Mas Mualaf Edy
saya mau tanya…
saya cuma orang jelata gak tau2 apa2 ttng Qur’an n Alkitab
saya cuma mau tanya
“…Kenapa di Alqur’an ada bahasannya ttng Yesus Kristus (Isa Al’Masih) Tapi Di ALkitab koq ngga ada bahasan tentang Nabi Muhammad….?”
apa namanya di ubah ato gimana…?
mohon balasannya
semoga Muhammad besertamu

JAWABAN SAYA ( EDY PRAYITNO )
Salam untuk saudara :
Sebelum saya jawab pertanyaan anda , saya komentari dulu tulisan anda : “ semoga Muhammad besertamu “
Kalimat anda ini sangat keliru , jika kita sering mendengar kalimat “ Semoga Yesus besertamu “ lain jika kalimat itu dikenakan pada diri Muhammad.
Muhammad tak lain hanya nabi biasa , dia adalah seorang manusia yang penuh dengan kelemahan sebagaimana keterbatasan seorang manusia . Jadi Setelah nabi Muhammad meninggal , tidak ada kalimat semoga Muhammad beserta pengikutnya . Karena sebagai manusia biasa , Semua nabi tidak bisa menyertai seeorang setelah beliau wafat.
Hanya Allahlah yang bisa senantiasa menyertai langkah kita … seorang nabi setelah meninggal dia terputus dg umatnya dan tidak bisa menyertai kemana umatnya pergi.
Lain lagi bagi pengikut Yesus , mereka menganggap yesus bias menyertai umatnya kemana mana sehingga kaum nasrani sering mengatakan semoga YEsus besertamu ….walaupun tafsir untuk hal ini sangat lemah ….dan tidak ada dikitab Injil sekalipun …jika Yesus pun bisa menyertai umatnya kemana mana .
JIKA ANDA BERTANYA APAKAH ADA NUBUATAN NABI MUHAMMAD ? Saya jawab ada .
Tetapi hal2 yang mengarah pada nubuatan Muhammad ini seringkali disangkal dan diacuhkan oleh kaum nasrani…..
Coba anda baca ayat dibawah ini
Bible menyatakan, “Kemudian Musa berkata:…sebaliknya Tuhan, ALLah kamu akan mengutus seorang Nabi kepada kamu, Nabi itu akan seperti aku dan dia dari bangsa kamu sendiri…” (Ulangan 15: 15).
Dan lagi, “Oleh itu Tuhan berfirman kepadaku (Musa): Aku akan mengutus seorang Nabi kepada mereka, Nabi seperti engkau, dan yang daripada bangsa mereka sendiri. Aku akan menyampaikan FirmanKu kepadanya, dan dia akan menyampaikan perintahKu kepada umat itu. Nabi itu akan berkata-kata demi namaKu…” (Ulangan 18: 18-19).
Dan lagi di dalam Perjanjian Baru, “Musa pernah berkata: Tuhan, ALLah kamu akan mengutus seorang Nabi kepada kamu seperti Dia mengutus aku. Nabi itu akan datang dari bangsa kamu sendiri. Kamu harus mendengar semua yang dikatakannya” (Kisah Rasul-Rasul 3: 22 ).
1.Yohannes16:12-14.Masih banyak hal (ajaran) yang harus kukatakan
kepadamu,tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.13.Tetapi bila
Ia datang,yaitu
Roh kebenaran,Ia akan memimpin kamu kedalam kebenaran,sebab Ia tidak
berkata kata dari diriNya sendiri,tapi segala sesuatu yang
didengarnyalah itu yang akan dikatakannya.
2.Kok tidak berbicara atas dirinya sendiri? Kok segala sesuatu yang
didengarNya,didengar dari siapa lagi? Nah itu kesimpulan saya bukan
Roh Kudus yang notabene adalah Tuhan.Opo ada Tuhan yang tidak
berbicara atas dirinya sendiri? Opo ada Tuhan /Roh Kudus harus dengar
dari si A dulu baru diomongkan. La nek Muhammad kok malah Qurannya
itu diperoleh dari dibisiki Jibril,kan itu yang lebih cocok dg
kalimat “tidak berbicara atas dirinya sendiri”bukan?
3.Coba ayat lain Yohannes 14: 15-16.YESUS MENJANJIKAN PENGHIBUR.
15.jikalau kamu mengasihi Aku,kamu akan MENURUTI SEGALA
PERINTAHKU.16.Aku akan meminta kpd Bapa,dan Ia akan memberikan
kepadamu SEORANG Penolong yang lain,supaya Ia menyertai kamu
selama2nya,yaitu Roh Kebenaran.Yang lain itu BUKAN yang pernah
muncul.Kalau Roh Kudus pernah muncul yo bukan Roh Kudus.Sebelum Yesus
dipenuhi Roh Kudus Yohanes itu malah pernah duluan dipenuhi Roh
Kudus,jadi Roh Kudus itu sudah sering jedal jedul.
4.Masih ada lagi di Yohannes16:12-14.Masih banyak hal (ajaran) yang
harus kukatakan kepadamu ,tetapi sekarang kamu belum dapat
menanggungnya.
Nah Yesus malah bilang masih banyak ajaran yang jane masih banyak
tapi waktu Dia sudah hampir habis(disalib).Berarti akan ada wong lain
yang menggenapi ajaran Yesus.dan Yesus bilang “yang akan menemanimu
selama lamanya”.Kitab yang wantex itu ya Quran itulah.Kitab yang lain
sudah gonta ganti kalimat entah sudah yang keberapa.La wong Bijbel
yang asli kok bahasanya Yunani bukannya Aramic itu wantex dari mana?
Dalam Quran ada statement bahwa kitab tsb membenarkan kitab2 yang
terdahulu,maksudnya membenarkan:
Dulu benar ada kitab dari Allah sebelum Quran yang dibawa oleh Musa
dan Isa.
Ternyata memang banyak ayat2 dalam Bijbel yang malah dijalankan
wong Islam,kan nurut Islam Torat Injil dan Quran itu sumbernya satu
(Allah),lalau saya simpulkan bahwa syariat Yesus 90% podo Islam.
5.Muhammad memenuhi (cocok) dengan persyaratan di Ulangan 18:18
karena lebih banyak kemiripan thd Musa katimbang Yesus.
Kita inventarisir semua lalu kita hitung siapa yang lebih banyak
persamaannya antara Musa dg Muhammad ataukah Musa dg Yesus.
Sekarang, untuk menghormati pemahaman Kristen bahwa Nabi yang
dimaksud dari
“Brethern of Israel” itu adalah Jesus, mari sama-sama kita lihat
dan
pelajari secara objektif.
Dalam hal apa persamaan Jesus terhadap Musa ?
Jika ditilik dari garis keturunan, adalah benar Jesus serupa dengan
Musa,
yaitu sama-sama orang Yahudi. Dan ditilik dari status mereka-pun
adalah
sama, yaitu Musa adalah seorang Nabi dan Jesus-pun diakui sebagai
Nabi.
Penyandaran kedua hal persamaan diatas, rasanya tidak memiliki
pengaruh
apapun dalam hal pemenuhan nubuat dari Musa, sebab kriteria ini
dapat
dipenuhi oleh setiap tokoh setelah Musa seperti Sulaiman, Yesaya,
Ezekiel,
Daniel, Hosea, Yoel, Malachi, Yohanes pembaptis dan lain
sebagainya, karena
secara garis keturunan, mereka pun orang Yahudi yang sekaligus juga
berstatuskan Nabi, lalu kenapa tidak menetapkan kepada salah
seorang Nabi
tersebut dan kenapa mesti kepada Jesus ?
Dari apa yang bisa saya simpulkan, terlebih dahulu disertai dengan
permintaan maaf kepada anda dan umat Nasrani lainnya, saya katakan
bahwa
Jesus tidak sama seperti Musa.
Bahwa Jesus dalam kalangan Nasrani sekarang ini dianggap sebagai
Tuhan
sementara Musa bukanlah Tuhan.
Jesus telah dianggap wafat untuk menebus dosa-dosa manusia, tetapi
Musa
tidak wafat untuk hal tersebut.
Jesus bangkit setelah 3 hari wafatnya dikayu salib namun Musa tidak
bangkit
dari kematian setelah 3 hari dari wafatnya
Oleh karena itu : Jesus tidaklah seperti Musa.
Namun, pada kesempatan ini, dengan hormat, izinkan saya membuat
daftar
persamaan serta perbedaan antara Nabi Musa – Nabi ‘Isa – Nabi
Muhammad Saw.
Bahwa :
Musa memiliki seorang Ayah dan Ibu,
Muhammad Saw juga memiliki seorang Ayah dan Ibu
Jesus hanya memiliki Ibu dan tidak memiliki Ayah, sementara Yusuf
Arimathaea hanyalah ayah tirinya
Musa dan Muhammad lahir secara normal dan alamiah, yaitu melalui
percampuran phisik antara seorang pria dan seorang wanita,
sementara Jesus
lahir tidak seperti itu.
Musa dan Muhammad menikah dan mempunyai anak, sementara Jesus
menurut
sejarah Bible tidak menikah dan tidak beranak.
Musa dan Muhammad diterima sebagai seorang Nabi dan Rasul oleh
kaumnya
dalam kehidupan mereka bahkan hingga jaman sekarang ini sementara
Jesus
sendiri ditolak oleh kaumnya (Yahudi) sejak dari awal beliau diutus
Allah
sampai pada menjelang abad millenium kita sekarang, bahkan Jesus
sendiri
mengatakan bahwa dia harus pergi karena umatnya tidak sanggup
mendengar
perintahnya.
Musa dan Muhammad selain sebagai Nabi sekaligus juga berfungsi
selaku
Raja/Pemimpin yang menetapkan aturan hukum kepada masyarakatnya,
tidak
menjadi masalah apakah mereka mengenakan mahkota dan pakaian
kebesaran
kerajaan ataupun tidak, namun yang jelas, keduanya diakui sebagai
pimpinan
oleh masing-masing umatnya pada waktu keduanya masih hidup,
sementara
Jesus, kerajaannya bukanlah berasal dari dunia melainkan dia
hanyalah
sebagai seorang pemimpin spiritual
Musa berhijrah kebumi Median, Muhammad berhijrah kebumi Madinah,
Jesus
tidak hijrah kemanapun didalam menyebarkan misinya.
Musa dan Muhammad menetapkan hukum-hukum baru, sementara Jesus
mengikuti
hukum Musa
Musa dan Muhammad wafat secara wajar, Jesus wafat disalib
Musa dan Muhammad dikuburkan didalam bumi sementara Jesus dalam
pandagangan
Nasrani tidak.
Dengan demikian dari persamaan antara Musa terhadap Jesus atau
Muhammad
yang dijelaskan diatas, maka Muhammad-lah yang lebih condong untuk
sama
seperti Musa seperti nubuat Ulangan 18:15.
Selanjutnya, kita juga mengetahui bahwa Nabi Ibrahim alias Abraham
memiliki
dua orang istri, Sarah dan Hagar dimana keduanya melahirkan Ishaq
dan
Ismail.Dan jika Ishak serta Ismail adalah anak dari ayah yang sama,
maka
mereka adalah kakak beradik, karenanya anak dari salah seorang
mereka
adalah saudara dari anak yang lain.
Keturunan Ishak adalah bangsa Yahudi dan keturunan Ismail adalah
bangsa
Arab, jadi jika disebutkan pada Ulangan 18:15 bahwa sang Nabi akan
muncul
of thy brethren, maka saudara dari Bani Israil tentu saja adalah
Bani
Ismail, yaitu bangsa Arab, garis keturunan yang menurunkan Nabi
Muhammad Saw.
Allah sendiri menyatakan kepada Bani Israil pada Ulangan 32:21
“Mereka membangkitkan cemburu-Ku dengan yang bukan Allah, mereka
menimbulkan murka-Ku dengan berhala mereka. Sebab itu Aku akan
membangkitkan cemburu mereka dengan yang bukan kaumnya dan akan
menerbitkan
amarahnya dengan satu kaum yang hina.”
Isa alias Jesus didalam Matius 21:43 juga mengukuhkan pernyataan
Allah ini :
“Aku berkata kepadamu, bahwa kerajaan Allah akan diambil daripadamu
dan
akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah
kerajaan itu.”
Jelas sekali ayat-ayat diatas menunjukkan bahwa Allah akan :
1. Mengambil kerajaan-Nya dari Bani Israel
Disini kita mesti memahami bahwa yang dimaksud dengan kerajaan
Allah dapat
berupa rahmat, kemuliaan, petunjuk, nikmat kenabian
2. Kerajaan Allah tersebut akan dipindahkan kepada suatu bangsa
lain yang
bukan berasal dari kaum Bani Israel yang telah dipandang hina oleh
mereka
sebelumnya yang justru dari kaum tersebut akan menghasilkan buah
atau karya
yang diinginkan oleh Allah dan menimbulkan kebencian yang mendalam
dari
Bani Israel.
Kalimat yang diutarakan oleh Jesus pada Matius 21:43 tersebut
diucapkan di
Bait Allah didalam negri Jerusalem dihadapan seluruh Imam dan tua-
tua
penganut Taurat dinegri itu (Matius 21:23).
Dan Taurat itu adalah kitab Musa kepada Bani Israil, jadi apabila
para Imam
itu adalah penganut Taurat bahkan guru Taurat, terlepas dari apakah
mereka
benar-benar seorang yang patuh atau penyeleweng dari hukum Taurat,
namun
tetap saja mereka adalah bagian dari Bani Israil, dan jika kalimat
ini
diucapkan oleh Jesus terhadap Imam mereka (Bani Israil), maka
secara
otomatis seruan Jesus ini tertuju kepada keseluruhan kaumnya, Bani
Israil.
Ingatlah kembali akan apa yang diseru oleh Allah didalam Ulangan
32:21
diatas :
“Mereka membangkitkan cemburu-Ku dengan yang bukan Allah, mereka
menimbulkan murka-Ku dengan berhala mereka. Sebab itu Aku akan
membangkitkan cemburu mereka dengan yang bukan kaumnya dan akan
menerbitkan
amarahnya dengan satu kaum yang hina.”
Ayat diatas ini sangat berkaitan erat dengan apa yang disabdakan
oleh Jesus
sebelumnya, bahwa Allah telah cemburu (murka) terhadap tindakan
Bani Israil
yang telah menyekutukan-Nya dengan Tuhan-tuhan lain, untuk itu,
Allah juga
akan membangkitkan marah dan kecemburuan Bani Israil terhadap
kemuliaan
yang akan dipindahkan Allah diluar kaum Bani Israil, yaitu suatu
kaum yang
dianggap mereka hina, yaitu Bani Ismail.
Dan inilah terjadinya disaat Allah mengutus Nabi Muhammad Saw dari
Bani
Ismail sebagai awal perpindahan kerajaan Allah dari Bani Israil
menuju kaum
selainnya.
Jadi semakin jelas bahwa kebangkitan Muhammad Saw sebagai salah
seorang
Nabi dari keturunan Ismail yang telah diberkati Allah sebelumnya,
adalah
dikarenakan pembangkangan dari keturunan Ishak terhadap Allah
sehingga
menimbulkan murka Allah dan mengalihkannya kepada kaum Ismail yang
disebutkan pada Ulangan 32:21 sebagai kaum yang hina, sebab
bukankah Ismail
dianggap tidak layak untuk bersama dengan Ishak pada kisah
pengusiran Hagar
dan Ismail yang dilakukan oleh Sarah pada Kejadian 21:10.
Dan kepada benih Ismail inilah Allah memindahkan kerajaan-Nya dari
Bani
Israil dan apa yang disebut bahwa akan menghasilkan buah Allah itu
menjadi
kenyataan ketika masa pengutusan Muhammad Saw yang menjadikannya
suatu
bangsa yang besar, yang dengan gagah berani menyatakan firman-
firman Allah
dan mengembalikan citra tauhid sejati, membersihkan segala bentuk
keberhalaan dan mendirikan kerajaan Allah diatas dunia ini.
Lalu pengukuhan Isa pada Matius 21:43 akan membuktikan firman Allah
terhadap kebesaran Ismail dan keturunannya pada Kejadian 17:20 dan
Kejadian
21:18 yang membuktikan bahwa Bani Ismail melalui Muhammad Saw akan
menjadi
suatu bangsa yang besar dan menghasilkan banyak orang yang beriman
kepada
Allah secara penuh dan totalitas sebagai yang dimaksud dengan buah
kerajaan
itu (yaitu kerajaan Allah).
Pembangkangan Bani Israil ini juga disinyalir oleh Allah dalam
AlQur’an
secara jelas :
“Sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israil, dan
telah
Kami utus kepada mereka beberapa orang Rasul. Tetapi setiap datang
seorang
Rasul kepada mereka dengan membawa apa yang tidak diingini oleh
hawa nafsu
mereka, mereka dustakan sebagian dan mereka bunuh sebagian.” (QS.
Al-Ma’idah 5:70)
Lebih jauh kita melihat pada Ulangan 18:17-22 sebagai sambungan
dari
Ulangan 18:15 :
“Lalu berkatalah TUHAN kepadaku: Apa yang dikatakan mereka itu
baik;
seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara
mereka,
seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan
ia akan
mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.
Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan
nabi itu
demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban. Tetapi
seorang
Nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan
yang
tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi
nama
allah lain, nabi itu harus mati.
Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami
mengetahui
perkataan yang tidak difirmankan TUHAN? — apabila seorang nabi
berkata
demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak
sampai, maka
itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu
berani nabi
itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya.”
Ulangan 18:19 diatas memperjelas lagi tentang sosok Nabi yang
dinubuatkan
itu…..Nabi itu datang bukan dari kalangan Bani Israil tetapi dari
antara
saudara mereka, yaitu bani Ismail ….seperti Musa dimana Allah
akan
menaruh “firman-Nya” dimulut Nabi tersebut dan dia akan mengatakan
kepada
mereka segala yang diperintahkan Allah kepadanya.
Jesus adalah Firman Tuhan yang menjelma dalam tubuh Jesus itu
sendiri ..
demikian keyakinan orang-orang Kristen. Tetapi orang yang
dijanjikan itu
adalah “menyimpan Firman Tuhan itu” dalam mulutnya…. berarti
Firman itu
diucapkannya dengan mulutnya… dan penyampaian Firman itu adalah
dengan
“mengatakannya“.
Betapa mungkin nubuatan itu tertuju kepada Jesus yang merupakan
penjelmaan
Firman Tuhan itu? Kepada siapa lagi nubuatan itu tertuju kalau
tidak kepada
Muhammad yang senantiasa menyampaikan firman Allah lewat ucapannya
Bismillahirahmanirahim…. dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan
Penyayang ?
Selain itu, mari kita lihat apa kata al-Qur’an terhadap pribadi
Muhammad Saw :
“Dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya.
ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan
(kepadanya).”(QS.
An Najm 3-4)
Nabi Musa adalah Nabi yang terbesar dikalangan Bani Israel….Semua
Nabi-nabi Bani Israil sesudah Musa berhukum kepada Taurat yang
diturunkan
kepada beliau… dan Taurat adalah Kitab syariat yang paling
sempurna untuk
Bani Israel, bahkan Jesus sendiri mengatakan bahwa kedatangannya
sama
sekali tidak hendak untuk merombak hukum Taurat atau juga kitab
para Nabi
sebelumnya, sebab tercatat hukum Taurat tidak akan dibatalkan
hingga langit
dan bumi hancur sampai seluruhnya terjadi, yaitu datangnya sang
Nabi
terakhir, Muhammad Saw.
Nabi Muhammad Saw adalah Nabi yang terakhir dan terbesar untuk
semua
manusia Bani Adam ini dan risalahnya meliputi semua kaum dan
manusia dimuka
bumi ini….termasuk Bani Israel.
Dengan kedatangan Nabi Muhammad Saw selesailah misi Nabi Musa yang
kedatangannya hanya terbatas untuk Bani Israel saja. Semua pengikut
Taurat
dan Injil itu harus menerima kerasulan Muhammad Saw sebagaimana isi
terakhir dari ayat Matius 5:18 …”sampai seluruhnya terjadi”,
yaitu sampai
masa Nabi yang dinubuatkan oleh Musa dalam Tauratnya itu tiba, maka
Taurat
tidak lagi wajib untuk di-ikuti dan berganti dengan kitab
selanjutnya.
Selain itu, sebagaimana isi Ulangan 18:22 :
“Apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu
tidak
terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak
difirmankan
TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka
janganlah
gentar kepadanya.”
Nabi Muhammad Saw berbicara menyampaikan firman Allah kepada
seluruh umat
manusia tanpa dibatasi oleh golongan maupun bangsa. Semasa
hidupnya, beliau
Saw menyerukan Islam kepada Heraklius, penguasa Persia, Roma,
Najasyi raja
Ethiopia, Muqauqis (gubernur Mesir) dan sebagainya.
Dikala Nabi Muhammad Saw melakukan hijrah kekota Yatsrib (Madinah -
sekarang), kala itu kota ini masih dihuni oleh berbagai kelompok
dari
berbagai kaum dan agama.
Diantara mereka ada yang sudah menganut ajaran Islam yang dibawa
oleh
Muhammad (yaitu kaum Anshar), ada yang masih memiliki budaya pagan
atau
penyembah berhala yang umumnya berasal dari suku Aus dan Khazraj,
ada pula
kelompok penduduk Yahudi yang terdiri dari Banu Qainuqa, Bani
Quraiza,
Banu’n Nadzir serta kelompok Yahudi Khaibar diutara Madinah. Kepada
mereka
ini pula Nabi Muhammad Saw telah menyerukan ajaran-ajaran Allah.
Lebih jauh, ayat-ayat al-Qur’an sendiri banyak sekali menyeru
kepada Bani
Israil agar mereka mendengarkan wahyu yang diturunkan oleh Allah
kepada
Nabi Muhammad Saw dan menegur kelakuan mereka yang buruk, baik
terhadap
ajaran Allah, terhadap para Nabi dan pengikutnya maupun kepada para
masyarakat lainnya.
Apabila ada pihak yang masih berusaha menyandarkan akan petunjuk
Yohanes
dalam pasal ke-5 nya:
John from New American Standard Bible (NASB)
45 “Do not think that I will accuse you before the Father; the one
who
accuses you is Moses, in whom you have set your hope.
46 “For if you believed Moses, you would believe Me; for he wrote
of Me.
47 “But if you do not believe his writings, how will you believe My
words?”
Sekarang : Apa yang sudah pernah ditulis oleh Musa ?
Kita semua sudah tahu bahwa Musa bukan penulis kitabnya sendiri.
Jadi kalimat ini masih perlu kita selidiki lebih jauh, seberapa
benar
kalimat yang diungkapkan oleh Johanes ini.
Mungkin sebagai bahan referensi, bisa dibaca pula dalam alamat :
Moses Didn’t Write Pentateuch :

http://members.aol.com/JAlw/moses_didnt_write_pentateu.htm

The Jews and the Mosaic Law ; Who Wrote the Pentateuch?

http://www.jewish-history.com/mosaic/chapter2.htm

The Torah in Modern Scholarship:

http://www.kencollins.com/bible-p2.htm

Dan sekarang, sebagai kunci akhir dari penjelasan ayat Ulangan 18
sebelumnya diatas, mari kita lihat Ulangan 34:10
Deuteronomy 34:10
“And there arose no more a prophet in Israel like unto Moses, whom
the Lord
knew face to face.”
Jelas sekali disana dikatakan bahwa TIDAK AKAN ADA LAGI NABI
SEPERTI MUSA YANG BANGKIT DARI ISRAIL.
Untuk itu, mengacu bahwa Jesus merupakan Nabi yang bangkit dari
antara
saudara Bani Israil yang dimaksud oleh Musa dalam kitab Ulangan
sama sekali
tidak valid sebab Nabi yang seperti Musa hanya akan bangkit dari
luar Bani
Israil, yaitu Bani Ismail dan dia adalah Nabi Muhammad Saw al-Amin
sang
Paraclete dan The Holy Spirit.
Sampai disini pembahasan Tafsir Kitab Ulangan, bagi anda yang ingin
membaca
juga tafsir kitab Kejadian, Jesaya maupun Yohanes, Silahkan
berkunjung ke
Web-Site saya.
6.Muhammad memenuhi sebagai yang mengatas nama Allah,seperti dimaksud
Matius 23:39.Seluruh surat quran diawali Bismillah(atas nama Allah).
Coba saya tulisnya dulu Matius 23:39.Dan Aku berkata kpdmu: mulai
sekarang kamu tdk akan melihat Aku lagi,hingga kamu
berkata:Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan.
Tawangalun:
Coba paska Yesus yang diberkati Allah itu kok pas dg Muhammad,soale
surat2 Quran itu dibuka dg Bismillah (Atas nama Tuhan).
Bandingen surat2 Paulus diawali dg Atas Nama Tuhan opo gak.
7.Muhammad memenuhi mematuhi segala perintahKu(Yesus) di
Yohannes14:15-16(dulu
sudah tak sebutkan syariat Yesus 90% podo Islam)but Paulus.Yang
kebangeten itu
Paulus sampai Hukum yang terutama saja Markus12:29 (Tuhan itu Esa)
berani ngrubah,belum lagi hukumTorat yang kecil2.
– Dalam hal apa Muhammad mematuhi “perintah” Yesus?
Inilah 31 butir ajaran Torat & Nabi2 yang lain yang dipatuhi wong
Islam termasuk Muhammad,tapi oleh wong Kristen wis do niggalkan
(ditiadakan) padahal dalamMatius 5:17.Janganlah kamu menyangka,bahwa
Aku datang untuk meniadakan Hukum Taurat atau kitab para Nabi,Aku
datang bukan utk meniadakannya tapi untuk menggenapinya,ternyata ada
31 butir tadi justru wong Islam yang aktif njalani ,padahal diayat 18
dikatakan oleh Yesus sebelum lenyap langit dan bumi masih valid yaitu:
1.Markus 12:29-32. Allah itu Esa bukan Three in One. Parallel
dengan Surat Ahad.
2.Yohannes 17:3.Yesus adalah hamba/utusan.
3.Yesus menolak sebutan Tuhan (Matius7:21).
Bukannya tiap2 orang yang menyebut Aku Tuhan,Tuhan akan masuk
surga,hanyalah orang yang melakukan kehendak Bapaku yang disurga.
Awas Matius 7:22.Banyak orang akan berseru kepada Ku:Tuhan
Tuhan,bukankah kami bernubuat demi namaMu,mengadakan mukjizat demi
namaMu juga?23.Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kpd
mereka:Aku tidak pernah mengenalmu! Enyahlah daripada Ku.
Pertanyaan:Memangnya yang selama ini menyebut Yesus itu Tuhan2 itu
siapa? Pengikut Muhammad gak kalau pengikut Paulus iya,awas lo nanti
malah disuruh enyah sama Yesus.
4.Bahkan Dia menolak predikat Mesias(Matius 16:20).
5.Yesus tidak meniadakan Torat & kitab para nabi.(Matius5:17~ )
Dan masih banyak lagi lainnya
Wassalam
Edy prayitno
surabaya

About these ads