Pos-pos oleh Edy Prayitno

Apakah Al’quran hasil jiplakan Bible , dari dialog seorang teman

al-quran1
Dibawah ini hasil dialog Sahabat saya ” Bayan ” dengan rekan kristen ” Buana ” , pada tanggal 5 February 2009 , dan isinya sangat bagus untuk dapat kita pelajari & koreksi bersama – sama …

Rekan muslim :
Kembali ke konteks, ente katakan bahwa islam tidak diperintahkan mengikuti Taurat, lantas bagaimana dengan perintah ini :

Qs.10.37
Tidaklah mungkin Al Qur’an ini dibuat oleh selain Allah; akan tetapi (Al Qur’an itu) membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan semesta alam.

Rekan kristen :
Jika disini dikatakan muslim wajib menjalankan Taurat, kenapa ente justru menolak Taurat ? Tolong penjelasannya.
Read more…

Dialog dg teman kristen : Soal Ajaran Agus “Satriyo Piningit” dengan Ajaran Nabi Muhammad

sesatcaver
Dibawah ini adalah dialog antara saya dengan Ikhwan (teman kristen ) di Milis “islamkristen” pada tanggal 30 January 2009 , Soal tuduhan ajaran si Agus ..si nabi palsu dengan aliran satrio piningit dibandingkan dengan Ajaran Nabi Muhammad Saw.

Ikhwan :
dua hari ini, rame di tv lokal memberitakan aliran satria piningit yang dituduh sesat karena menjalankan ritual bugil dan boleh bersenggama antar pengikutnya…dari point ini aja, udah dituduh sesat…coba tuh, kalo nabi muhammad kelakuannya yg kaya gitu ada dijaman sekarang….buset ga tuh ??….menurut lu sesat gak ???…saat ini, cuma karena jumlah pengikutnya aja yang udah miliaran sehingga masih bisa mempertahankan ajaran seperti itu…sedangkan aliran satria piningit yang pengikutnya cuma beberapa orang, gampang banget kan diberangusnya…soale sesat sih….

Edy :
Lambe sampeyan iku angger mengo ae cak…
istri banyak dikawin syah …itu gak podo sama zina dan kumpul kebo kayak kewan .
emang istri syah anda anggap zina ?
Read more…

ISRAEL BANGSA PILIHAN SEKALIGUS BANGSA KUTUKAN .


ISRAEL BANGSA PILIHAN SEKALIGUS BANGSA KUTUKAN .

Minggu – minggu ini kita disuguhi berita yang mengiris hati ….Ratusan orang sipil dan anak2 tewas oleh invasi Israel ke Palestina .Konflik mereka merupakan konflik turun temurun dan terlama dalam sejarah . Perang ini bukan perang agama , apalagi membenturkan antara kristen dan Islam . karena kaum Yahudi sampai saat ini tidak mau mengakui Yesus sebagai Tuhan . Tetapi juga tidak mau mengakui jika Muhammad adalah nabi ALlah. Perang mereka murni perang soal rebutan tanah leluhur ….tanah yang pernah dijanjikan ALlah sejak zaman Nabi Ibrahim dan nabi Musa.

Pertama kali Nama Israel diberikan kepada Yakub karena berhasil bergulat ( gak jelas ini gulat sama siapa ? Malaikat atau Tuhan , karena masih terjadi perdebatan tentang hal ini . Tetapi kaum kristen menyakini bahwa saat itu Yakub bergulat dengan Allah ) dan akhirnya Yakub menang , dan dianugerahi nama ” ISRAEL”.
seperti tertulis dalam kitab Torat dibawah ini :

Kitab kejadian :
32:24 Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing.
32:25 Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu.
32:26 Lalu kata orang itu: “Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing.” Sahut Yakub: “Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku.”
32:27 Bertanyalah orang itu kepadanya: “Siapakah namamu?” Sahutnya: “Yakub.”
32:28 Lalu kata orang itu: “Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang.”

Dan akhirnya keturunan Yakub ini disebut kaum ISRAEL hingga saat ini .
Read more…

Beberapa versi terjemahan ” Babi ” atau Babi Hutan ? Haram atau tidak – Dalam kitab Bible .

pig-henry

Ada yang menarik pada terjemahan soal ” Babi ” dalam terjemahan beberapa kitab Bible , Saya beberapa kali debat dengan teman2 kristen soal makan babi ini haram atau tidak ? kalau dalam ajaran Islam jelas ..bahwa binatang ini haram untuk dimakan ….Tetapi beberapa rekan kristen beranggapan Babi tidak apa2 dimakan , dengan dalih hanya babi hutan yang dilarang ….( ini sesuai dengan beberapa ayat dalam Alkitab . Tetapi ada yang menarik soal terjemahan ” Babi ” ini Babi perumahan atau babi hutan ? yang betul yang mana …Saya coba bandingkan dengan Alkitab terjemahan lain yang juga berbahasa Indonesia antara lain: Alkitab versi terjemahan Bahasa Sehari-hari, Alkitab versi Terjemahan Lama -1954, Alkitab versi Firman Allah Yang Hidup, Alkitab Kitab Kudus Ende -1970, Alkitab versi Today’s Malay Version, Alkitab versi Shellabear -1912.
Read more…

Pendapat para Tokoh ttg Nabi Muhammad SAW

muhammad-orange
Pendapat para Tokoh ttg
Nabi Muhammad SAW

Inilah pendapat para tokoh ttg Nabi/Rasulullah Muhammad SAW

MAHATMA GANDHI (Komentar mengenai karakter Muhammad di YOUNG INDIA ):

Pernah saya bertanya-tanya siapakah tokoh yang paling mempengaruhi manusia… Saya lebih dari yakin bahwa bukan pedanglah yang memberikan kebesaran pada Islam pada masanya. Tapi ia datang dari kesederhanaan, kebersahajaan, kehati-hatian Muhammad; serta pengabdian luar biasa kepada teman dan pengikutnya, tekadnya, keberaniannya, serta keyakinannya pada Tuhan dan tugasnya. Semua ini (dan bukan pedang ) menyingkirkan segala halangan. Ketika saya menutup halaman terakhir volume 2 (biografi Muhammad), saya sedih karena tiada lagi cerita yang tersisa dari hidupnya yang agung.

Sir George Bernard Shaw (The Genuine Islam,’ Vol. 1, No. 8, 1936.)

Jika ada agama yang berpeluang menguasai Inggris bahkan Eropa – beberapa ratus tahun dari sekarang,
Islam-lah agama tersebut.”
Read more…

SEMOGA AKU SEORANG MUSLIM SEJATI


SEMOGA AKU SEORANG MUSLIM SEJATI

Sebagai seorang Muslim sejati aku akan meyakini bahwa aku berada dalam kebenaran. Bagiku Islam adalah hidayah dan nikmat yang telah ALLAH SWT karuniakan kepadaku karena keyakinanku tidak mungkin bersifat tentatif. Hanya dengan keyakinan seperti ini aku mampu menyampaikan pesanan Tuhan dengan pasti [‘ala basiratin]. Karena diperkuat dengan ilmu, keimananku terhadap ALLAH SWT dan Nabi Muhammad serta risalah yang dibawanya tidak akan goyah meski terdapat tuduhan dan distorsi ke atas ajaran Islam.

Setelah aku mendalami ilmu-ilmu Islam dan bukan secara apriori maupun taqlid aku mengerti bahwa iman bukan hanya suatu kepercayaan, tetapi merupakan keyakinan di dalam lubuk hati, pernyataan melalui lisan dan dibuktikan dengan perbuatan sebagai tanda berserah diri kepada kehendak ALLAH Yang Maha Esa.

Read more…

Mitos usia pernikahan Sayidatuna Aisyah. ra

Tulisan dibawah ini adalah ..tulisan dari sahabat saya …..Abah Ruslan Abdulgani…

Mitos usia pernikahan Sayidatuna Aisyah ra

Meluruskan Fitnah Kubro kaum Kafir Tentang Pernikahan Nabi Muhammad dengan Siti Aisyah Seorang teman kristen suatu kali bertanya ke saya,”Akankah anda menikahkan saudara perempuanmu yang berumur 7 tahun dengan seorang tua berumur 50 tahun?” Saya terdiam. Dia melanjutkan,” Jika anda tidak akan melakukannya, bagaimana bisa anda menyetujui pernikahan gadis polos berumur 7 tahun, Aisyah, dengan Nabi anda?” Saya katakan padanya,” Saya tidak punya jawaban untuk pertanyaan anda pada saat ini.” Teman saya tersenyum dan meninggalkan saya dengan guncangan dalam batin saya akan agama saya. Kebanyakan muslim menjawab bahwa pernikahan seperti itu diterima masyarakat pada saat itu. Jika tidak, Orang-orang akan merasa keberatan dengan pernikahan Nabi saw dengan Aisyah.

Bagaimanapun, penjelasan seperti ini akan mudah menipu bagi orang-orang yang naif dalam mempercayainya.Tetapi, saya tidak cukup puas dengan penjelasan seperti. Nabi merupakan manusia tauladan, Semua tindakannya paling patut dicontoh sehingga kita, Muslim dapat meneladaninya.

Bagaimaanpun, kebanyakan orang di Islamic Center of Toledo, termasuk saya, Tidak akan berpikir untuk menunangkan saudara perempuan kita yang berumur 7 tahun dengan seorang laki-laki berumur 50 tahun. Jika orang tua setuju dengan pernikahan seperti itu, kebanyakan orang, walaupun tidak semuanya, akan memandang rendah thd orang tua dan suami tua tersebut.

Read more…

SEJARAH NATAL DAN DEWA DEWA

SEJARAH NATAL

Kata natal berasal dari bahasa Latin yang berarti lahir. Secara istilah Natal berarti upacara yang dilakukan oleh orang Kristen untuk memperingati hari kelahiran Isa Al Masih – yang mereka sebut Tuhan Yesus.

Peringatan Natal baru tercetus antara tahun 325 – 354 oleh Paus Liberius, yang ditetapkan tanggal 25 Desember, sekaligus menjadi momentum penyembahan Dewa Matahari, yang kadang juga diperingati pada tanggal 6 Januari, 18 Oktober, 28 April atau 18 Mei. Oleh Kaisar Konstantin, tanggal 25 Desember tersebut akhirnya disahkan sebagai kelahiran Yesus (Natal).

Read more…

SIAPA YG PANTAS JADI ROSUL SETELAH YESUS ? Dari dialog dengan Manton

religious-figurines_5601
From: debat_islam- kristen@yahoogro ups.com
Sent: Thursday, December 11, 2008 10:47 AM
Subject: [debat_ islam-kristen] SIAPA YG PANTAS JADI ROSUL SETELAH YESUS ?

DARI DIALOG DENGAN MANTON YG TERPUTUS…. …
APAKAH ADA KESAMAAN AJARAN PAULUS DENGAN AJARAN MURID2 YESUS ?
SIAPA YG PANTAS JADI ROSUL SETELAH YESUS ?
PETRUS ….? BARNABAS ….? ATAU …PAULUS ……?

BAGAIMANA DENGAN INJIL BARNABAS YG MALAH DISINGKIRKAN KAUM KRISTEN SAAT INI ? DAN MEMILIH INJIL DAN KITAB VERSI PAULUS …….?
Read more…

Dari Edy Prayitno …Buat Manton dan Tiur ..Soal asal gereja Saya

Salam dari sang Mualaf …buat mas Manton
Jawaban saya dibawahnya :

Dari: manton
Mas edy.
Untuk menambah wawasanmu dan bahan pertimbanganmu, mengenai dasar kekrsitenan yang kamu dapat dari jenis Gereja Pentakosta, ada baiknya anda membaca ini;
http://www.alkitab. or.id/wsh/ 0kt00/GerejaPent akosta.htm

Terima kasih atas infonya ….dalam alamat web yang anda berikan berarti jawaban saya soal asal gereja saya sangatlah tepat , dan terbukti saya tidak berbohong ..disana tertulis lengkap dengan nama pendeta saya : GPPS dengan pendeta saya ..Ishak Lew Beliaulah yang membaptis saya ……

Read more…

Tanggapan saya , Edy Prayitno atas pertanyaan sdr Manton & Ibn Godam

Tanggapan saya atas pertanyaan sdr Manton & Ibn Godam ( Rekan Kristen ) soal :
PERTENTANGAN AJARAN PAULUS DAN AJARAN MURID-MURID ASLI YESUS
Behalf Of manton
Sent: Monday, November 24, 2008 2:17 PM

Halo sang mualaf yang super canggih,
Baca baik baik, mengenai apa paulus menentang paulus?? Apakah mengenai ketuhanan yesus?? Yang ditentang adalah masalah keragu raguan petrus untuk bergaul dengan non yahudi bukan?
Kemudian, kalau anda benar orang jujur dan mau pinter, cob abaca surat surat petrus. Walau saya yakin kamu tidak tahu kalau dalam perjanjian baru, pun terdapat surat surat Petrus, dan rasul rasul lalinnya. Dimana mmereka bertentangan soal ketuhanan yesus?? Kamu ini ada ada saja.
Meman benar, dalam pola kepemimpinan jemaat atau Gereja, dan strategi pengabaran Injil, kadang ada perbedaan sikap. Tapi tidak cukupkan akal anda untuk membedakan masalah ini?
Coba tunjukkan dimana pengajaran Paulus tentang ketuhanan yesus, bertentangan dengan pengajaran Petrus tentang ketuhanan?? Aku sarankan kamu membeli sebuah alkitab lagi, dan mulai membacanyaa dengan baik baik. Pasang akaal sehatmu, dan nalarmu.
Ingat yang anda mau ungkit adalalh pertentangan ajaran murid murid yang asli. Jadi kita harus fokuskan pada ajaran tentan Ketuhanan yesus, bukan yang lain lainnya.

Read more…

Edy Prayitno Menanggapi Koment Rekan Kristiani ” Ajaran Paulus dan pertentangan dengan Murid-murid Asli Yesus “.


Menanggapi beberapa komentar dari beberapa teman :

I ). Ibn Godam

ibngodam@gmail.com

1. Surat Al Imran 55, “(Ingatlah) ketika Allah berkata: Ya, Isa, sesungguhnya Aku mewafatkan engkau dan meninggikan (derajat) engkau kepada-Ku dan menyucikan engkau dari orang-orang kafir dan menjadikan orang-orang yang mengikut engkau di atas dari mereka yang kafir, sampai hari kiamat.”

Jelaslah bagi anda bahwa pengikut-pengikut Al-Masih, atau umat Kristen, bukanlah orang kafir. Sebaliknya, Allah membedakan umat Kristen dari orang kafir dan mengangkat mereka di atas orang kafir.

Jawab :

Edy Prayitno

Salam saufara Ibn Godam …

Dalam surat Al Imran 55 ….memang Allah mengatakan jika derajat Isa diatas rata rata itu memang benar ….dan pengikut Isa dijanjikan Allah sebagai orang yg lurus bukan orang kafir itu juga benar …..tetapi pengikut yang mana dulu ?
Read more…

Dialog Edy Prayitno dg Simon soal aliran gereja yg aneh

Ada sebuah Sekte Kristen yang aneh di Belanda. Dinyatakan aneh karena kelakuan mereka dalam melakukan kebaktian sudah jauh menyimpang dari ajaran-ajaran kristen yang sebenarnya.
Christian Gan Eden itulah nama sekte tersebut, merupakan sebuah sekte agama kristen yang mengajarkan ajaran telanjang bulat pada saat mengadakan kebaktian kepada jemaatnya.Penelusuran lebih jauh, bahwa sekte ini disinyalir mempunyai tempat khusus untuk melakukan ritual aneh, yaitu yang disebut dengan taman Flevo-Natuur, dimana pada taman itu secara khusus digunakan oleh para nudis di Zeewolde, Negara Belanda bagian timur.
Hanya mungkin karena masih ada banyak pihak yang keberatan dengan penyelewengan itu, akhirnya pihak pimpinan agama ‘aneh; itu membatalkan acara kebaktian. Padahal sebelumnya, mereka sudah pernah berhasil melakukan kebakitan dengan tanpa busana sehelai benangpun.

Read more…

Dari Pertanyaan seorang kawan , Adakah Nabi Muhammad pernah dinubuatkan di Bible ?


Mas Mualaf Edy
saya mau tanya…
saya cuma orang jelata gak tau2 apa2 ttng Qur’an n Alkitab
saya cuma mau tanya
“…Kenapa di Alqur’an ada bahasannya ttng Yesus Kristus (Isa Al’Masih) Tapi Di ALkitab koq ngga ada bahasan tentang Nabi Muhammad….?”
apa namanya di ubah ato gimana…?
mohon balasannya
semoga Muhammad besertamu
Read more…

Debat saya & Rekan Kristen : Apakah Yesus itu Tuhan ?

—–Original Message—–
From: religionspiritualit y@yahoogroups. com [mailto:religionspi rituality@ yahoogroups. com] On Behalf Of desyantaku
Sent: Thursday, September 18, 2008 8:25 AM
To: religionspiritualit y@yahoogroups. com

To : Edy Prayitno

Pertanyaan anda sama sekali bukan pertanyaan yg tulus melainkan
pertanyaan yg timbul dari suatu prejudice bhw iman Kristen adalah naif
dan tdk bisa dipertahankan. Kalau ini yg menjadi motivasi pertanyaan
anda, saya tidak akan menjawabnya.

Namun kalau anda bertanya : mengapa anda mengakui Yesus sebagai Tuhan?
Saya akan menjawab : karena pekerjaan Roh Kudus didalam hati saya
membuat saya menyadari akan keberdosaan saya sebagai manusia yg banyak
cacat cela, dan saya tidak bisa menghapuskan dosa tsb dengan perbuatan
baik, sehingga saya hanya mengharap anugerah Allah yang Ia kerjakan
Read more…

Beberapa Versi soal kematian Yesus di Kitab Injil

KISAH KEMATIAN YESUS.

Ada beberapa versi yang mengisahkan tentang kematian Yesus.
Versi 1.
Lukas 23:44-49

44 Ketika itu hari sudah kira-kira jam dua belas, lalu kegelapan
meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga,

45 sebab matahari tidak bersinar. Dan tabir Bait Suci terbelah dua.

46 Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: “Ya Bapa, ke dalam
tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Dan sesudah berkata demikian Ia
menyerahkan nyawa-Nya.

47 Ketika kepala pasukan melihat apa yang terjadi, ia memuliakan
Allah, katanya: “Sungguh, orang ini adalah orang benar!”

48 Dan sesudah seluruh orang banyak, yang datang berkerumun di
situ untuk tontonan itu, melihat apa yang terjadi itu, pulanglah
mereka sambil memukul-mukul diri.

49 Semua orang yang mengenal Yesus dari dekat, termasuk perempuan-
perempuan yang mengikuti Dia dari Galilea, berdiri jauh-jauh dan
melihat semuanya itu.

Versi 2.

Yohannes 19:28-31:

28 Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah
selesai, berkatalah Ia–supaya genaplah yang ada tertulis dalam
Kitab Suci–:”Aku haus!”

29 Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka
mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam,
pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.

30 Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah
selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.

Read more…

AYAT-AYAT ALKITAB YG MUSTAHIL DIPRAKTEKKAN

AYAT-AYAT ALKITAB YG MUSTAHIL DIPRAKTEKKAN


1. Hukum Sabat

Hari Sabat (sabtu) adalah hari tuhan yang harus dikuduskan. Pada hari itu setiap orang dilarang bekerja, dilarang memasang api di rumah (lampu, kompor, dan lain-lain) karena Sabat adalah hari perhentian penuh. Orang yang bekerja pada hari Sabtu harus dihukunm mati (Keluaran 20:8-11, 31:15, 35:2-3). Ayat ini mustahil dipraktekan di jaman modern. Siapa yang sanggup mengamalkan? Siapa yang mau dibunuh apabila melanggar hukum Sabat?

2. Bunuh orang kafir dan musyrik !! (Ulangan 13:6-9)

Ayat ini memerintahkan kewajiban membunuh orang yang mengajak menyembah tuhan selain Allah. Ayat ini tidak bisa diterapkan. Buktinya umat Yahudi dan Kristen tidak pernah membunuh umat Hindu, Budha, Kong Hu Chu, dan lain-lain.
Read more…

AYAT-AYAT IRRASIONAL DALAM ALKITAB

AYAT-AYAT IRRASIONAL DALAM ALKITAB

Berikut ini beberapa contoh ayat-ayat Alkitab yang tidak masuk akal (irrasional), yang menunjukkan bahwa ayat-ayat di bawah ini sama sekali bukan firman Tuhan, tetapi merupakan karya tulis tangan manusia yang kurang profesional:

1. Anak lebih tua 2 tahun daripada ayahnya.

Dalam 2 Tawarikh 21:5,19-20, dikatakan bahwa Yoram berusia 32 tahun pada waktu menjadi raja dan memerintah Yerusalem, lalu meninggal karena penyakit pada tahun kedelapan masa pemerintahannya, yang berarti ia meninggal pada usia 40 tahun. Sementara itu, dalam 2 Tawarikh 22:1-2, setelah Yoram meninggal, ia digantikan oleh Ahazia, anaknya yang berusia 42 tahun. Jadi, Ahazia lebih tua 2 tahun daripada ayahnya.

Yoram berumur tiga puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan delapan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem … Beberapa waktu berselang, kira-kira sesudah lewat dua tahun, keluarlah ususnya karena penyakitnya itu, lalu ia mati dengan penderitaan yang hebat. Rakyatnya tidak menyalakan api baginya seperti yang diperbuat mereka bagi nenek moyangnya. Ia berumur tiga puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan delapan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Ia meninggal dengan tidak dicintai orang. Ia dikuburkan di kota Daud, tetapi tidak di dalam pekuburan raja-raja. (2 Tawarikh 21:5,19-20)

Lalu penduduk Yerusalem mengangkat Ahazia, anaknya yang bungsu, menjadi raja menggantikan dia, karena semua anaknya yang lebih tua umurnya telah dibunuh oleh gerombolan yang datang ke tempat perkemahan bersama-sama orang-orang Arab. Dengan demikian Ahazia, anak Yoram raja Yehuda, menjadi raja. Ahazia berumur empat puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan setahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Atalya, cucu Omri. (2 Tawarikh 22:1-2)

2. Usia 11 tahun sudah punya anak.

Dalam 2 Raja-raja 16:2, dikatakan bahwa Ahas berumur 20 tahun ketika naik menjadi raja dan memerintah kerajaan selama 16 tahun. Sepeninggal Ahas, tahta kerajaan diganti oleh Hizkia, anaknya (2 Raja-raja 16:20). Smentara itu, dalam 2 Raja-raja 18:2, dijelaskan bahwa umur Hizkia ketika menggantikan ayahnya menjadi raja adalah 25 tahun. Jadi, dalam usia 11 tahun Ahas sudah punya anak??!!

Ahas berumur dua puluh tahun pada waktu ia menjadi raja dan enam belas tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Ia tidak melakukan apa yang benar di mata TUHAN, Allahnya, seperti Daud, bapa leluhurnya, (2 Raja-raja 16:2)

Kemudian Ahas mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya, dan ia dikuburkan di samping nenek moyangnya di kota Daud. Maka Hizkia, anaknya, menjadi raja menggantikan dia. (2 Raja-raja 16:20)

Maka dalam tahun ketiga zaman Hosea bin Ela, raja Israel, Hizkia, anak Ahas raja Yehuda menjadi raja. Ia berumur dua puluh lima tahun pada waktu ia menjadi raja dan dua puluh sembilan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Abi, anak Zakharia. (2 Raja-aja 18:1-2)

3. Tuhan salah hitung.

Dalam Kejadian 46:8-15, daftar nama-nama bani Israel yang datang ke Mesir berjumlah 34 nama, tetapi pada ayat 15 disebutkan: “Jadi seluruhnya, laki-laki dan perempuan, berjumlah 33 jiwa.” Pakai Tuhan tidak pandai berhitung??

Inilah nama-nama bani Israel yang datang ke Mesir, yakni Yakub beserta keturunannya. Anak sulung Yakub ialah Ruben. Anak-anak Ruben ialah Henokh, Palu, Hezron dan Karmi. Anak-anak Simeon ialah Yemuel, Yamin, Ohad, Yakhin dan Zohar serta Saul, anak seorang perempuan Kanaan. Anak-anak Lewi ialah Gerson, Kehat dan Merari. Anak-anak Yehuda ialah Er, Onan, Syela, Peres dan Zerah; tetapi Er dan Onan mati di tanah Kanaan; dan anak-anak Peres ialah Hezron dan Hamul. Anak-anak Isakhar ialah Tola, Pua, Ayub dan Simron. Anak-anak Zebulon ialah Sered, Elon dan Yahleel. Itulah keturunan Lea, yang melahirkan bagi Yakub di Padan-Aram anak-anak lelaki serta Dina juga, anaknya yang perempuan. Jadi seluruhnya, laki-laki dan perempuan, berjumlah tiga puluh tiga jiwa. (Kejadian 46:8-15)

AYAT-AYAT ILLAHIAH DALAM ALKITAB

AYAT-AYAT ILLAHIAH DALAM ALKITAB

Tuhan itu Esa (monoteisme), bukan Trinitas

1. Tauhid Nabi Musa.

Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia. (Ulangan 4:35)

Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! (Ulangan 6:4)

Lihatlah sekarang, bahwa Aku, Akulah Dia. Tidak ada Allah kecuali Aku. Akulah yang mematikan dan yang menghidupkan, Aku telah meremukkan, tetapi Akulah yang menyembuhkan, dan seorangpun tidak ada yang dapat melepaskan dari tangan-Ku. (Ulangan 32:39)

2. Tauhid Nabi Daud.

Sebab itu Engkau besar, ya Tuhan ALLAH, sebab tidak ada yang sama seperti Engkau dan tidak ada Allah selain Engkau menurut segala yang kami tangkap dengan telinga kami. (II Samuel 7:22)

Tidak ada seperti Engkau di antara para allah, ya Tuhan, dan tidak ada seperti apa yang Kaubuat. Segala bangsa yang Kaujadikan akan datang sujud menyembah di hadapan-Mu, ya Tuhan, dan akan memuliakan nama-Mu. Sebab Engkau besar dan melakukan keajaiban-keajaiban; Engkau sendiri saja Allah. Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu. Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya; (Mazmur 86:8-12)
Read more…

BANTAHAN ALKITAB TENTANG KETUHANAN ROH KUDUS !!!

BANTAHAN ALKITAB TENTANG KETUHANAN ROH KUDUS !!!


Beberapa keterangan Alkitab dalam Kitab Yohanes menyebut konsep “Roh Kebenaran”. Interpretasi Kristen tradisional menyamakan “Roh Kebenaran” ini dengan “Roh Kudus”. Berikut petikan YOHANES:

14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,
14:17 yaitu
Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.
15:26. Jikalau
Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.&nbs p;
16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu
Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

Keterangan2 Alkitab di atas dengan jelas mengaitkan Roh Kebenaran dengan penyampaian wahyu/pesan dan ilham dari Allah, dan dijelaskan bahwa Roh Kebenaran “tidak akan berkat a2 dari diri-Nya sendiri, tetapi akan mengatakan segala sesuatu yang didengar-Nya” dari Allah. Dengan kata lain, ayat2 dari Yohanes ini dengan jelas mengisyaratkan bahwa Roh Kebenaran, Roh Kudus, tunduk kepada Allah, dan bukan mitra yang sejajar dengan-Nya. Ini berarti bahwa Roh Kebenaran “tidak akan berkata2 dari diri-Nya sendiri, tetapi akan mengatakan segala sesuatu yang didengar-Nya” dari Allah. Dijelaskan juga dalam ayat Yohanes di atas, bahwa “dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia”. Ini berarti bahwa Roh Kebenaran tersebut adalah makhluk ghaib yang hanya bisa dilihat oleh orang2 tertentu pilihan Allah.

Roh Kebenaran melaksanakan tugas yang sama, menyampaikan wahyu/pesan, dengan Malaikat Gabriel. Oleh karenanya, diisyaratkan bahwa Gabriel adalah Roh Kebenaran, dan bahwa Roh Kebenaran adalah Roh Kudus. Jika Gabriel adalah penyampai wahyu, dan jika Roh Kudus adalah Roh Kebenaran, maka Gabriel adalah Roh Kudus.

Adapun maksud dari frasa “ia akan bersaksi tentang aku” dalam Yohanes 15:26 di atas adalah bahwa Roh Kebenaran/Roh Kudus/malaikat Gabriel akan memberikan wahyu kepada Yesus dan kepada Nabi Muhammad tentang berbagai hal yang berkaitan dengan pengutusan Yesus untuk Bani Israel.

Identifikasi Roh Kudus/malaikat Gabriel dengan jelas bisa dilihat dalam Alkitab hanya dengan mengontraskan dua ayat dalam MATIUS dengan LUKAS yang masing2 membahas penyampai pesan/berita gembira dari Allah kepada Maria. Dalam ayat Matius, Gabriel diidentifikasi dengan gelarnya, Roh Kudus, sebagai penyampai berita gembira kepada Maria. Dalam ayat Lukas, Gabriel diidentifikasi dengan namanya sebagai penyampai berita gembira kepada Maria. Berikut petikan MATIUS dan LUKAS:

MATIUS 1:18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.

LUKAS 1:26-27 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.

Lebih jelas, identifikasi tersebut dapat dilihat dalam Al-Qur’an dengan mengontraskan tiga ayat yang masing2 membahas penyampai wahyu dari Allah kepada Nabi Muhammad. Dalam ayat pertama, Gabriel diidentifikasi dengan namanya sebagai penyampai wahyu kepada Nabi Muhammad. Dalam ayat kedua, Gabriel diidentifikasi dengan gelarnya, Roh Kudus, sebagai penyampai wahyu kepada Nabi Muhammad. D an dalam ayat ketiga, Gabriel diidentifikasi dengan julukannya, Roh Kebenaran, sebagai penyampai wahyu kepada Nabi Muhammad. Berikut petikan Al-Qur’an:

[QS. 2:97. Katakanlah: Barang siapa yang menjadi musuh Gabriel, maka Gabriel itu telah menurunkannya (Al Qur'an) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembir a bagi orang-orang yang beriman.]

[QS. 16:102. Katakanlah: "Roh Kudus (Gabriel) menurunkan Al Qur'an itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".]

[QS. 26:192-193. Dan sesungguhnya Al Qur'an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Roh Kebenaran (Gabriel),]

Ringkasnya, Gabriel tidak lain adalah Roh Kudus. Sementara agama Kristen telah meninggikan derajat Gabriel, dengan gelar Roh Kudus, hingga memiliki hubungan kemitraan dengan Penciptanya, Allah, dalam konsep ketuhanan tritunggal. Islam meneguhkan kembali keesaan Allah yang secara tegas menentang segala bentuk ideologi politeistik, dan tetap melihat Gabriel atau Roh Kudus hanya sebagai malaikat Allah yang menyampaikan pesan2-Nya kepada umat manusia.

Lebih jauh, injil2 kanonik sendiri secara implisit telah membantah ketuhanan Roh Kudus:

LUKAS:

1:41 Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus,   ;
1:67. Dan
Zakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya:
2:25. Adalah di Yerusalem seorang bernama
Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya,

YOHANES:

20:22 Dan sesudah berkata demikian, I a (Yesus) mengembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus.

MARKUS (lihat QS. 2:97 di atas):

3:29 Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah k arena berbuat dosa kekal.”
3:30 I
a (Yesus) berkata demikian karena mereka katakan bahwa Ia kerasukan roh jahat.

Bahkan, Yohanes Pembaptis memiliki keistimewaan tersendiri berkaitan dengan Roh Kudus ini:

LUKAS:

1:15 Sebab ia (Yohanes Pembaptis) akan besar di hadapa n Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya;

Dijelaskan dalam ayat Lukas di atas, bahwa Yohanes Pembaptis akan dipenuhi oleh Roh Kudus “mulai dari rahim ibunya”. Kita justru kasihan kepada Yesus yang harus menunggu selama 30 tahun untuk menerima Roh Kudus, yaitu ketika selesai dibaptis oleh Yohanes Pembaptis (Lihat: Matius 3:16-17, Markus 1:10-11, Lukas 3:21-22, dan Yohanes 1:32).

AYAT-AYAT TAKHAYUL (MISTIS) DALAM ALKITAB

AYAT-AYAT TAKHAYUL (MISTIS) DALAM ALKITAB

Simson (Inggris: Samson) adalah utusan Tuhan yang sakti mandraguna selama rambutnya tidak dicukur. (Hakim-hakim 16:1-22).

Diceritakan dalam kitab Hakim-hakim 16:1-22 bahwa Samson adalah utusan Tuhan yang sakti mandraguna. Dia bisa mencabut kedua daun pintu gerbang kota beserta kedua tiang dan semua palangnya, lalu semuanya diletakkan di atas kedua bahunya dan dipindahkan ke puncak gunung (ayat 3). Tapi sayangnya dia jatuh cinta kepada seorang pelacur (wanita sundal) yang bernama Delila. Delila disewa oleh raja Filistin dengan bayaran 1100 uang perak untuk mencari rahasia Samson (ayat 5).

Di atas pangkuan pelacur Delila, akhirnya Samson tergoda rayuan dan bujukan sehingga membuka rahasia kesaktiannya. Bahwa jika rambut kepalanya dicukur, maka seluruh kekuatannya akan musnah dan dia menjadi orang lemah (ayat 17). Maka setelah nabi Samson tertidur di atas pangkuan pelacur Delila, rambutnya dicukur. Lalu musnahlah seluruh kesaktian dan kekuatan Samson, (ayat 19). Kemudian kedua mata Samson dicungkil sehingga jadilah Samson buta mata akibat rahasia kesaktiannya dicukur (ayat 21).

Cerita ini adalah cerita takhayul (mistik) yang biasanya berkembang di masyarakat primitif.

BANTAHAN AL-QUR’AN TERHADAP KRISTEN

BANTAHAN AL-QUR’AN TERHADAP KRISTEN !!!

1. Bantahan Penyaliban Yesus.

[
QS. 4:157-159. dan karena ucapan mereka (Yahudi): "Sesungguhnya kami telah membunuh Mesias, Yesus anak Maria, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Yes us bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Yesus, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Yesus. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Yesus kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Yesus) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Yesus itu akan menjadi saksi terhadap mereka.]

2. Bantahan Ketuhanan Yesus.

[
QS. 5:17. Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah itu ialah Mesias anak Maria". Katakanlah: "Maka siapakah yang dapat menghalang-halangi kehenda k Allah, jika Dia hendak membinasakan Mesias anak Maria itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi kesemuanya?" Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.]

[QS. 5:72. Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah adalah Mesias anak Maria", padahal Mesias (sendiri) berkata: "Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang lalim itu seorang penolong pun.]

3. Bantahan Istilah “Anak”.

[QS. 9:30. Orang-orang Yahudi berkata: "Ezra itu anak Allah" dan orang-orang Kristen berkata: "Mesias itu anak Allah". Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?]

[QS. 5:18. Orang-orang Yahudi dan Kristen mengatakan: "Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya". Katakanlah: "Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu?" (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia (biasa) diantara orang-orang yang diciptakan-Nya. Dia mengampuni bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Dan kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya. Dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu).]

[QS. 10:68. Mereka (Yahudi & Kristen) berkata: "Allah mempunyai anak". Mahasuci Allah; Dia-lah Yang Mahakaya; kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang di bumi. Kamu tidak mempunyai hujjah tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?

]

[QS. 19:92-93. Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil anak. Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sebagai seorang hamba.]

[QS. 6:101. Dia-lah Sang Pencipta langit dan bumi. Bagaimana mungkin Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri? Dia-lah Yang menciptakan segala sesuatu; dan Dia-lah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu.]

4. Bantahan Trinitas.

[
QS. 4:171. Wahai Ahli Kitab (Yahudi & Kristen), janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Al lah kecuali yang benar. Sesungguhnya Mesias, Isa anak Maria itu, adalah rasul Allah dan kalimat-Nya yang disampaikannya kepada Maria, dan roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "Tiga", berhentilah, lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.]

[QS. 5:73. Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya A llah salah satu dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.]

5. Tempat kembali Yahudi dan Kristen.

[
QS. 98:6. Sesungguhnya orang-orang kafir, yakni Ahli Kitab (Yahudi dan Kristen) dan Musyrik**(akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.]

BANTAHAN INJIL2 APOKRIF TERHADAP PENYALIBAN YESUS

BANTAHAN INJIL2 APOKRIF TERHADAP PENYALIBAN YESUS !!!

1. INJIL BARNABAS: 215-218. —> Disusun pada abad ke-2 Masehi.

Ketika para tentara yang dipimpin oleh Yudas sudah mendekati tempat dimana Yesus berada … Tuhan, karena melihat bahaya atas hamba-Nya, memerintahkan Gabriel, Michael, Rafael, dan Uriel, para pembantu-Nya, untuk mengeluarkan Yesus dari dunia. Para malaikat suci itu pun datang dan mengambil Yesus … kemudian menempatkannya di surga ketiga ditemani para malaikat dan diberkati Tuhan untuk selamanya … Yudas kemudian mengalami perubahan suara dan wajahnya hingga ia menyerupai Yesus … para tentara itu kemudian masuk dan menangkap Yudas, karena ia sangat mirip dengan Yesus … Para tentara kemudian mengambil dan membelenggunya, dengan mencemooh … Kemudian para tentara itu hilang kesabaran. Dan dengan pukulan serta tendangan mereka mulai menghina Yudas. Kemudian dengan amarah yang amat sangat, mereka membawanya ke Yerusalem … Kemudian mereka mengarak Yudas ke Gunung Calvary, tempat mereka biasa menggantung para penjahat, dan di sanalah mereka menyalib Yudas dalam keadaan telanjang, karena kejahatan yang sangat besar. Yudas benar-benar tidak bisa melakukan apa pun kecuali menangis: “Tuhan , mengapa Engkau meninggalkan aku, dengan melihat penjahat lari dan aku mati secara tidak adil?” Aku benar-benar melihat bahwa suara, wajah, dan sosok Yudas begitu mirip dengan Yesus sehingga murid-muridny a dan orang-orang beriman sepenuhnya percaya bahwa dia adalah Yesus; mengapa sebagian orang berpaling dari ajaran Yesus … karena Yesus telah bersabda bahwa ia tidak akan mati hingga menjelang akhir dunia; bahwa pada saat itu ia diangkat dari dunia. Namun, mereka yang tetap teguh dengan ajaran Yesus begitu merasakan kesedihan yang mendalam, karena melihat dia yang mati sama sekali mirip dengan Yesus sehingga mereka tidak mengingat lagi bahwa Yesus telah bersabda … Murid-murid yang tidak takut dengan Tuhan pergi pada malam hari dan mencuri tubuh Yudas lalu menyembunyikannya, kemudian menyebarkan berita bahwa Yesus telah dibangkitkan kembali; itulah sumber dari munculnya kebingungan besar.

2. INJIL DUA KITAB JEUS: hal. 261. —> Disusun pada abad ke-3 Masehi.

Yesus, yang masih hidup, menjawab dan mengatakan kepada para rasulnya, “Diberkatilah ia yang telah menyalib dunia, dan tidak mengijinkan dunia menyalibnya.”

3. INJIL WAHYU PETRUS: 81:4; 82:1-3, 17-23, 27-33. —> Disusun pada abad ke-4 Masehi.

Ketika dia mengatakan hal itu, aku melihatnya seolah-olah ditangkap oleh mereka. Dan aku berkata, “Apakah yang aku lihat, Tuhanku, benarkah Engkau yang mereka tangkap, padahal Engkau menggapaiku? Atau siapakah orang ini, yang bergembira dan tertawa di atas pohon itu? Dan adakah orang lain yang kaki dan tangannya mereka ikat?” Sang Juru Selamat bersabda kepadaku, “Dia yang engkau lihat di atas pohon, yang bergembira dan tertawa, adalah Yesus yang masih hidup. Namun, orang yang tangan dan kakinya mereka paku adalah bagian daging-Nya yang merupakan wujud pengganti yang dibuat sama, seseorang yang sungguh-sungguh mirip dengan-Nya. Tetapi lihatlah ia dan Aku.” … Namun aku, ketika aku melihat, berkata, “Tuhan, tidak ada seorang pun yang melihat-Mu. Biarkanlah kami lari dari tempat ini.” Namun, ia berkata kepadaku, “Sudah Aku katakan, tinggalah si buta itu sendiri! Dan kamu, lihatlah betapa mereka tidak mengetahui apa yang mereka katakan. Karena sebenarnya bukan pelayan-Ku yang mereka permalukan.” … Dan Dia berkata kepadaku, “Kuatkanlah, karena engkau adalah salah seorang dari mereka yang diberi misteri-misteri ini, agar mengetahuinya melalui wahyu bahwa dia yang mereka salib adalah anak pertama, dan rumah para iblis … Namun Dia yang berdiri di dekatnya adalah Juru Selamat yang masih hidup, yang pertama dalam diri-Nya, yang telah mereka tangkap kemudian mereka lepaskan, yang berdiri dengan penuh kegembiraan sambil melihat mereka yang melakukan kekerasan terhadapnya, sementara mereka terpecah-belah di antara mereka sendiri.”

4. INJIL RISALAH KEDUA SET AGUNG: 55:10-20, 30-35; 56:1-13, 18-19, 23-25. —> Disusun pada abad ke-2 Masehi.

Dan rencana yang mereka susun untukku, untuk melepaskan kesalahan mereka dan ketakberperasaan mereka – aku tidak mengalah pada mereka seperti yang mereka rencanakan. Bahkan aku tidak menderita sama sekali. Mereka yang di sana menghukumku. Dan aku sesungguhnya tidak mati, hanya seolah-olah mati, agar aku tidak dipermalukan oleh mereka karena semua ini merupakan keluargaku … Karena kematianku yang menurut mereka sudah terjadi, karena kesalahan dan kebutaan mereka, karena mereka memaku orang mereka sendiri hingga mati … karena mereka tuli dan buta … Ya, mereka melihatku; mereka menghukumku. Adalah orang lain, ayah mereka, yang meminum empedu dan cuka; bukan aku. Mereka menyerangku dengan bambu-bambu; adalah orang lain, Simon, yang mengemban salib di pundaknya. Adalah orang lain yang mereka pakaikan mahkota duri … dan aku menertawakan kejahilan mereka … Karena aku mengubah bentuk fisikku, berubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya.”

5. INJIL PERBUATAN-PERBUATAN YOHANES: 97-99, 101. —> Disusun pada abad ke-2 Masehi.

Dan kami seperti orang-orang yang heran atau kebingungan, kami berlari ke sana kemari. Demikianlah, aku melihatnya menderita serta tidak tahan dengan penderitaannya, kemudian berlari menuju Bukit Zaitun, meratapi apa yang telah terjadi. Dan ketika ia digantung pada Hari Jumat, pada jam enam hari itu, muncullah kegelapan menyelimuti seluruh bumi. Dan Tuhanku berdiri di tengah goa dan menjelaskan hal itu seraya bersabda, “Yohanes, bagi orang-orang yang ada di Yerusalem, Aku memang disalib dan ditusuk dengan tombak dan bambu, serta diberi cuka dan empedu untuk diminum. Namun, bagimu Aku tengah berbicara dan mendengarkan apa yang Aku katakan … Dan ketika Ia selesai mengatakan hal ini, Ia menunjukkan padaku sebuah Salib Cahaya yang sangat kokoh, dan di sekitar salib itu ada kerumunan yang sangat besar, yang tidak memiliki bentuk tunggal; dan di dalamnya terdapat satu bentuk dan kemiripan yang sama. Dan aku melihat Tuhan sendiri ada di atas salib … “Ini bukanlah salib kayu yang akan kamu lihat ketika engkau turun dari sini; Aku juga bukan orang yang ada di atas salib itu. Aku adalah orang yang kini tidak bisa kamu dengar, tetapi kamu hanya bisa mendengar suara-Ku. Aku dijadikan seseorang yang bukan Aku, Aku bukanlah diri-Ku bagi banyak orang lain; tetapi apa yang akan mereka katakan tentang Aku tidak berarti apa-apa untuk-Ku … Demikianlah aku tidak menderita segala hal yang akan mereka katakan tentang Aku; bahkan penderitaan yang Aku tunjukkan kepadamu dan kepada murid-murid-Ku dalam tarian, itulah yang Aku sebut sebuah misteri … Kamu mendengar bahwa Aku menderita, padahal Aku tidak menderita; dan bahwa Aku tidak menderita, padahal Aku menderita; dan bah wa Aku ditombak, padahal Aku tidak terluka; bahwa Aku digantung, padahal Aku tidak digantung; bahwa darah mengalir dari-Ku, padahal tidak ada darah yang mengalir; dan, singkatnya, apa yang mereka katakan tentang Aku, Aku tidak mengalaminya, tetapi apa yang tidak mereka katakan, itulah hal-hal yang membuatku menderita …”

BANTAHAN BARABBAS TERHADAP PENYALIBAN YESUS !!!

BANTAHAN BARABBAS TERHADAP PENYALIBAN YESUS !!!

Bukti : Pelepasan Barabbas

Dari Arreestus ke Barabbas

Sebelum membahas langsung kisah pelepasan Barabbas, ada baiknya kita memetakan gerakan-gerakan yang dituduhkan kepada Yesus Kristus dari saat penangkapannya hingga waktu pelepasan Barabbas. Dengan menggunakan empat injil kanonik sebagai sumber informasi ini, perbandingan yang singkat atas keempat injil ini menyingkapkan ketaksepakatan yang signifikan di atanra keempatnya. Informasi ini disuguhkan dalam tabel 2, dan pembaca bebas untuk menarik kesimpulan sendiri mengenai reliabilitas catatan-catatan injil atas pelbagai macam gerakan Yesus Kristus selama terjadi peristiwa-peristiwa ini.

Tabel 2 :
Rangkaian Gerakan Yesus Kristus yang dilaporkan antra penangkapannya dan pelapasan Barabbas

Matius Markus Lukas Yohanes
Kepda Ann
Kepada Kayafas Kepada Kayafas Kepada Kayafas Kepada Kayafas
Kepada Sanhedrin? Kepada Sanhedrin? Kepada Sanhedrin?
Kepada Pilatus
Kepada Herod
Kepada Pilatus Kepada Pilatus Kepada Pilatus Kepada Pilatus

Rangkaian Matius didasarkan pada

Matius 26: 57, 27: 1, 27:1-2.

Rangkaian Markus didasarkan pada

Markus 14: 53; 15: 1, 15:1

Rangkaian Lukas didasarkan pada

Lukas 22: 54; 22:66; 23:1, 23:6-8; 23:11

Rangkaian Yihanes didasarkan pada

Yohanes 18:12-13, 18:24; 18:28.

Pelepasan Barabbas

Pelepasan Barabbas diceritakan oleh keempat injil kanonik di atas,
1 dan di antara keempatnya, banyak rincian yang sama mengenai peristiwa tersebut. Dalam masing-masing laporan, Pontius Pilatus, gubernur Roma untuk Yudaea, memberikan pilihan kepada sekelompok orang Yahudi antara melepaskan dua orang tahanan, salah satunya digambarkan sebagai Yesus Kristus, dan yang lainnya digambarkan sebagai seorang terkenal yang berada di luar perlindungan hukum, yang hanya dikenal sebagai Barabbas. Kelompok yang kebingungan itu memilih Barabbas untuk dilepaskan. Oleh karenanya, Pilatus melepaskan Barabbas, dan Yesus kristus konon disalib. Namun demikian, seperti akan segera dijelaskan, interpretasi Sekolah Minggu atas penggambaran injil ini kurang akurat, utamanya karena sebagian besar teks kuno yang akurat dari injil-injil tersebut telah lama dihindarkan dari orang awam hingga masa-masa sekarang. Di antara empat laporan tersebut, laporan Matius sejauh ini paling menjelaskan dan rinci, dan penuturan inilah yang dikutip di bawah :

Kini Yesus berdiri di hadapan gubernur; lalu gubernur bertanya kepadanya, “Apakah engkau Raja orang-orang Yahudi?” Yesus menjawab, “Engkau yang berkata demikian”. Kini saat perayaan pesta, gubernur biasanya melepaskan seorang tahanan untuk dikembalikan ke kelompoknya, seseorang yang diinginkan kelompoknya. Pada saat itu, mereka memiliki seorang tahanan termasyur, yang dipanggil Yesus Barabbas. Demikianlah, setelah mereka berkumpul, Pilatus bertanya kepada mereka, “Siapakah yang ingin kalian lepaskan, Yesus Barabbas atau Yesus yang disebut Juru Selamat?” karena ia menyadari bahwa bukanlah karena iri hati sehingga mereka menyerahkannya. Sementara ia duduk di kursi pengadilan, istrinya berkata kepdanya, “Tidak ada yang harus dilakukan dengan orang suci itu, karena hari ini aku banyak menderita disebabkan oleh mimpi tentangnya”. Kini para pendeta ketua dan para sesepuh membujuk kelompok itu agar meminta Barabbas dan membunuh Yesus. Gubernur bertanya lagi kepada mereka, “Siapakah yang kalian ingin aku lepaskan untuk kalian?” Dan mereka menjawab, “Barabbas”. Pilatus berkata kepada mereka, “maka apa yang harus aku lakukan dengan Yesus yang disebut Juru Selamat ini?” mereka semua menjawab, “Biarlah ia disalib!” Kemudian ia bertanya, “Mengapa, kejahatan apa yang telah ia lakukan?” Tetapi mereka semua berteriak lebih keras lagi, “Biarkanlah ia disalib!” Demikianlah, ketika Pilatus memahami bahwa tidak ada yang bisa ia lakukan, kecuali kerusuhan itu telah dimulai, ia mengambil hati dan membasuh tangannya di hadapan kelompok tersebut, seraya mengatakan, “Aku suci dari darah orang ini; lihatlah darah itu pada diri kalian sendiri”. Kemudian orang-orang itu menjawab, “Darahnya menjadi tanggungan kami dan anaj-anak kami!” demikianlah ia melepaskan Barnabbas untuk mereka; dan setelah mencambuk Yesus, ia menyerahkan Yesus untuk disalib.2

Sebagai lanturan sekilas, perlu dicatat bahwa tulisan-tulisan apokrif secara konsisten mengidentifikasi nama istri Pilatus sebagai Procla.3 (Lebih jauh mengenai statusnya menurut gereja-gereja Kristen awal akan diuraikan kemudian dalam bab ini).

Identitas Barabbas

Teks yang dikutip dari Matius di atas, seperti ditemukan dalam
The Holy Bible: New Revised Standard Version (NRSV), dengan jelas mengidentifikasi Barabbas sebagai orang yang memiliki nama Yesus. Dalam melakukan identifikasi ini, NRSV menggunakan sebagian besar teks-teks kuno,4 agar bisa mengoreksi penghapusan nama yang diberikan kepada Barabbas, yaitu Yesus, yang terjadi pada versi-versi awal Alkitab.

Sebenarnya, para sarjana alkitabiah telah lama mengetahui dari teks-teks Matius kuno ini bahwa nama Barabbas adalah Yesus. Namun, informasi ini secara khusus tidak disampaikan kepada masyarakat awam. Dalam King James Version dari Alkitab tahun 1611, sama sekali tidak ada penyebutan nama Barabbas sebagai Yesus. Dalam Revised Standard Version (RSV) tahun 1946, informasi ini akhirnya dimasukkan dalam teks tersebut sebagai catatan kaki yang tidak jelas. Akhirnya, dalam New Revised Stan dard Version (NRSV) tahun 1989, informasi paling awal dan paling lengkap berkenaan dengan Barabbas disuguhkan secara langsung dalam teks tersebut, dimana ia pada awalnya diduga (bernama yesus Barabbas), dan Barabbas yang sebelumnya tidak dikenal sekali lagi telah menjadi Yesus Barabbas.

Namun demikian, para penerjemah Alkitab masih merahasiakannya dari masyarakat awam. Mereka masih belum menggenapi tugas mereka untuk mendidik masyarakat Kristen awam dan menjadikan teks Alkitab bisa diakses oleh sebagian besar umat Kristen. Mereka kini telah mempresentasikan Barabbas sebagai Yesus Barabbas, tetapi mereka masih belum menunjukkan bahwa “Barabbas” bukanlah nama, tetapi merupakan patronimik (nama yang hampir sama dengan nama ayahnya).5 Patronimik meruapkan sebuah pengenal, sementara orangnya dikatakan sebagai putra X. Oleh karenanya, dalam Perjanjian Baru, kita menemukan murid Simon Petrus juga dipanggil Simon bar Jonah, yaitu, Simon putra Yunus.6 Namun demikian, para penerjemah Alkitab secara konsisten sama-sama memberlakukan kata-kata bahasa Arama bar dan Abbas, karenanya menerjemahkan Jesus bar Abbas sebagai Yesus Barabbas, atau lebih buruk lagi, sebagai Barabbas saja. Dengan demikian seperti ini, dan dengan menyadari bahwa bar hanyalah berarti putra dari, sekarang kita bisa mengidentifikasi Barabbas sebagai Yesus putra Abbas. Namun demikian, bahkan dengan menerima terjemahan tersebut sampai titik ini, terjemahan tersebut tetap agak salah-arah, karena Abbas bukanlah sebuah nama. Kata Abbas masih harus diterjemahkan lagi dari bahasa Arama. Abbas berarti ayah, dan Barabbas secara langsung dan tak- ambigu diidentifikasi dalam Matius sebagai “Yesus, putra Bapa”!7 Kini, jika kita harus bertanya kepada seratus orang Kristen yang dipilih secara acak mengenai identitas “Yesus, putra Bapa”, niscaya kita akan mendapatkan seratus identifikasi positif mengenai Yesus Kristus.

Barabbas tidak lain adalah Yesus sendiri, putra Bapa!8 Ini bukanlah identifikasi yang didasarkan pada sebagian kitab apokrif, yang mungkin atau tidak mungkin memiliki bukti yang mengacu pada gereja-gereja Kristen awal, seperti halnya kasus Injil Barnabas. Bahkan, ini juga bukan identifikasi yang didasarkan pada kitab-kitab apokrif, yang bisa secar alangsung ditelusuri hingga ke gereja-gereja Kristen awal, seperti dalam kasus Kitab Jeus, Wahyu Petrus, Risalah Kedua Set Agung, atau Perbuatan-perbuatan Yohanes. Ini merupakan identifiaksi yang dibuat langsung oleh Injil kanonik Matius.

Namun demikian, ini merupakan identifikasi yang hanya bisa dilakukan sekali: teks-teks awal Matius pada kahirnya menjadi teks-teks yang diakui, seperti dalam kasus NSRV; dan pembaca telah menggenapi terjemahan dua kata tersebut, yang masih belum diterjemahkan oleh para penerjemah Alkitab, dan karenanya, pernyataan-Matius yang sebenarnya masih gelap bagi orang awam. Memahami kutipan dari Matius ini sama artinya dengan mengupas sebuah opini. Dari lapisan demi lapisan yang harus disingkap sebelum kita sampai pada inti yang sebenarnya. Sementara sebelum kita sampai pada inti yang sebenarnya. Sementara kita bisa memahami bahwa para penerjemah Alkitab telah mulai mengupas opini tersebut untuk masyarakat awam, proses pengupasan tersebut amat-sangat lambat, dan masih belum lengkap. Pelbagai macam lapisan ini disuguhkan pada Tabel 3 di bawah :

Tabel 3:
Lapisan-lapisan Identitas Barabbas

Lapisan Identitas yang Diungkap Versi Alkitab
1 Barabbas Versi Raja James, 1611
2 Yesus Barabbas sebagai catatan Versi Standar yang Direvisi, 1946
3 Yesus Barabbas Versi Standar Baru yang Direvisi, 1989
4 Yesus bar Abbas

-

5 Yesus putra Abbas

-

6 Yesus, putra Bapa

-

Berdasarkan pembahasan di atas, kita bisa melihat bahwa menurut Matius, Pontius Pilatus menawarkan untuk melepskan salah seorang dari dua tawanan pada hari itu, yaitu “Yesus, putra Bapa” atau “Yesus yang disebut Juru Selamat”.9 Menurut penuturan Matius, kelompok tersebut memilih “Yesus putra Bapa” untuk dilepaskan. Pilatus memenuhi permintaan mereka, dengan melapaskan “Yesus, putra Bapa” dan menghukum “Yesus yang disebut Juru Selamat”.10 Paling tidak, laporan Matius menujukkan bahwa ada kekaburan berkenaan dengan siapa an tetapi, Pulatus benar-benar peduli jika Yesus mengklaim sebagai raja orang-orang Yahudi. Mengklaim diri sebagai Juru Selamat teologis bukanlah kejahatan menurut hukum Roma, sementara mengklaim diri sebagai Raja orang-orang Yahudi tentu saja merupakan kejahatan.

Di sini, kita harus menguji apa yang dimaksud dengan “Yesus yang disebut Juru Selamat”. Generasi-generasi kaum Kristen yang menghadiri Sekolah Minggu telah diindoktrinasi dengan konsep teologis Sang Juru Sealmat, yang sudah dimulai sejak zaman gereja-gereja Kristen awal. Namun demikian, kata Mashiah dalam b ahasa Ibrani, yang diterjemahkan menjadi Messiah (Juru selamat) dalam Alkitab, sebenarnya berarti ditahbiskan. Sama halnya, kata bahasa Yunani Chritos, yang diterjemahkan me njadi Crist (Kristus) dalam alkitab sebenarnya merupakan terjemahan Yunani dari kata Mashiah dalam bahasa Ibrani. Oleh karenanya, meskipun kata-kata Pilatus adalah Yesus yang disebut Juru Selamat, sebenarnya yang ia katakan adalah “Yesus yang disebut orang yang ditasbihkan”. Siapakah yang telah disucikan dari bangsa Israel? Jawabannya adalah para raja dan para pendeta tinggi Iarael. Dalam hal ini, setiap pemberontak yang mengajukan klaim sebagai raja Israel – dan banyak orang semacam ini pada abad pertama Masehi – maka ia akan ditasbihkan sebagai raja Israel, dan bisa disebut sebagai “Juru Selamat”.12

Setelah memantapkan perhatian Pilatus, dan karenanya setelah memantapkan tuduhan sebanarnya terhadap Yesus, yaitu mengklaim sebagai Raja orang-orang Yahudi, dan setelah menetapkan makan sebenarnya dari kata “Juru Selamat”, kini kita beralih pada keterangan yang sama mengenai pelepasan “Yesus, putra Bapa” dalam Markus.

Demikianlah, kelompok itu datang dan mulai miminta Pilatus melakukan sesuatu untuk mereka sesuai dengan adat kebiasaannya. Kemudian ia memberi jawaban kepada mereka, “Apakah kalian ingin aku melepaskan Raja orang-orang Yahudi itu untuk kalian?” ? Namun, para pendeta ketua menghasut mereka agar meminta Pilatus melepaskan Barabbas untuk mereka.13

Perhatikanlah adanya perubahan yang halus, tetapi amat sangat penting. Pilihannya dalah antara “Yesus, raja orang-orang Yahudi” dan “Yesus, putra Bapa!” Dalam versi ini tidak ada ambiguitas atau kebingungan kerkenaan dengan identitas. Yesus, yang mengklaim sebagai raja orang-orang Yahudi, dan dengan demikian juga telah ditasbihkan, yaitu, telah menjadi seorang Juru Selamat, diserahkan untuk disalib, sementara Yesus, putra Bapa, dilepaskan. Apalagi yang lebih sederhana atau lebih gamblang daripada hal itu? Kini, siapakah Yesus ini, yang mengklaim dirinya sebagai raja orang-orang Yahusi? Mungkin dia adalah seseorang yang telah ditemui dalam bab ini, yaitu, “Yesus, orang Galilea”, yaitu, pemberontak paramiliter, yang disangkal oleh Petrus tadi.14 Dialah Yesus ini, yang merupakan pembunuh dan pemberontak sebenarnya, yang tuduhan-tuduhannya secara keliru dinisbahkan kepada Yesus, putra Bapa, melalui kebingungan, baik sengaja maupun tidak, yang diciptakan oleh para penulis injil atau penerjemah, para redaktur, atau para penyuntingnya.15

Ikhtisar

Kisah men genai pelepasan Yesus, putra Bapa, memiliki arti penting yang sangat besar. Meskipun pembaca menolak reka-ulang kutipan Matius yang diusulkan oleh pengarang ini, yang didasarkan pada pertanyaan Pilatus kepada Yesus dan pada penuturan Markus yang sama, tetapi pembaca injil-injil kanonik masih bergulat dengan kebingungan dan ambiguitas. Identitas masing-masing mengenai siapa yang dilepaskan (Yesus, putra Bapa) dan siapa yang disalib (Yesus yang disebut Juru Selamat) benar-benar membingungkan dan merupakan pertanyaan tak-terjawab. Kebingungan dan ambiguitas itu cukup untuk menyatakan bahwa setidaknya ada satu jawaban yang tersedia bagi pertanyaan-pertanyaan di atas dari injil-injil kanonik yang mendukung keterangan Alquran soal penyaliban. Lebih jauh, jika kita menerima reka-ulang laporan Matius sebagaimana dikemukakan oleh pengarang ini, maka jelaslah bahwa Yesus, Raja orang-orang Yahudi (atau disebut juga Yesus, orang Galilea), disalib, sementara Yesus, putra Bapa, dilepaskan. Di sini, kita menemukan pembelaan total atas penjelasan Alquran tentang penyaliban yang kita butuhkan berdasarkan injil-injil kanonik semata.

Hingga titik ini, pembaca Kristen, yang diindoktrinasi sejak masa kecil dalam pelajaran-pelajaran Sekolah Minggu, mungkin berpikir bahwa seluruh jajaran argumen ini tidak masuk akal. Tidak peduli apa yang sebenarnya dikatakan Matius mengenai Yesus, putra Bapa, adalah lebih mudah untuk mengabaikan seluruh hal ini begitu saja. Namun demikian, sebelum melalukan langkah tersebut, ada satu keping informasi lagi yang harus dipertimbangkan. Jika Pilatus memang benar-benar menghukum Yesus Kristus hingga mati dengan cara disalib, bagaimanakah seharusnya gereja-gereja Kristen awal memandang Pilatus dan sekutu-sekutunya? Tidakkah Pilatus seharusnya dibuang ke tempat yang paling jauh oleh gereja-gereja Kristen awal? Tidak mungkinkah Pilatus secara formal dihukum oleh gereja-gereja Kristen awal? Kita tentunya berpikir demikian.

Akan tetapi, fakta-fakta yang ada sungguh sangat berbeda. Tanggal 28 Oktober oleh penanggalan Gereja Ortodoks Timur ditentukan sebagai hari pesta Santa Procla, istri Pontius Pilatus.16 Tanggal 25 Juni oleh Gereja Kristen Koptik ditentukan sebagai hari pesta Santa Procla dan Santo Pontius Pilatus.17 Procla diresmikan sebagai seorang santa, b aik oleh Gereja Ortodoks Timur maupun oleh Gereja Kristen Koptik, sementara Pontius Pilatus diresmikan sebagai seorang santo oleh Gereja Kristen Koptik. Bagaimanakah gereja Kristen Koptik awal bahkan membenarkan kononisasi orang tersebut sebagai santo, orang yang telah menghukum Yesus Kristus hingga mati dengan cara disalib? Ini benar-benar bertentangan dengan seluruh nalar dan logika. Apakah yang diketahui oleh umat Kristen awal ini yang tidak diketahui oleh umat Kristen modern? Mungkin, mereka tahu bahwa Pontius Pilatus, santo mereka tercinta, adalah orang yang melepaskan Yesus Kristus. Mungkin juga mereka memeiliki pemahaman yang lebih baik tentang Matius daripada sebagian besar orang Kristen modern.

Pada titik ini, sangat menggoda untuk mengatakan, “Kasus ditutup, sidang ditunda”. Namun demikian, ada satu keping lagi bukti dari injil-injil kanonik yang harus ditelaah.

Keterangan:

1. Matius 27:11-26; Markus 15:6-15; Lukas 23:13-25; Yohanes 18:38-40
2. Matius 27:11, 15-26.
3. Platt RH, Brett JA.
4. A) Fenton JC (1973) B) – (1998a)
5. A) – (1998a) B) Leon-Dufour X (1983) C) Asimov I (1969) D) Schonfield HJ (1967) E) Fenton JC (1973) F) Pherigo LP (1971)
6< /A>. Matius 16:17. Dalam RSV: Simon Bar Jonah (Simon bin Yunus).
7. A) – (1998a) B) Leon-Dufour X (1983) C) Asimov I (1969) D) Fenton JC (1973) E) Pherigo LP (1971)
8. Frasa “putra Bapa” tidak mengisyaratkan status “dilahirkan”.
9. Matius 27:17
10. Matius 27:17-26
11. Matius 27:11
12. A) Leon-Dufour X (1983) B) Schonfield HJ (1967)
13. Markus 15:8-9, 11.
14. Matius 26:69-70
15. Platt RH, Brett JA
16. A) Hennecke E, Schneemelcher W, Wilson RM (1963) B) Platt RH, Brett JA C) – (1998g)
17. – (1998n)

BANTAHAN KEUNIVERSALAN ALKITAB 1:

BANTAHAN KEUNIVERSALAN ALKITAB 1:
KITAB MATIUS

Berbagai kitab dalam Perjanjian Baru mencatat tiga ungkapan yang diduga berasal dari Yesus. Masing-masing ungkapan tampaknya menunjukkan universalitas kerasulan Yesus dan para pengikutnya. Dalam uraian berikut, setelah penggambaran singkat mengenai suatu tempat yang dicantumkan pada ungkapan yang diduga berasal dari Yesus itu, masing-masing dari ketiga ayat ini dikutip kata-per-kata, dan ayat alkitabiah yang meragukan dikritisi.

CONTOH PERTAMA. Ayat pertama yang harus dipertimbangkan berasal dari Injil Matius. Tempatnya di Galolee, sebelah utara Palestina. Waktunya beberapa hari setelah dugaan penyaliban dan kebangkitan-kembali Yesus,1 ketika sedikitnya sebelas orang murid2 melakukan perjalanan beberapa hari dan Yerusalem, tempat mereka merayakan Minggu Paskah, menuju Galilee.

Kini sebelas orang murid itu pergi ke Galilee, menuju gunung tempat mereka dulu pernah dituntun ke sana oleh Yesus. Ketika mereka melihatnya, mereka menyembahnya; tetapi sebagian ragu. Kemudian Yesus datang dan berkata kepada mereka, “Seluruh kekuasaan di langit dan di bumi telah diberikan kepadaku. Oleh karenanya, pergilan dan carilah murid-murid dari seluruh bangsa, dengan membaptis mereka atas nama Bapa, Putra, dan roh Kudus, serta mengajarkan kepada mereka untuk mentaati segala hal yang telah aku perintahkan kepadamu. Dan ingatlah, aku selalu bersamamu, hingga akhir zaman”.3

Kelihatannya, ayat di atas merupakan bukti yang sangat kuat bahwa Yesus menyatakan kerasulan universal. Akan tetapi, ada banyak kekurangan penting dan serius dalam ayat di atas. Sekarang, mari kita telaah kekurangan-kekurangan ini.

Pertama dan terpenting harus diingat bahwa Matius menggambarkan pernyataan di atas dari mulut Yesus “yang dibangkitkan”, bukan dari saat Yesus melaksanakan misi “kerasulan di dunia”. Dalam kitab-kitab Perjanjian Baru, penggunaan kosep Yesus “yang dibangkitkan” sering kali berupa sandi yang menunjukkan bahwa apa yang disebut “saksi” benar-benar telah mengalami satu “penampakan”. Dalam hal ini, kita harus mempertimbangkan kasus “penampakan” Paulus (saul Tarsus) ketika ia melakukan perjalanan dari Yerusalem dan Damaskus, dengan maksud untuk menyiksa para pengikut awal Yesus.4 Jelasnya, sebuah “penampakan” – dengan otoritasnya sendiri – tidak bisa mengklaim jenis kepercayaan historis yang sama seperti kata yang diucapkan Yesus selama masa hidup dan penasbihannya. Seperti diketahui, keraguan yang nyata mengenai keakuratan sejarah pernyataan di atas menjadi sangat jelas.

Kedua, ungkapan Yesus yang dilaporkan dan diduga merupakan perintah kepada murid-muridnya adalah satu rumusan pembaptisan liturgis dalam bentuk literer yang menunjukkan asal-muasalnya dalam gereja-gereja Kristen awal. Dengan penyuntingan dan paredaksian kemudian atas Matius, rumusan pembaptisan liturgis ini tampaknya telah dimodifikasi menjadi [berasal dari] kata-kata Yesus “yang dibangkitkan”, karenanya, bentuk analisis kritis (Formgeschichte) atas ungkapan itu mengarah pada penisbahannya dengan gereja-gereja Kristen awal, yang sampai batas tertentu kemungkinan tidak lebih awal daripada abad ke-2 M. bahwa rumusan pembaptisan ini menunjuk pada waktu yang jauh lebih belakangan daripada Yesus bisa dilihat dengan adanya fakta bahwa para murid melanjutkan pembaptisan hanya atas nama Yesus, dengan menghindari setiap penyebutan trinitas dalam rumusan pembaptisan liturgisnya.

Petrus berkata kepada mereka, “Bertobatlah, dan dibaptislah setiap orang dari kalian atas nama Yesus Kristus sehingga dosa-dosa kalian bisa diampuni; dan kalian akan menerima anugrah dari Roh Kudus.5

Ketiga, kritik teks menunjukkan bahwa ayat dari Matius di atas mendapatkan banyak sisian dan penambahan kemudian. Misalnya, dalam kutipan abad ke-4 M dari ayat di atas, Eusebius6 menyatakan sebagai “membaptis mereka atas namaku”, alih-alih “membaptis mereka atas nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus”.7 Karenanya, paling tidak hingga akhir abad ke-4 M, ayat Matius di atas masih mengalami proses penyuntingan dan penambahan oleh mereka yang ada di gereja-gereja Kristen! Fakta ini sendiri cukup untuk menilai bahwa kesejahteraan ayat Matius menjadi sama sekali tidak berarti.

Keempat, jika Yesus benar-benar memerintahkan murid-muridnya untuk menyampaikan kerasulan ke “seluruh bangsa”, catatan kesejarahan tersebut dengan jelas menunjukkan bahwa mereka sangat ragu-ragu untuk menaati perintah ini, bahkan sering kali mengabaikannya sama sekali. Pembangkangan dan/atau keraguan dalam menaati perintah yang diduga berasal dari Yesus “yang dibangkitkan” untuk menyampaikan pesan kepada “seluruh bangsa” ini dengan cepat dan mudah bisa diverifikasi dan dikuatkan oleh banyak ayat Perjanjian Baru, termasuk Kitab Perbuatan 11: 1-18, dimana Petrus dihukum oleh para anggota “gereja”8 Yerusalem awal hanya karena makan bersama orang-orang Kristen non-Yahudi. Bagaimana mungkin para sesepuh “gereja” Yerusalem ini bisa menentang Petrus untuk makan bersama orang-orang Kristen non-Yahudi jika Yesus benar-benar memberikan perintah untuk menyampaikan pesan kepada “seluruh bangsa”?

Selain itu, Orang-orang Galatia 2: 1-9 mendokumentasikan kesulitan Paulus untuk meyakinkan “gereja” Yerusalem awal agar ia diizinkan menyampaikan pesan injil kepada orang-orang non Yahudi. Bagaimakah Paulus bisa menemui kesulitan semacam ini jika Yesus benar-benar memberikan tugas universal kepada murid-muridnya? Ingatlah, Paulus bukan dan tidak pernah menjadi murid Yesus, dan bahkan tidak pernah bertemu Yesus selama masa kehidupan Yesus di dunia. Lebih jauh, Kitab Perbuatan – yang pada dasarnya merupakan kitab propaganda, yang kokoh melaporkan sejarah gereja-gereja awal, tetapi memasukkan tradisi Paulus yang menyimpang dalam agama Kristen awal – bahkan lebih jauh mencatat bahwa murid-murid Yesus yang sebenarnya dengan tegas menolak Paulus sebagai seorang murid pengikutnya.

Ketika ia telah sampai di Yerusalem, ia berusaha untuk bergabung dengan murid-murid itu; dan mereka semua takut kepadanya, karena mereka tidak percara bahwa ia adalah seorang murid.9

Sebagimana diketahui, argumen Paulus untuk menyampaikan pesan injil kep ada orang-orang non-Yahudi buikanlah tindakan seorang murid, dan tindakannya ini menuai banyak celaan dari “gereja” orisinal yang berada di Yerusalem.10 Satu contoh lainnya agaknya perlu dikutip secara lengkap di bawah ini :

Kini mereka telah terpecah-belah karena penyiksaan yang terjadi atas Stefen yang telah menempuh perjalanan sejauh Phoenisia, Cyprus, dan Antiokia, dan mereka tidak mengatakan sepatah katapun kecuali kepada orang-orang Yahudi.11

Berkaitan dengan penugasan yang konon diberikan kepada murid-muridnya untuk “mengembara dan mengambil murid dari seluruh bangsa”, kekurangan keempat ini saja sudah cukup untuk menunjukkan bahwa “tidak mungkin Yesus mengatakan hal ini …”12

Jika dipertimbangkan bersama, empat kekurangan yang dicatat di atas memberikan bukti meyakinkan bahwa kata-kata yang dituturkan dalam Matius 28: 18-20 tidak bisa dikatakan berasal dari Yesus, jika setiap persamaan yang mengandung keakuratan sejarah dipertahankan. Sebagaimana diungkapkan oleh salah seorang teolog Kristen dan penafsiran Alkitab: “ayat-ayat ini kemungkinan lebih mencerminkan interpretasi gereja awal daripada kata-kata Yesus yang sebenarnya …”13

Keterangan:

1. Lihat “Bantahan-bantahan penyaliban Yesus” pada menu.
2. Mungkin, 11 murid tersebut merujuk pada 12 orang murid dikurangi Yudas Iskariot.
3. Matius 28:16-20.
4. Perbuatan 9:1-9.
5. Perbuatan 2:38.
6. Eusebius Pamphili adalah seorang uskup Caesarea pada abad ke-4 Masehi. Dia adalah pengarang karya monumental
Ecclesiastical History, Chronicle, dan pelbagai macam apologi serta komentar. — (1998c)
7. Davies JN (1929b)
8. Para murid dan sesepuh tersebut berkumpul bersama di Yerusalem yang secara tradisional dirujuk sebagai gereja Yerusalem. Namun demikian,
ia bukanlah sebuah “gereja”. Mereka tetap melakukan kebaktian dan bersembahyang di kuil Yahudi, dan dengan jelas mempertahankan diri mereka sebagai bagian dari “negeri Israel”. Mereka bukanlah sebuah agama baru, yaitu agama Kristen, tetapi mereka ada di antara orang-orang Yahudi yang telah kembali pada kepasrahan kepada Allah. (Lihat “Perspektif Islam dan Yudeo-Kristen” pada menu).
< FONT color=”#ff00ff”>9.
Perbuatan 9:26.
10. Perbuatan 15:1-5; 21:17-26; Orang-orang Galatia 2:1-9. Ingatlah bahwa Kitab Perbuatan ditulis oleh tradisi dan mazhab Paulus, dan karenanya mempresentasikan laporan yang sangat bias mengenai konflik antara Paulus dan “gereja” awal di Yerusalem. Misalnya, Perbuatan 21:17-26 mengaku menunjukkan bahwa “gereja” Yerusalem mendukung Paulus. Namun demikian, fakta yang sebenarnya adalah, sebagaimana dilaporkan dalam keterangan yang sebenarnya, bahwa para sesepuh “gereja” Yerusalem tersebut memerintahkan Paulus melaksanakan ritus-ritus sementara sebagai seorang Nazarite, yang menunjukkan bahwa ia harus melaksanakan pemurnian diri dan melaksanakan penebusan dosa untuk menebus apa yang telah ia perbuat.
11. Perbuatan 11:19.
12. Fenton JC (1973), hal. 453.
13. Hamilton W (1959), hal. 109.

BANTAHAN KEUNIVERSALAN ALKITAB 3:

BANTAHAN KEUNIVERSALAN ALKITAB 3:
KITAB PERBUATAN

CONTOH KETIGA. Contoh ketiga, di mana ada dugaan bahwa Yesus memberikan wewenang atas misi dan kerasulan universal, terdapat dalam Kitab Perbuatan. Tempatnya di Bukit Zaitun, sebelah timur Yerusalem, dan tepat berada di seberang Lembah Kidron dan tembok Yerusalem. Waktunya empat puluh hari setelah Hari Minggu Paskah.

“Sementara tinggal bersama mereka, ia memerintahkan mereka untuk tidak meninggalkan Yerusalem, tetapi menunggu janji dari Bapa di sana. “Ini”, sabdanya, “Adalah apa yang kalian pernah dengar dariku; karena Yohanes telah membaptis dengan air, tetapi kalian akan dibaptis dengan Roh Kudus tidak lama lagi dari sekarang .. Namun, kalian akan menerima kekuatan ketika Roh Kudus dikirimkan pada kalian; dan kalian akan menjadi saksi-saksiku di Yeruslem, di seluruh Yudea dan Samaria, dan hingga ujung dunia”. Ketika ia mengatakan hal ini, saat mereka memperhatikannya, ia diangkat ke langit, dan segumpal awan menutupinya dari pandangan mereka.1

Dua kekurangan pertama dalam ayat ini telah ditemukan sebelumnya ketika menganalisis penuturan Matius dan Lukas. Pertama, dugaan penugasan untuk melakukan mini dan kerasulan universal diakui diberikan oleh Yesus “yang dibangkitkan”, bukan oleh Yesus yang masih hidup. Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, Yesus “yang dibangkitkan” sering kali merupakan metafora untuk menerima sebuah “penampakan”, dimana Yesus konon dilihat dan didengar. Kedua, para murid awal Yesus terus-menerus mengalami keraguan yang besar dalam pewartaan, jika bukan penolakan sebenarnya untuk mewartakan, pesan injil Yesus kepda orang-orang selain dari “tanah Israel”.2

Kekurangan ketiga dalam menggunakan ayat Kitab Perbuatan di atas untuk mendukung kerasulan universal Yesus adalah sama deng an yang dijelaskan sebelumnya sebagai kekurangan keempat yang mendasari penuturan Lukas, yaitu penugasan kenabian universal bersifat kondisional, tidak absolut. Yesus cuma memerintahkan murid-muridnya untuk menunggu di Yerusalem, yaitu untuk membatasi kenabian mereka pada “tanah Israel”, hingga “janji Bapa” terpenuhi. Hanya setelah Allah memenuhi janji ini, yang tidak pernah secara spesifik diidentifikasi dalam ayat di atas, maka para pengikut Yesus harus menyampaikan pesan injil hingga ke “ujung dunia”. Hingga janji Allah terpenuhi, para pengikut Yesus harus membatasi misi dan kenabian mereka untuk Yerusalem, yakni untuk “tanah Israel”.

Sebagaimana yang terjadi dengan penuturan Lukas yang dikutip sebelumnya, interpretasi Kristen tradisional atas “janji dari bapa” ini adalah bahwa ia merujuk pada datangnya Penghibur dan/atau Roh Kudus. Interpretasi Kristen tradisional ini menemukan beberapa dukungan superfisial dalam ayat Kitab Perbuatan di atas, dalam hal bahwa klausul bersyarat berkenaan dengan “janji dari Bapa” secara langsung diikuti dengan pembahasan tentang Roh Kudus dan ramalan akan Pantekosta (saat para murid konon dipenuhi dengan Roh Kudus, yang diduga turun atas mereka), yang konon terjadi sepuluh hari kemudian. Namun demikian, sebagaimana akan dijelaskan di bawah, interpretasi mengenai sifat bersyarat penugasan universal ini merepresentasikan sebuah distorsi yang serius atas pesan Alkitab yang sebenarnya.

Keterangan:


1. Perbuatan 1:4-5, 8-9.
2. Perbuatan 11:1-19; 15:1-5; 21:17-26; Orang-orang Galatia 2:1-9.

Dikutip dari buku: “Salib di Bulan Sabit”, karya: DR. Jerald F. Dirks, 2003.

BANTAHAN KEUNIVERSALAN ALKITAB 2:

BANTAHAN KEUNIVERSALAN ALKITAB 2:
KITAB LUKAS


CONTOH KEDUA.
Ayat kedua yang harus diperhatikan adalah dari Injil Lukas. Tempat ayat ini di Yerusalem, di mana Yesus konon berhadapan dengan sebelas orang muridnya yang masih ada, ditambah beberapa orang beriman lainnya. Pada saat itu, konon ia memerintahkan kepada mereka dalam pengertian, interpretasi, atau pemahaman yang sesungguhnya atas sabda-sabdanya dan kerasulannya di dunia ini. Waktu pertemuan ini diperkirakan Hari Minggu Paskah. Dengan mempertimbangkan konteks dan latar belakang di atas, ayat yang relevan dari Lukas dikutip di sini.

Kemudian ia membuka pikiran-pikiran mereka untuk memahami kitab-kitab suci, dan ia berkata kepada mereka, “Demikialah yang tertulis, bahwa Sang Juru Selamat harus menderita dan bangkit dari kematian pada hari ketiga, dan bahwa pertobatan dan pengampunan dosa harus dinyatakan atas namanya bagi seluruh bangsa, dimulai dari Yerusalem. Kalian adalah saksi-saksi atas hal ini. Dan ingatlah, aku menyampaikan kepada kalian apa yang telah dijanjikan Bapa; maka tinggallah di kota ini hingga kalian diberi kekuatan dari langit”.1

Sekali lagi, ada banyak kekurangan yang tidak jelas dalam ayat di atas. Namun lagi-agi, kekurangan itu mendasari setiap klaim atas keakuratan sejarah ayat itu. Empat kekurangan dari ayat tersebut dipresentasikan di bawah ini.

Kekurangan pertama, kata-kata yang dinisbahkan kepada Yesus dalam ayat di atas justru dinisbahkan kepada “Yesus yang dibangkitkan”. Sabda-sabda dan tindakan-tindakan yang diduga berasal dari Yesus “yang dibangkitkan” sering kali harus dipahami sebagai sabda-sabda yang didengar dan tindakan-tindakan yang dilihat dalam sebuah “penampakan”. Autentisitas, klredibilitas, dan reliabilitas kesejarahan kesaksian atas “penampakan” semacam ini harus didekati dengan takaran skeptisisme yang sehat.

Kekurangan kedua, murid-murid Yesus sebenarnya sangat ragu-ragu untuk mendekati orang-orang non-Yahudi, dan cenderung tidak mau memasukkan mereka yang bukan tari “tanah Israel”.2 Dalam hal ini, berguna untuk sekali lagi mencatat ayat dari Kitab Perbuatan berikut, yang dengan jelas menyatakan posisi “gereja” awal di Yerusalem, yang “anggota-anggotanya” termasuk murid-murid Yesus yang orisinal.

Kini mereka telah terpecah-belah karena penyiksan yang terjadi atas Stefen yang telah menempuh perjalanan sejauh Phonenisia, Cyprus, dan Antiokia, dan mereka tidak mengatakan sepatah kata pun kecuali kepada orang-orang Yahudi.3

(Kekurangan ketiga) Selain kekurangan-kekurangan di atas, laporan Lukas juga dikaitkan dengan pernyataan yang berkenaan dengan dugaan penyaliban dan kebangkitan-kembali Yesus, yang ditunjukkan baik oleh injil apokrif maupun injil kanonik, mungkin sebenarnya tidak pernah terjadi.4 Hal ini menimbulkan beberapa keprihatinan tambahan mengenai kecermatan historis ayat Lukas yang dipersoalkan ini.

Kekurangan keempat, penuturan Lukas bukanlah pengabsahan mutlak atas kerasulan universal. Namun, jika dipertimbangkan pada dataran nilai, laporan Lukas paling-paling merupakan pengabsahan bersyarat atas kerasulan universal. Orang-orang Kristen, yang berusaha menggunakan ayat ini sebagai penugasan atas kerasulan universal, terlalu sering mengabaikan sifat bersyarat dari pernyataan dalam Lukas ini. Bagaimanapun, ayat itu dengan jelas menyatakan bahwa : (A) kenabian dimulai di Yerusalem; (B) kenabian tetap dipusatkan di Yerusalem hingga Yesus memberikan “kepadamu apa yang telah dijanjikan Bapak” dan hingga “engkau diberi kekuatan dari langit”; dan (C) hanya setelah syarat-syarat dalam “B: dipenuhi, maka kerasulan harus dikembangkan dari Yerusalem ke “seluruh bangsa”.

Sederhananya, misi dan kerasulan harus dibatasi pada “domba-domba yang tersesat dari tanah Israel”, hingga saat seperti “apa yang telah dijanjikan Bapa” telah dipenuhi, dan “engkau diberi kekuatan dari langit”. Apakah yang Allah janjikan untuk dikirim? Apakah yang dimaksud “kekuatan dari langit” ini? Interpretasi Kristen tradisional menyatakan bahwa ia adalah turunnya Roh Kudus pada saat Pantekosta. Jika interpretasi tersebut diterima, maka syarat tersebut telah dipenuhi pada saat Pantekosta, hanya 50 hari setelah peristiwa-peristiwa yang digambarkan dalam ayat Lukas di atas. Namun demikian, ada banyak alasan yang tepat dan memadai untuk meragukan interpretasi ini, dan pernyataan-pernyataan yang dicatat di tempat lain dalam kitab Perjanjian baru betul-betul menolak interpretasi semacam ini.

Keterangan:

1. Lukas 24:45-49.
2. Perbuatan 11:1-18; 15:1-5; 21:17-26; Orang-orang Galatia 2:1-9.
3. Perbuatan 11:19.
4. Lihat kembali “Bantahan-bantahan Penyaliban Yesus” pada menu.

BANTAHAN SIMON SIRENUS TERHADAP PENYALIBAN YESUS

BANTAHAN SIMON SIRENUS TERHADAP PENYALIBAN YESUS !!!

Bukti : Perekrutan Simon Sirenus

Interpretasi Kristen teradisional atas penyaliban manyatakan bahwa Yesus Kristus berpindah dari tempat hukuman di hadapan Pontius Pilatus menuju tempat penyaliban, yaitu Golgotha (Calvary dalam bahasa Latin). Perjalanan ini diritualkan oleh Gereja Katolik Roma sebagai bagian dari 14 Stasiun Salibnya, dimana stasiun kelima memperoleh perhatian khusus, stasiun Salib Kelima merunjuk pada suatu peristiwa yang dituturkan dalam tiga injik sinoptik, tetapi tidak diceritakan dalam Yohanes. Pada Stasiun kelima ini, Simor Sirenus konon ditemukan untuk membawa salib Yesus.

Setelah mareka keluar, mereka menemukan seorang laki-laki dari Sirenus bernama Simon; mereka memaksa orang ini untuk membawa salibnya. Dan ketika mereka sampai di sebuah tempat yang disebut Golgotha (yang berarti Tempat Tengkorak), mereka menawarkan anggur kepadanya untuk diminum, yang telah dicampur dengan cuka; tetapi ketika ia mencicipinya, dia tidak mau meminumnya. Dan ketika mereka menyalibkannya, mereka membagikan pakaiannya di antara mereka sendiri dengan melemparkan undian; kemudian mereka duduk di sana dan tetap mengawasinya.1

Mereka memaksa seorang musafir, yang datang dari negeri itu, untuk membawa salibnya; ia adalah Simon Sirenus ayah Aleksander dan Rufus. Kemudian, mreka membawa Yesus ke tempat yang disebut Golgotha (yang berarti tempat tengkorak). Kemudian mereka menawarinya anggur yang telah dicampur dengan myrrh; tetapi ia tidak menerimanya. Kemudian mereka menyalibnya, dan membagikan pakaiannya di antara mereka, dengan melemparkan undian untuk menentukan apa yang harus diterima oleh masing-masing.2

Setelah mereka membawanya, mereka menangkap seorang laki-laki, Simon Sirenus, yang datang dari negeri itu, dan mereka meletakkan salib itu di [pundak]-atasnya, dan menyuruhnya membawa salib itu di belakang Yesus. Dua orang lainnya, yang merupakan para penjahat, dibawa untuk dibunuh bersamanya. Ketika mereka sampai ke tempat yang disebut Tengkorak, mereka menyalib Yesus di sana bersama para penjahat, satu di sebelah kanannya dan satu lagi di sebelah kirinya.3

Kini, ada dua persoalan yang harus dijelaskan menyangkut penuturan di atas. Pertama, injil-injil kanonik tidak pernah menyatakan bahwa salib diserahkan kembali kepda Yesus dari Simon. Kedua, dalam kutipan dari Markus dan dalam kutipan dari Lukas, pengarang saat ini mencetak-miuring kata “Yesus” di satu tempat. Di masing-masing tempat ini, catatan NRSV berkenaan dengan teks tersebut dengan jelas menyatakan bahwa orang Yunani membawa “dia”, bukan “Yesus”. Dengan kata lain, para penerjemah khawatir kalau-kalau sebagian besar pembaca akan membaca “dia” sebagai kata-ganti yang merujuk pada Simon Sinerus juka mereka tidak memasukkan “Yesus” untuk mengganti “dia”. Dalam hal ini, para penerjemah sepenuhnya benar. Sebagian besar pembaca akan membaca “dia” sebagai kata-ganti yang merujuk pada Simon Sirenus, yang menunjukkan bahwa Simon Sirenus adalah orang yang disalib. Dalam kutipan-kutipan di atas, Matius, Markus, dan Lukas, semuanya tampaknya mengatakan bahwa Simon Sirenus disalib sebagai pengganti Yesus.

Harus ditekankan bahwa interpretasi terhadap tradisi sinoptik di atas tidak terbatas bagi pengarang saat ini. Kenyataannya, itulah interpretasi yang diyakini secara luas oleh segmen-segmen gereja-gereja Kristen awal. Para pembaca bab ini sudah menemukan bahwa interpretasi adalah Risalah Kedua Set Agung, kitab apokrif dari gereja-gereja Kristen awal, menyatakan, “adalah orang lain, Simon, yang memikul salib di pundaknya”. Kenyataannya, penggantian Simon Sirenus (sebagai korban penyaliban) untuk Yesus merupakan prinsip kepercayaan utama di antara orang-orang Kristen awal yang dikenal sebagai kelompok Basilidian,4 yang menonjol pada pertengahan abad abad ke-2 M. mereka mengadakan kongregasi di Mesir dan tetap eksis hingga abad ke-4 M. garis keturuannya bisa ditelusuri kembali pada orang-orang yang menjadi pengikut Basilides, yang diklaim sebagai penerima tradisi-tradisi rahasia tertentu dari Glaucias (seorang penafsir Petrus, murid Yesus).5

IKHTISAR DAN SIMPULAN-SIMPULAN

Bukanlah maksud pengarang untuk membuktikan satu tradisi, setelah dipertentangkan dengan tradisi lainnya, akhirnya sampai pada simpulan bahwa bukanlah yesus Kristus yang disalib. Namun, tinjauan-tinjauan terdahulu atas kitab suci Kristen, baik yang apokrif maupun kanonik, secara dramatis mengilustrasikan bahwa gereja-gereja Kristen awal tidak secara bulat menerima doktrin penyaliban Kristus. Jelasnya, mereka masih bingung mengenai apa yang sebenarnya terjadi saat itu. Ada banyak teroi yang berbeda mengenai pokok bahasan ini dalah gereja-gereja Kristen awal. Di antara banyak kandidat untuk kehormatan yang meragukan sebagai korban yang disalib ini, bisa kita sebutkan: Yudas Iskariot; Simon Sinerus;
simulacrum-simulacrum Yesus Kristus; orang-orang lain yang tidak-teridentifikasi; dan seorang pemberontak paramiliter yang dikenal sebagai Yesus, orang Galilea, yang mengklaim dirinya sebagai Raja orang-orang Yahudi, dan yang dibedakan dari Yesus, putra Bapa, yaitu Yesus Kristus.

Alquran dengan jelas menyatakan bahwa Yesus Kristus tidak disalib. Sebagian besar segmen gereja-gereja Kristen awal, dan sebagian besar kitab suci Kristen awal mengamini pernyataan itu.

Bagi kaum muslim, pelajaran yang mungkin bisa diambil adalah bahwa banyak gereja Kristen awal jauh lebih dekat dengan Islam daripada yang pernah dipikirkan sebelumnya. Bagi kaum Kristen, pelajaran yang mungkin bisa diambil adalah bahwa doktrin penyaliban ternyata sangat di ragukan dan diperdebatkan oleh gereja-gereja awal. Dengan pemikiran semacam ini, mungkin mereka bersedia melihat kembali ajaran-ajaran Islam, dan mempertimbangkan persamaan-persamaan antara ajaran-ajaran Islam dan fondasi-fondasi agama Kristen awal.

Keterangan:

1. Matius 27:32-36
2. Markus 15:21-24
3. Lukas 23:26, 32-33
4. Norwood FA (1971)
5. – (1998b)

KEMUSTAHILAN KETUHANAN YESUS !!!

KEMUSTAHILAN KETUHANAN YESUS !!!

Alkitab mencatat beberapa kemustahilan berkaitan dengan dugaan ketuhanan Yesus, misalnya, Yesus sujud menyembah kepada Allah (Matius 26:39 dan Markus 14:35-36). Selain itu, ketika disalib, Yesus berteriak memohon pertolongan kepada Allah (Matius 27:46 dan Markus 15:34, teks ini sebenarnya dikarang dari Mazmur 22:2-6). Yesus juga tidak mengetahui kapan datangnya hari kiamat (Markus 13:31-32). Bahkan, Yesus menyuruh umatnya untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah (Matius 6:9-13). Tindakan/sifat2 Yesus tersebut, sangat mustahil dimiliki oleh Tuhan, tetapi tindakan/sifat2 tersebut hanya mungkin dimiliki oleh makhluk2-Nya yang sudah semestinya menjadi hamba2-Nya.

Catatan2 Alkitab di atas, jelas2 membantah ketuhanan Yesus. Tetapi mengapa umat Kristen bersikukuh menuhankan Yesus? Jawabannya terletak pada “doktrin gereja” yang sudah ditanamkan kepada setiap individu Kristen semenjak ia masih kanak2. Umat Kristen, pada dasarnya tidak benar2 memahami isi Alkitab yang sebenarnya. Mereka lebih mendasarkan diri pada apa yang gereja katakan tentang Yesus, bukan berdasarkan pada apa yang sebenarnya Alkitab katakan tentang Yesus. Di sinilah penyebab kesalahpahaman umat Kristen tentang pribadi Yesus.

Lebih jauh, hampir semua orang yang mendengar cerita penyaliban ketika itu, beranggapan bahwa yang disalib itu adalah Yesus, oleh karena rupa orang tersebut benar2 mirip dengan Yesus. Hal ini dimanfaatkan oleh para sastrawan dari Yunani dan Romawi (dimana bangsa Romawi ketika itu menjajah Palestina) yang ingin mengabadikan cerita penyaliban itu, dengan menjadikan Septuaginta Perjanjian Lama berbahasa Yunani sebagai salah satu sumber karangan mereka. Lebih jauh lagi, nama “injil” yang diklaim umat Kristen untuk menyebut karya sastrawan “Matius”, “Markus”, “Lukas”, dan “Yohanes”, justru baru muncul pada akhir abad ke-2 Masehi (“Salib di Bulan Sabit”, karya: DR. Jerald F. Dirks). Adapun Kitab Suci Injil yang diturunkan Allah kepada Yesus, sebagaimana dinarasikan dalam injil2 kanonik di bawah ini, telah hilang dimusnahkan oleh tangan2 Bani Israel.

Matius 4:23 Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu. (Lihat juga Matius 9:35; 11:1; 24:14; dan 26:13).

Markus 1:14 Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, (Lihat juga Markus 1:15,38-39; 3:14; 8:35; 10:29; 13:10; 14:9; d an 16:15,20).

Lukas 4:43 Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus.” (Lihat juga Lukas 4:44; 8:1; 9:6; dan 20:1).

Jelasnya, nama “injil” yang diberikan kepada “Matius”, “Markus”, “Lukas”, dan “Yohanes”, BUKANLAH Kitab Suci Injil yang asli, yang diturunkan Allah kepada Yesus. Sedangkan Injil sebagaimana tersebut dalam ayat2 “injil” kanonik di atas, tentu saja Injil yang asli yang diturunkan Allah kepada Yesus. Pada waktu itu, sedikit sekali orang yang benar2 tahu dan mengerti tentang “Injil”. Barulah setelah Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, tabir kebohongan Perjanjian Baru itu sedikit demi sedikit semakin terbongkar.

KESIMPANG SIURAN TERJEMAHAN ALKITAB INDONESIA !!!

KESIMPANG SIURAN ALKITAB INDONESIA !!!

Kebusukan Alkitab Indonesia di sini hanya menyangkut revisi-revisi terhadap kata atau kata-kata tertentu dari teks yang dapat dikatakan “mendekati orisinal” tanpa konfirmasi terlebih dahulu dengan para pengarang Alkitab yang sesungguhnya sehingga mengurangi nilai kesejarahan ayat-ayat tersebut, antara lain:

1. REVISI KITAB MATIUS:

2:23 Setibanya di sana iapun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret.

Terjemahan yang tepat dari teks “orisinal”:

2:23 Setibanya di sana iapun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazorea.

(Para penerj emah Alkitab Indonesia merubah frasa “Orang Nazorea” menjadi “Orang Nazaret” tanpa dasar yang jelas)

Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:

Versi The Latin Vulgate (sebelum abad ke-15 M):

2:23 et veniens habitavit in civitate quae vocatur Nazareth ut adimpleretur quod dictum est per prophetas quoniam Nazareus vocabitur

Versi Greek Stephanos 1550 M:

2:23 kai elthon katokesen eis polin l egomenen s=nazareth abt=nazaret opos plerothe to rethen dia ton propheton oti nazoraios klethesetai

Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:

2:23 And coming he dwelt in a city called Nazareth: that it might be fulfilled which was said by the prophets: That he shall be called a Nazarene.

Versi Wycliffe New Testament:

2:23 and cam, and dwelte in a citee, that ys clepid Nazareth, that is shulde be fulfillid, that was seid bi profetis, For he shal be clepid a Nazarey.

Versi New American Bible:

2:23 He went and dwelt in a town called Nazareth, so that what had been spoken through the prophets might be fulfilled, “He shall be called a Nazorean.”

Versi New Revised Standard Version:

2:23 There he made his home in a town called Nazareth, so that what had been spoken through the prophets might be fulfilled, “He will be called a Nazorean.”

Catatan:

Di antara dakwaan-dakwaan yang ditujukan terhadap Petrus, salah satunya menyebutkan “Yesus dari Nazaret” (Matius 26:71), dan satu lagi menyebutkan “Yesus, orang dari Nazaret” (Markus 14:67). Pernyataan pertama sebenarnya merupakan terjemahan yang salah-arah dari kata Yunani Nazorean (A. Stegemann H – 1998 B. Perjanjian Matius 2:23 C. Kee HC – 1971), sedangkan pernyataan kedua merupakan terjemahan yang salah-arah dari istilah Yunani Nazarene. Istilah Yunani Nazorean dan Nazarene merupakan transliterasi (Nazarenoi atau Nazoraios) dari kata bahasa Arama Nasren atau Nasraya, yang berarti para pemelihara. Pada gilirannya, kata bahasa Arama itu bisa ditelusuri kembali pada istilah Nazir dalam bahasa Ibrani, yang berarti suci, kudus, atau pemantang. Jika sekte-sekte dan subsekte-subsekte agama Yahudi pada abad pertama Masehi dijajarkan pada poros keagamaan, dimana kutub kiri mewakili liberalisme Yahudi, dan kutub kanan mewakili konservatisme religius, maka kaum Farisi akan berada di tengah-tengah, sedangkan kaum Essene dan Nazorea akan berada di ujung kanan.

Jadi, siapakah, dan apakah sebenarnya, orang-orang Nazorea itu? Sederhananya, mereka adalah kelompok yang sama yang dirujuk dalam perjanjian Lama sebagai orang-orang Nazarite atau < /FONT>Nazirite. Nazarite atau Nazorea adalah seseorang yang melaksanakan sumpah pemantangan dan kesetiaan penuh kepada Hukum Musa, dimana sumpah semacam ini bisa berlaku selama hidup atau untuk jangka waktu trertentu. Aturan-aturan khusus yang mengatur periode menjadi seorang Nazarite atau Nazorea< /FONT> disebutkan satu per satu dalam Kitab Bilangan 6:1-21 dalam Alkitab, tetapi tidak diulangi dalam bab ini. Namun demikian, dijelaskan bahwa orang-orang Nazarite atau Nazorea dicirikahasi dengan penolakan mereka untuk memotong rambut, dengan pemantangan mutlak terhadap alkohol dan seluruh minuman yang berasal dari anggur, dengan penolakan mutlak untuk berada dekat jenazah, dan sebagainya. Tokoh-tokoh alkitabiah termasyur yang diidentifikasi sebagai orang-orang Nazarite atau Nazorea antara lain : Samson (Hakim-hakim 13:1-24; 16:13-17); Samuel (1 Samuel 1:1-22); mungkin Yohanes (Yahya) Sang Pembaptis, mungkin juga James, imam pertama gereja Kristen di Yerusalem (Kisah Para Rasul 21:17-26); dan untuk sementara Paulus (Kisah Para Rasul 21:17-26). Namun demikian, penggambaran alkitabiah mengenai Yesus Kristus sama sekali tidak ada sangkut-pautnya dengan penggambaran tentang seorang Nazorea, karena seorang Nazorea tidak akan pernah menerima apapun yang berasal dari buah anggur, dan tidak bisa mendekati Lazarus yang sudah meninggal, yang oleh Yesus, melalui kekuasaan Allah, konon dibangkitkan dari kematian (Yohanes 11:38-44).

Jadi, tidak ada hubungannya antara frasa “Orang Nazorea” (atau “Orang Nazarene”) dengan kota Nazaret. Sekali lagi, orang-orang Nazorea adalah orang-orang yang memiliki keyakinan tertentu terhadap Hukum Musa yang para penganutnya tidak hanya ada di kota Nazaret, tetapi tersebar di seluruh wilayah Israel.

Lebih jauh, nubuat yang “dikutip” Matius tentang “Orang Nazorea” di atas, tidak ditemukan dalam naskah Perjanjian Lama. Singkatnya, Matius memiliki nubuat menyimpang yang “dikutip” yang sama sekali tidak ada! Kesalahan-kesalahan yang bertimbunan!

2. REVISI KITAB MATIUS:

19:16. Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
19:17 Jawab Yesus: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang
baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.”

Terjemahan yang tepat dari teks “orisinal”:

19:16 Ada seorang datang kepada Yesus dan berkata: “
Guru yang baik, perbuatan apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
19:17 Jawab Yesus: “Mengapa engkau memanggil-Ku
Guru yang baik? Hanya Satu yang baik, yaitu Tuhan. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah-Nya.

(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah frasa “Guru yang baik” menjadi “perbuatan bai k” dan menghilangkan kata “Tuhan” yang merujuk kepada Allah, agar seolah-olah Yesus adalah Allah)

Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:

Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:

19:16 And behold one came and said to him: Good master, what good shall I do that I may have life everlasting?
19:17 Who said to him: Why askest thou me concerning good? One is good, God. But if thou wilt enter into life, keep the commandments.

Versi King James 1611 M:

19:16 And, behold, one came and said unto him, Good Master, what good thing shall I do, that I may have eternal life?
19:17 And he said unto him, Why callest thou me good? there is none good but one, that is, God: but if thou wilt enter into life, keep the commandments.

3. REVISI KITAB MATIUS:

4:15 “Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain

Terjemahan yang tepat dari teks “orisinal”:

4:15 “Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea,
yang dihuni orang-orang non Yahudi

(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah frasa “yang dihuni orang-orang non Yahudi” menjadi “wilayah bangsa-bangsa lain” untuk mempersempit kontradiksi dengan ayat yang dikutip dan telah dimodifikasi oleh pengarang/penerjemah Matius dari Kitab Yesaya 9:1)

Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:

Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:

4:15 Land of Zabulon and land of Nephthalim, the way of the sea beyond the Jordan, Galilee of the Gentiles:

Versi King James 1611 M:

The land of Zabulon, and the land of Nephthalim, by the way of the sea, beyond the Jordan, Galilee of the Gentiles;

Catatan:

Pengarang/penerjemah Matius membual bahwa misi kerasulan Yesus bukan hanya untuk orang-orang Israel atau Yahudi saja, tetapi juga untuk orang-orang dari bangsa-bangsa lain, karenanya, frasa “pelbagai umat” dalam teks Yesaya 9:1 yang menjadi rujukan Matius, diubah menjadi “orang-orang non Yahudi” dalam Matius 4:15. Selengkapnya, baca: Distorsi Matius 7.

4. REVISI KITAB MATIUS:

12:18 “Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas- Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa
12:21 Dan kepada-Nyalah
bangsa-bangsa akan berharap.”

Terjemahan yang tepat dari teks “orisinal”:

12:18 “Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada
orang-orang non Yahudi
12:21 Dan kepada-Nyalah
orang-orang non Yahudi akan berharap.”

(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah frasa “orang-orang non Yahudi” menjadi “bangsa-bangsa” untuk mempersempit kontradiksi dengan ayat-ayat yang dikutip dan telah dimodifikasi oleh pengarang/penerjemah Matius dari Kitab Yesaya 42:1,4)

Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:

Versi Douay-Rhei ms Bible 1582 M:

12:18 Behold my servant whom I have chosen, my beloved in whom my soul hath been well pleased. I will put my spirit upon him, and he shall shew judgement to the Gentiles.
12:21 And in his name the Gentiles shall hope.

Versi King James 1611 M:

12:18 Behold my servant, whom I have chosen; my beloved, in whom my soul is well pleased: I will put my spirit upon him, and he shall shew judgement to the Gentiles.
12:21 And in his name shall the Gentiles trust.

Catatan:

Pengarang/penerjemah Matius membual bahwa misi kerasulan Yesus bukan hanya untuk orang-orang Israel atau Yahudi saja, tetapi juga untuk orang-orang dari bangsa-bangsa lain, karenanya, frasa “bangsa-bangsa” dan “segala pulau” dalam teks Yesaya 42:1,4 yang menjadi rujukan Matius, diubah menjadi “orang-orang non Yahudi” dalam Matius 12:18,21. Selengkapnya, baca: Distorsi Matius 10.

5. REVISI KITAB YOHANES:

2:4 Kata Yesus kepadanya (ibunya): “Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba.”

Terjemahan yang tepat dari teks “orisinal”:

2:4 Kata Yesus kepadanya (ibunya): “Mau apakah engkau dari pada-Ku, perempuan? Saat-Ku belum tiba.”

(Para penerjemah Alkitab In donesia merubah kata “perempuan” menjadi “ibu”, agar lebih sopan)

Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:

Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:

2:4 And Jesus saith to her: Woman, what is that to me and to thee? My hour is not yet come.

Versi King James 1611 M:

2:4 Jesus saith unto her, Woman, what have I to do with thee? mine hour is not yet come.

6. REVISI KITAB 1 SAMUEL:

6:19. Dan Ia membunuh beberapa orang Bet-Semes, karena mereka melihat ke dalam tabut TUHAN; Ia membunuh tujuh puluh orang dari rakyat itu. Rakyat itu berkabung, karena TUHAN telah menghajar mereka dengan dahsyatnya.

Terjemahan yang tepat dari teks “orisinal”:

6:19. Dan Ia membunuh beberapa orang Bet-Semes, karena mereka melihat ke dalam tabut TUHAN; Ia membunuh
lima puluh ribu tuju h pulu orang dari rakyat itu. Rakyat itu berkabung, karena TUHAN telah menghajar mereka dengan dahsyatnya.

(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah jumlah “50.070” menjadi “70” saja untuk mempersempit kontradiksi dengan Kitab Kejadian 8:21)

Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:

Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:

6:19 But he slew of the men of Bethsames, because they h ad seen the ark of the Lord, and he slew of the people seventy men, and fifty thousand of the common people. And the people lamented, because the Lord had smitten the people with a great slaughter.

Versi King James 1611 M:

6:19 And he smote the men of Bethshemesh, because they had looked into the ark of the LORD, even he smote of the people fifty thousand and threescore and ten men: and the people lamented, because the LORD had smitten many of the people with a great slaughter.

7. REVISI KITAB 2 SAMUEL:

17:25 Absalom telah mengangkat Amasa menggantikan Yoab untuk mengepalai tentara. Amasa adalah anak seorang yang bernama Yitra, seorang Ismael yang telah memperisteri Abigal binti Nahas, saudara perempuan Zeruya ibu Yoab.

Terjemahan yang tepat dari teks “orisinal”:

17:25 Absalom telah mengangkat Amasa menggantikan Yoab untuk mengepalai tentara. Amasa adalah anak seorang yang bernama Yitra, seorang
Israel yang telah memperisteri Abigal binti Nahas, saudara perempuan Zeruya ibu Yoab.

(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah kata “Israel” menjadi “Ismael” untuk menghilangkan kontradiksi dengan Kitab 1 Tawarikh 2:17)

Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:

Versi The Latin Vulgate (sebelum abad ke-15 M):

17:25 Amasam vero constituit Absalom pro Ioab super exercitum Amasa autem erat filius viri qui vocabatur Iethra de Hiesreli qui ingressus est ad Abigail fil iam Naas sororem Sarviae quae fuit mater Ioab

Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:

17:25 Now Absalom appointed Amasa in Joab’s stead over the army: and Amasa was the son of a man who was called Jethra, of Jezrael, who went in to Abigail the daughter of Naas, the sister of Sarvia who was the mother of Joab.

Versi King James 1611 M:

17:25 And Absalom made Amasa captain of the host instead of Joab: which Amasa was a man’s son, whose name was Ithra an Israelite, that went in to Abigail the daughter of Nahash, sister to Zeruiah Joab’s mother.

8. REVISI KITAB 2 SAMUEL:

24:13 Kemudian datanglah Gad kepada Daud, memberitahukan kepadanya dengan berkata kepadanya: “Akan datangkah menimpa engkau tiga tahun kelaparan di negerimu? Atau maukah engkau…

Terjemahan yang tepat dari teks “orisinal”:

24:13 Kemudian datanglah Gad kepada Daud, memberitahukan kepadanya dengan berkata kepadanya: “Akan datangkah menimpa engkau tujuh tahun kelaparan di negerimu? Atau maukah engkau…

(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah kata “tujuh” menjadi “tiga” untuk menghilangkan kontradiksi dengan Kitab 1 Tawarikh 21:12)

Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:

Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:

24:13 And when Gad was come to David, he told him, saying: Either seven years of famine shall come to thee in thy land: or thou shalt…

Versi King James 1611 M:

24:13 So Gad came to David, and told him, and said unto him, Shall seven years of famine shall come to thee in thy land? or wilt thou…



Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:

Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:

12:16 But be it so: I did not burthen you: but being crafty, I caught you by guile.

Versi King James 1611 M:

12:16 But be it so, I did not burden you: nevertheless, being crafty, I caught you with guile.

12. REVISI KITAB YOHANES:

13:13 Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.
13:14 Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah
Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu;

Terjemahan yang tepat dari teks “orisinal”:

13:13 Kamu menyebut Aku kepala (guru) dan tuan, dan katamu itu tepat, sebab begitulah Aku.
13:14 Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah
tuan dan kepala (guru)-mu, maka kamupun wa jib saling membasuh kakimu;

(Para penerjemah Alkitab Indonesia menerjemahkan kata “lord” atau “master” sebagai “Tuhan” agar seolah-olah Yesus adalah Tuhan, padahal arti kata-kata tersebut bersifat relatif: kepala, tuan, pemimpin, redaktur, sri paduka raja, dan lain-lain)

Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:

Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:

13:13 You call me Master and Lord. And you say well: for so I am.
13:14 If then I being your Lord and Master, hav e washed your feet; you also ought to wash one another?s feet.

Versi King James 1611 M:

13:13 Ye call me Master and Lord: and ye say well; for so I am.
13:14 If I then, your Lord and Master, have washed your feet; ye also ought to wash one another’s feet.

Versi New American Bible:

13:13 You call me ‘teacher’ and ‘master,’ and rightly so, for indeed I am.
13:14 If I, therefore, the master and teacher, have washed your feet, you ought to wash one another’s feet.

Catatan:

Kata “Lord” dalam Perjanjian Lama memang dapat diterjemahkan sebagai “Tuhan” atau “God”, namun maknanya juga bisa bervariasi. Tetapi dalam konteks ini ia tidak tepat diterjemahkan sebagai “Tuhan”. Sesungguhnya, terjemahan yang tepat untuk kata “Lord” dalam konteks ayat di atas adalah “tuan” bukan “Tuhan”! Bukti-buktinya dapat dilihat di bawah ini:

1 Petrus 3:6. sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya (his Lord). Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman.

Mazmur 82:6. Aku sendiri telah berfirman: “Kamu (umat Israel) adalah Allah (God), dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian.
Mazmur 110:1. Mazmur Daud. Demikianlah firman TUHAN
(Lord) kepada tuanku (my lord): “Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu.”

Keluaran 7:1. Berfirmanlah TUHAN (Lord) kepada Musa: “Lihat, Aku mengangkat engkau seb agai Allah (God) bagi Firaun, dan Harun, abangmu, akan menjadi nabimu.

Sekali lagi, Yesus adalah pemimpin/tuan, bukan Tuhan, hal ini dapat dibuktikan dengan pernyataan Yesus lainnya, yang sama-sama ditulis oleh penulis yang sama:

Yohanes 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah (God) yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
Yohanes 5:30 Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.

Jika Yesus adalah Tuhan, maka seharusnya pernyataan Yesus di atas adalah sebagai berikut:

Yohanes 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa kamu (umat Israel) mengenal Aku, satu-satunya Allah (God) yang benar, dan mengenal Paulus Tarsus yang telah Aku utus.
Yohanes 5:30 Aku dapat berbuat apa saja dari diri-Ku sendiri, Aku menghakimi sesuai dengan apa yang kamu
(umat Israel) kerjakan, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku berkehendak atas segala se suatu dari diri-Ku sendiri.

[QS. 19:30. Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.]

Lebih jauh, dalam versi Alkitab Indonesia, seluruh kata “lord” yang menunjuk kepada Yesus, diterjemahkan sebagai “Tuhan”. Benar-benar buat-buatan!

13. REVISI NAMA “ELOHIM” DAN “JAHWEH”:

Dalam versi Alkitab Indonesia, seluruh kata “Elohim” dan “Jahweh” dalam Perjanji an Lama, masing-masing diterjemahkan sebagai “Allah” dan “Tuhan Allah” (atau “Tuhan” saja), padahal “Elohim” dan “Jahweh” adalah nama-nama Tuhan yang sebenarnya dari umat Yahudi Israel yang menunjukkan kekhasan dari suku-suku tertentu di Israel (Kerajaan Israel utara dan selatan). Mengapa seenaknya dirubah? Berikut contoh-contohnya:

Kitab Kejadian versi Alkitab Indonesia:

1:1. Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
2:4. Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika
TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit,

Terjemahan yang tepat dari teks “orisinal”:

1:1. Pada mulanya Elohim menciptakan langit dan bumi.
2:4. Demikianlah riwayat langit dan bumi pada wa ktu diciptakan. Ketika
Tuhan Jahweh menjadikan bumi dan langit,

Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:

Versi The Darby Translation:

2:4 These are the histories of the heavens and the earth, when they were created, in the day that Jehovah Elohim made earth and heavens,

Versi World English Bible:

2:4 This is the history of the generations of the heavens and of the earth when they were created, in the day that Yahweh God made earth and the heavens.

DAN LAIN SEBAGAINYA.

Begitu mudahnya firman Tuhan dalam Alkitab ditambah, dikurangi, dihilangkan, dan dirubah semaunya sendiri !!!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 108 pengikut lainnya.