Saya Refresh lagi tulisan dari sdr Cosmic soal ” Apakah Yesus adalah Jelmaan Allah ? ” karena sampai hari ini belum ada jawaban yg betul2 tepat…mungkin ada rekan kristen lain yg mau bantu Cosmic ? saya persilahkan .
Edy Prayitno,
Salam …sdr cosmic.
saya senang dengan kehadiran anda di blog saya .
saya hanya pengin kenal lebih dekat dengan anda .
kalau lihat logat bicara / tulis ..kayaknya anda dari Malaysia ?
betulkah …maaf kalau salah .
Sdr Cosmic …coba kita kembali ke topik awal . ” BETULKAH YESUS ITU JELMAAN ALLAH ? ”
Kalau mengikuti bebeapa tulisan saudara , saudara kayaknya menjadi pengikut kristen yg menyembah Allah Yg Esa dan tdk seperti kristen lain yg mengaku adanya Trinitas .
coba anda terangkan , posisi :
Yesus ..
Roh Kudus …
dan ALlah bapa
menurut anda ….
Saya tertarik dg anda karena mengingatkan saya pada teman debat saya terdahulu Bpk Yohanes …yg sama2 mengakui jika ALlah hanya satu ..bukan Trinitas .walaupun pendapat anda ini berlawanan arus dengan pengertian umum umat kristen .
Coba anda terangkan .
Wasaalam
edyprayitno
•
CosmicBoy,
.salam bro.
Terima kasih atas kebaikan anda dan selamat berkenalan.
Betul, saya dari Malaysia.
Menyakini Tritunggal tidak mengingkari atau memperkosa keesaan Allah malah menguatkannya.
Bapa adalah Allah.
Anak adalah Allah.
Roh Kudus adalah Allah.
Menyangkut esensi (Dzat menurut kalian), ketiga tidak dapat dipisahkan, tidak dapat diceraikan, esa/satu/tunggal adanya.
Jadi, menyakini lebih dari satu Allah tidak timbul sama sekali.
Itu pernyataan alkitab, maka saya mengimaninya.
Saya belum baca diskusi anda dengan Yohanes.
Bagi saya Alah itu esa/tunggal/satu adanya.
Menyakini Trinitas tidak menegasikan bahwa Allah bukan esa/tunggal/satu malah mengukuhkan keesaan itu.
Harus dicatat, Trinitas bukanlah Allah.
Trinitas ialah perkataan/konsep/istilah teologi yg disepakati bapa2 gereja (para salafiyyah) untuk menjelaskan Allah yg esa itu dalam hubungan dengan Kalam-Nya (Anak) dan Roh-Nya (Roh Kudus).
Jadi, Trinitas ialah ilmu utk mendalami keesaan Allah (semacam ilmu Tauhid dalam Islam).
Jadi, salah mengatakan Trinitas adalah Allah.
Allah adalah esa/satu/tunggal.
Org Kristen yg menyakini Trinitas spt saya beriman kepada keesaan Allah sebab Trinitas tidak bertentangan dengan keesaan Allah karena Trinitas bukan bermaksud Tiga Allah spt yg diperkirakan sebagian org.
salam damai.
Maap, ralat.
Anda menulis,
. ” BETULKAH YESUS ITU JELMAAN ALLAH ? ”
Yesus bukan jelmaan Allah.
Itu statements yg salah.
Yesus adalah Allah yg menjelma menjadi manusia.
Saya pikir pertanyaan spt yg saya nulis itu lebih tepat.
Dan saya menjawab BETUL.
Salam.
•
Edy Prayitno,
Anda menulis :
Semua org yg beriman kepada Trinitas menyembah Allah yg esa.
Menyakini Tritunggal tidak mengingkari atau memperkosa keesaan Allah malah menguatkannya.
Bapa adalah Allah.
Anak adalah Allah.
Roh Kudus adalah Allah.
Edy P :
Sdr Cosmic mari kita dudukan persoalan dengan jelas.
Anda mengatakan semua orang ( Kristen ) beriman kepada Allah yang Esa ? betulkah , tetapi anda juga mengimani adanya Trinitas .
Mari kita perjelas lagi posisi trinitas disini :
Apa maksudnya :
Bapa adalah Allah ?
Anak adalah Allah ?
Roh Kudus adalah Allah ?
Kalau melihat jawaban saudara ,
berarti posisi—Anak , Roh Kudus = posisi Allah ?
pertanyaan saya , apakah Yesus dan Roh Kudus mempunyai :
KUASA
KEMAMPUAN
MAHA SEGALA-GALANYA
Sama persis dengan yg dipunyai Allah ?
jika memang keduanya bagian dari ALlah.
Coba anda jelaskan soal ini ( kalau bisa dengan dasar ayat2 suci Injil anda ,
..Injil saja ( 4 kitab )
Apakah saat anda berdoa dan mengucap : “ Dengan Nama Anak Allah Yesus kami berdoa “…dst
Bukankah saudara meganggap Yesus juga Tuhan selain Allah ?
Anda menulis dibawah ini :
Yesus adalah Allah yg menjelma menjadi manusia.
Saya pikir pertanyaan spt yg saya nulis itu lebih tepat.
Dan saya menjawab BETUL.
Pertanyaan saya , adakah dasar “ Ayatnya “ untuk memperkuat pernyataan saudara ?
Jika Yesus adalah Allah yg menjelma menjadi manusia.
( coba sebutkan ayatnya dalam Injil ).
Terima kasih
Wasalam
Edyprayitno
•
CosmicBoy,
Salam kembali.
Menyakini Tritunggal tidak mengingkari atau memperkosa keesaan Allah malah menguatkannya.
Bapa adalah Allah.
Anak adalah Allah.
Roh Kudus adalah Allah.
Menyangkut Hakikat/Dzat, tidak terpisahkan, tidak terceraikan, karena itu adalah satu/esa/tunggal; menyangkut ‘pribadi’, tiga adanya.
Saya tidak mengerti pertanyaan anda.
Saya coba jawab.
Anak adalah Allah sebab Anak adalah Firman-Nya yg kekal, qadim & qidam, tidak diciptkan, bukan makhluk.
Roh (Yang Maha Kudus) adalah Allah sebab Roh-Nya kekal, qadim dan qidam, tidak diciptakan, bukan makhluk.
Tapi baik Firman-Nya mahupun Roh-Nya bukan Allah-allah lain disamping Allah Bapa yg esa itu karena Firman-Nya & Roh-Nya esa/satu dengan Allah Bapa dalam kekekalan.
Ya, karena Allah adanya.
Firman-Nya (juga sering disebut sebagai Anak Allah atau Yesus) dan Roh-Nya (juga sering disebut Roh Kudus) ADA dengan sendiri-Nya, demikian ada-Nya pada Hakikat/Dzat Allah yg esa itu, tidak diciptakan, kekal adanya.
Kata ‘bagian” salah menyangkut keesaan Allah sebab Allah tidak dibagi2kan melainkan esa/satu adanya.
Jadi, Firman-Nya dan Roh-Nya bukan bagian dari Allah Bapa yg esa itu melainkan ADALAH dari Hakikat Allah Bapa yg esa/satu itu. Jadi, dalam hal ini saya berhati2 dgn pemilihan kata2 agar kemurnian keesaan Allah tidak disalah artikan.
Maap bro, anda tidak bisa meletakkan syarat bahwa saya hanya dibenarkan mengutip dari 4 kitab. Saya beriman kepada Al-Kitab dan didalamnya mengandungi 66 kitab. Itu dasar dari iman percaya saya. Iman saya kepada pernyataan keesaan Allah bersumber dari Al-Kitab secara keseluruhan bukan hanya dari 4 kitab. Jadi, saya rasa kurang fair gituh.
Saya akan kemukakan dalil2nya kalo saudara udah pada setuju keberatan saya.
Begini bro, Firman-Nya dan Roh-Nya esa/satu dengan Allah Bapa. Jadi, kalo saya berdoa, Ya Yesus, karena esa-Nya, tak terpisahkan, tak terceraikan Hakikat/Dzat-Nya Allah, maka otomatis saya juga berdoa kepada Allah Bapa dan Roh Kudus.
Kalo saya berdoa kepada Roh Kudus, Allah Bapa dan Anak/Firman-Nya otomatis saya sembah karena dari hakikat/dzat Allah itu yg esa/satu jua adanya.
Jadi, tidak timbul soal saya menyembah lebih dari satu Allah.
Sila baca di Injil Riwayat Yuhana 1:1-3, 14.
“…Dan Firman itu adalah Allah…Dan Firman itu menjadi manusia…”
•
edy prayitno,
Sdr Cosmic anda menjawab :
Saya tidak mengerti pertanyaan anda.
Saya coba jawab.
Anak adalah Allah sebab Anak adalah Firman-Nya yg kekal, qadim & qidam, tidak diciptkan, bukan makhluk.
Roh (Yang Maha Kudus) adalah Allah sebab Roh-Nya kekal, qadim dan qidam, tidak diciptakan, bukan makhluk.
Tapi baik Firman-Nya mahupun Roh-Nya bukan Allah-allah lain disamping Allah Bapa yg esa itu karena Firman-Nya & Roh-Nya esa/satu dengan Allah Bapa dalam kekekalan.
Ya, karena Allah adanya.
EdyPrayitno.
Lagi-lagi uraian anda tanpa dasar ayat 2 alkitab .
Anda belum mengerti pertanyaan saya , baik saya perjelas lagi :
Jika merunut uraian anda yg mengatakan jika :
Yesus , Roh Kudus , dan Allah Bapa adalah satu .
Maka pertanyaan saya : ( PERTANYAAN – 1 )
APakah Yesus punya Kuasa sama persis seperti Kuasa Allah Bapa ?
APakah Yesus Punya Kuasa sama pesis dengan Kuasa Roh Kudus ?
Apakah Roh Kudus punya Kuasa sama persis seperti Kuasa Allah Bapa ?
Pertanyaan ini saya ajukan pada anda , karena anda muter2 tetap mengatakan jika Yesus , Roh Kudus dan Allah Bapa adalah Esa ( satu )’ coba jawab bedasarkan ayat2 Injil .
Kenapa Injil ?
Karena Islam mengakui Injil juga sebagai kitab suci yg diturunkan kepada Yesus .( walaupun Injil sekarang masih dipertanyakan keasliannya )
Surat2 Paulus itu harusnya bukan kitab suci . Itu hanya kumpulan surat2 pada jemaat.
Karena Paulus bukan NABI
Dan Allah tidak pernah BERFIRMAN pada PAulus.
PERTANYAAN KE-2
Anda mengatakan :
Firman-Nya (juga sering disebut sebagai Anak Allah atau Yesus) dan Roh-Nya (juga sering disebut Roh Kudus) ADA dengan sendiri-Nya, …..dst.
Sila baca di Injil Riwayat Yuhana 1:1-3, 14.
“…Dan Firman itu adalah Allah…Dan Firman itu menjadi manusia…”
Edy Prayitno :
Coba cek lagi Yoh 1:1 , mana anda penjelasan jika ayat itu untuk Yesus ? mana ada kalimat jika Yesus = Firman , karena ayat itu ayat ngambang …gak jelas menunjuk pada siapa .
Disamping itu , ayat itu BUKAN FIRMAN ALLAH.
Karena Yoh1:1 adalah kalimat pembukaan dari penulisnya sendiri . Itu bukan Firman Allah , APALAGI ucapan Yesus . ( Coba and abaca sekali lagi pelan2 dg ayat selanjutya .)
Dan parahnya , kalimat pembukaan ini yang anda jadikan pijakan menyakini jika :
Yesus = Firman .
Coba anda jawab ke 2 pertanyaan diatas ?
Wassalam
edyprayitno
•
CosmicBoy,
Udah dijawab saya bahwa Firman-Nya dan Roh-Nya esa/satu dengan Allah.
Kalo esa/satu, mempertanyakan hal2 diatas, itu kan muter2 namanya.
Jadi, bukan saya yg muter2, sebaliknya anda.
nah, disanalah kebingungan kalian.
kalian mau mengukur agama saya lewat dogma2 kalian.
Seperti ini.
Poin 1 ==> Islam benar, Kristen salah.
Poin 2 ==> Semua diskusi harus kembali ke Poin 1
nah, sikap ini yg tidak adil!
harus digaris-bawahi:
(1) Injil bukan kitab yg diturunkan kepada Yesus. Injil bermaksud berita baik. Asalnya dari bhs Yunani, Evanjeel. Semua kehidupan dan ajaran Yesus adalah Injil atau berita baik. Kehidupan dan ajaran-Nya ditulis oleh para hawariyyun dan tabiun yg menjadi saksi2 hidup pelayanan Yesus. Kehidupan & ajaran2-Nya dibukukan dan disebut Kitab Injil atau Kitab Berita Baik Tentang Yesus, Ada sebuah kitab yg turun kepada Yesus oleh “Alah” hanyalah khayalan muslim2 yg sampai kiamat tidak bisa dibuktikan kebenarannya.
(2) Surat2 Paulus, Yuhana, Petrus, Yakubius, Yudas dll yg terdiri dr para hawariyyun & tabiun (murid terdekat kpd kaum hawariyyun yg 12 itu) ialah ILHAM dari Allah. Tidak ada syarat bahwa menulis kitab suci harus nabi. Allah bisa pakai siapa yg Dia kehendaki. Otoritas penulisan surat2 sebagai kitab suci datangnya dari Allah Bapa, Yesus dan Roh Kudus itu sendiri. Menurut kalian Muhammad juga “nabi’ tapi kenapa sih Muhammad tidak menulis AQ, kenapa sih yg nulis itu para sahabatnya?
Edy Prayitno :
Coba cek lagi Yoh 1:1 , mana anda penjelasan jika ayat itu untuk Yesus ? mana ada kalimat jika Yesus = Firman , karena ayat itu ayat ngambang …gak jelas menunjuk pada siapa .
Cosmic :
Sila baca Injil Yuhana1:14 & 18, juga 1 Surat Yuhana 1:1-3 dan Wahyu 19:13, anda akan tau siapa yg dimaksudkan dengan Al-Kalimah itu.
Edy P :
Disamping itu , ayat itu BUKAN FIRMAN ALLAH.
Karena Yoh1:1 adalah kalimat pembukaan dari penulisnya sendiri . Itu bukan Firman Allah , APALAGI ucapan Yesus . ( Coba and abaca sekali lagi pelan2 dg ayat selanjutya .)
Dan parahnya , kalimat pembukaan ini yang anda jadikan pijakan menyakini jika :
Yesus = Firman .
Cosmic :
hahaha…Allah tidak semestinya menyampaikan ucapannya dengan ber-firman, Allah juga mengilhamkan penulis2 menulis kehendak-Nya.
Mungkin kalian pikir utk benar2 disebut Firman Allah harus Allah yg ber-firman, dalam hal ini jangan dipaksakan sama Al-Kitab.
Dengan hanya mengatakan Allah ber-firman atau menulis bahwa Ber-firman bukan jaminan itu benar2 Firman Allah, ngerti?
Jadi, menurut Al-Kitab, tulisan2 spt Yuhana, murid Yesus yg terdekat, bahkan saksi mata atas kehidupan Yesus sungguh2 diilhamkan oleh Allah, jadi punya otoritas sebagai Firman Allah.
Semoga mendapat pencerahan.
Salam damai dariku
•
edy prayitno,
Salam sdr Cosmic.
Disatu sisi anda menyakini jika Allah Bapa , Yesus , dan Roh Kudus dalah satu kesatuan. BAhkan anda berani mengatakan jika Allah Esa itu juga termasuk Yesus dan Roh Kudus. Tetapi saat saya Tanya apakah mereka punya kuasa yg sama . …ANDA TIDAK BISA MENJAWAB .
Jawaban anda hanya seperti ini :
“Udah dijawab saya bahwa Firman-Nya dan Roh-Nya esa/satu dengan Allah.Kalo esa/satu, mempertanyakan hal2 diatas, itu kan muter2 namanya.Jadi, bukan saya yg muter2, sebaliknya anda “.
Edyprayitno.
Sekali lagi anda gak mampu jawab , kecuai hanya argument sendiri , bahkan tanpa dasar ayat suci , yg menerangkan jika Allah Bapa , YEsus , dan Roh Kudus adalah Satu , sehingga kita wajib menyembah tiga kesatuan ini ? Kenapa anda gak bisa jawab sdr Cosmic ?
Apakah setelah buka ALkitab anda ternyata justru berlawanan dengan argument anda ? karena disana akan anda dapatkan ayat sbb :
Yesus sendiri ternyata Bersaksi jika TUHAN itu Esa :
• Markus 12:29
Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, TUHAN Allah kita, TUHAN itu esa.
HO DE {dan} IÊSOUS {Yesus} APEKRITHÊ {Dia menjawab} AUTÔ {kepadanya} HOTI {bahwa} PRÔTÊ {pertama} PASÔN {dari segala} TÔN ENTOLÔN {perintah-perintah} AKOUE {dengarlah engkau} ISRAÊL {Israel} KURIOS {TUHAN} HO THEOS {Allah} HÊMÔN {kita} KURIOS {TUHAN} HEIS {satu} ESTIN {Dia adalah}
Matius 10 : 34-36
“Engkau harus menyembah Tuhan, ALLAH-mu dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti”
Matius 4 : 10
Engkau harus menyembah Tuhan, ALLAH-mu dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti”
Yesus (Isa as) mengatakan bahwa Tuhan itu Esa (Yohanes 17: 3)
Kemudian kalau anda mencari ayat , APAKAH YESUS JUGA PUNYA KUASA SAMA DENGAN KUASA ALLAH BAPA , maka anda akan menemukan ayat , justru berlawanan dengan pendapat anda , seperti ayat dibawah ini :
Yoh17:7-8
17:7 Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu.
17:8 Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
LIHAT DAN BACA Sdr COSMIC ,
Ternyata Yesus sendiri mengakui jika semua yg diperbuat Yesus adalah atas perintah ALLAH . BUKAN kehendak Yesus sendiri . JADI YESUS TIDAK PUNYA KUASA SENDIRI , SEMUA KUASA YESUS BERASAL DARI ALLAH. Dengan melihat ayat ini apakah anda tetap mengatakan jika YESUS adalah ALLAH ?
JaWABAN NO-2
Anda hanya mampu menjawab seperti ini :
(1) Injil bukan kitab yg diturunkan kepada Yesus. Injil bermaksud berita baik. Asalnya dari bhs Yunani, Evanjeel. Semua kehidupan dan ajaran Yesus adalah Injil atau berita baik. Kehidupan dan ajaran-Nya ditulis oleh para hawariyyun dan tabiun yg menjadi saksi2 hidup pelayanan Yesus. Kehidupan & ajaran2-Nya dibukukan dan disebut Kitab Injil atau Kitab Berita Baik Tentang Yesus, Ada sebuah kitab yg turun kepada Yesus oleh “Alah” hanyalah khayalan muslim2 yg sampai kiamat tidak bisa dibuktikan kebenarannya.
Edyprayitno :
Anda mengatakan INJIL bukan Diturunkan kepada YESUS ? ha ha ha ha…apakah anda sadar dengana jawaban anda ini ? atau anda mulai bingung ? kemudian apa saudara gak pernah baca ayat dibawah ini :
“Demikianlah, Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar
dalam kemah-kemah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga dan
melenyapkan segala penyakit dan kelemahan” (Matius 9:35)
“Karena barangsiapa menyelamatkan nyawanya, ia kehilangan nyawanya;
tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia
akan menyelamatkannya” (Markus 8:35)
“Pada suatu hari ketika Yesus mengajar orang banyak di Bait Allah dan
memberitakan Injil, datanglah imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat
serta tua-tua ke situ” (Lukas 20:1)
Tetapi, Injil manakah yang dimaksud? INJIL YG MANA YG DIBERITAKAN YESUS? Dan Injil mana yg sekarang anda baca saat ini ? Berarti ada 2 kitab Injil . Satu yg diberitakan YEsus sendiri , dan ke-2 yg dibuat sepeninggal Yesus ?
JADI INJIL MANA YG ANDA PEGANG SAAT INI Sdr COSMIC ? wah saya baru dengar ini ada orang Kristen mengatakan jika Injil itu bukan diturunkan kepada YEsus ? weh….!!!!!
…………………
Soal Yoh 1 : 1 …tetap saya katakan itu ayat pembukaan saja . Bukan Firman Allah , dan bukan ucapan Yesus …….sangat FATAL meyakini kenyakinan berdasar karangan orang semata,.
Anda menjawab :
Dengan hanya mengatakan Allah ber-firman atau menulis bahwa Ber-firman bukan jaminan itu benar2 Firman Allah, ngerti? Jadi, menurut Al-Kitab, tulisan2 spt Yuhana, murid Yesus yg terdekat, bahkan saksi mata atas kehidupan Yesus sungguh2 diilhamkan oleh Allah, jadi punya otoritas sebagai Firman Allah.
EdyPrayitno.
Wah hebat dong menulis kitab suci hanya berdasar ILHAM . ? apa bedanya bikin Komik , atau Novel ? bukankah penulisnya juga menulis berdasar ILHAM ? wah…anda tambah ngawur sdr Cosmic jika menulis kitab suci hanya berdasar ILHAM ?
JAWABAN ANDA SAYA LIHAT MASIH SANGAT MENTAH , SAYA PENGIN JAWABAN ANDA YG LEBIH BAGUS LAGI , SAYA TUNGGU …!
Terima KAsih
Wassalam
• CosmicBoy, di/pada Februari 23, 2010 pada 8:16 am Dikatakan: r
@ edy,
LIHAT DAN BACA Sdr COSMIC ,
Ternyata Yesus sendiri mengakui jika semua yg diperbuat Yesus adalah atas perintah ALLAH . BUKAN kehendak Yesus sendiri . JADI YESUS TIDAK PUNYA KUASA SENDIRI , SEMUA KUASA YESUS BERASAL DARI ALLAH. Dengan melihat ayat ini apakah anda tetap mengatakan jika YESUS adalah ALLAH ?
Sebelum membaca fasal2 selanjutnya dari Injil Yuhana, sudahkah anda membaca mukadimmah Injil Yuhana?
Disana ditulis terlebih dahulu bahwa Firman itu SUDAH ADA sebagai Allah sebelum menjadi seorang hamba…atau utusan.
Baca sekali lagi SUDAH ADA SEBAGAI ALLAH sebelum menjadi manusia.
Sesudah menjadi manusia, Firman itu siapa?
Hamba, Utusan & Nabi.
Jadi, wajarkan Firman-Nya makan, minum, menjadi hamab, utusan & nabi, jadi membawa2 ayat2/kisah2 kemanusiaan Yesus/Firman utk membuktikan Dia bukan Allah, itu uasaha yg sia2 dan menjaring angin.
Jadi, sekali lagi anda tidak membuktikan apa2.
Saya contoh, anda seorg bapa dan anda berkata kepada anak2 anda, anak2 kita semua akan makan siang di KFC tapi sebelum itu, sila kemaskan kamar tidur kalian terlebih dahulu.
Poin 1 ==> Kita semua akan makan siang di KFC.
Poin 2 ==> Tapi sila kemaskan kamar tidur kalian terlebih dahulu.
Nah, bayangkan apa akan terjadi sekiranya anak2 anda hanya meliat Poin 1 dan mengabaikan Poin 2…??? Anda jawab sendiri.
Sila baca Yuhana 1:1-3, 14 sekali lagi dan hayati. Itulah tujuan Injil ini ditulis. Sesudah anda memahami pendahuluan Injil Yuhana, saya pikir ayat2 yg sebenarnya membingungkan menjadi gampang dimengerti.
Terakhir…
Bro, membaca Injil harus dengan hati yg damai.
Hati yg damai membebaskan kita dari pembodohan itu.
•
edyprayitno,
Salam Sdr Cosmic.
Anda menjawab :
Sebelum membaca fasal2 selanjutnya dari Injil Yuhana, sudahkah anda membaca mukadimmah Injil Yuhana?
Disana ditulis terlebih dahulu bahwa Firman itu SUDAH ADA sebagai Allah sebelum menjadi seorang hamba…atau utusan.
Baca sekali lagi SUDAH ADA SEBAGAI ALLAH sebelum menjadi manusia.
Sesudah menjadi manusia, Firman itu siapa?
Hamba, Utusan & Nabi.
Edy Prayitno.
wah….saudara cosmic…apa cuman segitu kemampuan anda menjawab pertanyaan dasar saya . dan sekarang anda mengambil mukadimah ( pembukaan ) sebagai jawaban , ….apa ini tidak malah penurunan Jawaban .
ingat …..Mukadimah itu apa ? hanya kalimat pembukaan yang ditulis entah oleh siapa ( malah gak jelas ) karena semua penerbit kitab suci bisa membuat mukadimah sesuai selera masing-masing…dan ini malah tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya .
Atau begini saja , ANDA AKUI SAJA JIKA KUASA ALLAH MEMANG TIDAK SAMA DENGAN KUASA YESUS .
Tolong dijawab …..YA atau TIDAK ?
Kalau jawaban anda ” YA ” ini sesuai dengan mukadimah yg anda maksud ..yaitu MEMANG YESUS ITU MANUSIA BIASA . Dan Topik ini saya anggap selesai buat anda .
Kalau jawaban anda ” TIDAK ”
Maka saya menunggu jawaban yang berbobot dari anda .
Silahkan
wassalam
edyprayitno
•
CosmicBoy,
Lho, anda ini gimana?
Koq saya tidak bisa membawa dalil2 dari kitab suci saya sendiri, ini apa-apaan?
Membawa2 sebagian ayat2 dari kitab suci saya yg sesuai dengan dogma2 kalian dan menolak sebagian yg tidak klop dengan dogma2 kalian IALAH SATU KEBIASAAN YG BURUK, ngerti tonkito.
Sungguh anda bukan sahabat yg baik utk diajak membahas hal2 agama.
Semua ayat alkitab yg dibawa2 anda bukan ditafsirkan/diartikan sesuai dengan pikiran yg terkandung dalam ayat2 itu melainkan disesuaikan dengan dogma2 kalian!
Sptnya kalian
Poin 1 ==> Islam benar, Kristen salah.
Poin 2 ==> Semua diskusi harus kembali ke Poin 1
ATAU…
Poin 1 ==> Sebagian ayat2 alkitab yg sesuai dengan dogma2 Islam adalah benar.
Poin 2 ==> Semua diskusi yg membawa2 ayat2 alkitab harus kembali ke Poin 1
Inilah kalian.
Jadi saya tidak terkesan.
Kalian bukan mau diskusi yg sehat dan penuh makna.
Itu saya maklumi.
Syalom.
edy prayitno,
lo..lo….siapa yg gak boleh pak ? silahkan tetapi saya lihat setiap anda coment justru lebih banyak dari pendapat pribadi bukan berdasar ayat2 suci . justru saya menganjurkan anda setiap menjawab harus disertai bukti ayat2 Injil . ( Bukan hujah sendiri ) . dan ini jarang anda lakukan.
Cosmic:
Membawa2 sebagian ayat2 dari kitab suci saya yg sesuai dengan dogma2 kalian dan menolak sebagian yg tidak klop dengan dogma2 kalian IALAH SATU KEBIASAAN YG BURUK, ngerti tonkito.
Edyprayitno :
Saya belum membandingkan mana sesuai dogma islam atau mana yg tidak . saya masih membandingkan jawaban anda justru dari ayat2 suci anda sendiri ( Injil )…belum memakai dalil2 ayat2 Al’quran.
Cosmic :
Sungguh anda bukan sahabat yg baik utk diajak membahas hal2 agama.
Edyprayitno :
he he he …cosmic…cosmic ! jangan membuat hubungan kita terputus hanya karena anda gak bisa menjawab pertanyaan / mencounter jawaban saya , saya harap kita masih bisa bersahabat berdiskusi soal agama , kita berikhtiar terus mencari kebenaran.
Cosmic :
Semua ayat alkitab yg dibawa2 anda bukan ditafsirkan/diartikan sesuai dengan pikiran yg terkandung dalam ayat2 itu melainkan disesuaikan dengan dogma2 kalian!
Edyprayitno
Saya tidak seperti yang anda tuduhkan ! atau ada tafsir lain selain yg saya munculkan ? justru saya belum menafsir ayat2 yg saya sampikan , karena menurut saya bunyi ayat2nya sudah jelas. dan tidak perlu saya pelintir2 lagi.
Cosmic :
Sptnya kalian
Poin 1 ==> Islam benar, Kristen salah.
Poin 2 ==> Semua diskusi harus kembali ke Poin 1
ATAU…
Poin 1 ==> Sebagian ayat2 alkitab yg sesuai dengan dogma2 Islam adalah benar.
Poin 2 ==> Semua diskusi yg membawa2 ayat2 alkitab harus kembali ke Poin 1
Edyprayitno :
Lihat semua tulisan saya , justru saya mencounter semua tulisan anda justru dari INJIL anda , bukan dari Alqur’an ? berarti ada 2 kemungkinan tafsir yg berbeda antara anda dan Injil anda .
Cosmic :
Inilah kalian.
Jadi saya tidak terkesan.
Edyprayitno :
Dari beberapa diskusi dengan anda , bisa saya simpulkan sbb :
1. Anda hanya melempar hujah ( pendapat ) tanpa didasari dasar yang kuat .
2. Anda tidak mampu membuktikan jika Allah , Yesus , Dan Roh Kudus adalah satu kesatuan yg ESA ,..karena anda belum mampu menjawab apakah KUASA ALlah , Yesus , dan Roh Kudus itu sama atau tidak .
3.Anda berpendapat jika Injil tidak diturunkan pada Yesus ( saya nilai jawaban anda ini sangat lucu ) karena anda tidak membaca dalam Injil yg menceritakan Yesus memberitakan Injil .
4. Anda juga gak jawab apakah Injil sekarang ini sama atau tidak dengan injil di jaman Yesus .
5. Anda belum bersikap soal Yesus ini ALlah atau manusia ? kecuali hanya berdasar mukadimah.
Jika anda belum puas dengan diskusi ini , saya persilahkan anda mencari bukti2 baru , dan jawab semua pertanyaan saya diatas dengan lebih berbobot lagi.
Terima Kasih
Wassalam
edyprayitno













</a

135 tanggapan kepada “Apakah Yesus Jelmaan Allah ? sampai hari ini belum ada Jawaban yang Tepat !”
Aris
April 16th, 2011 pada 08:13
god job plend
pengacau_Krs
Mei 23rd, 2011 pada 16:17
org Kristen itu memang ANEH , menolak Surga d dpan Mata .. Ttg trinitas
1.Lukisan Michelangelo ” Bapa mencipta Adam (ko tuhan primitif bgt ya ? Ap michelangelo prnah liat tuhan ? )
2.Lukisan yesus hmpir d stiap greja ad ( beda banget dgn lkisan michelangelo, pdhl blg x 3 in 1)
3.lkisan bunda Maria jg solo (sendiri)
lalu gmna ttg doktrin trinitas ?.. yesus dlm bapa ..? W yakin Michelangelo g mampu mlukiskan x .. ap mksud x Umat kristen .. Kyak fusion kartu Yugi .. Yesus+bapa+maria = polymerization =trinitas .. Astaghfirullah , maka dari itu Nabi Muhammad di utus sbg Pengoreksi skligus Penyempurna ajaran trdahulu yg menyimpang .. Allahuakbar
kumbang
Juni 22nd, 2011 pada 00:25
Dear Bang Edy,
wah saya membaca tulisan sdr cosmic, saya pikir cukup jelas ya dan dasarnya juga jelas di Alkitab ( apakah anda setuju bila kita pakai dasar Alkitab dulu ????), tapi sepertinya anda mbulet.
Saya jawab pertanyaan anda tentang
JIKA KUASA ALLAH MEMANG TIDAK SAMA DENGAN KUASA YESUS .
Tolong dijawab …..YA atau TIDAK ?…
Akan saya jawab sama…ini dasarnya :
1. Yoh 10 : 30 = Aku dan Bapa adalah Satu.
2. Yoh 5 : 21 = Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya.
Saya rasa cukup jelas…
jack
Juni 22nd, 2011 pada 01:45
“Dan Kemuliaan yang telah Engkau (Bapa) berikan kepadaku, telah aku berikan pula kepada mereka (para pengikut Yesus), supaya mereka menjadi satu, sama seperti kita adalah satu” (Yohanes 17: 22).
Jika sampeyan mempertimbangkan/menganggap/percaya bahwa Bapa dengan Yesus itu “satu” dalam arti “co-equal” (Dua-duanya sama) dalam status dengan berdasar kepada Yohanes 10:30, maka sampeyan mesti pula bersiap-siap untuk dia mempertimbangkan/menganggap/percaya bahwa “mereka” (para murid Yesus) juga “co-equal” dalam statusnya dengan Yesus dan Bapa (seperti dalam ayat: “sama seperti kita adalah satu”) dalam Yohanes 17: 22
sang mualaf
Juni 22nd, 2011 pada 08:52
1 + 1 + 1 = 1 ?
ahli matematika tingkat dunia pun pasti akan menolak jawaban tersebut
Bapa menjelma menjadi anak, anak menjelma menjadi bapa… bapa dan anak satu kesatuan
Istri bapa menjadi istri anaknya juga………….?
bingung aku ngomentari 1 + 1 + 1 = 1……??????????????
Edy Prayitno
Juni 22nd, 2011 pada 13:01
Kumbang : Dear Bang Edy,
wah saya membaca tulisan sdr cosmic, saya pikir cukup jelas ya dan dasarnya juga jelas di Alkitab ( apakah anda setuju bila kita pakai dasar Alkitab dulu ????), tapi sepertinya anda mbulet.
Saya jawab pertanyaan anda tentang
JIKA KUASA ALLAH MEMANG TIDAK SAMA DENGAN KUASA YESUS .
Tolong dijawab …..YA atau TIDAK ?…
Akan saya jawab sama…ini dasarnya :
1. Yoh 10 : 30 = Aku dan Bapa adalah Satu.
2. Yoh 5 : 21 = Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya.
Saya rasa cukup jelas…
Edy Prayitno :
1. Ucapan Yesus yang mengatakan jika Yesus dan Allah , satu bukan berarti juka Yesus itu juga ALLAH . jika kita mau membaca pengertian dari ayat Yoh 10 : 30 , kita harus membaca ayat sebelumnya , ayat 29 : Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. (30) Aku dan Bapa adalah satu.” …..ini mengandung pengertian bahwa apa yang diajarkan Yesus itu sama dengan apa yang diajarkan Bapa kepada Yesus . Karena ada tertulis : Yohanes 12:50 Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku.” Jadi ajaran Yesus = Ajaran Bapa , karena apa yang diperintahkan itulah yang dikatakan.
2. Yesus melakukan apa saja mukjizat dll itu bukan dari diri Yesus sendiri , …………..coba perhatikan ayat ini , yoh 8:28 Maka kata Yesus: “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku
Mandra
Juni 23rd, 2011 pada 04:35
@Mbakyu Jelasnggak
sama jelasnggak saja kabur melulu.. ====> Profil salibis…Maling teriak maling… Bagaimana Mbakyu… Kamu bisa sanggah pernyataan saya gak? Bahwa Manusia yang kamu anggap Tuhan dilahirkan melalui saluran najis darah kotor wanita, yang dibuang tiap-2 bulan? Kok bisa begitu? Kalau gak bisa bantah, berarti benar, bahwa tidak mungkin Tuhan dilahirkan melalui rahim manusia. Mau lari-2 lagi Mbakyu Jel? Ternyata komentar dan counter yang kamu ajukan tidak bisa meyakinkan dirimu sendiri, bahwa Tuhan kamu adalah Tuhan yang menjelma menjadi manusia.. Kamu sendiri ragu tentang konsep ketuhanan kamu kan Mbakyu…? Coba dipikir lagii… Apa benar tuhan yang kamu sembah itu….?
amhye
Juni 23rd, 2011 pada 04:58
@Mas Edy & Kumbang ,
Sebenarnya membaca Al kitab itu sudah jelas pedomannya yakni pada Yoh 16 : 25 , Al kitab menggunkan bahasa kias , perumpamaan dan ungkapan lalu kemudian kata kias itu harus diterjemahkan / tafsirkan agar terang hakekatnya sesuai Matius 10 : 27 .
Yohanes :
16:25 Semuanya ini Kukatakan kepadamu dengan kiasan. Akan tiba saatnya Aku
tidak lagi berkata-kata kepadamu dengan kiasan, tetapi terus terang memberitakan Allah kepadamu.
Matius :
10:27 Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah.
Konteks ayat-ayat diatas ditujukan bagi 12 kelompok murid Yesus yang akan mengemban tugas dan tanggung jawab pengabaran firman Allah ( Injil ) , artinya para murid harus mampu menjelaskan makna kata kias yang terkandung / tersembunyi didalam Al kitab agar umat tidak salah memaknainya atau tidak membaca dengan pulgar sebagaimana tekstualnya .
Contoh :
Yohanes 14
14:9 Kata Yesus kepadanya: “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.
Apakah sobat-sobat debater akan beranggapan bahwa arti ” BARANG SIAPA MELIHAT AKU , IA TELAH MELIHAT ALLAH ialah sama dengan melihat sosok pria smit gondrong , berjanggut yang menyatu dengan kumisnya , dengan tinggi tidak lebih dari 2 meter dsb ?
maksud Yesus : para muridnya sudah sekian lama mendengar semua kabar tentang Allah ( memperkenalkan Allah / injil ) bagaimana mungkin Tomas salah seorang murid masih juga belum mengerti tentang Allah ?
Bukankah Injil itu adalah esensi dari Allah itu sendiri yang mengambarkan tentang sifat dan kehendaknya ?
Aku dan Allah adalah satu ?
Kata Komandan Korem : Aku dan Panglima adalah satu ?
Kata Gubernur : Aku dan Presiden adalah satu ?
Kuasa Allah ( Mukjizat ) adalah refresentasi dari tanda-tanda bahwa Yesus adalah utusan Allah , esensinya ialah sejauhmana umat meyakini / mengimani akan berita yang telah disampaikan dan bukan pada mukjizat itu intinya .
Nb Musa tidak seenaknya bermain-main dengan tongkatnya dipinggir pantai untuk setiap saat bisa membelah laut .
Nb Yesha ( Yesus ) tidak seenaknya bermain dikuburan untuk seenaknya menghidupkan orang mati sesukanya .
Nb Ibrahim tidak seenaknya main-main untuk mandi didalam kobaran api .
Tapi yang jelas kuasa mutlak itu hanya pada Allah , sebab didalam Al kitab tidak pernah ada kabar bahwa Allah pernah diperintah dan meminta kepada siapapun dan apapun , sedangkan Yesus dan roh kudus / kebenaran sama-sama berada pada posisi diperintah oleh Allah dan meminta ( berdoa ) kepada Allah .
Artinya diantara ketiga unsur itu tidaklah sama kuasanya ,
marilah melihat ayat-ayat lain untuk mendukung dan mentafsirkan ayat lainnya .
Yohanes :
12:49 Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Allah , yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan.
Maksud ayat ini : Injil itu berasal dari Allah dan tidaklah ia akan mengatakan sesuatu didalam injil itu menurut pikirannya sendiri , sebab ia hanya akan menyatakan sesuai apa yang disampaikan Allah kepada Yesus dan apa saja yang diterima Yesus dari Allah .
lalu bagaimana dengan perkataan Imam Yahudi , Farisi kepada Filatus :
Matius 27
27:63 dan mereka berkata: “Tuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu sewaktu hidup-Nya berkata: Sesudah tiga hari Aku akan bangkit.
Otoritas mana yang dipakai oleh penulis kitab ini ?
Bukankah otoritas penginjil itu ada pada 12 murid , lalu siapa yang mendengar perkataan para imam dan farisi kepada Filatus ini ?
Tidak mungkin para murid , sebab mereka sudah jauh menyelamatkan diri dari kejaran musuh-musuh mereka ?
Ada banyak kata kias didalam Al kitab :
Bapa , anak , cawan , roti , domba , anjing , darah , daging , disebalh kanan , dengan tangan , jalan , pedang dsb .
Agar tidak menyulitkan anda membacanya , maka hilangkan dulu kata kiasnya .
maranatha
Juni 25th, 2011 pada 16:02
edy p ente cari apa sebenar nya ??.denagn anda sebagai penulis terakhir, akan kelihatan seolah olah Bro Comic tak dapat menjawab pertanyaan ente; pada hal sdh di jawab dengan baik . tinggal lagi ente mau nya menang. ini yang saya perhatikan;bukan pada KEBENARAN sebagai Focus utama, dan ke inginan mau Pompakan cara tafsir Islam pada Alkitab yang saya rasa salah pasang aliassalah wessel. Yesus memberitakan injil bukan lah denagn Kitab injil di tanagn; sebab DIA sendirilah Injil itu Perkataan dan perilaku Yesus semua adalah inijl. di kemdian hari barulah para muridYesus menulis kan apa yang mereka lihat , dengar, dan alami itu dalam halini oleh Matius , Markus Lukas dan Yohanes. sedang kan dalam penampilan pelayanan pertama Yesus DIA mengutip Nubuatan Kitab Nabi Yesaya 61:1dan 2 baca Lukas 4:17 hingga 20. Yesus memiliki dua kepribadian sebagai Manusia (anthropotokos) dan sekaligus yang TUHAN (theotokos ) Yessus,sebelum NUZUL,setelah NUZUL, selama dalam kandungan Maria dan setelah lahir adalah KALIMAHTULLAH QODIM dan QOIMAH ALLAH itu sendiri; sebab ALLAH tidak ber awal dan tidak ber akhir dan sesaat pun ALLAH tidak pernah tak ALLAH yang berarti Absent KALAM. kalamini lah jadi manusia yang di kenal FIRMAN HIDUP , kalau dalam Islam Firman itu jadi Tulisan ,jadi kitab yaitu ALQURAN, makanya QURAN sangat di tinggikan oleh umat Islam. dalam susunan rak buku pun Quran paling atas baru menyusul kitab kitab lain, begitupun saat mau baca ambil wuduk dulu ; saat buka pun harus pakai lidi; bahkan waktu ber jalan harus di gendong dikepit di atas pinggang. begitu di muliakan. beda dengan CHRISTIAN, FIRMAN HIDUP jadi Manusia . ber beda kanan ??. cara memahamijuga beda dan Bobot kuasanya pun beda , soal orang Islam mau percaya Yesus Tuhan itu soallain;tapi cara memahami ALKITAB dengan VERSI dan GAYA ISLAMpasti tidak akan kena. DIALOG yang saya tau mencari TITIK TEMU diatas Perbedaan bukan BERSILAT LIDAH atau THINKING EXERCISE. WASSALLAM.
jack
Juni 26th, 2011 pada 00:07
yesus=firman
alkitab=firman? kalau ya
yesus=alkitab
maranatha
Juni 27th, 2011 pada 14:50
bisa saja itu Jack, Yesus= Firman . Alkitab=Firman (yang tertulis tentunya,) Yesus =Alkitab (Firman hidup tentunya ) yang bisa di baca dan di lihat semua orang,apa dan siapa DIA . Thanks.
Mandra
Juni 27th, 2011 pada 14:58
@Maranatha
Anda menulis:
Yesus= Firman . Alkitab=Firman (yang tertulis tentunya,) Yesus =Alkitab (Firman hidup tentunya ) yang bisa di baca dan di lihat semua orang,apa dan siapa DIA . Thanks.
===> Boleh tanya mas? Firman, menurut anda, artinya apa sich?
azzam
Agustus 17th, 2011 pada 01:47
pak Edy saya sangat setuju dengan anda,saya dulunya juga pengikut kristus dan saya sempat kuliah di Univeritas Kristen Satya Wacana, tetapi pada akhir 2008 saya telah sadar dan mengikut ajaran Muhammad.karena selama usia kekristenan saya,saya tidak pernah mendapatkan jawaban yang memuaskan tentang sillsilah Yesus,tetapi kalau Islam dapat dibuktikan kebenaranya secara sejarah Aksiologi dan dapat di terima secara akal sehat.Susahnya ni orang2 kristen di Indonesia beserta pendeta2nya tidak ada satupun yang mengerti speak Ibrani,jadi kalau berbicara soal kebenaran sangat sulit,sebenarya ajaran yang di bawa Yesus adalah benar agar kita menyembah satu Tuhan bukan lantas menuhankan Dia, sema Israel Yahwe alohanus yahwe ahad Yahudi yang dekat dengan kristen aja tidak mengakui Yesus sebagai mesias apalagi kite,mohon do;anya semoga ayah,mamah dan kluarga saya semua sadar dan mengikut saya
Edy Prayitno
Agustus 17th, 2011 pada 03:48
agus widodo
Agustus 26th, 2011 pada 06:35
alkitab kok gak konsisten kadang yesus utusan Allah kadang Allah adalah yesus dan kadang kadang yesus anak Allah dan masih banyak lagi kadang kadang nya ?………. gak tegas gitu deh…..!
alkitab nya juga, ayat ayat yang satu dengan ayat ayat yang lain banyak bertentangan alkitab kok gitu ?…….. membingungkan….!
daniel anugerah
September 4th, 2011 pada 08:16
test . test ..
muhammad jibril
September 7th, 2011 pada 13:31
MEMANG SAMA SAJA…KOMENT DAN CARA DIALOG DI BLOG INI KESIMPULAN DI BUAT SENDIR ANAK KECIL JUGA BISA………
PIHAK MUSLIM MEMAKSAKAN KEBENARAN NYA SENDIRI…
APALAGI PIHAK MUSLIM YANG SOK TAU MENGUTIP AYAT-AYAT ALKITAB TAPI SALAH MENGARTIKAN NYA ………MEMANG SANGAT BEDA DENGAN MEMBACA AL QURAN….KARENA AL QURAN BUATAN MUHAMAD MENCOMOT SANA SINI DARI ALKITAB KEMUDIAN MENGAKU-NGAKU DI DATANGI MALAIKAT YANG MENYAMPAIKAN WAHYU ALLAH
muhammad jibril
September 7th, 2011 pada 13:37
COBA KAUM MUSLIM DI FORUM INI BACA, PIKIRKAN DAN TANGGAPI DI BAWAH INI
KEBOHONGAN MUHAMAD DAN ISLAM
Pengalaman Mistik
Suatu hari, ketika Muhammad berusia 40 tahun, dan setelah menghabiskan waktu berhari-hari di sebuah gua seorang diri, Muhammad mengalami pengalaman yang aneh. Dia mulai mengalami kontraksi otot, sakit perut, dan merasa seperti dihimpit kuat2, kejang2 otot, kepala dan bibir bergerak-gerak di luar kontrol, berkeringat, dan jantung berdebar-debar. Dalam keadaan ini, dia mendengar suara2 dan mengaku melihat hantu.
Dia lari ke rumah ketakutan, gemetar dan berkeringat. “Tutupi aku, tutupi aku,” pintanya kepada istrinya. “O Khadijah, ada apa dengan diriku?” Dia menceritakan semua yang terjadi dan berkata, “Aku takut sesuatu telah terjadi padaku.” Dia mengira kerasukan setan lagi. Khadijah menenangkannya dan mengatakan padanya untuk tidak merasa takut, karena dia sebenarnya didatangi seorang malaikat dan dipilih sebagai nabi.
Setelah pertemuannya dengan makhluk halus yang disebut istrinya sebagai malaikat Jibril, Muhammad yakin akan status nabinya. Kedudukan nabi menyenangkan hatinya dan memenuhi angan2nya untuk merasa megah diri. Dia pun mulai berkhotbah.
Lalu apakah isi pesan khotbahnya? Tidak ada pesan apapun. Yang dia tahu adalah dia telah menjadi seorang rasul. Karena itu, pesan utama hanyalah menyampaikan berita kerasulannya kepada siapapun dan membuat orang percaya bahwa dia adalah seorang rasul. Sebagai hasilnya, orang harus menghormatinya, mencintainya, mentaatinya, dan bahkan takut terhadap dirinya. Setelah berkhotbah selama 23 tahun, inti pesan Muhammad tetaplah sama. Pesan utama Islam adalah Muhammad adalah seorang rasul dan orang harus taat padanya. Siapapun diharapkan untuk menghormatinya, mencintainya, mentaatinya, dan bahkan takut padanya. Selain dari itu, tiada pesan apapun. Yang tidak mau taat akan dihukum, baik di dunia fana maupun baka. Keesaan Tuhan yang menjadi dasar agama Islam, awalnya bukan merupakan bagian pesan Muhammad.
Setelah membuat jengkel masyarakat Mekah selama bertahun-tahun dengan mengejek agama dan dewa2 mereka, maka masyarakat Mekah akhirnya tidak mau berhubungan dengan dia dan pengikutnya lagi, termasuk hubungan dagang. Sikap mendiamkan dan boikot ekonomi mengakibatkan banyak kesusahan pada kaum Muslim sehingga Muhammad memerintahkan mereka pindah ke Abyssinia. Akhirnya, untuk menyenangkan hati masyarakat Mekah, Muhammad terpaksa berkompromi. Ibn Sa’d menulis: “Suatu hari sang Nabi berada di kumpulan orang di Ka’bah dan membacakan bagi mereka Sura an-Najm (Sura 53). Ketika sampai di ayat 19-20 yang tertulis, “Apakah kau telah mempertimbangkan Lat dan Uzza, dan Manat, yang ketiga, yang paling akhir? Setan menaruh kedua ayat2 itu di mulut sang Nabi. “Mereka cantik, dan ada harapan dalam ibadahnya.”[1] Kata2 ini menyenangkan hati masyarakat Quraish dan mereka menghentikan boikot ekonomi dan permusuhan. Kabar ini terdengar oleh para Muslim di Abyssinia yang lalu dengan senang balik kembali ke Mekah.
Tak lama kemudian, Muhammad sadar bahwa mengakui putri2 Allâh sebagai dewi-dewi telah merusak kedudukannya sendiri sebagai satu2nya perantara bagi Allâh dan manusia, dan membuat agamanya tidak beda dengan agama pagan, dan karena itu agamanya jadi tak berguna. Maka dia menarik kembali kedua ayat yang mengakui putri2 Allâh dan menyebutnya sebagai ayat2 setan. Setelah itu dia mengeditnya dengan “Apa! Anak2 laki bagimu dan bagiNya anak2 perempuan! Ini jelas pembagian yang tidak adil!”[2] Artinya, betapa beraninya kamu menyebut Tuhan punya anak2 perempuan, sedangkan kau sendiri bangga punya anak2 laki? Kaum wanita dianggap bodoh dan karenanya tidak layak bagi Allâh untuk punya anak2 perempuan. Memang ini benar2 tidak adil
Beberapa pengikut Muhammad meninggalkannya karena kejadian ini. Untuk mensahkan pergantian ayat dan mendapatkan kembali kepercayaan pengikutnya, dia mengaku semua nabi juga kadangkala ditipu setan, yang memberi gagasan secara licik agar mereka mengucapkan ayat2 setan dan sepertinya itu datang dari Tuhan.
Qur’an Al-Hajj (22) ayat 52-53
(52) Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasul pun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, setan pun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh setan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, (53) agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh setan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya.
Muhammad menulis ayat2 di atas karena beberapa pengikutnya sadar dia mengarang Qur’an sesuai situasi dan kondisi, sehingga mereka lalu meninggalkannya. Yang dikatakan Q 22:52-53 sebenarnya adalah:
Jika aku, Muhammad, ngawur dan tertangkap basah olehmu, maka itu adalah salahmu sendiri karena hatimu rusak.
Tiga belas tahun telah berlalu dan Muhammad hanya punya sekitar 70 sampai 80 orang pengikut. Istrinya yang tidak hanya menafkahinya, tapi juga mengaguminya, memujanya, memujinya, dan dia adalah pengikut Muhammad yang pertama. Posisi sosialnya yang terhormat meyakinkan orang2 lain seperti Abu Bakar, Othman (Usman) dan Omar untuk bergabung jadi pengikut Muhammad pula. Selain dari mereka, pengikut Muhammad yang lain adalah budak2 milik orang2 kaya Quraish, dan beberapa pemuda yang tak punya pengaruh.
muhammad jibril
September 7th, 2011 pada 13:39
Pengalaman Bawah Sadar Muhammad
Teknologi baru dlm mempelajari cara kerja otak manusia semakin mempermudah pengertian akan pengalaman mistik Muhammad yg diakuinya sendiri secara gamblang. Utk menghindari orang menuduhnya membual, ia menunjuk Allah utk menggambarkan apa yg dilihatnya.
Dari ia berada di ufuk yang tertinggi.
Dia datang mendekat dengan bergerak turun ke bawah.
Lalu Dia menurunkan kepada hambaNya apa yang patut diturunkan.
Hati tidak mengada-ada ttg apa yang telah dilihatnya.
Adakah kamu meragukan apa yang dia telah lihat ?
Dia telah melihat disuatu turunan yang lain.
Di penghujungan kesudahan.
Di mana lokasi Syurga yang abadi ditempatkan.
Mata mata tidak berpaling, dan tidak juga menjadi buta.
(Q.53:6-1 http://www.submission.org/indonesia/quran/sura-53.html)
Dlm ayat lain ia secara tegas menyatakan ttg pengalaman visualnya:
Dia melihatnya di ufuk yang tinggi. (Q.81:23)
Sebuah hadis melaporkan sang nabi bercerita ttg pengalamannya:
“Saat saya sedang berjalan saya mendengar suara dari langit. Saya melihat ke atas dan lihatlah ! Saya melihat malaikat yg sama yg mendatangi saya di Goa Hira’, duduk disebuah kursi antara langit dan bumi. Saya begitu takut olehnya sampai saya jatuh ketanah. Dan saya pergi ke isteri saya dan mengatakan, ‘Selimuti saya dgn jubah ! Selimuti saya dgn jubah !’ Mereka menyelimuti saya dan lalu Allâh mewahyukan: [1]
Saat seseorang bertanya, “Bagaimana wahyu ilahi datang kepadamu ?” Muhammad menjawab,
“Kadang seperti bunyi lonceng, bentuk wahyu ini yg paling sulit dari semuanya dan lalu keadaan ini lewat sampai saya mengerti apa yg diwahyukan. Kadang malaikat datang dlm bentuk lelaki dan berbicara kepada saya dan saya mengerti apapun yg dikatakannya.” ‘Aisyah menambahkan: Sesungguhnya saya melihat Nabi sedang mendapatkan wahyu pada sebuah hari yg sangat dingin dan melihat keringat deras dari keningnya (saat wahyu selesai). [2]
Ibn Sa’d mengatakan, “Pada saat turunnya inspirasi, kecemasan melanda Nabi, dan raut wajahnya nampak gundah gelisah.”[3] Ia melanjutkan, “Ketika wahyu diturunkan pada Nabi, selama beberapa jam ia biasanya menjadi mengantuk spt orang tertidur.[4] Bukhari mengatakan: “Wahyu ilahi kpd Rasulallah dimulai dalam bentuk mimpi2 dlm bentuk sinar terang.” [5]
Sebuah hadis yg dicatat Muslim menulis: “A’isha, istri Rasulullah melaporkan: (Bentuk) pertama yg memulai wahyu kpd Rasulullah adalah gambaran dlm mimpi. Dan ia tidak melihat gambaran apapun kecuali wahyu yg datang spt sinar cerah fajar.”[6]
Tabari melaporkan: “Nabi mengatakan, ‘Saya berdiri, namun jatuh pada lutut saya; dan merangkak pergi, bahu saya gemetaran.”[7]
Bukhari juga mencatat sebuah hadis panjang yg menggambarkan seluruh episode ttg bgm Muhammad menerima wahyu2nya.
Diriwayahkan oleh ‘Aisyah:
Permulaan Wahyu Ilahi kpd Rasulullah adalah dlm bentuk mimpi dlm tidurnya. Ia tidak pernah bermimpi tetapi (wahyu) itu datang spt terang sinar pagi hari. Ia biasanya menyingkirkan diri ke (goa) Hira’ dimana ia memuja (Allâh saja) berulang2 selama berhari2 dan bermalam2. Dlm perjalanannya, ia biasanya membawa makanan dan lalu kembali kpd (isterinya) Khadijah utk menjemput makanan utk melanjutkan periode berikut (di goa Hira), sampai Kebenaran tiba2 turun padanya saat ia berada dlm goa Hira. Malaikat datang padanya didalam wahyu tsb dan memintanya (Muhammad yg buta huruf) utk membaca. Nabi menjawab, “Saya tidak dapat membaca. Malaikat memegang saya (dgn keras) dan menekan saya begitu keras sampai saya tidak tahan lagi. Ia kemudian melepaskan saya dan sekali lagi meminta saya agar membaca dan saya menjawab, “Saya tidak bisa membaca,” dan dgn itu ia kembali memegang saya dan menekan saya utk kedua kalinya sampai saya tidak tahan lagi. Ia kemudian membebaskan saya dan kembali meminta agar saya membaca, “Saya tidak tahu bgm membaca (atau, apa yg harus saya baca ?).” Saat itu ia memegang saya utk ketiga kalinya dan menekan saya dan membebaskan saya dan mengatakan, “Bacalah: Dlm Nama Allah yg Menciptakan (semua yg ada). Ia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmu yg Maha Mulia … ” (Q.96:1-5)
Lalu Rasulullah kembali dgn wahyu itu, otot2 lehernya bergetar2 dgn keras sampai ia menemui Khadijah dan mengatakan, “Selimuti saya ! Selimuti saya !” Mereka menyelimutinya sampai seluruh ketakutannya padam dan lalu ia mengatakan, “O Khadijah, ada apa dgn saya ?” Lalu ia menceritakan semua yg terjadi dan mengatakan, ‘Saya khawatir bahwa sesuatu akan terjadi pada saya.’ Khadijah mengatakan, ‘Tidak mungkin! Namun berbahagialah, karena Allâh tidak akan pernah mempermalukanmu karena kau membina hubungan baik dgn sanak saudaramu, berbicara kebenaran, membantu fakir miskin dan melarat, melayani tamu2mu dgn murah hati dan membantu mereka yg memerlukan, yg dilanda bencana.”
Khadijah lalu membawanya kpd (saudara sepupunya) Waraqa bin Naufal bin Asad bin ‘Abdul ‘Uzza bin Qusai. Waraqa adalah putera paman dari garis ayah, yi, kakak ayahnya, yg selama masa Pra-Islam menjadi seorang Kristen, ahli menulis abjad Arab dan menulis Injil dlm bahasa Arab sesuai dgn kehendak Allah. Ia adalah orang tua dan kehilangan daya penglihatannya. Khadijah mengatakan kpdnya, “Ya saudaraku ! Dengarkanlah cerita keponakanmu.” Waraqa mengatakan, “Ya keponakan ! Apa yg kau lihat ?” Nabi menggambarkan apa yg ia lihat.
Waraqa mengatakan, “Ini adalah Namus yg sama (yi., Jibril, malaikat yg menyimpan rahasia2) yg dikirim Allâh kpd Musa. Seandainya saya masih muda dan bisa hidup pada jaman ketika rakyatmu …. Waraqa menjawab ya dan mengatakan: “Belum pernah seseorang datang dgn sesuatu yg mirip dgn apa yg kau bawa namun disambut dgn permusuhan. Kalau saya masih hidup pada hari kau ….. maka saya akan mendukungmu sepenuhnya.”
Namun beberapa hari kemudian Waraqa wafat dan Wahyu Illahi juga berhenti selama beberapa waktu dan nabi menjadi begitu sedih dan spt kami dengar ia berkali2 ingin melemparkan dirinya dari puncak gunung dan setiap kali ia pergi ke puncak sebuah gunung utk melemparkan dirinya kebawah, Jibril nampak didepannya dan mengatakan, “Ya Muhammad! Kau memang rasulullah yg sebenarnya” dan hatinya kemudian terhening dan ia tenang kembali dan kembali pulang. Dan setiap kali periode datangnya wahyu menjadi panjang, ia akan melakukan yg sama, tetapi saat ia mencapai puncak sebuah gunung, Jibril nampak padanya dan mengatakan apa yg dikatakan sebelumnya.
(Ibn ‘Abbas ttg arti: ‘Ialah yg memisahkan sinar matahari (dari kegelapan)’ (6.96) bahwa Al-Asbah berarti sinar matahari selama siang hari dan sinar bulan pada saat malam hari). [8]
Cerita Waraqa, saudara sepupu Khadijah, mengakui Muhammad sbg rasulullah, yg didasarkan pada studinya atas kitab2 suci yg sudah ada, tentu omong kosong. Inilah bentuk cerita2 Muhammad yg dikarang Muhammad utk menguatkan claimnya. Tidak ada apapun dlm kitab2 suci Yahudi atau Kristen yg menunjuk pada Muhammad. Waraqa mati dan Muhammad merasa bebas utk menyusun kebohongan, seolah2 cerita2 itu datang dari Waraqa, spt juga claim bohongnya bahwa kakeknya mengatakan bahwa ia masa depannya gemilang. Tidak heran kalau Khadijah, sbg co-dependent Muhammad, menegaskan kebohongan2 itu. Seorang co-dependent sering meng-koroborasi kebohongan2 pasangannya yg narcissist (narsisis).
Ada klaim yg serupa yg dibuat Muhammad ttg saat ia pergi ke Busra utk urusan dagang Khadijah. Ia mengatakan bahwa pada saat karavan2 masuk dari pinggir Busra, ia duduk berteduh dibawah sebuah pohon dan kemudian seorang biarawan Nestorian melihatnya.
“Siapa lelaki dibawah pohon itu ?” tanya biarawan kpd Maysarah, lelaki remaja, pembantu Khadijah yg menemani Muhammad dlm ekspedisi dagangnya ini. “Lelaki Quraish,” jawab Maysarah.” “Tiada lain daripada seorang nabi yg duduk dibawah pohon itu,” kata sang biarawan. Menurut cerita yg disusun Muhammad ini, sang biarawan mengetahui status Muhammad dari dua awan kecil yg memberinya keteduhan dari panas matahari. “Apakah ada … warna kemerah2an disekitar matanya yg tidak pernah hilang ?” tanya sang biarawan. Ketika remaja itu menjawab ya, ia mengatakan, “Ia pastilah nabi terakhir; selamat kpd siapapun yg percaya padanya.”
Di tempat lain ia mengaku bahwa tahi lalat diantara kedua bahunya adalah tanda kenabiannya. Saya belum pernah menemui kitab suci yg menegaskan bahwa tahu lalat diantara kedua bahu dan kemerahan disekitar mata adalah tanda2 seorang nabi. Kemerahan kronis disekitar mata adalah sebuah kondisi medis yg dinamakan blepharitis yg diakibatkan oleh radang/kebengkakan pada pelupuk mata. Satu jenis blepharitis, spt meibomian gland dysfunction (MGD) bisa mengakibatkan kelainan kulit pada pasien yg dikenal sbg rosacea dan seborrheic dermatitis. Rosacea juga ditandai dgn wajah yg kemerah2an. Ali, putera Abu Talib, menggambarkan wajah Muhammad sbg putih-kemerah2an.[9]
Muhammad menemukan penonton yg mudah percaya apa saja dan ia merasa bebas utk mengatakan apapun pada mereka, karena ia tahu bahwa mereka akan percya, bahkan gejala2 berbagai penyakitnya dinyatakan sbg tanda2 kenabian. Tidak ada sebutan apapun ttg Maysarah diantara para pengikut paling dini. Kalau memang cerita ini benar, maka seharusnya Maysarah adalah orang yg pertama yg menjadi pengikut Muhammad.
Dlm hadis di atas kami melihat peran penting Khadijah dlm Islam. Saat Muhammad mengalami halusinasi anehnya ini, ia menyangka bahwa ia kesurupan. Khadijah-lah yg meyakinkannya bahwa ia dipilih utk menjadi nabi Tuhan dan mendukungnya utk terus menggali ketidakwarasannya itu.
Ada halusinasi Muhammad yg visual, ada yg didapat dari mimpi dan ada juga yg didapatkan lewat pendengaran.
Ibn Ishaq menulis: “bahwa nabi, pada saat Allâh menurunkan rahmatnya kdpnya sbg nabi, akan pergi membawa pengalamannya ini dlm perjalanan jauhnya, sampai ia tiba di Mekah dan bukit2 tanpa satu rumahpun atau batu ataupun pohon yg dilewatinya, namun ia mendengar ‘Damai besertamu, ya Rasulullâh.’ Dan nabi menengok kekanan dan kekiri dan melihat kebelakang, dan ia tidak melihat apapun kecuali pohon2 dan batu2.” [10]
Muhammad juga memiliki sejumlah halusinasi lain.
Diriwayahkan Abu Huraira: “Nabi menawarkan solat dan mengatakan, “Setan datang didepan saya dan mencoba menggangu solat tetapi Allâh memberi saya kekuatan dan saya mencekiknya. Saya berpikir utk mengikatnya pada salah satu pilar mesjid sampai kau bangun dipagi hari dan melihatnya. Lalu saya mendengar pernyataan Nabi Solomon, ‘Ya Tuhan ! Berikan saya kerajaan yg tidak akan dimiliki oleh siapapaun setelah saya.’ Lalu Allâh mengusirnya (Setan) dgn kepala tunduk (dihina).”[11]
Diriwayahkan Aisyah:
Penyihiran terjadi pada Rasululah shg ia menyangka bahwa ia telah senggama dgn istri2nya padahal tidak (Sufyan mengatakan: Itu penyihiran paling sulit mengingat dampaknya). Lalu satu hari ia mengatakan, “Ya ‘Aisyah tahukah kau bahwa Allâh memerintahkan saya ttg hal yg saya tanyakan padanya ? Dua lelaki datang kpd saya dan salah seorang duduk dekat kepala saya dan satunya lagi duduk dekat kaki saya. Yg didekat kepala saya bertanya kpd rekannya. Apa yg terjadi pada orang ini ? Yg belakangan menjawab bahwa ia berada dlm pengaruh sihir. Yg pertama bertanya, Siapa yg menyihirnya ?’ Yg lainnya menjawab, Labid bin Al-A’sam, lelaki dari Bani Zuraiq, sekutu Yahudi dan seorang munafik.’ Ditanya kemudian, ‘Apa bahan2 yg digunakannya ?’ Dijawabnya, ‘Sebuah sisir dan rambutnya yg menyangkut padanya.’ Yg pertama kemudian bertanya, ‘Dimanakah (benda itu)?’ Yg lainnya menjawab. ‘Dlm kulit sari pohon kurma jantan yg disimpan dibawah sebuah batu dlm sumur Dharwan.’ Jadi, nabi pergi ke sumur itu dan mengeluarkan barang2 itu dan mengatakan ‘Inilah sumur yg ditunjukkan pada saya (dlm mimpi). Airnya mirip sari daun2 Henna dan pohon2 kurmanya nampak spt kepala2 setan.’ Nabi menambahkan, ‘Kemudian benda itu dicabut’. Saya mengatakan (kpd nabi) ‘Mengapa anda tidak merawat diri anda dgn Nashra?’ Katanya, ‘Allâh sudah menyembuhkan saya; saya tidak suka membiarkan setan tersebar diantara orang2 saya.’[12]
Dalam hadis lain ditulis : “Wahyu datang kpd rasulullah dan ia diselimuti dgn selembar kain dan Ya’la mengatakan: Bisakah saya melihat datangnya wahyu kpd rasulullah. Ia (Omar) mengatakan: Apakah kau akan senang melihat Rasulullah menerima wahyu. ‘Omar mengangkat sudut jubah nabi dan saya melihat padanya dan ia (nabi) terdengar sedang mengorok. Ia (narator) mengatakan: Saya menyangka itu suara onta.” [13]
Lagi2 hadis : “Ketika Jibril menurunkan Wahyu Ilahi kpd Rasulullah, ia menggerak2kan lidah dan bibirnya, keadaan itu sangat menyiksanya dan gerakan itu menunjukkan bahwa wahyu sedang diturunkan..”[14]
Jadi inilah daftar dampak fisik dan psikologis turunnya wahyu terhdp jiwa dan raga Muhammad berdasarkan pada hadis.
1. Halusinasi melihat malaikat, sinar terang atau mendengar suara2
2. Kejang2 tubuh dan sakit perut yg sangat menyiksa
3. Tiba2 dirasuki perasaan gelisah & ketakutan
4. Gerakan dlm otot2 leher
5. Gerakan bibir dan lidah yg tidak dapat dikontrol
6. Berkeringat pada hari2 yg sangat dingin
7. Wajah kemerah2an
8. Raut wajah yg gundah gelisah
9. Gerakan jantung yg sangat cepat
10. Mengorok spt onta
11. Mengantuk
12. Keinginan utk bunuh diri
Semua ini adalah gejala2 penyakit temporal lobe epilepsy [TLE].
Satu lagi karakteristik TLE adalah bahwa TLE terjadi tiba2 tanpa peringatan terlebih dahulu kpd pasien. Ini sesuai dgn pengalaman mistik Muhammad.
Bukhari melaporkan: “Rasulullah bercerita ttg periode tidak datangnya wahyu … ‘Suatu hari saat saya berjalan, tiba2 saya mendengar suara dari langit. Saya melihat keatas dan saya heran melihat malaikat yg sama yg mengunjungi saya di goa Hira’…”[15]
muhammad jibril
September 7th, 2011 pada 13:40
Muhammad dan aliran Sesatnya
Kita sering tersentak oleh tingkat fanatisme muslim. Jutaan muslim melakukan kerusuhan, membakar gereja2 dan membunuh orang2 tak bersalah hanya karena satu koran menerbitkan kartun Muhammad atau karena Paus mengutip perkataan Kaisar abad pertengahan yg bilang kekerasan tidak cocok dengan sifatnya Tuhan.
Orang2 pada umumnya berat sebelah dan cenderung memihak pada sebuah sistem kepercayaan yang punya banyak pengikut. Mereka percaya bahwa jumlah besar dari islam membuatnya pantas dianggap sebagai sebuah agama. Tapi apakah islam benar2 sebuah agama?
Ada yang bilang bahwa semua agama pada awalnya adalah sebuah cult (aliran kepercayaan) sampai, seiring berlalunya waktu, mereka pelahan mendapat penerimaan dan mendapat status agama. Betapapun, ada karakteristik tertentu yang membedakan cult dari agama. Dr. Janja Lalich dan Dr. Michael D. Langone telah membuat daftar yang menjelaskan cult dengan cukup adil.[1] Semakin banyak sebuah kelompok atau sebuah doktrin punya karakteristik ini, semakin dekat dan menjadi keharusan utk didefinisikan dan diberi label sebagai sebuah cult, bukannya agama. Berikut ini adalah daftar tsb, yang saya bandingkan dengan Islam, poin demi poin.
1. Kelompok ini menunjukkan kefanatikan yang berlebihan dan komitmen tanpa keraguan/pertanyaan2 terhadap : pemimpinnya (baik sudah mati ataupun masih hidup), sistem kepercayaannya, ideologinya dan praktek2nya, dan menganggap itu semua sebagai hal yang Benar, sebagai Hukum.
Para muslim sangat sangat fanatik akan kepercayaan mereka dan punya komitmen luar biasa, tanpa/tidak boleh banyak tanya tentang nabi mereka, kitabnya, Quran, bagi mereka adalah Kebenaran dan Hukum.
2. Mempertanyakan, meragukan dan tidak setuju/menolak tidak diperbolehkan bahkan dihukum.
Para muslim dilarang bertanya dan meragukan prinsip2 dasar kepercayaan mereka, sementara penolakan dihukum mati.
3. Praktek2 mengalihkan pemikiran/akal (seperti meditasi, bacaan dengan dinyanyikan, bahasa lidah, sesi2 pengaduan dan ritual2 rutin yg melelahkan) digunakan secara berlebihan dan digunakan utk menekan semua keraguan2 akan kelompok ini dan dan keraguan akan pemimpinnya.
Lima kali sehari para muslim menghentikan apapun yang mereka kerjakan dan melakukan gerakan2 yang diulang-ulang dalam doa ritual dan melantunkan ayat2 Quran. Lagian, selama sebulan penuh dalam setahun mereka harus puasa (tidak boleh minum atau makan), dari subuh sampai sore hari, sebuah praktek yang bisa sangat melelahkan khususnya dimusim panas.
4. Kepemimpinan mendikte, kadang dalam rincian2 detil, bagaimana para anggotanya harus berpikir, bertindak dan merasakan (contoh, anggotanya harus minta ijin utk berkencan, ganti pekerjaan, menikah – atau pemimpinnya mengharuskan jenis pakaian tertentu yang harus digunakan, dimana harus tinggal, boleh tidak punya anak, bagaimana mendisiplinkan anak2, dan seterusnya).
Setiap detil kehidupan seorang muslim telah dituliskan. Dia diberitahu apa yang dilarang (haram) dan apa yang dibolehkan (halal), makanan apa yg boleh dimakan, bagaimana berpakaian, dan ritual apa yang harus diikuti utk berdoa. Seorang muslim tidak dibolehkan berkencan dan pernikahan sudah diatur. Hukuman fisik, termasuk siksaan karena ketidak patuhan pada penguasa, diselenggarakan, baik bagi anak2 maupun bagi orang dewasa.
5. Kelompok ini merasa mereka itu eksklusif, spesial, punya status mulia baik para pemimpin maupun anggotanya (contoh, pemimpinnya dianggap messiah, makhluk khusus, istimewa – atau anggota kelompok itu dan/atau pemimpinnya punya misi khusus utk menyelamatkan umat manusia).
Para muslim mengklaim status khusus bagi nabi mereka, sementara mereka menjelek-jelekan agama2 lainnya. Mereka bisa menjadi sangat kejam jika nabi mereka diremehkan. Mereka anggap diri mereka lebih hebat dari orang lain, dan jika berada disebuah negara non muslim, mereka terus menerus meminta kemudahan dan perlakuan istimewa, sering meminta perkecualian yang sulit bahkan kadang mustahil dipenuhi oleh anggota agama lain, misalnya, mereka meminta satu keistimewaan utk mendapat ruangan khusus dalam sebuah sekolah umum yg dibiayai agama lain agar para pelajar muslim bisa sholat disana. Baru2 ini di Ontario, mereka mencoba mengenalkan dan menerapkan hukum islam (Shariah), agar dengan cara ini mereka bisa lepas dari hukum Kanada. Mereka kalah, karena perlawanan yg tak letih2nya dari para mantan muslim.
6. Kelompok ini telah membentuk mentalitas “kita-lawan-mereka”, yang bisa menyebabkan konflik dengan masyarakat yang lebih luas.
Para muslim punya mentalitas “kita-lawan-mereka” yg sangat kuat. Mereka sebut semua non muslim, apapun agama mereka, kafir, sebuah istilah yang merendahkan, yang artinya penghujat tuhan. Bagi mereka, dunia selamanya terbagi atas Dar al Salam (Rumah Damai/Islam) dan Dar al Harb (Rumah Perang/selain Islam). Negara2 non muslim adalah Rumah Perang. Menjadi kewajiban tiap muslim utk berperang di Rumah Perang, utk bertempur, membunuh dan menundukkan non muslim dan merubah tanah mereka menjadi Rumah Damai. Damai, menurut Islam hanya bisa dicapai dengan menundukkan semua non muslim dan membuat mereka tunduk pada aturan islam. Idenya bukan membuat semua orang jadi masuk islam, tapi membuat islam menjadi dominan. Orang2 non muslim boleh terus mempraktekan agama mereka, tapi hanya sebagai dhimmi, sebuah istilah yang artinya terlindungi dan hanya diterapkan pada orang kristen dan yahudi. Orang kristen dan yahudi (People of the Book) akan dilindungi, asal mereka membayar uang perlindungan, yg dikenal sebagai Jizyah dan mau dipermalukan dan ditaklukkan, seperti yang dinyatakan dalam Quran.[2] Jika mereka gagal membayar Jizyah, mereka bisa diusir atau dibunuh. Ini cara operasi seperti mafia. Jika kau punya sebuah bisnis, kau bisa diganggu atau bahkan dibunuh, kecuali kau bayar mereka uang perlindungan agar dibiarkan berbisnis. Sedang bagi orang yang tidak percaya yang tidak dilindungi, seperti kaum pagan, ateis, animisme, hindu, budha dll, mereka kalau tidak mau masuk islam, ya mati.
7. Sang pemimpin tidak tunduk pada otoritas manapun
Bagi muslim, semua tindakan Muhammad sama dengan hukum. Dia tidak bisa diminta pertanggung jawabannya. Dia berhak menikahi atau berhubungan seks diluar pernikahan dengan wanita sebanyak mungkin dia mau. Dia boleh merampok rakyat sipil, membunuh orang tak bersenjata, menjarah harta mereka dan mengambil wanita dan anak2 sebagai budak dan bahkan memperkosa mereka. Dia boleh membunuh para kritiknya dan menyiksa mereka agar mengatakan persembunyian harta mereka. Dia boleh melakukan seks dengan anak-anak. Dia boleh berbohong dan menipu lawan. Dia boleh membantai tawanan perang dengan dinginnya. Tak satupun hal2 diatas berpengaruh bagi para pengikutnya. Pertamanya mereka menyangkal semua tuduhan2 diatas dengan keras, menuduhmu telah memfitnah dan menjelek2an nabi mereka, tapi ketika bukti2 dikeluarkan, mereka langsung merubah taktik dan mulai membela dia, membenarkan semua tindakan2 jahatnya, kejahatan yang mereka sendiri tidak mau jika terjadi pada diri mereka. Bagi para muslim, tindakan2 Muhammad tidak diukur dari apa yang dikenal oleh manusia sebagai benar dan salah. Tapi muhammadlah yang menjadi standar, ukuran benar dan salah. Hasilnya, jika sebuah kejahatan dilakukan oleh Muhammad, kejahatan itu berubah menjadi tindakan suci dan ditiru oleh para pengikutnya tanpa banyak tanya. Para muslim mampu melakukan tindakan kebrutalan dan kebiadaban paling mengerikan dengan pikiran yg jernih, karena itu sudah jadi sunnah (telah dilakukan juga oleh Muhammad).
8. Kelompok ini mengajarkan atau menyatakan bahwa tujuan yang mulia membenarkan apapun cara yang dipakai. Ini bisa menyebabkan para anggotanya mau bertindak atau melakukan aktivitas yang sebelumnya, ketika belum bergabung dengan kelompok ini, mereka anggap terkutuk atau tidak etis. (contoh, berbohong kepada keluarga atau teman, mengumpulkan uang utk amal bohongan).
Dalam Islam, hasil akhir selalu membenarkan caranya. Contoh, membunuh itu jelek, tapi jika dilakukan utk mempromosikan islam, itu baik. Bunuh diri dilarang, tapi pembom bunuh diri yang menyebabkan kematian non muslim adalah tindakan suci. Mencuri dari sesama muslim dilarang dan tangan sang pencuri akan dipotong, tapi merampok orang non muslim dipraktekkan sendiri oleh Muhammad dan bisa diterima oleh para muslim. Hubungan seks diluar pernikahan dilarang, tapi memperkosa wanita kafir oke oke saja. Tujuan, mendirikan kekuasaan Allah dibumi, dianggap begitu mulia hingga segala hal lain jadi tidak berarti/sekunder. Dalam sejarah islam, kita baca orang membunuh ayahnya atau berperang melawan ayahnya sendiri. Tindakan demikian dipuji sebagai tanda iman dan kepatuhan yang hebat. Berbohong dilarang oleh islam, kecuali ketika dilakukan untuk menipu orang kafir dan memajukan kepentingan2 islam.
9. Kepemimpinan berusaha memunculkan perasaan2 malu dan/atau bersalah pada anggotanya agar bisa lebih mudah mempengaruhi dan/atau mengontrol. Sering ini dilakukan lewat tekanan orang per orang dan dalam bentuk bujukan halus.
Pemikiran para muslim cenderung dipenuhi oleh kesalahan. Jika seorang muslim melakukan sesuatu yang berlawanan dari yg dibolehkan, muslim lain wajib mengingatkannya akan hukum Shariah dan menuntut pertobatan. Dikebanyakan negara2 islam, khususnya di Iran dan Saudi Arabia, negaralah yang memastikan para individu mengikuti hukum religius. Dibulan Maret 2002 polisi religius Saudi menghentikan anak sekolah (perempuan) utk keluar dari bangunan yang terbakar karena tidak memakai pakaian pantas yang sesuai islam.[3] Hasilnya lima belas wanita anak sekolah itu mati karena terbakar hidup2.
10. Sikap tunduk pada pemimpin atau kelompok mewajibkan anggotanya memutuskan tali kekerabatan atau persahabatan, dan secara radikal mengubah tujuan2 dan aktivitas2 pribadi yang mereka punya sebelum bergabung.
Muslim convert didorong utk memutuskan hubungan dengan keluarga dan teman jika mereka bukan muslim. Saya menerima banyak sekali kisah2 menyedihkan dari orang tua non muslim yang anaknya masuk islam, mereka hilang kontak sama sekali. Sekali waktu, mereka menerima telpon atau kunjungan yang kaku, tapi kunjungan2 demikian juga dibatasi, begitu besar rasa kehilangan cinta dari anak2 mereka dan dari pasangan muslim mereka hingga hasilnya makin membuat sedih orang tua yang sudah berduka ini. Tujuan dari kunjungan2 inipun biasanya utk meminta orang tua mereka masuk islam. Mereka pergi begitu saja ketika mendapat penolakan.
11. Kelompok ini disibuki oleh perekrutan anggota baru.
Tujuan utama muslim adalah mempromosikan islam, praktek ini dikenal sebagai dakwah. Ini menjadi kewajiban tiap muslim utk membawa umat baru, dimulai dari keluarga dan teman mereka sendiri. Mengembangkan islam adalah obsesi utama tiap muslim.
12. Kelompok ini disibukan oleh mengumpulkan uang.
Mengumpulkan dana utk jihad adalah sasaran utama dari semua muslim. Sekarang ini dikerjakan melalui apa yang dikenal dalam islam sebagai ‘zakat’. Tapi, dimasa Muhamamd, dan selama perjalanan islam, mengumpulkan uang utk jihad dilakukan prinsipnya dengan perampokan. Tujuan utama islam adalah utk mendirikan islam sebagai kekuatan utama yg dikenal dimuka bumi.
13. Para anggotanya diharapkan mengabdikan waktunya utk kelompok dan aktivitas2 yang berhubungan dengan kelompok.
Kesibukan utama muslim adalah islam. Mereka diwajibkan secara berkala pergi kemesjid, mengikuti sholat wajib lima waktu, mendengarkan khotbah, dll. Begitu sibuk mereka memikirkan bagaimana melakukan kewajiban2 religius mereka, apa yang dipakai, apa yang dimakan, bagaimana melakukan sholat, dll, hingga hanya tersisa sedikit waktu utk memikirkan hal lainnya. Malah mereka diberitahu apa yang boleh dipikirkan dan apa yang tidak boleh.
14. Anggota2nya didorong atau diwajibkan tinggal dan/atau bersosialisasi hanya dengan anggota kelompok saja.
Para muslim diajarkan utk menutup diri terhadap kafir dan didorong hanya utk bersosialisasi dengan sesama muslim. Quran melarang berteman dengan kafir (Q 3.28), menyebut mereka najis (kotor, tidak suci) (Q 9.28), dan memerintahkan utk keras terhadap mereka (Q 9.123). Menurut Muhammad, orang kafir adalah makhluk paling menjijikan dimata tuhan (Q 8.55).
15. Anggota paling patuh (muslim sejati) merasa tidak boleh ada kehidupan diluar konteks kelompoknya. Mereka percaya tidak ada jalan lain lagi, dan sering takut pembalasan terhadap mereka atau orang lain jika mereka meninggalkan (atau baru berpikir utk meninggalkan) kelompoknya.
Punya pikiran meninggalkan islam tidak diperbolehkan bagi seorang muslim sejati, mereka tidak boleh memupuk pemikiran itu. Meski ada fakta jutaan muslim meninggalkan islam akhir-akhir ini, tetap saja muslim garis keras menolak percaya bahwa benar2 ada yang meninggalkan islam, dan kata mereka pengakuan2 seperti itu hanya karangan atau bagian dari persekongkolan utk menggoncang iman mereka saja. Surat2 yang saya terima dari para muslim menunjukkan tema yang sama. Mereka semua memperingatkan saya akan api neraka nanti. Antara takut neraka dan takut pembalasan, para muslim terjebak dalam jaring teror buatan mereka sendiri.
Islam tidak diciptakan utk mengajar manusia secara spiritual, tidak juga membuat mereka dicerahkan. Pesan spiritual dalam islam hanya sampingan atau hampir2 tidak ada. Kesalehan dalam islam berarti harus meniru Muhammad, seorang manusia yang jauh dari saleh. Ritual2 seperti sholat dan puasa hanya pakaian belaka utk memancing orang2 bodoh agar masuk, hanya utk memberi islam penampilan luar, jadi seakan terlihat keramat dan penuh spiritualitas.
muhammad jibril
September 7th, 2011 pada 13:42
Kekuatan sebuah Kebohongan Besar
Adolf Hitler, dalam Mein Kampf-nya, 1925, menulis: “Massa yang banyak dari sebuah bangsa akan lebih mudah jadi korban dari kebohongan yang besar daripada yang kecil”. Jika ada orang yang tahu mengenai kekuatan dari kebohongan besar, bahwa semakin besar sebuah kebohongan semakin kedengaran masuk akal, maka orang itu adalah Hitler. Pernyataan bagus lain adalah dari George Orwell, penulis Politik dan Bahasa Inggris. Dia menulis: “Bahasa Politik…. Didesain utk membuat kebohongan terdengar jujur dan pembunuhan kedengaran lebih terhormat dan memberi kesan padat pada sesuatu yang sebenarnya hanya angin belaka.”[1]
Kenapa kebohongan besar begitu meyakinkan? Ini karena orang awam umumnya tidak berani berbohong gila-gilaan/besar. Dia takut tidak akan dipercaya dan diejek. Karena tiap orang pernah mendengar atau mengatakan bohong ‘putih’, maka kebanyakan orang akan menyadari kebohongan itu jika mendengarnya. Kebohongan besar begitu gila-gilaan hingga sering mengagetkan pendengarnya. Kebanyakan orang tidak siap memprosesnya dengan benar. Ketika sebuah kebohongan begitu kolosal, orang awam jadi bertanya-tanya kok bisa orang punya keberanian dan kenekatan mengatakan hal demikian. Mereka disisakan dengan dua keputusan sulit yang ektrim, yaitu: orang yang bilang ini pastilah gila, tukang tipu, atau… dia mesti bicara benar. Sekarang, bagaimana jika dalam bidang apapun, anda menghormati orang ini, menghormati karismanya atau berkomitmen padanya, anda tidak akan mampu menolaknya dan tidak akan mampu menerima fakta bahwa mungkin dia benar2 gila, seorang yg sakit jiwa. Lalu anda paksa diri anda utk percaya apapun yang dia katakan meskipun jika hal itu tidak masuk akal.
Kebohongan yg besar membuat kacau pengukuran akal sehat kita. Ini sama saja dengan menimbang barang yang beratnya berton-ton dengan timbangan kiloan. Timbangan itu akan rusak dan berhenti menunjuk ukuran yang benar. Dengan begitu, Hitler benar. Kebohongan besar sering lebih bisa dipercaya daripada kebohongan yang biasa.
Ketika Muhammad menceritakan kisah kenaikan kesurga tujuh, Abu Bakr awalnya terperanjat. Dia tidak tahu musti gimana. Ini sangat gila. Dia cuma punya dua pilihan: mengakui bahwa teman paling dipercayanya, yang sangat dia hormati dan yang telah dia ikuti dengan pengorbanan yang besar, adalah orang gila, atau percaya kisah fantastisnya dan percaya apa saja yang mungkin akan dia katakan. Tidak ada jalan tengah baginya.
Ibn Ishaq berkata ketika Muhammad menceritakan perjalanannya, “banyak muslim meninggalkan kepercayaan islam mereka. Sebagian lagi menemui Abu Bakr dan berkata, “Apa pendapatmu tentang temanmu itu? Dia mengaku telah pergi ke Yerusalem semalam, sholat disana lalu kembali lagi ke Mekah!” Dia tuduh mereka berbohong, Muhammad tidak akan berkata begitu, tapi kata mereka dia sekarang lagi di mesjid, cerita pada orang2. Abu Bakr tertegun dan lalu berkata, “jika dia bilang begitu, maka itu benar. Kenapa heran? Dia pernah bilang berkomunikasi dengan Allah, dari langit kebumi, wahyu datang padanya siang atau malam, dan saya percaya dia. Itu jauh lebih luar biasa dari apa yang kau ceritakan sekarang!” [2]
Logikanya sangat sempurna. Pada dasarnya apa yang Abu Bakr katakan adalah bahwa sekali kamu telah melepaskan akal sehatmu dan percaya pada kemustahilan, kamu bisa percaya apa saja. Sekali saja kau biarkan dirimu dibodohi, maka kau harus siap utk dibodohi selamanya karena tidak ada batas bagi kebodohan. Berapa banyak orang yang akan membiarkan kakek umur 54 tahun meniduri anak perempuannya yang berumur 9 tahun? Abu Bakr melakukan itu. Ini membutuhkan kebodohan yang luar biasa. Kebodohan yang hanya mungkin ada dalam sebuah kepercayaan buta.
Kita harus juga ingat bahwa Abu Bakr, telah menghabiskan semua kekayaannya bagi Muhammad dan tujuannya. Orang ini telah bertaruh banyak. Pada tahap ini, dia tidak punya pilihan lain kecuali ikut saja pada apa yang dikatakan Muhammad. Mengaku telah ditipu, terlalu menyakitkan. Gimana menjelaskan ini pada istrinya? Apa yang akan dia katakan pada orang2 tua di Mekah yang pernah menertawainya dan bilang dia bodoh? Pintu utk kembali telah tertutup rapat bagi Abu Bakr. Dia harus melindungi harga dirinya dan itu berarti dia tidak bisa mengaku telah dibodohi. Yang bisa dia lakukan hanyalah menggali lebih dalam dan secara membuta mengikuti Muhammad kemana saja. Dia harus mematikan nuraninya dan percaya apa saja yang sang nabi sukai. Ketika kau taruh seluruh kepercayaanmu pada seseorang dan mengorbankan begitu banyak baginya, kau menyerahkan juga kemerdekaanmu dan menjadi boneka ditangannya. Inilah yang diinginkan pemimpin cult dari pengikutnya. Jenis pengabdian demikianlah yang memenuhi kepuasan rasa lapar sang narsisis.
Abu Bakr kesulitan mempercayai kisah naik surganya Muhammad, tapi pada akhirnya dia tidak punya pilihan kecuali percaya karena menolak berarti mengaku telah dibodohi dan itu pengakuan yang menyakitkan. Menolak orang itu, yang telah kau terima sebagai utusan Tuhan dan percaya padanya, bukanlah usaha yang mudah. Ini jelas sebuah keputusan yg gagah berani, keputusan yang ada jauh diluar jangkauan orang percaya yang berpikiran lemah. Semakin banyak kau menyerahkan kemerdekaanmu, semakin banyak kau berkorban bagi orang ini, semakin sulit utk meninggalkannya.
Hitler, Stalin dan banyak pemimpin lalim lainnya dalam sejarah yang juga gila. Tapi sedikit yang mencurigai kegilaan mereka. Mereka yang curiga tidak bisa mengatakannya pada orang lain. Kebijakan superior dari pemimpin lalim itu menjadi “jubah tak tampak sang kaisar”. Tiap orang mengaku melihat jubah itu dan memuji keindahannya. Mereka yang tidak melihat ‘jubah itu’, menjadi yakin akan keyakinan orang lain, menjadi yakin bahwa dirinyalah yang tidak bisa melihatnya, lalu berpura-pura juga bisa melihatnya. Dg demikian kebohongan besar terwujudkan dan kritik2 tidak akan ditoleransi.
muhammad jibril
September 7th, 2011 pada 13:42
Kenapa tiap orang memuji Muhammad?
Pertanyaan yang mengganggu para muslim adalah kenapa, jika Muhammad begitu jahat, para sahabatnya begitu memuji dia? Kenapa tak seorangpun yang menghina dia, bahkan setelah dia meninggal?
Jawabannya adalah bahwa dalam sebuah masyarakat yang didasari oleh sebuah cult pribadi, mengucapkan apa yang ada dalam pikiran2mu tidak selalu aman. Berkata benar akan menyebabkan kamu dikucilkan atau yg lebih buruk lagi, kehilangan nyawa. Kebanyakan orang punya mentalitas utk ikut2an dan ikut arus begitu saja. Mereka yang berpikiran beda cukup sadar utk tutup mulut dan membuat kepala mereka aman2 saja dipundaknya.
Abdullah Ibn Abi Sarh, yang menjadi salah seorang sekretaris Muhammad (yg menulis Qur’an sementara didiktekan Muhammad), harus kabur dari Medinah dan hanya dikota Mekah saja (yg ketika itu masih aman) dia berani berkata bahwa tidak ada wahyu2 itu, Muhammad mengarang-ngarang Qur’an saja. Tapi, ketika Muhammad menaklukkan Mekah, langsung dia cari Abi Sarh dan memerintahkan untuk mengeksekusinya, meski sebelumnya dia berjanji utk tidak membunuh seorangpun jika kota itu mau menyerah tanpa perlawanan. Nyawa Abi Sarh diselamatkan, karena pertolongan dari Usman yang kebetulan menjadi saudara angkatnya.
Ketika kritik2 dibungkam, para penjilat mencoba mengangkat harkat mereka dengan memuliakan sang pemimpin lewat puji2an berlebihan dan kelewatan. Saddam dibenci oleh kebanyakan rakyat Irak, tapi yang anda dengar tentang dia di Irak, ketika dia masih berkuasa, hanyalah puji2an baginya. Orang2 Narsisis begitu terputus dari kenyataan hingga mereka percaya pujian2 itu, dengan kata lain menjadi korban dari tipuannya sendiri. Karena Muhammad dipercaya sebagai nabi, pemerintahan terornya tidak berakhir dengan kematiannya. Mereka yang sungguh2 percaya (jatuh) pada kebohongannya melanjutkan terror itu dan membungkam suara2 lawan seperti yang terjadi juga saat ini. Setelah mereka yang pernah kenal dekat dengan Muhammad meninggal, generasi berikutnya tidak punya jalan lagi, tidak bisa tahu lagi mana yang benar dan percaya saja akan apa yang semua orang percayai dan kebohongan itu diturunkan dari generasi ke generasi. Setelah kematian Muhammad, para penjilat terus menerus memuji2 dia, memuliakan dia, bahkan menceritakan mukjijat2 yang katanya dilakukan oleh dia, mereka pikir ini akan meningkatkan martabat mereka dan membuat mereka sekaligus Muhammad kelihatan saleh. Banyak sekali mukjijat2 yang katanya dilakukan Muhammad meski dia sendiri mengakui dalam Qur’an bahwa dia tidak bisa melakukan mukjijat apapun. [1]
Seribu Empat Ratus Tahun kemudian, jutaan muslim bertingkah laku serupa dengan yang dilakukan ketika jamannya Muhammad di Medinah. Mereka yang melawan takut untuk bicara, dan jika mereka beranipun, dibungkam dengan cepat, sementara para penjilat dihormati karena mau memuliakan sang nabi dan menceritakan ‘kebaikan2’nya. Bagaimana kebenaran bisa menang dalam atmosfir yang demikian represif, yg begitu penuh dengan kemunafikan dan penjilatan?
Ada kisah2 tentang Muhammad yg memerintahkan pembunuhan para pengkritiknya dan cerita tentang Omar, tangan kanan Muhammad, yang selalu siap menarik pedang mengancam utk menggorok siapa saja yang berani mempertanyakan otoritas tuannya. Muhammad mendorong sifat penjilat dan menghukum kebebasan berpikir dan kritik2.
Orang2 terjebak dalam atmosfir yang menyesakkan dada, dan pada akhirnya kepercayaan akan kualitas super dari pemimpin dan kepercayaan tsb menjadi asli dan nyata didalam diri dan pikiran mereka.
Baru-baru ini, sebuah team ahli bedah mata pergi ke Korea Utara utk menolong orang2 yang sakit katarak. Ribuan orang muda dan tua berbaris dan setelah mendapat pengobatan yang membantu penglihatan mereka, para dokter itu tertegun melihat bahwa hal pertama yang pingin mereka lihat adalah potret besar dari diktator Kim Jung Il, yang digantung didinding, mereka bersujud dan berterima kasih pada foto itu – bukan pada dokter yang menolong mereka, tapi pada sang tiran yang membuat mereka tetap buta selama bertahun2 ini.
Misi muhammad bisa berjalan baik dan sukses sebagian besar karena dia muncul disaat dan tempat yang tepat, dimana dia berada diantara masyarakat yang tidak tahu (ignorant), percaya takhyul, dan kebanyakan chauvinist (sikap bangga terhadap bangsanya secara berlebih-lebihan). Ini semua adalah kualitas2 yang dia perlukan utk mendukung agama rampoknya, kualitas2 itu semua sudah ada disana, diantara orang2 yang kemudian menjadi pengikut2 awalnya. Chauvinisme, kefanatikan, kesombongan, arogansi, megalomania, kebodohan, sikap bangga berlebihan, kerakusan, birahi, meremehkan hidup dan karakter2 tercela lainnya yang menjadi tanda resmi dari Islam sudah ada terlebih dahulu sebagai materia prima (materi utama) di Arab, dimana dia meluncurkan kegiatan kenabiannya. Atribut2 dan kualitas2 ini belakangan dipaksakan pada bangsa2 lain yang menjadi mangsa2 islam. Mereka yang sebelumnya sudah punya dasar atribut2 ini, merasa menemukan landasannya dalam islam utk melesat lepas landas dan menjadikannya pengabsahan “ilahi” bagi kegemaran kriminal dan menyimpang.
Tidak Konsisten
Sama seperti yang dialami beberapa jemaat Kenisah Rakyat, Muslim2 awal pun menyadari aturan ibadah kepercayaannya dan tindakan2 pemimpin mereka tidaklah konsisten. Jim Jones bersetubuh dengan banyak wanita di perkumpulannya dan dia tidak malu2 melakukannya. Muhammad juga melakukan banyak hal yang tentunya mengejutkan orang banyak, bahkan juga pengikutnya orang Arab yang bermoral rendah.
Di satu hadis Aisyah berkata: “Aku memandang rendah para wanita yang menyerahkan diri mereka pada Rasul Allâh dan berkata, “Dapatkan wanita menyerahkan diri mereka (pada seorang pria)?” Tapi ketika Allâh menyatakan: “Kau (wahai Muhammad) dapat menunda (giliran istri2mu), dan kau dapat menerima siapapun yang kau kehendaki; dan kau tidak bersalah jika kau mengundang dia yang gilirannya kau tunda,” (Q.33:51) Aku berkata (pada sang Nabi), ‘Aku merasa Tuhanmu cepat memenuhi kehendak dan nafsumu.’” [1]
Sudah jelas Aisyah tidak hanya cantik tapi juga cerdas. Memang bisa jelas terlihat di banyak kejadian tuhannya Muhamad datang segera menolong dan mengijinkannya untuk melakukan apapun yang disukainya.
Muhammad melanggar beberapa norma masyarakat dengan menikahi Zainab, yang adalah menantunya sendiri. Dia berhubungan seks dengan Mariyah – pelayan istrinya – ketika istrinya (Hafsa) sedang tidak ada di rumah. Dia berusia 51 tahun ketika dia menikahi Aishya yang berusia 6 tahun dan menidurinya ketika Aisyah baru berusia 8 tahun 9 bulan dan masih bermain dengan boneka2nya. Muhammad mengaku dapat ‘wahyu2’ terbaik ketika tidur di bawah satu selimut dengan anak perempuan kecil ini. Di puncak kekuasaannya, Muhammad melihat anak perempuan balita dan mengatakan pada orangtua anak itu bahwa dia ingin mengawininya jikalau anak itu sudah tumbuh besar. Untunglah bagi anak itu, Muhammad mati tak lama setelah mengatakan hal itu. Muhammad mengambil wanita2 remaja sebagai hadiah2 pribadi dari Allâh tatkala melakukan penyerangan2 dan menghabisi suku2 dan membunuhi sanak keluarga mereka. Dia menjadikan para wanita remaja itu sebagai budak2 seks di haremnya.
Tentu saja, banyak Muslim awal yang heran andaikata Muhammad itu rasul tuhan, mengapa tindakannya sangat jauh dari suci. Kita tidak bisa menyamaratakan bahwa Arab2 kuno tidak punya nurani sama sekali dan tidak tahu apa yang dilakukan Muhammad adalah salah. Akan tetapi, jika mereka ragu, mereka tidak berani menyatakan hal itu. Muslim takut akan ancaman dan hukuman. Mereka yang tidak setuju cepat2 disingkirkan.
Di satu kejadian, Muslim mujahirin (Muslim suku Quraish yang hijrah dari Mekah ke Medinah sebagai pendatang), berkelahi dengan orang2 Medinah ketika menjarah sebuah kota. Abdullah ibn Ubayy, orang Medinah yang menyelamatkan Banu Nadir dari niat pembantaian Muhammad, merasa marah. Dia berkata, “Apakah kalian sebenarnya melakukan hal ini? Mereka bertengkar dengan kepentingan kita, mereka berjumlah lebih banyak di tempat kita sendiri, dan tiada yang begitu cocok bagi kita dan gelandangan Quraish seperti yang dikatakan orang kuno ‘Beri makan anjing dan anjing itu akan melahapmu.’ Demi Allâh, jika kita kembali ke Medinah, yang kuat akan mengusir yang lemah.” Lalu dia pergi ke orang2nya yang berada di sana dan berkata, “Inilah yang kau lakukan terhadap dirimu. Kau biarkan mereka menguasai tanahmu, dan kau bagi kekayaanmu dengan mereka. Jikalau kau simpan kekayaanmu bagi dirimu, maka mereka sudah pergi ke tempat lain.” Ketika berita ini didengar Muhammad, dia berkeputusan untuk membunuh Ibn Ubayy. Tatkala mendengar hal ini, putra Ibn Ubayy yang telah masuk Islam datang kepada Muhammad dan berkata padanya, “Kudengar kau ingin membunuh ‘Abdullah b. Ubayy karena mendengar apa yang diucapkannya. Jika kau harus melakukan hal itu, maka perintahkanlah aku untuk melakukan hal itu dan aku akan bawah kepalanya, karena suku al-Khazraj tahu tiada seorang pun yang lebih berbakti kepada ayahnya selain aku. Aku takut jika kau memerintahkan orang untuk membunuhnya, jiwaku tidak akan mengijinkan aku melihat pembunuh ayahku berjalan diantara orang2 dan aku akan bunuh dia, dan karenanya aku membunuh orang beriman (Muslim) gara2 orang tak beriman (kafir), dan akibatnya aku akan masuk neraka.”[2]
Abdullah ibn Ubayy adalah orang besar bagi masyarakatnya, dan orang2 Medinah menghormatinya. Ini adalah keadaan yang sulit. Memerintahkan seorang anak laki untuk membunuh ayah sendiri, yang orang penting seperti ibn Ubbay, dapat mengakibatkan keadaan yang tidak merugikan bagi Muhammad. Bagaimana jika anak itu hanya ingin menguji kebenaran berita Muhammad ingin membunuh bapaknya dan mengakibatkan anak ini melawan Muhammad untuk membela bapaknya? Muhammad dengan cerdiknya menolak tawaran dan membiarkan pertikaian itu berlalu. Akan tetapi, perkataan anak laki itu dipuji-puji sejarawan Muslim sebagai contoh iman yang sejati. Ini adalah tingkat pengaruh yang dituntuk Muhammad dari pengikutnya. Dia membuat orang2 saling memata-matai dan menciptakan suasana penuh ketakutan di mana segala benih penentangan bisa dicabut dari akarnya.
Kejadian menarik bisa dilihat pada saat Abdullah ibn Ubayy meninggal. Putra Abdullah ibn Ubayy memohon Muhammad untuk berdoa di pemakaman ayahnya. Karena pentingnya posisi ibn Ubayy, Muhammad merasa harus memenuhi permintaan putra ibn Ubayy. Ketika dia berdiri untuk berdoa bagi almarhum ibn Ubayy, Omar ingat Muhammad tidak mau berdoa di kuburan ibunya sendiri. Dia memegang baju Muhammad dan berkata: “Rasul Allâh, akankah kau berdoa bagi orang ini, sedangkan Allâh melarangmu berdoa bagi yang tidak beriman?” Dia menjawab: “Allâh telah memberikan pilihan sewaktu dia berkata: Mintalah ampun bagi mereka, atau jangan mintakan ampun bagi mereka; jika kau minta ampun bagi mereka sebanyak tujuh puluh kali, maka tuhan tidak akan mengampuni mereka (Q.9:80) dan aku akan memberi tambahan pada tujuh puluh kali minta ampun.” Sungguh ironis bahwa Muhammad memanggil ibn Ubayy “munafik” padahal julukan itu paling cocok bagi dirinya sendiri.
Sama seperti Jim Jones, Muhammad juga menciptakan suasana teror sehingga yang meragukan dirinya tidak berani menyatakan pikirannya. Dia melarang pertanyaan2 yang susah dan jadi sangat marah jikalau ada yang melakukannya.
Hadis berikut adalah contoh di mana Muhammad marah pada mereka yang berani mempertanyakan keputusannya. Hal ini terjadi ketika dia membagi-bagi semua jarahan yang dirampas di Perang Hunain kepada para pemimpin Mekah untuk “melunakkan hati mereka” dan “membuat Islam terasa manis di mulut2 mereka.” Pengikutnya yang membantunya berperang tidak kebagian jatah apapun. Seorang berkata: “Wahai Rasul Allâh! Bersikaplah adil.” Sang Nabi berkata, “Awas kamu! Siapa yang bisa berlaku adil jika aku tidak? Aku akan celaka jika aku tidak berbuat adil.” Omar berkata, “Wahai Rasul Allâh! Ijinkan aku memancung kepalanya.” [3]
Orang yang bertanya ini berasal dari suku Banu Tamim. Masyarakat Banu Tamim belum jadi Muslim. Mereka bergabung bersama Muhammad karena mengharapkan harta jarahan belaka. Tapi setelah Muhammad menang perang, dia tidak merasa perlu lagi memenuhi janjinya. Orang dari suku Tamim ini tidak kenal Muhammad dan perangainya. Pengalaman ini jelas membuka matanya dan orang2 lain di sekitarnya. Pelajaran yang diambil adalah tidak seorang pun yang boleh mempertanyakan keputusan Muhammad meskipun tidak adil sekalipun. Siapapun yang mempertanyakannya akan mendapat murka Muhammad dan dapat terancam dibunuh. Hanya yang membebek saja yang selamat. Dalam suasana seperti ini, kebenaran selalu dikorbankan. Apakah kaum politikus kiri jaman modern yang mendukung Muslim menghabisi nilai2 Yudeo-Kristen di dunia Barat dapat mengambil pelajaran? Tentunya dapat, tapi apakah pelajaran ini mendukung mereka?
Osherow melanjutkan: “Keadaan Kenisah Rakyat jadi sedemikian menekan, isi khotbah Jim Jones dan perilakunya sangat bertentangan, sehingga tidak mungkin jemaatnya tidak bisa melihat hal ini dan mempertanyakan gerejanya. Tapi keraguan ini ditekan. Tiada yang mendukung ketidaktaatan terhadap perintah2 sang pemimpin dan tiada kawan yang menyatakan ketidaksetujuan dengan mayoritas jemaat. Yang tidak taat dan menentang dengan cepat dihukum. Mempertanyakan kata2 Jones atau bahkan keluarga dan teman2nya saja sudah berbahaya. Orang yang menyadap pembicaraan dengan cepat melaporkan segala pertentangan, dan bahkan anggota2 keluarga sendiri pun melakukan hal ini.”
Sama seperti Jones, Muhammad bergantung kepada para penyadap, seperti yang dikatakan Osherow: “Ini tidak hanya menghilangkan sikap menentang, tapi juga menghilangkan sikap solidaritas dan kesetiaan orang terhadap sanak keluarga dan kawan2 mereka sendiri.”
Dalam Islam, para Muslim diminta untuk mengawasi dan memperingatkan satu sama lain jika ada yang keluar dari “jalur yang benar”. Hal ini disebut Amr bil ma’roof (perintah akan kebenaran) dan Nahi min al munkar (pelarangan akan kesalahan). Akan tetapi, yang benar dan yang salah bukanlah hal yang sama yang diakui orang pada umumnya dan yang sesuai dengan Hukum Emas (perlakukan orang lain seperti dirimu sendiri ingin diperlakukan). Yang benar adalah yang diijinkan sang Nabi dan yang salah adalah yang dilarang sang Nabi. Dengan kata lain, setiap orang adalah “Abang Besar” dan pengamat orang lain dan harus menegur untuk membenarkan Muslim lain dan jika perlu melaporkan mereka ke ketua Muslim. Setelah terjadinya Revolusi Islam di Iran, anak2 diperintahkan untuk melaporkan segala kegiatan tidak Islam yang dilakukan orangtua mereka. Beberapa anak muda dilaporkan oleh ayah mereka sendiri kepada Pemerintah dan mereka lalu dihukum mati. Penyampai laporan lalu dipuji-puji dan ditinggikan agar yang lain mau berbuat sama.
Osherwo berkata: “Jones berkhotbah bahwa semangat kekeluargaan harus dibentuk dalam gerejanya, dan dia menekankan pengabdian masing2 anggota jemaat ditujukan bagi sang “Bapak” (dirinya sendiri).”
Dalam islam, Muslim juga harus bersikap seperti saudara terhadap Muslim lain, tapi pertama-tama mereka harus setia dulu pada Muhammad, atau, seperti yang dikatakannya berkali-kali, pada “Allâh dan rasulnya.” Di saat seorang Muslim murtad, Muslim lain yang bersikap sebagai saudaranya tidak ragu lagi untuk menyembelih tenggorokannya.
Kesamaan antara Muhammad dan Jim Jones benar2 nyata. Jangan2 yang satu meniru yang lain. Sudah jelas bahwa semua tindakan mereka merupakan pernyataan pikiran gila penderita narsisis. Semua kebijaksanaan politis totalitarian, dari Nazisme sampai fasisme, dari komunisme sampai Islam, adalah aliran sesat dan mengandung sifat yang sama seperti yang dijabarkan George Orwell dalam novelnya yang berjudul Nineteen Eighty Four (1984).
muhammad jibril
September 7th, 2011 pada 13:46
Bualan-bualan Luar Biasa Besar
Para pemimpin aliran sesat punya pribadi megalomaniak. Muhammad punya ego (keakuan) yang terlalu membengkak.
Muhammad juga punya banyak bualan tentang dirinya sendiri. Allâh yang adalah boneka ciptaannya seringkali memujinya sebagai:
• Kami mengirim kamu sebagai belas kasihan untuk semua makhluk (Q.21:107)
• Dan memang kau (Muhammad) punya moral2 yang luhur. (Q.68:4)
• Memang benar Rasul Allâh kau adalah contoh baik untuk diikuti. (Q.33:21
• Sungguh benar inilah kata Rasul yang paling terhormat. (Q.81:19)
• Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. (Q. 4:65)
Ayat terakhir jelas menunjukkan bahwa Muhammad menuntut ketaatan mutlak dan marah kalau dikritik atau kalau ada yang tidak setuju dengannya.
Osherow menulis: “Anggota jemaat belajar menanggapi hal yang bertentangan antara khotbah muluk Jones dan kerasnya aturan dalam Kenisah Rakyat dan menyalahkan semuanya pada ketidakmampuan diri sendiri dan tidak pada diri Jones. Seorang bekas anggota jemaat yang bernama Neva Sly mengatakan: ‘Kami selalu menyalahkan diri kami sendiri jikalau ada yang tidak beres.’ [2] Osherow menulis: “Anggota jemaat belajar menanggapi hal yang bertentangan antara khotbah muluk Jones dan kerasnya aturan dalam Kenisah Rakyat dan menyalahkan semuanya pada ketidakmampuan diri sendiri dan tidak pada diri Jones. Seorang bekas anggota jemaat yang bernama Neva Sly mengatakan: ‘Kami selalu menyalahkan diri kami sendiri jikalau ada yang tidak beres.’ [3] Akhirnya, dengan kemahiran berpidato, penipuan, dan bahasa yang muluk, Jones bisa meyakinkan bahwa kematian sebenarnya adalah ‘langkah selanjutnya’ dan dengan ini dia menutupi tindakan putus asa bunuh diri sebagai tindakan ‘bunuh diri revolusioner’ yang terhormat dan berani. Para jemaatnya percaya pada kata2nya.”
Hal inipun persis dengan yang terjadi pada Islam, di mana Muslim secara sukarela menyalahkan diri sendiri jikalau ada yang tidak beres dan bersyukur pada Allâh untuk semua hal yang baik. Kita juga bisa melihat kesamaan yang tepat antara pengikut Muhammad dan Jim Jones di saat mereka menghadapi kematian.
Kata asli “kami cinta kematian sama seperti kau cinta kehidupan” yang dikatakan Osama bin Laden pada suratnya yang terkenal untuk Amerika Serikat sebenarnya terdapat dalam kejadian Perang Qadisiyya di tahun 636 ketika panglima tentara Muslim yakni Khalid ibn Al-Walid mengirim pesan surat dari Kalifah Abu Bakr kepada panglima Persia bernama Khosrau. Suratnya menyatakan: “Kau (Khosrau dan orang2nya) harus masuk Islam, dan dengan begitu nyawamu selamat, karena jika tidak, kau harus tahu bahwa aku datang padamu dengan tentara2 yang cinta kematian, seperti kau cinta kehidupan.” Kalimat ini terus dikutip di khotbah2 Muslim modern, di koran2 dan di buku2 Islam.
Mengaku Punya Pengetahuan Rahasia
Satu cara yang digunakan pemimpin aliran sesat untuk mempesona pengikutnya adalah dengan cara melakukan mujizat dan mengaku punya pengetahuan yang tidak diketahui orang lain. Jim Jones melalukan banyak mujizat yang diatur apik di atas panggung. Diantaranya adalah kemampuannya untuk menyatakan sesuatu tentang anggota baru atau tamu yang tidak diketahui orang manapun kecuali orang itu sendiri. Untuk melakukan “mujizat” ini, dia akan mengirim seorang pengikut kepercayaannya terlebih dahulu untuk mencari barang milik orang atau tamu itu, membaca surat2 pribadinya atau mendengarkan pembicaraan mereka dan lalu melaporkan keterangan itu padanya. Setelah itu dia akan mengejutkan mereka dengan “pengetahuan rahasia” tentang mereka.
Muhammad juga melakukan hal yang sama. Dia punya banyak mata2 di mana2 dan setelah mereka menyampaikan keterangan padanya, dia akan membual “Jibril memberitahu diriku…”
Di bab II kita telah membahas skandal seks Muhammad dengan Mariyah, reaksi Hafsa akan hal itu dan sumpah Muhammad yang melarang dirinya menikmati Mariyah tapi kemudian dia sendiri membatalkan sumpah itu dan mengaku dapat wahyu dari Allâh. Ayat berikut sesuai dengan kejadian ini. Ayat ini berisi perintah Muhammad kepada Hafsa untuk tidak menceritakan rahasia skandal seksnya dengan Mariyah kepada orang lain. Tapi Hafsa tak sanggup mengekang mulutnya, sehingga menyampaikan rahasia ini kepada Aisyah. Muhammad marah ketika tahu rahasia ini terbongkar. Tidak perlu jadi orang jenius untuk tahu bahwa Hafsalah yang membocorkannya. Akan tetapi, Muhammad lalu mengaku bahwa Allâh-lah yang memberitahukan padanya bahwa Hafsa telah melanggar perintah sang Nabi.
Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang dari istri-istrinya (Hafshah) suatu peristiwa. Maka tatkala (Hafshah) menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan hal itu (semua pembicaraan antara Hafshah dengan Aisyah) kepada Muhammad lalu Muhammad memberitahukan sebagian (yang diberitakan Allah kepadanya) dan menyembunyikan sebagian yang lain (kepada Hafshah). Maka tatkala (Muhammad) memberitahukan pembicaraan (antara Hafshah dan Aisyah) lalu Hafshah bertanya: “Siapakah yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?” Nabi menjawab: “Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (Q.66:3)
Seluruh kejadian ini sungguh konyol. Pertama-tama, pencipta seluruh alam semesta ini bertindak sebagai mucikari yang membantu nabinya untuk bersetubuh dengan wanita yang membangkitkan berahinya. Setelah itu sang pencipta alam semesta menyebar gosip dengan memberitahu nabinya apa yang dikatakan para istrinya di belakang punggungnya. Tiada guna untuk membicarakan kekonyolan kisah ini. Hal penting yang patut diperhatikan adalah Muhammad membual menerima keterangan dari tuhan padahal sudah jelas Hafsa sendiri yang membocorkan rahasianya. Anak umur enam tahun saja sudah bisa menduga hal ini.
Akan selalu ada berbagai cara yang dilakukan pemimpin aliran sesat untuk menipu orang dan mengaku punya pengetahuan rahasia. Herannya, para jemaatnya juga seringkali sukarela bekerja sama dengan pemimpin itu untuk melakukan penipuan.
muhammad jibril
September 7th, 2011 pada 13:51
Mengelabui Umat
Proses evolusi dari seorang Muslim moderat menjadi teroris berlangsung perlahan dan seringkali tidak disadari. Mualaf (Muslim baru) semuanya awalnya moderat. Pada mulanya, mereka diajarkan “keindahan2 Islam”. Mereka diberitahu bahwa Islam adalah agama yang mudah, agama damai, agama semua orang dan menyembah satu Tuhan. Mereka dibimbing untuk percaya bahwa Islam menerima agama2 lain, terutama Yudaisme dan Kristen yang juga monotheistik, dan Muslim hanya tidak setuju dengan kedua agama ini karena pengikutnya telah mengubah ajaran agama mereka sendiri. Mereka diajak untuk percaya bahwa Islamlah satu2nya agama sejati yang diterima Tuhan dan siapapun yang tidak percaya Islam, menolak kebenaran adalah orang2 berdosa. Orang2 ini menyangkal Tuhan dan karenanya mereka akan celaka. Akhirnya, para mualaf ini diberitahu bahwa Isa dan Musa dalam Qur’an bukanlah Yesus dan Musa dalam Alkitab. Para mualaf perlahan-lahan menganggap orang2 yang beragama lain adalah musuh Allâh dan mulai membenci mereka secara aktif. Lalu mereka diajarkan bahwa hanya Muslim saja yang bersaudara dengan mereka dan para kafir di luar ingin menyerang mereka.
Setelah semakin lama dicuci otak, kau secara perlahan-lahan mulai merasa sebagai korban kaum kafir. Kau telah kehilangan jati diri mereka, dan jadi anggota tanpa nama dari ummah (masyarakat Islam), jadi budak Allâh. Kau mulai melihat dunia dengan pandangan lain. Perasaan “kami” lawan “mereka” menjadi semakin kuat setiap hari. “Mereka” adalah orang2 jahat, musuh2 Allâh. Mereka adalah para penindas dan penjahat. Semua non-Muslim, terutama yang bukan sealiran Islam denganmu, dianggap bagian dari musuh Allâh. “Kami” adalah orang2 yang ditindas, orang2 yang dijahati dan merupakan korban musuh Allâh. “Kami” adalah Muslim sejati, yang melakukan kehendak dan pekerjaan Allâh. Lalu kau mulai percaya bahwa kau punya iman dan agama sejati yang memerintahkan dirimu untuk berperang, membunuh musuh yang menekanmu dan kau harus bersikap keras terhadap mereka. Kau diberitahu bahwa Allâh akan membuatmu menang, dan kau akan menerima upah sensual abadi di surga.
Seorang “Muslim moderat” bisa jadi ekstrimis dan teroris dalam waktu semalam saja. Selama Muslim percaya pada Islam, setiap Muslim punya potensi jadi teroris. Islam memerintahkan pengikutnya untuk membunuh non-Muslim demi nama Allâh. Ini adalah kewajiban suci yang unik dalam Islam. Memang benar, Allâh berkata dia paling mencintai Mujahidin (pejuang Islam). Mereka adalah para Muslim terbaik. Merekalah yang akan mendapat upah yang terbaik dan tererotis di surga. Para “moderat Muslim” hanyalah para munafik dan lemah imannya. Indoktrinasi perlahan adalah modus operandi (cara kerja) semua aliran sesat, di mana kebenaran sejati dan rencana asli aliran itu ditutupi dan disuapkan perlahan-lahan kepada penganutnya. Perkataan anggota2 utama aliran ini sangat berbeda sama sekali pada dunia luar dan pada anggota kelompoknya sendiri.
Osherow menulis: “Setelah perlahan-lahan meningkatkan tuntutannya, Jones dengan hati2 mengatur agar anggotanya mulai tahu tentang “upacara kematian akhir.” Dia menggunakan ketaatan mutlak mereka agar mereka bersedia melakukan hal ini. Setelah berhasil melakukan tugas ringan, maka orang itu pun setuju untuk melakukan tugas yang lebih besar, dan hal ini diakui oleh ahli jiwa sosial dan para salesman (penjual barang dagangan).[1] Dengan melakukan tugas awal ini maka hal yang awalnya terasa tidak masuk akal jadi lebih diterima akal, dan ini juga mendorong orang untuk setuju melakukan tuntutan yang lebih besar pula.”
Osherow menerangkan bagaimana Jones mempersiapkan pengikutnya secara perlahan untuk mau melakukan bunuh diri massal. “Dia mulai mempertanyakan iman anggota yang percaya kematian harus dilawan dan ditakuti dan Jones lalu mengatur beberapa latihan bunuh diri “palsu”. Hal ini jadi ujian iman apakah anggotanya bersedia mengikuti Jones bahkan sampai mati. Jones akan meminta anggotanya apakah mereka siap mati dan di suatu waktu dia meminta anggotanya “memutuskan” nasib mereka sendiri dengan memberi suara apakah mereka mau melakukan tuntutan2nya. Seorang bekas anggota mengatakan bahwa suatu saat, sambil tersenyum Jones berkata, “Ya, ini adalah pelajaran yang baik. Kulihat kau tidak mati.” Caranya mengatakannya bagaikan kita perlu waktu 30 menit untuk melakukan penelaahan diri yang sangat kuat. Kami semua merasa benar2 mengabdi dan bangga akan diri kami. Jones mengajarkan bahwa adalah suatu hal yang mulia untuk mati bagi apa yang kau percayai, dan itulah yang sebenarnya kulakukan.”[2]
Muhammad tidak minta pengikutnya bunuh diri. Sebaliknya, dia memuji-muji mati syahid. Sang Nabi Allâh lebih praktis dibandingkan Jones. Tindakan bunuh diri tiada gunanya baginya. Dia perlu anggotanya hidup agar bisa berperang baginya, memberinya harta jarahan dan menaklukkan dunia baginya. Dia memuliakan mati syahid di medan2 pertempuran. Kepraktisan Muhammad tampak jelas jika melihat kenyataan bahwa Jones dan berbagai pemimpin aliran sesat melakukan bunuh diri bersama-sama pengikutnya, sedangkan Muhammad jarang ikut berjuang aktif bersama2 pengikutnya di medan tempur.
Semua orang waras bisa dengan mudah melihat bahwa mengobarkan perang dan membunuhi orang2 tak berdosa dalam nama Tuhan adalah tindakan orang sakit jiwa, tapi tidak demikian dalam pandangan Muslim, bahkan “moderat” sekalipun. Jihad merupakan pilar utama Islam dan semua Muslim yang tidak setuju bukanlah Muslim lagi. Inilah sebabnya mengapa istilah “Muslim moderat” sebenarnya adalah menentang arti istilah itu sendiri (oxymoron). Tiada seorang Muslim pun yang dapat disebut moderat jikalau dia mengikuti ideologi yang memerintahkan pembunuhan terhadap non-Muslim. Perbedaan antara Muslim teroris dan Muslim moderat adalah Muslim teroris melakukan jihad saat ini juga, sedangkan Muslim moderat berpendapat mereka harus menunggu sampai menjadi lebih kuat dan baru setelah itu melakukan jihad. Pada prinsipnya, tiada seorang Muslim pun yang dapat tidak setuju dengan konsep jihad.
Bagaimana mungkin semilyar orang waras percaya pada ajaran gila ini? Jawabannya bisa didapatkan di Jonestown.
Osherow menulis: “Setelah Kenisah Rakyat pindah ke Jonestown, latihan bunuh diri yang disebut sebagai ‘Malam2 Putih’ dilakukan berkali-kali. Latihan yang tampaknya gila ini dilakukan secara teratur, dan membuat anggota Kenisah Rakyat menjadi terbiasa.”
Para anggota Kenisah Rakyat adalah orang2 normal. Mereka tidak sakit jiwa atau gila. Akan tetapi, karena mereka meletakkan intelijens mereka di tangan orang gila, maka mereka pun mengikuti kegilaannya secara membuta.
Osherow menulis: “Pembaca mungkin bertanya apakah latihan2 bunuh diri ini membuat para anggota berpikir bahwa bunuh diri betulan akan benar2 terjadi. Tapi ada banyak tanda bahwa mereka tahu bahwa di upacara akhir mereka minum racun sungguhan. Peristiwa puncaknya terjadi pada kedatangan politikus Ryan, munculnya beberapa orang yang murtad, para juru masak yang dulu tidak ikut serta latihan sekarang jadi ikut, Jones semakin marah, tertekan, dan tidak terduga, dan akhirnya, setiap orang melihat bayi pertama mati. Para anggota tertipu karena mereka tidak menyangka latihan kali ini ternyata benar2 mematikan.”
Osherow menjelaskan di bawah keadaan seperti itu, orang2 cenderung membenarkan tindakan mereka, termasuk melakukan kekerasan yang diperintahkan pemimpinnya. Tulisnya, “Contoh dramatis akibat pembenaran diri berhubungan dengan hukuman fisik yang diterapkan di Kenisah Rakyat. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ancaman pukulan dan hinaan, membuat para anggota tunduk pada perintah2 Jones. Seseorang akan taat selama dia diancam dan diamati. Akan tetapi, untuk mempengaruhi seseorang, ancaman lunak terbukti lebih mujarab daripada ancaman keras [3] dan pengaruhnya tampak lebih lama[4]Di bawah ancaman lunak, seseorang cenderung sukar bereaksi keras terhadap larangan ringan, dan dia cenderung mengubah kelakuannya untuk membenarkan reaksi dirinya yang tidak melawan. Ancaman keras menghasilkan sikap tunduk, tapi hal ini hanya sikap luar, sedangkan dalam dirinya tidak terjadi perubahan sikap. Reaksi yang berbeda terjadi ketika tidak jelas apakah suatu tindakan diharapkan pada seseorang. Pada saat seseorang merasa dia berperan aktif dalam menyakiti orang lain, dalam dirinya muncul motivasi yang membenarkan tindakan kejamnya terhadap korban karena merasa korban sudah selayaknya dihukum.[5]
Keterangan ini sangatlah penting. Di Jonestown para anggota sendiri akan mencela rekan mereka yang tidak tunduk, terutama sanak keluarga mereka, dan menghukum mereka. Tindakan kejam bagi orang normal terasa sangat mengganggu. Untuk mengurangi sakitnya nurani mereka sendiri, maka mereka mencoba merasionalkan kekejeman mereka dengan menyalahkan korban dan menganggap korban layak dihukum. Muslim diwajibkan memerangi non-Muslim dan bahkan orangtua, saudara, sanak keluarga mereka yang non-Muslim. Tindakan kekerasan dan kekejaman mereka itu dihalalkan dan dirasionalkan. Muslim diajar bahwa kekerasan terhadap non-Muslim dan sikap tak bertoleran itu sesuai dengan keinginan Illahi dan hukum suci Islam. Hal ini tidak hanya dapat diterima Muslim tapi diminati pula. Ketika Muslim menyerang orang2 tak bersalah dan membantai mereka, Muhammad meyakinkan mereka dengan berkata, “Bukan kalian yang melakukannya; tapi Allâh yang melakukannya.”
Wartawan BBC bernama James Reynolds mewawancara Hussam Abdo, usia 15 tahun, pembom bunuh diri yang agak menderita mental terbelakang yang tertangkap di pos pemeriksaan Israel. Dia ditanyai: “Ketika kau mengenakan sabuk bom itu, apakah kau benar2 tahu ke mana kau akan pergi dan membunuh orang2, bahwa kau akan mendatangkan banyak penderitaan terhadap para ibu dan bapak, bahwa kau akan melakukan pembunuhan massal? Apakah kau benar2 mengetahui hal itu?”
Hussam menjawab:
“Ya. Sama saja seperti mereka datang dan membuat para orangtua kami sedih dan menderita, maka mereka pun harus merasakan hal ini. Sama seperti yang kami rasakan – mereka pun harus merasakan hal ini pula.”
Dia ditanya, “Apakah kau takut mati?”
Jawabannya sama dengan yang dikatakan pengikut Jones di menit2 terakhir hidup mereka.
“Tidak. Aku tidak takut mati.”
“Kenapa?”
“Tiada yang hidup selamanya. Kita semua akhirnya akan mati.”
Sebuah kisah disampaikan oleh Abu Hodhaifa yang adalah Muslim Mekah usia muda yang ikut dalam perang Badr. Ayahnya ada di pihak lawan yakni Quraish. Dilaporkan bahwa Muhammad memerintahkan pengikutnya untuk tidak membunuh Abbas, pamannya sendiri, yang juga berada di pihak Quraish. Hodhaifa menaikkan suaranya, “Apa? Masakan kita membunuh ayah, saudara, paman kita sendiri tapi harus menahan diri untuk tidak membunuh Abbas? Tidak, aku pasti akan membunuhnya jika aku menemuinya.” Sewaktu mendengar komentar melawan ini, Omar, seperti biasanya dalam menunjukkan kesetiannya, mencabut pedangnya dan melihat pada sang Nabi menunggu tanda perintah untuk seketika memancung anak muda tak tahu aturan ini.[6]
Ancaman ini mendatangkan akibat seketika. Kelakuan Hodhaifa dengan cepat berubah dan kita lihat di akhir pertempuran, dirinya jadi tunduk dan berbeda. Ketika dia melihat ayahnya dibunuh dan mayatnya diseret untuk dibuang ke dalam sumur, dia tidak tahan dan mulai menangis. “Kenapa?” tanya Muhammad, “Apakah kau sedih dengan kematian ayahmu?” Tidak begitu, wahai Rasul Allâh!” jawab Hodhaifa, “Aku tidak ragu akan keadilan atas nasib ayahku; tapi aku kenal benar hatinya yang bijaksana dan pemurah, dan aku dulu percaya Tuhan akan membimbingnya memeluk Islam. Tapi sekarang aku melihat dia mati, dan harapanku punah! – itulah mengapa aku bersedih.” Kali ini Muhammad senang akan jawabannya, dan dia menghibur Abu Hodhaifa, memberkatinya; dan berkata, “Itu baik.”[7]
Sikap tidak suka Muhammad terhadap bantahan Hodhaifa dan reaksi cepat Omar untuk mengancam membunuhnya di tempat itu juga, merupakan stimuli (pengaruh) kuat yang mengakibatkan Hodhaifa berubah perangai seketika dan sehari kemudian dia bahkan melihat “keadilan” atas kematian ayahnya. Begitu Hodhaifa kehilangan ayahnya, yang dibunuh oleh teman2nya sendiri, maka tidak ada jalan kembali baginya. Dia harus membenarkan apa yang dilakukannya dan merasionalkan pembunuhan ayahnya. Menemukan nalarnya dan menghadapi rasa bersalah nuraninya terlalu menyakitkan. Dia harus terus melanjutkan jalan yang ditempuhnya dan meyakinkan dirinya bahwa Islam itu benar atau menghadapi rasa bersalah seumur hidup.
Para pemimpin aliran sesat punya kemampuan sangat cerdik untuk mengontrol pikiran2 pengikutnya. Seperti yang dikatakan Hitler, kebohongan2 yang besar lebih mudah dipercaya oleh orang banyak, dan pemimpin aliran sesat psikopat adalah biang pembuat kebohongan besar.
Ada kisah yang disampaikan oleh Abdullah bin Ka’b bin Malik yang menunjukan kontrol seperti apa yang diterapkan Muhammad pada pengikutnya, baik secara psikologis maupun sosial. Ibn Ka’b berkata bahwa dia adalah Muslim taat dan telah menemani Muhammad dalam seluruh kegiatan perampokannya sehingga dia jadi kaya raya. Tapi ketika Muhammad memanggil pengikutnya untuk bersiap menyerang kota Tabuk di tengah2 musim panas di mana buah2an sedang ranumnya, maka Ibn Ka’b memilih tidak ikut pergi. Setelah kembali dari Tabuk, Muhammad memanggil mereka yang tidak ikut pergi dan menanyakan alasannya. Banyak yang punya alasan kuat sehingga mereka diampuni. Tapi ibn Ka’b dan dua orang Muslim lain tidak berani bohong untuk mencari alasan. Ibn Ka’b berkata:
“Memang benar, demi Allâh, aku tidak punya alasan apapun. Demi Allâh, aku tidak pernah sekuat dan sekaya ini dibandingkan dulu ketika aku tetap di belakangmu.” Maka Rasul Allâh berkata, “Tentang orang ini, sudah jelas dia jujur. Maka pergilah kau sampai Allâh mengambil keputusan atas kasusmu.” Rasul Allâh melarang semua Muslim bicara pada kami, tiga orang dari semua yang memilih tidak pergi melakukan Ghawza. Maka kami diasingkan dari orang2 dan mereka merubah sikap mereka pada kami sampai tanah di maka aku hidup jadi terasa asing bagiku seperti aku tidak pernah mengenalnya. Kami tetap diasingkan selama limapuluh malam. Dua temanku yang lain tetap tinggal dalam rumah2 mereka dan menangis, tapi aku adalah yang termuda diantara mereka dan yang paling tegas, jadi aku tetap pergi ke luar dan melakukan sholat bersama para Muslim dan pergi ke pasar2, tapi tidak seorang pun bicara padaku, dan aku berkunjung pada Rasul Allâh dan mengucapkan salam padanya ketika dia masih duduk dalam perkumpulannya setelah sholat, dan aku heran apakah sang Nabi menggerakkan bibirnya untuk membalas ucapan salamku atau tidak. Lalu aku melakukan sholat di sebelahnya dan diam2 menengoknya. Ketika aku sibuk melakukan sholat, dia menoleh padaku, tapi ketika aku menolehkan wajah padanya, dia memalingkan muka. Ketika perlakuan kasar orang2 ini berlangsung lama, aku berjalan sampai aku mencapai tembok kebun Abu Qatada yang adalah saudara misanku dan orang yang kusayangi, dan aku mengucapkan salam baginya. Demi Allâh, dia tidak membalas salamku. Aku berkata, “Wahai Abu Qatada! Aku mohon padamu demi Allâh! Tidakkah kau tahu aku mencintai Allâh dan RasulNya?” Dia tetap saja diam. Aku berkata lagi padanya, memohonnya demi Allâh, tapi dia tetap diam. Lalu aku bertanya lagi padanya dalam nama Allâh. Dia berkata, “Allâh dan RasulNya lebih mengetahui.” Setelah itu airmataku membanjir dan aku berbalik dan melompati tembok.”
Ketika empat puluh dari lima puluh malam berlalu, perhatikanlah! Rasul Allâh datang padaku dan berkata, ‘Rasul Allâh memerintahkan kamu untuk menjauhkan diri dari istrimu, ‘ Aku berkata, “Haruskah aku menceraikannya; bagaimana kalau tidak! Apa yang harus kulakukan?” Dia berkata, “Tidak, hanya bersikap menjauhlah dari padanya dan jangan bersetubuh dengannya.” Sang Nabi juga menyampaikan hal yang sama kepada kedua temanku. Maka aku katakan pada istriku, “Pergilah ke orangtuamu dan tetaplah tinggal bersama mereka sampai Allâh memberikan keputusan atas masalah ini.” Ka’b menambahkan, “Istri Hilal bin Umaiya datang kepada sang Rasul dan berkata, “Wahai Rasul Allâh! Hilal bin Umaiya adalah orang tua tak berdaya yang tidak punya pelayan yang membantunya. Apakah kau tidak suka jika aku melayaninya?” Dia berkata, “Tidak, kau boleh melayaninya, tapi dia tidak boleh mendekat padamu.” Dia berkata, “Demi Allâh, dia tidak berminat apapun. Demi Allâh, dia tidak pernah berhenti menangis sampai hari ini sejak masalahnya terjadi.”
Mendengar hal itu, beberapa anggota keluargaku berkata padaku, “Tidakkah kau juga meminta Rasul Allâh untuk mengijinkan istrimu melayanimu karena dia mengijinkan istri Hilal bin Umaiya melayaninya?” Aku berkata, “Demi Allâh, aku tidak akan minta ijin Rasul Allâh tentang istriku, karena aku tidak tahu apa yang akan dikatakan Rasul Allâh jika aku meminta dia mengijinkan istriku melayaniku karena aku masih muda.” Lalu aku tetap berada dalam keadaan itu sampai sepuluh malam kemudian sampai genap lima puluh malam Rasul Allâh melarang orang2 bicara pada kami. Ketika aku melakukan sholat Fajr di pagi hari ke limapuluh di atap salah satu rumah2 kami dan aku sedang duduk sesuai yang dinyatakan Allâh (dalam Qur’an), hatiku seakan bersuara dan bumi tampak lebih dekat padaku dengan segala kelapangannya, di saat itu aku mendengar suara orang yang bagaikan naik gunung Sala’ dan memanggil dengan suaranya yang paling keras, “Wahai Ka’b bin Malik! Bergembiralah dengan menerima salam hangat.” Aku jatuh bersujud di depan Allâh, karena mengetahui pengampunan telah tiba. Rasul Allâh mengumumkan penerimaan pertobatan kami oleh Allâh ketika dia melakukan sholat Fajr. Orang2 keluar menyelamati kami. Orang2 mulai menerima kami dalam kelompok, mengucapkan selamat padaku karena Allâh telah menerima pertobatanku, sambil berkata, “Kami ucapkan selamat karena Allâh menerima pertobatanmu.” [8]
Muhammad menerangkan kisah ini dalam Qur’an:
(Dan Dia juga mengampuni) terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan tobat) mereka, hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa mereka pun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja. Kemudian Allah menerima tobat mereka agar mereka tetap dalam tobatnya. Sesungguhnya Allah-lah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang. (Q. 9:118)
Seperti yang dapat dilihat di kisah di atas, Muhammad punya kontrol mutlak atas pengikutnya. Suasana Medinah telah berubah sama sekali. Dia bisa memerintahkan para pengikutnya untuk mengasingkan seorang dari kaum mereka, saudara mereka sendiri, dan bahkan melarang orang ini untuk bersetubuh dengan istri2 mereka. Kontrol psikologis ini sangat kuat sehingga beberapa orang takut bohong atau mencari-cari alasan. Muhammad tidak mungkin tahu apa yang dipikirkan orang lain, apakah alasan yang mereka ajukan benar atau tidak. Tapi dia membuat mereka percaya tuhannya tahu pikiran mereka sehingga membuat mereka merasa tak berdaya dan bisa dikuasai sepenuhnya olehnya. Ini adalah bentuk kontrol yang paling utama. Sang “Abang Besar” yang tak terlihat tidak hanya mengawasi perbuatanmu, tapi dia juga mengamati pikiranmu. Tidak ada yang lebih melumpuhkan daripada kontrol kejiwaan seperti ini.
Muhammad menciptakan sistem yang paling kuat untuk mengontrol manusia dan pikiran2 mereka, kontrol yang berlangsung selama 1400 tahun. Jika kontrol ini tidak diubah, maka hal ini akan terus berlangsung selamanya, menggerogoti dan menghancurkan hak azasi manusia yang utama yakni kebebasan berpikir dan memutuskan sendiri.
Menyinggung mereka yang punya alasan kuat dan tidak dihukum seperti ketiga orang tersebut, Muhammad menulis ayat2 berikut:
Kelak mereka akan bersumpah kepadamu dengan nama Allah, apabila kamu kembali kepada mereka, supaya kamu berpaling dari mereka. Maka berpalinglah dari mereka; karena sesungguhnya mereka itu adalah najis dan tempat mereka Jahanam; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.
Mereka akan bersumpah kepadamu, agar kamu rida kepada mereka. Tetapi jika sekiranya kamu rida kepada mereka, maka sesungguhnya Allah tidak rida kepada orang-orang yang fasik itu. (Q. 9:95-96)
Muhammad tidak bisa tahu apakah alasan2 orang ini benar atau tidak, sehingga dengan peringatan ini, dia mengancam mereka yang berbohong padanya dengan hukuman illahi yang berat. Kontrol pikiran ini mujarab selama orang tetap mudah ditipu untuk percaya pada kebohongan2 pemimpin aliran sesat. Begitu orang berhenti percaya kebohongan pemimpin narsisis, maka pemimpin itu kehilangan kontrol sama sekali. Saat ini para Muslim masih di bawah kontrol Muhammad karena mereka mempercayainya. Rasa takut ancaman neraka telah melumpuhkan kemampuan mereka untuk berpikir. Pikiran untuk meragukan Muhammad membuat bulu kuduk mereka merinding dan mereka lalu cepat2 melupakan pikiran itu.
Osherow menulis: “Mari mundur selangkah dulu. Proses pergi ke Jonestown tentunya tidaklah mudah, karena beberapa hal terjadi secara bersamaan. Misalnya, Jim Jones punya kekuatan untuk mengancam melakukan hukuman apapun yang diinginkannya di Kenisah Rakyat, dan terutama di saat akhir, di suasana brutal dan teror tersebar di Jonestown. Tapi Jones secara hati2 mengontrol bagaimana hukuman dilaksanakan. Dia seringkali memanggil anggotanya untuk setuju menerima pukulan2. Mereka diperintah untuk bersaksi di depan jemaat, anggota bertubuh besar disuruh memukul anggota bertubuh lebih kecil, para istri atau pacar dipaksa menghina pasangannya secara seksual, dan orangtua2 diminta setuju dan ikut membantu memukuli anak2 mereka (Mills, 1979; Kilduff and Javers, 1978). Hukumannya semakin lama semakin sadis, pukulan semakin keras sampai anggotanya pingsan dan menderita memar2 selama berminggu-minggu. Donald Lunde adalah ahli jiwa yang mengamati tindakan2 yang sangat brutal dan dia menjelaskan: ‘Begitu kau melakukan sesuatu yang besar, sangat sukar mengaku bahkan pada dirimu sendiri bahwa kau telah melakukan kesalahan, dan secara tak sadar kau akan berusaha keras untuk merasionalkan apa yang telah kau lakukan. Ini adalah mekanisme bela diri yang cerdik yang dimanfaatkan oleh pemimpin2 berkarisma.” [Newsweek, 1978a]
Keterangan langsung akibat proses kejadian ini disampaikan oleh Jeanne Mills. Pada suatu pertemuan, dia dan suaminya dipaksa menyetujui pemukulan anak perempuan mereka sebagai hukuman pelanggaran kecil. Dia menghubungkan efek kejadian ini pada anaknya, sang korban, juga pada dirinya sendiri sebagai salah satu pihak yang melakukan pemukulan:
Ketika kami menyetir pulang, setiap orang di mobil diam saja. Kami taku kata2 kamu akan menambah ketegangan. Satu2nya suara berasal dari Linda yang menangis pelan2 di tempat duduk belakang. Ketika kami tiba di rumah, Al dan aku duduk bicara bersama Linda. Dia merasa terlalu sakit untuk duduk. Dia berdiri diam pada saat kami bicara padanya. “Bagaimana perasaanmu terhadap apa yang terjadi padamu malam ini?” Al bertanya padanya. “Bapak (Jones) memang benar menghukum cambuk padaku, “ jawab Linda. “Aku sangat nakal akhir2 ini, aku banyak melakukan hal yang salah. Aku yakin Bapak tahu semua itu, dan itulah sebabnya dia memukuli banyak kali seperti itu.” Kami mencium anak kami dan mengucapkan selamat malam, tapi kepala kami masih terasa pening. Sukar sekali rasanya untuk berpikir jernih dalam keadaan yang sangat memusingkan seperti itu. Linda telah jadi korban, tapi hanya kami saja yang merasa marah akan hal itu. Dia sendiri tidak merasa benci dan marah. Malah sebaliknya, dia merasa Jim sebenarnya menolongnya. Kami tahu Jim telah melakukan hal yang kejam terhadapnya, tapi semua orang berlaku bagaikan dia melakukan hal penuh kasih dengan mencambuki anak kami yang tidak taat. Tidak seperti orang kejam menyakiti anak2, Jim tampak tenang, penuh kasih, ketika dia melihat pemukulan dan menghitung berapa pukulan yang telah dilakukan. Pikiran kami tidak dapat mengerti semua keadaan ini karena semua keterangan yang kami terima tidak benar.
Keterangan dari luar terbatas, dan keterangan dari dalam Kenisah Rakyat rancu semua. Dengan membenarkan tindakan2 dan ketaatan2 sebelumnya, maka dasar untuk memberi kesetiaan mutlak sudah terbentuk.
Hanya beberapa bulan saja setelah kami meninggalkan Kenisah Rakyat kami akhirnya menyadari tebalnya kepompong yang menyelubungi kami. Hanya pada saat itu saja kami menyadari kepalsuan, sadisme, dan penjajahan emosi dari si penipu ulung.[9]
Kesaksian Jeanne Mills dalam banyak hal serupa dengan kesaksian eks-Muslim. Para eks-Muslim ini mengaku bahwa mereka tidak menyadari penindasan yang mereka alami ketika masih jadi muslim. Hanya setelah mereka meninggalkan Islamlah tindakan penindasan dan kontrol pikiran yang dialami menjadi jelas tampak. Muslimah yang menikahi Muslim seringkali jadi korban kekerasan rumah tangga, sama halnya dengan wanita non-Muslim yang menikahi Muslim. Akan tetapi, Muslimah seringkali tidak menyadari terjadinya penindasan pada dirinya karena sudah terbiasa akan hal ini sejak kecil. Dia melihat ibunya sendiri dipukuli, begitu pula bibinya, dan wanita2 lain yang dikenalnya. Hal ini adalah normal baginya dan dia pun menerima pemukulan atas dirinya tanpa mengeluh. Wanita non-Muslim yang menikahi Muslim, biasanya datang dari keluarga yang tidak biasa melihat penindasan, pemukulan, dan penghinaan atas wanita. Bagi mereka, menikah dengan Muslim terasa lebih menekan dibandingkan wanita yang terlahir dan dibesarkan sebagai Muslimah. Para Muslimah ini malah seringkali membela hak suaminya untuk memukulnya.
Ada orang2 Kristen, Yahudi, atau Hindu yang meninggalkan agamnya. Akan tetapi setelah itu mereka tidak merasa marah atau benci dengan agama mereka yang dulu. Ketika Muslim murtad, mereka meninggalkan Islam dengan perasaan pahit dalam hatinya. Hal ini terjadi karena mereka merasa telah dijadikan korban Islam. Hal ini tidak terjadi pada orang2 lain yang meninggalkan agamanya, mereka tidak merasa marah terhadap nabi2 mereka yang dulu. Tapi eks-Muslim jadi sangat membenci Muhammad. Kesadaran bahwa mereka dulu ditipu sangatlah menyakitkan.
Osherow menulis: “Beberapa jam sebelum dibunuh, pejabat Kongres (MPR AS) Ryan menerangkan keanggotaan Kenisah Rakyat: “Aku bisa katakan padamu sekarang bahwa dari beberapa percakapan dengan orang2 di sini, ada sebagian orang yang percaya bahwa hal ini adalah hal yang terbaik yang pernah terjadi dalam hidup mereka.” [Sorak-sorai dan tepuk tangan terdengar di latar belakang] (Krause, 1978). Banyaknya orang lain yang setuju dan surat2 yang mereka tulis menunjukkan bahwa perasaan ini dirasakan pula oleh anggota2 yang lain.”
Islam, sama seperti Kenisah Rakyat, menarik orang2 yang mudah dipengaruhi dalam masyarakat, yakni mereka yang merasa tertekan dan butuh tujuan hidup. Dalam masyarakat Barat, di mana individualitas sangat terasa ekstrim, terdapat perasaan kesepian. Islam memberi mualaf perasaan kebersamaan. Islam memberi mereka tawaran lain untuk melihat hidup mereka, memberi arah, perasaan dimiliki, perasaan lebih unggul dari non-Muslim, tapi semua itu harus dibayar mahal sekali. Bayarannya adalah pengasingan diri dari budaya dan negara mereka, sampai bahkan mereka tega menolak keluarga sendiri dan kawan2nya yang dulu, dan inilah yang lalu menjadi kehancuran dirinya. Islam, sama seperti Kenisah Rakyat, mengajarkan pengikutnya takut akan segala hal dan semua yang berada di luar kepercayaan mereka dan menganggap orang tak percaya sebagai “musuh.” Sama seperti para pengikut Jones, orang2 Muslim sejati benci segala hal yang tidak Islami. Bagi mereka, Islam adalah satu2nya jalan yang benar dan yang lainnya harus dihancurkan. Muslim merasa curiga pada non-Muslim dan sangat percaya dengan teori konspirasi yang dilakukan “setan2 Barat yang kejam”. Aku telah mendengar banyak Muslim berpendidikan tinggi yang cerdas yang benar2 menyangka penyerangan terhadap Pentagon dan WTC di New York pada tanggal 11 September, 2001, adalah hasil karya CIA dan Zionis. Kelumpuhan intelektual separah ini hanya bisa dicapai jika kau menjadi korban aliran sesat.
Mandra
September 8th, 2011 pada 03:04
@m jibril
He he he…. Lagi, lagi dan lagi… menampilkan cerita hoax yang tidak jelas sumber datanya diambil dari mana… Kalau cuma cerita hoax.. anak kecil juga bisa Mbakyu…. Apakah umat muslim ada yang terpengaruh dengan postingan anda Mbakyu? Saya yakin tidak… Justru umat muslim mengetahui banyak kekurangan dari agama kristen yang merupakan agama turunan Pagan Yunani…. Coba bandingkan antara dongeng Yunani dengan agama Kristen Pagan, dimana Dewa Zeus mengawini Manusia, lahirlah Hercules. Ceritanya sangat mirip dengan cerita kelahiran Yesus. Anda tidak tahu bahwa Michael H. Hart memilih Nabi Muhammad sebagai orang yang berada diurutan nomor satu dari seratus orang berpengaruh sepanjang zaman. Padahal dia bukan muslim lho…Dan Yesus dia tempatkan di urutan ketiga.
Sayang sekali pengetahuan umum anda terbatas hanya pada berita yang disampaikan oleh misionaris dan penghujat Islam. Jika anda ingin mencari kebenaran, anda harus objective melihat kasus perkasus. Contohnya, anda hanya menelan mentah-mentah informasi peristiwa 9/11 adalah buah dari perbuatan umat Muslim. Dari hasil penyelidikan independent di Amerika, dimana penyelidik, kebanyakan beragama kristen, mengakui dalam kesimpulannya bahwa peristiwa 9/11 adalah hasil konspirasi antara Yahudi Amerika dengan CIA, untuk memuluskan Amerika menyerang Afganistan dan Irak, untuk menguasai minyak di Timur Tengah. Dalam peritiwa nahas tersebut, tidak ada satu orang Yahudipun yang menjadi korban. Karyawan dan karyawati Yahudi diminta untuk mengambil cuti.
Jadi buat Mbakyu Jibri, coba buka pikiran anda, jangan hidup seperti katak dalam tempurung. Terlihat sekali dalam tulisan anda bahwa anda hanya merasa dendam dengan Blognya Mas Edy ini. Dan anda hanya bisa mempostingkan cerita hoax tanpa menyebutkan sumber berita. Jangan telanjangi kebodohan diri anda sendiri Mbakyu. Dan saya yakin lambat namun pasti, keyakinan orang-2 yang seagama dengan anda akan semakin berkurang. Dan Jumlah umat Islam semakin bertambah banyak.
Di Blog Mas Edy inilah (salah satu dari sekian Blog Muslim) kami, Muslim, berdakwah untuk menyampaikan ajaran kebenaran yang datang dari Allah SWT.
Anda bisa lihat terjadinya pergeseran keyakinan dari kristian menjadi Muslim, karena banyaknya mereka menemukan kelemahan dari kitab yang anda sucikan, yang tidak lebih hanya kitab karangan manusia biasa, yang bisa di up date sesuai dengan kebutuhan jaman.
Contohnya adalah : (dan masih banyak lagi)
azzam
Agustus 17th, 2011 pukul 01:47
Naah Mbakyu jibril… Silahkan tampilkan lagi cerita hoax anda…. kami hanya menonton saja kebodohan yang anda pertunjukan… Mongggoooo… Tak lupa saya tuliskan senyuman saya melihat ulah anda.. He he he…
Kalau letak surga anda saja tidak jelas, bagaimana anda bisa meyakinkan kami yang beragama Muslim terpengaruh dengan ajaran agama pagan anda? Surga anda digambarkan oleh penulis bible sesuai dengan kemampuan daya khayal mereka. Anda yang berkhayal surga anda berada di langit. Ada yang mengatakan surga anda berada di gunung bahkan ada yang menggambarkan surga anda itu dikelilingi tembok yang luasnya hanya 12.000 Stadia. Bagaimana anda menjelaskan tentang surga anda tersebut Mbakyu? Kata doktrin gereja percayai saja Yesus sebagai tuhan, pasti masuk surga. Lhaah kalo di surga masih ada pertempuran Ular (dongeng) Naga dengan Malaikat Mikhael, buat apa ke surganya kristian kalau begitu? Hi hi hi….
bayu
Desember 15th, 2011 pada 07:22
Mohon ijin untuk diberikan penjelasan:
Siapakah sebenarnya Yesus itu?
Bagaimana dengan pernyataan iman sebagai berikut: “…. Aku percaya akan satu Allah, Bapa yang Maha Kuasa. Pencipta langit dan bumi dan segala sesuatu yang kelihatan dan tak kelihatan. Dan akan Tuhan Yesus Kristus, Putra Allah yang Tunggal,……Pada hari ketiga Ia bangkit, menurut Kitab Suci. Ia naik ke sorga, duduk di sisi kanan Bapa……”
Jika Yesus itu Tuhan, maka kalimat yang menyatakan bahwa waktu Dia naik ke sorga dan duduk di kanan Bapa, maka siapakah Bapa yang dimaksud pada waktu kejadian itu?
Selanjutnya apakah akhirnya Bapa melebur dengan Yesus saat Dia telah sampai dalam Sorga?
mustafa
Desember 24th, 2011 pada 11:19
logika anda bukan logika injil. anda menafsir Injil menurut pikiran anda meneurut pemahaman anda, bukan pemahaman Injil. oleh karena itu anda salah memahami tentang Injil. pikiran anda akn terus bertentangan dengan Alkitab. oleh karena pemahaman Firman Allah di sisi Alkitab bukan Allah harus berbicara langsung, tetapi Allah memamakai para penulis sesuai dengan kehendakNya, tanpa menghilngkan kepribadian mereka di dalam penulisan. jadi, pasti anda tidak akan memahami Injil dengan menggunakan kacamata anda. Kristus itu mahakuasa, mahatahu, apa yang dimiliki oleh Bapa begitu juga Yesus dan Roh Kudus miliki. ketiga pribadi ini mahakuasa, tetapi bukan tiga Allah. ketigaNya esa, artinya satu-satunya tidak ada yang lain yang setara dengan ketiga pribadi ini. Mengapa Yesus disalibkan oleh orang Yahudi. jawaban mereka pada Pilatus sebagai hakim pada saat itu, karena Yesus menyamakan diri dengan Allah Israel dengan menyebut diri anak Allah. ini istilah :Yahudi, yang artinya menyatakan dirinya Allah. karena itu, mereka mau menyalibkan dia. Yesus adalah Allah yang tidak kelihatan yang menjadi manusia supaya manusia bisa memahami dan bertemu Allah. Bapa menyatakan Yesus dari Allah dan Ia adalah Allah. sebelah kanan menyatakan tentang kekuasaan Yesus adalah kekuasaan Allah. ia Allah yang mahakuasa, dan menyatakan keesaan Yesus dengan Bapa, berkaitan dengan Allah tritunggal. bisa memahami ini dengan jelas, percayalah dulu pada Dia dan terima sebagai Tuhan dan Juruselamat mu.
Stain Remover
Desember 24th, 2011 pada 15:28
@Mustafa
logika anda bukan logika injil. anda menafsir Injil menurut pikiran anda meneurut pemahaman anda, bukan pemahaman Injil. oleh karena itu anda salah memahami tentang Injil.
Jawab—> Terangkan saja disini :
logika injil ?
pemahaman Injil ?
—-
@Mustafa
pikiran anda akn terus bertentangan dengan Alkitab. oleh karena pemahaman Firman Allah di sisi Alkitab bukan Allah harus berbicara langsung, tetapi Allah memamakai para penulis sesuai dengan kehendakNya, tanpa menghilngkan kepribadian mereka di dalam penulisan.
Jawab—> Penulis-penulis itu, bagaimana anda tahu bila mereka menulis sesuai kehendak-Nya ?
Kalau mereka berasal dari satu sumber, pasti akan sama. Hanya mungkin cara penyampaiannya yang berbeda. Apakah ada bibel yang sama dengan bibel yang lainnya ?
Bagaimana menurut anda tentang tambal sulam ayat dibawah ini :
AYAT BIBLE DIUBAH-UBAH —-> http://www.av1611.org/biblecom.html
AYAT BIBLE DIHILANGKAN — hxxp://www.av1611.org/biblevs.html
KATA-KATA DALAM AYAT DIHILANGKAN — hxxp://www.av1611.org/biblewrd.html
ganti xx dengan tt
—-
@Mustafa
jadi, pasti anda tidak akan memahami Injil dengan menggunakan kacamata anda. Kristus itu mahakuasa, mahatahu, apa yang dimiliki oleh Bapa begitu juga Yesus dan Roh Kudus miliki. ketiga pribadi ini mahakuasa, tetapi bukan tiga Allah. ketigaNya esa, artinya satu-satunya tidak ada yang lain yang setara dengan ketiga pribadi ini. Mengapa Yesus disalibkan oleh orang Yahudi. jawaban mereka pada Pilatus sebagai hakim pada saat itu, karena Yesus menyamakan diri dengan Allah Israel dengan menyebut diri anak Allah. ini istilah :Yahudi, yang artinya menyatakan dirinya Allah. karena itu, mereka mau menyalibkan dia. Yesus adalah Allah yang tidak kelihatan yang menjadi manusia supaya manusia bisa memahami dan bertemu Allah. Bapa menyatakan Yesus dari Allah dan Ia adalah Allah. sebelah kanan menyatakan tentang kekuasaan Yesus adalah kekuasaan Allah. ia Allah yang mahakuasa, dan menyatakan keesaan Yesus dengan Bapa, berkaitan dengan Allah tritunggal. bisa memahami ini dengan jelas, percayalah dulu pada Dia dan terima sebagai Tuhan dan Juruselamat mu.
Jawab—> mari kita periksa…
YESUS TIDAK TAHU MUSIM :
Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar. Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang BUKAN MUSIM BUAH ARA. (Markus 11:12-13)
KARENA MEMANG DIA TIDAK MAMPU BERBUAT APA-APA ATAS KEHENDAKNYA SENDIRI :
Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku. (Yoh 5:30)
—-
YESUS JURU SELAMAT ?
Bahkan ibunya sendiri yang melahirkan Yesus, mengatakan bahwa juru selamat dia adalah ALLAH…
Lalu kata Maria: “Jiwaku memuliakan Tuhan,dan hatiku bergembira KARENA ALLAH, JURUSELAMATKU (Luk 1:46-47)
Siapa yang lebih mengetahui jatidiri Yesus yang sebenarnya, anda atau ibunya sendiri yang melahirkan ?
—-
YESUS TIDAK BERKUASA AKAN SORGA :
Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, MELAINKAN DIA YANG MELAKUKAN KEHENDAK BAPA-KU YANG DISORGA. (Mat 7:21)
Ayat diatas juga membantah pernyataan anda, “…ketiga pribadi ini mahakuasa, tetapi bukan tiga Allah. ketigaNya esa, artinya satu-satunya tidak ada yang lain yang setara dengan ketiga pribadi ini…” YESUS BERADA DIDUNIA SEDANG BAPAK BERADA DISORGA DAN BAPA-LAH PENENTU SORGA ITU.
—-
YESUS HANYA MENJALANKAN TUGAS
Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. INILAH TUGAS YANG KUTERIMA DARI BAPA-KU.” (Yoh 10:18)
kata “Aku” pada ayat diatas merujuk kepada ALLAH, sedang Yesus ada pada akhir kalimat yaitu sebagai penerima tugas.
bayu
Desember 28th, 2011 pada 05:24
Agar manusia bisa bertemu Allah dan memahamiNya maka hadir Yesus yang adalah Allah dalam wujud Manusia.
Apakah fungsi para Rasul / Nabi-nabi sebelumnya belum membuka jalan untuk manusia mengenal pencipta mereka.
Ichank
Maret 4th, 2012 pada 09:37
Ass..
Saya pernah dengar bahwa tgl 25 desember itu sebenarnya hari kelahiran bagi dewa matahari, yang pada masa itu adalah masa kepemimpinan bangsa romawi
karena pada saat itu rakyat romawi sebagian besar telah menganut agama nasrani sehingga raja (saya lupa namanya) roma pada saat itu merubah yang tadinya tgl 25 desember diperingati sebagai hari kelahiran dewa matahari berubah menjadi hari natal…
benarkah itu ?
kalau begitu tgl berapa sebenarnya hari natal jika pada awalnya tgl 25 diakui sebagai hari kelahiran dewa matahari di roma?
maaf sebelumnya tlg dikoreksi dan dijelaskan secara rinci topik tersebut
tlg untuk sementara saya minta penjelasan dengan menggunakan logika bukan dengan ayat-ayat suci “untuk sementara ini”
yang saya butuhkan jawaban bukan pertanyaan kembali!
atau mungkin pak edy bisa membantu saya memecahkan problem tersebut??
Terima kasih
Wss..
mustafa
Maret 9th, 2012 pada 03:24
Trimakasih tanggapn anda stein. saya baru tampil lagi, maaf.
Anda:YESUS TIDAK TAHU MUSIM :
Jawab:BUKAN MUSIM BUAH ARA. (Markus 11:12-13), memang bukan musimnya, tetapi pohon ara di israel tetap punya buah, walaupun tidak seperti pada musimnya, dan biasanya orang yahudi akan mengambil buahnya yang rasanya agar berbeda bila musimnya itu untuk dimakan. selain itu, ia sedang mengajarkan para muridnya, dengan menggunakan buah arah sebagai contoh bagi orang yang tidak berbuah. jadi, ini tidak punya alasan untuk menolak ketuhanan Yesus.
Anda: KARENA MEMANG DIA TIDAK MAMPU BERBUAT APA-APA ATAS KEHENDAKNYA SENDIRI :
Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku. (Yoh 5:30)
Jawab: 1) Hal ini menyatakan dia tidak bisa dipisahkan dari bapa, dan dia dan bapa itu satu. pernyataan ini yang sangat marah oleh orang Yahudi, karena ia menyamakan diri dengan Allah. 2) Yesus menyatakan penjelmaannya, yaitu itu ia datang sebagai manusia, sehingga bergantung mutlak pada Bapa.
—-
YESUS JURU SELAMAT ?
Bahkan ibunya sendiri yang melahirkan Yesus, mengatakan bahwa juru selamat dia adalah ALLAH…
Lalu kata Maria: “Jiwaku memuliakan Tuhan,dan hatiku bergembira KARENA ALLAH, JURUSELAMATKU (Luk 1:46-47)
Siapa yang lebih mengetahui jatidiri Yesus yang sebenarnya, anda atau ibunya sendiri yang melahirkan ?
Jawab: pernyataan ibunya, atas tanggapan Allah memakai dia untuk lahirnya sang Juruselamat, ia mengerti tentang janji itu, bahkan semua orang Yahudi mengerti bahwa ALlah itu juruselamt akan datang ke dalam dunia. tidak ada juruselmat lain, bahkan manusiapun tidak boleh menjadi juruselamat, itulah sebabnya, ia pahami bahwa hal ini merupakan pengeenapan nubuatan di masa nabi-nabi, dan pengakuan ini sekaligus pengakuan pada Kristus adalah juruselmat.
—-
Anda: ESUS TIDAK BERKUASA AKAN SORGA :
Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, MELAINKAN DIA YANG MELAKUKAN KEHENDAK BAPA-KU YANG DISORGA. (Mat 7:21)
anda salah kutip ayat, anda harus baca semua nats pasal 7. konteks ini Tuhan Yesus sedang melawan ajaran nabi-nabi palsu yang menggunakan namanya, tetapi tidak hidup menurut ajaran Kristus. ungkapan Bapa untuk latar belakang Yahudi adalah Yesus menyamakan diri dengan Allah. jadi, anda baca dengan menggunakan konteks anda bukan pikiran penulis Alkitab, anda keliru, karena anda tidak membaca Injil, anda baca buku-buku yang menentang injil dan anda anggap sah. anda salah kaprah.
Anda: YESUS HANYA MENJALANKAN TUGAS
Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. INILAH TUGAS YANG KUTERIMA DARI BAPA-KU.” (Yoh 10:18)
kata “Aku” pada ayat diatas merujuk kepada ALLAH, sedang Yesus ada pada akhir kalimat yaitu sebagai penerima tugas.
jawab: anda kembali menafsir menurut kepentingan anda, bukan kepentingan penulis. jelas-jelas dalam konteks sebelum, Yesus menyatakan aku adalah Yesus sendiri, hal ini berhubungan dengan nyawa Yesus, ia katakan bahwa ia berkuasa untuk memberikan dan mengambil, artinya kematiannya di kayu salib bukan ketidak berdayaannya, tetapi sukarela untuk menyerahkan nywa bagi umat tebusan. oleh karena itu, ia bisa turun dari salib, tetapi ia tidak mau melakukannya, karena ia datng untuk mati bagi dosa manusia, yang yang percaya padanya pasti selamat. bahkan kuasa itu berhubungan dengan Allah, karena ia Allah yang menjelma menjadi manusia. Oleh karena itu, pernyataan anda menyatakan anda mau melencengkan maksud dari penulis itu sendiri. anda pakai pola alquran untuk menilai alkitab dan cara penulisnnya adalah tidak tepat. kalau pola alquran loncat-loncat, anda bisa menggunakan pola anda untuk alquran, tetapi alkitab beda, harus lihat konteknya, ada salah kaprah juga, alias anda menyesatkan orang lain dengan penjelasan anda yang salah. Anda akan mati di dalam dosa dan menerima hukuman kekal, karena anda menolak cara Allah untuk menyelamatkan anda, Yaitu Yesus menjelma menjadi manusia, mati di kayu salib karena dosa-dosa anda dan saya.
sekian. salam
Guwe
April 9th, 2012 pada 02:23
ALKITAB (INJIL) MENGGENAPI HUKUM TAUROT …
Bagaimana mau menggenapi ??? isinya saja hanya 18% (delapan belas persen) yang benar2 firman, itupun masih bongkar pasang.
KESIMPILAN :
dari dulu hingga detik ini : Debat2 yang dilakukan di dunia nyata maupun didunia maya tidak akan menemui Jawaban yang pasti, karena dalil2 atau ayat2 yang disampaikan masih mengalami revisi (belum genap). atau hanya berdasarkan asumsi2 / penafsiran2 DOANK….
SARAN :
Hentikan Debat2 semacam ini karena dasar Alkitab yang dipergunakan masing berbeda VERSI n Belum Genap100%.
mustafa
April 10th, 2012 pada 08:01
trimakasih pada guwe,
Alkitab seratus persen Firman Allah. tentu, konsep anda tentang Firman dan konsep Alkitab berbeda. konsep Alkitab, Frrman Allah bukan berarti Allah langsung berbicara kepada manusia dari langit. tetapi Allah berbicara melalui berbagai cara dengan pengalaman penulis langsung dalam hubungan pribadi dengan Allah. Mereka menulis Firman dlam tuntutunan Allah tanpa menghilangkan kepribadian mereka. itulah sebabnya, nabipun berbuat dosa ditulis, untuk menyatakan keberdosaan manusia, dan membutuhkan kasih karunia Allah.
bila anda katakan hanya 18% darimana anda dapat data itu, anda sendiri tidak percaya Alkitab Firman Allah. apakah anda sudah membaca seluruh Alkitab. hal ini berdasarkan pandangan anda sendiri, dan anda tidak kuat, karena anda orang berdosa punya keterbatasan dan kelemahan serta dosa, tidak dapat memberi penilaian tentang Alkitab Firman. pendapat anda tidak berdasar karena menurut penilaian anda yang lemah.
salam.
Mandra
April 10th, 2012 pada 12:11
@Mustafa
Anda : trimakasih pada guwe,
Alkitab seratus persen Firman Allah. tentu, konsep anda tentang Firman dan konsep
Alkitab berbeda. konsep Alkitab, Frrman Allah bukan berarti Allah langsung berbicara kepada manusia dari langit. tetapi Allah berbicara melalui berbagai cara dengan pengalaman penulis langsung dalam hubungan pribadi dengan Allah. Mereka menulis Firman dlam tuntutunan Allah tanpa menghilangkan kepribadian mereka. itulah sebabnya, nabipun berbuat dosa ditulis, untuk menyatakan keberdosaan manusia, dan membutuhkan kasih karunia Allah.
===> He he he… bible Firman Tuhan kata anda? Moso’ tulisan hasil buah pikir
perorangan bisa diyakini sebagi Firman Allah?
Contohnya ini :
Luk. 1:1 Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita,
1:2 seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman.
1:3 Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu,
1:4 supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar.
===> Coba anda lihat bukankah dari kata-2nya adalah merupakan pikiran manusia?
Dari mana anda tahu penulis bible mendapat tuntunan dari Allah? Tidak ada keterangan sedikitpun yang menunjukan akan hal tuntunan tersebut.
Anda : bila anda katakan hanya 18% darimana anda dapat data itu, anda sendiri tidak percaya Alkitab Firman Allah. apakah anda sudah membaca seluruh Alkitab. hal ini berdasarkan pandangan anda sendiri, dan anda tidak kuat, karena anda orang berdosa punya keterbatasan dan kelemahan serta dosa, tidak dapat memberi penilaian tentang Alkitab Firman. pendapat anda tidak berdasar karena menurut penilaian anda yang lemah.
===> Tanpa harus membaca seluruh bible, semua orang awam yang mulai membaca bible, pasti punya kesimpulan yang sama, bahwa bible bukanlah Firman Allah. Coba anda cek yang ini : http://norche.wordpress.com/pertanyaan-keenam-mana-dalilnya-dalam-alkitab-yesus-100-tuhan-100-manusia/
Hasil akhir dari penelitian dalam seminar yang dilakukan oleh 76 ahli dari berbagai kalangan, menyatakan sebagai berikut :
“Eighty-two percent of the words ascribed to Jesus in the gospels were not actually spoken by him, according to the Jesus Seminar.”
“Delapan puluh dua persen kata-kata yang dianggap berasal dari Yesus di dalam Injil, tidaklah benar-benar diucapkan olehnya, menurut Seminar Yesus.”
Pernyataan 76 (tujuh puluh enam) ahli dari berbagai kalangan dari seluruh dunia dalam Seminar tentang Yesus, sungguh mengejutkan dunia, khususnya dikalangan kaum Kristiani, sebab kalau 82% (delapan puluh dua persen) isi Injil bukan benarbenar diucapkan Yesus, berarti hanya 18% (delapan belas persen) saja isi Injil yang dianggap ucapan Yesus. Ternyata Yoh 1:1 & 14 yang jadi acuan bahwa Yesus 100% Tuhan dan 100% manusia, menurut 76 ahli tersebut, bukan ucapan Yesus, tapi hanya pendapat penulis Injil itu saja, yaitu Yohanes. Padahal para perseta Seminar Yesus tersebut, tidak ada satupun orang Islam, dan tidak satupun berasal dari lndonesia.
Lebih ironis lagi, dari semua Injil-Injil yang diseminarkan tersebut, Injil Yohanes termasuk yang hampir 100% dianggap bukan ucapan Yesus.
Hasilnya sungguh mengejutkan, dari 4 (empat) kategori, tidak ada satu ayatpun dalam seluruh Injil Yohanes yang dicetak hurup Red. Hurup Pink saja hanya ada 1 (satu), hurup Grey hanya ada 4 (empat) ayat saja, selebihnya Black.
Perincian khusus Injil Yohanes sebagai berikut:
RED : (That is Jesus!), tidak satu ayat pun yang dicetak merah, berarti tidak ada satu ayatpun yang dianggap benar-benar ucapan Yesus.
PINK : (Sure sounds like Jesus), hanya ada satu ayat saja yaitu Yoh 4:43.
GRAY : (Well, maybe), hanya ada 4 (empat) ayat saja, yaitu pada Yoh 12 ayat 24, 25, 26 dan Yoh 13 ayat 20.
BLACK : (Jesus did not say this There’s been some mistake!) selebihnya bukan ucaan Yesus!
Bayangkan saja, Injil Yohanes terdiri dari 21 pasal, 878 ayat dan 19099 kata. Kalau RED tidak ada, PINK hanya 1 ayat, GRAY 4 ayat, berarti sisanya BLACK (bukan ucapan Yesus) ada 873 ayat.
===> Sudah mulai terbuka pikiran anda bung Mustafa?
mustafa
April 24th, 2012 pada 17:14
Trimakasih mandra untuk tanggapan anda.
Anda ===> He he he… bible Firman Tuhan kata anda? Moso’ tulisan hasil buah pikir
perorangan bisa diyakini sebagi Firman Allah?
Jawab: Kembali saya kutip jawaban pertama, Alkitab seratus persen Firman Allah. tentu, konsep anda tentang Firman dan konsep Alkitab berbeda.
konsep Alkitab, Frrman Allah bukan berarti Allah langsung berbicara kepada manusia dari langit. tetapi Allah berbicara melalui berbagai cara dengan pengalaman penulis langsung dalam hubungan pribadi dengan Allah. 2 Timotius 3:16. Salah satunya, dokter Lukas menulis dengan pengamatan secara ilmiah melalui saksi-saksi mata langsung, agar menangkis cerita-cerita yang salah tentang peristiwa kematian dan kebangkitan Kristus. namun, Injil Lukas adalah Firman Allah, karena penulisan Alkitab adalah Firman dlam tuntunan Allah tanpa menghilangkan kepribadian mereka. itulah sebabnya, nabipun berbuat dosa ditulis, untuk menyatakan keberdosaan manusia, dan membutuhkan kasih karunia Allah. inilah keunikan Alkitab adalah Firman Allah. oleh karena itu, anda selalu salah dalam memahami kebenaraan dalam Alkitab Firman Allah, karena anda berangkat dengan konsep anda. Jadi, anda mengambil contoh Lukas tidak mengurangi Alkitab Firman Allah, karena Alkitab bukan sulapan, tetapi Allah memakai penulis dengan pengalaman mereka atau kepribadian mereka.
Anda ===> Tanpa harus membaca seluruh bible, semua orang awam yang mulai membaca bible, pasti punya kesimpulan yang sama, bahwa bible bukanlah Firman Allah.
Jawab: inilah kesalahan pemikiran anda tentang bagaimana memahami pikiran Alkitab. anda tidak akan memahami konteks alkitab bila hanya membaca sepotong-sepotong dan mengambil kesimpulan. Apalagi itu untuk kepentingan anda, bukan konteks itu yang memberikan arti. Hal ini dipahami oleh orang awam, sesuatu yang dibaca sepotong-sepotong kemudian mengambil kesimpulan, maka anda sedang memperkosa teks yang anda baca.
Anda: Coba anda cek yang ini : http://norche.wordpress.com/pertanyaan-keenam-mana-dalilnya-dalam-alkitab-yesus-100-tuhan-100-manusia/Hasil akhir dari penelitian dalam seminar yang dilakukan oleh 76 ahli dari berbagai kalangan, menyatakan sebagai berikut :
Jawab: Yesus seminar bukan suatu hal yang baru bagi orang yang percaya pada Kristus dan bukan suatu hal yang mengejutkan di dalam kekristenan, b. Oleh karena kekristenan sejak awal sudah mendapat tantangan dan tantangan, bukan saja dari luar, tetapi juga datang dari dalam yang memahami kebenaran Firman Allah dari kemandirian mereka sendiri. mereka tidak mewakili kekristenan, karena mereka sendiri menentang Firman Allah, dan menilai alkitab bukan dari konsep alkitab, tetapi berdasarkan kesimpulan mereka sendiri. itulah sebabnya, penyerangan-penyerangan iman kristen dari saudara kita muslim, bila diamati, sebagian besar adalah kutipan-kutipan dari pemikiran mereka.
Namun, perlu diketahui, bahwa berdasarkan penulisan mereka, kekristenan selalu terbuka terhadap kritikan, dan tidak menganggap bahwa kritikan dapat melemahkan kebenaran Alkitab.
Oleh karena yang menentukan kebenaran Alkitab adalah alkitab itu sendiri. itulah sebabnya, seberapa besar pertanyaan penentang Alkitab dapat meruntuhkan Alkitab, sedangkan pertanyaan keluar dari orang berdosa. seberapa besar kapasitas penentang-penentang alkitab terhadap alkitab, sedangkan mereka bukan saksi mata langsung, dan bukan orang yang dipakai oleh Allah untuk menulis alkitab. Ukuran apa yang dapat digunakan untuk menilai alkitab sedangkan anda menilai berdasarkan kebebasan anda yang terbatas, fana dan berdosa. Itulah sebabnya, bagaimana pertanyaan anda dapat membuka pemikiran tentang Alkitab. Anda sendiri menolak kebenaran Alkitab. makanya, Rasul Petrus memberitahukan bahwa hal ini menjadi kebinasaan bagi mereka yang memutarbalikan Firman Allah melalui tulisan-tulisan Paulus, bahkan penulis alkitab lainnya. Oleh karena, penolak kebenaran alkitab berangkat dari konsep pemikiran mereka, dan kebebasan mereka di dalam keberdosaan dan kefanaan pikiran mereka. 2 Petrus 3:15-16.
Anda: ===> Sudah mulai terbuka pikiran anda bung Mustafa?
Jawab: Bagi saya: saya percaya Alkitab Firman Allah, dan komitmen pada Kristus yang adalah Tuhan dan Juruselamat, yang adalah Allah seratus persen manusia dan seratus persen Allah berdasarkan Alkitab itu sendiri, sehingga saya dapat memahami kebenaran Firman Allah. oleh karena itu, bila anda membaca alkitab dari sisi kacamata alkitab bukan kacamata anda, maka anda akan menemukan bahwa yesus seratus persen Allah dan seratus persen manusia. Jadi, anda tetap berada di dalam dosa dan penghukuman Allah, bila anda menolak juruselamat yang sudah disiapkan Allah bagi anda dan sudah dinubuatkan sejak manusia jatuh di dalam dosa, Kejadian 3:15. Itulah sebabnya, pikiran seseorang akan terbuka terhadap Alkitab adalah kebenaran firman Allah tergantung dari bagaimana sikapnya terhadap Alkitab, dan pekerjaan Allah di dalam hidupnya.
salam.