Ka’bah adalah sebuah bangunan mendekati bentuk kubus yang terletak di tengah Masjidil Haram di Mekah. Bangunan ini adalah monumen suci bagi kaum muslim (umat Islam). Merupakan bangunan yang dijadikan patokan arah kiblat atau arah patokan untuk hal hal yang bersifat ibadah bagi umat Islam di seluruh dunia seperti sholat. Selain itu, merupakan bangunan yang wajib dikunjungi atau diziarahi pada saat musim haji dan umrah. Bagi yang memiliki kemampuan untuk melaksanakannya.
|
Sejarah perkembangan
Ka’bah yang juga dinamakan Baitul Atiq atau rumah tua adalah bangunan yang dipugar pada masa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail setelah Nabi Ismail berada di Mekkah atas perintah Allah SWT. Dalam Al-Qur’an, surah 14:37 tersirat bahwa situs suci Ka’bah telah ada sewaktu Nabi Ibrahim menempatkan Hajar dan bayi Ismail di lokasi tersebut.
Pada masa Nabi Muhammad SAW berusia 30 tahun (Kira kira 600 M dan belum diangkat menjadi Rasul pada saat itu), bangunan ini direnovasi kembali akibat bajir bandang yang melanda kota Mekkah pada saat itu. Sempat terjadi perselisihan antar kepala suku atau kabilah ketika hendak meletakkan kembali batu Hajar Aswad namun berkat penyelesaian Muhammad SAW perselisihan itu berhasil diselesaikan tanpa pertumpahan darah dan tanpa ada pihak yang dirugikan.
Pada saat menjelang Muhammad SAW diangkat menjadi Nabi sampai kepindahannya ke kota Madinah. Lingkungan Ka’bah penuh dengan patung yang merupakan perwujudan Tuhan bangsa Arab ketika masa kegelapan pemikiran (jahilliyah) padahal sebagaimana ajaran Nabi Ibrahim yang merupakan nenek moyang bangsa Arab dan bangsa Yahudi serta ajaran Nabi Musa terhadap kaum Yahudi, Tuhan tidak boleh disembah dengan diserupakan dengan benda atau makhluk apapun dan tidak memiliki perantara untuk menyembahnya serta tunggal tidak ada yang menyerupainya dan tidak beranak dan tidak diperanakkan (Surat Al Ikhlas dalam Al-Qur’an) . Ka’bah akhirnya dibersihkan dari patung patung ketika Nabi Muhammad membebaskan kota Mekkah tanpa pertumpahan darah.
Selanjutnya bangunan ini diurus dan dipelihara oleh Bani Sya’ibah sebagai pemegang kunci ka’bah dan administrasi serta pelayanan haji diatur oleh pemerintahan baik pemerintahan khalifah Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Muawwiyah bin Abu Sufyan, Dinasti Ummayyah, Dinasti Abbasiyyah, Dinasti Usmaniyah Turki, sampai saat ini yakni pemerintah kerajaan Arab Saudi yang bertindak sebagai pelayan dua kota suci, Mekkah dan Madinah.
Bangunan Ka’bah
Pada awalnya bangunan Ka’bah terdiri atas dua pintu serta letak pintu ka’bah terletak diatas tanah , tidak seperti sekarang yang pintunya terletak agak tinggi sebagaimana pondasi yang dibuat Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Namun ketika Renovasi Ka’bah akibat bencana banjir pada saat Muhammad SAW berusia 30 tahun dan sebelum diangkat menjadi rasul, karena merenovasi ka’bah sebagai bangunan suci harus menggunakan harta yang halal dan bersih, sehingga pada saat itu terjadi kekurangan biaya. Maka bangunan ka’bah dibuat hanya satu pintu serta ada bagian ka’bah yang tidak dimasukkan ke dalam bangunan ka’bah yang dinamakan Hijir Ismail yang diberi tanda setengah lingkaran pada salah satu sisi ka’bah. Saat itu pintunya dibuat tinggi letaknya agar hanya pemuka suku Quraisy yang bisa memasukinya. Karena suku Quraisy merupakan suku atau kabilah yang sangat dimuliakan oleh bangsa Arab.
Karena kaumnya baru saja masuk Islam, maka Nabi Muhammad SAW mengurungkan niatnya untuk merenovasi kembali ka’bah sehinggas ditulis dalam sebuah hadits perkataan beliau: “Andaikata kaumku bukan baru saja meninggalkan kekafiran, akan Aku turunkan pintu ka’bah dan dibuat dua pintunya serta dimasukkan Hijir Ismail kedalam Ka’bah”, sebagaimana pondasi yang dibangun oleh Nabi Ibrahim.
Ketika masa Abdurrahman bin Zubair memerintah daerah Hijaz, bangunan itu dibuat sebagaimana perkataan Nabi Muhammad SAW atas pondasi Nabi Ibrahim. Namun karena terjadi peperangan dengan Abdul Malik bin Marwan, penguasa daerah Syam (Suriah,Yordania dan Lebanon sekarang) dan Palestina, terjadi kebakaran pada Ka’bah akibat tembakan peluru pelontar (onager) yang dimiliki pasukan Syam. Sehingga Abdul Malik bin Marwan yang kemudian menjadi khalifah, melakukan renovasi kembali Ka’bah berdasarkan bangunan hasil renovasi Nabi Muhammad SAW pada usia 30 tahun bukan berdasarkan pondasi yang dibangun Nabi Ibrahim. Dalam sejarahnya Ka’bah beberapa kali mengalami kerusakan sebagai akibat dari peperangan dan umur bangunan.
Ketika masa pemerintahan khalifah Harun Al Rasyid pada masa kekhalifahan Abbasiyyah, khalifah berencana untuk merenovasi kembali ka’bah sesuai pondasi Nabi Ibrahim dan yang diinginkan Nabi Muhammad SAW. namun segera dicegah oleh salah seorang ulama terkemuka yakni Imam Malik karena dikhawatirkan nanti bangunan suci itu dijadikan ajang bongkar pasang para penguasa sesudah beliau. Sehingga bangunan Ka’bah tetap sesuai masa renovasi khalifah Abdul Malik bin Marwan sampai sekarang.
SEJARAH SIMBOL PEMAKAIAN BATU DALAM PANDANGAN KEBELAKANG .
Sering para kristen mengkritik islam jika yang disembah kaum muslim itu adalah berhala ” Batu ” yg ada di Ka’bah …..betulkah ?
Dan sejak kapan tradisi semacam ini terjadi ?
Dibawah ini saya uraikan sedikit sejarah pemujaan batu :
yang ditulis oleh sang mualaf David Benjamin Keldani
MualafPROFESOR DAVID BENJAMIN KELDANI B.D.(Wafat 1940) Dahulu Uskup Uramiah, Kaldea.
MISTERI MISPA ” BATU HITAM ” DAN IBADAH HAJI
MISTERI TENTANG “MISPA”Seperti ditunjukkan judul artikel ini saya akan mencoba untuk memberikan peragaan tentang budaya batu dari orang Ibrani Kuno yang mereka warisi dari Ibrahim, nenek moyang mereka, dan untuk menunjukkan bahwa budaya batu ini telah dilembagakan di Mekkah oleh Patriarch Ibrahim dan anak laki-lakinya Ismail; di tanah Kanaan oleh Ishaq dan Yakub; di Moab dan tempat lainnya oleh keturunan Ibrahim yang lain.Istilah “Budaya Batu”bukan dimaksudkan sebagai pemujaan terhadap batu yang adalah penyembahan berhala; budaya batu ini saya fahami sebagai pemujaan kepada Tuhan pada suatu batu khusus yang telah diberkati untuk maksud tersebut. Pada masa itu ketika bangsa terpilih (Isarel)ini menjalani kehidupan sebagai nomad dan penggembala, mereka tidak memiliki habitat yang tetap untuk mendirikan rumah yang khusus ditujukan untuk pemujaan Tuhan; biasanya mereka mendirikan sebuah batu di sekitar mana mereka biasa melakukan ritual haji, yaitu mengelilingi batu itu tujuh kali dalam bentuk lingkaran tarian (semacam tawaf- pent.). Kata haji mungkin menakutkan pembaca yang beragama Kristen dan mungkin mereka berkerut melihatnya karena bentuk Arabnya dan karena upacara ini telah menjadi ritual ummat Islam saat ini. Kata haji adalah persis sama dalam arti dan etimologi dengan kata yang sama dalam bahasa Ibrani dan Semit lainnya. Kata Ibrani “hagag” adalah sama dengan hajaj dalam bahasa Arab, perbedaannya hanya terletak pada pengucapan huruf ketiga dari alfabet bahasa Semit “gamal” yang orang Arab mengucapkannya sebagai “j”. Kitab Hukum Moses (Torah) mempergunakan kata hagag atau haghagh ini 1) jika memerintahkan untuk melaksanakan upacara festival ini.. Kata itu menandakan untuk mengitari sebuah bangunan atau altar atau sebuah batu dengan cara berlari mengelilinginya dengan langkah teratur dan terlatih dengan tujuan melaksanakan perayaan agama dengan bergembira dan nyanyian (do’a). Di Timur ummat Kristen masih mempraktekkan apa yang mereka sebut “higga” baik di hari-hari pesta atau perkawinan mereka. Dengan sendirinya kata ini tidak memiliki hubungan apapun dengan pilgrimage atau upacara haji (ummat Islam), yang berasal dari kata bahasa Itali pellegrino, dan ini juga dari bahasa Latin peregrinus yang berarti “orang asing” (foreigner).Selama dalam kunjungannya Ibrahim biasanya mendirikan sebuah altar untuk pemujaan dan korban pada beberapa tempat yang berbeda dan pada peristiwa-peristiwa tertentu. Ketika Yakub dalam perjalanan menuju Padan Aram dan melihat visi tangga yang indah itu beliau mendirikan sebuah batu di situ, ke atas mana beliau menuangkan minyak dan menyebutnya Bethel, yaitu Rumah Tuhan., dan dua puluh tahun kemudian beliau mengunjungi batu itu kembali, ke atas mana beliau menuangkan minyak dan “anggur asli”, seperti tertulis dalam Genesis xxviii. 10 – 22; xxxv. Sebuah batu istimewa didirikan sebagai monumen oleh Yakub dan ayah mertuanya di atas setumpuk batu dan menyebutnya Gal’ead dalam bahasa Ibrani, dan Yaghar sahdutha by Laban dalam bahasa Aramia, yang berarti “sejumlah kesaksian”. Namun nama yang pantas yang mereka berikan pada batu yang didirikan itu ialah “Mispa” (Genesis xxxi. 45 – 55), yang saya lebih senang untuk menuliskannya dalam bentuk tepat bahasa Arabnya, Mispha, dan ini saya lakukan begitu untuk kepentingan pembaca yang beragama Islam.Mispha ini kemudian menjadi tempat pemujaan yang sangat penting, dan pusat dari pertemuan nasional dalam sejarah bangsa Israel. Di sinilah Naphthah, seorang pahlawan Yahudi, bersumpah “di hadapah Tuhan” dan setelah mengalahkan bangsa Ammonit, dia diceriterakan sebagai telah mengorbankan anak perempuan satu-satunya sebagai korban bakaran (Hakim-Hakim xi). Di Mispha itulah bahwa empat ratus ribu orang bersenjata dari sebelas suku bangsa Israel berkumpul dan “bersumpah di hadapan Tuhan” untuk memusnahkan suku bangsa Benjamin untuk kejahatan yang dibenci yang telah dilakukan oleh seorang bangsa Benjamin dari Geba’ dan berhasil (Hakim-Hakim xx. xxi.). Nabi Samuel mengundang semua orang ke Mispha di mana mereka “bersumpah di hadapan Tuhan” untuk menghancurkan semua patung dan gambar mereka, dan kemudian diselamatkan dari tangan orang Filistin (1 Samuel vii). Di sinilah orang berkumpul dan Saul dinobatkan jadi Raja atas orang Israel (1 Samuel x). Dengan singkat, setiap masalah nasional yang penting diputuskan di Mispha atau di Bethel. Tampaknya kuil ini dibangun di atas tempat yang tinggi atau tempat yang ditinggikan, sering disebut Ramoth, yang berarti “tempat yang tinggi”. Bahkan setelah Kuil Suleiman yang indah dibangun, Mispha tetap sangat dihormati. tetapi seperti halnya Ka ‘aba di Mekkah, Mispha ini sering diisi dengan patung dan gambar-gambar. Sesudah penghancuran Jeruzalem dan Kuil oleh orang Kaldea, Mispha itu masih tetap memiliki sifat sucinya hingga masa kaum Makabi selama pemerintah Raja Antiochus. 2)
Sekarang apa arti kata Mispa itu?
Biasanya kata itu diterjemahkan sebagai “menara pengawas”. Kata ini termasuk kata benda dalam bahasa Semit – Asma Zarf – yang mengambil nama mereka dari benda yang dibungkus atau dicakupnya. Mispa adalah tempat atau bangunan yang mengambil namanya dari sapha, kata bahasa kuno untuk “batu”. Kata biasa untuk batu dalam bahasa Ibrani ialah “iben”, dan dalam bahasa Arab “hajar”. Dalam bahasa Syria batu adalah “kipa”.Tetapi safa atau sapha tampaknya menjadi bahasa yang umum bagi mereka semua untuk suatu obyek atau pribadi tertentu bila itu dianggapnya sebagai “batu”. Dari hal ini maka Mispa berarti lokal atau tempat di mana sapha atau batu itu terletak dan terpasang. Akan kita lihat kapan nama Mispa ini untuk pertama kalinya diberikan kepada batu yang didirikan di atas tumpukan balok batu, di situ tidak ada bangunan yang mengitarinya. Itu adalah spot atau tempat di mana sapha itu terletak, dan itu disebut Mispa.Sebelum menerangkan arti dari kata benda sapha saya ingin meminta kesabaran para pembaca yang tidak mengenal bahasa Ibrani. Bahasa Arab tidak mempunyai bunyi huruf ” p ” dalam alfabetnya sebagaimana juga dalam bahasa Ibrani dan bahasa Semit lainnya, di mana huruf ” p “, seperti halnya ” g “, kadang kala lunak dan diucapkan seperti ” f ” atau ” ph “. Dalam bahasa Inggris sebagai aturan, kata-kata dalam bahasa Semit atau Yunani yang berisi bunyi ” f ” ditransliterasikan (dipindah hurufkan) dan ditulis dengan sisipan ” ph ” dan bukan ” f “, misalnya: Seraph, Mustapha, dan Philosophy. Sesuai dengan aturan inilah saya lebih menyukai menulis kata sapha daripada safa.Ketika Jesus Kristus memberikan nama panggilan kepada pengikut pertamanya Shim’on (Simon) dengan gelar yang berarti “Petros” (Peter), pastilah dalam benak beliau tersirat sapha yang kuno dan suci yang telah lama hilang! Tetapi, sayang! kita tidak dapat dengan pasti menguraikan kata yang tepat yang beliau nyatakan dalam bahasanya sendiri. Dalam bahasa Yunani kata Petros dalam kasus maskulin – Petra dalam kasus feminin – adalah begitu tidak klasikal dan tidak berbau Yunani, yang orang menjadi sangat heran bahwa gereja mengadopsi kata itu. Pernahkah Jesus atau orang Yahudi lainnya bermimpi untuk memanggil nelayan Bar Yona, Petros? Pastilah tidak. Versi bahasa Syria ialah Pshitta seringkali menjadikan bentuk bahasa Yunani ini dengan Kipha (Kipa). Dan kenyataan baku bahwa bahkan teks bahasa Yunani telah melestarikan nama asli “Kephas,” yang versi bahasa Inggris mereproduksinya dalam bentuk “Cephas”, menunjukkan bahwa Kristus berbicara dalam bahasa Aramia dan memberi nama panggilan “Kipha” kepada pengikut utamanya.Versi lama bahasa Arab untuk Perjanjian Lama seringkali menulis nama St Peter dengan “Sham’un’ as-Sapha”; yaitu “Simon the Stone”. Kata-kata Kristus: “Thou art Peter”, dsb. padanan (ekivalen) dalam versi bahasa Arab ialah “Antas-Sapha” (Matius xvi. 18; Yohanes i. 42, dsb.).Karena itu bila Simon itu adalah Sapha, gereja yang akan dibangun di atasnya tentulah menjadi Mispha. Bahwa Kristen harus membandingkan Simon dengan Sapha dan Gereja dengan Mispha adalah sangat istimewa; namun bila tiba saatnya saya membuka tabir misteri yang tersembunyi dalam kesamaan ini dan kebijakan yang terkait dalam Sapha, maka haruslah diterima sebagai suatu kebenaran yang ajaib dari kehebatan Nabi Muhammad atas gelarnya yang mulia: MUSTAPHA !Dari apa yang telah diungkapkan di atas, keinginan untuk tahu kita dengan sendirinya akan menyebabkan kita untuk bertanya tentang hal-hal berikut:Mengapa ummat Islam dan Kristen Unitarian keturunan Nabi Ibrahim memilih batu untuk melaksanakan upacara keagamaan pada atau sekitar batu itu ?Mengapa batu istimewa ini disebut Sapha?Apa yang akan dituju oleh si penulis? Dan seterusnya – mungkin beberapa pertanyaan lainnyaBatu itu telah dipilih sebagai sebuah benda yang paling sesuai ke atas mana seseorang yang patuh pada agamanya meletakkan korbannya, menuangkan minyak murni dan anggurnya 3) dan melaksanakan upacara keagamaannya di sekitar batu itu. Lebih daripada itu, batu ini didirikan untuk memperingati ikrar dan janji-janji tertentu yang telah dibuat oleh seorang Nabi atau orang yang lurus dalam agamanya kepada Penciptanya, dan wahyu yang diterima dari Tuhan. Dengan begitu, batu itu adalah monumen suci untuk mengabadikan kenangan dan karakter suci dari peristiwa keagamaan yang besar. Untuk maksud tersebut, kiranya tidak ada benda lain yang melebihi batu. Bukan saja batu itu kuat dan tahan lama yang membuat batu itu lebih sesuai untuk maksud tersebut, tetapi juga kesahajaannya, kemurahannya, tidak bernilainya pada suatu tempat sunyi akan menjamin terhindar dari perhatian orang yang tamak atau yang membenci untuk mencuri atau membinasakannya. Seperti telah diketahui dengan baik, Hukum Musa (Taurat) melarang dengan keras untuk memotong atau memahat batu-batu altar. Batu yang disebut Sapha mutlak dibiarkan tetap dalam keadaan aslinya: tidak ada gambar-gambar, inskripsi, atau ukiran yang dicetak di atasnya, agar salah satu daripadanya tidak akan dipuja di masa mendatang oleh orang-orang yang bodoh. Emas, besi, perak atau metal lainnya tidak dapat memenuhi semua mutu yang diperlukan oleh sebuah batu yang sederhana. Karena itu akan dimengerti bahwa benda yang paling murni, paling tahan lama, dapat diterima dan paling aman untuk sebuah monumen agama dan suci tidak bisa lain kecuali batu.Patung perunggu Jupiter disembah oleh Pontifex Maximus Roma yang kafir, diambil dari Pantheon dan dicor kembali menjadi gambar St Peter atas perintah Souvereign Pointiff Kristen; sesungguhnyalah kebijakan yang terangkum dalam Sapha mengagumkan dan berharga bagi semua mereka yang tidak menyembah obyek apapun di samping Tuhan.Juga harus diingat, bukan saja Sapha yang didirikan itu sebagai monumen suci, tetapi demikian juga tempat yang khusus dan sirkuit di mana Sapha itu terletak. Dan untuk alasan inilah bahwa upacara haji bagi Muslim, seperti halnya higga bagi orang Yahudi, dilakukan di sekitar bangunan di mana Batu Suci itu terletak.
Adalah suatu kenyataan yang diketahui bahwa orang Karamati yang mengambil Batu Hitam dari Ka’aba dan menyimpannya di negerinya sendiri selama dua puluh tahun, diwajibkan untuk membawa dan meletakkannya kembali pada tempatnya semula karena mereka tidak dapat menarik jamaah haji dari Mekkah. Kalau saja batu itu emas atau obyek lain yang bernilai, pastilah sudah tidak ada lagi paling kurang selama lima ribu tahun; atau kalau seandainya batu itu memiliki pahatan atau ukiran atau gambar, pastilah Nabi Muhammad saw sendiri sudah membinasakannya.Mengenai arti atau lebih baik banyak arti dari Sapha, sudah saya tunjukkan bahwa itu menunjuk pada berbagai mutu yang dimiliki batu itu.Kata itu terdiri atas huruf hidup “sadi” (shad) dan “pi” berakhir dengan bunyi “hi” keduanya sebagai kata kerja dan kata benda. Dalam bentuk “qal” itu berarti “mensucikan” “memperhatikan, menatap dari kejauhan, dan memilih”. Kata itu juga mempunyai arti “bersikap tegas dan mantap”; dalam paradigma pi’el (?) yang adalah kausatif, itu berarti “membuat pilihan, menyebabkan untuk memilih,” dan sebagainya.Seseorang yang memandang dari sebuah menara disebut Sophi (2 Raja-Raja ix. 17, dst). Di zaman dulu sebelum kuil Suleiman dibangun, Nabi atau “Orang (nya) Tuhan” disebut Roi atau Hozi yang berarti “penglihat” (1 Samuel ix. 9). Tentu saja para sarjana Ibrani sangat mengenal dengan kata Msaphpi, atau lebih baik Msappi, yang merupakan kesamaan dalam ortografi bahasa Arab musaphphi, yang berarti: “seorang yang berusaha untuk memilih yang murni, mantap dan tegas,” dsb.
Pengawas di Menara Yisrael seperti tersebut di atas, memandang dan mengawasi dengan tajam dari kejauhan untuk membedakan sekelompok orang yang datang menuju kota. Dia melihat utusan pertama dari Raja yang datang dan bergabung dengan kelompok itu tetapi tidak kembali. Hal yang sama terjadi dengan utusan kedua dan ketiga. Barulah kemudian bahwa Sophi itu dapat mengenali Ketua dari kelompok itu sebagai Jehu. Nah, apa gerangan kegiatan dan kerja pengawas atau pengamat ini? Pekerjaannya ialah mengawasi dengan tajam dari kejauhan untuk mengenali satu di antara yang lainnya dengan tujuan untuk mengetahui identitas dan gerakannya, bila saja mungkin, dan kemudian memberi tahukan kepada Raja.
Jika anda bertanya: Apa kegiatan dan pekerjaan Sophi dari Mispha yang seorang diri itu? Jawaban berikut ini pasti tidak akan memuaskan seorang penyelidik yang mempunyai keinginan tahu yang besar: “…dia biasa mengawasi dari minaret Misppha (Mispa) agar dapat mengenali identitas orang yang datang di padang pasir, atau dia biasa mengawasi kemungkinan adanya bahaya.” Bila demikian, sifat keagamaan serta suci dari Misppha itu akan hilang, dan mungkin lebih akan berfungsi sebagai menara pengawas militer. Tetapi masalah Sophi dari Mispha berlainan sekali. Asal mulanya Mispha hanyalah sebuah kuil sederhana pada suatu tempat tinggi yang terpisah di Gal’ead di mana Sophi dengan keluarganya atau pembantu-pembantuny a biasa bertempat tinggal. Setelah penaklukan dan pendudukan tanah Kanaan oleh Israel, jumlah Mispha itu meningkat dan segera saja Mispha itu menjadi pusat keagamaan yang besar dan berkembang menjadi lembaga pelajaran dan konfraternitas. Tampaknya pusat-pusat itu menjadi seperti Mevlevi, Bektashi, Neqshbendi dan konfraternitas lainnya yang ada pada orang Islam, masing-masing ada di bawah Sheik dan Murshidnya sendiri. Mereka memiliki sekolah-sekolah yang ada di bawah naungan Mispha di mana diajarkan Hukum Musa, agama,sastra Ibrani dan cabang-cabang ilmu pengetahuan lainnya. Namun di atas kegiatan pendidikan ini, Sophi adalah kepala tertinggi dari mayarakat pemula yang biasa dia beri perintah dan ajar tentang agama yang esoterik dan mistik yang kita ketahui disebut Sophia. Sesungguhnyalah apa yang kita sebut kini dengan sufi pada waktu itu disebut nbiyim atau “prophets” (nabi), dan apa yang dalam Islam disebut takkas, zikr atau seruan do’a, mereka sebut dengan “prophesying” (nubuah). Pada zaman Nabi Samuel yang juga sebagai kepala negara dan lembaga Mispha, para pengikut dan pemula itu menjadi sangat banyak; dan ketika Saul diminyaki (upacara keagamaan) dan dimahkotai sebagai raja, dia ikut zikr atau kegiatan keagamaan menyeru do’a bersama dengan para pemula dan diumumkan dimana-mana: “Perhatikanlah, Saul juga ada di antara para Nabi.” Dan ungkapan ini menjadi peribahasa; karena dia juga ikut “prohesying” dengan kelompok para nabi itu (1Samuel x. 9-13). Persufian di antara orang-orang Ibrani berlanjut terus menjadi konfraternitas keagamaan yang esoterik di bawah kekuasaan Nabi waktu itu hingga wafatnya raja Suleiman. Sesudah kerajaan pecah menjadi dua bagian, ternyata perpecahan besar terjadi juga di antara para sufi. Di zaman Nabi Ilyas kira-kira 900 tahun sebelum Isa, dikatakan kepada kita bahwa beliau adalah satu-satunya Nabi yang sejati yang masih tertinggal dan bahwa semua yang lainnya telah tewas terbunuh; dan ada delapan ratus lima puluh nabi Baal dan Ishra yang ikut “makan di meja Ratu Izabel” (1 Raja-Raja xviii. 19).
Namun hanya beberapa tahun kemudian, pengikut Nabi Ilyas dan penggantinya Nabi Elisha, telah disambut di Bethel dan Jericho oleh puluhan “anak-anak Nabi” yang meramalkan kenaikan nabi Ilyas dalam waktu dekat (2 Raja-raja ii.)Apapun posisi sesungguhnya para Sufi Ibrani sesudah terjadinya perpecahan besar agama dan bangsa, satu hal adalah pasti, yaitu bahwa pengetahun sejati tentang Tuhan dan ilmu pengetahuan agama yang esoterik tetap terpelihara hingga kedatangan Jesus Kristus, yang membangun masyarakat pemulanya di dalam “kalangan dalam agama” (Inner Religion) atas Simon the Sapha, dan bahwa para Sophi sejati atau para pengawas, penglihat atau pengamat dari Mispha Kristen melestarikan pengetahuan itu dan mengawasinya hingga kedatangan Pilihan Allah, Nabi Muhammad al-Mustapha – atau Mustaphi dalam bahasa Ibrani!Seperti saya katakan di atas, Injil menyebut banyak nama para nabi yang terkait dengan Mispha; namun kita harus benar-benar mengerti bahwa sebagaimana dengan jelas Al Qur’an menyatakannya: “Tuhan Yang Paling Mengetahui siapa yang akan Dia angkat menjadi UtusanNya” bahwa Dia tidak memberikan hadiah ramalan kepada seseorang dengan sebab untuk kemuliaannya, kekayaannya, atau bahkan kealimannya, namun semata -mata hanya untuk kesenanganNya (keridhoanNya- pen.). Keyakinan dan semua kegiatan keagamaan, meditasi, latihan spiritual, doa, puasa, dan ilmu pengetahuan suci mungkin menyebabkan timbulnya seorang baru menjadi murshid atau pembimbing spiritual, atau sampai pada tingkat santo (orang suci), tetapi tidak akan pernah sampai pada tingkat nabi; karena kenabian bukanlah dicapai dengan melalui upaya, tetapi adalah sebuah pemberian Tuhan. Bahkan di antara para Nabi hanya ada beberapa saja yang adalah Utusan (Rasul) yang diberi kitab suci khusus dan diperintahkan untuk memberi petunjuk dan peringatan kepada ummat tertentu atau dengan misi khusus.
Karena itu istilah “nabi” seperti dipergunakan dalam Kitab Suci orang Ibrani seringkali adalah bermakna ganda (lebih dari satu).Saya juga harus mencatat dalam hubungan ini bahwa mungkin sebagian besar dari materi Injil adalah karya atau produksi dari Mispha-Mispha ini sebelum Penangkapan Babilon atau bahkan mungkin sebelumnya, tetapi kemudian direvisi oleh tangan-tangan yang tidak diketahui siapa punya hingga menjadi dalam bentuknya seperti kita kenal sekarang.Nah sekarang tinggal beberapa kata lagi untuk dikatakan tentang Sufiisme orang Muslim dan kata bahasa Yunani “Sophia” (kebijakan atau cinta akan kebijakan); dan suatu perbincangan tentang dua sistim pengetahuan tinggi ini terletak di luar ruang lingkup artikel ini. Dalam pengertian luas, filosofi adalah suatu studi atau ilmu pengetahuan tentang prinsip utama tentang “ada”; dengan perkataan lain filosofi itu melampaui batas dari fisik ke studi tentang “ada yang murni”. dan meninggalkan studi tentang sebab musabab atau hukum dari apa yang terjadi atau dilihat di dalam alam sebagai sedang mencoba untuk menggapai metafisik yang berhubungan dengan keyakinan, etika dan hukum yang kini dikenal sebagai aspek spiritual dari peradaban, sedang fisik itu dianggap sebagai aspek materi dari peradaban. Karenanya sulit sekali untuk menemukan kebenaran.Perbedaan antara kata bahasa Yunani “Sophia” dan Sufi Muslim ialah bahwa orang Yunani itu telah mencampur adukkan bidang materialistik dan spiritual dan pada saat yang bersamaan mereka gagal untuk menerima wahyu seperti diakui oleh filosof utama mereka Aristotle dan Socrates bahwa berhubungan dengan metafisik tanpa adanya wahyu dari Sang Pencipta seperti menyeberangi samudera di atas sebatang kayu! Sedang Sufi orang Muslim yang beruntung mengkonsentrasikan diri dalam bidang etika dan mengikuti jejak Nabi Muhammad saw dan para sahabatnya dalam mendisiplinkan hati seseorang dan diri sendiri dalam berlayar untuk menggapai Kumpulan Tinggi Para Malaikat dan sebagainya.Sufiisme orang Muslim adalah kontemplasi tentang karya Allah dan CiptaanNya dan diri sendiri, dan menghindarkan diri dari kontemplasi tentang Allah Sendiri, karena manusia itu dibuat dari lingkungannya, dan selekas dia akan mempergunakan panca inderanya untuk melukiskan Allah, maka akan menjadi sangat berbahaya seperti halnya terjadi dengan orang Mesir ketika mereka melukiskan Sphinx yang memiliki kepala, cakar, tubuh, dsb.Keunggulan Sophia Islam daripada filosofi Yunani adalah pernyataan (manifestasi) dari obyek yang dilihat. Dan dengan pasti Sophia Islam itu lebih unggul daripada selibasi dalam agama Kristen dan religiositas (monastik) dalam ketidak pekaannya terhadap kesadaran dan kepercayaan orang lain. Seorang Sufi Muslim selalu menawarkan hormat terhadap agama lain, menertawakan gagasan “heresy” dan mencela semua pengejaran dan penindasan (persecution and oppression). Sebagian besar orang suci (santo) Kristen adalah kalau bukan persekutor maka dia adalah orang yang terkena persekusi karena “heresy”, dan mereka terkenal karena ketidak toleransian mereka. Sayang , tetapi itulah kebenarannya.Juga bermanfaat untuk dicatat bahwa dalam abad awal Islam, para Sufi Muslim disebut dengan “Zahid” atau “Zohad” dan pada saat itu mereka tidak mempunyai metodologi, tetapi mereka memiliki fraternitas atau komunitas kepercayaan dan jurisprudensi yang lengkap bagi mazhabnya.
Mereka berkonsentrasi pada etika dan pemikiran. Generasi berikutnya membuat metodologi pelajaran untuk para pemula, menengah (intermediate) dan yang sudah lanjut (the advanced) berdasarkan Al Qur’an dan Hadith Nabi (Prophetic Quotations). Jelas sekali bahwa rektisi setiap hari atas Al Qur’an, penghafalan Asma’al-Husna dan do’a bagi Nabi Muhammad saw bersama dengan permohonan ampun kepada Allah dan sholat tahajud, puasa di siang hari adalah beberapa dari karakteristik yang penting. Pada pihak lain, para Sufi Muslim yang otentik menolak setiap anggota yang tidak jujur dan tulus yang gagal untuk mengikuti jejak Nabi Muhammad. Harus diakui, banyak orang bodoh telah termakan, dengan berpikir bahwa kasus ketidak tulusan itu adalah mewakili Sufiisme Muslim. Mereka tidak bisa mengerti bahwa Ihsan yang adalah sepertiga dari agama seperti ditunjukkan dalam jawaban Nabi Muhammad saw atas pertanyaan: “Apakah Islam itu?”, “Apakah Iman itu?” dan “Apakah Ihsan itu?”, ketika Nabi Muhammad saw bersabda bahwa orang yang bertanya itu ialah malaikat Jibril, dan bahwa beliau datang untuk mengajar agama kepadamu. Demikian juga, Islam itu dilayani oleh empat mazhab jurisprudensi (fikh), sedang Iman oleh mazhab kepercayaan seperti Salaf dan Ashariah, dan tentu saja Sufi dilayani oleh Ihsan. Bila seseorang meragukan hal ini, biarlah dia menyebutkan pakar-pakar Ihsan, karena bila anda pergi ke Pengadilan Islam yang termasuk dalam seksi Islam, atau pergi ke mazhab Kepercayaan dan mengaku bahwa ada iri hati dan dengki dalam hatinya dsb. sebagai penyakit dari jiwa, kedua mazhab itu akan mengakui bahwa mereka tidak mempunyai sangkut paut dengan aspek itu dan akan merujuknya kepada ahli ibadah, atau seorang Sufi, Sheik.Sebagai catatan kedua saya ingin menambahkan bahwa para pengarang Muslim selalu menuliskan kata bahasa Yunani “philosophy” dalam bentuk falsafah dengan huruf “sin” dan bukan huruf “shad” atau “thad” yang adalah satu dari huruf-huruf yang membentuk kata dalam bahasa Ibrani dan Arab Sapha dan Sophi. Saya kira bentuk ini dimasukkan ke dalam literatur bahasa Arab oleh penterjemah dari Asiria yang dahulu termasuk dalam sekte Nestorian. Orang Turki menuliskan Santo Sofia dari Istambul dengan huruf shad, tetapi falsafah dengan huruf sin seperti halnya samekh dalam bahasa Ibrani. Saya yakin bahwa Sophia dalam bahasa Yunani secara etimologi dapat dikenali dari kata bahasa Ibrani; dan bahwa gagasan dalam kalangan Muslim bahwa kata sophia (sowfiya) berasal dari kata “soph” yang berarti “wool” haruslah dibuang.Sophia atau kebijakan yang sejati ialah pengetahuan yang sesungguhnya tentang Tuhan, pengetahuan yang sejati tentang agama dan moralitas, dan penentuan yang mutlak benar atas Utusan Terakhir di antara semua Utusan Tuhan, adalah termasuk dalam lembaga kuno orang Israel ‘Mispha’ hingga saat dialihkannya ke Mispha orang Nasrani atau Kristen. Sungguh hebat melihat betapa lengkap analogi itu dan betapa ekonomi Tuhan yang berkenaan dengan hubunganNya dengan manusia telah dilaksanakan dengan keseragaman dan tertib yang mutlak. Mispha adalah filter di mana semua data dan orang disaring dan diteliti oleh para Musaphphi (bahasa Ibrani Mosappi) seperti halnya oleh colander (saringan, karena itulah arti kata itu); sehingga yang asli dibedakan dengan dan dipisahkan dari yang palsu, dan yang murni dari tidak murni; walaupun abad telah silih berganti, banyak sekali Nabi-Nabi datang dan pergi, namun Mustapha, Seorang Yang Terpilih, tidak muncul. Kemudian datang Jesus yang suci; tetapi dia ditolak dan di siksa, karena di Israel tidak ada lagi Mispha yang resmi yang pasti telah akan mengenali dan mengumumkannya sebagai Utusan Tuhan yang sejati yang dikirimkanNya untuk membawa kesaksian atas Mustapha yang adalah Nabi Terakhir yang akan datang sesudahnya. “Dewan Agung Sinagog” telah berkumpul dan dilembagakan oleh Ezra dan Nehemiah, di mana “Simeon Yang Adil” adalah anggota terakhirnya (310 S.M.), digantikan oleh Pengadilan Adi Jeruzalem (Supreme Tribunal of Jeruzalem) yang disebut : “Sahedrin”; tetapi Dewan yang kemudian itu yang diketuai oleh seorang “Nassi” atau “Pangeran”, menghukum mati Jesus karena Dewan itu tidak mengakui Jesus dan sifat dari misi sucinya. Namun beberapa Sufi mengenali Jesus dan mempercayai misi kenabiannya; namun sejumlah orang menyalah fahaminya sebagai Mustapha atau Utusan Allah yang “terpilih”, dan menangkap dan mengakuinya sebagai raja, tetapi beliau lenyap dan menghilang dari antara mereka. Beliau bukanlah Mustapha, jika bukan maka tidaklah masuk akal untuk menjadikan Simon sebagai Sapha dan gerejanya sebagai Mispha; karena fungsi dan tugas dari Mispha adalah untuk mengamati dan mencari tahu Utusan Terakhir, agar bila dia datang dapat diumumkan sebagai Orang Yang Dipilih dan Ditetapkan – Mustapha. Jika Jesus itu Mustapha maka tidak perlu lagi ada lembaga Mispha. Ini adalah sebuah subyek yang mendalam dan menarik; hal itu memerlukan kesabaran dalam mempelajarinya.
Nabi Muhammad al Mustapha adalah sebuah misteri Mispha, dan kekayaan dari Sophia
Disalin dari buku karya : MualafPROFESOR DAVID BENJAMIN KELDANI B.D.(Wafat 1940) Dahulu Uskup Uramiah, Kaldea.











</a

69 tanggapan kepada “Sejarah Ka’bah”
kafir
Oktober 16th, 2008 pada 21:32
hahaha ga berani ya critain donk asal usul kaabah??? makanya kaabah itu berhala lo… dulunya itu tempat berhala..dsaar islam abal2 nutup2in aja…
ajeng tiara
November 4th, 2008 pada 03:41
Memang Ka’bah pernah menjadi tempat berhala pada zaman musa. Tetapi jangan salah, Ka’bah sudah ada KETIKA Nabi ADAM diturunkan kebumi. Nabi Ibrahim hanya MEMBANGUNNYA KEMBALI.
mujahid
Desember 7th, 2008 pada 14:30
yang bilang ka’bah itu berhala perang ama gw,ka’baah bukan berhala .!!!!!!
Hamba Allah
Januari 19th, 2009 pada 05:06
Klo ada yang bilang Ka’bah tempat berhala…maka pantas untuk dipenggal kepalanya…Allahu Akbar…
kanak-kanak
Februari 5th, 2009 pada 12:11
Ngga ada satu pun orang yang tau, apa isi didalam ka bah tersebut. Karena orang yang memasukinya tdk bisa sembarangan dan apabila masuk tidak boleh melihat keatas. apa iya? dan apa kalo begitu isinya? sampai semua orang diseluruh dunia bersujud menyembah ke arah ka bah tersebut. Gmn kalau diputar arahnya boleh tdk? kok sama kayak penyebahan berhala? harus berhadapan dgn bendanya? mohon penjelasannya.
kanak-kanak
Februari 5th, 2009 pada 12:17
menurut sejarah, musa tdk pernah melintasi mekah, Musa hanya berjalan dari Mesir ke Israel, dan penyembahan berhala yang dibuat oleh kaum Musa pada waktu itu di dekat Gunung Sinai Mesir.
MUIZZA NADIA
Februari 15th, 2009 pada 17:15
setelah saya tahu sendiri ke mekkah, memang betul pintu ka’bah tinggi lagi susah saya memegang saja maklum orangnya banyak sekali,sehingga kami pegang pinggirnya aja, intinya sembahyang di hijir ismail memang sama seperti sembahyang di dalam ka’bah jadi singkron dengan cerita/sejarah ka’bah thx
manan
Februari 25th, 2009 pada 03:18
Subhanallah, Ka’bah begitu mengakar sekalai dari perkembangan peradaban islam. Ternyata sudah beberapa kali mengalami perbaikan/renovasi. Itu bangunan suci makanya jangan dikotori denga n segala tahayul terutama yang berhaji menggunting kain penutup Ka’bah. Tetapi yang menjadi pertanyaan saya apa tujuan pembangunan Ka’bah pada masa nabi Ismail ?
Orang Isalam
Maret 8th, 2009 pada 07:23
Ka’bah itu ada sejak sebelum NAbi Adam As. dan Menurut para orang-orang alim berkata bahw pada waktu itu ka’bah dijaga oleh seekor ular raksasa yang disuruh ole Allah Swt. untuk melindunginya. Dahulu disekitar ka’bah memang dibuat untuk menyimpan berhala – berhala para orang jahiliah pada masa itu tapi meskipun digunakan sebagai tempat persembahan berhala, ruangan didalam Ka’bah tidak pernah ada satu berhalapu dan Allah SWT selalu menjaga kesucian ka’bah hingga sekarang. Ka’bah juga bukan berhala, kita sebagai orang Muslim janganlah menganggap Ka’bah sebagai benda yang disembah tetapi anggaplah ka’bah sebagai kiblat karena sesungguhnya ka’bah adalah kiblat untuk menghadap sang Khalik
Ayruel Chana
Maret 8th, 2009 pada 08:32
Assalamu alaikum
saudara2 sekalian
Walau ka’bah pernah banjir.
Walau hajar aswad pernah dicuri.
Umat islam akan tetap beribadah kok
Umat islam akan tetap menyembah ALLAH kok
Umat Islam akan tetap Naik Haji kok.
Kejadian tersebut membuktikan bahwasanya Umat islam TIDAK MENYEMBAH KA’BAH ATAUPUN HAJAR ASWAD.
Silahkan cari info bahwa ka’bah banjir dan Hajar aswad pernah dicuri atau hilang.
Wassalam
MUIZZA NADIA
Maret 9th, 2009 pada 04:02
jadi begini, untuk sejarah ka’bah, dulu sekali zaman Nabi Adam terus ke Musa sampai Nabi Ibrahim Namanya Agama Tauhid (mengEsakan Tuhan), dulu ka’bah memang banyak berhalanya, setelah nabi Ibrahim ada perintah dari Tuhan untuk Haji , maka Makah sebagai pusat sentral titik Sholat, Thowaf , dan ga ada lagi berhala, Ka’bah sebagai defleksi Baitulloh /baitul maqdis di muka bumi dan sama sekali bukan berhala (sorry namanya berhala maksudnya tuhanya ya berhala itu (Kafir qurais)) sedang Ka’bah adalah tempat defleksi dari Bait Maqdist , biar yang sholat di titik sentral namanya qiblat
MUIZZA NADIA
Maret 9th, 2009 pada 04:12
ORANG ISLAM MENYEMBAH TUHAN ALLOH SWT, BUKAN MENYEMBAH KA’BAH, SEDANGKAN HAJI ADALAH RUKUN ISLAM WAJIB BAGI YG MAMPU MELAKSANAKAN DAN JUGA SEBAGAI QIBLAT, BUKAN MENYEMBAH KA’BAH, INTINYA KE KA’BAH ADALAH PERINTAH ALLOH SWT, jadi jelas kan ( DULU Qiblat PERNAH PINDAH 3 KAlI Ke Ka’bah, Masjidil Aqsa, ke Ka’bah Lagi sesuai perintah Alloh SWT)
St.Purnama
Maret 10th, 2009 pada 13:41
Assalamu alaikum wr.wb
saya pernah mendengar bahwa setinngi permukaan ka’bah itu tidak ada satupun hewan yang bisa melintasi,karna menurut yng saya dengar bagian atas ka’bah menembus langsung dengan pintu langit……,Subhanallah kuasa Allah yang menciptakan sedemikian rupa keindahan di muka bumi….
FBJ - Front Dibela Jesus
Maret 27th, 2009 pada 21:35
Salam ke Neraka Jahanam, untuk sang kualat edy prayitno,…eh sang kualaf,…eh sang mualaf ;
Bahwa sesungguhnya siapapun manusia,… terutama kalian orang kapiran muslim,… sampai ayam bisa gonggong pun, tidak akan mampu kalian mengenali/mengakui Yesus adalah Allah Anak,… karena pada kenyataanya kalian semua tidak punya “Nalar” – yang dikaruniakan oleh Allah Bapa, melalui Allah Roh Kudus. ( KASIAN DEH lHO !! )
Terlebih lagi khusus untuk kalian kaum islam munafik, lebih parah dari mereka yang beragama lain, yang juga tidak mengenal Yesus sebagai Tuhan,… Kenapa ???
Karena kalian,… selain telah juga menyembah berhala yaitu batu kabah yang populer itu ( maksudnya populer telah bodohi loe2,.. duit lu yang abis, negara arab yang kaya !! ), disamping itu juga loe2 telah mau dibodohi untuk menyembah nabimu yang hypermaniac sex, phedopilia dan haus darah manusia itu !!! ( mungkin waktu itu darahnya untuk mempertebal ilmu hitam muhammad cs kalee ya). CAPE DEEHHH!!!
Jadi, kami sarankan kalian orang2 muslim, itu kepala selain isinye otak (cuma phisik doank),.. harus juga punya Nallaaaarrr !!!, jadi waktu kalian juga tidak melulu habis untuk memperdebatkan hal2 yang tidak perlu misalnya Alkitab lha disebut karangan ??!!, karena jelas2 itu ditulisnya juga oleh sekian banyak nabi dan rasul pada jamannya, bukan seperti itu kitab quran yang ditulis oleh satu orang nabi loe yang buta huruf, pantes isinya semrawut !!! he.. he, pengen pipis nih jadinya, … cerio dulu yah,… nanti sambung lagi, ok ??!!!
Ayruel Chana
Maret 28th, 2009 pada 10:46
@Fbj…front bodohi ….
wach anda copi paste juga coment anda disini….hhhhhhh ngggak ada kerjaan lain…koment anda itu malach menampakkan kebodohan anda dan wach…apa kristiani begini yach???????
saran saya ….sedikit dewasalah anda berpikir….!!!!!!!!!
cinta kasih
April 3rd, 2009 pada 15:51
buat apa sih kita mempermasalahkan ka’bah ini? kalo nantinya ini cuma akan memicu perkelahian diantara kita sendiri.
apa gunany guys?? kepuasan batin bisa memojokkan teman yang lain?
semua toh nantinya juga akan terungkap bila tiba waktu kita mengahdapNya.Semua misteri Tuhan akan terungkap nantinya, siapa benar, siapa salah??
seperti perumpamaan anak kecil yang mencoba memasukkan aeluruh air laut ke dalam lubang kecil yang dibuatnya, sebab tidak mungkin kita bisa mengerti apa yang dipikirkan Tuhan yang mampu menciptakan semuanya hanya dengan otak kita yang tidak lebih besar dari bola basket?
cukup simpanlah semua jawaban di dalam hati kita masing2.dan cintailah sesama kita seperti kita mengasihi diri sendiri.
john
April 4th, 2009 pada 13:09
syaloom..
tulisan2 anda bagus sekali.kami bisa belajar dari sini. Tetapi karena sejak kecil kami sudah didoktrin untuk memusuhi Muhammad dan ajarannya, agak sulit bagi kami untuk menerima apa yg telah anda tulis. Kami tidak bisa menerima kenyataan kalau ajaran Islam sebenarnya adalah baik dan mengangkat yesus, tuhan kami, lebih daripada kitab kami sendiri. Lagipula kami dularang keras untuk mempertanyakan ttg Al Kitab oleh penginjil kami. Nahh, di sirus unulah kamu bisa belajar berduskusi
hamba allah
April 8th, 2009 pada 14:35
ALLAHU AKBAR…
zul
April 12th, 2009 pada 13:30
buat teman teman/saudara saya yang msih kristen/katolik mungkin saya bisa memberikan saran untuk kalian semua.untuk lebih jelasnya mengenai ketuhanan yesus dan yang lain lain sebaiknya mengambil informasi yang lebih luas ,akurat,rasional dan lebih nyata dari pastor dan pendeta yang sudah menjadi mualaf dan pendeta/ pastor yang menjadi mualaf sangat banyak baik di eropa ,amerika dll , termasuk di indonesia contoh bapak DR mokoginta dan DR yahya. beliu terlahir dari keluarga kristen yang taat bahkan bapaknya mereka adalah pendeta/pastor disamping mereka juga adalah pendeta/pastor yang berpendidikan S3( doktoral ) dibidang teologi dan mereka mendapat hidayah dari Allah SWT. karena mereka mau membuka pikiran mereka dalam mencari kebenaran agama. tanyalah kepada mereka . sekedar informasi bapak yahya adalah bekas rektor uki papua yang bergelar Doktor dibidang teologi begitu juga bapk mokoginta . saya pikir pengetahuan mereka sangat jauh lebih dalam mengenai agama kristen dari teman teman yang memberi respon . ( bukan melecehkan ) kalau mau lebih lanjut juga sekedar informasi mungkin bisa menghubungi pendeta/pastor yang bertobat ( memeluk islam ) setetelah berdebat dengan Ahmad Deedat dan tentu banyak yang lainnya.terimakasih semoga tuhan memberi hidayah tks.
hamba allah
April 15th, 2009 pada 11:22
assalamualaikum,intinya yaitu allah swt tu tidak beranak dan tidak pula di berankan,mana ada manusia bisa jadi tuhan seperti yesus,yesus tu manusia biasa yng di beri wahyu,eh tapai yesus tu kan musuh nya isa,isa aja enggak d salib hahaha,kasian kali orang keristen dan katolik ,masa manusia d jadikan tuhan ,tuhan itu hanya satu ya itu allah swt,kitab injil orang kristen tu da di rubah ma orng jahudi,masa tuhan d salib kan aneh gitu loh..,tunggu aja masanya isa kembali ke dunia lagi baru kalian orang kristen tau,bahwa isa tu gak d salib
cintaAllah
Mei 20th, 2009 pada 15:13
assallammualaikum…
. Ka’bah emang luar biasa seperti halnya kita merindukan kampung halaman, seperti halnya kita merindukan pelukan sayang orang tua, seperti halnya kita bertemu kekasih untuk sekian lamanya,ah..luar biasa…(udah speakless deh klo bicara Mekah bersama Ka’bah dan Madinah bersama Maqam Nabi Muhammad SAW) semoga semua umat islam dapat menikmati kota suci Allah
(amin)
Alhamdulilah akhirnya saya diundang Allah ke rumah Allah di Mekah walaupun pake dibayarin hehehe…rezeki emang ga kemana
Semoga owner dari blog ini diberikan kesabaran…blognya bagus banget
salam kenal
wasalam
Edy Prayitno
Mei 23rd, 2009 pada 11:08
Salam kenal juga buat ..Mbak / Ibu Isnah , …
Alhamdulillah anda sudah kesana ….doakan saya bisa kesana juga yah…..amin
joxus
Juni 15th, 2009 pada 01:59
ka’bah bukan berhala, yang omong tu yang nyambah berhala, jika diliat kristen itu baru mengangkat yesus jadi tuhan pada tahun305 masehi, berarti sebelum itu yesus adalah manusia kan, heheheh… mana ada tuhan mati dan tuhan diangkat dari sesama manusia…
cat
Juni 18th, 2009 pada 03:21
Assalamu alaikum wr.wb
Saudara yang seiman, jangan hiraukan orang yang ingin Tuhannya diakui. Dan Mereka tidak akan pernah bisa menyamai kebesaran Agama Islam.
ipnu
Juni 24th, 2009 pada 14:24
blognya KEREN, islam YES, kristen NO!! ALLAHU AKBAR
didit
Juni 25th, 2009 pada 09:48
pak edhi tetap teguh untuk menghadapi smuay
Hadi Prajoko
Juli 9th, 2009 pada 14:21
Apa tanggapan saudara tentang kearifan tradisi dan religi nusantara ? rasanya saudara tidak paham betul tentang kearifan lokal nusantara, saudara terjerumus dalam konsep kearifan asing dan bahkan saya melihat anda tidak melihat leluhur anda sendiri sebagai manusia dan bangsa beradab. Mohon tanggapan !!
Maximillian
September 6th, 2009 pada 20:18
Hai tuan COPY PASTE, anda itu bisanya cuma bisa mengkopi dan menyalin.
Ini tulisan saya TOLONG RENUNGKAN:
ANDA MENGUNDANG KAUM KRISTEN UNTUK BERDEBAT DENGAN ANDA, ANDA MENDAPATI ILHAM (kali yah) BAHWA ANDA HARUS MELURUSKAN YANG SUDAH DIBENGKOKAN YAKNI YESUS BUKAN TUHAN DAN ALKITAB, INJIL ITU SUDAH DIPALSUKAN.
LALU ANDA MENULISKANNYA DI BLOG INI, DITANGGAPI OLEH ORANG KRISTEN DAN ANDA MEMBALASNYA LAGI DENGAN KUTIPAN ALKITAB…
COBA SEKALI LAGI RENUNGKAN…
ANDA MAU BELAJAR ALKITAB ATAU MAU MELURUSKAN SIH???
ANDA INI KALAU MAU MELURUSKAN YANG BENGKOK SAYA USULKAN, SAYA SARANKAN JANGAN MEMBALAS APA YANG DIANGGAP OLEH ORANG KRISTEN MENURUT VERSI MEREKA…
ANDA HARUS INTROSPEKSI BAHWA TULISAN ANDA YANG MENYEBUT YESUS BUKAN TUHAN ITU TIDAK MENJADIKAN ORANG KRISTEN BERBONDONG-BONDONG MASUK ISLAM…BAHKAN YANG TERJADI SEBALIKNYA ANDA TELAH MENCORANG ISLAM.
EMANG ALLAH ANDA MENYURUH ANDA MELURUSKAN??? ATAU ALLAH ANDA MEMBERIKAN PERINTAH KEPADA ANDA UNTUK “PERANGI” DENGAN ORANG-ORANG YANG MEMPERCAYAI ISA ITU TUHAN???
INGAT YAH DALAM KRISTEN JUGA ADA AYAT YANG MENGATAKAN JADIKANLAH SEMUA BANGSA MURIDKU…
TAPI KAMI TIDAK HARUS MENJADIKAN ISLAM MENJADI KRISTEN, BUDHA MENJADI KRISTEN.
KAMI BERHARAP DAPAT MENJADIKAN SEMUA ORANG BAIK ISLAM, BUDHA DAN HINDU MURID YESUS YANG PENUH WELAS ASIH.
BAHWASANYA HARUS, YAH TAPI HARUS YANG BAGAIMANA???
KATA JADIKAN “LAH” BERBEDA DENGAN KATA “JADIKAN”.
TELITI DULU AJARAN KAMI YANG PENUH DENGAN PENGHORMATAN TERHADAP NILAI-NILAI MANUSIA…BARU ANDA TAU, MANA AGAMA YANG BENAR…KARENA BANYAK DIJUMPAI TIPE ORANG YANG SEDIKIT MENGERTI BANYAK MULUT…
TERIMA KASIH.
Edy Prayitno
September 9th, 2009 pada 13:04
ha ha ha…
anda saja yg kebingungan ..emang kenapa ?
Isa memang bukan Tuhan ….dan itu bukan hanya kata Alqur’an ..
tetapi Di Kitab Injil banyak ayat2 yg menerangkan soal itu…
saya tidak perlu membalas …? baca kitab anda sendiri ( INJIL ) …4 kitab itu saja
buang jauh2 kitab made in Paulus.
dia bukan nabi ……dan tidak layak menulis surat2 pribadi dimasukkan dan disejajarkan dengan kitab suci.
Fitri
Februari 13th, 2010 pada 01:11
Aku pernah baca, katanya dalam Ka’bah ada lukisan Yesus dengan Bunda Maria ya? Entah sampai sekarang lukisan itu masih ada atau tidak.
yanno
Februari 13th, 2010 pada 02:18
Maxsimilian ,
Memahami pengertian kata “Tuhan” dalam Alkitab.
Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), kata “Tuhan” berarti:
1) yang diyakini, dipuja, dan disembah oleh manusia sebagai Yang Mahakuasa, Mahaperkasa, dsb; Allah; Yang Maha Esa;
2) Sesuatu yang dianggap sebagai Tuhan.
Sedangkan kata “Tuhan” dalam Alkitab maknanya ternyata ada perbedaan dengan KBBI. Kata “tuhan” dalam Alkitab, bahasa aslinya adalah “adon [adonay]” (Ibrani), atau “kurios” (Yunani). Bahasa Inggrisnya “lord”.
Nah, “adonay” / “kurios” / “lord” ini, ternyata padanannya yang tepat dalam bahasa Indonesia adalah: “Tuan” (tanpa huruf “h”). Sebagai contoh akan kita lihat jelas di ayat berikut:
“as Sarah obeyed Abraham calling him lord” (1Petrus 3:6) Terjemahan Indonesianya: “Sama seperti Sarah taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya”. Kata “lord” / “tuan” di ayat tersebut dalam bahasa Yunaninya = kurios, Ibrani= adonay.
Artinya, Abraham layak disebut sebagai “lord” / “kurios” / “tuan”, sebuah gelar yang persis juga dikenakan kepada Yesus. Dalam Alkitab Yesus berulangkali disebut sebagai “lord” / “kurios” yang arti sejatinya adalah “tuan”. Tapi mengapa kini kata “lord” / “kurios” yang dikenakan pada Yesus kok ditulis sebagai “Tuhan”? Apakah ada beda “tuan” dengan “tuhan” dalam Alkitab?
Alkitab Indonesia tampak sekali tidak konsisten ketika menerjemahkan kata “lord” / “kurios”. Ada yang diterjemahkan sebagai “Tuhan” tapi ada juga yang “tuan”. Untuk hal itu ahli bahasa Remy Silado pernah menjelaskannya dengan sangat gamblang tentang asal-usul kata “Tuhan”, dalam tulisannya yang berjudul: “Bapa jadi Bapak, Tuan jadi Tuhan, Bangsa jadi Bangsat” (Kompas 11 September 2002). Di situ Remy Silado menjabarkan:
Dalam Ensiklopedi Populer Gereja oleh Adolf Heuken SJ bahwa: arti kata Tuhan ada hubungannya dengan kata Melayu ‘tuan’ yang berarti atasan/penguasa/pemilik (alias bos). Setelah diselidiki, ternyata kata “Tuhan” ini pertama muncul dalam peta kepustakaan Melayu beraksara Latin lewat terjemahan kitab suci Nasrani. Artinya, sesungguhnya orang Nasranilah penemu atau pencipta kata “Tuhan”.
Remy Silado membuktikan, dalam kitab suci Melayu terjemahan Brouwerius tahun 1668, kata Yunani “kurios” (yang adalah gelar bagi Yesus/Isa Almasih) masih diterjemahkan sebagai “tuan” (tanpa huruf “h”). Kemudian VOC menyuruh Pendeta Melchior Leijdecker untuk menerjemahkan ulang seluruh Alkitab. Nah, pada terjemahan Leijdecker inilah ditemukan secara akurat perubahan harafiah dari kata “tuan” menjadi “Tuhan” untuk padanan kata “adonay” atau “kurios”. Mengapa Leijdecker mengubah kata “tuan” menjadi “tuhan”? Ternyata tujuannya adalah agar bunyi “n” dapat diucapkan dengan baik. Sebab kala itu banyak orang yang baru belajar bahasa Melayu (bekas budak Portugis asal Goa ) terpengaruh oleh bahasa Portugis mengucapkan “n” menjadi “ng”. Misal: di Ambon sampai sekarang “tuan” dibaca “tuang”; Tuang Ala artinya Tuhan Allah.
Nah, inti dan hakikatnya dari segi penelusuran bahasa yang akurat, ilmiah dan tepat serta sangat bisa dipertanggung jawabkan, dapat dipastikan bahwa kata “Tuhan” yang dipakai dalam Alkitab bahasa Indonesia sama maknanya dengan “Tuan”. Oleh karena itu, maka, musti dipahami betul bahwa:
- Tuhan Yesus (Yunani: kuriou Iesou), artinya = Tuan Yesus (BUKAN ALLAH YESUS!)
- Tuhan Allah (kuriou ho theou), artinya = Tuan Allah
sallam/sallom .
xxx
Februari 13th, 2010 pada 15:54
bagi yang sesat wajib tau ini
riswandi
Maret 27th, 2010 pada 19:23
shaloom..
buat kita smua ciptaan Tuhan,, mengapakah kita memperdebat kan masalah Agama ini. selagi kita semua ini Ciptaan Tuhan,, PASTI Kita Sujud Menyembah SANG Pencipta KITA,, dengan CARA(AGAMA) Kita masing2, jadi ga ada guna nya kita berdebat masalah ini,,
jika kita CIPTAAN yg BERIMAN tunjukkan lah IMAN Kita itu dengan PERBUATAN yang BAIK menurut AGAMA Kita masing2,,
sekian dari Saya,, TERIMA KASIH
jika ada kata Yg tdak mengenakan HATI Saudara, Mohon di maafkan,
wawa
Maret 27th, 2010 pada 20:01
@ yanno nan Pinter lagi Penyayang
anda belajar sastra inggri dlu sana les di LIA kek
LORD, Lord, lord beda bung
GOD, God, god, ini jug beda
dipikirin dlu cari referensi dari banyaks sumber jangan dari web2 murtadin bin kafirin aja,banyak manipulasi dan konspirasinya…
jangan2 bung yanno ini anak SD ya , baru dapet pelajaran bahasa Inggris mau dipraktekin di postingannya.. wew
yanno
Maret 28th, 2010 pada 00:50
@ WAWA ,
TUAN DLM BHS INGGERIS ITU BUKAN GOD atau god .
wawan tolet
Maret 28th, 2010 pada 14:49
kok pada blm tau ya kalo air zam2 hanya diambilkan dari PAM……. mw bukti ? jika kesana intip aja ada petugas disana yg bartugas mengisi sumur…..
SantoBraling
Maret 29th, 2010 pada 03:31
@ wawan tolet
kok pada blm tau ya kalo air zam2 hanya diambilkan dari PAM……. mw bukti ? jika kesana intip aja ada petugas disana yg bartugas mengisi sumur…..
…………………………………………………………………….
Wawan statement anda : mw bukti ?, saya ingin anda buktikan secara fisik !!!! bukan celotehan profokator, kalau anda tidak dapat buktikan , tarik statement anda !!!
Robertus Taianus
Maret 30th, 2010 pada 11:36
to: wawan gentoletttt trelelet otak mati ….
baca bibble kamu dibawah ini, kalau air zam-zam dari PAM maka, bibble-mu dibawah ini juga dari dari para pembohong ….
Ibadah Haji & Air ZAM-ZAM adalah salah satu mukjizat yang nyata dan abadi dimana ribuan tahun yang lalu sebelum Muhammad & Yesus lahir, telah di persiapkan oleh Allah untuk nantinya sebagai sarana ibadah buat umat Islam-Nya. Dan ini sudah dinubuatkan dalam Alkitab sbb:
“Berbahagialah orang-orang yang diam di rumah-Mu, yang terus menerus memuji-muji Engkau” (MZM 84:5)
“Berbahagialah manusia yang kekuatannya didalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah!” (MZM 84:6)
“Apabila melintasi lembah Baka (Makah), mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat” (MZM 84:7)
Di ayat MZM 84:5 menggambarkan dimasa yang akan datang akan ada suasana umat manusia yang melakukan Thawaf Haji yaitu ritual mengelilingi rumah Allah atau Baitullah yang dinamakan Ka’bah dengan terus menerus mengucapkan kalimat pujian terhadap Allah (“Labaikallah humalabaik, labaikallah syarikalakalabaik….”), maka mereka akan mendapatkan rahmat dan kebahagiaan dari-Nya (dunia dan akherat).
Di ayat MZM 84:6 menggambarkan bahwa nantinya setiap manusia dari seluruh penjuru dunia yang berniat untuk melakukan rukun Islam yang ke-5 yaitu mengadakan ziarah / kunjungan untuk ber ibadah Haji ke Baca (Makah), maka manusia itu akan mendapatkan pahala dan rahmat-Nya.
Di ayat MZM 84:7 menggambarkan bahwa Allah menyediakan air yang di berkati-Nya yaitu air Zam-Zam yang mengalir abadi di Makah (lembah Baka), air ini tidak pernah kering dan disediakan bagi manusia dari penjuru dunia yang datang ke Makah yang tandus dan gersang itu, untuk digunakan sebagai air wudlu bagi yang melakukan ibadah Haji yaitu ibadah memuji Allah di rumah-Nya (Ka’bah).
Nama Baka dari Ayat-ayat Mazmur Daud diatas yang dimaksudkan adalah Bakah atau Makah seperti yang di Firmankan Allah dalam Al’quran dibawah ini:
“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat ibadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakah (Makah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia” (QS. 3 ALI IMRAN 96)
yanno
Maret 30th, 2010 pada 15:08
@ ROBERTUS ,
MEMANG ORG SEPERTI WAWAN ITU GAK PERNAH BACA KITABNYA SENDIRI , HINGGA DIA GAK TAHU KALAU SESUNGGUHNYA AIR ZAM-ZAM ITU ADA TERTULIS DI DALAM AL KITAB .
TRIMS .
tuban
April 10th, 2010 pada 14:12
kita tak perlu debat,sesungguhnya manusia punya hak yg sama, tinggaal keimanan yg menuntun kita kejalan ALLOH,
Febrian Christy
Mei 12th, 2010 pada 12:27
INGAT!!!
manusia bukan di nilai karena agama yang dipeluknya.
tetapi lebih kepada iman yang ia pegang sampai mati.
karena pada waktunya kita akan di adili bukan karena agama kita, namun perbuatan2 kita lah yang akan di adili.
jadi, percuma anda semua memperdebatkan masalah agama siapa yang paling benar.
karena yang dituju tetap Sang Khalik.
ghaane
Juni 2nd, 2010 pada 13:57
idem, lah…!! aq gak ngerti … ^_^
mari kita bersungguh2 dalam beribadah dan beriman sesuai dengan Agama kita masing masing ….
Surya
Juni 30th, 2010 pada 04:35
Untuk seluruh komentator yang mau BERFIKIR.
mulailah segala sesuatunya itu dengan berfikir yang didukung dengan cara membaca, mencari, meneliti, menelaah, merenungi, membandingkan, bertanya kalau memang tidak tahu dan seterusnya hingga kita akhirnya dapat meyakinkan bahwa kita telah sampai pada bibir pantai yang kita tuju, yaitu kebenaran yang dapat dibuktikan. Setelah itu sadarkan diri kita agar kita mau mengikhlaskan segala sesuatu yang memang harus kita akui kebenarannya walupun kita pada posisi yang kalah. Karena lebih baik kita kalah kemudian menerima kebenaran daripada kita harus menang untuk memperjuangkan kesalahan.
Dari pada kita disini cuma menjadi komentator ulung, bukankah kita lebih baik bertatap muka sekedar untuk saling mengenal dahulu? dan mungkin bisa dilanjutkan dengan dialog baik-baik? yang dengan begitu kita menjadi manusia yang bisa menggunakan akalnya untuk BERFIKIR.
Bagaimana ? mau ngorbanin waktu sebentar untuk saling bertemu ? BUKTIKAN !
reiza
Juli 31st, 2010 pada 04:01
kabah itu:
1. hanya simbol krn manusia itu tk pernah lepas dr simbol2,jd bukan disembah. hal ini sama dg bendera pd tiap2 negara. krna manusia berbentuk fisik, maka harus ada simbol,, begitu juga agama lainnya tdk ada agama didunia ini yg tdk punya simbol(kristen tanda salib,khatolik bunda maria, budha patung2 dll) jadi sangat salah besar bila anda menganggap kabah disembah…..
2.secara ilmu pengetahuan :kabah ituadalah kumpulan energi positif/energi kebaikan yg paling besar diseluruh bumi….krn setiap waktu/detik…. seluruh umat islam mengitarinya (dg energi/getaran niat yg mulia/baik) shg timbul dan terkumpul energi/getaran kebaikan disana(pd hakekatnya umat islam yg kekabah dg niat baik walaupun ada segelintir org/ sedikit sekali yg hanya wisata dan niat yg tdk baik) ini seperti dinamo yg menghasilkan listrik ,,semakin banyak kumparan atau lilitan kawatnya maka akan semakin besar energinya) coba anda lihat benda diseluruh alam semesta ini semuanya berputar walapun tdk terlihat oleh mata telanjang (electron2 berputar terhadap intinya) jadi semuanya itu bermakna bukan hanya keliling 2 saja……. Allah sd tahu apa yg harus diperbuat manusia….
3.semua umat islam mengarah ke kabah bila sholat/sembahyang ini akan menyebabkan lebih besarnya kekuatan energi positif dikabah, makanya umat islam harus kiblat kekabah…. adakah agama lainya spt ini??? hanya islam………
4. secara sosial dg perkumpulan seluruh manusia yg ada dibumi ini disuatu tempat, maka akan memudahkan kita mengenal antar satu dg lainnya, baik dari segi karakter, budaya, fisik dll…. mana ada agama selain islam yg begini…
sebetulnya banyak lagi hal2 yg bisa sy utarakan kelebihan agama islam ttp itu aja dulu krn menyimaknya harus pelan22222 dan tdk ada rasa menghina agama lainnya. demikian terimakasih……..
HAMBA ALLAH
Agustus 21st, 2010 pada 02:57
Di dalam islam ada 1 ayat yang menjelaskan bahwa agamu ya agama mu….agama ku ya agama ku…ini maksudnya adalah umat islam tidak pernah mengusik agama lain…..
jadi bagi umat kristiani jangan lah mengusik2 islam…..
saya tahu lebih tentang kristen dan juga islam…..
jadi sekrng agama yang paling benar DI MUKA BUMI INI adalah ISLAM….
ISLAM IS PERFECT….
Hamba ALLAH yg ingin bertobat
September 3rd, 2010 pada 07:03
tdk ush sling menjelekkan agama,.
Marilah kita sling menghormati dan menghargai sesama pemeluk agama..
Mudah2an ALLAH SWT senantiasa mlimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya kepada kita semua. Amien ya Rabbal alamin…
NUR KUMALA ABDULRAHMAN
September 5th, 2010 pada 06:20
lucu jg d klo baca tanggapan dr tmn yg marah yaitu maximilian pd blog ini. anda pikir, kami gak marah saat membaca blog dr forum murtadin yg habis2san menjelek2an islam dan nabi kami Muhammad saw dgn ulasan sejarahnya yg konyol dan penafsiran ayat maupun hadist yg amburadul. Pd blg ini saya tdk melihat sdr penulis blog menjelek2an slh 1 agama. ini semata2 utuk kebenaran dan keyakinan pd agama kami ttg siapa Isa alahissalam
blessed are the sick
Oktober 6th, 2010 pada 10:25
ya ampun. debat ampe lo semua pada mampus juga ga bakal ada yang bener. yang tau kan cuman Tuhan. kita semua percaya pada suatu hari nanti ada yang namanya kalo di Islam “kiamat” kalo di Kristen “akhir jaman” ya liat aja ya ntar kita buktiin. kita ga bisa bilang Islam tuh perfect ato Kristen tuh yang paling bener. yang penting kita semua tau kalo kita tuh umat ber-agama. Tunjukin dong kalo kita umat ber-agama! gue dari sisi orang Kristen cuman bisa bisa sabar aja lah. emang di Al-Quran ada ayat yang suruh ngejelek”in agama laen? di Al-Kitab juga nggak ada ayat yang suruh ngejelek”in agama orang. SEMUA AGAMA MENGAJARKAN SESUATU YANG BERSIFAT MENDAMAIKAN BUKAN SESUATU YANG BERSIFAT MENONJOLKAN KEBENARAN DARI AGAMA YANG KITA ANUT. ITU SEMUA TERGANTUNG UMAT DARI MASING” AGAMA YANG MENYINGKAPI ARTI DARI AJARAN AGAMA TERSEBUT.
Muslimun depok
Oktober 11th, 2010 pada 23:33
AssalAamualaikum…Bersyukurlah ummat Rasullullah yang sudah mendirikan shalat dan menengadahkan kepalanya ke arah Ka’bah, semua tertera di Al qur’an.Bersyukurlah orang yang mau berpikir dan berilmu dari al qur’an karena segala petunjuk ada disana.Dan semoga orang yang bodoh yang mengatakan ka’bah adalah berhala diberi petunjuk oleh Allah,sehingga menjadi orang yang berakal.Bahkan tim NASA dari Amerika serikat telah meneliti dan mengetahui mengapa ka’bah itu dikitari/dijadikan pusat.Semoga orang-orang bodoh yang mengatakan ka’bah itu berhala diberi petunjuk sehingga akanya sehat dan menjadi orang yang berilmu karna mau menggunakan otaknya untuk berfikr jernih.Salam.
syamsuar mulyadi
Desember 4th, 2010 pada 12:54
misi smua a………
aq cma mo buat makalah…….
sejarah ttng ka’bah….
nicodemus
Desember 28th, 2010 pada 03:50
Mengapa berdebat soal soal agama? agama itu bukan untuk diperdebatkan, tetapi untk dihayati dan dijadikan pedoman hidup msing-masing penganutnya. Ya,.. kalau memperdebatkan agama yang orang lin punya yang ngak akan ketemu donk,…yang akan didapatkan hanyalah perdebatan, penghojatan, caci maki. Selama agam yang satu tidak menganggu agama yang lain kenapa sih dicari percikan-percikan api yang bisa membakar emosi penganut yang lain. Nah,… saya di sini mau netral aja deh,… mau ngajak agan-agan skalian yang udah keceplosan emosi dalam rubrik ini,… untuk mari kita mendalami agama masing-masing dan menghayati nya. Kemudian buat pertanyaan yang besar didalam hati kita “APAKAH AKU SUDAH BER-AGAMA DENGAN BENAR DALAM AJARAN AGAMA KU??”. Nah itu doang yang bisa gue tumpahkan disini, salam damai Full Of Peace. Hidup Kedamaian!!!!!
edi
April 24th, 2011 pada 09:54
Memang benar Nabi Musa AS menurut literatur islam tdk pernah singgah ke mekah dimana ada ka’bah di sana bahkan Musa AS pun tdk bisa masuk tanah kanaan/jerusalam sbg tanah perjanjian Tuhan dg umatnya Israel krn umatnya bnyk melanggar perjanjian tsb, tapi diyakini Nabi Musa AS mengetahui benar bahwa ka’bah adalah baitullah/ rumah ibadah pertam kali dibangun dan dimana tempat Rosul agung yg di nantikan seluruh umat sbg pembawa rahmat akan dilahirkan, Wallhualam.
robert
April 24th, 2011 pada 13:08
Mbak fitri yang baik, dipastikan rumors gmbr yesus/bunda maria dlm ka’bah itu gak benar sama sekali. kita muslim gak ada sedikitpun menyembah ka’bah, karena Allah lah muslim secara teknis disuruh menghadap/berkiblat ke arahnya ketika shalat.
robert
April 24th, 2011 pada 16:37
Ka’bah adalah bangunan tmpt ibadah yg di berkahi dan pertama kali di bangun, konon sblm adam as diturunkan ke bumi dan membangun ka’bah, para malaikat mengitari arasy (wallohualam) kemdian Allah swt memerintahkan malaikat2 thowaf/mengitari ka’bah ini spt di arasy td, kami umat muslim sekali lagi tdk ada niat sedikitpun pun menyembah ka’bah, kalau ada niat menyembah ka’bah berarti sama sj berhala (na’udzubila) kami hanya mengikuti perintah Allah dan Roshulnya secara teknis menghadap/berkiblat ke arah ka’bah ketika sholat, just info kiblat umat muslim sebelum turun ayat pengalian kiblat adalah yerusalam/ msjidil AlAqso di mana tempat suci diturunkannya nabi2 Allah.
Farah
Juni 26th, 2011 pada 16:18
Sudahlaaaah para kafir kristen munafik…kalian smua sdh dijanjikan dan sgt dipastikan Allah SWT sebagai bahan bakar api neraka kelak. Jadi tidak perlu kalian repot2 kebakaran jenggot berusaha menjelaskan kekonyolan pikiran kalian kalian yg sangat bodoh dan hanya berdasarkan pepesan kosong injil yg sdh dirusak isinya oleh para paulusmu itu….kalian sdh pasti masuk neraka…btw, para pendeta dan paulusmu itu sbnrnya sgt paham ttng kebenaran Islam tp takut mengakuinya, takut akan sanksi sosial dr jemaatnya yg lbh tolol….hahahahahaaaa
Farah
Juni 26th, 2011 pada 16:19
Sudahlaaaah para kafir kristen munafik…kalian smua sdh dijanjikan dan sgt dipastikan Allah SWT sebagai bahan bakar api neraka kelak. Jadi tidak perlu kalian repot2 kebakaran jenggot berusaha menjelaskan kekonyolan pikiran kalian yg sangat bodoh dan hanya berdasarkan pepesan kosong injil yg sdh dirusak isinya oleh para paulusmu itu….kalian sdh pasti masuk neraka…btw, para pendeta dan paulusmu itu sbnrnya sgt paham ttng kebenaran Islam tp takut mengakuinya, takut akan sanksi sosial dr jemaatnya yg lbh tolol….hahahahahaaaa
jack
Juni 27th, 2011 pada 02:54
wah mbak farah quinn bisa masak dengan leluasa ntar, bahan bakarnye kan lagi buuuuaaanyak
Ahli Surga
Agustus 8th, 2011 pada 07:07
Bismillah…..
Berdebat buat apa sih, mari kita buka matahati kita masing2, kita serukan kapada Tuhan kita mintalah petunjuk agar di bukakan hati dan pikiran kita untuk di berikan yang jelas mana yang benar itu benar dan yg salah itu salah dan dijauhkan sejauh2nya dari diri kita agar kita menemukan kebenaran yang Hakiki yang datangnya Hanya Dari Tuhan yang benar2 harus kita sembah……
Piss man…..Selamat Berpuasa…..Mohon maaf Lahir Bathin….
Dadang Oray
Agustus 28th, 2011 pada 23:35
bismillah………. lebih baik jangan saling hina percaya aja ama masing masing agamanya
haarry
September 2nd, 2011 pada 17:57
yang komentar menjelekkan islam mohon pelajari dulu agama ini baru komentar jangan tau dikit udah ambil kesimpulan sendiri tks.
supri
September 5th, 2011 pada 12:06
kalu orang kristen mnganggap orang yg di salip tuhan itu salah besar . . . . . . .
wong yesus turun dari salip aja susah apa lagi harus mnolong umat nya . . (capek deh . . . . )
nindy_anatasya
Oktober 20th, 2011 pada 07:03
Agama itu adlh kebudayaan yang dibuat oleh manusia, tidak ada 1 agama didunia ini yang bisa membawa kita msuk surga.
Tidak ada orang didunia ini yang bisa memberikan jaminan untuk masuk surga, enth itu Nabi/Rasul/Pendeta/Ulama/Pastur,dll. kecuali Yesus,
Kepercayaan kita kepada Yesus yang bisa membawa kita kesurga,hanya orang bodoh yang mw berdebat soal agama yang dibuat oleh manusia
Stain Remover
Oktober 20th, 2011 pada 10:09
@Nindy_anatasya
copasan ini mudah-mudahan bermanfaat buat anda.
Pewawancara : apakah anda adalah Tuhan ?
> Yesus : Bapa lebih besar dari pada aku. (Yohanes: 14:28)
> Pewawancara : Maksud anda ?
> Yesus : Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Markus: 12:29
> Pewawancara : Tapi anda orang baik, seharusnya anda jujur bukankah
anda memang Tuhan ?
> Yesus : Mengapa kaukatakan aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja. (Markus 10:18)
> Pewawancara : Bukankah pernyataan ini akan makin membingungkan banyak orang ?
> Yesus : Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepadaku. (Yohanes: 14:1)
> Pewawancara : Tapi bagaimana dengan segala mukjizat itu, bukankah anda menghidupkan orang mati, bukankah itu berarti anda Tuhan ?
> Yesus : Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diriku sendiri (Yohanes 5:30)
> Pewawancara : Lalu mukjizat itu ?
> Yesus : Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan
yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan dia ditengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu. (Kisah Para Rasul: 2:22)
> Pewawancara : Kalau begitu apa hubungan anda dengan Tuhan?
> Yesus : Dia yang mengutus Aku. (Matius: 10:40)
> Pewawancara : Tetapi banyak orang yang memanggil anda Tuhan untuk keselamatan bagaimana menurut anda ?
> Yesus : Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. (Matius: 7:21)
> Pewawancara : Lalu jika mereka tetap bersikeras anda adalah Tuhan apa tindakan anda jika bertemu mereka ?
> Yesus : Pada waktu itulah aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari padaku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (Matius 7:23)
> Pewawancara : Bisa anda tegaskan lagi pernyataan anda ?
> Yesus : Setiap orang yang mendengar perkataanku ini dan tidak
melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan
rumahnya di atas pasir. (Matius: 7:26)
> Pewawancara : Ok kalau begitu saya mengerti bahwa anda memang bukan Tuhan, dan terimakasih atas pernyataan anda
> Yesus : “Setiap orang yang mendengar perkataanku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. (Matius: 7 :24)
Mr.Nunusaku
Desember 1st, 2011 pada 13:43
Banyak naik haji ketanah suci Mekkah kok pulang banyak yang mampus…?
Berarti bukan tanah suci..berarti tanah bencana…karena setelah pulang semuanya
mampus. Orang pergi ke Amerika berapa bulan pulan ketanah air selamat…..
pergi ke Afrika dan pulang selamat, pergi ke Papua..dan Maluku pulang selamat ke Jawa.
tetapi pergi haji ke Arab Mekah tanah suci…, pulang kok mampus semunaya…?
heran bin ajaib katanya tanah suci dibalik kesucian penuh bencana setelah pulang ketanah air….apa memang gara-gara mencium Aswad Hajar Batu Hitam yang bentuk sama seperti vagina Aisyah mungkin itu membawa bencana dan mampus semuanya.
Stain Remover
Desember 1st, 2011 pada 14:27
@Mr.Nunusaku
Orang ini selalu berbicara kotor disetiap blog yang dikunjungi. Apa otakmu itu tidak jauh dari menghujat…kalau anda mau berdiskusi, mari kita diskusikan dengan baik-baik…Silahkan
sentolov
Desember 2nd, 2011 pada 06:58
@Mr.Nunusaku
Komentar gak mutu… !!!!, bikin malu kaummu……….. !!!!
muhammad hanif hibatulloh
Februari 28th, 2012 pada 13:01
Hey dengerin nihh pembicaraan antara orang kristen dan tuhan yesus (menurut orang kristen .
orang kristen:tuhan yesus tolonglah hamba
tuhan yesus:boro boro ngebantuin gue juga susah lepas niiiiii udah gitu aznya dingin lagi
hahhahahahahaahha (balasan bagi orang kristen yang musyrik)
ALLAHU AKBAR
THIS TASTE NOMIRO UNO ALLAHU AKBAR
muhammad hanif hibatulloh
Februari 28th, 2012 pada 13:06
oRANG kristen itu bodoh masa ada tuhan koq pake kolor doang…………….kaya di film film porno…………..jangan jangan yesus bintang porno (hehehehe) udah gitu nyangkut disalib (“kalau hujan diangkat ya hehehehe”_)
balasan bagi orang musyrik…………………………ALLAHU AKBAR………….
THIS TASTE NOMIRO UNO ALLAHU AKBAR………………………! =_= (Bukan ngemaksud ngehina…………..cuma ngejek habis bisanya tuh ngehinaaa trusss……………..emangnya tuh orang orang islam/penghuni surga itu punya salah pada kalian) *_^
blue safir
April 23rd, 2012 pada 09:40
ka’bah itu hakekatnya adalah gambaran diri kita sendiri…