Tulisan dibawah ini masih “ Lanjutan “ dari tulisan Ibu Hj.Siti Aisyah : Mengapa Kita Mengirim Sholawat Kepada Rosul ?

Dijawab oleh Muhammad Firman ( teman Kristen )
Siti Aisyah ….. sebenarnya anda selangkah lagi untuk murtad. Tapi anda masih menutupinya dengan tahajut segala. Anda sendiri belum yakin kan kalau jawaban itu berasal dari Tuhan????
Kalau anda mencintai suami dan anak anda, itu kan masuk akal. Tapi kalau anda harus mendoakan Muhammad sampai berurai air mata, itu kan aneh???? Padahal anda tidak mengenal samsekali sama yang namanya nabi Muhammad. Anda mengenalnya hanya dari kata orang. Dari ustad, kiyai dan dari al qur’an, dan dari hadits. Dan Muhammad pun tidak pernah berbuat apa-apa sama anda. Bukankah itu sesuatu yang aneh Siti Aisyah???
Mendoakan/bersholawat terhadap nabi Muhammad supaya Muhammad masuk surga adalah sesuatu yang aneh. Karena dia sendiri yang mengajari orang supaya masuk sorga, tapi dia sendiri butuh doa orang supaya dia masuk surga. Bukankah itu suatu yang aneh???? Dia kan mengajari untuk masuk surga itu harus ditimbang Pahala dan Dosa, oleh karena itu orang Islam disuruh berbuat baik supaya ketika ditimbang dosa dan pahalanya, supaya didapati pahala lebih berat dan orang tersebut layak masuk surga. Tentu perbuatan baik itu dilakukan sewaktu kita masih hidup. Lalu kalau ada pengaruhnya Mendoakan/bersholawat kepada seseorang, untuk seseorang itu masuk surga atau tidak, ngapain mesti mengejar pahala????
Apalagi ditambahi pernyatan seperti ini;
” Karena Tuhan dan malaikat saja bersholawat terhadap nabi. Allah dan malaikat yang akan menjawab langsung hambanya yang bersholawat terhadap nabi”…
Nah lohh…. “Tuhan dan malaikat saja bersholawat terhadap nabi.” Nah…. ini Tuhan yang mana????? Lalu lebih lucu lagi, “Tuhan dan malaikat saja bersholawat terhadap nabi., TETAPI Allah dan malaikat yang akan menjawab. BUKANKAH INI SANGAT LUCU SEKALI???

SITI AISYAH :
OLAH HATI DAN OLAH PIKIR
Assalamualaikum w w.
Mas Edy, terimakasih telah memuat tulisan saya tentang sholawat Rasul. Juga terimakasih kepada pembaca yang telah menanggapinya. Insyaallah memberi kebaikan buat saya karena semuanya mendorong saya utk saya belajar lagi.
Sesungguhnya “hati” (bahasa arabnya QOLBU) yang artinya “mudah dibolak balik”…melalui hati orang disesatkan…melalui hati orang mendapat pentunju dan kita disuruh selalu berlindung dari kejahatan setan yang bersembunyi di hati
An-nas 4-5 : dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia…)

Al-Bagarah, 269 : Dia memberikan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa yang diberi hikmah, sesungguhnya dia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang mempunyai akal sehat.
Catatan : Hikmah ialah kemampuan untuk memahami rahasia-rahasia syariat agama.
Terkhusus M. Firman, saya tidak marah dengan anda tetapi untuk mengambil kesimpulan apakah selangkah lagi saya MURTAD ataukah justru mendapat HIKMAH, anda memerlukan data dan informasi yg lebih banyak, tidak cuma sekedar sepotong cerita pengalaman lalu saya. Adakah kebaikan yang saya terima setelah itu, karena semuanya tidak berhenti sampai disitu? kebaikan yang ditunjukkan secara lahiriah maupun batiniah…. gunakan mata hati dan pikiran yang jernih, agar anda tidak hanya terdorong hawa dan nafsu dalam menvonis seseorang apalagi junjungan kami MUHAMMAD SAW. Ahh..lupakan tentang saya…
Tapi izinkan saya berbagi hati dan pikiran serta menunjukkan kepada anda (M.Firman) sesuatu yang ”bodoh” (maaf) yang kelihatanya tidak anda sadari .Saya tidak akan membahas soal Sholawat Rosul lagi karena sudah dibahas lebih jelas dari Mas Daniel dll (Saya doakan rahmat Allah tercurah buat kalian semua…)
saya akan tunjukkan kepada anda sesuatu yang luput anda pikirkan…tentang HADIS dan KEPRIBADIAN ROSULLULAH…
” Sebaik-baiknya ucapan itu hanyalah (yang berasal dari firman Allah (Al-quran) dan sebagus-bagusnya bimbingan itu hanyalah (yang bersumber) dari petunjuk dan arahan Nabi Muhammad Saw (alhadiist)…”( Iman Nawawi , Riyadus shalihin, 2009)
HADIS ADALAH BIMBINGAN RASULULLULAH DALAM MELAKSANAKAN ALQURAN, artinya ?
1. Hadis tidak boleh bertentangan Alquran dan substansinya sesungguhnya adalah isi Alquran. Tetapi hadis bukanlah Alquran.
2. Pribadi Rasulullah, sikap dan ucapan Rasullah haruslah merupakan manefestasi dari Alquran.
Apa dasarnya, apa buktinya? Kita bahas satu-satu.
HADIS SOHEH BERDASARKAN ALQURAN
Salah satunya di ayat Albaqoroh 151 :
“Sebagaiman Kami telah mengutus kepadamu seorang Rasul (Muhammad) dari kamu yang membacakan ayat-ayat Kami, menyucikan kamu, dan mengajarkan kepadamu kita (Alquran) dan Hikmah (Sunnah) serta mengajarkan apa yang belum kamu ketahui”.
Faktanya ?
1. Anda (M.Firman) menemukan ada hadis yang melarang hadis…kita ambil salah satu saja ya :
Abu Hurairah berkata, “Nabi suatu hari keluar dan mendapati kami sedang menuliskan Hadits-hadits, maka Rasulullah saw bertanya, “Apakah yang kamu tuliskan ini?”. Kami menjawab, “Hadits-hadits yang kami dengar dari engkau ya Rasulullah”. Rasul berkata, “Apakah itu kitab selain Kitab Allah (al Qur’an)?” Tahukah kamu tidaklah sesat umat yang terdahulu kecuali karena mereka menuliskan kitab selain kitab Allah”. (HR Khatib).
Mari berpikir :
Ha.ha…(maaf saya merasa lucu), kalau ada hadis yang melarang hadis artinya hadis pertama bohongan donk…masa’ menuliskan hadis yang lain tidak boleh kecuali hadis yang melarang hadis itu…harusnya hadis itu tidak pernah ada donk atau anda yang salah tangkap ??? ..
Karena .hadis merupakan bimbingan dalam mengamalkan Alquran. Untuk mengecek hadis itu soheh atau tidak maka rujukan utamanya itu Alquran. Bertentangan atau tidak? Merupakan tuntunan atau tidak.
Jadi kalau berpijak pada hal tersebut maka hadis di atas tidak bertentangan bukan? Karena hadis bukan kitab, pijakan hadis adalah Alquran…jadi ucapan Rosul merupakan peringatan untuk tidak berbuat bid’ah dan memplesetkan aLquran, sesuai dengan ayat ini khan :
Ali imran 78 : …ada segolongan yang memutarbalikkan lidahnya membaca kitab, agar kamu menyangka itu sebagian dari kitab.Padahal itu bukan kitab dan mereka berkata ” itu dari Allah”, padahal itu bukan dari Allah. Mereka mengatakan hal yang dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui
Al-an’am 153 : ….dan janganlah mengikuti jalan-jalan(yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya.
Coba kita lihat hadis lain ya…sekali lagi hadis yang soheh pasti ada rujukannya dalam Alquran. Ini salah satu contohnya :
At-tahrim 8: ” Hai orang-orang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya”.
Bagaimana cara bertaubat? Bimbingannya dapat dilihat dari salah satunya dengan hadis ini :
Dari Abu Hurairah ra, ia berkata, ” Saya pernah mendengar Rasulullah bersabda, ”Demi Allah, sesungguhnya saya membaca istigfar dan bertobat kepadaNya lebih dati tujuhpuluh kali setiap harinya”
Beberapa ayat di Alquran juga menyebut soal istigfar ini.
2. Bagaiman faktanya kalau tidak ada bimbingan/hadis?
Gampang saja…lihat saja cara berdoa anda dengan teman anda yang sama-sama menyembah tuhan yang sama, kitab yang sama. Anda membuat salib sebelum berdoa sedangkan teman anda tidak (atau sebaliknya). Mungkin anda punya dasarnya untuk melakukan itu. Tolong anda sebutkan hadis anda, sebab sejak saya kecil hingga SMA, di sekolah saya tidak pernah mendapat pelajaran itu dan saya juga lupa menanyakan pada suster (hhm..saya rupaya sejak lama berpotensi MURTAD) , juga soal pengakuan dosa di depan pastur yang berada bersembunyi di balik bilik…begitukah yesus mengajarkannya? Mana hadis anda?
Anda melihat untuk beberapa hal yang serupa berlaku dengan umat islam ?? Perbedaanya pada yang wajib atau yang sunat? Banyak atau tidak?
Saya harap anda telah sampai pada kesimpulan dengan diberi bimbingan (hadis) saja masih banyak orang yang menyimpang. Apalagi yang tidak punya…bukan? Derajat deviasinya bisa 270 derajat.
Itu mungkin sebabnya sahabat saya tidak mau berdoa di gereja lain yang berbeda dengan gerejanya…itu juga kenapa umat Islam dapat melaksanakan sholat di mesjid manapun juga. Anda merasakan bedanyakah? Umat islam mempunyai filter yang jelas, Alquran dulu baru Sunnah.
An-nisa 59 : Jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, kembalikan Allah (Alquran) dan Rasu (sunnah)l, jika benar-benar beriman kepada Allah dan hari kiamat.
Gafir 4 : Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah, kecuali orang-orang fasik…
Muhammad 17 : Dan orang-orang yang mendapat petunjuk, Allah akan menambah petunjuk kepada mereka dan menganugrahi ketakwaan mereka.
Cobalah pelajari lagi Alquran (kalau anda keberatan melihat hadis), sesungguhnya agama ini sungguh sempurna, dia memberikan bimbingan dalam seluruh segi kehidupan sampai pada etika sehari-hari (berpakaian, berdagang, berbicara dsb…)
Kita lihat lagi PRIBADI RASUL = PRIBADI ALQURAN
Faktanya?
Anda menemukan hadis yang menyatakan kebejatan Rosulullah?
Kelihatannya anda tidak bisa membedakan antara hadis dan ”ceritanya”. Hadis selalu ada periwayatannya yang jelas. Dan yang terpenting apakah hadis itu berpijak pada Alquran? Kalau berentangan? Buang saja… anda saja bisa memplintirkan cerita saya yang masih hidup apalagi orang yang sudah mati, Untung saya masih hidup bisa memberi penjelasan lebih lanjut.
Jadi tidak heran khan beredar cerita-cerita tentang kebejatan Rasullulah.
Bagaimana mengecheck itu merupakan karangan kosong atau sebenarnya?
Mari kita berpikir
1. Apakah anda menemukan sesuatu yang salah dalam ajarannya? Patokannya kembali pada Alquran yang diwahyukan kepada Beliau. Karena Alquran dijamin oleh Allah keorisinilannya..tidak akan bisa dirubah…Sudah terbukti bukan, bahwa tidak pernah berubah? Coba bandingkan dengan kitab anda? Baca deh tulisan-tulisan mas Edy.
Saya tidak menemukan anjuran yang salah (Anda membaca jangan sepotong-potong ya), dan ada hal yang menarik hati dan pikiran saya, terdapat ayat merupakan teguran buat beliau…
Tapi anda jangan cepat-cepat mengatakan nabi koq ditegur Allah ya? Dari nabi Adam sudah ditegur, juga nabi nuh, nabi musa, nabi isa, nabi daud, nabi yusuf dst pernah ditegur…teguran selalu diiringi ayat selanjutnya berupa petunjuk seharusnya/memperbaikinya…Nabi tersalah (bukan bersalah), tersalah agar dapat menunjukkan petunjuk yang benar bagi seluruh umat.
ARTINYA?
” Rasullullah bukan pendusta…apalagi rasul palsu karena kalau dia pendusta maka ayat yang menegur dia pasti dihilangkannya…Bagi orang2 yang ada penyakit hati akan lebih mudah menggunakan ayat ini untuk memplintirkannya kepada pengertian yang negatif. Siapapun tahu itu resikonya, tetapi ini adalah firman Allah yang harus disampaikan dan itu membuktikan dia seorang yang jujur lagi sportif”
2. Coba pikir lagi, apa yang lebih mudah orang yang hidup dijaman jahilliah untuk berlaku jahilliyah dibandingkan dengan melawannya dengan risalah-risalhnya? Tentulah akan lebih mudah mengikuti arus jahiliyah,bukan?
Akan lebih mudah dia berbuat maksiat dan menindas karena zamannya wanita tidak berharga, perempuan dianggap sial, perbudakan merajalela. Tapi justru turun ayat –ayat yang melarang mendekati maksiat, membebaskan budak dengan cara ditebus maupun melalui perkawinan, menyantuni anak yatim, berzakat, bersedekah….hal tersebut berat untuk dilakukan orang jahiliyah yang sifatnya seperti anda gambarkan.
lihat beberapa ayat saja sebagai contoh :
Al maun 1-3 : Tahukan kamu orang yang mendustakan
agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin
Al Isra 32 : Janganlah kamu dekati zina. Sesungguhnya zina itu suatu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk.
Al baqoroh 221 : Dan janganlah kamu mengawini wanita-wanita musyik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya hamba wanita yang mukmin yang beriman lebih baik dari wanita musyik walaupun ia menarik hatimu….
Albaqoroh 190 : Dan perangilah pada jalan Allah (untuk membela agama Allah) dr orang-orang yang memerangi kamu. Dan jangan melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak mengasihi orang yang melampau batas.
Albaqoroh 192 : Manakala mereka berhenti (dari memerangi dan memusuhi kamu) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang
Almaidah 89 : Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpahmu yang tidak disengaja (untuk bersumpah) tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang kamu sengaja, maka kafaratnya (denda pelanggaran sumpah) ialah memberi makanan 10 orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu makan kepada keluargamu atau memberi mereka pakaian, atau memerdekakan seorang hamba sahaya. Barang siapa yang tidak mampu (kirafatnya) berpuasalah 3 hari…….
Bisakah pribadi yang sadis melakukan hal itu??? Sampai sejauh mana dan seberapa lama orang bisa berpura-pura??? Saya sering mengikuti diklat yang lama, dalam 1 minggu saja sudah ketahuan belangnya. Dan apakah anda pikir orang akan diam kalau ada kemunafikan di mata kita…? SBY saja digoyang hanya karena ketidakpuasan…
Ingatlah nabi Muhammad tidak dalam keadaan berkuasa seperti Firaun…dia hanya pemuda yatim dan miskin, yang kalau berlagu (tidak sesuai antara ucapan dan perbuatan) akan gampang bagi pemuka-pemuka Qurais menumpasnya. Tapi hanya cahaya kebenaranlah yang menyebabkan dia tidak bisa ditumpas justru islam berkembang melewati jasirah arab hingga akhir hayatnya.
Saya berharap anda sampai pada kesimpulan bahwa tidak mungkin Rasulullah pendusta, pembunuh, pemerkosa…itu jalan pikirian yang sangat sederhana saja, atau anda terbiasa bermain-main dengan pikiran NEGATIF?
Hhm ..anda mempermasalahka saya mengatakan walahualam. saya memang kurang pengetahuan ttg hal itu, saya tidak malu mengatakannya apalagi tentang akherat… Allah sendiri sudah mengatakan An-Naml 65 :
“katakanlah (Muhammad) ” Tidak ada sesuatu pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib kecuali Allah…..”
Untuk itu kita disuruh mencari ilmu, lihat ayat ini
QS Al-Mujaadilah 11 : Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kamu yang diberi Ilmu pengetahuan beberapa derajat…
Jadi jangan berhenti sampai pada kata pak ustad (saya setuju dengan anda) dan jangan pula berhenti pada hanya menbaca buku yang sifatnya diskriminatif dan pembunuhan karakter…ketahuilah yang jahat itu datangnya dari setan.
Dengan ilmu kita akan bertambah yakin, walaupun ilmu Allah tidak terbatas…tidak akan mungkin semua kita pahami (ilmu kimia saja ndak menguasai semua apalagi Ilmu Allah), makanya saya kagum dengan orang yang keyakinannya sangat lekat mempercayai firman Allah, walau ilmu mereka belum sampai disitu .
Terbayang tidak Abubakar Siddik dkk menerima ayat tentang asal muasal penciptaan ruang angkasa yang berasal dari asap (Al-Fussilat, 11)? baru setelah 600 tahun setelah rasullulah meninggal terbukti dengan teori NABULA (saya sudah menulis tentang hal ini). Tidak sama dengan saya saat membaca ayat An-Naml 88, dahi saya mengkerut, bagaimana bisa?
An-Naml : Dan engkau akan melihat gunung-gunung , yang engkau kira tetap ditempatnya, padahal ia berjalan (seperti) awan berjalan. Itulah ciptaan Allah yang mencipta dengan sempurna segala sesuatu. Sungguh, Dia Maha teliti apa yang kamu kerjakan.
Tapi saya selalu meminta Allah diberikan ilmu dengan sunguuh-sungguh hingga pengetahuan itu datang pada saya sewaktu menulis tesis pasca sarjana saya.
Muhammad 17 : Dan orang-orang yang mendapat petunjuk, Allah akan menambah petunjuk kepada mereka dan menganugrahi ketakwaan mereka.
Anda tidak mengerti M. Firman? Lain kali saya jelaskan teori geologinya……
Oke sampai disini dulu, maaf kepanjangan…saya harap anda sudah sampai pada kesimpulan terakhir : bahwa anda telah mengetahui sesungguhnya anda banyak yang belum tahu…
Semoga Allah memberi anda petunjuk dengan ilmuMya.
Wassalam.

Daniel, di/pada Oktober 6, 2010 pada 4:00 pm Dikatakan: r Edit Comment
Dear @Ibu Siti Aisyah
Pengalaman spiritual yg menarik sekali, yg diawali dg pergulatan batin, dan akhirnya Allah memberikan jalan-Nya buat Ibu.
Saya mau sedikit menambahkan. Barangkali bisa sebagai pertimbangan, kenapa kita perlu bersholawat kepada Nabi Muhammad saw, sebagaimana yg diterangkan dalam al-Quran. Allah berfirman,
“Sesungguhnya Allah dan malaikat2 bersholawat untuk Nabi. Hai orang2 yg beriman, bersholawatlah kamu utnuk Nabi dan ucapkanlah salam dg penghormatan kepadanya.”(Al-Azhab: 56)
Kalau sholawat datangnya dari Allah, artinya Allah memberikan rahmat untuk Nabi saw. Karena Allah Sang Pemberi Rahmat.
Kalau sholawat datangnya dari Malaikat, artinya Malaikat memohonkan rahmat kepada Allah untuk Nabi saw. Dan doa Malaikat pasti akan terkabul, karena Malaikat adalah mahluk Allah yg suci.
Sedangkan kita sebagai umat Muhammad saw bersholawat untuk Nab,i artinya memohonkan doa kepada Allah supaya nabi Muhammad mendapat rahmat & keselamatan. Dan Rosulullah senantiasa mendoakan ummatnya sebagaiman yg diperintahkan oleh Allah. Sedangkan sholawat (doa) Rosulullah berarti ketenangan kepada ummatnya. Allah berfirman,
“Dan berdoalah (Muhammad) untuk mereka, sesungguhnya doa kamu itu menjadi ketentraman jiwa bagi mereka dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”(Qs. At- Taubah: 103)
Jadi kalau kita mengucap sholawat kepada Rosulullah, maka kebaikan itu berbalik untuk diri kita sendiri yg mengucapakan sholawat, bukan kebaikan untuk diri Rosulullah. Sebab kebaikan terhadap Rosulullah adalah kebaikan untuk ummatnya.
“barangsiapa yang membaca shalawat atasku satu shalawat maka Allah akan menurunkan sepuluh rahmat kepadanya dan menghapus sepuluh kesalahannya” (HR. Nasai)
Jadi intinya apabila kita bersholawat kepada Nabi Muhammad berarti pahala diberikann oleh Allah untuk kita sebagai ummat Muhammad. Bukannya mendoakan Nabi Muhammad saw untuk masuk surga. Allah telah menjamin untuk itu, karena Nabi Muhammad adalah utusan-Nya dan Beliau merupakan orang yg paling beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT….. Justru kita diperintahkan untuk meneladani Rosulullah, apabila kita menginginkan rahmnat Allah dan hari akhirat kelak.
. “ Sesungguhnya pada diri Rasulullah itu terdapat suri teladan yang baik bagi kamu sekalian yaitu jika kamu benar-benar mengharapkan rahmat Allah dan kedatangan hari akhirat serta banyak berzikir kepada Allah “ ( QS. Al Ahzab : 21 ).

About these ads