejarah Tuhan, Op. cit., hal 188-190

__._,_.___

Arab Pra Islam

—–Original Message—–
From: religionspirituality@yahoogroups.com [mailto:religionspirituality@yahoogroups.com] On Behalf Of Penggembira
Sent: Wednesday, July 23, 2008 9:18 AM
To: religionspirituality@yahoogroups.com
Subject: [religion&spirituality] ARABIA PRA ISLAM – Ajaran Ibrahim Adalah Agama yang Lurus dan Kepasrahan…

ARABIA PRA ISLAM
Ajaran Ibrahim Adalah Agama yang Lurus dan Kepasrahan…

MILLATU IBRAHIM

Menurut sejarah biblical Ibrahim As. lahir pada masa antara abad 20-19 SM di Ur-Kaldea.1 Lahir dari seorang ayah yang masih menyembah berhala, bahkan pembuat patung berhala yang disembah oleh manusia. Pemuda Ibrahim yang merasa aneh dengan penyembahan berhala, berusaha mencari Tuhan yang sebenarnya, yang dapat memberi manfaat dan dan menghilangkan mudlarat tidak seperti patung. Ibrahim (Abraham) oleh para peneliti diduga merupakan salah satu pemimpin kafilah yang membawa rakyatnya dari Mesopotamia menuju Laut Tengah pada akhir milenium ke tiga SM.2 Terlepas dari kebenaran dugaan tersebut, namun berita tentang pengembaraan Ibrahim dari Kaldea menuju Kan’an agaknya sudah umum diketahui pemeluk ketiga agama samawi. Oleh sebab itu kami hanya menyorot pengembaraannya sebagai individu Ibrahim yang digambarkan oleh al-Qur’an berusaha mencari hakekat Allah. Penelitian Ibrahim As. terhadap kepercayaan masyarakat sekelilingnya, baik di tempat asalnya -Kaldea- maupun negeri yang dilewatinya dalam pengembaraan, menghendaki dirinya untuk menganalisa bentuk kepercayaan Yang berkembang.

Banyak pendapat tentang asal mula kepercayaan manusia, ada yang berpendapat bahwa kepercayaan itu dimulai dari rasa takut yang kemudian manusia menyandarkan pada apa yang dapat membuatnya tenang, ada yang mendasarkan pada kepercayaan terhadap roh hingga menimbulkan kepercayaan Totemisme, ada yang mendasarkan pada kepentingan individu dan umum, serta macam-macam perkiraan lain yang bukan dimaksudkan untuk dibahas disini. Apapun yang mendasarinya, kepercayaan terhadap penyembahan berhala adalah termasuk kepercayaan kuno. Suatu kepercayaan yang menurut penganutnya dapat mendekatkan dirinya dengan sesembahan yang diyakininya.

Selain kepercayaan terhadap berhala, kepercayaan lama yang ada pada masa Ibrahim diwilayah timur tengah kuno, adalah kepercayaan terhadap benda-benda luar angkasa, seperti bintang-bintang, bulan, dan matahari. Kaldea yang masuk wilayah Mesopotamia-Babilonia mengenal penyembahan bintang-bintang seperti dewa Marduk yang mereka anggap sebagai dewa perang, adalah planet Mars, serta dewa-dewa lain hingga 12 dewa, yang nama-namanya dipakai dalam astronomi hingga sekarang.3

Mesir kuno, mengenal penyembahan dewa Matahari sebagai dewa Re, yang adalah Matahari itu sendiri. Kepercayaan terhadap Re (dewa matahari) bertahan dari dinasti ke II (+- 3000 SM) raja-raja Mesir Kuno hingga dinasti Khofo (1400 SM). Hal dikuatkan dengan ditemukannya tulisan di makam salah satu raja dinasti II, yang menyebut dewa matahari dengan sebutan “Nabire”.4 Kepercayaan ini pada masa-masa selanjutnya berkembang menjadi banyak dewa seiring perkembang perebutan kekuasaan yang menjadikan dewa sebagai alat propaganda paling mujarab, maka tidak heran jika dewa-dewa kemudian didatangkan dari luar.

Kepercayaan-kepercayaan yang berkembang pada masa Ibrahim ini, penyembahan berhala, bintang-bintang, bulan, dan matahari, diisyaratkan oleh al-Qur’an dalam surat al-An’am ayat 76-80.

Tatkala gelap malam mencungkupnya, ia (Ibrahim) pun dapat melihat bintang-bintang. Maka katanya: “Ini adalah Tuhanku.”Ketika bintang itu hilang, ia berkata: Aku tidak suka kepada apa-apa yang hilang.”

Tatkala ia melihat bulan muncul, ia berkata: “Inilah Tuhanku.” Ketika bulan itu terbenam, ia berkata: “Kalau Tuhanku tidak menunjuki aku, tentulah aku termasuk orang yang sesat. “

Ketika ia melihat matahari terbit, ia berkata: “Inilah Tuhanku, ini lebih besar.”Tetapi setelah matahari terbenam, ia berkata: ” Wahai kaumku! Aku berlepas tangan dari apa yang kalian sekutukan.

Aku menghadapkan wajahku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi, dengan kecenderungan kepada agama yang benardan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik.”

Kaumnya menyangkalnya, maka katanya:; ‘Adakah kalian menyangkal aku tentang Tuhan, sedang Dia telah menunjuki aku dan aku tidak takut terhadap apa yang kalian sekutukan, kecuali jika Tuhanku menghendaki sesuatu. Tuhanku meliputi segala sesuatu dengan ilmuNya. Adakah kalian tidak dapat mengambil pelajaran?”

Jika dilihat adanya upaya akal yang kemudian dibarengi pengembaraan yang cukup jauh, agaknya Ibrahim juga menggunakan media lain selain akal dalam upayanya, yaitu hati. Seperti yang diceritakan oleh Qur’an bahwa beliau memiliki hati yang lembut dan santun. Kriteria hati yang semacam ini hanya didapat dari olah batin yang serius. Dengan upaya akal dan hati serta usaha yang sangat bersungguh-sungguh inilah maka Allah memberikan petunjuk kepadanya. Penemuannya yang secara otodidak inilah yang menjadikan Ibrahim menjadi orang yang sangat pasrah kepada Tuhannya. Sebab beliau sudah membuktikan keberadaan Tuhan yang dicarinya itu melalui mata batinnya. Pertemuannya dengan Tuhan ini tentu saja dengan sarana hati, sebab otak hanya sebagai sarana awal dari pencariannya. Kepasrahan inilah yang menjadi ajaran Ibrahim sehingga ia menamakan dirinya muslim (orang yang pasrah).

Ajaran Ibrahim pada masa itu tentu saja sangat bertentangan dengan pandangan manusia tentang konsep ketuhanan. Di mana penyembahan berhala clan dewa dewi lebih dapat mereka pahami dari pada pengesaan Allah. Adat kekeluargaan yang kuat menjadi sarana untuk mempertahankan ajaran beliau. Itulah sebabnya maka Nabi-nabi yang datang setelah nya kebanyakan dari keturunan beliau -khususnya para nabi dan rasul yang diceritakan oleh Taurat, Injil clan al-Qur’an­. Nabi Musa yang datang setelahnya juga masih mempertahankan keluarga besar Bani Israel sebagai benteng ajaran Tauhid, walaupun pada masa itu paham umat manusia secara umum belum mampu menalar ajaran Tauhid. Maka tidak heran jika beliau harus berhadapan dengan Fir’aun yang menuhankan dirinya. Bahkan sebagian umatnya pun pernah tergelincir mengikuti penyembahan berhala. Hingga pada masa Uzair (Ezra) pun sistem kekeluargaan masih sangat ketat, dimana bangsa Yahudi tidak boleh mengawini orang pagan.

Ajaran ini terus berlanjut hingga masa menjelang kenabian Isa. Pada masa itu ajaran dipegang erat oleh kelompok Esenes, sementara kelompok bani Israel yang lain lebih memilih bergabung dengan masyarakat pagan Romawi yang kala itu menguasai bangsa Yahudi. Dari kelompok inilah (Esenes) muncul nabi Yahya (Yohanes pembabtis) yang berjuang melawan Romawi hingga akhirnya tertangkap dan dibunuh akibat pengkhiatan sekte Yahudi lain yaitu Farisi dan Saduki. Dua kelompok ini juga dicela oleh Yesus dalam Injilnya. Nabi Isa As. yang melanjutkan perjuangan pendahulunya ternyata mengalami hal yang sama. Pengkhiatan bangsanya yang berkomplot dengan Romawi membuatnya hanya bertahan selama tiga tahun dalam masa dakwahnya. Berkomplotnya sebagian bangsa Yahudi dengan Romawi inilah yang mengakibatkan ajaran tauhid Yesus menjadi terasimilasi dengan kebudayaan Romawi hingga menjadikan Tuhan yang Satu dipahami sebagai tiga, walaupun masih tetap mengatakan “Esa”. Pada masa nabi Isa paham `keluarga’ masih sangat kental, hingga beliau mengatakan : “…aku diutus hanya kepada domba­domba yang hilang dari umat Israel” . Hal ini bukanlah tanpa alasan, sebab pada masa itu bangsa lain masih belum mampu menalar paham monoteisme. Apalagi bangsa Romawi yang menguasai bangsa Israel, mitos dewa-dewi mereka masih sering diceritakan hingga saat ini.

Melihat kesinambungan ini, mestinya ajaran Kristen yang mengaku pengikut Yesus (Isa) adalah monoteisme. Yudaisme yang ada sekarangpun tetap berpaham monoteisme, walaupun syariatnya menjadi syariat nasionalisme. Kenapa Yudaisme tetap bertahan dengan monoteismenya? Hal ini mudah ditebak karena hingga saat ini pun agama Yudaisme hanya milik bangsa Yahudi. Artinya faktor “keluarga yang mampu mempertahankan tradisi” sangat berpengaruh sebagai benteng ajaran Monoteisme. Hanya saja ketika tradisi keluarga itu terlalu diunggulkan maka jadilah ajarannya nasionalisme buta yang menganggap bangsa lain sebagai budak.

Doa Nabi Ibrahim yang menginginkan agar keturunannya menjadi para pemimpin agama terwujud melalui kesinambungan peran keluarga dalam menjaga ajarannya. Keluarga dari keturunan Nabi Ibrahim tidak saja yang dari Ishaq, tapi juga Isma’il yang kelak menurunkan Muhammad.

Jika bangsa Yahudi/Israel memiliki silsilah nasab hingga sampai kepada Nabi Ibrahim melalui Nabi Ishaq, maka bangsa Arab khususnya keluarga nabi Muhammad juga memiliki nasab hingga sampai kepada Nabi Ibrahim melalui nabi Isma’il. Kita tidak perlu mengupas tentang nasab ini secara panjang lebar, sebab jika ada yang mempertanyakan keotentikannya, maka hal itu juga berlaku pada nasab nabi-nabi Israel (termasuk Yesus) kepada Ibrahim As. Maka yang akan kita bahas adalah tradisi ajaran Ibrahim As, yang berada di tanah Hejaz, lebih khususnya di tanah Makkah.

Pada masa jahiliyah, jazirah Arab -sebagaimana peradaban lainnya- masih dipenuhi dengan paham-paham penyembahan berhala, pohon, hewan, fenomena alam, dan benda-benda angkasa seperti bintang, matahari, dan bulan; seperti yang telah kita bahas sebelumnya. Namun demikian ada diantara mereka yang masih memegang tradisi Ibrahim. Mereka inilah yang disebut kaum Ahnaf,(literal-orang-orang yang lurus). Tradisi Ibrahim ada pada mereka karena memang mereka masih satu keturunan dengan umat Israel yaitu bangsa Semit. Sebagian mereka menganut ajaran Yudaisme karena bersinggunangan dengan bangsa Yahudi yang menempati daerah-daerah pertanian yang subur seperti Yasrib (Madinah). Keturunan semit lainnya disekitar jazirah Arab sudah mengenal ajaran Nasrani yang berkembang sejak abad 4 M. melalui Siria. Paham yang mereka anut adalah monoteisme karena rata-rata mereka mengikuti ajaran Ya’kubi (di Ghassan dan Syam), walaupun sebagian mengikuti paham Nestorian yang menuhankan Yesus (di wilayah Hirah).5

Secara umum, di Jazirah Arab, paham monoteisme bukanlah hal sangat baru. Maka disini kita melihat bahwa faktor `keluarga’ masih berperan dominan dalam penjagaan ajaran tauhid. Tidak mengherankan jika ajaran Nasrani yang mereka anut terdapat ajaran yang tidak mengakui ketuhanan Yesus, yang dianggap gereja sebagai bid’ah.

Nabi Muhammad dilahirkan dari keluarga ahnaf yang memegang tradisi Ibrahim. Kakek Nabi -Abdul Muntalib­misalnya pernah berujar mengorbankan putranya -Abdullah ayah Nabi Saw-, seperti yang pernah dilakukan oleh nabi Ibrahim. Keponakan Rasulullah Waraqah bin Noufal juga seorang tokoh ajaran ahnaf yang kemudian masuk nasrani -sebelum kenabian Muhammad-. Beberapa ajaran Ibrahim dengan tradisi Hanifiyah yang dicemooh oleh masyarakat Makkah pagan, adalah: puasa Asyura, haji, menjauhi minum khamr (seperti yang dilakukan oleh Abu Bakar), menyambung tali persaudaraan, shadaqah, memerdekakan budak (ketiga hal ini pernah dilakukan oleh sahabat Hakim bin Hizam sebelum Islam),6 dan berkhalwat (menyepi-seperti yang dilakukan oleh Nabi); keseluruh ajaran ini mereka sebut tahannuts atau tahannuf.7 Tahannuf dalam bentuk khalwat adalah ibadah mengasingkan diri (`uzlah) dengan hitungan tertentu. Dan ibadah semacam ini dilakukan oleh para nabi seperti yang termaktub dalam Bibel (lihat bab Ibadah).

Satu hal yang sangat penting dari tradisi Ibrahim yang dipegang teguh oleh para Ahnaf, adalah penyembahan kepada Allah saja, seperti yang pernah dinyatakan oleh Rasulullah pada masa sebelum kenabian, saat ditanya oleh Khadijah, beliau menyatakan, “Aku tidak akan menyembah ‘Uzza selamanya”. Satu pernyataan yang membedakan antara penyembahan kepada Allah dan penyembahan lain dari kepercayaan Arab. Itulah sebabnya maka kata Allah hanya menunjuk kepada Allah saja sebagai Tuhan yang tidak disekutukan oleh para Ahnaf, Nazarean, dan Esenes. Masyarakat pagan Arab adalah masyarakat yang terkontaminasi kepercayaan nenek moyang, hingga mereka menempatkan ilah-ilah lain selain Allah, sepert Uzza, lata, dan Manat. Itulah sebabnya maka nama-nama mereka pun mencerminkan kepercayaan mereka, ada Abd Syams (hamba/penyembah matahari), ada Abdul Uzza (hamba uzza), dan ada juga Abdullah (hamba Allah). Maka nama Abdullah (ayah Nabi) merujuk pada nama Allah seperti yang disembah oleh para Ahnaf pengikut ajaran Ibrahim.

Ajaran monoteisme yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim yang sudah islam (pasrah kepada Allah saja) kini dipertegas lagi oleh kenabian Muhammad, dengan menghancurkan seluruh kepercayaan lama yang menyimpang dari ajaran Ibrahim. Hal yang sama dilakukan oleh Yahya As. dan Isa As. yang ingin membersihkan ajaran Musa As. dan Ibrahim As. serta nabi-nabi bani Israel sebelumnya. Maka tidak mengherankan jika kedua nabi yang hidup sezaman mendapat pertentangan dari Yahudi dari sekte Saduki dan Parisi, hingga menyebabkan kematian YahYa dan penganiayaan terhadap Isa As. dan pengikut keduanya.

Millatu Ibrahim di tangan Kristen

Monoteisme yang diajarankan oleh Ibrahim dan dilestarikan oleh keturunannya hingga masa Yesus, ketika dipegang oleh orang-orang Romawi -yang tentu saja bukan dari

keturunan Ibrahim- ternyata melenceng dari tradisi yang sudah dipegang selama berabad-abad oleh keturunan Ibrahim. Hal ini dapat dimaklumi bahwa masyarakat Romawi yang tidak memiliki tradisi keluarga monoteis seperti bangsa Yahudi masih dipenuhi pemikiran filsafat helenisme dan kepercayaan pagan.

Anggapan bahwa Yesus adalah `anak’ tuhan pada awalnya, ditambah Paulus dengan menempelkan sifat-sifat ketuhanan pada Yesus untuk kemudian menjadi bentuk imajener Kristus. Hal ini tergambar dalam ajaran Gereje Paulus yang berbicara tentang “Tuhan Bapak” dan “Anak Tuhan”. Masyarakat Romawi dan Yunani yang empunya Filsafat Helenisme segera saja menerima ajaran Paulus, karena pandangan mereka tentang ketuhanan adalah Tripartite (tiga keberadaan). Mereka tinggal menambahkan satu unsur saja yaitu Roh Qudus agar bisa selaras dengan pandangan mereka tentang tuhan. Karen Armstrong (A History of God) yang mengutip pernyataan tokoh pemikir Trinitas abad IV (Gregory of Nazianzus) menceritakan bagaimana masalah masuknya Roh Kudus dalam jajaran Trinitas yang diperkenalkan pada abad ke N telah menimbulkan banyak permasalahan.8

Kepercayaan masyarakat Romawi terhadap dewa-dewi saat itu amatlah kental hingga 2 misionaris, Paulus dan Barnabas dianggap sebagai dewa seperti yang tergambar dalam Perjanjian Baru :

:”… Tatkala orang banyak nampak perbuatan Paulus itu, mereka itupun mengangkat svaranya sambil berkata dengan bahasa Likaonia: ..Dewa-dewa telah turun kepada kita menjelma menjadi manusia. Lalu digelarkannya Barnabas itu Zius, tetapi Paulus Itu Hermes, sebab ialah pemberita yang utama. “(Kisah Rasul-Rasul 14:11-12).

Kini, sangat disayangkan bahwa pada saat manusia modern melihat paganisme sebagai hal yang dikesampingkan dan tahayyul, otoritas Gereja malah semakin getol mempertahankan penodaan monoteisme dengan kepercayaan peradaban kuno yang sering memandang dewa-dewa sebagai “tiga keberadaan”.9 Logika manapun tidak akan sampai pada pernyataan bahwa tiga adalah satu, atau satu adalah tiga. Apalagi salah satu dari ketiganya adalah dilahirkan oleh seorang wanita dan memakan makanan. Memang agak rumit, umat Kristen percaya bahwa Tuhan itu satu, tapi pada saat yang sama mereka percaya 100% bahwa Yesus adalah Tuhan, sama percayanya bahwa Yesus juga 100% manusia.

Ajaran Ibrahim (monoteisme) yang dipertahankan oleh keturunannya dari keluarga Ya’kub bin Ishaq (bangsa Yahudi) dan Ismail (bangsa Arab) adalah ajaran yang hak, sebab pada dasarnya manusia akan mengatakan bahwa Tuhan itu satu. Terbukti masyarakat yang pada sekian abad lalu tidak mampu menalar, masyarakat modern menganggap paham paganisme adalah kemunduran akal. Namun demikian kenapa justru yang mengaku keturunan Ibrahim mengatakan tentang Tuhan dengan hal-hal yang tidak selayaknya untuk dikatakan terhadapNya. Padahal bangsa Yahudi hingga saat ini masih berpaham monoteisme, walaupun mereka bersikap kejam terhadap Penganut ajaran Ibrahim lainnya yaitu umat Islam. Allah terbebas dari segala apa yang mereka sekutukan.

Yesus vs Paulus

Buku The Islamic Invasion dibuka dengan “Sekapur sirih”10 Robert Morey menulis antara lain :

“Dunia penuh dengan kekusutan ruhani dan kebenaran. Ada banyak kondisi dan cara dimana kita melenceng tanpa mengetahui betul-betul bahwa kita ini tersesat. Al – Kitab mengungkapkan betapa canggihnya si penyesat ketimbang manusia yang disesatinya: “Iblispun menyamar sebagai malaikat terang. “

Tetapi, 2000 tahun yang lalu, hal ini telah diperingatkan oleh Yesus:

‘ …..akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. ” (Yohanes,16: l)

Menyimak ayat Bibel, Yohanes,16: 2 sebagaimana tersebut diatas, bagi orang yang paham tentang sejarah awal umat Kristiani, bahwa ucapan Yesus tersebut justru ditujukan kepada Paulus dan pengikutnya yang telah membunuh pengikut­pengikut setia Yesus.

Umat Kristiani menyangka bahwa ia (Paulus) berbuat bakti bagi Allah, sehingga dia diangkat sebagai Bapak Gereja sedunia. Padahal dialah orang pertama yang menodai ajaran Yesus. Robert Morey melanjutkan tulisannya.

“Itulah ciri-ciri dunia yang kehilangan tolok hakiki: alasan aktual don nurani kejujuran. Yang ramai adalah kesemuan yang membonceng kesejatian. Kembali ini diperingatkan oleh Yesus bahwa sijahat selalu menaburkan benih lalang di fengah-tengah benih gandum. Keduanya lalu tumbuh bersama, sulit dibedakan, sulit di cabufi satu terhadap yang lainnya.” (Matius,13 : 24-30).

Maka menjamurlah alasan, fakta clan keadilan “tandingan” antara gandum clan lalang.

Siapakah penabur benih lalang sebagaimana disinyalir oleh Yesus yang tercantum dalam Matius,l3 :24-30, itu? Tidak lain dia adalah Paulus, seorang pengkhianat yang menyusup seolah­olah menjadi murid Yesus. Kemudian mengadakan kudeta terhadap ajaran Yesus, dan mendirikan agama yang dia beri nama Kristen, pada tahun 40 Masehi di kota Antiokhia.

Simaklah informasi Bibel dibawah ini:

“Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.” (Kisah Para Rasul, 11 :26)

Secara jujur, marilah kita perbandingkan:

1. Agama yang dibawa Yesus (Nabi Isa a.s.), bernama agama Nasrani. Nasrani dari kata Nasaret, yaitu nama sebuah desa tempat kelahiran Yesus.

Ajaran agama Nasrani antara lain:


a. Yesus dikhitan pada umur 8 hari

b. Yesus meninggal dunia diberi kain kafan.
c. Yesus tidak minum khamr (minuman keras).
d. Yesus tidak makan babi.
e. Yesus tidak makan darah.
f. Yesus adalah utusan Allah.

Pengikut Yesus disebut kaum Khawariyun yaitu yang kemudian disebut kaum Nazarean (Nasrani) kemudian Unitarian dan habis dibantai oleh para pengikut Paulus dengan penjagalan yang disebut “lembaga Inkuisisi”.

2. Agama yang dikembangkan oleh Paulus disebut agama Kristen, dilahirkan pada tahun 40 Masehi di kota Antiokia.

Diantara ajarannya adalah:

a. Khitan tidak perlu.

b. Meningggal dunia berpakaian pengantin.

c. Khamr (minuman keras) halal.

d. Babi halal.

e. Darah halal.

f. Yesus adalah Tuhan (oknum ke-2 dalam doktrin Trinitas).

Pengikut Paulus disebut kaum Kristiani. Dengan uraian tersebut di atas, hendaknya para pembaca dengan cermat bisa membedakan antara agama Nasrani yang dibawa oleh Yesus (Nabi Isa a.s.), dan agama Kristen yang dibawa oleh Paulus, orang yang membunuhi pengikut-pengikut setia Yesus.

Maka jelas sekali, yang dimaksud oleh Yesus dalam ayat Bibel, Matius, 13: 24-30, tidak lain adalah Paulus.

Selanjutnya para pembaca juga harus cermat membedakan bahwa agama Nasrani yang dibawa Yesus (Nabi Isa a.s.) disebut agama Samawi atau agama Langit, namun agama Kristen yang dibawa oleh Paulus, tidak bisa disebut agama Samawi atau agama Langit. Kristen adalah agama bumi karena hasil olahan Paulus yang ayahnya orang Romawi clan ibunya orang Yahudi

NOTES

1. Karen Armstrong, Sejarah Tuhan, terj. Zaimul Am, Penerbit Mizan, Bandung, 2002, hal 37.

2. Ibid.

3. Abas Mahmud al-’Aqod, Allah, Nahdlatu Mihr-Cairo, 1998, hal. 74

4. Mu’jam al-Hadlarah al-Mashriyah al-Qadimah (Insklopedi Peradaban Mesir Kuno), hal. 170.

5. Dr. Husain al-Haj Hasan, Hadarah al-Arab fi Shadr al-Islam, al-Muassasah al-Jami’iyyah-Beirut,

Cet. I 1992, hal. 27.

6. HR. Bukhari.

7. Menurut Ibnu Hisyam, tahannut adalah tahannuf, pemakaian tsa’ setelah nun bersyidah rupanya berat bagi lesan Arab, maka bergeser merljadi fa’. Maka makna tahannuf jika dirujuk keakar katanya ha, nun, fa; kembali pada nama ajaran Ibrahim yaitu hanifiah. Kata tahannuf juga berarti tabarrur (berbuat kebaikan) sebab ajaran Ibrahim (hanifiah) mengajarkan kebaikan.

8. Karen Armstrong, Sejarah Tuhan, Op. cit., hal. 165

9. Di Mesir kuno, sebelum munculnya paham pantheisme, muncul paham tripartite yang mamandang dewa matahari berujud tiga, yaitu Khabire (pagi), Re (siang), dan Atom (sore), pada masa selanjutnya menjadi Isis, Osiris, dan Horus.

10. Robert Morey, The Islamic Invasion – confronting the World’s Fastest Growing Relegion, Scholars Press, Las Vegas, 1991,ha1 5

__._,_.___

New business?

Get new customers.

List your web site

in Yahoo! Search.

Yahoo! Groups

Latest product news

Join Mod. Central

stay connected.

Health Groups

for people over 40

Join people who are

staying in shape.

.

Betulkah Nabi Muhammad Suka membunuh ?

—–Original Message—–
From: religionspirituality@yahoogroups.com [mailto:religionspirituality@yahoogroups.com] On Behalf Of Penggembira
Sent: Wednesday, July 23, 2008 10:30 AM
To: religionspirituality@yahoogroups.com
Subject: [religion&spirituality] Betulkah nabi memiliki nafsu membunuh?

Betulkah nabi memiliki nafsu membunuh?

Dalam menghujat masalah ini, Robert Morey mencontohkan hadits nabi tentang keputusan Rasulullah yang menghukum mati Ka’b ibn Asyraf. Keputusan tersebut adalah keputusan jenius seorang panglima perang dan pemimpin masyarakat, keputusan yang tidak hanya cocok dilakukan pada 14 abad yang lalu, tapi hukum international abad modern pun mengakui bahwa keputusan tersebut sah adanya.

Ka’b bin Asyraf adalah seorang Yahudi dari ayah Arab dan ibu Yahudi. Hartanya yang melimpah membuatnya mampu berbuat apa saja untuk menyetir kaum Yahudi yang tinggal di Madinah. Sebagai anggota komunitas Yahudi di Madinah, Ka’ab bin Asyraf mestinya mentaati perjanjian hidup bersama antara Yahudi dan Muslimin di Madinah yang sudah disetujui kedua belah pihak. Namun yang terjadi justru sebaliknya, kebenciannya kepada Nabi Saw. membuatnya kehilangan akal, segala cara ia lakukan demi menyudutkan Nabi dan kaum muslimin, dari mulai mengejek hingga menghasut masyarakat Quraisy dan Yahudi untuk memerangi Rasulullah dan umatnya. Peringatan sudah disampaikan tapi hanya ditanggapi dingin. Hingga akhirnya, demi menjaga stabilitas Madinah terpaksa penyakitnya harus dibuang. Eksekusi terhadap Ka’b justru dilakukan oleh saudara­saudaranya sendiri dari bani Aus.37

Sejarawan modern H.A. Lammens yang bahkan dari kalangan Yahudi, membenarkan tindakan yang diambil oleh Rasulullah sebagai berikut :

Apabila Muhammad bertindak keras terhadap orang Yahudi, adalah dapat dimaklumi karena mereka telah berkhianat kepadanya, dan jangan dilupakan keadaan negeri Arab yang belum teratur dewasa itu…….Lagi pula ada seorang Nabi Bani Israel membunuh 300 kahin dari negeri Baal dalam suatu hari saja”.38

Bukan hanya itu, hukum international-pun membenarkan tindakan Rasulullah Saw, sebagaimana ditulis Abbas Mahmud al-‘Aqqad dalam bukunya Abqariyyatu Muhammad sebagai berikut :

“Menurut undang-undang International terhadap pelangar-pelanggar yang berkhianat, menipu dan merusak kehormatan kaum wanita seperti Ka’ab bin al-Asyraf ini, dikenakan humum seorang tawanan yang telah berjandi dengan nama kehormatan bahwa ia tidak akan kembali lagi berdiri di medan peperangan pada pihak lawan yang diberinya janji tersebut. Undang­undang Internasional dalam hal ini telah mewajibkan kepada orang tersebut dan kepada pemerintah dari orang yang telah berjanji dengan nama kehormatannya itu supaya orang tersebut tidak ditugaskan lagi oleh pemerintahnya untuk melakukan sesuatu pekerjaan yang bertentangan dengan janji warganya tersebut. Dan apabila orang tersebut melanggar perjanjiannya, apabila ia jatuh lagi ke dalam tawanan pemerintah yang telah melepasnya pertama kali, hilanglah hak orang tersebut sebagai orang tawanan perang, berhaklah pemerintah yang telah menawannya buat kedua kalinya ini untuk mengadilinya seperti mengadili penjahat-penjahat serta menghukumnya dengan hukum mati”.39

Undang-undang modern telah mengizinkan hukuman mati atas seseorang karena kesalahan yang lebih ringan dari apa yang telah dilakukan oleh Ka’ab bin al-Asyraf yang telah menghasut orang, mengumpulkan orang dengan perbuatan dan dengan syair-syair yang amat berpengaruh pada masa itu layak pers masa kini, serta melecehkan kaum wanita-wanita muslimah. Maka dalam putusan Rasulullah tersebut yang ada hanya keadilan dengan kepentingan umum penduduk Madinah.40

Jika dibandingkan dengan Nabi Isa As. maka walaupun beliau (Nabi Isa As) bukanlah seorang kepala pemerintah namun beliau juga menghendaki agar musuhnya ditangkap.

“Siapa yang percaya dan dibabtis akan diselamatkan, tetapi yang tidak percaya akan dihukum” (Markus 16:16).

“Jangan kamu menyangka bahwa aku datang untuk membawa damai di atas bumi. Aku datang bukan untuk membawa damai melainkan pedang”. (Matius 10: 34).

Kini ada baiknya kita mendengar penuturan ahli sejarah Yahudi Prof. Israel Welfinson sebagai berikut :

“Hendaknya jangan sampai lupa dari ingatan bahwa kerugian kecil yang mengenai orang Yahudi tanah Hijaz adalah amat sedikit sekali dibandingkan dengan faidah yang didapat oleh Yahudi dari kelahiran Islam, karena orang-orang Islam yang masuk kepelbagai negeri telah menolong (menyelamatkan) beribu-ribu orang Yahudi yang tersiar di berbagai propinsi kerajaan Roman Timur, yang telah dan sedang menderita aneka macam siksa yang sakit sekali. Disamping itu hubungan orang Yahudi dengan kaum Muslimin di berbagai propinsi menjadi sebab bangunnya fikiran besar dalam kalangan orang Yahudi yang abadi bekas-bekasnya dalam sejarah kebudayaan Arab dan Yahudi sejak beberapa lamanya.”41

Keputusan yang sama telah dimaklumkan oleh Nabi kepada Asma’ binti Marwan. Maka tentang Asma’ tidak perlu kita bahas lagi, sebab kejadiannya hampir sama.

Memohon Ampunan Allah

Beberapa hadits yang menyatakan Rasulullah berdoa dan memohon ampunan Allah dijadikan alasan bahwa Rasulullah adalah seorang pendosa. Tuduhan ini ia kuatkan dengan beberapa hadits yang dipahami keliru seperti pada hadits tentang air susu onta yang sudah kita bahas sebelumnya..

Memohon ampunan Allah adalah sikap para nabi-nabi yang diajarkan kepada umatnya, dan hal itu sama sekali tidak menunjukkan suatu kelemahan apalagi dikatakan sebagai seorang pendosa. Hanya orang yang suka mendongakkan kepala saja yang mengatakan hal itu sebagai suatu kekurangan.

Nabi Musa As. juga berdoa memohon ampunan Allah atas kesalahan membunuh orang Mesir yang telah membunuh orang Ibrani.42 Nabi Isa As. (Yesus) juga melakukan hal yang sama, sebagaimana doa yang beliau ajarkan kepada para murid­muridnya:

“dan ampunilah kami dari kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni mengampuni orang yang bersalah kepada kami; ” (Matius 6: 12).

Mungkin saja otoritas gereja berkilah bahwa doa di atas hanyalah sekedar ajaran yang tidak menunjukkan bahwa Yesus pernah berdosa, namun demikian tidak ada bukti-bukti yang mengatakan bahwa beliau tidak pernah bersalah, namun sebaliknya beliau malah dibabtis oleh Nabi Yahya, yang melembagakan pembabtisan sebagai simbol pengampunan bagi orang bertobat. Jika pemikiran ungul-mengunggul atau setidaknya membedakan antara para nabi Allah ini dituruti, maka mestinya nabi Yahya lebih suci dari Yesus, sebab Yohaneslah yang membabtisnya di sungai Jordan. Namun demikian pemikiran semacam itu ditolak keras oleh Islam, sebab pada dasarnya mereka semuanya adalah manusia suci ciptaan Allah, dan sebagai ciptaan kesalahan kecil dari mereka mungkin saja terjadi, dan itu tidak mengurangi kredibelitas mereka sebagai pembawa wahyu, justru hal itu menyatakan bahwa mereka hanyalah manusia utusan Allah yang di utus kepada manusia.

Dr. Sanihu Munir, yang juga mengomentari masalah ini, mengutip pernyataan Yesus dalam Naskah Laut Mati yang menyatakan bahwa Yesus memohon ampun kepada Allah atas segala dosa-dosanya, seperti kutipan dalam Rule of Community 11: 9-10, berikut ini:

“Dan saya (saya tergolong) manusia yang jahat dan termasuk dalam kelompok orang yang keji. Ketidak adilan saya, pelanggaran-pelanggaran saya, dosa-dosa saya… (Termasuk) dalam golongan yang hina dan yang berada dalam kegelapan”.43

Hal ini diperkuat dengan pernyataan Yesus, ketika menjawab pertanyaan muridnya yang menyebutnya “guru yang baik”:

Apakah sebabnya engkau katakan aku ini baik? Seorangpun tidak yang baik, hanya Satu, yaitu Allah. ” (Markus 10:18).

Al-Qur’an, yang mencantumkan do’a nabi Adam sebagai bapak manusia, dan menjadi do’a umat Muslim sehari-hari, menyatakan:

“Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang­orang yang merugi “. (Al-a’raf 7:23).

Apa yang telah dicontohkan oleh para nabi termasuk Yesus dan Rasulullah Muhammad, hendaklah menjadi contoh bagi umat masing-masing. Amatlah naif jika umat nabi Isa tidak mau memohon ampun langsung kepada Allah, karena merasa dosanya sudah ditanggung oleh sang nabi sendiri, padahal Yesus menyatakan :

Sebab anak manusia akan datang dalam kemuliaan Bapaknya, diiringi malaikat malaikatNya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya “. (Matius 16-27).

Yesus yang dengan tegas menyebut dirinya “anak manusia”, menyatakan bahwa pembalasan (pada hari pembalasan) bagi setiap orang sesuai kesalahan masing-masing. Pembalasan itu termasuk bagi mereka yang menyebut Yesus sebagai “anak Tuhan”, sebab tidak mungkin Yesus yang tidak ingin dikultuskan mau menolong umatnya yang tetap mengkultuskan dirinya. Jadi bagaimana dengan doktrin “dosa warisan” dan “penebusan” lewat pendeta atau Kardinal gay yang baru dilantik di New Hampshire?

Kitab Suci , mengapa mereka suka mengubahnya ?

—–Original Message—–
From: religionspirituality@yahoogroups.com [mailto:religionspirituality@yahoogroups.com] On Behalf Of Penggembira
Sent: Wednesday, July 23, 2008 11:38 AM
To: religionspirituality@yahoogroups.com
Subject: [religion&spirituality] KEBIASAAN MERUBAH

KITAB SUCI
Kenapa kalian mengingkari

ayat-ayat Allah…?

KEBIASAAN MERUBAH

Dalam pembahasan agama-agama samawi maka keberadaan wahyu adalah mutlak. Nabi Musa yang ajarannya kemudian menjadi agama Yahudi juga mendapatkan wahyu dari Allah. Hanya saja umat Yahudi lebih mengunggulkan komentar atas wahyu-wahyu tersebut ketimbang wahyu itu sendiri. Maka tidak heran jika umat Yahudi sekarang lebih menyukai Talmud dengan meninggalkan Taurat. Sedangkan Talmud tersusun berdasarkan dua komentar atas Taurat yang terkenal yaitu Mishnah dan Gemara.1 Taurat sendiri yang kini dipegang umat Kristen banyak berisikan hal-hal yang sangat mustahil jika dikatakan sebagai ayat-ayat Allah. Sebagai contoh dalam Yehezkie123 :1-21, berisi ayat-ayat jorok tentang seksual. Diceritakan di dalamnya penyimpangan seksual yang sangat berbahaya bagi perkembangan psikologis bila dibaca oleh anak-anak di bawah umur. Ada kalimat-kalimat yang sangat cabul dengan menyebut (maaf) buah dada, buah zakar, menjamah-jamah, birahi, dan lain-lain, contohnya :

(ayat.3) “Mereka bersundal pada masa mudanya; di sana susunya dijamah jamah dan dada keperawanannya dipegang -pegang”.

Ayat yang selanjutnya 5, 8, 11, 18, 20, 21 dalam kitab yang sama lebih jorok lagi yang tidak sepantasnya ditulis bahkan di dalam buku ini. Hal ini secara tidak langsung menunjukkan adanya perubahan atas ayat-ayat yang diturunkan pertama kali. Kembali pada Taurat, setelah kepunahannya, kitab ini pertama kali ditulis antara tahun 536-456 SM. oleh pendeta Ezra yang masuk dalam Perjanjian Lama sebagai “The book of Ezra”.2 Kitab Perjanjian Lama tertulis dalam bahasa Ibrani, walaupun ada beberapa yang tertulis dalam bahasa Aramaik seperti pada Jeremiah 10:2, Daniel 2:4-7:28, Ezra 4:8-6:16 dan 7:12-26. Penyalinan ke dalam bahasa Yunani (Aleksandria) dilakukan sejak abad III SM. namun pengerjaannya secara lengkap baru selesai sekitar abad I M. inilah yang dikenal sebagai “Septuagint” yaitu kitab Perjanjian Lama tertua dan paling umum. Selain ini ada penyalinan lain seperti versi Siriak yang dikerjakan dari abad II SM hingga abad II M. juga versi Coptik dan Ghotik yang bersumber dari Septuagint. Baru pada tahun 382-405 M, St. Jerome menyalin ke dalam bahasa Latin yang bersumber dari versi Ibrani dan Yunani yang kemudian dikenal sebagai “Vulgate”.3 Kini naskah tertua kitab Taurat (Perjanjian lama) yang dimiliki oleh Gereja adalah yang tertulis sekitar tahun 1005. maka Kitab Perjanjian Lama yang paling modern berdasarkan salinan yang dikeijakan oleh para Masoret (yaitu kelompok penulis kitab suci Yahudi) ini.4 Penyalinan dari satu bahasa Re bahasa lain tidak menutup kemungkinan adanya perubahan. Hal ini semakin jelas dengan ditemukannya gulungan naskah kitab suci di Gua Qumran del:at.laut mati (The Dead Sea Scrolls). Jeffery L. Sheller & Joannie M. Schorf dalam komentarnya tentang The Dead Sea Scrolls menyatakan:

“Satu gulungan secara dramatis menunjukkan minimal satu kitab Perjanjian Lama telah berrrbah melalui abad-abad penyalinan Naskah gulungan kitab Yesaya pasal 66 – diantaranya tersimpan lerrgkap di perpustakaart Qumran-ditemukan 13 perbedaan minor dari teks modern”. 5

Injil yang masuk dalam kitab Perjanjian Baru, tidaklah mengalami nasib yang lebih baik. Akibat pemaksaan doktrin trinitas pemakaian kosa kata dalam injil berubah, berikut ayat-ayat sisipan yang dapat merancukan paham monoteisme sebagai ajaran asli Yesus. Menurut Theodore Zahn, sebagaimana dikutip oleh E.J. Goodspeed di dalam The Apostolic Fathers, menjelaskan bahwa sampai sekitar tahun 250 M Kalimat keimanan itu masih berbunyi: “Saya percaya kepada Allah yang Maha Kuasa”. Antara tahun tahun 180 M sampai dengan tahun 210 M ada yang menambah kata “Bapa” di depan kata “Yang Maha Kuasa”: Tindakan ini dikecam keras oleh beberapa tokoh-tokoh gereja. Uskup Victor dan Zephysius mengutuk penambahan yang mencemari kemurnian kitab suci dan menentang pendapat yang mengatakan bahwa Yesus itu adalah oknum Tuhan.6 Penambahan tersebut adalah konsekwensi dari penerapan pendapat bahwa Yesus adalah ‘anak tuhan’.

Seperti pendahulunya, kitab Perjanjian Lama yang diguncang badai penemuan arkeologi berupa gulungan kitab ­kitab suci di Gua Qumran (1947), akhir-akhir ini kitab Perjanjian Baru juga mengalami nasib yang sama, para sarjana Bibel yang terdidik di universitas terbaik di Amerika dan Eropa berkumpul bersama dalam sebuah kajian panjang selama 6 tahun untuk menjawab pertanyaan bersama ‘Apa sebenarnya yang dikatakan oleh Yesus?”.7 Pertanyaan ini akhirnya terjawab dengan suatu hasil penelitian yang menggemparkan dunia Kristen bahwa perkataan yang diperkirakan asli dari Yesus hanya 18 %, dan sisanya?.8 Suatu hasil kajian panjang dari para sarjana Bible terkemuka yang tidak bisa begitu saja terabaikan. Namun demikian apa tanggapan mereka-mereka yang sudah mengeras hatinya? Beberapa tokoh Kristen Indonesia menyatakan bahwa kajian tersebut tidak valid karena menggunakan metodologi skeptisme?.

Pada awal buku ini kami pernah menyinggung tentang janji Allah dalam al-Qur’an:

“…Perhatikan bagaimana Kami Menjelaskan kepada mereka (ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu) (Al-Maidah 75).

Tanda-tanda kebesaran Allah telah dipertontonkan dengan penemuan arkeologi di Qumran dan seminar 6 tahun para pakar Alkitab. Satu bukti yang tidak bisa begitu saja dianggap remeh. Dan seperti yang diperingatkan Allah kita dapat menyaksikan bagaiamana mereka berpaling. Maha benar Allah dengan segala firmannya.

Kebiasaan yang mendarah daging

Penetapan pendapat bahwa seorang manusia menjadi ‘anak tuhan’  yang kemudian mewujudkan doktrin Trinitas mengharuskan adanya sekian banyak kebohongan yang terus­menerus berjalan berabad-abad. Hal ini telah menjadikan hat para pelakunya semakin mengeras. Peringatan Allah melalui para Nazaren (bahasa al-Qur’an Nashoro) mereka tanggapi dengan amat kejam, banyak dari mereka yang terbunuh.

Kekerasan hati itu menyebabkan mereka berbuat apa saja termasuk mengganti ayat-ayat Allah yang diturunkan kepada nabi Musa As. kemudian nabi Isa As. Tidak puas dengan merubah ayat-ayat yang diturunkan kepada kedua nabi tersebut mereka berusaha merubah ayat-ayat yang diturunkan kepada nabi terakhir Muhammad Saw. Upaya pengaburan Al-Qur’an mereka lakukan sejak dulu dengan mengeluarkan hadits-hadits Israiliyat, juga upaya merubah ayat-ayat Al-Qur’an. Di Indonesia sendiri umat Kristen baru-baru ini dengan sangat berani memunculkan sebuah buku dengan judul Al-Haqiqah al-Makhfiah daakhil al-Quran al-Karim yang mereka samarkan sebagai hasil terbitan pemerintah Saudi Arabia dan diterjemahkan menjadi “Kebenaran tersembunyi dalam al-Qur’an”. Di dalamnya termuat ayat-ayat yang dipotong-potong serta penerjemahan yang dimanipulasl dengan mencatut nama para penerjemah yang dikenal di Barat yaitu Yusuf Ali dan Pickthal untuk tujuan tertentu. Sebagai contoh, mereka memotong-motong satu ayat dalam surat Yunus: 94, sebagai berikut :


Diartikan :

Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang mernbaca kitab sebelum kamu, Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadarrtu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-sekali kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu.

Padahal ayat yang sebenarnya adalah :

Maka jika kamu (Muhammad) dalam keragu-raguan tentang apa yang kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang yang membaca kitab sebelum karnu. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu. (QS.Yunus: 94).

Ayat di atas dipakai alasan Dr. Robert Morey untuk menyatakan bahwa ajaran al-Qur’an berasal dari injil apokrit (terlarang/bid’ah). Menurut Ibnu Katsir ayat tersebut adalah merupakan sugesti bagi umat, bahwa sifat nabi mereka tercantum dalam kitab-kitab terdahulu. Seperti yang diriwayatkan oleh Qotadah, Ibnu ‘Abbas, Sa’id bin Jubair, serta Hasan al-Bashri bahwa Rasulullah mengomentari perihal ayat tersebut dengan mengatakan: “Aku tidak ragu dan tidak bertanya”.9

Upaya-upaya lain amatlah banyak termasuk apa yang ditulis oleh Dr. Robert Morey yang sedang kita bahas dalam buku ini.

Poin hujatan atas Al-Qur’an

Poin-poin hujatan Dr. Robert Morey terhadap al-Qur’an meliputi masalah:

  1. Masalah proses pewahyuan dan mujizat

  2. Sejarah penulisan al-Qur’an

  3. Redaksi dan bahasa al-Qur’an

  4. Beberapa kandungan al-Qur’an.

Hanya saja cara menghujatnya sangat tidak menunjukkan citra seorang akademis. Secara umum cara yang dilakukan sangat memalukan diantaranya:

  1. Memanipulasi riwayat hadits tentang sejarah penulisan al-Qur’an.

  2. Memanipulasi penerjemahan ayat-ayat Qur’an.

  3. Menggunakan logika “Yang lama mencocokkan yang baru” sebagai dasar untuk menilai keabsahan kandungan al-Qur’an (sudah kita bahas pada awal buku ini).

  4. Serta ungkapan-ungkapan kebencian yang tidak berdasar sama sekali.

Wahyu dan Mukjizat

—–Original Message—–
From: religionspirituality@yahoogroups.com [mailto:religionspirituality@yahoogroups.com] On Behalf Of Penggembira
Sent: Wednesday, July 23, 2008 11:48 AM
To: religionspirituality@yahoogroups.com
Subject: [religion&spirituality] WAHYU DAN MUKJIZAT

WAHYU DAN MUKJIZAT

Wahyu dan pewahyuan

Pada awal pembahasan buku ini kita pernah membahas adanya kesinambungan wahyu sejak Nabi-nabi terdahulu hingga yang terakhir. Pesan-pesan Tauhid dan dua prinsip kehidupan sesama manusia, yang tergambar dalam prinsip kasih sayang dan prinsip keadilan, terlestarikan pada masing-masing kitab.

Untuk menyajikan kajian tentang wahyu ini, kami akan menggunakan berita-berita nubuat dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru (Injil). Kalau kami membahasnya dari kacamata Bibel bukan berarti mempercayai seluruh isi Bibel, ayat-ayat Bibel yang menyalahi konsep tauhid dan dua konsep kemanusiaan akan kami kesampingkan apalagi ayat-ayat yang porno dan tidak masuk akal. Hal ini berdasarkan prinsip yang dipakai Dr. Robert Morey dalam banyak hujatannya terhadap al-Qur’an, yaitu “Yang lama mencocokkan yang baru”. Dan sudah kita bahas pada awal buku ini. Pendapat kami tersebut tidak bisa disebut inkonsisten, di mana menyatakan ada penyelewengan dalam Bibel di satu pihak sementara beberapa dalil memakai Bibel. Inkonsistensi bisa dikatakan jika tidak ada aturan yang jelas, sementara bahasan kami ini berdasarkan aturan yang ditetapkan sendiri oleh Dr. Robert Morey seperti prinsip tersebut di atas. Dengan prinsip ini sebenarnya secara logika kami boleh menggunakan ayat-ayat al-Qur’an untuk menunjang semua bahasan sehingga kita akan mendapatkan pengertian yang benar dari permasalahan yang dilontarkan.

Banyak sekali ayat-ayat Bibel yang menubuatkan akan adanya seorang Nabi baru yang datang setelah Nabi Isa As, (Yesus). Dan perlu kami tegaskan bahwa tidak ada nabi lain setelah masa Yesus, sebab Yohanes Pembabtis (Nabi Yahya) adalah hidup sezaman dengan Yesus. Namun kami hanya memfokuskan pada nubuat Musa yang tercantum pada Kitab Ulangan 18:18. (kitab ulangan masuk dalam perjanjian lama/ Taurat). Ayat tersebut berbunyi :

“Bahwa aku akan menjadikan bagi mereka itu seorang nabi dari antara segala saudaranya, yang seperti engkau (Musa), dan Aku akan mernberi segala firman-Ku dalam mulutnya dan iapun akan mengatakan kepadanya segala yang Kusuruh akan dia” (Kitab: Ulangan 18:18).

Dalam mencermati ayat di atas Ahmed Deedat membuktikan dengan sangat baik bahwa yang dimaksud dalam kitab ulangan tersebut adalah Nabi Muhammad Saw walaupun kebanyakan sarjana Kristen menyatakan tidak mengakui hal itu10. Alasan yang dikemukakan Ahmed Deedat secara ringkas sebagai berikut :

  • …….antara segala saudaranya : Isyarat untuk keturunan IsmaEL saudara IsraEL keturunan Ibrahim dari Ishaq. Bibel juga mengakui bahwa Ibrahim berputra Ismael dan Ishaq.
    …...yang seperti engkau (Musa) : Isyarat untuk nabi yang perihalnya seperti Musa yaitu Muhammad dengan alasan sebagai berikut :

  • Musa dan Muhammad dilahirkan melalui ibu dan bapak. Yesus tidak.

  • Musa dan Muhammad menikah dan mempunyai anak. Yesus tidak.

  • Musa dan Muhammad diterima kaumnya -bani Israel­Yesus tidak.

  • Musa dan Muhammad membawa hukum agama baru. Yesus hanya meneruskan. 11 (Sampai hari ini pun Taurat dan Injil dalam satu paket yang disebut Alkitab/Bibel, atau perjanjian lama dan perjanjian baru12).

Dalam menjelaskan ayat di atas -... dan aku akan memberi segala firman-Ku dalam mulutnya- Ahmed Dedat mencontohkan dalam perdebatannya dengan pendeta Dominee sebagai berikut :

Apakah artinya jika dikatakan, “Saya akan menaruh firman saya dalam mulut Anda?’ Perhatikan, ketika mula-mula saya meminta Anda (Dominee) untuk membuka Ulangan 18: 18 dan jika saya meminta Anda untuk membacanya, lalu Anda telah membacanya, apakah itu berarti saya telah menaruh firman saya dalam mulut Anda?”

Dominee menjawab, “Tidak”

Tetapi, saya melanjutkan, “Jika saya mengajari Anda sebuah bahasa yang Anda tidak mempunyai pengetahuan tentangnya, seperti bahasa Arab, dan bila saya meminta Anda untuk rnembaca atau mengulangi sesudah saya”, apa yang saya ucapkan yaitu:

“Katakanlah, ‘Dia-lah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan. Dan, tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia. (QS. Al-Ikhlas : 1-4).

Tidakkah saya sedang menaruh kata-kata asing yang belum pernah didengar dan telah kamu ucapkan, ke dalam mulut Anda?” Dominee tentu saja setuju.

Dengan cara yang sama, saya berkata, “Kata-kata kitab suci Al-Qur’an, wahyu yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa kepada Muhammad diungkapkan.”

Ilustrasi Ahmed Deedat dalam menjelaskan kalimat di atas menjadikan gambaran tentang proses pewahyuan semakin dapat dinalar. Al-Qur’an sendiri memberikan gambaran yang sama sebagai berikut :

“Sesungguhnya kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat”. (QS. Al-Muzammil : 5).

“Kami akan membacakan (al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) maka kamu tidak akan lupa “. (QS. Al-A’laa: 6).

Dan seperti yang kita lihat bahwa ayat dalam kitab Ulangan 18:18 di atas adalah wahyu yang diberikan kepada Nabi Musa, -yang tentunya dengan bahasa Ibrani.13

Proses penurunan wahyu dengan cara ‘dibacakan’ – menurut Qur’an- atau ‘memberi segala firmanku kedalam mulutnya’ menurut gaya bahasa Taurat, secara tegas menunjukkan bahwa wahyu tersebut atau al-Qur’an bukan dari Nabi Muhammad Saw atau Nabi Musa, baik materi maupun bahasa. Dalam al-Qur’an disebutkan bahwa Rasulullah pernah tergesa-gesa menggerakkan bibirnya untuk menirukan wahyu yang dibacakan.

Bibel yang diyakini kebenarannya oleh Dr. Robert Morey telah menyatakan kebenaran Nabi Muhammad Saw. dan al­Qur’an, bahkan dengan penjelasan tentang proses pewahyuannya. Satu proses pewahyuan al-Qur’an kepada Muhammad yang dijelaskan secara lebih gamblang dan bisa dinalar. Maka ketika disebut dalam hadits-hadits nabi tentang proses pewahyuan yang melalui Malaikat Jibril hal itu bukanlah hal yang mengada-ada. Para sahabat pun menurut riwayat hadits ada menyaksikan kedatangan Jibril. Namun demikian proses pewahyuan melalui pembacaan oleh Jibril lebih masuk akal ketimbang penjelasan Injil tentang pewahyuan Yesus :

“Maka Yahyapun menyaksikan serta herkata : ‘Aku sudah nampak Roh Allah turun dari langit, seperti seekor burung merpati, lalu hinggap di atasNya“. (Yahya 1: 32).

Jika dibaca melalui kaca mata Muslim, maka ….. di atasnya”, dengan memakai ‘n’ dengan huruf kecil. Itu berarti Allah mengutus Jibril datang kepada Yesus sehingga “seekor burung” sebagai suatu kiasan. Mungkin bahasa manusia abad I masehi memakai cara tersebut. Ayat ini secara tidak langsung menyatakan bahwa Roh (Qudus) adalah utusan, dan Yesus adalah nabi, di sini istilah wahyu baru ada.

Tapi kalau dibaca menurut kaca mata Kristen Trinitas, maka ayat tersebut sekedar bacaan tanpa makna. Cerita tiga tuhan sedang bersilaturrahmi. Bagaimana mungkin tuhan mewahyukan firman kepada tuhan. Yah begitulah Ajaran Nabi Isa telah dibajak oleh Paulus.

Proses pewahyuan al-Qur’an seperti di atas adalah salah satu tingkatan pewahyuan. Al-Qur’an diturunkan secara bertahap selama 23 tahun, bukan diturunkan satu kitab secara langsung. Prosesnya pun berbeda-beda dari tingkat yang terendah hingga yang tertinggi yaitu pertemuan dengan Pencipta, seperti yang dialami Nabi Muhammad ketika Isra’ mi’raj dan mendapat perintah shalat, juga Nabi Musa yang disebut al-Qur’an sebagai Nabi yang kepadanya Allah berbicara.

Proses pewahyuan yang secara bertahap inilah yang dipahami salah oleh Dr. Robert Morey dan dijadikan alasan bahwa ada kontradiksi dalam masalah pewahyuan.14 Sebab umat Kristen secara umum tidak memiliki pandangan yang tepat masalah pewahyuan. Seperti pewahyuan Nabi Musa misalnya Selalu digambarkan satu buku turun dari langit, apalagi pewahyuan Nabi Isa As. jelas sulit mereka jelaskan karena Nabi Isa sendiri mereka lantik menjadi ‘tuhan’, karena itu mereka Sering menggunakan bahasa kiasan burung merpati yang mungkin sering kita lihat di gambar-gambar Yesus. Kalangan Kristen yang mengerti tentu saja enggan menjelaskan burung merpati tersebut, tapi yang tidak tahu ditelan mentah-mentah karena disajikan dengan gambar yang indah.

Mukjizat

Kita mengetahui dari al-Qur’an bagaimana para nabi terdahulu dalam penyebaran dakwahnya dibekali oleh hal-hal yang supranatural. Seperti perahu Nuh, Tongkat Nabi Musa, Menghidupkan orang mati dll. Tidak disangkal bahwa hal-hal seperti itu adalah adikudrati, sebagaimana diutarakan oleh Dr. Robert Morey dalam membanggakan nabi Isa.15 Umat muslim juga berpendapat sama bahwa itu adikudrati yang diberikan oleh Allah. Umat muslim juga ikut bangga bahkan cerita itu seringkali disampaikan pada anak-anak sejak masih kecil. Namun kemudian jika hal itu ditujukan untuk menyatakan bahwa ajaran Islam tidak valid karena mukjizat umat muslim yang berupa al-Qur’an kalah dibanding mukjizat nabi-nabi sebelumnya tentu saja tidak benar. Pernyataan Dr. Robert Morey ini mirip dengan cerita anak kecil yang mengunggulkan siapa dan apa saja yang disukai.

Secara jujur, mukjizat Yesus, hanya terjadi pada masa kenabiannya. Dan hal itu tidak bisa difungsikan pada masa sekarang. Namun al-Qur’an yang diturunkan 14 abad lalu masih ada dan masih menjalankan fungsinya. Anda bisa melihat bagaimana Islam masuk Eropa dan Amerika, apakah dengan menghidupkan orang mati? atau membelah laut dengan tongkat Musa? tentu saja tidak. Islam masuk Amerika dan Eropa karena ajaran al-Qur’an yang bersifat logis, setiap penyajiannya disertai dengan dalil-dalil, bahkan berisi isyarat Ilmu pengetahuan yang sedang menjadi symbol masa sekarang. Dan karena kebesaran al-Qur’an itulah buku Islamic Invasion ditulis, coba perhatikan judulnya : THE ISLAMIC INVASION Confronting the World’s Fastest Growing Religion. Tidakkah judul itu ditulis untuk membuktikan kehebatan al-Qur’an yang mampu menembus jantung Eropa dan Amerika hingga menjadikan agama Islam menjadi agama yang paling cepat perkembangannya?.

Justru seiring perkembangan pemikiran manusia, di mana manusia modern menginginkan sesuatu yang logis, maka hal-hal yang bersifat adikudrati dianggap hanya sebatas legenda yang diceritakan kepada anak-anak kecil ketika hendak tidur. ya..itulah manusia, selalu punya alasan untuk menolak. Masyarakat modern menghendaki bukti empiris yang logis, bukan hal yang tidak bisa dicerna akal. Otoritas gereja sekarang tidak akan bisa memaksa seorang ilmuan untuk mengimani TRINITAS dengan menceritakan mukjizat para nabi terdahulu. Begitu juga ciri penyampain logis dalam al-Qur’an, mungkin tidak akan efektif pada masa Musa dan Isa. Sebab pemikiran manusia pada 4000 tahun yang lalu jelas berbeda dengan sekarang. Berikut ini pengakuan dari Nazmi Luke seorang pendeta Mesir yang dinukil oleh Dr. Quraish Shihab dalam Mu’jizat al-Qur’an sebagai berikut :

“Tidak dapat disangka! bahwa menghidupkan orang mati, mengembalikan penglihatan orany buta, dan lain-lain merupakan hal-hal yang bernilai agung. Akan tetapi, itu sernua tidak akan berarti sarna sekali apabila ia dimaksudkan untuk membuktikan bahwa 2+2 = 9. Karena itu adalah wajar jika dipaparkan kepada rnanusia yang telah mencapai kedewasaannya bukti-bukti rasional dan logis”.16

Berikut ini akan kami ketengahkan bagaimana satu ayat al-Qur’an disertai satu hadits Nabi dapat merubah pandangan seorang Prof. Dr. Joe Leigh Simpson tentang agama. Dia adalah ketua Jurusan Ilmu Kebidanan dan Ginekologi serta Pakar molecular dan Genetika Manusia, Baylot College Medicine, Houston Amerika.

Itu terjadi pada pertemuan dan dialog yang diadakan dengan ilmuwan terkenal dalam bidang ilmu pengetahuan yang berbeda. Hal ini dilakukan untuk menguji fakta ilmiah yang disebutkan di beberapa ayat al-Qur’an. Selain untuk menyorot fakta bahwa Agama Islam mendorong kemajuan Ilmu pengetahuan. Dialog tersebut diceritakan oleh Abdullah M. Rehaili sebagai berikut :

Ketika kami pertama kali bertemu dengannya, Prof. Simpson menuntut pembuktian al-Quran dan Sunnah. Akan tetapi, kami sanggup menghilangkan kecurigaannya. Kami menunjukkan kepadanya sebualt naskah garis besar perkembangan embrio. Kam; membuktikan kepadanya bahwa al-Quran menjelaskan kepada kita bahwa turunan atau hereditas dan sifat atau kromosom yang tersusun hanya bisa terjadi setelah perpaduan yang berhasil antara sperma dan ovum. Sebagaimana yang kita ketahui, kromosom-kromosom ini berisi semua sifat-sifat baru manusia yang akan menjadi mata, kulit, rambut dan lain-lain.


Oleh karena itu, beberapa sifat manusia
yang tersusun itu ditemukan oleh kromosomnya. Kromosom­kromosom ini mulai terbentuk sebagai permulaan pada tingkatan nutfah dari perkembangan embrio. Dengan kata lain, ciri khas manusia baru terbentuk sejal: tingkatan nutfah yang paling awal. Allah Yang Maha agung dan Yang Maha Mulia berfiman di dalam Al­-Quran :

“Celakalah kiranya manusia itu ! Alarngkah ingkarnya (Kepada Tuhan). Dari apakah dia diciptakan ? Dari setetes air mani. (Tuhan) menciptakannya dan menentukan ukuran yang sepadan dengannya. (QS Abassa: 17-19)

Selama empat puluh hari pertama kehamilan, semua bagian dan organ tubuh telah sempurna atau lengkap, terbentuk secara berurutan. Nabi Muhammad SAW menjelaskan kepada kita di dalam hadistnya : “Setiap dari kamu, semua komponen penciptamu terkumpul dalam rahim ibumu selam empat puluh hari.”

Di dalam hadist lain, Nabi Muhammad SAW bersabda:

Ketika setetes nutfah telah melewati 42 malam, Allah menyuruh seorang malaikat ke rahim perempuan, yang berkata : ‘Ya Tuhan! Ini laki-laki atau perempuan? Dan Tuhanrmu memutuskan apa yang Dia kehendaki. “

Profesor Simpson mempelajari dua hadist ini intensif, yang mencatat bahwa empat puluh hari pertama itu terdapat tingkatan yang dapat dibedakan secara jelas atau embriogenesis. Secara khusus, Dia dibuat kagum dengan penelitian yang mutlak dan keakuratan kedua hadist tersebut. Kemudian dalam salah satu konferensi yang dihadirinya, dia memberikan pendapat sebagai berikut :

“Dari kedua hadist yang telah tercatat dapat membuktikan kepada kita gambaran waktu secara spesifik perkembangan embrio sebelum 40 hari. Terlebih lagi, pendapat yang telah berulang-ulang dikemukakan pembicara yang lain pagi ini bahwa kedua hadist ini telah menghasilkan dasar pengetahuan ilmiah yang mana rekaman mereka sekarang ini didapatkan”.

Profesor Simpson mengatakan bahwa agama dapat menjadi petunjuk yang baik untuk pencarian ilmu pengetahuan. Ilmuwan Barat telah menolak hal ini. Seorang ilmuwan Amerika mengatakan bahwa agama Islam dapat mencapai sukses dalam hal ini. Dengan analogi jika Anda pergi ke suatu pabrik dan Anda berpedoman pada mengoperasilcan pabrik itu, kemudian Anda akan paham dengan mudah bermacam­macam pengoperasian yang berlangsung di pabrik itu. Jika Anda tidak memiliki pedoman ini, pasti tidak memiliki kesempatan untuk memahami secara baik versi proses tersebut.

Profesor Simpson berkata: “Saya pikir tidak ada pertentangan antara ilmu genetika dan agama, tetapi pada kenyataannya agama dapat menjadi petunjuk ilmu pengetahuan dengan tambahan wahyu ke beberapa pendekatan ilmiah yang tradisional. Ada kenyataan di dalam al-Quran yang ditunjukkan oleh ilmu pengetahuan menjadi valid, yang mana al-Quran mendukung ilmu pengetahuan yang berasal dari Allah.”

Inilah kebenaran. Orang-orang Islam tentunya dapat memimpin dalam cara pencarian ilmu pengetahuan dan mereka dapat menyampaikan pengetahuan itu dalam status yang sesuai. Terlebih lagi orang Islam mengetahui bagaimana menggunakan pengetahuan itu sebagai bukti keberadaan Allah, Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Mulia untuk menegaskan kerasulan Nabi Muhammad SAW.17

Ayat Al-Qur’an dan hadits tersebut disampaikan 14 abad yang lalu dimana bangsa Arab saat itu tidak memiliki ilmu pengetahuan modern. Mungkinkan seorang Muhammad yang disebut ummy (buta huruf) memiliki pengetahuan itu dari dirinya sendiri?. Tidakkah ini bukti kebenaran al-Qur’an? Ini hanya salah satu dari tanda-tanda kebesaran Allah yang bakal dipertontonkan dihadapan manusia, agar kembali kepada tauhid seperti yang dijanjikan oleh Allah Swt. dalam al-Qur’an sebagai berikut:

‘Akan Kami perlihatkan secepatnya kepada mereka kelak, bukti-bukti kebenaran Kami di segenap penjuru dunia ini dan pada diri mereka sendiri, sampai terang kepada mereka, bahwa al-Qur’an ini suatu kebenaran. Belumkah cukup bahwa Tuhan engkau itu menyaksikan segala sesuatu.” (QS. Fushshilat: 53).


Hari Sabath Minggu atau Sabtu ?

—–Original Message—–
From: religionspirituality@yahoogroups.com [mailto:religionspirituality@yahoogroups.com] On Behalf Of Penggembira
Sent: Wednesday, July 23, 2008 3:48 PM
To: religionspirituality@yahoogroups.com
Subject: [religion&spirituality] Minggu tidak sabtu bukan

Minggu tidak sabtu bukan

Oleh : Martin Jatinangor

Sudah menjadi kebiasaan sebagian orang Kristen sering pergi ke rumah ibadat atau gerja pada hari minggu.Seperti halnya di Indonesia sebagian umat Kristen melakukan ritual keagamaannya di gereja pada hari minggu, lain halnya yang terjadi di dataran Eropa dan Amerika , menurut kabar dari New York (KDY) yang dikabarkan oleh putra bangsa asal kanjang sulawesi KH.Syamsi Ali Imam mesjid yang terdapat dijantung kota paman sam , gereja-gereja saat ini telah banyak ditinggalkan oleh penganut yesus, sebagain ada yang beralih fungsi menjadi mesjid. Hal itu tidak lain disebabkan karena mereka kaum Kristen sudah bisa melihat kenyataan bahwa banyak paradoks antara bunyi ayat dalam bible dan pemahamannya dengan wujud praktek ibadah yang dilakukannya.

Salah satu ketidak sesuaian antara firman dengan praktek ibadah adalah tentang hari berhentinya dari pekerjaan atau yang disebut dengan hari sabat

Perintah yang terdapat dalam Kitab Taurat Musa yaitu pada kitab Ulangan 5:7-21 yang dalam bahasa inggrisnya disebut ten commandments nampaknya tidak lagi dijalankan oleh para pengikut orang-orang Kristen .

Satu dari Sepuluh perintah tuhan di antaranya adalah menetapkan dan mengkuduskan hari sabat .Sebagai orang Kristen yang baik dan benar serta setia dan taat tentunya harus menjalankan dan mematuhi perintah tersebut . Sepuluh Firman Allah itu suci adanya, bahkan ditulis oleh jari Allah sendiri pada dua loh batu kemudian diberikan kepada Musa untuk disampaikan kepada segenap manusia. Oleh sebab itu, sebagai umat Kristen, mereka harus pelihara dan jalankan semua hukum-hukum itu.

Seandainya ada sebagian hukum dalam Sepuluh Perintah Allah tersebut tidak dijalankan, tidak dihormati lagi oleh sebagian besar umat Kristiani, baik Katolik maupun prostestant mereka itu telah tersesat dari jalan-jalan Tuhan.

karena ke Sepuluh Firman Allah itu sudah final dan harus diimani dan dijalankan dengan sepenuh hati dan ikhlas dalam rangka tunduk dan patuh atas segala firman Tuhan. Itu perintah yang sangat suci dan harus dipelihara dan dijalankan, sebab perintah itu ditulis langsung dengan jari-jari tangan Tuhan sendiri dan Dia sendiri yang menyerahkan langsung kepada nabi Musa.

Namun alangkah disayangkan dengan apa yang sesungguhnya dilakukan oleh penganut sebagian besar orang Kristen , mereka tidak konsisten terhadap apa yang ditulis tuhannya dalam Salah satu hukum dari Sepuluh Firman Allah adalah menghormati dan mengkuduskan hari SABAT sebagai hari perhentian pada hari ke tujuh…..itu tertulis jelas dalam alkitab yaitu sebagai hukum yang ke empat.

Seorang pemuka agama Kristen dengan jujur mengatakan bahwa sebagian besar umat Kristen mengkuduskan hari Minggu. Buktinya semua umat Kristen beribadah pada setiap hari Minggu, kecuali dari golongan minoritas Advent.

Menurut Advent, hari Sabat itu jatuh pada hari Sabtu, tetapi kristen Protestan dan juga Katolik dan Kristen lainnya, jatuh pada hari Minggu.

Perbedaan Sabtu dan Minggu
Kristen Advent merayakan sabat pada hari Sabtu, karena mereka menggunakan penanggalan Yahudi. Sementara katolik dan prostestant yang merayakan hari Minggu, mereka menggunakan penanggalan Gregorian.

penanggalan Gregorian, jika dihitung hari kerjanya, hari Minggu adalah hari ketujuh. Hari mulai bekerja itu Senin. Jadi Minggu adalah hari ketujuh. Kalau di hitung : 1. senin 2 Selasa. 3. Rabu 4. Kamis 5 Jumat 6 Sabtu 7 Minggu.

Hal ini bertentangan dengan alkitab ,jelas sekali disebutkan bahwa yang disebut hari pertama itu “Hari Minggu” bukan hari Senin.Penanggalan Gregorian baru diperkenalkan pada tahun 1582. kemudian orang Scotlandia menyetujui penanggalan Gregorian baru pada tahun 1600-an. Jerman, Denmark dan Swedia baru menerimanya pada tahun 1700-an. Apalagi Inggris menerimanya baru pada tahun 1752. ini berarti bahwa penanggalan Gregorian baru dikenal sekitar 300-400 tahun yang lalu. Sementara informasi Alkitab, bahwa hari pertama “hari Minggu” sudah ribuan tahun.

Banyak orang kristen tidak mengikuti apa yang tertulis dalam alkitab,mereka tidak yakin lagi dengan informasi dari kitab suci sendiri, lalu beralih lebih percaya memilih penulis penanggalan Gregorian.

Dalam alkitab yang disebut “hari bekerja Tuhan”, tidak sama seperti “hari bekerja manusia”. Yang dimaksud dengan “hari bekerjanya Tuhan” yaitu hari-hari ketika Tuhan menciptakan alam semesta, sementara “hari bekerjanya manusia” yaitu hari kerjanya manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup, agar dia bisa melangsungkan kehidupan di bumi ini.

Menurut alkitab hari pertama itu hari minggu, sementara menurut pemuka gereja hari senin. Orang kristen memilih hari Minggu bukan Sabtu seperti yang Tuhan firmankan , dengan demikian kebanyakan kaum kristen bukan mengikuti firman Tuhan tapi mengikuti kata pemuka gereja.(konsili gereja )

Enam bukti menurut Alkitab bahwa “hari pertama” itu adalah hari Minggu!!!! Bukan Senin, sehingga jatuhnya hari sabat yaitu hari Sabtu, bukan Minggu.

• Matius 28:1.
Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.

• Markus 16:9.
Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.

• Lukas 24:1
tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka.

• Yoh 20:1
Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.

• Yohanes 20:19
Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!”

ke enam ayat tersebut merupakan bukti bahwa “hari Minggu adalah hari pertama?” sehingga tepat pada hari ketujuh merupakan hari sabtu.

tidak ada dalil yang tertulis bahwa hari kudus itu hari Minggu. Kaum Kristen tidak melihat makna yang tersurat tetapi mereka melihat makna yang tersirat , bahwa hari Minggu adalah hari yang dikuduskan, yaitu sebagai hari “kebangkitan Yesus”.

Semua umat kristiani yakin dan percaya bahwa Yesus bangkit pada hari Minggu. Untuk mengabdikan “hari kebangkitan Yesus”, maka gereja menetapkan hari Minggu sebagai hari yang harus diperingati sebagai hari suci.

Menurut alkitab yesus bangkit pada hari minggu, tetapi bukan berarti bahwa Tuhan menyuruh mengkuduskan hari tersebut. Jika tuhan menyuruh menghormati dan mengkuduskan hari itu, mana dalilnya dalam alkitab dimana tuhan mengatakan “kuduskanlah hari Minggu”, tidak ada bukan? Yang ada “kuduskanlah hari Sabat”.

Sabat dalam kronologis kematian yesus
Umat Kristen harusnya mengakui bahwa hari Sabat itu jatuh pada hari Sabtu. Karena mereka percaya bahwa Yesus mati pada hari Jumat dan bangkit pada hari Minggu.Coba kita baca kronologi ketika Yesus mati, dikubur dan bangkit dari kuburnya.

• Lukas 23:52-54
23:52 Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus.
23:53 Dan sesudah ia menurunkan mayat itu, ia mengapaninya dengan kain lenan, lalu membaringkannya di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu, di mana belum pernah dibaringkan mayat.
23:54 Hari itu adalah hari persiapan dan sabat hampir mulai.

• Lukas 23:55-56
23:55 Dan perempuan-perempuan yang datang bersama-sama dengan Yesus dari Galilea, ikut serta dan mereka melihat kubur itu dan bagaimana mayat-Nya dibaringkan.
23:56 Dan setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur. (23-56b) Dan pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat

• Matius 28:1
Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.

Ayat ayat tersebut sangat jelas mengatakan bahwa Sabat itu hari Sabtu, bukan Minggu. Umat Kristen percaya bahwa Yesus mati hari Jumat dan bangkit hari Minggu. Ini berarti umat kristen harus percaya bahwa antara hari Jumat dan hari Minggu ada satu hari lain, yakni Sabtu. Nah hari Sabtu inilah jatuhnya hari Sabat. Menurut definisi, Sabtu itulah hari sesudah Jumat dan sebelum Minggu.

Umat Kristen membenarkan tentang kenyataan sabat dalam kronologis wafatnya yesus, tetapi mereka mengatakan “hari itu tidak penting”, yang penting adalah dalam seminggu harus ada hari perhentian yang dikuduskan.mereka mengatakan Kalau sabat hari Sabtu, hal itu hanya menurut penanggalan yahudi. Ketika waktu Allah berfirman menurunkan ayatnya pada waktu itu belum ada penanggalan.

Ungakapan yang mereka lontarkan sangat tidak rasional , disatu sisi mereka percaya /mengimani yesus mati pada hari jum’at dan bangkit pada hari minggu di pihak lain mereka mengatakan bahwa hari sabat merupakan penanggalan yahudi ,padahal kronolgis wafatnya yesus tsb merupakan penanggalan yahudi pula.

Tuhan berfirman bahwa yang harus dikuduskan yaitu hari Sabat yang jatuh pada hari Sabtu. Perhatikan firman Allah dalam kitab umat Kristen , mari kita baca Keluaran 20:8-11.

• 20:8 Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:

• 20:9 enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,

• 20:10 tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.

• 20:11 Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

Firman Allah itu sangat jelas bahwa Dia menyuruh beristirahat pada hari ketujuh dan mengkuduskan hari Sabat, karena itu adalah hari yang Dia berkati. Seharusnya Orang Kristen patuh pada perintahNya daripada perintah gereja, bukan? Lagi pula tidak ada satu dalilpun dalam alkitab menyatakan bahwa Tuhan mengkuduskan hari Minggu.

Tapi orang –orang Kristen masih berpendapat dan mengatakan bahwa , hari Minggu juga hari kudus, sebab hari itu sangat menentukan keselamatan umat manusia. Sebab Tuhan memilih Yesus bangkit pada hari Minggu, berarti juga adalah hari pilihan Tuhan.

Meraka sangat bersikukuh dan ngotot membela kesalahan dengan mencari-cari dalil pembenaran atau ketidak rasionalan pendapatnya. Padahal dalam alkitab setebal itu, tidak ada satu ayatpun yang menyuruh mengkuduskan hari Minggu. Bahkan nama hari “minggu” pun tidak disebutkan dalam alkitab, kecuali disebut “hari minggu pertama”. Seandainya mereka mau berpikir yang sehat, dan merenungkan ancaman Tuhan bagi orang yang melanggar perintah Nya pada Keluaran 31:12-18.

• 31:12. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:

• 31:13 “Katakanlah kepada orang Israel, demikian: Akan tetapi hari-hari Sabat-Ku harus kamu pelihara, sebab itulah peringatan antara Aku dan kamu, turun-temurun, sehingga kamu mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, yang menguduskan kamu.

• 31:14 Haruslah kamu pelihara hari Sabat, sebab itulah hari kudus bagimu; siapa yang melanggar kekudusan hari Sabat itu, pastilah ia dihukum mati, sebab setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari itu, orang itu harus dilenyapkan dari antara bangsanya.

• 31:15 Enam hari lamanya boleh dilakukan pekerjaan, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah ada sabat, hari perhentian penuh, hari kudus bagi TUHAN: setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari Sabat, pastilah ia dihukum mati.

• 31:16 Maka haruslah orang Israel memelihara hari Sabat, dengan merayakan sabat, turun-temurun, menjadi perjanjian kekal.

• 31:17 Antara Aku dan orang Israel maka inilah suatu peringatan untuk selama-lamanya, sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, dan pada hari yang ketujuh Ia berhenti bekerja untuk beristirahat.”

• 31:18 Dan TUHAN memberikan kepada Musa, setelah Ia selesai berbicara dengan dia di gunung Sinai, kedua loh hukum Allah, loh batu, yang ditulisi oleh jari Allah.

Melihat ancaman sedemikian seriusnya walaupun bukan orang Kristen, dirasa sangat merinding membaca ancaman Allah terhadap orang yang melanggar perintah Allah, itu jelas sekali menyuruh memelihara hari Sabat turun temurun. Berarti perintah itu berlaku kekal. Bahkan yang melanggarnya mendapat ancaman hukuman mati. Tapi orang Katolik serta sekte Kristen lainnya tenang-tenang saja, bahkan sama sekali tidak menggubrisnya.

Meraka umat Kristen mengagap enteng suatu ketetapan yang begitu penting bahkan saking pentingnya perintah itu, Allah sendiri yang menuliskan dengan jari-jari tanganNya sendiri, kemudian Dia sendiri juga yang menyerahkan kepada nabi Musa.

Perhatikan firman Tuhan ini dalam Keluaran 24:12

• 24:12. TUHAN berfirman kepada Musa: “Naiklah menghadap Aku, ke atas gunung, dan tinggallah di sana, maka Aku akan memberikan kepadamu loh batu, yakni hukum dan perintah, yang telah Kutuliskan untuk diajarkan kepada mereka.”

• Setelah nabi Musa menerimanya, turun lah Musa dari gunung dengan membawa kedua loh batu tersebut. Perhatikan firman Tuhan pada Kel 32:15-16 ini,

• 32:15. Setelah itu berpalinglah Musa, lalu turun dari gunung dengan kedua loh hukum Allah dalam tangannya, loh-loh yang bertulis pada kedua sisinya; bertulis sebelah-menyebelah.

• 32:16 Kedua loh itu ialah pekerjaan Allah dan tulisan itu ialah tulisan Allah, ditukik pada loh-loh itu.

Nah apakah ayat-ayat tersebut belum cukup meyakinkan bahwa sesungguhnya hari Sabat yang semestinya dipelihara, dan dikuduskan serta dipertahankan selama-lamanya adalah hari Sabtu, bukan hari Minggu!!! Dan apakah karya Tuhan yang maha penting dan maha agung bahkan ditulis dengan jari tanganNya sendiri tidak ada harganya???

Pelukis yang menoreh tintanya diatas kanvas atau kertas atau kulit, apalagi dari pelukis kenamaan yang dilukis ratusan tahun lalu, begitu dihargai dan bahkan harganya sangat mahal sampai milyaran rupiah. Kok lukisan langsung dari jari tangan Tuhan sendiri tidak anda jaga, tidak anda hargai dan tidak anda pelihara dan kuduskan???

Bukankah harga lukisan termahal dari tangan manusia hanya sebatas kenikmatan dunia dan tidak menyelamatkan nyawa anda?? Sementara lukisan dan tulisan dengan jari tangan Tuhan menyelamatkan jiwa anda dunia dan akhirat?

Jika umat Kristen mengikuti perintah pendeta atau pemimpin gereja berarti sama saja lebih menghormati dan lebih menghargai lukisan karya tangan manusia daripada lukisan tangan Tuhan, bukan? Cobalah renungkan dan pikirkan dengan hati yang tulus.

Dalam Islam hari beribadah dalam setiap minggu jatuhnya pada hari Jumat, bukan Sabtu dan bukan Minggu. Ada perintah untuk beribadah pada hari Jumat, maka umat Islam setiap minggu juga punya satu hari khusus untuk beribadah secara berjamaah kepadaNya.

beribadah pada hari Jumat terdapat dalam Qur’an surat 62 Al Jumuah (Hari Jumat), ayat 9 bunyinya :
“hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk shalat pada hari Jumat, maka hendaklah kamu bersegera untuk mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Demikianlah yang lebih baik bagi kamu, jika kamu mengetahui.”

Umat Islam tetap konsisten menjalankan ibadah dan pada hari jum’at sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah SWT di dalam Al-Qur’an , walaupun kami berada didalam wilayah negara yang memberikan waktu istirahat pada hari minggu

Sabat Dalam Al-Qur’an
Ada ayat-ayat Al Qur’an yang menceritakan tentang hari Sabat, tetapi ayat itu bukan ditujukan kepada umat Islam, melainkan kepada orang-orang Yahudi yang melanggar hukum Sabat. Mereka tidak mensucikan hari Sabat, bahkan mereka terus saja bekerja pada hari tersebut, sehingga Allah memberikan peringatan bahkan kutukan kepada mereka.
ada sekitar lima kali kata Sabat atau Sabtu disebutkan dalam Al Qur’an, yaitu :

Qs Al Baqarah 65 -66
Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: “Jadilah kamu kera yang hina”. Maka Kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang dimasa itu, dan bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.

An Nisa 47, 154
47. Hai orang-orang yang telah diberi Al Kitab, berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan (Al Qur’an) yang membenarkan Kitab yang ada pada kamu sebelum Kami mengubah muka (mu), lalu Kami putarkan ke belakang atau Kami kutuki mereka sebagaimana Kami telah mengutuki orang-orang (yang berbuat ma’siat) pada hari Sabtu. Dan ketetapan Allah pasti berlaku.

154. Dan telah Kami angkat ke atas (kepala) mereka bukit Thursina untuk (menerima) perjanjian (yang telah Kami ambil dari) mereka. Dan kami perintahkan kepada mereka : “Masuklah pintu gerbang itu sambil bersujud”, dan Kami perintahkan (pula) kepada mereka : “Janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabtu”, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kokoh.

Al A’raf 163
Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu, di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik.

An Nahl 124
Sesungguhnya diwajibkan (menghormati) hari Sabtu atas orang-orang (Yahudi) yang berselisih padanya. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar akan memberi putusan di antara mereka di hari kiamat terhadap apa yang telah mereka perselisihkan itu.

Bunyi ayat Al Qur’an tersebut, dapat kita ketahui bahwa pada masa itu pernah Allah buktikan, memberikan kutukan bagi yang melanggar dan tidak mensucikan hari Sabat, yaitu dengan merobah muka mereka jadi kera yang hina. Maksud Allah yaitu memberikan pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa agar tetap memelihara hukum-hukumNya, karena bagi yang melanggar pasti ada sangsinya. Sangsi itu jika tidak dibuktikan di dunia, pasti akan dibuktikan di akhirat.

Mestinya umat Katolik, Protestan dan sekte lainnya, jika merasa pengikut Yesus yang setia dan menjalankan perintah-perintah Tuhan, harus beribadah pada hari Sabtu sebagai hari Sabat yang dikuduskan Tuhan, bukan hari Minggu. Kenapa? Sebab perintah Tuhan itu kekal dan abadi, berlaku terus sampai kiamat dan seumur hidup Yesus tidak sekalipun beribadah pada hari Minggu.

Menurut kamus berbagai bahasa, Sabat itu artinya Sabtu, bukan Minggu. Bahasa Jawa (Sabbat). Makassar (Saba’na). Bugis (Saba’e). Arab (sabt). Greek/Yunani (Sabbaton). Italia (Sabato). Inggris (Sabbath). Polandia (Sobota). Spanyol (Sabado). Dan bahasa Indonesia (sabtu).

Perlu diketahui, penetapan hari Minggu sebagai hari peristirahatan dan hari ibadah yaitu pada tahun 364 M pada Konsili Laodikea. Pada saat itulah dewan gereja menetapkan, Minggu sebagai hari istirahat dan ibadah bagi umat Kristiani.

Oleh sebab itu beribadah pada hari Minggu, bukan ketentuan dan ketetapan dari Tuhan, tetapi hanya hasil musyawarah para dewan gereja. Makanya tidak terdapat walau satu ayatpun dalam alkitab, dimana Tuhan maupun Yesus yang mengkuduskan dan memberkati hari Minggu. Yang dikuduskan dan diberkati adalah hari Sabat yaitu hari Sabtu!

Dari seluruh alkitab di dunia ini, dalam bahasa apapun, semuanya menunjukkan bahwa hari beribadah yang diperintahkan dan dikuduskan Tuhan, adalah hari Sabtu, bukan Minggu. Dan Al Qur’an juga mengatakan demikian.

Oleh sebab itu semakin jelaslah bahwa beribadah pada hari Minggu, sama sekali tidak ada dasarnya dan dalilnya, baik dalam Alkitab maupun dalam Al Qur’an. Kenapa seperti itu? Sebab beribadah pada hari Minggu hanyalah rekayasa oleh Dewan Gereja pada konsili Laodikea sejak tahun 364 M, tiga abad lebih setelah Yesus meninggal.

Kesimpulan :
Umat Kristen didalam menjalankan ritual keagamaannya, tidak berdasarkan pada nash-nash yang tertulis didalam kitabnya, meraka cenderung melaksanakan apa yang menjadi ketetapan pihak gereja (konsili gereja ) , dari uraian dan sumber bukti yang diberikan berasal dari bible , merupakan sebagian bukti otentik bahwa umat Kristen telah salah kaprah didalam melakukan tatacara beribadah , hal itu merupakan bukti bagi nash-nash al-qur’an , dalam surat Al-Baqarah ayat 101 mengatakan .” Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi Allah yang membenarkan apa (kitab) yang ada pada mereka, sebahagian dari orang-orang yang diberi kitab (Taurat) melemparkan kitab Allah ke belakang (punggung)nya, seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu adalah kitab Allah).

Tidak hanya merubah redaksional kitab yang dilakukan oleh kaum nasrani namun mereka juga melakukan distorsi dalam aplikasi ibadah yang tidak sesuai dengan kitabnya ,sungguh merupakan kabar yang nyata apa yang dikatakan didalam Al-Qur’an .

Selanjutnya QS 2 : 79 menjelaskan . ]Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka Kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan.

Al-Qur’an meceritakan sekaligus membenarkan bahwa pada masa-masa yang lalu Allah SWT pernah memberikan petunjuk pada umat manusia , namun petunjuk itu telah dirubah atu diganti sebagian dari padanya oleh para rahib yahudi dan Nasrani

Umat islam seharusnya lebih mempertebal imannya setelah apa yang Al-Qur’an jelaskan tentang bukti yang benar-benar nyata, bahwa perubahan yang dilakukan oleh orang-orang nasrani atau yahudi , dari dulu hingga sekarang dari redaksional sampai aplikasi beribadah sesungguhnya benar –benar nyata.

Sumber :
Al-Qur’an
Bible
Swaramuslim.net
Moko ginta

Sejarah Perjanjian Baru

—–Original Message—–
From: religionspirituality@yahoogroups.com [mailto:religionspirituality@yahoogroups.com] On Behalf Of Penggembira
Sent: Wednesday, July 23, 2008 4:37 PM
To: religionspirituality@yahoogroups.com
Subject: [religion&spirituality] sejarah perjanjian baru

sejarah perjanjian baru

oleh nelly

1. SEKILAS TENTANG BIBEL
Dalam bentuknya yang sekarang, Bibel memuat dua kitab yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Umat Yahudi hanya beriman kepada Perjanjian Lama atau Taurat, sementara umat Nasrani menganggap Perjanjian Lama sebagai kitab yang berisi syariat-syariat agama, dan Perjanjian Baru atau Injil ditambah surat-surat sebagai perjanjian yang utama.

Dikarenakan kitab Injil tidak banyak mengandung hukum-hukum syariat maka umat Nasrani harus tetap mengacu pada kitab Taurat sebagaimana Yesus sendiri mengatakan dengan tegas bahwa ia datang untuk menyempurnakan apa yang telah dibawa oleh Nabi Musa. Dengan demikian, mereka beriman pada nash-nash Taurat itu dan memandangnya sebagai kitab suci Ilahi yang harus ditaati syariatnya.

Kata Injil berasal dari bahasa Yunani. Asal katanya adalah euaggelion. Dalam bahasa Yunani berarti hadiah, yang diberikan kepada orang yang mendengarkan berita gembira.

Bahasa Yunani bukan bahasa Yesus sendiri tetapi bahasa kaumnya. Pada waktu itu ia sendiri menggunakan bahasa Aramea. Jadi kata Injil tidak pernah disebutkan dalam risalah Yesus atau pada kitab sucinya. Tetapi mungkin kata “berita gembira” atau yang menyerupainya dalam bahasa Aramea. Bahasa itu masih bersaudara dengan bahasa Arab dan bahasa Ibrani.

Dalam Perjanjian Baru kata Injil disebutkan beberapa kali, tapi bukan dalam arti kitab. Hanya dalam arti kabar gembira atau kabar baik. Penggunaan kata Injil sebagai kitab suci yang dibawa Yesus baru digunakan pada pertengahan abad kedua Masehi. Ini berarti sesudah Yesus wafat seratusan tahun kemudian. Sedangkan Al Qur’anul Karim menggunakan nama itu pada risalah Yesus, karena nama itulah yang populer digunakan oleh umat Nasrani dan seluruh masyarakat di seluruh pelosok negeri. Al Qur’an turun enam abad setelah penggunaan kata Injil pada risalah Yesus, sehingga tidak ada nama yang lebih tepat digunakan untuk mengenalkannya pada kitab yang dibawa Yesus selain nama itu.

Absennya Yesus dari gelanggang masyarakat Yahudi membuat pemalsuan atau penyamaran risalah yang dibawanya meningkat. Kami menemukannya lewat surat Paulus kedua kepada jemaat Tesalonika. Ia mengatakan, “Jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitahuan atau surat yang dikatakan dari kami.” (II Tesalonika 2:2)

Dari sini jelaslah bahwa pembuatan dan pemalsuan surat-surat berkaitan dengan Mesias sudah tersiar di masyarakat pada masa Paulus. Bahkan lebih jauh lagi, pemalsuan ini juga sudah memuncak hingga banyak orang yang mengaku sebagai nabi. Mereka mengaku mendapat ilham dan mempertontonkan berbagai kecakapan yang dikatakan sebagai mukjizat. Peristiwa ini persis sama seperti yang diramalkan Yesus dalam ayat berikut:
“Sebab mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu, akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda mukjizat-mukjizat dengan maksud, kiranya mungkin, menyesatkan orang-orang pilihan.” (Markus 13:22)

Untuk menyangkal tuduhan Yesus ini terhadap dirinya, maka Paulus pun mengatakan kepada jemaatnya di Roma: “Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang dusta?” (Roma 3:7)

Sejarah Gereja Romawi menjelaskan tentang peristiwa di abad kedua Masehi. Pada waktu itu telah terjadi perdebatan sengit antar umat Nasrani tentang keabsahan sistem para filosofi Yunani yang mereka anut. Mereka berdebat, apakah cara itu dibenarkan?

Tapi akhirnya cara itu mereka laksanakan juga. Ini didukung oleh kecerdikan para peneliti dan kritikus umat Nasrani. Dalam perdebatan itu juga terjadi krisis kejujuran. Berlandaskan alasan itulah dimulailah serial karangan Injil yang dipalsukan atau disamarkan sebagian isinya.

Umat Nasrani pada masa itu tidak memiliki keseragaman pendapat. Secara garis besar jemaat Nasrani terpecah menjadi dua golongan besar, yaitu Nasrani bertradisi Yahudi dan Nasrani bertradisi Yunani. Nasrani bertradisi Yunani inilah yang nantinya menjadi akar tumbuhnya umat Kristen di masa depan. Dalam hal ini Dr. C. Groenen ofm dalam bukunya ‘Sejarah dogma Kristologi’ mengungkapkan:

“…Justru orang Yahudi yang berkebudayaan Yunani (diistilahkan: Helenis) sekitar tahun 40 mulai menyebarkan iman kepercayaan Nasrani di luar Palestina, tidak hanya di Samaria, tetapi juga di daerah Syiria, Mesir, dan Afrika Utara. Dan pewartaan juga diarahkan kepada orang bukan Yahudi, yang ‘Yunani’ tanpa latar belakang tradisi Yahudi, seperti halnya dengan orang Yahudi yang berkebudayaan Yunani di Diaspora. Akibatnya: pengaruh alam pikiran Yunani atas refleksi umat mengenai iman kepercayaannya bertambah besar dan kuat. Dua-tiga generasi Kristen pertama tentu tidak seluruhnya lepas dari asal-usulnya, lingkup Yahudi pribumi. Tetapi asal-usul itu semakin bergabung dengan alam pikiran Yunani dan akhirnya unsur Yunani menjadi unsur utama dalam pemikiran umat Nasrani.

Alam pikiran Yunani pada awal tarikh Masehi memang serba sinkretis. Di dalamnya terserap bermacam-macam unsur dari kebudayaan-kebudayaan lain, tetapi secara dasariah alam pikiran itu tetap Yunani. Sinkretisme itu meliputi segala sesuatu dan boleh dikatakan terutama pemikiran religiuslah yang serba sinkretis. Segala apa dicampuradukkan melebur menjadi satu, tetapi sekaligus kabur tidak keruan. Dan di samping sinkretisme populer itu masih ada aliran filsafat bermacam-macam, yang berpangkal pada tokoh-tokoh seperti Plato, Aristoteles, Epikurus, Zenon (Stoa), Diogenes dan sebagainya. Dan filsafat itu sedikit banyak ‘merakyat’ ke mana-mana dan juga bercampur aduk. Orang-orang Yahudi di Diaspora, yang berkebudayaan Yunani tentu saja tidak terluput dari sinkretisme umum itu.” (hal. 35)

Lebih lanjut Dr. Groenem ofm membuat suatu pernyataan tentang karangan-karangan Perjanjian Baru sebagai berikut:

“Karangan-karangan itu agak fragmentaris. Ditulis dengan alasan tertentu, oleh orang tertentu dan bagi sidang pembaca tertentu. Semua karangan itu dikarang setelah umat Nasrani sudah berkembang sedikit, ditulis antara tahun 50-120 M. Dan tidak jarang di dalamnya bercampur aduk apa yang sudah ‘tradisional’ dan apa yang baru, apa yang berasal dari umat Nasrani yang murni Yahudi dengan apa yang disumbangkan umat Nasrani yang murni Yunani. Dan bagi kita sukar dipisahkan unsur-unsur yang berbeda latar belakangnya. Sudah penting bahwa seluruh Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani dan hanya di sana-sini masih ada bekas dari bahasa Aram yang menjadi bahasa Yesus dan bahasa jemaah awal. Itu berarti bahwa bagi kita tidak ada lagi tersedia ungkapan iman umat Kristen dalam bentuknya yang awal. Semuanya sudah diolah sedikit oleh mereka yang terpengaruh oleh alam pikiran Yunani. ” (hal. 37)

Tiap-tiap golongan, Nasrani Yahudi dan Nasrani Yunani, menempuh perkembangannya sendiri-sendiri. Karangan-karangan Perjanjian Baru, khususnya karangan-karangan Paulus, membuktikan bahwa di antara keduanya memang terjadi ketegangan dan bahkan permusuhan. Menurut penilaian umat Nasrani Yahudi, Paulus memang berbangsa Yahudi, tetapi toh tampil sebagai suara jemaah-jemaah Yunani. Dan jelas antara Paulus dengan jemaah Nasrani Yahudi tidak ada kesepahaman. Bagi umat Nasrani Yahudi Paulus dinilai sebagai ‘pengkhianat’ dan ‘murtad’ dari ajaran Yesus.

Kosa kata dalam Injil juga disinyalir telah banyak mengalami perubahan. Banyak sisipan ayat-ayat yang dapat merancukan paham monoteisme sebagai ajaran asli Yesus. Menurut Theodore Zahn mulanya kalimat keimanan dalam ajaran Nasrani masih berbunyi: “Saya percaya pada Allah Yang Maha Kuasa”. Akan tetapi antara tahun 120 sampai tahun 210 M ada yang menambah kata ‘Bapa’ di depan kata Yang Maha Kuasa. Tindakan ini sempat dikecam keras oleh beberapa tokoh-tokoh gereja. Uskup Victor dan Zephysius mengutuk penambahan yang dianggap mencemari kemurnian kitab suci dan menentang pendapat yang mengatakan bahwa Yesus adalah salah satu dari oknum Tuhan. Penambahan tersebut adalah konsekuensi dari penerapan pendapat bahwa Yesus adalah ‘Anak Tuhan’.

2. SEJARAH PENETAPAN PERJANJIAN BARU
Ajaran Paulus yang banyak mengandung mitos-mitos Yunani ternyata banyak mendapatkan dukungan dari orang-orang di sekitar Mediterania, Laut Tengah. Diantara para pendukungnya tersebut terdapat Ireneus (150-202 M), Tertulianus (155-220 M), Origens (185-254 M), dan Anthanasius (298-377 M). Anthanasius sendiri dikenal sebagai pelopor lahirnya dogma trinitas dalam sidang Nicea pada tahun 325 M. Di belakangnya berdiri pula Santo Agustinus (354-430 M) dan Gregoryus Nyssa (335-394 M). Mereka ini ikut berpikir dan berunding untuk memecahkan persoalan tentang Tuhan itu tiga tetapi satu. Maka tidaklah mengherankan bila kemudian kita mendengarkan ada konsili-konsili seperti konsili Nicea, konsili Efesus, konsili Alexandria dan lain-lain, di mana pada tiap-tiap konsili akan lahir pula suatu ‘perkembangan baru dari Tuhan.’

Dalam Konsili Nicea Kaisar Konstantin yang agung mengumpulkan tiga ratus pastur untuk membuat suatu ketetapan. Mereka mengadakan kesepakatan dan mufakat tentang Injil yang benar. Tetapi ternyata mereka bukan memilih kebenaran berdasarkan historis dan pertukaran pikiran yang logis, tapi mereka menumpuk semua Injil yang ada di bawah meja makan malam kudus. Lalu mereka berdoa kepada Allah agar Injil yang benar terangkat ke atas meja dan membiarkan yang dianggap palsu tetap di bawah.

Setelah peristiwa ini, Kaisar Konstantin pun mengeluarkan dekritnya. Ia menyatakan bahwa semua Injil yang berbeda dengan keempat Injil (yang berlaku sampai sekarang) sebagai Injil palsu dan harus dibakar. Sayangnya pada masa itu, ternyata tidak semua orang mau menerima ajaran Paulus. Meskipun Kaisar Konstantin telah membuat satu ketetapan baku yang harus dipatuhi semua rakyatnya nyatanya masih ada golongan-golongan seperti Nestorius (338-440 M) dan Arius (270-350 M) yang giat menentang. Kedua golongan ini terkenal dengan kegigihannya mempertahankan keyakinan bahwa tiada lain yang patut disembah melainkan Allah. Akibat dari pertentangan mereka inilah akhirnya timbul perburuan manusia yang tiada tara. Siapapun yang tidak mau mengikuti perintah Kaisar Konstantin, diasingkan ke seluruh negeri, bahkan di eksekusi dengan cara dibakar hidup-hidup, diadu dengan singa, diseret oleh kuda dan bahkan dihukum injak dengan seekor gajah.

Pater Mochim dalam bukunya ‘Sejarah Gereja’ antara lain menerangkan bahwa dekrit itu sudah jelas zalim dan tidak masuk akal. Sayangnya, setelah Kaisar Konstantin merasa bersalah dan membatalkan dekritnya, Arius yang diasingkan sudah meninggal sebelum sempat menerima keputusan pembatalan dekrit tersebut.

Perjanjian Baru pun ditetapkan terdiri dari 27 kitab, yaitu Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas, Injil Yohanes, Kisah Para Rasul, dan surat-surat Paulus kepada jemaat Roma, jemaat Korintus, jemaat Galatia, jemaat Efesus, jemaat Filipi, jemaat Kolose, jemaat Tesalonika, Timotius, Titus, Filmon, orang Ibrani, kepada Yakobus, kepada Petrus, kepada Yohanes dan kemudian Wahyu kepada Yohanes. Kumpulan kitab-kitab pilihan itu disetujui juga oleh Paus Glasios pada tahun 492-496 M. Lalu diberinya ijin berkembang secara resmi. Maka sejak itu Perjanjian Baru berkembang pesat di kalangan umat Nasrani. Sebetulnya masih ada 158 Injil dan kitab lainnya yang dikatakan oleh para penafsir dan kalangan gereja sebagai Injil yang kudus. Sayangnya, kemudian Injil-Injil tersebut dianggap palsu dan hanya dianggap sebagai karangan biasa. Di antara Injil-Injil dan kitab-kitab itu dikatakan ada yang ditulis oleh Yesus sendiri, seperti suratnya kepada Epiko uros, kepada Propal, Kitab Perumpamaan dan Nasehat, Kitab doa-doa Mesias, Kitab Penciptaan Yesus dan Maria, dan kitab-kitab yang diturunkan dari langit. Selain itu juga masih terdapat Injil-Injil lain yang juga ikut diapokritkan, diantaranya adalah:
a. Injil Markion
b. Injil Mesir
c. Injil Eva
d. Injil Yudas
e. Injil Nicodemus
f. Injil Thomas
g. Injil Barnabas
h. Injil Matius (tidak sama dengan yang ada sekarang)
i. Injil Yosepus
j. Injil Duabelas
k. Injil Kebenaran
l. Injil Maria
m. Injil Yesus
n. Injil Andreas
o. Injil Pilipias, dan lain-lain

(diambil dari berbagai sumber)
dikutip dari :
http://forum.swaramuslim.net/more.php?id=4159_0_21_0_M

Silsilah Yesus dan Nabi Muhammad

Sumber:
http://www.answering-christianity.com/family_tree.htm

Asal usul salib yang menjadi lambang kekristenan


Asal-Usul Salib Yang Menjadi Lambang Kekristenan
tanggal : 14/06/2008

al-islahonline.com : Salib adalah lambang yang sangat tua yang terdapat di dunia jauh sebelum lahirnya Yesus Sang Juruselamat. Pada awalnya orang-orang Kristen tidak menggunakan salib sebagai lambang Kekristenan mereka. Benda ini tidak termasuk dalam daftar pertama lambang-lambang Kristen yang disediakan oleh St. Clement. Mulanya yang mereka gunakan justru bintang ikan (Pisces) dan anak domba sebagai lambang Penyelamatnya.

Ketika lambang salib akhirnya dipakai, orang-orang Kristen sempat merasa enggan terhadap gambar seorang laki-laki yang tergantung pada salib. Hal ini tidak pernah dilakukan Gereja Kristen sebelum abad ke tujuh. Faktanya, salib dengan orang tergantung padanya telah dimasukkan oleh orang Roma dari India berabad-abad sebelum zaman Kristen. Walker berkata, “…orang-orang Kristen dini bahkan menolak salib karena (berwatak) pagan….Patung-patung Yesus dini tidak menggambarkan dia di atas salib, tetapi dalam samaran ‘Gembala yang Baik’ yang membawa domba.” (Acharya, The Christ Conspiracy)

Churchward mengatakan, “Pada dasarnya Salib merupakan tanda astronomi. Salib dengan lengan sama panjang menunjukkan waktu siang dan malam yang sama panjang, dan merupakan tanda equinox.” Sedangkan Derek Patridge menyatakan, “Yang ditunjukkan oleh salib dengan lingkaran di dalamnya…adalah sebenarnya matahari yang mengecil atau mati di zodiac, dan bukan orang.”

W
gambar 1. Salib Keltik
Salib Keltik Pra Kirsten di tepi Sungai Shannon di Irlandia
ditemukan dengan gambar relief dewa bumi dan roh hutan.

Encyclopedia of Funk and Wagnalls menyebutkan bahwa “Tanda salib sudah digunakan sebagai lambang sebelum zaman Kristen.” Di Italia –di mana terletak Roma yang menjadi salah satu pusat paling dini bagi penyebaran agama Kristen-, terdapat salib sebagai peninggalan dari zaman prasejarah. Di Mesir purba, yang memuja dewa-dewi yang mati menebus dosa dengan darah, salib dijadikan lambang keagamaan yang umumnya berbentuk huruf T, yang oleh para ahli disebut dengan tau. Ada pula salib tau yang di atasnya dipasang sebuah “gagang” yang berupa lingkaran. Lingkaran itu melambangkan kekekalan. Salib yang di atasnya bergagang lingkaran itu melambangkan kekelalan hidup atau kehidupan yang abadi. Salib berlingkaran (crux ansata/salib ankh) biasa dipakai di leher para pendeta Mesir kuno sebagai kalung. Di kalangan berbagai bangsa purba di sekitar wilayah Mediterania, termasuk Funisia yang bertetangga dengan Palestina, lambang salib Mesir itu juga mengandung pengertian hikmah atau kebijaksanaan rahasia.”


gambar 2. Crux Immisa (Salib Latin)
Prajurit Aramea juga memakai Salib sebagai jimat
perlindungan dalam pertempuran


gambar 3. Crux Commisa (Salib Tau)

Selain Salib Tau terdapat satu lagi jenis salib yang disebut dengan Salib Berlengan Sama Panjang. Salib ini telah dikenal di seluruh dunia purba. Oleh para ahli dikatakan bahwa di kalangan dunia purba salib ini melambangkan keempat unsur (bumi, udara, air, dan api) yang dipandang sebagai sumber penciptaan segala sesuatu. Unsur-unsur itu dipandang sebagai yang abadi, sehingga segala sesuatu yang tercipta darinya, tidak akan pernah musnah, sekalipun berubah-ubah.

Salib berlengan panjang juga digunakan sebagai pemberi tanda (berupa gambar) pada makanan suci maupun wadah-wadah yang berisi air suci keagamaan. Penggunaan salib ini terdapat di kalangan bangsa-bangsa Assyiria, Babilonia, Persia purba, bahkan di benua Amerika sebelum datangnya agama Kristen.

Bentuk lain salib jenis ini adalah swastika. Ini sebenarnya adalah salib berlengan panjang, yang bagian ujung lengannya tertekuk atau dipatahkan menurut arah yang sama (seperti arah jarum jam). Menurut para ahli, ujung lengan yang tertekuk itu asal mulanya melengkung, yang apabila diteruskan akan membentuk lingkaran yang memanifestasikan lambang matahari.

Encyclopedia of Funk and Wagnalls mengatakan, “Bentuk atau model ini adalah salah satu lambang paling dini yang terkenal yang telah dibuat oleh manusia, dan salah satu lambang yang paling menyebar di kalangan bangsa-bangsa primitif. Lambang ini terdapat di seluruh benua selain Australia, dan merupakan lambang dewa matahari, dari Apollo dan Odin sampai Quetsalcoatle. Lambang ini masih bertahan hidup sebagai lambang keagamaan di India di kalangan para penganut agama Budha dan agama Jain, serta di China dan Jepang, maupun di kalangan suku-suku Indian di Amerika Utara yang masih meneruskan praktik keagamaan dan pengobatan asli (praktek perdukunan).”

Dalam Encyclopedia Britannica, Prof. Shepherd menulis, “Bentuk-bentuk salib telah digunakan sebagai lambang, religius atau lainnya, jauh sebelum zaman Masehi, di hampir semua bagian dunia…Dua bentuk salib Pra Kristen telah menjadi mode dalam Kekristenan. Lambang hieroglyph Mesir tentang kehidupan (salib ankh, salib tau dengan lingkaran di atasnya) dipungut dan digunakan secara luas pada monumen-monumen Kristen Koptik. Salib Swastika (crux gammata), yang terdiri atas empat huruf gamma kapital Yunani, ditandakan pada banyak nisan makam Kristen dini sebagai lambang yang tersamar. Lambang ini tersebar luas sebelum zaman Kristen di Eropa, Asia, dan Amerika dan umumnya dianggap sebagai lambang matahari atau api. Dari situlah makna sumber kehidupan berasal. “

Di beberapa tempat di dunia ini, ujung tekukan pada salib swastika diberi gambar telapak kaki yang menandakan adanya gerak “berjalan”. Di tempat lain, ada pula yang menggambari ujung swastika dengan gambar burung yang menggambarkan gerak terbangnya matahari di angkasa. Atau gambar ikan, yang mengisyaratkan matahari menyelam di laut di bawah muka bumi setelah tenggelam di malam hari dan sebelum kembali terbit keesokan harinya.

+
gambar 4. Crux Gammata (swastika)

X
gambar 5. Salib Malta

Bagaimanapun, salib merupakan lambang Dewa Matahari. Karena matahari hanya satu bagi seluruh dunia, maka dengan sendirinya di mana-mana di dunia ini, apabila mereka memuja Dewa Matahari maka lambang dan kepercayaannya akan mirip. Demikian halnya antara kepercayaan pagan dengan kepercayaan Kristen. Sejak ribuan tahun sebelumnya hingga jaman penyebaran agama Kristen di wilayah Mediterania, telah terdapat agama-agama yang meyakini dewa-dewi yang menderita, disalib dan mati menebus dosa. Riwayat-riwayat dan waktu penyaliban Yesus yang terdapat dalam doktrin Kristen juga sangat serupa dengan kepercayaan pagan, yakni berkisar antara tanggal 21-25 Maret.

Justinus Martir dapat saja berapologi bahwa iblis yang mendengar ramalan-ramalan para nabi besar sebelumnya, meniru ajaran itu sebelum adanya agama Kristen itu sendiri. Namun demikian Islam akan tetap menolak dengan keras doktrin Kristen apapun seputar peristiwa penyaliban tersebut, sebagaimana dinyatakan dengan tegas dalam Al Qur’an, “mereka tidak membunuhnya dan mereka tidak menyalibnya” (QS. An Nisa: 157). Maka dari itu, sudah sepatutnyalah bagi setiap muslim untuk tidak mempercayai dogma-dogma Kristen seputar penyaliban Yesus, apalagi sampai mempercayai lambang salib sebagai lambang penebusan dosa manusia. (swaramuslim.com)

Ketidak selarasan soal Penyaliban

—–Original Message—–
From: religionspirituality@yahoogroups.com [mailto:religionspirituality@yahoogroups.com] On Behalf Of Penggembira
Sent: Wednesday, July 23, 2008 3:15 PM
To: religionspirituality@yahoogroups.com
Subject: [religion&spirituality] Ketidak Selarasan Penyaliban

Ketidak Selarasan Penyaliban
tanggal : 03/04/2008

al-islahonline.com : Selama orang-orang Kristen yang menghujat Islam seperti Robert Morey yang mengarang buku The Islamic Invasion atau seperti Geert Wilders pembuat film fitna dari Belanda belum meminta maaf kepada umat Islam, maka dengan mengharap ridho Allah swt, kami akan selalu berusaha menulis tentang aqidah umat Kristen, dengan tujuan, umat Islam mempunyai sikap yang tepat atas hujatan-hujatan dan penyesatan-penyesatan aqidah yang dilakukan oleh orang-orang Kristen sehingga umat Islam tidak mudah tersesatkan atau terprovokasi untuk bertindak tanpa kendali.

Mari kita tengok sedikit salah satu sendi akidah ke-Kristen-an ya-itu tentang penyaliban, menurut kepercayaan orang-orang Kristen, Yesus terlahir ke dunia adalah untuk menebus dosa warisan yang pernah dilakukan oleh Adam (Islam : nabi Adam as), orang-orang Kristen juga mengatakan bahwa Yesus dengan kasihnya telah menyerahkan hidupnya di tiang salib untuk menebus dosa warisan yang dilakukan oleh Adam.

Sementara, dalam akidah ke-Islam-an, nabi Isa as (Kristen : Yesus) tidak pernah disalib tetapi yang disalib adalah orang lain yang di-serupakan dengan nabi Isa as, dan juga dalam akidah ke-Islam-an tidak ada yang namanya dosa warisan, dengan kata lain, menurut Islam, kisah penyaliban Yesus dan penebusan dosa warisan adalah palsu, namun Islam tidak menyangkal adanya kisah penyaliban yang terjadi pada masa Yesus.

Dalam al-Qur’an dikisahkan tentang ucapan orang-orang Yahudi yang menyangka telah membunuh nabi Isa as :

“Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putera Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi yang mereka bunuh ialah orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka.

Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibu-nuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. QS. 4:157

Ayat tersebut sangat tegas menyatakan bahwa nabi Isa as tidak disalib dan tidak pula dibunuh, dari ayat tersebut juga diketahui bahwa al-Qur’an tidak menolak adanya peristiwa penyaliban, dan yang disalib dan dibunuh adalah orang yang diserupakan dengan nabi Isa as.

Dari ayat tersebut juga dikisahkan bahwa orang-orang Yahudi pada saat itu berada dalam keragu-raguan yang sangat tentang siapa yang telah dibunuh dan disalib, pada tahun lalu telah kita bahas tentang keragu-raguan orang-orang Yahudi tersebut yang bersumber dari Perjanjian Baru sendiri.

Ayat tersebut sekaligus menyangkal paham orang-orang Kristen yang meyakini Yesus telah mati di tiang salib untuk menebus dosa warisan.

Sebetulnya, mudah dan banyak cara untuk membuktikan kebenaran yang dinyatakan al-Qur’an tersebut, salah satunya dengan menguji keselarasan-nya dengan ajaran-ajaran Islam yang lain, misalnya dengan ajaran :

1. Tidak ada dosa warisan dalam Islam
2. Allah swt Maha Adil.

Antara ajaran tidak ada penyaliban untuk menebus dosa warisan dengan ajaran tidak ada dosa warisan dalam Islam adalah sebuah keselarasan, karena tidak adanya dosa warisan maka tidak diperlukan adanya penyaliban untuk menebus dosa warisan, keduanya juga selaras dengan sifat Allah swt Yang Maha Adil, karena dengan tidak membebankan dosa kepada anak keturunan nabi Adam as yang sama sekali tidak ikut berbuat dosa dan tidak ikut andil apapun dalam perbuatan dosa yang dilakukan oleh nabi Adam as, berarti anak-keturunan nabi Adam as telah mendapatkan keadilan dari Allah swt.

Itulah keselarasan yang terdapat dalam agama Islam, dan keselarasan adalah tanda dan bukti dari sebuah kebenaran ajaran yang berasal dari Allah swt :

Maka apakah mereka tidak memperhatikan al-Qur’an? Kalau kiranya al-Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. QS. 4:82.

Dengan demikian, berdasarkan azas keselarasan, Allah Yang Maha Adil tidak mungkin berbuat tidak adil kepada hambanya, yaitu tidak mungkin Allah swt membebankan dosa kepada hambanya yang tidak ikut berbuat dosa, oleh karenanya, tidak mungkin Allah Yang Maha Adil mensyariatkan adanya dosa warisan, dan oleh karena itu pula, tidak mungkin Allah Yang Maha Adil mensyariatkan penyaliban untuk menebus dosa warisan.

Karena dosa warisan tidak selaras dengan sifat Allah Yang Maha Adil, maka akidah orang-orang Kristen yang meyakini Yesus disalib untuk menebus dosa warisan tidak mungkin berasal dari Allah swt dan hal itu berarti berasal dari selain Allah swt, bisa dari per-sangkaan belaka atau berasal dari filsafat Yunani kuno atau berasal dari orang-orang Yahudi yang telah mempelajari filsafat seperti Paulus.

KETIDAK-SELARASAN YANG LAIN DARI AKIDAH PENYALIBAN

Dalam kitab orang Kristen sendiri, Tuhan itu Adil dalam segala hal dan dalam segala perbuatan-Nya, maka ajaran dosa warisan dan penyaliban Yesus untuk menebus dosa warisan sangat tidak selaras (bertentangan) dengan sifat Tuhan yang disebutkan dalam kitab mereka :

TUHAN itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. Mazmur 145:17

Selain tidak selaras dengan sifat Allah Yang Maha Adil, akidah penyaliban juga tidak selaras dengan sikap Yesus sendiri, yaitu, penyaliban bukan atas rencana dan kehendak Yesus, melainkan rencana dan kehendak orang-orang Yahudi yang ingin membunuhnya, bahkan dalam Perjanjian Baru Yesus dikisahkan bersembunyi untuk menghindari rencana jahat dan kejaran orang-orang Yahudi, kalau memang Yesus terlahir ke dunia ini untuk menebus dosa warisan dengan menyerahkan nyawanya di tiang salib, pastilah Yesus akan dengan rela dan tanpa pak-saan akan memerintahkan orang-orang atau murid-muridnya untuk menyalib dirinya di tiang salib, seperti sikap nabi Ismail as yang pasrah dan rela bahkan ikut menyiapkan segala sesuatunya untuk penyembelihan dirinya ketika orang tuanya diperintah oleh Allah swt untuk menyembelih dirinya, kenyataannya adalah sebaliknya, dalam kitab Perjanjian Baru, Yesus dikejar-kejar oleh orang-orang Yahudi, bersembu-nyi, dikhianati dan kemudian tertangkap, yang akhirnya dalam pengadilan Wali negeri yaitu Pilatus diputuskan agar Yesus dihukum di tiang salib sampai mati, kenyataan ini jauh dari ajaran bahwa Yesus lahir ke dunia ini untuk menebus dosa warisan dengan menye-rahkan nyawanya di tiang salib.

Ketidakselarasan yang lain yaitu, selama dakwahnya, Yesus sama sekali tidak pernah menyinggung perihal dosa warisan dan perihal dirinya yang akan menebus dosa warisan di tiang Salib agar manusia terselamatkan, yang Yesus sampaikan untuk menyelamatkan manusia sama sekali tidak berhubungan dengan dosa warisan dan penyaliban, tetapi berhubungan dengan tauhid yaitu mengingatkan manusia bahwa tiada Tuhan selain Allah dan dirinya hanyalah utusan Allah :

Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus Yohanes 17:3

dan juga berhubungan dengan menjalankan hukum Taurat :

… siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. Injil Matius 5:19

Dalam ayat yang lain, ketika Yesus ditanya tentang jalan menuju sorga Yesus menjawab agar menuruti perintah Tuhan yang terdapat dalam kitab sebelumnya yaitu Taurat :

Kata Yesus: “Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, Hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Injil Matius 19:19-20

Yesus sama sekali tidak pernah mengajarkan tentang dosa warisan dan penebusan dosa warisan untuk menyelamatkan manusia, adalah mustahil bila memang Yesus terlahir ke dunia ini untuk hal tersebut tetapi sama sekali tidak pernah menyampaikan tentang dosa warisan dan salib, dan lebih mustahil lagi yang disampaikannya justru jalan yang lain, yaitu tauhid dan keharusan menjaga hukum Taurat, itulah ketidak-sela-rasan ajaran penyaliban dengan sikap Yesus.

Masih ada ketidakselarasan lain yang berhubungan dengan ajaran penyaliban, yaitu informasi tegas dalam perjanjian lama yang menyatakan tidak ada yang namanya dosa warisan :

Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebe-narannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya. Yehezkiel 18:20

Ayat tersebut sangat jelas menginformasikan bahwa anak tidak mewarisi dosa orang tuanya, sementara ajaran dosa warisan sebaliknya, anak mewarisi dosa orang tuanya, dalam hal ini, anak keturunan nabi Adam as mewarisi dosa yang diperbuat oleh nabi Adam as, inilah ketidakselarasan ajaran dosa warisan dengan isi kitab mereka sendiri, oleh karenanya, ajaran salib juga tidak selaras dengan isi kitab mereka sendiri.

Menurut Islam, yang tidak selaras (bertentangan) pasti bukan berasal dari Allah SWT dan juga bukan merupakan kebenaran yang haqiqi, oleh karenanya, ajaran salib yang penuh ke-tidak-selarasan adalah bukan kebenaran alias kisah palsu yang disematkan kepada Yesus.

Nampaknya memang begitu standar kebenaran dalam Kristen, walaupun banyak pertentangan masih saja dianggap sebagai kebenaran.

Keselarasan Alqur’an

From: religionspirituality@yahoogroups.com [mailto:religionspirituality@yahoogroups.com] On Behalf Of Penggembira
Sent: Wednesday, July 23, 2008 3:00 PM
To: religionspirituality@yahoogroups.com
Subject: [religion&spirituality] Keselarasan Alqur’an

Keselarasan Alqur’an
tanggal : 08/05/2008

al-islahonline.com : Maka apakah mereka tidak memperhatikan al-Qur’an? Kalau kiranya al-Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. QS. 4:82.

Ayat tersebut merupakan jaminan bahwa al-Qur’an adalah benar-benar datangnya dari Tuhan yang menciptakan dan menguasai seluruh mahluk dan merupakan jaminan yang langsung menuju siapa yang membuat al-Qur’an, adalah sangat wajar dan seharusnya seperti itu, kalau al-Qur’an berasal dari Tuhan yang Maha Menciptakan, Maha Menguasai dan yang mengatur keberlangsungan alam semesta ini dan seluruh isinya, tentulah al-Qur’an harus tidak ada pertentangan sedikitpun di dalamnya.

Sebaliknya, kalau al-Qur’an itu berasal dari ide dan pemikiran nabi Muhammad SAW, tentulah akan dijumpai banyak pertentangan di dalamnya, karena secerdas apapun nabi Muhammad SAW bahkan andaikata IQ-nya semilyar kali dari yang dimiliki-nya saat itu, tetap saja akan dijumpai banyak pertentangan.

Kalau al-Qur’an buatan nabi Muhammad SAW, pasti nabi Muhammad SAW tidak akan berani mengatakan seperti ayat tersebut di atas, karena orang-orang akan dapat menemukan ketidakselarasan kandungan al-Qur’an, baik ayat dengan ayat maupun de-ngan sejarah, ilmu kedokteran, ilmu alam semesta, dan ilmu-ilmu yang lainnya, karena beliau tidaklah menguasai semuanya.

Beliau bukan seorang dokter, tetapi ada ayat dalam al-Qur’an tentang re-produksi manusia (kejadian manusia) yang sangat akurat dan sangat sesuai dengan hasil penelitian ilmu kedokteran modern saat ini, misalnya seperti ayat berikut ini :

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.

Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).

Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pecipta Yang Paling Baik. QS. 23:12-14

Ahli kedokteran / fisiologi pembuahan manapun saat ini, pasti tidak dapat menyangkal apa yang dinyatakan al-Qur’an tersebut, padahal, saat ayat ini di-sampaikan oleh nabi Muhammad SAW, pengetahuan semacam itu sangat jauh dari pengetahuan orang-orang saat itu bahkan beberapa abad sesudahnya, sehingga sangat mustahil bila al-Qur’an buatan nabi Muihammad SAW, sejenius apapun nabi Muhammad tidak akan mungkin dapat menyampaikan ilmu yang hanya bisa dibuktikan dengan alat-alat penelitian semacam mikroskopik elektron tercanggih saat ini, ayat-ayat yang lain tentang reproduksi manusia lebih mengejutkan lagi kebenarannya bagi orang-orang yang mau menelitinya.

Begitu juga dalam bidang astronomi, sejarah, arkheologi, geografi, dan ilmu-ilmu yang lainnya, apa yang dinyatakan al-Qur’an sangat sesuai dengan penemuan ilmiah saat ini, misalnya :

Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami. QS. 10:92

Ayat tersebut adalah informasi tentang nasib tubuh Fir’aun yang tenggelam di lautan karena mengejar nabi Musa as, yang mana dalam ayat tersebut Allah SWT memberitahukan bahwa tubuh fir’aun diselamatkan oleh Allah SWT untuk menjadi pelajaran bagi orang-orang sesudahnya.

Dan pada tahun 1898 masehi yaitu beberapa abad sesudah masa rasulullah SAW, ditemukan jasad fir’aun tersebut oleh para ahli arkheologi dalam keadaan masih utuh, dan para ahli arkheologi dunia meyakini, bahwa mummi tersebut adalah mummi dari raja Fir’aun yang mengejar-ngejar nabi Musa as, mustahil ayat tersebut buatan nabi Muhammad SAW, karena nabi Muhammad SAW tidak hidup pada masa fir’aun dan tidak hidup pada masa ditemukan jasad fir’aun tersebut, terlebih lagi, orang-orang Yahudi dan Kristen memahami bahwa fir’aun telah musnah ditelan lautan, hal itu karena kitab mereka yang menyatakan demikian :

Berbaliklah segala air itu, lalu menutupi kereta dan orang berkuda dari seluruh pasukan Firaun, yang telah menyusul orang Israel itu ke laut; seorang pun tidak ada yang tinggal dari mereka. Keluaran 14:28

Dalam bidang astronomi misalnya :

Allah-lah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat ….. QS. 13:2

Ayat tersebut pada saat ini, sudah tidak ada lagi yang menyangkal kebenarannya, memang langit tidak mempunyai tiang, namun ketika ayat ini disampaikan oleh nabi Muhammad SAW, ayat tersebut bertentangan dengan konsep pemikiran orang-orang pada saat itu tentang langit yang memahami langit yang tinggi dapat tegak karena ada tiang yang menyangganya, kalau ayat itu dituduhkan sebagai buatan nabi Muhammad SAW, seakanakan nabi Muhammad telah melakukan penelitian dengan teleskop tercanggih yang hanya ada pada ratusan tahun sesudahnya.

Demikian juga ayat-ayat al-Qur’an yang berhubungan dengan bentuk bumi, pertemuan air laut dan air asin, fungsi gunung, angin, awan dan lain-lain, yang semuanya selaras dengan hasil penelitian ilmiah modern.

Ayat-ayat semacam itu bila dituduhkan sebagai buatan nabi Muhammad SAW, maka nabi Muhammad SAW harus seorang ahli dalam segala bidang sekaligus yaitu sebagai sejarawan, arkheolog, astronom, dokter, dan gelar-gelar bidang-bidang ilmu yang lainnya,

Kenyataannya nabi Muhammad SAW adalah seorang yang berasal dari dusun terpencil dan terisolasi dari peradaban bangsa-bangsa lain, buta huruf, tidak pernah sekolah seperti Isac Newton, Archimedes, Einstein dan lain-lain, hanya seorang pedagang dan pengembala, sehingga sangat sulit diterima akal bila al-Qur’an dikatakan buah pemikiran nabi Muhammad SAW.

Seorang dokter ahli bedah dari Perancis, Dr. Maurice Bucaille berpendapat tentang al-Qur’an :

Tidak masuk akal bahwa seseorang yang hidup pada abad ke-7 Masehi, dapat melontarkan dalam al-Qur’an ide-ide mengenai bermacam-macam hal yang bukan merupakan pemikiran manusia pada waktu itu. Dan itu cocok dengan apa yang dibuktikan oleh sains beberapa abad kemudian.

Bagiku, tidak ada kemungkinan bahwa al-Qur’an itu buatan manusia.

Sangat jelas bentuk jaminan dari Allah SWT bahwa al-Qur’an adalah benar-benar dari sisi-Nya, yaitu, jika al-Qur-’an bukan dari sisi-Nya, maka akan dijumpai banyak pertentangan di dalamnya, dan hingga saat ini, tidak seorangpun yang menemukan adanya pertentangan baik ayat yang satu dengan ayat yang lainnya maupun antara ayat dengan ilmu pengetahuan ilmiah.

Tidak ada kitab selain al-Qur’an yang memberikan jaminan bahwa kitab tersebut berasal dari Allah SWT, dan kitab-kitab selain al-Qur’an pastilah terdapat banyak pertentangan, itulah informasi dari Allah SWT, kajian perbandingan agama membuktikan banyak pertentangan ayat dengan ayat dan dengan penemuan ilmiah modern di dalam kitab selain al-Qur’an.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 98 pengikut lainnya.