Dibawah ini dialog antara kami , Edy Prayitno dan Sahir Suprapto dengan Rekan Kristen Maximillian Reinhart
dengan Topik siapa yg menciptakan neraka , karena menurut teman kita yg kebetulan dari aliran Katolik mengatakan jika Neraka tidak diciptakan oleh ALLAH .
Di salah satu forum , sekitar bulan January 2011


Maximillian Reinhart :
Definisi neraka itu apa menurut pandangan Islam, bisa kita samakan dahulu definisinya…?
membahas pisang dan apel akan berlari bagai 2 jalur rel yang tidak pernah bertemu …

Edy Prayitno :
DAlam kitab perjanjian lama memang gak banyak ayat yg bercerita adanya ” Neraka ” ini . di kitab perjanjian baru , itupun hanya beberapa ayat saja . pemahaman soal neraka ini kamum kristen sangat minim dibandingkan dg ayat sama yg ada dalam Alqur’an . karena ayat Alqur’an banyak sekali memuat dan menerangkan soal keadaan ” neraka ” ini .

Sahir Suprapto
kpd max, sebenarnya sederhana. inti dari topik ini adalah siapa pencipta neraka. bukan apa definisi neraka?
kalopun ada pemahaman tersendiri akan definisi neraka, mungkin bisa di bahas lebih lanjut. namun sekali lagi, apapun pemahaman ttg neraka, pertanyan dari topik diskusi ini adalah siapa pencipta neraka?
teman kristen yang lain tadi telah menjawab bahwa pencipta neraka adalah setan. maka muncul pertanyan, benarkah setan yang menciptakan neraka? dan aku pun memberikan argumen dan pertanyaan lebih lanjut pada kiriman #4. yang masih dalam koridor pertanyaan topik diskusi ini, sekali lagi, siapa pencipta neraka?
edy, aku tertarik dengan posingan mu, bisakah kamu tunjukan ttg beberapa ayat saja yg ada di injil ttg neraka. mungkin ada gambaran lebih jelas ttg siapa pencipta neraka di ayat2 tersebut

Maximillian Reinhart :
Bung Sahir tidak keliru dalam bertanya, harap kita ingat bersama, anda tidak keliru.
Tapi ada baiknya jika kita bersama memahami dulu definisi “neraka” itu sendiri dalam kacamata agama masing-masing, semuanya akan merujuk kepada apa itu neraka, dimana, bagaimana dan (juga) siapa yang menciptakan, dll.
Jika hal ini saja tidak ingin dikupas, maka kita akan menemui sebuah diskusi yang bias dan berujung pada perdebatan sia-sia.
Kenapa? Kamu melihat Rini menjawab “setan” saja langsung kamu sikapi dengan pertanyaan lain…
Mindset adalah hal penting untuk berdialog.
Aku juga pahami (lebih kurang) dalam Islam disebutkan neraka adalah ciptaan Allah, nah apakah sama dengan Kristen…, demikian?
Tapi pemahaman yang belum mendapatkan *konfirmasi* dari Islam (baca: dalam hal ini kamu), sebaiknya tidak perlu ditampilkan lalu langsung aku “menuduh” sebagaimana kebanyakan netter Islam dalam menyikapi bacaan Kitab Suci kami… :).
Bukankah lebih baik bertanya dahulu kepada kamu yang membuka topik? Benarkah menurut Islam neraka diciptakan oleh Allah? Nah ceritakanlah kemudian aku juga akan menceritakannya…
membaca Kitab Suci Kristen khususnya Perjanjian Lama memiliki metode yang berbeda dengan membaca Perjanjian Baru.
Mereka tidak “terpisahkan”…
Perjanjian Baru terselubung dalam Perjanjian Lama, sedangkan Perjanjian Lama tersingkap dalam Perjanjian Baru: “Novum in Vetere latet et in Novo Vetus patet” (Agustinus, Hept. 2,73) Bdk. DV 16.

Edy Prayitno :
Salam mas Sahir.

Saya kasih satu ayat saja siapa yg berkuasa / menciptakan Neraka dalam Alkitab .
coba buka Injil Lukas 12 : 5
Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia!

To : Max
Lihat Yesus sendiri yg mengatakan . takutlah pada ALLAH yg punya Neraka . jadi siapa yg punya dan siapa yg buat sudah jelas bukan Yesus , tetapi ALLAH .
he he he kenapa Max ? apanya yang terselubung Max ?

Maximillian Reinhart :
Allah yang memiliki neraka atau Allah yang memiliki kuasa melempar manusia ke dalam neraka?
Sebaiknya sebelum paham benar janganlah menulis memiliki wewenang melempar = memiliki neraka.
Apa yang terselubung…?
Coba buka Perjanjian Lama, apakah di sana ada sebuah kisah sama yang terjadi pada diri Yesus Kristus di Perjanjian Baru…???

Edy Prayitno :
MAx….coba kalau menurut anda siapa pemilik dan pencipta neraka ?
Maximillian Reinhart :
Neraka adalah **Keadaan** mereka yang menolak Tuhan, dengan kesadaran penuh.
Ini dulu yang sebaiknya dipahami, nah pemahaman apa yang dimiliki Islam atas kata “neraka”…???

Edy Prayitno :
ha ha ha …jawaban hanya ini . dasar ayatnya mana MAx ? ada ngga ?

Maximillian Reinhart :
Kamu jangan bertanya terus, tuangkan pengertian dari Islam atas kata “neraka”, kamu minta ayat pada aku yang tidak melulu menganut iman buku…., jangan samakan aku dengan kamu yang menganut iman buku…hehehehe….., nalar dong…

Edy Prayitno :
MAx saya tertarik dg jawaban anda , coba menurut anda keadaan neraka , apa itu neraka seperti apa , dalam nayangan pikiran anda …coba ?

Maximillian Reinhart :
E…e….eh….curang yah, jawab dulu dong pengertian Islam toh kita mau berdialog…?

Edy Prayitno :
Islam sdh jelas , pencipta neraka dan sorga adalah ALLAH , sedangkan menurut Kristen juga sama seperti ayat yg saya munculkan tadi . sedangkan jawaban sampeyan gak ada dasar ayatnya .

Maximillian Reinhart :
Nah mari kita coba lihat…
Menurut Islam – neraka diciptakan Allah, jadi sudah tersirat di dalamnya Allah memiliki rencana untuk manusia yang ditakdirkan masuk neraka dan ditakdirkan masuk surga, demikian???
Ini sungguh berbeda dengan Katolik, bahwa kami sungguh sangat berhati-hati dalam menyikapi “neraka”.
Neraka sebagaimana yang aku tuliskan di atas – merupakan (lebih tepatnya) sebuah kondisi dimana Allah dan manusia terpisah untuk selama-lamanya, dan itu dilakukan oleh si manusia atas kehendaknya sendiri, karena manusia memiliki kehendak bebas (baca: Freewill).
Manusia bisa menerima dan menolak Allah tetapi di Islam semua digerakkan oleh Allah sekonyong-konyong diartikan Allah memperobot manusia, manusia menjadi “mainan” bagi-Nya…
Sampai di sini dulu, apakah benar…???
Aku tegaskan sekali lagi, Katolik tidak menganut faham agama buku jadi segalanya harus sesuai dengan yang tertulis di Kitab Suci…, berbeda dengan Islam, segalanya harus sesuai bahkan cara yang “aneh” pun dituntun dalam sumber hukum kedua Islam, hadist.
Jadi jika ingin berdiskusi dengan salah satu umat Katolik, sebaiknya memahami dulu faham yang digunakan jangan hantam kromo…., ok?
Baik coba kamu sikapi…

Edy Prayitno :
Max ..sudah saya katakan di depan bahwa umat kristen sangat sedikit memahami pengertian soal neraka ini . karena dikitab pL sangat sangat jarang ayat yg menceritakan soal ” Neraka ” .
Sedang di PB ada sedikit seperti yg saya sampaikan :

Luk 12:5
Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia!

AYat ini sangat jelas siapa pencipta neraka . apa kamu bisa buat devinisi lain diluar apa yg dikatakan Yesus ?
Seperti yg saya bilang , jawaban sampeyan gak punya dasar .
Allah yg mencipta , ada sorga ada neraka . soal ketetapan manusia di takdirkan dari awal akan masuk mana , itu juga sesuai perbuatan manusia sendiri . Jika berbuat baik maka sorga yg didapat . demikian juga sebaliknya . karena ada ayat dalam Alqur’an , manusia akan mendapat balasan amalnya dan tidak dirugikan sedikitpun dari nilai amalnya
omong – omong anda percaya tidak dengan ayat suci anda sendiri ? coba baca lagi ayat yg saya beri Luk 12:5

Maximillian Reinhart :
Memang lucu juga yah, Islam terkenal dengan agama yang masuk akal…, tetapi ketika dibawa dalam pemaparan yang masuk akal saja tertolak, maunya dari yang tersurat tanpa mau memahami yang tersirat…, maunya yang explisit tanpa mau menerima tulisan implisit…
@Sahir & Edy.
Aku tidak ingin lagi memperpanjang perdebatan yang akan menjadi panjang tidak karu-karuan karena memang sudah terlihat…

Mari kita ulas yah……………………
.Terserah saja jika kamu tetap pada pendirian langsung bertanya *siapa yang menciptakan neraka* tanpa mau untuk memahami penawaran aku… (ada baiknya jika kita bersama memahami dulu definisi “neraka” itu sendiri dalam kacamata agama masing-masing)…
Tampaknya kamu akan terpojok jika dikupas definisi “neraka” tak apa…

Neraka sebagaimana yang aku tuliskan di atas – merupakan (lebih tepatnya) sebuah kondisi dimana Allah dan manusia terpisah untuk selama-lamanya, dan itu dilakukan oleh si manusia atas kehendaknya sendiri, karena manusia memiliki kehendak bebas (baca: Freewill).
apakah dengan ini berarti yang menciptakan neraka adalah manusia sendiri?
Tidak juga, makanya ini bukan matematika 1+1=1+1 tidak..!
Membahas neraka dan surga yang dalam khasanah “immaterial” jangan menggunakan pola pikir (melulu) material….
Pernah belajar filsafat kan?
Baik semua dikembalikan lagi pada definisi “neraka” itu apa? Sehingga kamu bisa memahami-siapa yang menciptakan “neraka”.
Manusia “bekerjasama dengan kekuatan iblis” dalam kesadaran yang penuh dan menolak serta memutuskan hubungan dengan Allah hingga pada detik akhir kehidupan materi di dunia lah yang menciptakan neraka.
Di lain sisi, di manakah neraka itu…???
Sama seperti aku merenungkan di manakah surga itu…???
PAHAM GAK…???

Yuk kita lanjut lagi….

Bukankah lebih baik bertanya dahulu kepada kamu yang membuka topik? Benarkah menurut Islam neraka diciptakan oleh Allah?

MANA ADA TULISAN NERAKA DICIPTAKAN OLEH ALLAH? Kamu mau menulis *segala sesuatu* itu…??? Jadi KEJAHATAN JUGA DARI ALLAHMU…???

Ada tambahan argumen dari kamu ini:
Yunus : 7
Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami,

Yunus : 8
mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan.
———
BACA: TEMPATNYA NERAKA TIDAK ADA TULISAN ALLAHMU MENCIPTAKAN NERAKA…, MANA DALILNYA YANG MENULIS NERAKA DIBUAT OLEH-NYA…
Yuk kita baca lagi komentar kamu mengomentari tulisan aku:
Menurut Islam – neraka diciptakan Allah, jadi sudah tersirat di dalamnya Allah memiliki rencana untuk manusia yang ditakdirkan masuk neraka dan ditakdirkan masuk surga, demikian???
Baik apa neraka yang kamu tulis diciptakan Allah adalah mindset kamu sendiri sementara tidak juga kan tertulis di dalam Quran secara explisit…???
Ini mau adu kritis dalil atau mau gunakan semangat yang baikd alam dialog..??
Aku Kristen Katolik. Benar aku yang menalar tetapi berdasarkan doktrin Gereja yang satu – kudus – katolik – apostolik.
Dan dengan rendah hati, aku juga ingin kamu baca, silahkan PERIKSA apakah anggapan umat Katolik lain sangat berseberangan dengan argumen aku tentang “neraka”.

——————————————–
Sudah pula aku tuliskan di atas sana menyikapi tulisanmu Edy…, bahwa membaca Perjanjian Baru terselubung dalam Perjanjian Lama, sedangkan Perjanjian Lama tersingkap dalam Perjanjian Baru: “Novum in Vetere latet et in Novo Vetus patet” (Agustinus, Hept. 2,73) Bdk. DV 16.
HERAN gak paham juga yah…???

Soal ayat Luk 12:5
Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia!

Menghadapi karakter diskusi seperti kamu, sebaiknya aku bisa utk bertanya…, ada tulisan Allah MENCIPTAKAN NERAKA?
ADA…???
KAN sudah juga aku tuliskan di atas, apa juga TIDAK PAHAM?
Allah yang memiliki neraka atau Allah yang memiliki kuasa melempar manusia ke dalam neraka?
Sebaiknya sebelum paham benar janganlah menulis memiliki wewenang melempar = memiliki neraka.

Edy:
Seperti yg saya bilang , jawaban sampeyan gak punya dasar .

Max:
Nilai – lah toh orang bisa membaca … :)

Edy:
Allah yg mencipta , ada sorga ada neraka . soal ketetapan manusia di takdirkan dari awal akan masuk mana , itu juga sesuai perbuatan manusia sendiri . Jika berbuat baik maka sorga yg didapat . demikian juga sebaliknya . karena ada ayat dalam Alqur’an , manusia akan mendapat balasan amalnya dan tidak dirugikan sedikitpun dari nilai amalnya .

Max:
Juga bukankah ada ayat (juga) di Quran kalau Allah bisa mengeraskan hati orang sampai orang itu tidak mau menerima Allah, nah itu “setting” Allah terhadap orang itu; untuk direncanakan masuk neraka oleh-Nya, begitu…???
Kok tidak kamu tampilkan dalil itu…???

Edy:
omong – omong anda percaya tidak dengan ayat suci anda sendiri ? coba baca lagi ayat yg saya beri Luk 12:5

Max:
Percaya.

Lalu apakah kalian tidak melihat bahwa kalian sendiri “ada kesan” bingung dalam mendefinisikan “neraka” dalam kacamata Islam?
Renungkan sebelum membahas sebuah topik, sebaiknya kenalilah topik sendiri… :)

Edy Prayitno :
Dari tadi anda hanya menjawab tanpa dasar ayat , dasar anda mana , coba baca sekali lagi ayat yg saya beri ? masak ga paham siapa yg punya kuasa membuang org ke neraka / dalam Kitab Lukas 12:5 diatas .

Max :
Neraka diciptakan Allah demikian muslim yang diwakilkan oleh Sahir dan Edy.
Kalau Allah menciptakan neraka, maka LOGIKA nya adalah Allah sudah merencanakan sesiapa saja yang masuk neraka, dan itu TAKDIR ALLAH.
Demikiankah…???
Allah memilih dan memilah sesiapa saja yang pantas menerima ridho dari-Nya dan sesiapa saja yang dibuat *bebal* (ie. Firaun).
Allah adalah sutradara atas hidup manusia – demikiankah?

Edy Prayitno :
Max anda masih mbulet saja
coba mana jawaban yg saya kasih ?
saya tanya sekarang .
siapa yg melempar ikan ke tambak , berarti tambak itu milik dia .
apa mau melempar ikannya ke tambak orang lain .

Max : -
Walah, itu berarti dia yang buat tambaknya…???
Ada-ada ajah ini orang yah… :)
Ente kalo buat analogi yang sehat dong, udah tau dilemparkan ke neraka yang ciptakan itu yang melempar yah?

Dilemparkan ikan ke tambak yang ciptakan sipelempar yah?

Kita tidak bicara “milik’ siapa, kita bicara siapa yang ciptakan…!!!
• Aku berharap, teman muslim bisa memberikan pengertian sebagaimana pengertian kami di bawah ini:
————————-
Neraka
oleh: Paus Yohanes Paulus II

Neraka adalah Keadaan Mereka yang Menolak Tuhan

Dalam Audiensi Umum pada hari Rabu, 28 Juli 1999, Bapa Suci merefleksikan neraka sebagai PENOLAKAN DEFINITIF TERHADAP TUHAN.
Dalam katekesenya, Paus mengatakan bahwa KITA HARUS BERHATI-HATI dalam menafsirkan secara tepat gambaran-gambaran akan neraka dalam Kitab Suci.
Selanjutnya, beliau menjelaskan bahwa : “neraka merupakan konsekuensi pokok dari dosa itu sendiri….

Daripada tempat, neraka lebih menyatakan KEADAAN mereka yang secara bebas dan definitif memisahkan diri dari Tuhan, sumber dari segala kehidupan dan kebahagiaan.”

Tuhan adalah Bapa yang mahabaik dan belas kasihan-Nya tak terbatas. Tetapi manusia, yang dipanggil untuk menanggapi kasih-Nya secara bebas, sayangnya dapat memilih untuk menolak kasih dan pengampunan-Nya sekali untuk selama-lamanya, dengan demikian memisahkan diri selamanya dari persekutuan bahagia dengan-Nya.
Situasi tragis inilah yang dijelaskan ajaran kristiani ketika Gereja berbicara mengenai siksa abadi atau neraka.
Neraka bukanlah suatu penghukuman yang ditetapkan secara sepihak oleh Tuhan, melainkan kelanjutan dari PENOLAKAN yang dilakukan manusia semasa hidupnya.
Dahsyatnya ketidak-bahagiaan yang terjadi akibat kondisi yang tak kita pahami ini, dengan suatu cara dapat dimengerti dalam terang pengalaman-pengalaman buruk yang kita alami, yang biasa disebut sebagai hidup dalam “neraka”.

Namun demikian, dalam arti teologis, neraka merupakan sesuatu yang lain: yaitu KONSEKWENSI POKOK dari dosa itu sendiri, yang berbalik melawan orang yang melakukannya.
————————-
Neraka adalah keadaan mereka yang secara definitif menolak belas kasih Bapa, bahkan pada saat akhir hidup mereka.
————————————-

Neraka adalah Keadaan Siksa Abadi

Guna menggambarkan realitas ini, Kitab Suci mempergunakan bahasa simbolik yang secara perlahan-lahan akan dijelaskan kemudian.
Dalam Perjanjian Lama, kondisi mereka yang meninggal belum sepenuhnya diungkapkan dengan Wahyu.
Lagipula, dianggap bahwa mereka yang meninggal dihimpun dalam Sheol, suatu daerah kegelapan (bdk Yeh 28:8; 31:14; Ayb 10:21-22; 38:17; Mzm 30:10; 88:7,13), suatu jurang di mana tak seorang pun dapat naik (bdk. Ayb 7:9), suatu tempat di mana tak mungkin memuliakan Allah (bdk. Yes 38:18; Mzm 6:6).

Perjanjian Baru memberi terang baru pada kondisi mereka yang meninggal, mewartakan di atas segalanya bahwa Kristus dengan kebangkitan-Nya telah mengalahkan maut dan meluaskan kuasa-Nya hingga ke kerajaan maut.

Namun demikian, Penebusan tetap merupakan suatu TAWARAN keselamatan yang adalah merupakan PILIHAN BEBAS/FREE WILL manusia untuk menerimanya.
Itulah sebabnya mengapa mereka semua akan dihakimi “menurut perbuatannya” (Why 20:13).
Dengan menggunakan gambaran-gambaran, Perjanjian Baru menghadirkan tempat yang ditetapkan bagi mereka yang jahat sebagai api yang bernyala-nyala, di mana akan terdapat “ratapan dan kertakan gigi” (Mat 13:42; bdk. 25:30, 41), atau seperti Gehenna dengan “api yang tak terpadamkan” (Mrk 9:43).
Semuanya ini dikisahkan dalam perumpamaan tentang orang kaya, di mana dijelaskan bahwa neraka merupakan suatu tempat siksa abadi, tanpa kemungkinan untuk kembali, ataupun mendapatkan keringanan atas sengsara mereka (Luk 16:19-31).

Kitab Wahyu juga secara simbolik menggambarkan suatu “lautan api” di mana mereka yang memisahkan diri dari kitab kehidupan akan menemui “kematian yang kedua” (Why 20:13 dst).
Oleh sebab itu, mereka yang terus menutup diri terhadap Injil mempersiapkan bagi dirinya sendiri “kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya” (2Tes 1:9).

Gambaran akan neraka yang dihadirkan Kitab Suci bagi kita HARUSLAH DITAFSIRKAN SECARA BENAR. Gambaran-gambaran tersebut menunjukkan keputusasaan yang ngeri dan kehampaan hidup tanpa Tuhan.
Daripada tempat, neraka lebih menyatakan keadaan mereka yang secara bebas dan definitif memisahkan diri dari Tuhan, sumber segala kehidupan dan kebahagiaan.

Katekismus Gereja Katolik meringkas kebenaran iman ini, “Mati dalam dosa berat, tanpa menyesalkannya dan tanpa menerima cinta Allah yang berbelaskasihan, berarti tinggal terpisah dari-Nya untuk selama-lamanya oleh keputusan sendiri secara bebas. Keadaan pengucilan diri secara definitif dari persekutuan dengan Allah dan dengan para kudus ini, dinamakan `neraka’” (no. 1033).

Karenanya, “siksa abadi” TIDAK BERASAL dari kehendak Allah, sebab dalam cinta-Nya yang berbelas kasihan, Ia HANYA MENGHENDAKI KESELAMATAN dari makhluk-makhuk yang diciptakan-Nya.
Dalam kenyataannya, MAKHLUK CIPTAAN-NYA SENDIRILAH (FREE WILL) yang menutup diri terhadap kasih-Nya.
Kutuk secara tepat merupakan perpisahan definitif dari Tuhan, yang dipilih manusia SECARA BEBAS dan dipertegas dengan kematiannya yang memeteraikan pilihannya untuk selamanya.
Pengadilan Tuhan mengesahkan keadaan ini.

Kita diselamatkan dari neraka oleh Yesus yang mengalahkan Setan

Iman Kristiani mengajarkan bahwa dalam mengambil resiko mengatakan “ya” atau “tidak”, yang menandai kebebasan makhluk ciptaan, sebagian ciptaan telah mengatakan tidak.
Mereka adalah makhluk-makhluk rohani yang berontak melawan kasih Allah dan disebut setan (bdk. Konsili Lateran IV, DS 800-801).
Apa yang terjadi terhadap mereka merupakan peringatan bagi kita: suatu panggilan terus-menerus untuk menghindari tragedi yang menghantar kepada dosa dan menyesuaikan hidup kita dengan hidup Yesus yang menghayati hidup-Nya dengan suatu jawaban “ya” terhadap Tuhan.

Siksa abadi tetap merupakan suatu kemungkinan yang nyata, namun demikian kita tidak dianugerahi, tanpa wahyu Ilahi khusus, pengetahuan apakah seseorang atau orang manakah yang terlibat secara efektif di dalamnya.
Pemikiran tentang neraka – dan bahkan tanpa penggunaan gambar-gambar biblis yang kurang sesuai – janganlah sampai menimbulkan kecemasan ataupun keputusasaan, melainkan sebagai suatu pengingat yang penting dan sehat akan kebebasan, dalam mewartakan bahwa Kristus yang bangkit telah mengalahkan setan dan menganugerahkan kepada kita Roh Allah yang memungkinkan kita berseru, “ya Abba, ya Bapa!” (Rm 8:15; Gal 4:6).

Gagasan ini, yang kaya akan pengharapan, berlaku dalam pewartaan kristiani dan secara efektif direfleksikan dalam tradisi liturgi Gereja seperti ditegaskan dalam kata-kata Kanon Romawi ini, “Terimalah dengan rela persembahan umat-Mu. Bimbinglah jalan hidup kami, dan selamatkanlah kami dari hukuman abadi agar tetap menjadi umat kesayangan-Mu.”

[Catatan: dalam bahasa aslinya, Italia, disebutkan “(Più che) Daripada tempat, neraka lebih menyatakan …” Pernyataan ini mengemukakan dengan tepat bahwa meskipun neraka pada dasarnya bukanlah “suatu tempat”, melainkan lebih merupakan kehilangan Allah secara definitif, tercakup juga di dalamnya kurungan / penjara. Dengan demikian, setelah kebangkitan umum tubuh para terkutuk, dalam rupa tubuh dan bukan roh, mereka tentunya berada di “suatu tempat” di mana mereka akan menerima siksa api.]

Sumber: yesaya.indocell.net
Lalu sekarang aku tunggu penjelasan kalian yang memang mengatakan neraka diciptakan Allah…

Sahir Suprapto :
di sini saya akan menjawab dengan ayat2 Allah. sehingga hal ini merupakan murni perwakilan dari islam, bukan hanya pemikiranku.

seperti yg telah saya tulis sebelumnya.
Al An’am : 101
Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu.

ayat ini mejelaskan bahwa Allah yg menciptakan segala sesuatu, dengan demikian semua berada di bawah kuasa Allah. termasuk neraka

selanjutnya
Yunus : 7
Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami,

Yunus : 8
mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan.

jelas dua ayat di atas menerangkan bahwa neraka adalah tempat. dan banyak ayat yg menerangkan bahwa neraka adalah tempat. siapa penghuninya dan mengapa…

Al Baqarah : 24
Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) — dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.

Al Baqarah : 81
(Bukan demikian), yang benar: barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.

An Nisaa : 14
Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.

Al An’am : 70
Dan tinggalkan lah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Quran itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. ….

Yunus : 8
mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan.

secara ringkas penghuni neraka antara laian adalah
1. kafir
hal ini jelas, tidak jauh berbeda dengan kristen. bagi yang tetap tidak percaya akan Allah, walau keterangan telah datang dan dapat di pahami dengan jelas. dengan bahasa max, menolak secara sadar.

2. berbuat dosa dan diliputi oleh dosanya. seperti suka berzinah dan terusan2 berzinah sampe2 tiada hari tanpa zinah.. ya melakukan dosa terus2an dan bangga dengan dosanya..

3. durhaka sama Allah, rosul dan ketentuanNya. seperti malin kundang yg ‘bergelar’ anak durhaka. walau sudah tahu, tapi berpura tidak tahu bahkan menghina kebenaran yang di aketahui.

4. manusia masuk neraka akibat perbutan manusia sendiri, dan karena perbuatan yang ‘mengahsilkan’ neraka tersebut selalu dan selalu di kerjakan…

secara sekilas tidak jauh berbeda dg pemikiran paus ke II, neraka adalah karena perbuatan manusia yang walau sudah jelas dan paham akan Allah, tapi manusia itu terus menolak Allah, menolak rosulNya, ketentuanNya dan bahkan mereka dengan bangga melakukannya hingga mereka terus menerus melakukannya hingga mereka di liputi oleh apa yg mereka perbuat.

yg membedakan adalah bahwa neraka adalah sebuah tempat yang di ciptakan Allah, seperti surga. sebagai wujud keadilan dan kebijakan Allah

Al Anbiyaa : 47
Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan.

terakhir..
Al Balad : 10
Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan,

Allah menciptakan dua tempat di akhirat…. dan terserah kita memilih yg mana….

Edy Praytino :
“Dan sesungguhnya Neraka Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (para pengikut setan) semuanya. Neraka itu mempunyai tujuh pintu, masing-masing pintu di huni oleh (sekelompok pendosa yang ditentukan)” (Qs al Hijr 15 :44)

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa ketika Malaikat Jibril turun membawa ayat di atas tadi, Rasul memintanya untuk menjelaskan seperti apa kondisi di Neraka. Jibril menjawab: “Wahai Nabi Allah, sesungguhnya di dalam neraka ada tujuh pintu yang masing-masing mempunyai tujuh puluh ribu celah api, jarak antara pintu itu sejauh tujuh puluh tahun, dan setiap pintu lebih panas dari pintu yang lain..”

Nama-nama pintu tersebut adalah:

1. Neraka Jahannam (QS 15:43)
Disediakan untuk para pengikut dan pemuja Setan.

2. Neraka Sa’ir (QS 84:12-13)
Disediakan untuk orang-orang kafir yang tidak percaya akan Akherat, juga untuk orang yang tak pandai bersyukur.

3. Neraka Shaqor (QS 74:42-47)
Disediakan untuk orang yang tidak melaksanakan sholat, tidak mau memberi makan orang miskin, tukang gosip, dll.

4. Neraka Jahim (QS 26:91)
Disediakan untuk mereka yang menyembah berhala, thagut (harta dan tahta), juga untuk orang yang sesat.

5. Neraka Huthomah (QS 104:1-9)
Disediakan untuk para pengumpat & pencela.

6. Neraka Ladho (QS 70:15-18)
Disediakan untuk orang yang tidak beragama, dan yang gemar menyimpan harta (kikir).

7. Neraka Hawiyah (QS 101:1-11)
Disediakan untuk orang yang ringan amal kebaikannya, sebagaimana Jibril menjawab kepada Rasul: “Pintu ini untuk umatmu yang angkuh, dan ketika mati tanpa sempat menyesali dosa-dosa mereka..”

Ctt : Dialog ini bisa dilanjutkan di blog ini , saya undang teman 2 muslim dan rekan2 non muslim untuk dapat mengulas lebih dalam lagi topik ini .

Wassalam
Edy P

About these ads